Beranda blog Halaman 640

Jati Diri Pendidikan Nasional

0
potret pendidikan Indonesa / ist
potret pendidikan Indonesa / ist

SISTEM pendidikan yang terlalu fokus kepada kurikulum, biasanya tidak pernah memuaskan masyarakat. Sebab, jika ada keluhan mengenai pendidikan, maka telunjuk langsung mengarah kepada kurikulum sebagai biang keroknya.

Bahkan, jika orang-orang yang dihasilkan dari pendidikan tersebut memiliki perilaku tidak selaras dengan kebijakan pemerintah, arah tuduhannya tetap kepada kurikulum.

Untuk mengatasi persolan ini kita perlu mengubah strategi pendidikan. Kita harus kembali kepada strategi pendidikan yang dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW).

Memang, ada banyak strategi pendidikan yang bisa kita terapkan. Namun, semua itu memiliki konsekuensi. Strategi pendidikan yang memprioritaskan pada kualitas intelektual, misalnya, cenderung bersifat kognitif dan mengabaikan sisi afektif.

Adapun sistem pendidikan yang diterapkan Rasulullah SAW bersifat menyeluruh. Secara kongkrit, output pendidikan Rasulullah SAW memiliki jati diri, yaitu manusia yang berideologi.

Lantas, apa yang menjadi fokus garapan Departemen Pendidikan Hidayatullah? Apakah diarahkan untuk menjawab ketertinggalan intelektual, menyajikan konsep pendidikan integral, atau sistem pendidikan Rasulullah SAW dalam format kekinian?

Jika Hidayatullah ingin mengacu pada format pendidikan Rasulullah SAW, lalu bagaimana modelnya? Bagaimana pula implementasinya ?

Sistem pendidikan adalah alat transformasi nilai yang akan diserap oleh anak didik. Di Hidayatullah, transformasi nilai tersebut bisa dilakukan secara klasikal atau non-klasikal, kooperatif, atau non-kooperatif.

Namun, yang menjadi fokus perhatian bukan persoalan teknis tersebut, melainkan bagaimana pendidik memahami konsep dasar pendidikan menurut manhaj Hidayatullah. Manhaj ini sudah dikenal dengan istilah Sistematika Nuzulnya Wahyu (SNW).

Pesan inti dari SNW adalah bagaimana melahirkan insan bertauhid dan mampu mewujudkannya lewat organisasi imamah-jamaah. Produk dari sistem pendidikan Hidayatullah adalah SDM yang memiliki visi hidup berjamaah.

Atas dasar itu, pendidikan di Hidayatullah berbasis pada penanaman nilai–nilai keimanan (akidah/tauhid) yang akan menjadi bekal anak didik untuk menuntut ilmu yang lebih luas, yaitu pendidikan di masyarakat kelak.

Konsekuensinya, guru atau pendidik di Hidayatullah harus lebih menguasai konsep dasar (manhaj) ini secara detail sekaligus modal untuk mencerahkan masyarakat.

Pada zaman jahiliah sebelum Islam turun di Makkah, ajaran materialisme sangat mendominasi semua sektor kehidupan. Harga diri seseorang diukur dari seberapa banyak ia memiliki harta. SNW memberikan alternatif yang jauh lebih baik dari itu.

Semakin terdidik suatu masyarakat, semakin banyak faktor yang dijadikan pertimbangan dalam memilih lembaga pendidikan. Sebaliknya, semakin awam masyarakat, semakin sederhana ia mempertimbangkannya.

Mayoritas masyarakat modern dalam memahami pendidikan sangat memperhatikan faktor–faktor berikut: (1) siapa mendidik siapa, (2) masyarakat yang mana, (3) kapan dan di mana, (4) untuk posisi apa peserta didik itu dididik.

Sistem pendidikan sekolah merupakan mekanisme alokasi posisional. Yakni, masyarakat memberi mandat kepada pihak sekolah untuk membina anggotanya agar kelak bisa menempati posisi–posisi tertentu.

