Beranda blog Halaman 639

Telkom Indonesia Dukung Pendidikan dan Layanan Pemberdayaan Hidayatullah

hidayatullah balikpapanHidayatullah.or.id — PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) turut mendukung gerakan pendidikan dan pemberdayaan yang digalakkan oleh ormas Islam Hidayatullah di Indonesia. Salah satunya dengan menyumbangkan puluhan perangkat teknologi kepada Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Pusat Balikpapan, Kalimantan Timur.

Telkom Kalimantan memberikan apresiasi kepada Pesantren Hidayatullah Balikpapan dengan menyerahkan 20 unit laptop, 2 unit Air Conditioner (AC), dan 2 unit LCD. Pemberian ini termasuk program CSR (Corporate Social Responsibility/Tanggung Jawab Sosial Perusahaan) oleh Telkom Indonesia.

Secara simbolis, sokongan tali asih itu diserahkan oleh Kepala Telkom Divisi Regional (Divre) VI Kalimantan, Joko Raharjo, kepada Ketua YPPH Balikpapan, Ustadz Zainuddin Musaddad di Masjid ar-Riyadh, Gunung Tembak, Balikpapan Timur, Kamis (21/8/2014) kemarin.

Joko Raharjo dalam sambutannya mengatakan, Telkom memiliki misi yang sejalan dengan misi pesantren. Yaitu mengemban amanah untuk seluruh alam semesta, di antaranya dengan memfasilitasi perangkat teknologi bagi pesantren.

“Untuk apa teknologi ada? Pertama, untuk Indonesia, untuk rahmatan lil ‘alamin (rahmat semesta alam),” ujarnya dari atas mimbar usai shalat Zhuhur bersama ribuan jamaah.

Selain itu, katanya, Telkom mencari keuntungan untuk negara. Keuntungan itu, katanya, juga untuk rahmatan lil ‘alamin.

“Kita juga ingin berbagi. Hari ini kita masih membawa (sumbangan) sangat sedikit. Kita ingin memberikan kepada adik-adik (santri) sekalian kemudahan,” ujarnya.

Komunikasi Dilarang Terputus

Selama ini, Telkom telah menjalin hubungan yang erat dengan Hidayatullah khususnya di Balikpapan. Kedatangan Joko Raharjo dan rombongannya guna terus menjaga hubungan tersebut.

Ustadz Zainuddin mewakili tuan rumah menyambut baik silaturahim dan sumbangan Telkom Kalimantan.

“Kita wajib bersyukur. Bersyukur atas kedatangan ‘santri Hidayatullah cabang Telkom’ yang hadir di tempat ini. Atau mungkin ‘Telkom cabang Hidayatullah’,” ujarnya sedikit berguyon.

Ia mengatakan, perangkat teknologi tersebut akan dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar para santri dan peserta didik tingkat mahasiswa di komplek Pesantren Hidayatullah Balikpapan.

Zainuddin mengatakan, komunikasi Telkom-Hidayatullah harus terus tersambung. “Komunikasi (kita) dilarang terputus,” ujarnya.

Sekitar 20 orang rombongan Telkom Kalimantan tiba di Gunung Tembak sekitar 10 menit jelang azan Zhuhur. Pantauan Hidayatullah.com, setidaknya 5 mobil rombongan mengelilingi kampus pesantren terlebih dahulu sebelum shalat berjamaah.

Usai acara di Masjid ar-Riyadh, rombongan dijamu makan siang dan ramah tamah di gedung kantor YPPH Balikpapan selama sekitar 1 jam.

Hadir dalam rombongan itu di antaranya Ardhiono (GM Datacom Telkomsel), Yusuf (Marketing Telkomsel), Nunuk (SGM CDC Telkom), Rina (Purel Telkomsel), dan Broto (Purel Telkom). */Hidcom

Hidayatullah Surabaya Tuan Rumah Silaturrahim Ponpes dan Ormas Islam

Hidayatullah.or.id — Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, Jawa Timur, menjadi tuan rumah silaturahim pondok-pondok pesantren dan ormas Islam se-Surabaya yang digelar beberapa waktu lalu.

