Beranda blog Halaman 518

Koramil TNI-Santri Hidayatullah Magetan Nobar Film Jenderal Soedirman

0

MAGETAN (Hidayatullah.or.id) – Dalam rangka HUT Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke 73 Tahun dan sekaligus mengenang kembali teladan perjuangan almarhum Panglima Besar Jenderal Soedirman, Komando Rayon Militer (Koramil) 0804/01 Kota Magetan, Jawa Timur, Danramil 0804/01 TNI Magetan menggelar nonton bareng santri Pondok Pesantren Hidayatullah tentang film dokumenter Jenderal Soedirman yang berlangsung di Komplek Pondok Pesantren Hidayatullah Magetan, Jl. Kawi No.8 Dusun Jelok, Bulukerto, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Ahad.

Hadir dalam acara Nobar “Film Dokumenter Perang Gerilya Jendral Soedirman” di Pesantren Hidayatullah ini ketua panitia Imam Yudianto, Dandim 0804/Magetan yang di wakili oleh Danramil 0804/01 Magetan, ketua dan pengurus Ponpes Hidayatullah serta para para santri Ponpes Hidayatullah Magetan.

Sambutan ketua Panitia Nobar dalam rangka HUT TNI ke 73 tahun 2018 H Imam Yudhianto, mengatakan tegaknya NKRI tidak luput dari bersatunya rakyat dengan TNI, begitu pula dengan para ulama. Untuk itu kata dia para ulama akan selalu mendukung TNI dalam menegakkan NKRI.

Sambutan Danramil 0804/01 Magetan Permohonan maaf Oleh Danramil 0804/01 karena Dandim 0804 tidak dapat hadir dikarenakan padatnya kegiatan. Dandim dalam titipan pesannya menyampaikan terimakasih atas terselenggaranya Nobar Film Dokumenter Perang Gerilya Jendral Soedirman ini. Ia juga mengapresiasi dengan sangat baik akan kegiatan nobar pemutaran film ini.

“Sejarah berdirinya negara ini direbut oleh kucuran darah yang sangat menyedihkan untuk itu agar kita tidak dilunturkan akan berdirinya suatu bangsa maka pemutaran film ini bisa mengingatkan kepada generasi muda sebagai generasi penerus akan sejarah perjuangan berdirinya bangsa yang kita cintai ini,” imbuhnya.

Ditambahkan, salah satu cara untuk melunturkan sejarah oleh pihak pihak yaitu dengan melupakan akan sejarah perjuangan perjuangan berdirinya bangsa ini.

Ditegaskan bahwa salah satu yang telah disepakati oleh para leluhur kita yaitu Pancasila untuk mengawal bangsa ini dari pengaruh komunisme. (ybh/hio)

PD Mushida Bulukumba Galang Peduli Gempa Tsunami Sulteng

BULUKUMBA (Hidayatullah.or.id) – Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah Bulukumba Sulawesi Selatan menggelar penggalangan dana yang dikumpulkan dari anggota Mushida se-Bulukumba yang diperuntukkan bagi korban gempa dan tsunami Donggala-Palu Sulawesi Tengah, yang berlangsung di Kota Bulukumba, Ahad, (7/10/2018).

Selain itu, Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah Bulukumba juga menggelar aksi solidaritas peduli bencana gempa/tsunami Sulawesi Tengah dengan turun ke jalan di sejumlah titik di Kota Bulukumba.

Ketua PD Muslimat Hidayatullah Bulukumba, Muthia Hasmawati mengatakan, ini merupakan panggilan hati untuk membantu saudara-saudara kita yang  terkena musibah gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah.

“Muslimat Hidayatullah Bulukumba berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi saudara kita yang tertimpa musibah, salah satunya untuk menggalang dana ini,” kata Hasmawati.

“Perasaan sedih, prihatin dan tersentuh hati ini untuk membantu saudara kita yang terkena gempa dan tsunami Sulawesi Tengah,” tambahnya.

Aksi Muslimat Hidayatullah Bulukumba ini mendapat respons yang baik bagi para pengguna jalan yang melintas.

Pada pukul 09.00 Wita, aksi penggalangan dana ini berlangsung di tiga titik di Kota Bulukumba, yaitu di Jl. Samratulangi, di Pasar Sentral
Bulukumba, dan di sekitar Mall Bulukumba.