Adapun sistem pendidikan Rasulullah SAW bertujuan memenuhi kebutuhan SDM sebagai cikal bakal eksisnya masyarakat Qur`ani. Itulah substansi kampus pendidikan yang alamiah, ilmiah, dan Islamiah.

Sekali lagi, model dan metodologi pendidikan adalah faktor teknis. Yang lebih penting bagaimana model dan jati diri out put pendidikan di masa depan. SDM yang dihasilkan dari proses pendidikan di Hidayatullah hendaknya mampu menjadi pemimpin yang berideologi (ideolog leader). *

__________________
DR H. ABDUL MANNAN, penulis adalah Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah. Artikel ini juga telah dimuat di majalah Suara Hidayatullah rubrik Bayan, edisi Desember 2008.

Teladan Antusiasme Gotong Royong di Beranda Ar-Riyadh

PHTO0485.JPG PHTO0344.JPG PHTO0401.JPGHidayatullah.or.id — Usai sholat Shubuh berjama’ah, Ketua Yayasan Pesantren Hidayatullah Balikpapan, KH. Zainuddin Musaddad, mengumumkan, menginstruksikan jamaah untuk segera mengganti baju guna melakukan pengecoran masjid.

“Kepada warga dan santri, segera selesai wirid untuk mengganti pakaian kerja. Karena pengecoran akan dimulai tepat pada pukul 6 pagi”, terangnya lantang, Ahad lalu.

Berbeda dengan kerja bakti yang biasa digelar rutin pekanan, kali ini para warga fokus pada pengecoran beranda depan Masjid Agung ar-Riyadh, termasuk waktunya. Waktu Kerja bakti yang berlangsung pada hari Ahad (23/11) di kampus Hidayatullah Gunung Tembak kali ini lebih cepat .

Kegiatan kerja bakti setiap Ahad di Kampus Hidayatullah Gunung Tembak Balikpapan, biasanya dimulai pada jam 08.00 WITA. Tetapi karena ini akan ada pengecoran beranda masjid yang memang cukup luas, maka waktu kerja bakti Ahad kali ini dipercepat.

Tepat pukul 06.00 Wita, tampak 5 buah mesin molen telah menyalak cukup memekakkan telinga. Sebelumnya warga dan santri sudah berbagi formasi. Sebanyak 16 halaqah warga yang ada lalu disebar. Masing-masing mesin molen menjadi tanggung jawab 3 halaqah tersebut. Sementara itu santri dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) turut melebur dalam halaqah tadi.

Laiknya proyek pengecoran masjid sebelumnya, kali ini beranda sebelah kanan yang akan menjadi proyek jariyah warga. Pengecoran mengerahkan seluruh warga Hidayatullah Balikpapan.

Selain warga dan santri Hidayatullah Gunung Tembak, juga hadir para guru dan sebagian santri SIT Lukman Hakim Balikpapan dan Sekolah Alam Budi Mulia. Keduanya merupakan amal usaha milik Yayasan Pesantren Hidayatullah Balikpapan di bidang pendidikan. Juga turut turun tangan karyawan BMH dan BMT Umat Mandiri dan warga sekitar pondok.

“Kerja bakti berjamaah, terutama pengecoran merupakan momen terbaik untuk memupuk ukhuwah jamaah,” kata ustadz Ahmad Fitri, salah seorang Pembina pesantren.

“Tak ada yang tidak hadir. Semua lebur dalam suasana ukhuwah sekaligus membantu menyelesaikan proyek pekerjaan yang ada,” imbuh Kepala Kampus H. Sugiono, menimpali.

Memasuki pukul 09.00 Wita di saat matahari sudah merangkak naik, proyek pengecoran dihentikan sementara. Seluruh warga dan santri dipersilakan istirahat sejenak sembari menikmati sarapan pagi yang telah disediakan panitia konsumsi.

“Ayo bapak-bapak dan santri, sarapan pagi sudah siap,” teriak Kholid Usman selaku koordinator konsumsi yang tampak tak kalah antusias dengan tim penggiling yang stand by di mesin molen.