Silaturrahim mempererat kerjasama dan ukhuwah Islami ini dikoordinatori oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surabaya. Pada kesempatan tersebut dihadiri tokoh, pimpinan perwakilan pesantren dan Ormas Islam, jajaran pengurus teras MUI Surabaya, dan juga Perwakilan Dinas Sosial Kota Surabaya. Berikut ini beberapa fotonya.

 

Silaturrahim Ormas dan Pemerintah di Hidayatullah Surabaya 2 Silaturrahim Ormas dan Pemerintah di Hidayatullah Surabaya 3 Silaturrahim Ormas dan Pemerintah di Hidayatullah Surabaya 4 Silaturrahim Ormas dan Pemerintah di Hidayatullah Surabaya 5 Silaturrahim Ormas dan Pemerintah di Hidayatullah Surabaya 6 Silaturrahim Ormas dan Pemerintah di Hidayatullah Surabaya 7 Silaturrahim Ormas dan Pemerintah di Hidayatullah Surabaya 8 Silaturrahim Ormas dan Pemerintah di Hidayatullah Surabaya

Hidayatullah Lebarkan Jangkauan Dakwah ke Indragiri Hulu

Ketua Yayasan Hidayatullah Medan, H. Choirul Anam bersama bersama keluarga di Rengat Indragiri Hulu
Ketua Yayasan Hidayatullah Medan, H. Choirul Anam bersama bersama keluarga di Rengat Indragiri Hulu
Drs Choirul Anam mampir di Pekanbaru
Drs Choirul Anam mampir di Pekanbaru
Jembatan-di-Rengat
Jembatan-di-Rengat

Jembatan Pekanbaru

Lahan kebun karet tersebut / CHA
Lahan kebun karet tersebut / CHA
Tampak Masjid Agung Kisaran / CHA
Tampak Masjid Agung Kisaran / CHA
Jalan protokol menuju Rengat Indragiri Hulu
Jalan protokol menuju Rengat Indragiri Hulu
View samping sebuah  perputakaan umum nasional di pusat Kota Pekanbaru / CHA
View samping sebuah
perputakaan umum nasional di pusat Kota Pekanbaru / CHA

Hidayatullah.or.id — Setelah menyelenggarakan pernikahan 6 pasang santri Juli lalu, Pondok Pesantren Hidayatullah Medan akan mengembangkan sayap dakwahnya ke Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau.

Ada beberapa alasan mengapa Indragiri Hulu menjadi pilihan untuk pengembangan dakwah. Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Medan, Kyai Choirul Anam, menjelaskan bahwa salah satu yang mendorong pihaknya melebarkan sayap layanan dakwah Islam ke Indragiri Hulu karena salah satu mempelai putri dari 6 pasang pengantin yang diselenggarakan pada 1 Juli 2014 itu berasal dari daerah tersebut.

“Yang kedua, Kabupaten Indragiri Hulu adalah daerah yang strategis bagi pengembangan dakwah karena mayoritas masyarakatnya adalah etnis Melayu yang notabene Muslim tapi masih terbelakang sehingga membutuhkan pembinaan dan belum banyaknya lembaga pendidikan Islamnya,” kata Choirul Anam.

Ketiga, lanjut Choirul, Indragiri merupakan kabupaten yang relatif muda, dikelilingi daerah transmigrasi yang penuh dengan perkebunan karet maupun sawit sehingga masih banyak lahan kosong yang bisa dibeli untuk didirikan Pondok Pesantren atau lembaga pendidikan Islam lainnya.

Laporan Perjalanan
Kepada media ini, Choirul Anam membagi oleh-oleh perjalannya bersama rombongan kepada pembaca, dalam menelusuri dataran menuju Indragiri. Berikut ini laporannya:

========

Berangkat dari Medan Jam 21.00 WIB beberapa waktu lalu dengan dengan Kijang Krista yang kurang sehat karena radiatornya bocor sehingga harus istirahat setiap satu jam untuk mengisi air tambahan.

Tiga jam kemudian singgah di Kabupaten Kisaran, 3 jam berikutnya singgah di Kabupaten Labuhan Batu Utara, 3 jam lagi singgah di Kabupaten Labuhan Batu Selatan, tepatnya di Bagan Batu, setelahnya lagi singgah di Kabupaten Duri dan akhirnya sampai juga di Pekanbaru pada tanggal 29 Agustus 2014 jam 14.00 WIB.