“Alhamdulillah, dana sehari yang terkumpul, akan langsung diteruskan Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah ke Posko,” tutupnya.*/Andi Alfian Milyardo Salassa

Hidayatullah Samarinda Beri Beasiswa 100 Anak Korban Gempa Sulteng

0
Salah satu sudut Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda / dok

SAMARINDA (Hidayatullah.or.id) – Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, siap memberikan beasiswa pendidikan gratis untuk 100 anak-anak korban gempa tsunami Sulawesi Tengah. Demikian disampaikan Ketua DPD Hidayatullah Samarinda, Ust Muhammad Uswandi, SH.I.

“DPD Hidayatullah Samarinda siap memberi 100 beasiswa pendidikan gratis putra putra di sekolah Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda untuk anak-anak korban gempa Palu. Beasiswa ini khususnya bagi anak-anak yang kehilangan orangtuanya,” kata Uswandi dalam keterangannya diterima redaksi, Senin (8/10/2018).

Uswandi mengatakan pihaknya turut berduka cita mendalam atas musibah yang melanda sejumlah daerah di Provinsi Sulawesi Tengah itu. Gempa disusul tsunami itu menewaskan ribuan orang belum termasuk yang tidak teridentifikasi atau hilang, ratusan ribu luka-luka, dan tempat tinggal hilang.

“Tidak beriman salah seorang diantara kalian sampai dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri,” kata Uswani menyitir salah satu sabda Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam.

Nabi kata Uswandi telah menerangkan tentang arti persaudaraan. Dalam sabda yang lain Nabi disampaikan bahwa persaudaraan itu ibarat satu tubuh yang bila ada salah satu bagian tubuh yang sakit maka bagian tubuh yang lain pasti akan turut merasakan sakit.

“Hari ini saudara -saudara kita di Palu tengah dirundung duka karena diterpa musibah gempa bumi dan tsunami. Duka dari ujian ini tentu turut menggores luka di hati kita semua,” katanya.

Dia menambahkan DPD Hidayatullah Samarinda sebagai saudara bagi saudara-saudara kita di Palu mengucapkan duka yang sangat mendalam atas musibah gempa dan tsunami ini.

“Di samping itu kami juga menawarkan kepada anak-anak kami di Palu yang tidak dapat bersekolah baik karena sekolahnya yang rusak ataupun tidak lagi ada orangtua yang dapat membiayai pendidikannya untuk bersekolah di lembaga pendidikan yang kami miliki Hidayatullah di kota Samarinda,” kata Uswandi.

Di tahap awal ini InsyaAllah, kata dia, pihaknya siap memberikan beasiswa penuh bagi 100 orang putra/i setingkat SMP dan SMA. Beasiswa ini meliputi biaya pendidikan, konsumsi dan akomodasi selama menempuh pendidikan dengan konsep pesantren.

Uswandi menyebutkan, Hidayatullah Samarinda kini mengelola dan menyelenggarakan pendidikan formal untuk tingkat menengah dan atas yaitu 2 sekolah SMP, 1 sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs), 1 sekolah SMA dan 1 Madrasah Aliyah (MA).

Bagi yang ingin mendaftar atau pun yang ingin turut menjadi orangtua asuh bagi santri-santri Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda, dapat menghubungi saluran resmi WhatsApp 08115544556 dan mobile phone 081350105535.

“Semoga Allah satukan hati-hati kita dalam manisnya iman, lezatnya peribadatan dan indahnya persaudaraan,” pungkasnya. (ybh/hio)

Bupati Adnan Resmikan Pondok Tahfidz Hidayatullah Gowa

0

GOWA (Hidayatullah.or.id) – Bupati Kabupaten Gowa Adnan Purichta Ichsan melakukan peresmian pondok Tahfidz Ashabul Jannah Pesantren Hidayatullah yang berlokasi di Dusun Bollangi, Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Senin (1/10/2018) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adnan Purichta Ichsan mengatakan, untuk membangun suatu daerah yang makin baik ke depan, maka yang dibutuhkan adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik. Membangun SDM yang baik tentu harus berlandaskan dengan ilmu yang baik.