Kepala Kampus H Sugiono menyebutkan, proyek pengecoran kali ini menghabiskan sebanyak 200 sak karung semen dan juga 6 ret material pasir dan kerikil.

Tepat pukul 11.00 wita, proyek pengecoran lantai beranda samping kanan masjid Ar-Riyadh Balikpapan berhasil dituntaskan warga. Kegiatan pengecoran ini setidaknya meninggalkan kesan tersendiri bagi sebagian besar santri dan mahasiswa STIS Hidayatullah.

Sebab, sebagian mereka merupakan santri dan baru mengikuti kegiatan pengecoran. Seperti yang diungkapkan oleh Ajim, mahasiswa baru asal Tinombala, Sulawesi Tengah.

“Saya tidak menyangka kalau kami sebagai mahasiswa akan dilibatkan dengan kegiatan-kegiatan fisik seperti ini. Tapi jujur, saya sangat bahagia dan berharap semoga kegiatan pengecoran ini bisa dilakukan setiap pekan,”, ucapnya semringah. (Rizky Kurnia Syah)

Wakil Rakyat Anjangsana ke Kampus Hidayatullah Ohoitel

Pesantren HIdayatullah OhoitelHidayatullah.or.id — Setelah resmi dilantik sebagai Anggota DPRD Kota Tual periode 2014-2019, Taufik Hamud atau yang biasa disapa Opick melakukan anjangsana sekaligus kunjungan kerjanya selaku anggota DPRD sekaligus menyantuni santri yang menuntut ilmu di Pesantren Hidayatullah Ohoitel, pekan lalu.

Kepada wartawan, aktifis muda Tual ini mengaku kunjungan yang dilakukannya beserta beberapa anggota DPRD dari Fraksi Golkar ke pasantren merupakan bagian dari tanggungjawab sebagai wakil rakyat terutama dalam menjembatani aspirasi masyarakat.

Politisi muda Golkar itu menukaskan selaku wakil rakyat dan kader beringin dirinya memiliki dua kewajiban yaitu mengamankan policy visi-misi walikota Tual dan kewajiban menjembatani aspirasi rakyat.

“Selaku anggota DPRD dari Partai Golkar tentu kedepan saya wajib mengamankan visi-misi Walikota serta menjawab aspirasi rakyat,” jelas Opick di sela-sela kunjungannya ke Pasantren Hidayatullah Ohoitel.

Dia menegaskan, dalam mengemban tugasnya sebagai wakil rakyat, ada sejumlah persoalan harus disikapi serius. Salah satu masalah yang menjadi perhatiannya yaitu masalah pendidikan, terutama pendidikan yang berkaitan dengan pembinaan iman.

“Karena itu saya begitu serius melihat Pesantren Hidayatullah ini, apalagi pembinaan pesantren sudah dimulai dari tingkat anak-anak TK hingga perguruan tinggi,” paparnya seraya menegaskan pembinaan di Pesantren Hidayatullah sesuai dengan salah satu visi-misi Walikota Tual.

Dia mengaku dari hasil kunjungan tersebut, ada sejumlah keluhan yang disampaikan pihak pengelola pesantren diantaranya pagar keliling pesantren sepanjang 300 meter, pembangunan gedung untuk santri putri, serta kesejahteraan anak didik dan tenaga pendidik.

“Semua aspirasi ini menjadi catatan penting, makanya kita akan berkoordinasi dengan SKPD terkait sehingga dapat menjawab keluhan pesantren ini,” tandasnya.

Rombongan anggota DPRD ini sekaligus menyerahkan bantuan di Pesantren Hidayatullah Kecamatan Dullah Utara Desa Ohoitel yang disambut antusias santri beserta pengelola dan juga berjalan dengan lancar.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut diantaranya pengusaha muda kota Tual dan Malra, Hi Firman Mahmud, serta Dandim 1503/Malra, Letkol Inf Rubianto Gadji. (wan/hio)

VIDEO: The Power of Internet for Dakwah

0

Internet mempunyai puluhan jutaan pengguna di Indonesia yang memungkinkan distribusi konten berlangsung massif dan sistematis. Sehingga tepat jika media sosial internet digunakan sebagai media berdakwah.