Perjalanan yang begitu menyenangkan karena sepanjang jalan sangat ramai kendaraan, hampir tidak ada sepinya. Alternatif pilihan tempat istirahat (rest area) cukup banyak, sepanjang jalan banyak pompa bensin yang besar-besar dengan halaman parkir yang luas dilengkapi mushalla yang relatif besardengan MCK yang memadai airnya. Sepanjang jalan selalu ketemu masjid-masjid yang juga besar-besar dan cantik-cantik.

Kita bisa istirahat di daerah mana saja di masjid- masjid itu atau di pom bensin. Bahkan ada juga pom bensin yang dilengkapi dengan minimarket seperti indomart dan Alfamart, sehingga tidak susah mencari makanan ringan atau snack.

Di Sepanjang jalan kota-kota yang tidak terlalu jauh jaraknya satu sama lain juga senantiasa kita jumpai para penjual nasi atau warung makan dengan berbagai menu sajiannya yang beranekan ragam. Hanya sesekali memang kita akan menjumpai daerah perkebunan karet dan sawit yang sangat panjang membentang. Namun jalanannya tetap ramai dengan kendaraan yang beriring-iringan.

Sampai di Pekanbaru istirahat satu malam meluruskan tulang. Kami semua berjumlah 9 orang. Sebanyak 3 orang wanita dan 6 orang laki-laki, semuanya adalah satu keluarga bapak ibu, mertua, anak-anak dan menantu. Sopir bergantian di antara anak-anak muda ini.

Semalaman istirahat, lelah sudah hilang, kendaraan di service terlebih dahulu. Radiator harus dipatri terlebih dahulu untuk menambal yang bocor.
Sambil menunggu perbaikan mobil, kami meminjam mobil dari Pesantren Hidayatullah Pekanbaru untuk keliling kota melihat-lihat suasana kota Pekanbaru yang menurut saya cukup besar dan cukup rapi jalan-jalannya.

Jalan-jalan utama di Pekanbaru cukup lebar dan bersih, tata kota yang cukup rapi dibandingkan dengan Medan. Bangunan-bangunan cukup megah di sana sini. Termasuk yang menarik adalah masjid agungnya yang cukup megah dan design gedung perpustakaannya yang cukup eksentrik.

Pukul 11.00 selesai reparasi mobil, kamipun berangkat menuju kota Rengat, tepatnya di Kecamatan Pematang Rebah di Desa Bunga Tanjung. Desa transmigran yang penuh dengan kebun karet. Perjalanan ditempuh kurang lebih 4 jam dari Pekanbaru ke Rengat.

Jalanan cukup lebar dan banyak yang masih baru di hotmix, sungguh lancar dan menyenangkan. Sepanjang jalan melihat hutan karet yang rimbun menyenangkan. Kamipun berandai-andai kalau bisa punya kebun karet yang agak luas untuk bisa dijadikan operasional pesantren.

Sesampai di Rengat, kamipun istirahat selama 2 hari 2 malam sambil silaturrahmi ke masyarakat. Alhamdulillah sempat mengisi khutbah Jum’at di sana. Dan ini yang terpenting dan ini yang ingin saya sampaikan kepada para pembaca di website ini, bahwa kami ditawari oleh salah seorang tokoh masyarakat di sana sebuah lahan karet seluas 2 hektar agar dibeli untuk area pembangunan pondok pesantren di Rengat yang sangat membutuhkan lembaga pendidikan Islam layaknya Pesantren.

Kebun ini telah tertanami karet yang sudah menghasilkan. Tempatnya strategis hanya 2 km dari kota Rengat, letaknya di pinggir jalan lintas. Ini potensial bakal menjadi kota yang ramai nantinya dan tidak lama lagi itu terjadi menurut estimasi saya.

Hanya saja dari mana dananya? Nah, siapa tau ada diantara pembaca yang berminat untuk investasi akherat yang pahalanya mengalir sepanjang masa?. (cha/hio)

FKPPAS, Komitmen Hidayatullah Tingkatkan Layanan Sosial

IMG-20140815-00015Hidayatullah.or.id — Departemen Sosial Pimpinan Pusat (PP) Hidayatullah menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2014 yang diselenggarakan selama 4 hari bertempat di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Depok, Jawa Barat, belum lama ini.

