Beranda blog Halaman 658

Guru Besar Unibraw Dorong Hidayatullah Bangun Budaya Mencatat

Ketua STIE Hidayatullah, Dr Abdul Mannan, MM, berjabat tangan dengan salah satu tim asesor dari BAN-PT / HDD
Ketua STIE Hidayatullah, Dr Abdul Mannan, MM, berjabat tangan dengan salah satu tim asesor dari BAN-PT / HDD

Hidayatullah.or.id — Guru besar Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, Jawa Timur, Prof. Dr. Agus Suman, SE., DEA, mendorong Hidayatullah untuk memperhatikan dokumentasi dengan dimulai membangun budaya menulis atau mencatat. Sebab menurutnya, budaya Indonesia umumnya masih terpasung pada budaya bertutur, sementara budaya menulis tidak terbangun.

Hal itu disampaikan Profesor Agus Suman saat berkunjung ke Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah, Kota Depok, Jawa Barat, sekaligus menjadi tim asesor Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (STIEHID) Depok, baru baru ini.

Agus menilai, Hidayatullah sebagai ormas besar dengan berbagai program keummatan, harus selalu aktif mencatat dan mendokumentasikan segala hal yang berkaitan dengan perjalanannya karena data tersebut akan sangat dibutuhkan di masa mendatang.

“Seperti program KKN (praktik kerja lapangan) yang dilakukan mahasiswa STIE Hidayatullah selama delapan bulan di masjid-masjid, ini saya pikir sangat luar biasa dan baru satu-satunya. Tapi sayang sekali itu tidak didokumentasikan, tidak ditulis,” katanya di Depok.

Agus menilai metode pendidikan yang diterapkan STIE Hidayatullah dengan menerapkan beasiswa penuh (full board) serta ikatan dinas jaminan kerja setelah lulus, merupakan terobosan STIE Hidayatullah yang patut diapresiasi.

“Kalau dikatakan sempurna, tidak, tapi terus terang ini sangat baik sekali. Karena kesempurnaan itu hanya punya pemilik-Nya,” pungkas dia.

Sementara itu Ketua STIE Hidayatullah, DR. Abdul Mannan, SE, MM dalam sambutannya menjelaskan sejarah Hidayatullah dan STIE Hidayatullah Depok. Beliau menyampaikan terimaksih yang sedalam-dalamnya kepada tim asesor BAN-PT yang telah datang mengunjungi Kampus STIE Hidayatullah.

Tim asesor yang diwakili Profesor Agus di kesempatan tersebut menjelaskan maksud dan tujuan dalam mengkonfirmasi borang akreditas yang sudah disampaikan STIE Hidayatullah kepada BAN-PT, apakah sesuai atau tidak.

“Karena, bisa jadi, antara hasil “potret” dan realita berbeda. Potret yang lebih bagus atau rialita. oleh karena itu, kami mohon dibantu. Itulah yang akan kami konfirmasi,” katanya.

Acara visitasi BAN-PT dalam rangka akreditasi Prodi Manajemen STIE Hidayatullah dengan tim asesor Prof. Dr. Agus Suman dan Dr. Hasyim, SE.MM. Visitasi ini berlangsung tanggal 8-9 Mei 2014. Semoga dengan adanya visitasi, menjadikan STIE Hidayatullah Depok, khususnya Prodi Manajemen lebih baik. (hio/ybh)

Hidayatullah Jawa Tengah Gelar Diklat Marhalah Guru

Hidayatullah Jawa Tengar gelar Diklat Marhalah untuk guru selama 9 hari di Kampus Hidayatullah Purwodadi / ACHMAD BASHORHI
Hidayatullah Jawa Tengar gelar Diklat Marhalah untuk guru selama 9 hari di Kampus Hidayatullah Purwodadi / ACHMAD BASHORHI

Hidayatullah.or.id — Departemen Pendidikan Pimpinan Wilayah (PW) Hidayatullah Jawa Tengah – Daerah Istimewa Yogyakarya (Jateng/DIY) mengadakan acara Marhalah Ula dan Diklat Guru Profesional dengan tema” Selamatkan Generasi Masa Depan dengan Pendidikan Berbasis Tauhid”.