 

[youtube width=”600″ height=”338″ src=”fYYqFKvrVS0″][/youtube]

Saatnya Bidik Internet sebagai Ladang Amal dan Berdakwah

SAM_0439Hidayatullah.or.id — Internet mempunyai puluhan jutaan pengguna di Indonesia yang memungkinkan distribusi konten berlangsung massif dan sistematis. Sehingga tepat jika media sosial internet digunakan sebagai media berdakwah.

Demikian kesimpulan dari acara Pelatihan Optimalisasi Media Sosial untuk Dakwah yang digelar di kantor redaksi Kelompok Media Hidayatullah (KMH), Jl Cipinang Cempedak 1/14, Polonia, Jakarta Timur, Selasa (18/11/2014) pagi-siang.

Pelatihan ini diisi oleh dua orang pembicara. Yaitu Direktur lembaga pemantau media sosial Katapedia, Deddy Rahman, dan Konsultan Optimasi Bisnis Mind Marketing Noval Y Ramsis.

Deddy Rahman dalam pemaparannya mengatakan, Twitter mempunyai kekuatan yang paling besar dibanding medsos lainnya dalam berdakwah di dunia maya.

Dia menganjurkan, agar para dai maupun ormas Islam memanfaatkan medsos ini sebagai sarana mensyiarkan dakwah mereka. Sebab di Twitter, kata dia, hal-hal yang bermanfaat akan disukai oleh para follower (pengikut akun Twitter).

“Hal yang bermanfaaat akan bertahan lama. Kalau dakwah pasti bermanfaat,” ujar Deddy yang mempresentasikan materi The Power of Twitter for Dakwah.

Ia mengungkap, pengguna Twitter di Indonesia hampir menembus angka 20 juta. Angka yang sangat banyak ini merupakan peluang besar dakwah Islam. Teknik dakwahnya dengan membuat kicauan-kicauan positif dan inspiratif, dengan membidik segmen tertentu.

“Saya berharap (ormas Islam) punya satu misi khusus, bidang apa yang mau digarap, apakah mau ngajak setiap hari baca al-Qur’an atau (berbicara) pemikiran tentang Islam. Banyak hal,” ujarnya di depan 20-an orang peserta pelatihan.

Deddy mengungkap, Twitter juga bisa dimanfaatkan untuk menjalin ukhuwah dengan sesama aktivis Islam. Ia mencontohkan, materi yang dibawakannya saat itu didapatkannya dari seorang kawan pemilik akun Twitter @Hafidz341 yang sebelumnya tidak ia kenal.

Istiqomah Berkicau

Pembicara kedua Noval Ramsis menyampaikan, diperlukan konsistensi (istiqomah) dalam berdakwah melalui Twitter dan medsos lainnya.

Selain itu, katanya, harus ada kesamaan visi dan misi para dai. “Semangatnya harus sama-sama untuk Islam,” ujarnya.

Ia mengatakan, dai-dai di medsos bisa berbagi peran dakwah. Contohnya, ada yang berbicara tentang tauhid, yang lain berbicara tentang muamalah.

Sekjen PP Hidayatullah Ir Abu A’la Abdullah yang juga peserta pelatihan itu mengatakan, pihaknya menyambut baik penyampaian kedua pembicara tersebut.

Selama ini, kata dia, umat Islam termasuk Hidayatullah belum memaksimalkan medsos sebagai sarana dakwah.

“Jika Hidayatullah tidak menggunakan media ini sebagai media dakwah, maka akan sulit dalam mendakwahkan ide-ide pembangunan peradaban Islam,” akunya.

‘Tiketnya’ Twitter

Pelatihan ini digelar atas kerjasama ormas Hidayatullah, IQRA Consulting, Katapedia, KMH, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), dan Persaudaraan Dai Indonesia (Pos Dai).

Dihadiri oleh anggota DPD RI asal Sulawesi Selatan Ir Abdul Aziz Kahar Muzakkar, Sekjen Muslim Information Technology Association (MIFTA) Asih Subagyo, segenap jajaran PP Hidayatullah, Syabab Hidayatullah, unsur SARNAS Hidayatullah, serta puluhan dai se-Jabodetabek dan Bandung (Jawa Barat).