Rakornas ini dihadiri oleh pengurus Pusat Pendidikan Anak Shaleh (PPAS) yang merupakan lembaga layanan sosial dan pemberdayaan generasi umat dikelola oleh Hidayatullah di seluruh nusantara. Sebanyak 78 orang perwakilan ketua PPAS se-Indonesia mengikuti acara ini dengan khidmat.

Dalam Rakornas ini ditelurkan sejumlah mufakat diantaranya membentuk sebuah sub lembaga baru di bawah koordinasi Depsos PP Hidayatullah yakni Forum Koordinasi Pusat Pendidikan Anak Shaleh atau FKPPAS.

Ketua Departemen Sosial PP Hidayatullah Drs Wahyu Rahman mengatakan FKPPAS terbentuk sebagai wadah yang diharapkan dapat membantu depsos PP Hidaytullah dalam mengkoordinasikan sekitar 300 PPAS yang tersebar mulai dari ujung timur Papua hingga ujung barat Aceh, Sumatera.

Selain itu, FKPPAS diharapkan kelak menjadi instrumen penting guna membangun sinergi dan komunikasi dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga PPAS di kampus-kampus Pesantren Hidayatullah di seluruh Indonesia. Apalagi pembinaan dan pemberdayaan anak yatim dan dhuafa sudah menjadi concern Hidayatullah sejak kali pertama berdirinya.

PPAS, lanjut Wahyu, adalah sebagai wadah pendidikan dan penyantunan anak yatim dan dhuafa yang lahir di akhir tahun 2000 sebagai usaha menghilangkan image negatif dan rasa impirior bagi para anak asuh.

“Nama awal dari PPAS ini adalah panti asuhan, yang kemudian berubah dan terus meningkatkan kualitas pelayanannya,” kata beliau.

Dalam rangkaian Rakornas ini peserta melakukan kunjungan studi banding ke sebuah yayasan penyantunan anak yatim dan dhuafa berbasis pendidikan Al Qur’an yang berada di daerah Bogor, Jawa Barat. Peserta menyaksikan dari dekat pola kepengasuhan dan metode pembelajaran Quran-nya.

Peserta juga melakukan studi banding di Kampus Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat. Peserta melihat secara langsung keteraturan santri di masjid, di sekolah, dan di lapangan. Hidayatullah Depok kini mengelola PPAS secara profesional dan modern dengan sistem pemberdayaan terintegrasi. Anak-anak yang dibina dan diberdayakan mulai dari tingkat Sekolah Dasar, SMP, SMA, maupun mahasiswa dengan bekerjasama dengan lembaga-lembaga resmi seperti Laznas Baitul Maal Hidayatullah.

Wahyu Rahman menjelaskan tujuan dari Rakornas ini adalah untuk melakukan standarisasi sistem pengelolaan dan kepengasuhan PPAS sehingga output dari seluruh PPAS sama di manapun PPAS tersebut berada.

Sementara itu, FKPPAS yang telah terbentuk diketuai oleh Hanafi,M.HI, sekretaris oleh Wahyudi, SE, bendahara dijabat Muhammad Irwan, serta dibantu oleh 5 Koordinator Wilayah yaitu Jawa Balnusa (mencakup wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara) dikoordinatori oleh Ihya ulumuddin.

Koordinator FKPPAS wilayah Kalimantan diketuai oleh Adri al Amin, wilayah Sulawesi oleh Anwar Baits, wilayah Papua dan Maluku oleh Heri, dan wilayah Sumatera oleh Mulyadi. Tugas utamanya adalah mengawal standarisasi pengelolaan dn kepengasuhan PPAS Pesantren Hidayatullah seluruh Indonesia. (ybh/hio)

Hidayatullah Membangun Umat di Pusat Budaya Megalitikum

Hidayatullah.or.id — Pulau Nias dikenal sebagai pusat budaya megalitikum dan fahombo atau tradisi lompat batu. Meski agama mayoritas daerah ini adalah Kristen Protestan, namun kehidupan sosial di wilayah ini tetap harmonis dan senantiasa terbangun toleransi yang baik antar sesama penganut agama.

Pulai Nias yang memang luas saat ini telah dimekarkan menjadi empat kabupaten dan 1 kota, yaitu Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara, dan Kota Gunungsitoli.

