AdvertisementAdvertisement

KHUTBAH JUM’AT Setiap Qurban, Selangkah Mendekati Kemenangan

Content Partner

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: dzikrullah-w-pramudya.jpg

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ…

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Aku berwasiat kepada diri pribadi dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benarnya takwa. Sebab hanya dengan takwa, kehidupan akan menjadi mulia, hati menjadi tenang, dan akhir perjalanan akan berujung kebahagiaan.

Bapak-bapak, Saudara-saudara, Para Pemuda dan Remaja Kebanggaan Umat Islam, dan anak-anakku yang kucintai karena Allah, jama’ah solat Jum’at yang berbahagia.

Qurban Nabi Ibrahim صلى الله عليه وسلم adalah putranya sendiri, Ismail صلى الله عليه وسلم. Pelaksanaannya, telah mengalahkan telak tipuan licik Syaitan.

Kemenangannya, berbentuk tertariknya miliaran hati, serta ketaatan dan kerinduan miliaran umat manusia untuk berhaji ke Makkah, Ibukota Hidayah, Ibukota Aqidah Tauhid untuk alam semesta, sampai akhir zaman. Ini kemenangan yang hampir tiada bandingannya.

Kecuali jika dibandingkan dengan kemenangan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, pada saat telah sempurna menjalankan tugas kerasulan dan kenabiannya.

ٱلْيَوْمَ يَئِسَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَٱخْشَوْنِ ۚ ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَـٰمَ دِينًا

Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Potongan Al-Quran surah Al-Māidah 3)

Selain kemenangan berupa sempurnanya Syariat Al-Quran dan As-Sunnah menjadi tuntunan hidup seluruh manusia sampai Hari Kiamat, Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم mendapatkan kemenangan berupa telaga dan sungai Al-Kautsar.

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم menundukkan kepala sejenak, lalu beliau mengangkat kepala seraya tersenyum. Beliau صلى الله عليه وسلم bersabda kepada mereka, atau mereka bertanya kepada beliau صلى الله عليه وسلم, “Mengapa engkau tersenyum?” Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjawab, “Sesungguhnya barusan diturunkan kepadaku suatu surah.”

Lalu beliau membaca firman-Nya:
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar”, sampai akhir.

Lalu Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Apakah kalian tahu, apakah Al-Kautsar itu?”

Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

Al-Kautsar adalah sebuah sungai yang diberikan kepadaku oleh Rabbku di dalam surga, padanya terdapat kebaikan yang banyak, umatku akan mendatanginya pada hari kiamat, jumlah bejana-bejananya sama dengan jumlah bintang-bintang.

Pertanyaan untuk kita hari ini, qurban yang telah kita sembelih kemarin, hari ini dan sampai besok selesai hari Tasyrik, telah mengantarkan kita pada kemenangan apa?

Pertama, insyaa Allah, kita yang mampu dan telah berqurban sudah menang atas sifat bakhil, pelit, kikir dan malas di dalam diri kita.

Kedua, insyaa Allah, kita telah menang atas rayuan syaitan yang berusaha mencegah kita menunaikan syariat qurban.

Ketiga, insyaa Allah, kita sudah menang atas bisikan syaitan yang telah berusaha agar hati dan niat ikhlas kita rusak pada saat melaksanakan qurban dengan menyelipkan riya’, bangga dilihat dan dipuji orang lain.

Keempat, insyaa Allah, kita sudah menang karena memperkuat hubungan persaudaraan kita dengan saudara-saudara kita para penerima daging qurban. Semoga semakin kuatlah barisan masyarakat Islam.

Kelima, insyaa Allah, karena melaksanakan qurban ini adalah perintah Allah kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dalam surah Al-Kautsar, maka kemenangan tertinggi kita adalah berjumpa Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم menikmati telaga dan sungai Al-Kautsar di Akhirat.

Bapak-bapak, Saudara-saudara, Para Pemuda dan Remaja Kebanggaan Umat Islam, dan anak-anakku yang kucintai karena Allah, jama’ah solat Jum’at yang berbahagia.

Setiap orang di dalam masjid ini dan di seluruh dunia sedang berjuang hidup. Setiap perjuangan pasti mengharuskan pengorbanan. Insyaa Allah, setiap pengorbanan itu akan jadi langkah maju mendekati kemenangan.