Asih Subagyo sebagai pembawa acara mengatakan, pelatihan ini bisa menjadi titik acuan bagi ormas Islam termasuk Hidayatullah untuk memaksimalkan dakwah via sosmed.

“Ini ibarat ujian, kita cari mana yang punya minat, yang punya keinginan,” ujarnya pria yang juga EO PT Totalindo Rekayasa Telematika ini.

Selepas pelatihan ini, dibuka kegiatan lanjutan bagi para dai untuk bersama-sama memaksimalan “Twitter for Dakwah”. Yang unik, ‘tiket’ utama mengikuti pelatihan ini setiap peserta harus punya akun Twitter. (skr/ybh)

Pentingnya Sinergi Intensif dan Koordinasi Antar Lini Organisasi

ok 1Hidayatullah.or.id — Mengingat pentingnya koordinasi dan sinergitas program dalam rangka peningkatan layanan kepada umat, Pengurus Wilayah (PW) Hidayatullah Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar rapat bersama pengelola dengan lini organisasi di bawahnya yakni Baitul Maal Hidayatullah, Syabab Hidayatullah, dan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah se-Kaltara, belum lama ini.

Ketua PW Hidayatullah Kaltara, Nur Yahya Asa, dalam pengarahannya menegaskan, bahwa sinergisitas kegiatan dan program antar organisasi di lingkup wilayah sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan kinerja yang dinamis, optimal, dan akuntabel.

“Sinergi tidak terbatas pada bagian atau departemen di lingkungan PW Hidayatullah saja, melainkankan juga perlu disetiap organisasi otontom khususnya yang berada di wilayah Kalimantan Utara,” kata Nur Yahya Asa.

Acara yang berlangsung selama 2 hari dihadiri sedikitnya 27 fungsionaris inti unsur pimpinan wilayah Hidayatullah, kepala cabang BMH se-Kaltara, unsure pimpinan wilayah Syabab HIdayatullah se-Kaltara ini berlangsung di Kampus Pesantren Hidayatullah Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Sejalan dengan program pemerintah Kalimantan Utara yang terus berpacu dalam pembangunan di mana Kaltara saat ini memang masih relatif tertinnagl, PW Hidayatullah Kaltara yang baru berusia kurang lebih enam bulan pun terus berbenah dan bergerak mengayomi serta memfasilitasi semua ortom agar terus berkarya dan berbuat lebih maksimal demi kemaslahatan ummat.

Laznas BMH dengan kegiatan penghimpunan dan pendayaagunaan dana ummat di harapkan mampu berperan kontributif dalam organisasi ini. Tak terkecuali Syabab Hidayatullah agar dapat melahirkan dan menempa kader masa depan bangsa yang lebih tangguh dan berkarakter progresif untuk mengabdi kepada umat.

“Peran PW Hidayatullah Kaltara menjadi strategis dalam menyeimbangkan gerak program. Melalui rapat sinergi ini, juga mengharapkan masing-masing unit pemangku amanah semakin memahami tugas dan tanggungjawab serta program yang akan dilaksanakan serta meningkatkan koordinasi dan komunikasi di lingkungan Hidayatullah Kaltara,” imbuh Nur Yahya mengingatkan.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris PW Hidayatullah Kaltara, Muhammad Randi Ad-Dirawani, menyampaikan bahwa tujuan rapat sinergi ini adalah dalam rangka membahas serta memetakan (mapping) deskripsi kerja bagian-bagin di amanah di lingkup PW Hidayatullah Kaltara.

Pria putra Pulau Derawan ini juga menukaskan, agenda rapat konsolidiasi ini sebagai ajang mengidentifikasi program kegiatan dan waktu pelaksanaan serta sebagai problem solving dari permasalahan yang ada dalam pelaksanaan program dan kegiatan.

“Sehingga program kerja satu tahun kedepan lingkungan Hidayatullah Kaltara bisa lebih fokus, efisien dan efektif,” kata Randi.