Hidayatullah sebagai lembaga dakwah dan pendidikan juga telah hadir di kota ini guna turut serta melakukan amal bakti melalui pendidikan dan pemberdayaan umat.

Kampus sederhana Hidayatullah yang terletak di Jln Pelud Binaka Desa Siwalubanua II Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, kini senantiasa membangun silaturrahim dan kerjasama yang baik dengan berbagai pihak seperti pemerintah, swasta, lembaga-lembaga swadaya, dan sebagainya.

Selain menyelenggarakan program pendidikan formal, Hidayatullah Nias juga menanggung dan membina anak yatim dan dhuafa dengan sistem berasrama (boarding school) yang sepenuhnya gratis dengan dukungan berbagai pihak yang memiliki kepedulian bersama membangun generasi untuk kemajuan dakwah Islam serta membangun kemaslahatan umat dan bangsa. Berikut ini beberapa kegiatan di Hidayatullah Nias:

 

Ketua Umum DDII KH. Syuhada Bahri saat berkunjung ke Hidayatullah Nias dalam sebuah kesempatan silaturrahim dai se-Nias
Ketua Umum DDII KH. Syuhada Bahri saat berkunjung ke Hidayatullah Nias dalam sebuah kesempatan silaturrahim dai se-Nias
Tampak kegiatan Gugus Pramuka Hidayatullah Nias
Tampak kegiatan Gugus Pramuka santri Pesantren Hidayatullah Nias
Sebuah alat berat tampak beroperasi merapikan bongkaran di Komplek Pesantren Hidayatullah Nias
Sebuah alat berat tampak beroperasi merapikan bongkaran di Komplek Pesantren Hidayatullah Nias
Papan nama Hidayatullah Nias
Papan nama Hidayatullah Nias
Murid SMP Hidayatullah Nias saat baris berbaris sebelum masuk kelas
Murid SMP Hidayatullah Nias saat baris berbaris sebelum masuk kelas
Cikal bakal asrama santri Hidayatullah Nias
Cikal bakal asrama santri Hidayatullah Nias
Suasana buka puasa bersama santri putra Hidayatullah Nias
Suasana buka puasa bersama santri putri Hidayatullah Nias
Suasana buka puasa bersama santri putra Hidayatullah Nias
Suasana buka puasa bersama santri putra Hidayatullah Nias
Santri putra Hidayatullah Nias belajar mengaplikasikan komputer
Santri putra Hidayatullah Nias belajar mengaplikasikan komputer
Santri putri Hidayatullah Nias belajar mengaplikasikan komputer
Santri putri Hidayatullah Nias belajar mengaplikasikan komputer

Silaturrahim Mahasiswa ke Pesantren Hidayatullah Lameroro Bombana

0
Salah satu sudut Wilayah Kabupaten Bombana, Sulawesi Tengara. Foto: Yoshasrul / Suarakendari
Salah satu sudut Wilayah Kabupaten Bombana, Sulawesi Tengara. Foto: Yoshasrul / Suarakendari

Hidayatullah.or.id — Meski berstatus sebagai mahasiswa, namun silaturahmi serta kepedulian terhadap sesama anak muda, terus dipupuk bagi generasi muda intelektual Bombana.

Pada Jumat dua pekan lalu, Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Rumbia (HIPPMAR) menggelar anjangsana silaturrahim ke komplek Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah di Kelurahan Lameroro Kecamatan Rumbia, Sulawesi Tenggara.

Ratusan anak pesantren tampak antusias mengikuti acara yang digelar komponen Mahasiswa di Rumbia ini. Aman, Ketua Hippmar mengatakan anjangsana silaturrahim ini merupakan rangkaian kegiatan Baksos HIPPMAR di Rumbia Ibukota Kabupaten Bombana.

“Mahasiswa dituntut menempatkan diri mengabdi di tengah masyarakat diantaranya lewat Baksos guna membina hubungan silaturahmi dengan pelajar di Rumbia, satu diantaranya itu lewat kegiatan seperti ini,” pungkas aman.

Sementara itu, ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidaytullah Lameroro Ustadz Junaid, menyatakan salut dan memberi apresiasi kepada organisasi kemahasiswaan di Rumbia ini.