Acara ini berlangsung selama 9 hari dimulai semenjak tanggal 19 sampai 27 April 2014 lalu. Acara yang bertempat di Kampus Hidayatullah Purwodadi ini dihadiri sedikitnya 40 orang peserta dengan menghadirkan narasumber pengurus PW Hidayatullah Jateng Sunoto Ahmad, M.Pd, praktisi pendidikan Ustadz Subur, Ustadz Suwarno dan tim pendidikan gabungan PW Hidayatullah Jateng dan DIY.

Sunoto Ahmad dalam sambutannya saat membuka acara mengatakan generasi muda hari ini menghadapi tantangan zaman yang semakin berat. Belum lagi hal itu ditambah dengan massifnya lalu lintas informasi yang loss control. Sehingga anak-anak usia dini sekalipun dengan mudah dapat terpapar berbagai pengaruh negatif informasi.

“Tidak ada yang bisa kita harapkan untuk membendung pengaruh negatif informasi selain menanamkan pendidikan moral. Pendidikan moral yang berbasis pada pemahaman Tauhid yang benar. Ini bukan hanya tantangan bagi orangtua, tapi juga harus dipikul oleh guru-guru di sekolah,” kata Sunoto.

Berangkat dari keprihatinan maraknya kekerasan terhadap anak, Sunoto memandang kegiatan diklat semacam ini perlu terus digalakkan. Apalahi meningat menyelamatkan generasi masa depan merupakan kewajiban negara, maka sudah sepantasnya negara selalu hadir dan mendukung upaya penyelematan tersebut.

Menurut Sunoto, sudah waktunya pendidikan berbasis Tauhid semakin digencarkan dan semakin terkonseptualisasi agar menjadi sistem pendidikan arus utama. Bangsa tidak boleh lagi mengesampingkan metode pengajaran yang menitikberatkan pendidikan pada aspek-aspek spiritual dan emosional murid.
Kalau hanya pada berpacu pada kemajuan kecerdasan otak, sementara Tauhid dipinggirkan, maka peserta didik dikhawatirkan semakin jauh dari jatidirinya sebagai manusia beradab. /*Achmad Bashori

Remaja dan Mahasiswi Ikuti TSR Annisa Samarinda

Sejumlah remaja muslimah dan mahasiswi berfoto bersama usai acara / DOKPRI
Sejumlah remaja muslimah dan mahasiswi berfoto bersama usai acara / DOKPRI

Hidayatullah.or.id — Lembaga otonom Muslimat Hidayatullah (MUshida) yang membidangi remaja dan mahasiswa, Annisa Hidayatullah Cabang Samarinda, menggelar kegiatan training motivasi dan kepemimpinan bertajuk “SNW, One Stop for Better Life Fiid Dunya Wa Akhirah” di Samarinda, belum lama ini.

Acara semarak yang berlangsung pada tanggal 3-4 Mei ini merupakan rangkaian kegiatan Training Superlife Revolution (TSR) Annisa Hidayatullah yang dihadiri kurang lebih 100 remaja muslimah dan mahasiswi dari berbagai aktifis kampus maupun sekolah di antaranya yaitu siswi dari SMA 10 Melati Samarinda, mahasiswi Ma’had Hasan bin Ali, Mahasiswi STAIN Samarinda, Mahasiswi Ponpes Al-Fajr, Mahasiswi PonPes Uswatun Hasanah, serta Mahasiswi Universitas Mulawarman (Unmul).

Agenda ini merupakan program kerja Go to Campus tahunan yang dilaksanakan oleh Annisa Hidayatullah Samarinda. Pada periode kepengurusan tahun 2012/2013 juga telah dilaksanakan Seminar ANNISA yang dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta secara gratis di Aula Rumah Jabatan Walikota Samarinda.

Kali ini acara TSR hanya dilaksanakan di dalam lingkungan Pesantren Hidayatullah Samarinda dengan tujuan untuk mengenalkan lebih dekat kepada para aktifis muda muslimah mengenai Hidayatullah secara umum dan Hidayatullah Cabang Samarinda secara khususnya.

Acara TSR ini digelar Annisa bekerja sama dengan Tim TSR Samarinda yang didukung oleh beberapa instansi diantaranya MUSHIDA, PD Hidayatullah Samarinda, dan Laznas BMH Cabanang Samarinda serta beberapa simpatisan yang telah membantu acara ini sehingga dapat terlaksana dengan lancar dan sukses.