“Oleh karena itu kalau kita ingin melihat kemajuan suatu daerah maka liat pendidikannya, maka liat sdmnya kalau sdmnya makin baik maka yakin daerah tersebut akan maju,” jelasnya.

Kata Adnan, pendidikan ilmu itu harus berbanding lurus dengan ilmu agama dan sekarang pendidikan karakter harus menjadi prioritas kita bersama.

“Karena di semua negara maju yang menjadi referensi di dunia semua mengatakan bahwa saya lebih takut anak saya tidak tau budaya antri dibanding, membaca dan berhitung, maka itulah saat ini kita sudah mulai tanamkan dan bentuk karakter anak anak kita barulah kita mengajarkan membaca dan berhitung, kita bentuk dulu karakter mereka”.

“Makanya saya sangat senang kalau ada pesantren, ada sekolah yang lebih memprioritaskan pendidikan karakter, saya berharap dengan adanya Pesantren Hidayatullah anak-anak kita ini bisa menjadi hafidz dan kita berharap anak anak kita ini menjadi pendakwah di Kabupaten Gowa untuk memperjuangkan agama kita,” terangnya.

Sejak tahu ada pesantren tersebut, Bupati Adnan terus memonitor setiap kegiatan yang ada Pesantren tersebut. Dan setiap bulan pasti menyempatkan waktu untuk berbincang bersama pimpinan pondok pesantren tersebut.

“Alhamdulillah tahun lalu atas nama Pemkab Gowa kami sumbang kurang lebih 150 juta untuk pembangunan pesantren ini, karena aturan yang ada saat ini dilarang setiap tahun menyumbang, maka untuk tahun ini kami tidak sumbang, jadi InshaAllah tahun depan saya sumbang lagi untuk pesantren ini,” tambahnya.

Sementara, Pimpinan pondok Pesantren Hidayatullah mengatakan, pondok pesantren tersebut dibangun dengan hanya beberapa pengurus dan pengajar yang rela meninggalkan kerjaannya yang lebih baik untuk bersama-sama merintis pondok tahfidz ini agar bisa lebih berkembang.

“Kami ingin mencetak hafidz Al Qur’an dan pendakwah satu orang masing masing di setiap dusun. Yang kami ingin laporkan saat ini kepada bapak bahwa yang jadi persolan di pondok saat ini selain aksesnya, air untuk mandi kami masih kekurangan, para santri kalau ingin mandi mereka keluar dari pondok ini untuk mandi,” ujarnya.

Pihaknya juga berterima kasih atas segala bantuan yang diberikan oleh Pemkab Gowa, semoga apa yang menjadi keinginan pondok pesantren tersebut dalam mendukung program pemkab Gowa dapat berhasil dan sesuai dengan yang diharapkan. (kbn/hio)

HUT TNI Ke-73, Kodim 1413 Sambangi Ponpes Hidayatullah

0

BAUBAU (Hidayatullah.or.id) – Kodim 1413 TNI Buton gelar Bhakti sosial sekaligus bersilaturahim dan berbagi sembako dengan pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah Baubau dalam rangka memperingati HUT TNI ke 73.

“Selain bersilaturahim, kita juga ada sedikit memberikan tali asih berupa sembako yang mudah mudahan apa yang kami berikan yang mewakili seluruh warga keluarga Kodim 1413/Buton,” kata Letkol Inf Davy Darma Putra, Rabu (3/10/2018).

Letkol Davi mengatakan pemberikan tali asih merupakan wujud perhatian, rasa sayang keluarga besar Kodim 1413/Buton kepada pengurus dan santri Pondok Pesantren Hidayatullah Baubau.

“Kepada adik-adik, anak-anak kita yang saat ini sedang menuntut ilmu di Pondok Pesantren Hidayatullah kami berharap dengan tali asih yang kami berikan bermanfaat,” lanjutnya.

Dandim juga berpesan kepada santri Pondok Pesantren Hidayatullah Baubau agar para santri dan santri/wati tersebut bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kasdim perwira staf, perwira, danramil, anggota Kodim 1413/Buton, dan berserta anggota persatuan istri prajurit (Persit) KCK XLVIII Cabang Kodim Buton. (rri/hio)

Pesantren Hidayatullah Palu Buka Dapur Umum

PALU (Hidayatullah.or.id) – Selain kampusnya dijadikan posko bersama berbagai lembaga yang menyalurkan bantuan untuk korban gempa-tsunami Palu, Pondok Pesantren Hidayatullah di Palu, Sulawesi Tengah, juga membuka dapur umum untuk warga dan relawan.