“Saya berterima kasih atas partisipasi HIPPMAR menyelenggarakan kegiatan ini dan saling beranjangsana dengan anak Pesantren Hidayatullah,” jelasnya.

Dirinya berharap agar kegiatan silaturahmi semacam ini terus dilanjutkan. Dikesempatan itu, Junaid menobatkan HIPPMAR menjadikan salah satu organisasi mitra pesantren dalam rangka membangun wilayah tersebut dengan karya nyata. (dar/hio)

Gandeng Hidayatullah, Pangdam Apresiasi Karya Bakti Lintas Sektoral

0
Panglima Komando Daerah Militer VI/Mlw Mayjen TNI Dicky Wainal Usman, S.IP., M.Si. beserta jajarannya berbincang dengan sejumlah pengurus Pesantren Hidayatullah Balikpapan / KP
Panglima Komando Daerah Militer VI/Mlw Mayjen TNI Dicky Wainal Usman, S.IP., M.Si. beserta jajarannya berbincang dengan sejumlah pengurus Pesantren Hidayatullah Balikpapan / KP

Hidayatullah.or.id — Panglima Komando Daerah Militer VI/Mlw Mayjen TNI Dicky Wainal Usman, S.IP., M.Si. menutup secara resmi Karya Bakti TNI Skala Besar tahun 2014, di Lapangan Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Kelurahan Teritip, Kecamatab Balikpapan Timur, Senin, 11 Agustus 2014.

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Dicky Wainal Usman, S.IP., M.Si. program Karya Bakti TNI Skala Besar TA. 2014 ini merupakan program yang dilaksanakan secara lintas sektoral dengan melibatkan Pemda, instansi terkait dan masyarakat setempat termasuk ormas dan Pesantren Hidayatullah yang selama ini telah berkontribusi positif terhadap pembangunan.

Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk membantu Pemda guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara sekaligus untuk mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat dalam rangka kepentingan pertahanan negara.

“Saya menilai bahwa penyelenggaraan Karya Bakti TNI kali ini hasilnya sungguh sangat menggembirakan. Oleh karena itu pada kesempatan ini saya sampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh personel yang terlibat dalam kegiatan Karya Bakti TNI yang telah dapat mewujudkan pencapaian sasaran sesuai dengan rencana,” kata Mayjen TNI Dicky.

Dalam Karya Bakti tersebut, diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur guna peningkatan sarana prasarana dan fasilitas umum, dalam mempercepat pembangunan di daerah yang pekerjaanya meliputi pembuatan dan pengerasan jalan sepanjang 1.000 meter dan pembuatan parit kiri/kanan jalan sepanjang 2.000 meter.

Karya Bakti TNI ini juga menyasar pada sasaran non fisik yaitu pengobatan massal dengan jumlah pasien ratusan orang dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

“Keberhasilan pelaksanaan Karya Bakti TNI Skala Besar, tentu tidak terlepas dari peran dan partisipasi masyarakat yang masih memegang teguh budaya gotong royong dan musyawarah untuk mufakat serta adanya keterpaduan dan kebersamaan antara TNI, Pemda, instansi terkait dan masyarakat,” lanjutnya.

Hal itu, terang Dicky, sejalan dengan nilai-nilai dari Karya Bakti TNI, yaitu melahirkan dan memupuk semangat kebersamaan, semangat kegotongroyongan dan semangat kemanunggalan TNI-Rakyat yang bermuara pada terwujudnya rasa persatuan dan kesatuan bangsa yang kokoh, sebagai modal utama dalam kesinambungan pembangunan nasional.

Dengan berakhirnya Karya Bakti TNI Skala Besar TA 2014, Pangdam VI/Mulawarman mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Walikota Balikpapan beserta jajarannya, instansi terkait, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuka agama dan seluruh komponen masyarakat yang telah memberikan dukungan moril, materiil dan personel yang tergabung dalam Karya Bakti TNI.