Meksi Annisa Hidayatullah Kaltim masih sangat belia dan terhitung baru 2 tahun ini dikukuhkan, namun mereka dapat secara reguler menggelar program kerja Go to Campus tahunan ini meskipun diakui merupakan sesuatu yang tidak mudah untuk dilakukan.

“ANNISA Samarinda memilih untuk terus berlatih mewujudkan impian “ANNISA go to campus” yang nantinya tidak kalah saing dengan lembaga-lembaga dakwah kampus yang telah ada sebelumnya,” kata Ketua Annisa Hidayatullah Kalimantan Timur, Ulinnuha Hammamiyah, kepada Hidayatullah.or.id, ditulis Selasa (06/05/2014).

Ulinnuha menambahkan, jika kita menolong agama Allah maka Allah akan membalasnya dengan sesuatu hal yang tak terduga. Kalimat itulah yang kemudian menjadi pegangan bagi dia dan pengurus Annisa lainnya sehingga keluhan mengenai kesibukan tugas kampus yang menumpuk bukan lagi menjadi alasan untuk tidak dapat melaksanakan program kerja Go to Campus ini.

“Kita ditakdirkan untuk menjadi mahasiwi bukan berarti kita menjadi mahasiswi yang bermental Kupu-kupu (Kuliah Pulang-Kuliah Pulang), tetapi tetap berupaya menjadi mahasiswi yang selalu belajar dan mengasah skill agar menjadi pribadi yang bermanfaat bagi ummat,” kata wanita mahasiswi FMIPA Kimia Universitas Mulawarman yang komitmen mengenakan hijab cadar ini.

Ulinnuha mengingatkan, kalau seorang mahasiswi hanya menjadi mahasiswi yang bermental kupu-kupu yang enggan memikirkan dan berbuat untuk dakwah dan kepentingan umat, maka apa bedanya kita dengan anak SD yang memang masanya seperti itu.

Mental kupu-kupu yang dimaksud Ulinnuha hanyalah semata sebagai motivasi bagi mereka. Selentingan itu kerap digunakan sebagai cemeti bagi pihaknya untuk terus aktif berkegiatan dan melakukan aktifitas yang bermanfaat secara luas dan berkesinambungan dalam rangka dakwah di jalan-Nya.

“Itulah gambaran kalimat yang sering dilontarkan saat beberapa ANNISA terlihat kehilangan semangatnya dalam berorganisasi dan berdakwah khususnya di ANNISA,” pungkas Ulinnuha. (hio/ybh)

Rekor MURI BMH: Bantuan Fasilitas Sekolah Terbanyak Serentak Se-Indonesia

0
Penyerahan bantuan sekolah di Madrasah Ibtida’iyah Nurul Islam di Kampung Kedung Waringin RT 02/04 Desa Kedung Waringin, Bojonggede, Kabupaten Bogor / JALES
Penyerahan bantuan sekolah di Madrasah Ibtida’iyah Nurul Islam di Kampung Kedung Waringin RT 02/04 Desa Kedung Waringin, Bojonggede, Kabupaten Bogor / JALES

Hidayatullah.or.id — Sebagai wujud kepedulian terhadap persoalan pendidikan, Lembaga AMil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) menggelar Program Senyum Anak Indonesia. Program ini diwujudkan dengan pemberian Beasiswa Berkah, bantuan fasilitas pendidikan hingga pendirian sekolah dan pesantren gratis di seluruh Indonesia.

Khusus pada hari pendidikan tanggal 2 Mei 2014 lalu, BMH menggelar pembagian tas sekolah dan paket alat tulis untuk anak-anak dari keluarga yang tidak mampu. Even ini diganjar rekor MURI sebagai even nasional dengan pembagian peralatan sekolah terbanyak dan serentak seluruh Indonesia, Jum’at (02/5) lalu.

Acara pembagian tas sekolah dan alat tulis yang dilakukan bersamaan dengan hari Pendidikan ini, menyalurkan sebanyak 10.000 tas sekolah dan alat tulis pada siswa di sekolah-sekolah terpilih di seluruh Indonesia. Tim BMH sebelumnya telah melakukan pendataan pada sekolah dan siswa yang tidak mampu untuk diberikan paket bantuan tersebut.

Tas dan alat tulis yang dibagikan merupakan kumpulan donasi yang terhimpun dari muzaki dan donatur yang peduli terhadap program Senyum Anak Indonesia. Tidak hanya individu yang turut membantu, tapi juga kelompok dan perusahaan turut menyalurkan donasinya untuk program ini.