Di bawah tanggung jawab posko Pesantren Hidayatullah hingga saat ini tercatat ada 135 pengungsi, baik yang mendiami kampus maupun yang mengungsi di luar kampus.

Relawan pun terus berdatangan dari berbagai daerah untuk membantu. Baru-baru tiba sejumlah relawan dari Kalimantan Timur.

“(Mereka) tiba tadi malam lewat KM Siguntang,” ujar pengurus pesantren Ustadz Muhammad kepada hidayatullah.com, Rabu (03/10/2018).

Di posko ini warga sekitar pesantren yang juga korban bencana turut kebagian jatah makan sehari-hari pasca tsunami.

“30-an orang sampai 50-an orang, sekitar itu,” ujar Abu Fathun, salah seorang relawan Tim Aksi Sigap Kemanusiaan (TASK) Hidayatullah Peduli Palu di Palu, kepada hidayatullah.com, Rabu (03/10/2018) secara terpisah.

Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Palu di Kelurahan Tondo, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, termasuk kawasan yang kena gempa dan tsunami pada Jumat (28/09/2018) lalu.

Meski sebagian bangunannya rusak, namun semua warganya selamat dari bencana dan masih mengungsi hingga saat ini.

Kampus pesantren tersebut hingga saat ini juga menjadi posko bersama para relawan dari berbagai lembaga dan komunitas.

Antara lain dari lembaga kemanusiaan internasional asal Turki Humanitarian Relief Foundation (IHH), Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Tim SAR Hidayatullah, Sahabat Al-Aqsha (SA), Laskar Pembela Islam dari FPI, Jakarta Islamic School (JIS), dan sebagainya.

Dengan kedatangan relawan dari berbagai lembaga itu, aktivitas posko di kampus Hidayatullah begitu sibuk. Termasuk di dapur umum pun tak kalah sibuknya. Ibu-ibu relawan tampak sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk seratusan relawan.

Muhammad menerangkan, dengan keberadaan posko tersebut membuat kampus Hidayatullah semakin dekat dan dikenal masyarakat Palu. Bahwa pesantren bukan hanya lembaga pendidikan, tapi juga memiliki peran sosial bagi masyarakat.

Bahkan, terangnya, saat ini dari salah satu dinas setempat melibatkan Pesantren Hidayatullah dalam hal distribusi sembako.

“Jadi dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi itu melibatkan kita dalam distribusi sembako dan sekarang sedang dalam proses,” terangnya.

Selain posko induk di Hidayatullah Palu, Hidayatullah juga membentuk posko transit di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan di Mamuju, Sulawesi Barat.

Posko transit ini untuk memudahkan warga masyarakat yang ingin menyalurkan bantuannya lewat Hidayatullah, terutama bagi mereka yang tidak bisa menyerahkan langsung ke Palu.*/Hidcom

TASK Hidayatullah Terjunkan Relawan Gempa Sulteng

PALU (Hidayatullah.or.id) – Lembaga sosial Hidayatullah yang tergabung dalam Tim Aksi Sigap Kemanusiaan (TASK) Hidayatullah menerjunkan personil relawan untuk melakukan operasi evakuasi dan penanganan pasca terjadinya gempa dan tsunami yang melanda sejumlah kawasan Provinsi Sulawesi Selatan. Dua titik yang dilanda terparah adalah Donggala dan Palu.

Relawan telah sampai di Palu beberapa waktu setelah gempa dan tsunami menghantam Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/09/2018).

“Alhamdulillah, tim BMH dan SAR Hidayatullah telah tiba di Palu, malam ini selepas maghrib waktu setempat,” terang Kepala BMH Sulawesi Barat Syamsuddin yang memimpin rombongan relawan dari Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (29/09/2018), BMH melaporkan pada Ahad (30/09/2018).

Sementara itu, Kabupaten Donggala yang menjadi titik gempa mengalami kelumpuhan total. “Puing rumah, bangkai kendaraan berserak. Rata dengan tanah, berpuluh kilometer,” terang relawan yang berada di Donggala.