Adapun pemapar program dan narasumber inti yang hadir dalam Rapat Sinergi yang bertajuk “Membangun Soliditas Jama’ah dalam Harmonisasi Ukhuwah” ini diantaranya Ketua PW Hidayatullah Kaltara Nur Yahya Asa, Kepala Cabang BMH Bulungan Lukman Abdul Mutthalib dan Muhammad Taufiq Abdul Mannan yang mewakili Pimpinan Wilayah Syabab Hidayatullah Kaltara. (elo/bul)

Syabab Hidayatullah Sultra Gelar Training Pra-Nikah

Sejumlah pengurus PW Hidayatullah Sultera berfoto sejenak bersama Ketum PP Hidayatullah Naspi Arsyad (tengah, baju koko putih)
Sejumlah pengurus PW Hidayatullah Sultera berfoto sejenak bersama Ketum PP Hidayatullah Naspi Arsyad (tengah, baju koko putih)

Hidayatullah.or.id — Pimpinan Wilayah (PW) Syabab Hidayatullah Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menggelar training pra nikah. Acara yang berlansung tanggal 15 s/d 16 November digelar dalam rangka memberikan pemahaman sejak dini tentang kiat-kiat sebelum dan setelah menikah.

Ketua PP Syabab Hidayatullah, Naspi Arsyad, menuturkan acara tersebut sengaja dipersiapkan bagi para pemuda pemudi yang tidak lama lagi akan menempuh batera keluarga.

Menurutnya, masih banyak generasi muda yang belum mapan dalam mempersiapkan diri untuk berumah tangga. Akibatnya banyak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam menepuh betera keluarga.

“Kami memilih Kendari sebagai salah satu tempat penyelenggaraan kegiatan, mengingat kota ini sedang dalam berkembang,” kata Naspi Arsyad kepada wartawan di Kendari.

Memang, lanjut dia, saat ini arus budaya dari luar belum terlalu menjangkiti pemuda pemudi Kendari. Namun potensinya untuk terkontaminasi itu sangat besar, imbuhnya.

“Makanya kami bekali mereka dengan mengadakan kegiatan seperti ini, yang menghadirkan pembicara kompeten dari kalangan rohaniawan, psikolog dan tenaga medis,” terang pria yang juga Pimpinan Pesantren Tahfidz Al Humairah Sukabumi itu.

Sementara itu, salah seorang pemateri training, Dra. Hj. Dhina K. Sayogyo, Psi menuturkan, seorang pemuda perlu mengetahui secara menyeluruh seluk-beluk dunia pernikahan.

Hal yang utama diketahui, jelas Dhina, ialah menyiapkaan diri sesuai tuntunan Al-Quran dan Sunnah Ralulullah. Selain itu, seseorang juga perlu matang secara psikis, dalam artian siap secara mental.

Dhina menegaskan, seseorang yang hendak akan menikah juga perlu mengetahui hal terkait dunia medis, khususnya yang yang erat kaitannya dalam berumah tangga.

“Kematangan secara agama bisa menuntun mereka bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat. Sementara kematangan psikologi bisa membuat mereka memiliki kiat-kiat apa saja yang dapat dilakukan untuk mengharmoniskan rumah tanggan,” imbuh Dhini.

Sedangkan pengetahuan tentang dunia medis, Dhini menambahkan, bisa menjadikan pasangan suami isteri bisa menciptakan keluarga yang sehat. “Hal itu tentu sangat baik untuk generasi selanjutnya,” tandasnya. (Cr5)

Video: Halaqah Muharram Hidayatullah se-Sumatera

0

Kader Hidayatullah se-Sumatera pada Sabtu-Ahad (8-9 November) lalu berkumpul dalam satu acara silaturrahim dan halaqah kader di Kampus Hidayatullah Rejang Lebong, Bengkulu. Berikut ini videonya:

[youtube width=”100%” height=”315″ src=”ZsBiT1CFzig”][/youtube]