“Dengan semangat yang tinggi dan kerja keras serta tanpa mengenal lelah sehingga dapat mewujudkan keberhasilan pelaksanaan program Karya Bakti TNI Skala Besar ini,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Para Asisten kasdam VI/Mlw, LO-Al, LO-AU, para Kabalak, Dandim 0905/Bpp, Danyon 600/Raider, Dandeninteldam VI/Mlw, Dandenkav-1/Mtc, Walikota Balikpapan, Pimpinan Ponpes Hidayatullah, Perwakilan Kecamatan Balikpapan Timur, Ormas Gafatar, dan masyarakat Kecamatan Teritip. (ybh/hio)

Karya Bakti TNI AD di Pesantren Hidayatullah

Panglima Komando Daerah Militer VI/Mlw Mayjen TNI Dicky Wainal Usman, S.IP., M.Si. saat menutup secara resmi Karya Bakti TNI Skala Besar tahun 2014, di Lapangan Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak / Penerangan Kodam VI/MLW
Panglima Komando Daerah Militer VI/Mlw Mayjen TNI Dicky Wainal Usman, S.IP., M.Si. saat menutup secara resmi Karya Bakti TNI Skala Besar tahun 2014, di Lapangan Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak / Penerangan Kodam VI/MLW

Hidayatullah.or.id — Lapangan dengan view sebuah kolam milik Pondok Pesantren Hidayatullah, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, yang biasa diisi dengan kegiatan para santri maupun warga sekitar yang hobi memancing terlihat berbeda, Senin (11/8) lalu.

Puluhan mobil serta truk berwarna hijau memenuhi sisi luar lapangan. Puluhan pria berbaju loreng itu terlihat sibuk membangun tenda dan mendirikan tiang penyangga spanduk bertuliskan Upacara Penutupan Karya Bakti TNI AD Skala Besar TA 2014. Sedangkan beberapa kelompok prajurit membentuk beberapa barisan di dalam lapangan.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa program Karya Bakti TNI AD Skala Besar TA 2014 ini merupakan program yang dilaksanakan secara lintas sektoral dengan melibatkan pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat setempat,” ucap Pangdam VI Mulawarman Dicky Wainal Usman saat upacara berlangsung.

Ia mengatakan, pencapaian sasaran fisik lebih diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur guna peningkatan sarana prasarana dan fasilitas umum dalam mempercepat pembangunan di daerah.

“Maka dari itu kami memilih pembuatan dan pengerasan jalan sepanjang 1.050 meter dengan lebar 4 meter,” imbuhnya.

Dan pembuatan parit kiri kanan jalan sepanjang 2.000 meter serta sasaran nonfisik yaitu pengobatan masal dengan jumlah pasien sebanyak 162 orang dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,” kata Dicky.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan keberhasilan pelaksanaan Karya Bakti TNI AD Skala Besar ini, tentu tidak terlepas dari peran dan partisipasi masyarakat yang masih memegang teguh budaya gotong royong dan musyawarah untuk mufakat serta adanya keterpaduan dan kebersamaan seluruh pihak.

“Jalanan ini adalah karya prajurit dan rakyat secara bersama. Kegiatan telah berjalan sejak 12 Juni-11 Agustus lalu melibatkan 175 orang. Yang memperpendek jarak antara warga RT 22 dan RT 24 Kelurahan Teritip khususnya anak-anak untuk akses ke sekolah maupun pasar. Anggaran yang di keluarkan dari dana TNI AD berjumlah Rp 912 juta,” imbuhnya.

Setelah upacara, Pangdam VI Mayor Jenderal Dicky Wainal Usman bersama rombongan bergerak menuju SD 016 Balikpapan. Di sini, Pangdam secara simbolis meresmikan proyek hasil Karya Bakti TNI AD Skala Besar TA 2014 sekaligus meninjaunya. (*/yin/tom/k8)

Hidayatullah Sulbar Gelar Konsolidasi Syawal

0

hidayatullah sulbarHidayatullah.or.id — Tak lama setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan, Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Barat (PW HIdayatullah Sulbar) langsung menggelar kegiatan konsolidasi dan koordinasi untuk fokus melaksanakan program kerja selanjutnya. Konsolidasi ini berlangsung beberapa hari saja usai 1 Syawal.

Konsoliadasi internal PW Hidayatullah Sulawesi Barat ini digelar selama sehari di Kampus Hidayatullah kota Mamuju yang berlamat di Jalan Abdul Syakur Nomor 2.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan itu diikuti belasan Pengurus Daerah (PD) diantaranya dari Polman, Majene, Mamuju, Mamuju Tengah dan PD Mamuju Utara.