Situasi tersebut menjadikan warga harus mengungsi. “Beberapa di antaranya bahkan masih terpisah dengan keluarga. Tanpa bisa saling berkabar,” imbuhnya.

Kondisi semakin sulit ketika jalur komunikasi terputus. “Listrik padam. Gelap gulita sepanjang Donggala – Palu,” tuturnya.

Dari info yang dihimpun relawan di lokasi, sejauh ini telah dikabarkan hampir 1.000 orang dinyatakan meninggal dunia.

“Di titik-titik pengungsian. Air bersih, selimut, tenda dan pangan sangat dibutuhkan. Karena sampai saat ini, jalur menuju ke lokasi masih sulit ditembus, termasuk penerangan (genset), karena listrik padam,” terang Syamsuddin.

Kebutuhan urgen lainnya meliputi, masker untuk bayi, sarung tangan latek, alkohol steril, sepatu boot, suplemen, senter, skop.

Adapun untuk pengungsi dibutuhkan segera makanan instan, selimut, baju, pakaian bayi, pakaian dalam perempuan, obat, terpal, tikar, susu, dan pakaian shalat.

Jalur utama putus total, sehingga mesti melalui jalan alternatif yang cenderung cukup sulit dilalui.

Semalam tim relawan BMH dan SAR Hidayatullah transit di Pesantren Hidayatullah Palu, yang beralamat di Kelurahan Tondo, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.

“Kondisi pesantren, Alhamdulillah pengurus dan para santri selamat semua. Hanya saja, bangunan di pesantren luluh lantak,” jelas Syamsuddin.

Seorang relawan juga melaporkan perihal keadaan di lokasi dengan penuh perasaan di Donggala.

“Ya Allah, menetes air mata ini ketika tim relawan BMH Sulawesi Barat baru saja menelepon dan memberikan kabar, bahwasanya beliau sudah sampai di lokasi, kabarnya bangunan di kota Donggala rata dengan tanah, sepi, seperti kota mati, gelap gulita, bahkan puluhan kilometer jalan hancur. Diprediksi banyak korban jiwa meninggal. Mohon doa teman-teman agar para korban bisa segera dievakuasi,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menjadikan kebutuhan akan relawan begitu besar.

“Insya Allah akan ada tambahan tim relawan, via darat ada dari Makassar, empat di antara yang diberangkatkan akan terbang bersama pesawat hercules TNI,” terang Koordinator Lapangan Peduli Bencana Nusantara di Palu, Ahmad Hamim. Perkembangan berita gempa Sulteng bisa diikuti melalui fanspage resmi Hidayatullah di sini, fanspage Laznas BMH di sini atau melalui fanspage SAR Hidayatullah di sini*/Herim

 

DPW Hidayatullah Jawa Tengah Gelar Pelatihan Bimtek Sistahid

0

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) – Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Tengah menggelar kegiatan Pelatihan Bimbingan Tekhnis (Bimtek) Sistem Database Hidayatullah (SISTAHID) yang diselenggarakan intensif selama 2 hari di Hotel Candi Indah, Jalan Dokter Wahidin No.112, Jatingaleh, Candisari, Kota Semarang, 29-30 September 2018.

Dalam sambutannya membuka acara ini, Ketua DPW Hidayatullah Jawa Tengah Ust H.A. Suwarno, mengatakan database merupakan hal penting apalagi bagi gerakan dakwah pelayanan umat seperti Hidayatullah.

“Sebenarnya (pelatihan) ini sudah lama kita canangkan, namun baru bisa kita selenggarakan sekarang, mengingat pentingnya pemanfaatan sistem ini,” kata Suwarno.

Ia menitip pesan kepada peserta mengikuti pelatihan ini dengan disiplin sesuai dengan rundown acara. Terlebih panitia telah menyediakan tempat acara yang representatif sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Alhamdulillah, di sini internet tumpah-tumpah. Mau apa saja bisa. Silahkan dimanfaatkan dengan baik. Tapi kalau datang pelatihan ini tidak bawa laptop, tidak bawa perlengkapan, sama saja perang tanpa alat perang. Mati konyol,” selorohnya yang sesuai membuka acara pamit ke Demak untuk mengisi jadwal majelis taklim rutin.