Para Ayah dan Ibu mengorbankan tenaga, pikiran, waktunya, untuk memelihara dan membesarkan anak-anaknya.

Para Pemuda mengorbankan birahinya agar terjaga kesucian diri dan batinnya dari maksiat, sampai Allah tetapkan atasnya pernikahan yang halal dan berkah.

Para Remaja mengorbankan sifat kekanak-kanakannya untuk bersegera menjadi dewasa dan memikul tanggung jawab syariah sebagai Mukallif dunia Akhirat.

Dari atas mimbar yang mulia ini, izinkan khatib mendoakan agar Bapak-Bapak, Saudara-Saudara, Para Pemuda, Para Remaja, dan anak-anakku semua Allah anugerahkan kemenangan demi kemenangan pribadi sepanjang perjalanan hidup, sampai puncaknya kemenangan syahadah atau husnul khatimah di akhir umur kita semua kelak.

Dari sudut pandang yang lain, di zaman kita saat ini, ada kemenangan bersama, kemenangan Ummat Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, yaitu kembalinya Masjidil Aqsha dan Baitul Maqdis ke pangkuan umat Islam.

Kita berqurban setahun sekali, tapi kita tahu, ada diantara kita yang berqurban setiap hari, setiap jam, setiap detik di garis depan jihad. Yaitu keluarga-keluarga kita di garis depan jihad membebaskan Masjidil Aqsha dan Baitul Maqdis.

Kita mengurbankan sapi, kambing dan domba untuk kemenangan pribadi kita. Sedangkan mereka mengorbankan nyawanya, suaminya, istrinya, anak-anaknya, ayahnya, ibunya, kerabatnya, rumahnya, sekolahnya, kendaraannya, kebunnya, hampir-hampir tak bersisa, untuk kemenangan kita bersama. Kemenangan Ummat Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.

Setiap qurban adalah selangkah mendekati kemenangan.

نَصْرٌ مِّنَ اللّٰهِ وَفَتْحٌ قَرِيْبٌ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat, dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang beriman.” (Potongan Al-Qurān surah Ash-Shaff 13)

Setelah selesai berqurban dalam syariat Dzulhijjah, mari kita lanjutkan perjuangan dan pengorbanan kita mendekati kemenangan Masjidil Aqsha dan Baitul Maqdis Merdeka! Sampai Allah menetapkannya untuk kita di zaman kita.

Siapkanlah qurban kita untuk kemenangan besar ini. Semakin kuat iman kita, semakin nampak kemenangan itu di pelupuk mata, karena semakin kecil dan lemah nampak musuh-musuh itu.

أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ. Ketahuilah bahwa kehidupan dunia ini penuh dengan perjuangan dan pengorbanan.

Namun seorang mukmin yakin bahwa tidak ada pengorbanan yang sia-sia di sisi Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

Sedekah tidak akan mengurangi harta.”
(HR. Muslim)

Begitu pula qurban. Apa yang kita keluarkan di jalan Allah tidak akan membuat kita rugi. Justru Allah menggantinya dengan keberkahan hidup, ketenangan hati, dan pahala yang besar.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Mari jadikan momentum Idul Adha ini sebagai sarana memperbaiki diri.

Perkuat keikhlasan.

Perbanyak kepedulian.

Pererat persaudaraan.

Dan teruslah berjuang menjadi hamba Allah yang lebih baik.

Semoga Allah menerima amal qurban kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

اللّٰهُمَّ تَقَبَّلْ قُرْبَانَنَا، وَاغْفِرْ ذُنُوبَنَا، وَأَصْلِحْ قُلُوبَنَا، وَوَحِّدْ صُفُوفَنَا

اللّٰهُمَّ انْصُرِ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَاحْفَظْ بِلَادَنَا وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

أَقِمِ الصَّلَاةَ

(Untuk mengunduh naskah ini ke format PDF, klik icon “print” pada share button di bawah lalu pilih simpan file PDF)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Haflah Akhirussanah SDIH Malinau Jadi Momentum Penguatan Sinergi Pendidikan

MALINAU (Hidayatullah.or.id) — Prosesi pelepasan siswa kelas VI SD Integral Hidayatullah Malinau berlangsung khidmat dan penuh haru dalam kegiatan...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img