Silaturrahim ke Yayasan Ikhlas Hidayatullah Cilacap

Foto Bersama Murid Yaa Bunayya Hidayatullah Cilacap dengan walinya
Foto Bersama Murid Yaa Bunayya Hidayatullah Cilacap dengan walinya
Komplek Hidayatullah Cilacap
Komplek Hidayatullah Cilacap
Pelatihan Pendidikan INKLUSI Pada Anak di Pesantren Hidayatullah Cilacap
Pelatihan Pendidikan INKLUSI Pada Anak di Pesantren Hidayatullah Cilacap
Salah Satu Kegiatan Santri dalam Keberihan Taman Kampus Hidayatullah Cilacap
Salah Satu Kegiatan Santri dalam Keberihan Taman Kampus Hidayatullah Cilacap
Salah Satu Pengurus Santri sedang Mencoba Pembuatan Pupuk Organik di Hidayatullah Cilacap
Salah Satu Pengurus Santri sedang Mencoba Pembuatan Pupuk Organik di Hidayatullah Cilacap

Hidayatullah.or.id — Al Ikhlas Foundation Islamic Boarding School yang berada di bawah lini Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Cilacap, Jawa Tengah, berdiri dilatar belakangi oleh adanya desakan kebutuhan yang diimbangi dengan ghirah untuk menegakan nilai-nilai Islam di masyarakat luas.

Sebab, di perkampungan yang berada di pinggir pantai sekitar 300 meter dari pantai di mana Hidayatullah Cilacap saat ini berdiri, masyarakatnya mendambakan pengajaran dan pendidikan Islam. Apalagi sebagian besar masyarakatnya masih menganut ajaran aliran kepercayaan meskpun 100 persen Muslim. Di sana juga masih sedikit tempat peribadatan untuk kegiatan keagamaan mereka.

Kepala Biro Humas Hidayatullah Cilacap, Marwantohur, menjelaskan masyarakat di sini masih sangat kuat hubunganya dengan kepercayaan nenek moyang seperti Nyai Roro Kidul yang dikenal sebagai ratu pantai laut selatan yang konon katanya adalah tuhan mereka yang paling mereka agung-agungkan.

Selain itu, kisah Marwan, juga masih banyak anak kecil bahkan dewasa yang masih belum paham tentang agama Islam maka kehidupanya mereka terasa kusang dan gersang. Kurangnya pemahaman tentang ajaran Islam akhirnya budaya seperti perjudian, mabuk-mabukan, menjadi hal yang biasa.

“Binatang anjing saja hampir setiap rumah punya karena mereka tidak mengenal hal-hal najis,” kata Marwan.

Maka, dengan berdirinya Yayasan Al Ikhlas Hidayatullah Cilacap pada tahun 1995 di Desa Lengkong, Kelurahan Mertasinga, Cilacap Utara, mulailah kehidupan lebih terarah seperti adanya kegiatan pengajiann anak-anak di sore hari, dan kegiatan para orang tua yang sempat untuk mengaji sambil arisan RT.

Dengan perantaraan kegiatan tersebut proses waktu akhirnya membawa mereka dalam pencerahan. Hingga kini mereka telah merasakan adanya manfaat di sekitar mereka sebuah lembaga pendidikan.

“Alhamdulillah, warga sangat antusias terhadap perkembangan dan berdirinya Yayasan Al Ikhlas Pondok Pesantren Hidayatullah ini karena dapat membantu mereka dan mendamaikan suasana yang kondusif dan Islami,” imbuhnya.

Untuk menopang agar program pembinaan umat melalui program dakwah, majelis taklim, panti asuhan, dan layanan pendidikan dapat terus berjalan, maka Pondok Pesantren Hidayatullah Cilacap tentu saja harus mendapat dukungan dari berbagai pihak yang bersedia menjadi pendukung.

Selain dari bantuan dana umat, pihak lembaga juga menyelenggarakan kemandirian ekonomi pesantren dengan memberdayakan para santri dan pengurus sehingga lembaga yang tidak hanya mengandalkan donasi umat saja.