Kegiatan pelatihan ini menghadirkan narasumber tim Sistem Database Hidayatullah Pusat yaitu Muhammad Faiz, S.Kom dan dibersamai Redaktur Pelaksana Hidayatullah.or.id Ainuddin Chalik. Sistahid sendiri dibesut oleh SaKa Acces Fix, sebuah perusahaan Informasi dan Teknologi (IT) berbasis di Balikpapan.

Pelatihan ini diikuti oleh sekretaris pengurus struktural tingkat DPD Hidayatullah se-Jawa Tengah atau mewakili. Diantaranya DPD Hidayatullah Banjarnegara, Blora, Brebes, Kabupaten Grobogan, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Klaten, Kudus, Magelang, Pati, Pekalongan, Salatiga dan Semarang serta peserta dari unsur Muslimat Hidayatullah.

Sekretaris DPW Hidayatullah Jateng, Ust Ali Subur, yang juga koordinator SISTAHID wilayah Jawa Tengah dalam pengarahannya menutup acara ini, berpesan kepada peserta untuk terus meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan sebagaimana yang diterapkan sistem komputerisasi ini.

“Ini langkah maju yang kita kembangkan. Sistahid sangat membantu memudahkan kita untuk melakukan pendataan tentang banyak hal yang selama ini sangat rumit karena dilakuan secara parsial dan tidak tersistem,” kata Ali Subur.

Dia menjelaskan, penggunaan sistem informasi ini dibutuhkan dalam meningkatkan produktivitas serta melakukan evaluasi dan pengambilan keputusan yang berbasis riset atau data.

“Sehingga keputusan tidak pakai perasaan atau asumi terus, tapi ditunjang dengan validitas data. Dengan demikian diharapkan kiprah untuk umat dan bangsa Indonesia tercinta berkesinambungan,” ujarnya.

Ia pun mendorong setiap DPD dan struktural lainnya untuk sedapat mungkin melengkapi data-data yang perlu diinput. Setidaknya, dia berharap, sebelum Silatnas Hidayatullah 2018 paling tidak sudah terinput data 70 hingga 90 persen.

Ust Ali Subur juga menyampaikan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung acara tersebut. Khususnya kepada pengelola Hotel Candi Indah yang telah memberikan fasilitas berkelas atas terselenggaranya acara dengan harga khusus.

Seperti diketahui, Hotel Candi Indah merupakan salah satu hotel pilihan di Kota Semarang. Dengan fasilitasnya yang cukup lengkap dan pelayanan yang berkualitas, hotel berkonsep syar’i ini layak menjadi pilihan keluarga.

Sementara itu narasumber dalam sesinya selain materi juga ada sharing session dan memberikan bimbingan tekhnis tentang tata cara dan tata kelola pemanfaatan sistem Sistahid.

Apresiasi yang tinggi kepada panitia yang telah menyelenggarakan acara pelatihan ini dengan persiapan yang sangat baik terutama ketersediaan layanan pendukung seperti jaringan internet yang relatif stabil. Begitupun dengan peserta yang membawa perangkat yang dibutuhkan masing-masing dan mengikuti acara dengan penuh gairah hingga tuntas. */Yusran Yauma

Bina Aqidah sebagai Amanah Pemenuhan Hak Didik Anak

0

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) – Anak kita adalah amanah besar yang Allah SWT titipkan kepada kita sehingga pembinaan aqidah menjadi amanah penting bagi orangtua untuk memenuhi hak didiknya. Demikian disampaikan Ketua Yayasan Al Bayan Kampus Utama Hidayatulah Makassar, Sulawesi Selatan Ust Sarmadani.

“Mendidiknya adalah ibadah. Maka pendidikan Tauhid dan penguatan akidah sudah harus ditanamkan sejak dini pada anak-anak kita, oleh karena keluarga adalah madrasah pertama bagi mereka,” ucap Sarmadani dalam sambutannya di kegiatan silaturahmi dan pengajian wali murid gelaran Yayasan Al Bayan Kampus Utama Hidayatulah Makassar, Sabtu, 19 Muharram 1440 (29//09/2018).

“Pendidikan tersebut adalah hak anak terhadap kita yang mana untuk memenuhinya pengetahuan dan wawasan kita sebagai orangtua juga harus
terus ditingkatkan,” imbuhnya lagi.