“Alhamdulillah, semua donasi yang terhimpun adalah bagian dari kepedulian banyak pihak. Setidaknya, bantuan ini akan disalurkan serentak di 16 Provinsi dan 43 Kabupaten/Kota se-Indonesia pada 2 Mei ini,” ujar Marwan Mujahidin, selaku Direktur Operasional BMH.

Secara resmi acara ini akan dibuka oleh Direktur Utama BMH, Drs. Wahyu Rahman, MM yang berlokasi di Madrasah Ibtida’iyah Nurul Islam di Kampung Kedung Waringin RT 02/04 Desa Kedung Waringin, Bojonggede, Kabupaten Bogor, dihadiri oleh Tim MURI, pejabat pemerintahan dan LAZ Indonesia Power.

Pada hari yang sama juga serentak dilakukan di sekolah-sekolah yang teripilih diseluruh nusantara.** (bmh/hio)

PP Hidayatullah Gelar Rapat Pleno Tahun 2014

0

Baca berita terkait: Siaran Pers PP Hidayatullah Hadapi Pilpres 2014

[youtube width=”600″ height=”338″ src=”mwcPG4YsBvg”][/youtube]

Syabab Hidayatullah Dukung Kaltim Bangkit, Robianto Pimpin PW Sulsel

Musyawarah Wilayah Syabab Hidayatullah Kalimntan Timur / DOKHIDORID
Musyawarah Wilayah Syabab Hidayatullah Kalimntan Timur / DOKHIDORID
Musyawarah Wilayah Syabab Hidayatullah Kalimntan Timur / DOKHIDORID
Musyawarah Wilayah Syabab Hidayatullah Kalimntan Timur / DOKHIDORID
Penyampaian pada Musyawarah Wilayah Syabab Hidayatullah Sulsel / DOK
Penyampaian pada Musyawarah Wilayah Syabab Hidayatullah Sulsel / DOK

Hidayatullah.or.id — Syabab (pemuda) Hidayatullah Kalimantan Timur mendukung visi Kaltim Bangkit yang telah menjadi prioritas pemerintah provinsi sejak tahun lalu. Bentuk dukungan itu dilakukan diantaranya dengan mengintensifkan kiprah pemuda Hidayatullah dalam membina generasi muda di Kaltim khususnya pada aspek moral, kemandirian, dan budaya intelektual.

Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Hidayatullah Kalimantan Timur terpilih periode 2014-2016, Muslim Manshur Salbu, dalam keterangannya usai dikukuhkan  sebagai ketua wilayah terpilih di Balikpapan, Kaltim, Ahad (04/05/2014).

Sebagaimana diketahui, pemerintah provinsi Kaltim telah menetapkan visi Kaltim Bangkit 2013 dengan mengusung tiga agenda besar. Ketiga agenda besar tersebut yaitu menciptakan Kalimantan Timur yang aman, damai, dan didukung pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Kedua, mewujudkan ekonomi daerah yang berdaya saing dan pro rakyat, dan meningkatkan kualitas SDM dan kesejahteraan rakyat.

“Kaltim Bangkit dengan relijiusitas menjadi penting karena inilah hulu dari problematika bangsa yang seringkali menegasikan aspek moral. Karena kemampuan intelektual tanpa kecapakan moral adalah absurditas dari sebuah bangsa yang mengharapkan perubahan,” kata Muslim MS.

Menurut Muslim, Pemuda Hidayatullah Kaltim dengan seabreg programnya memiliki tugas berat untuk terus membangun sistem organisasi yang lebih solid. Sebab, kata dia, cakupan kerja Syabab Hidyatullah tentu tidak semata dalam lingkup organisasi yang menaunginya tapi juga adanya keharusan untuk berkiprah di tengah masyarakat secara luas dan berkesinambungan.

Untuk itu, tegas dia, Syabab Hidayatullah Kaltim memerlukan dukungan berbagai pihak agar berkemampuan melaksanakan setiap kewajiban dan tanggung jawabnya dengan baik.

“Amanah berat ini membutuhkan loyalitas dan kerja ikhlas, semoga kita semua mampu memikul amanah ini,” pungkas Muslim sambil berharap organisasi Pemuda Hidayatullah di Kaltim semakin eksis.