“Hal ini memang harus dimiliki bagi setiap institusi baik lembaga dakwah maupun sosial yang mempunyai tujuan sebagai wadah pembentukan manusia yang berkarakter mandiri dan berani bangkit dari keterpurukan dalam perekonomian yang melanda,” kata Marwan menjelaskan.

Alhamdulillah, saat ini Pesantren Hidayatullah Cilacap telah membuka unit-unit amal usaha untuk mendukung kontinuitas program dakwah, sosial, dan pendidikan dengan mendirikan Kopontren, layanan simpan pinjam syariah, pertanian dan peternakan, perbengkelan, dan bazar hewan kurban yang digelar temporer.

Yayasan Al Ikhlas Pondok Pesantren Hidayatullah Cilacap yang beralamat lengkap di Jalan Buaya No 167 RT 02 Rw 14, Lengkong, Mertasinga, Cilacap Utara, Kota Cilacap, Jawa Tengah, Indonesia, diketuai oleh Ustadz Bambang Supriyadi, didampingi Wakil Ketua Ustadz Ngatun Muhamad Ridho. (ybh/hio)

Hidayatullah Dorong Akuntabilitas Investasi

0

accountabilityHidayatullah.or.id — Pemerintah harus secara tegas menciptakan iklim dan sistem manajemen investasi dalam negeri yang transparan dan akuntabel guna mengatasi krisis ekonomi Indonesia yang masih memprihatinkan.

Demikian ditegaskan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Hidayatullah, Dr. Abdul Mannan, yang disarikan media ini dari catatan beliau yang termuat Majalah Suara Hidayatullah Edisi November 2014 ini.

Beliau menerangkan, krisis ekonomi global adalah peristiwa di mana seluruh sektor ekonomi pasar dunia mengalami keruntuhan. Lalu kemudian kondisi tersebut menimbulkan kepanikan pasar finansial global.

“Maka praktis (situasi tersebut) mempengaruhi sektor lainnya di seluruh dunia,” terangnya dalam catatannya di rubrik Bayan majalah tersebut.

Karenanya, doktor bidang ekonomi dari Universitas Borobudur ini menganalisa secara spesifik bahwa ada dua penyebab utama yang menjadikan prokenomian RI memburuk, yang sekaligus menjadi tantangan dan tanggung jawab pemerintah hasil Pemilu 2014.

Yang pertama, ungkap beliau, tidak adanya daftar yang jelas negara-negara mana saja yang boleh berinvestasi di Indonesia. Kondisi rawan tersebut ditambah dengan tidak atau belum adanya regulasi tegas yang transparan dan akuntabel tentang investasi ke Indonesia.

“Akibatnya, negara-negara yang berinvestasi di Indonesia tidak terencana dan tidak terkendalikan. Alhasil investor asing di indonesia justru menjadi ancaman perekonomian di Republik ini,” ujar beliau.

Tidak adanya regulasi yang benar-benar transparan dan tegas berpihak kepada kepentingan nasional, dinilai dapat berdampak tidak produktif pada praktik perekonomian dan minimnya pertumbuhan pendapatan ekonomi dari luar di Indonesia.

Adapun faktor yang kedua, adalah terjadinya kesenjangan UMR/UMK baik di daerah maupun di ibu kota. Kesenjangan ini dinilai beliau secara alami akan berdampak kepada dua hal yaitu, pertama, tenaga-tenaga kerja beburu gaji yang cukup ke kota-kota besar seperti ke ibu kota Jakarta. Sehingga terjadi penumpukan tenaga kerja. Sementara Sektor2 riil prekonomian daerah produktifitasnya tidak terkelola secara maksimal dan merata, seperti pertanian, peternakan, dan prikanan.

Dampak kedua yang disebabkan oleh kesenjangan UMR/UMK adalah buruknya ekonomi warga, karena seperti kata pepatah “besar pasak daripada tiang”. Artinya, lebih besar pengeluaran dari pada pemasukan (penghasilan).

“Akibatnya, kredit macet, aset keluarga (warisan) tidak sedikit dilelang. sawah dilelang kepada pemodal untuk bayar hutang,” tukasnya. (ybh/hio)