Acara pengajian Wali murid merupakan kegiatan berkala per triwulan yang digelar Kampus Utama Hidayatullah Makassar. Ia mengapresiasi
seluruh pihak yang mensukseskan dan terlibat aktif dalam pengajian tersebut.

“Harapannya, kegiatan seperti ini dapat berjalan secara rutin dan program-program kegiatan ini terus berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Departemen Pembinaan Anggota Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah  Drs. Muhammad Nur Fuad, MA dalam kesempatan sama menuturkan bahwa saat  nabi hijrah ke Madinah, yang pertama kali yang beliau lakukan adalah pembinaan aqidah, bukan ekonomi.

Lanjut, menurut penelitian 67% remaja sudah pernah berzina. Sementara pendidikan  di sekolah tidak cukup untuk memberi kesadaran. Karena itu, menurutnya, bina aqidah adalah solusi.

“Kenapa orang korupsi, apakah karena pendidikannya rendah, uang sedikit? Tidak. Mereka korupsi karena aqidahnya yang bermasalah. Solusinya adalah Bina Aqidah,” tambahnya lagi.

Acara pengajian ini berlangsung pada pukul 9.00-12.00 WITA di Kampus Utama Hidayatullah Makassar. Dengan mengangkat tema “Dengan Bina
Akidah Kita Bangun Pondasi Peradaban Islam”.*/Andi Alfian Milyardo Salassa

Nashirul Haq: “Lagi-lagi Rasa Peduli Kita Diuji”

0
Bangunan pendidikan rusak di kompleks Pondok Pesantren Hidayatullah di Tondo, Palu, Sulawesi Tengah, pasca dihantam gempa dan tsunami, Jumat (28/09/2018).

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Gempa bumi yang kembali mengguncang Tanah Air pada Jumat sore (28/09/2018), kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH Nashirul Haq, menjadi ujian kepedulian bagi umat Islam di negeri ini.

“Kita masih belum selesai melakukan pemulihan akibat bencana gempa di Lombok. Sekarang kepedulian kita kembali diuji dengan bencana yang melanda saudara-saudara kita di Palu dan sekitarnya,” jelas Nashirul kepada hidayatullah.com Sabtu pagi (29/09/2018).

Sebagaimana diketahui, gempa berkekuatan 7,4 SR disertai tsunami setinggi 3 meter telah mengguncang Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Bencana itu menyebabkan berbagai bangunan dan fasilitas luluh lantak. Jumlah korban jiwa belum diketahui secara jelas. Beberapa saksi mata menuturkan ada banyak mayat bergelimpangan di jalan.

Nashirul mengimbau kepada seluruh kaum Muslim di Tanah Air, terutama para kader Hidayatullah di seluruh Indonesia, agar segera ambil bagian dalam upaya penangan akibat bencana ini.

“Kita bisa membantu mereka dengan harta, tenaga, atau doa. Jangan tunda-tunda lagi,” katanya.

Hidayatullah sendiri saat ini sudah mengirimkan tim terpadu ke Palu. Mereka terdiri dari beberapa lembaga milik Hidayatullah, yakni Baitul Maal Hidayatullah, SAR (Search and Rescue) Nasional Hidayatullah, Sahabat Anak Indonesia, dan Pos Dai.

“Posko sementara berada di halaman Pondok Pesantren Hidayatullah Palu,” jelas Nashirul.

Pondok pesantren tersebut terletak di Jalan Hidayatullah No 3 Keluruhan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.

Nashirul kembali mengingatkan bahwa musibah adalah ujian bagi orang-orang yang beriman. Seberapa besar ujian yang akan menimpa kita, kata Nashirul, sebesar itu pula kualitas iman kita. Seluruh orang beriman tak akan pernah lepas dari ujian. Bahkan para Nabi dan Rasul adalah orang yang paling berat ujiannya.

Karena itu, Nashirul berharap, masyarakat Palu dan sekitarnya yang saat ini tengah menerima ujian agar bisa bersabar.

“Mudah-mudahan Allah akan ganti semua yang hilang akibat bencana dengan sesuatu yang jauh lebih baik, di dunia maupun di akhirat,” tutur Nashirul.*/Mahladi