Musyawarah wilayah Syabab Hidayatullah Kalimantan Timur mengusung tema, “Transformasi Idealisme Gerakan Pemuda Menuju Kaltim Bermartabat” yang digelar selama 2 hari di Gedung Town House Hotel BDI Kota Balikpapan, Sabtu-Ahad (3-4/05/2014) lalu.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Syabab Hidayatullah Sulawesi Selatan juga menggelar Musyawarah Wilayah yang digelar pada tanggal 2 sampai 3 Mei 2014 di Makassar. Penutupan Muswil ini dihadiri oleh Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah, Naspi Arsyad.

Musyawarah Wilayah Syabab Hidayatullah Sulsel memutuskan Muhammad Robianto sebagai ketua terpilih Syabab Hidayatullah Wilayah Sulawesi Selatan untuk periode 2014-2016. (ybh/hio)

Hidayatullah Kabupaten Bone Terus Berfokus Pada Tiga Program Utama

Masjid sebagai pusat kegiatan warga di Komplek Pesantren Hidayatullah Bone / DOKPRI
Masjid sebagai pusat kegiatan warga di Komplek Pesantren Hidayatullah Bone / DOKPRI
Kantor Yayasan Al Fath Pesantren Hidayatullah Kabupaten Bonse, Sulsel / DOKPRI
Kantor Yayasan Al Fath Pesantren Hidayatullah Kabupaten Bonse, Sulsel / DOKPRI

Hidayatullah.or.id — Hidayatullah yang hadir kali pertama di Kabupaten Bone pada tahun 1994, kini terus konsen memfokuskan kegiatannya pada tiga program utama. Bone sendiri adalah salah satu Daerah otonom di provinsi Sulawesi Selatan dengan nama ibukota Watampone.

Ketua Yayasan Al Fath Pondok Pesantren HIdayatullah Bone, Ismail Mukhtar, mengatakan pihaknya menjalankan tiga program utama yakni dakwah, pendidikan dan sosial.

Di bidang dakwah, kata Ismail, Yayasan Al Fath sejak awal terus mengembangkan misi dakwah dengan rutin menyebarkan dainya melakukan khutbah Jum’at, pengajian rutin majelis taklim baik pemerintah maupun swasta masyarakat kota bahkan sampai kepelosok desa.

Sementara di bidang pendidikan, sejak memasuki tahun ajaran 2007 dibuka pendidikan tingkat TK dan pada 2010 membukan jenjang pedidikan SD, MTs dan MA sekaligus.

“Alhamdulillah, telah semua berjalan dengan baik,” kata Ismail Mukhtar kepada media ini, Senin (05/05/2014).

Adapun di bidang sosial, Yayasan Al Fath Hidayatullah Bone menyelenggarakan lembaga sosial berupa Pusat Pendidikan Anak Soleh (PPAS) atau panti asuhan dan resmi terdaftar pada Dinas Sosial Kabupaten Bone.
PPAS ini bertanggung jawab atas kelangsungan anak binaannya mulai dari kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Semua layananan yang diberikan kepada anak-anak asuh ini berupa pendidikan Islam, mental, dan konsumsi harian, ditanggung sepenuhnya oleh yayasan atas swadaya masyarakat.

Bone dengan wilayah yang sangat luas dan jumlah penduduk yang cukup besar menjadi pertimbangan mengapa yayasan dengan gerakan utama dakwah dan pendidikan ini hadir. Di samping jumlah lembaga pendidikan Islam dikawasan ini masih terbilang nihil, merambah ke wilayah berpenduduk mayoritas Bugis ini kian menambah spirit para pendiri untuk merambah melalui dakwah dan pendidikan serta sosial.

“Gerakan dakwah dan tarbiyah terus menerus dibangun oleh lembaga dimaksudkan untuk menguatkan ummat ini pada prinsip hidup berislam selain untuk membentengi dari budaya hidup sekuler,” kata Ismail.

Berdirinya Yayasan Al Fath Pondok Pesantren Hidayatullah adalah rintisan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar dan kawan kawan yang kala itu sebagai koordinator Pondok Pesantren Hidayatullah se Sulawesi yang selanjutnya menjadi Pembina utama lembaga ini.

Sementara untuk pertama kalinya menunjuk Abdul Salam sebagai pimpinan dibantu beberapa orang diantaranya Suriadi, Haji Gassing, Abdul Rahaman, Abdul Waris dan lain lain.