“Sengaja (konsolidasi) ini dilaksanakan lebih awal untuk merespon kesibukan teman-teman di daerah yang berbeda dengan bentangan wilayah Sulbar yang luas,” papar Abdurrahman Hasan, S.Pd.I, panitia sekaligus inisiator event tahunan ini.

Dalam acara yang digelar hanya sehari itu juga dilakukan penguatan program pada tiap-tiap bidang di pengurus wilayah Hidayatullah Sulbar.

Diantaranya deparemen dakwah, departemen perkaderan dan departemen pendidikan. Abdurrahman menjelaskan, penguatan semua program merupakan rekonsolidasi program yang sudah ditetapkan pada rapat kerja wilayah beberapa bulan lalu di tempat yang sama.

Ketua PW Hidayatullah Sulbar, Drs Abu Bakar Muis, menuturkan, Khusus pada peningkatan kualitas kerja dai di lapangan, ia mengimbau kepada kader untuk selalu meningkatkan kualitas hubungan kepada Sang Khaliq dengan intensifitas ibadah dan menjalin interaksi yang baik dengan masyarakat sebagai obyek dakwahnya.

Ustadz Abu Bakar Muis mengatakan, semakin dekat dengan ummat hubungan kita maka ada jaminan semakin kita dipercaya. Sebaliknya, semakin jauh hubungan kita dengan umat maka ummat akan semakin tidak percaya bahkan antipati. Bahkan proposal yang diajukan tanpa diimbangi dengan silaturrahmi yang baik akan tidak maksimal hasilnya.

“Bangun komunikasi ke semua pihak dan dengan (komunikasi) ini hal-hal yang dianggap berat akan menjadi ringan,” ujarnya.

Tidak lupa Drs. Abu Bakar Muis menyitir ayat ke 33 dalam surah Fushshilat:

“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan brkata “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?”. */ Laporan Bashori Abu Basya / Mamuju

Vitalisasi Dakwah dan Ukhuwah Pasca Ramadhan

kkHidayatullah.or.id — Bulan Ramadhan sudah berlalu meninggalkan kita. Kini kita sudah berada di bulan Syawal. Tentu, bagi pegiat dakwah memasuki Syawal dan bulan-bulan selanjutnya adalah start awal untuk merealisasikan nilai-nilai spiritual yang diraih selama sebulan yang lebih baik dari pada seribu bulan, yakni Ramadhan.

Demikianlah curah spirit disampaikan Ustadz Drs. Abu Bakar Muis selaku Ketua Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Barat (PW Hidayatullah Sulbar) saat memberikan tausiah di depan pengurus daerah dalam rangka konsolidasi pasca bulan Ramadhan.

“Indikasi orang yang berhasil meraih nilai-nilai spiritual Ramadhan adalah ketika ia semakin giat beribadah, pekerja keras, semakin gencar berdakwah, semakin intens bertadarrus dan meningkat loyalitasnya terhadap pemimpin dan agamanya,” kata Abu Bakar Muis.

Sebagaimana maknanya, menurutnya, Syawal berarti meningkat. Yakni meningkatnya segala potensi kehambaan dan kemanusiaan yang ditandai dengan dengan menguatnya spiritualitas penghambaan diri kepada Tuhan serta meningkatnya pelayanan terbaik kepada sesama manusia.

Konsoliadasi internal PW Hidayatullah Sulawesi Barat ini digelar selama sehari di Kampus Hidayatullah kota Mamuju, Jalan Abdul Syakur Nomor 2. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan itu diikuti belasan Pengurus Daerah (PD) diantaranya dari Polman, Majene, Mamuju, Mamuju Tengah dan PD Mamuju Utara.

“Sengaja (konsolidasi) ini dilaksanakan lebih awal untuk merespon kesibukan teman-teman di daerah yang berbeda dengan bentangan wilayah Sulbar yang luas,” papar Abdurrahman Hasan, S.Pd.I, panitia sekaligus inisiator event tahunan ini.

Lebih lanjut, ketua wilayah Hidayatullah Sulbar menegaskan untuk semua pengurus di daerah mengintensifkan dakwah dan menjalin ukhuwah Islamiyah dengan silaturrahmi ke masyarakat. Kultur islamia tersebut dinilai efektif menciptakan hubungan dan kinerja dai di lapangan. */ Laporan Bashori Abu Basya / Mamuju