Bahkan tanah seluas kurang lebih kl 8000 M2 dan menjadi kampus utama yang terletak di Jl Sungai Musi Km 5 Panyula adalah merupakan wakaf Haji Gassing.
Lembaga ini dalam perjalannya telah mengalami pergantian pimpinan yaitu Abdul Salam (1994-1999), Abu Bakar (1999–2000), Suriadi (2000–2002), Munansar (2002 –2008) dan Ismail Mukhtar (2008–sekarang). (ybh/hio)

Siaran Pers PP Hidayatullah Hadapi Pilpres 2014

Suasana Sidang Pleno PP Hidayatullah di Aula HiTC Kampus Pesantren Hidayatullah Kota Depok, Jawa Barat / DUDI
Suasana Sidang Pleno PP Hidayatullah di Aula HiTC Kampus Pesantren Hidayatullah Kota Depok, Jawa Barat / DUDI

Hidayatullah.or.id — Pimpinan Pusat (PP) Hidayatullah menggelar Rapat Pleno selama 3 hari di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Depok, Jawa Barat, yang berakhir pada Ahad (04/05/2014) kemarin. Rapat Pleno ini dihadiri oleh unsur pengurus Pimpinan Pusat Hidayatullah, Dewan Syura Hidayatullah, Majelis Pertimbangan Pusat serta Pimpinan Umum Hidayatullah.

Rapat Pleno PP Hidayatullah yang berlangsung di Kota Depok ini mengusung tema “Penajaman Visi dan Strategi Gerakan”. Selain membahas program program kelembagaan dan organisasi, sidang pleno ini juga mengkaji dan mencermati mendalam hiruk pikuk politik nasional.

Berikut ini siaran pers yang dikeluarkan Biro Humas PP Hidayatullah yang berisi seruan untuk kader Hidayatullah dan mengenai sikap Hidayatullah menghadapi pemilihan presiden (Pilpres) 2014 yang akan digelar pada 9 Juli mendatang:

 

_______________________
Bismillahirrahmanirahim

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Terkait hiruk pikuk politik yang terjadi akhir ini, terutama menyangkut Pemilihan Presiden pada 9 Juli mendatang, musyawarah Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah meminta agar para kader tidak berkurang konsentrasinya dalam mengurus organisasi dan menjalankan program utama (main stream) organisasi, yakni dakwah dan tarbiyah.

Adapun sikap politik terhadap pasangan-pasangan calon presiden dan wakil presiden yang sekarang ramai menjadi perbincangan, musyawarah DPP Hidayatullah menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan umum Hidayatullah bersama pimpinan tiga lembaga di Hidayatullah, yaitu Ketua Majelis Pertimbangan Pusat, Ketua Dewan Syuro, dan Ketua Pimpinan Pusat.

Unsur pimpinan ini akan membahas masalah tersebut secara lebih mendalam dengan memperhatikan banyak hal dan meminta masukan banyak pihak.

Demikian pernyataan pers ini kami buat. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi negara kita dari keburukan dan mencegah umat Islam dari perpecahan. Amin

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kepala Biro Humas PP Hidayatullah
Mahladi

Sekolah Hidayatullah Ikuti Rakerda Kemenag Gorontalo

Rapat Kerja Daerah Kemenag Gorontalo yang diikuti oleh Sekolah Integral Hidayatullah / KEM
Rapat Kerja Daerah Kemenag Gorontalo yang diikuti oleh Sekolah Integral Hidayatullah / KEM

Hidayatullah.or.id -– Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah Integral Hidayatullah Kota Gorontalo terus melakukan pembenahan dan peningkatan kinerja dalam mengelola lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah.

Salah satu kegiatan dan agenda yang yang diikuti adalah Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kementerian Agama Kota Gorontalo. Hadir dalam agenda tersebut Kepala Madrasah Aliyah Integral Hidayatullah Marwan Husain, S.Pd.I dan Kamil Patingki, S.HI selaku kepala MTs. Integral Hidayatullah.

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah cepat dalam menindaklanjuti Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan beberapa hari lalu.

Kantor Kementerian Agama Kota Gorontalo melaksanakan Rakerda untuk seluruh jajarannya. Bertempat di Aula Hotel Aryaduta Kota Manado. Dibuka langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo H. Muhajirin Yanis, didampingi Kakankemenag Kota Gorontalo H. Syaifudin Sidiki serta Kasubag Tatausaha Hj. Sabrijah Podungge.

Syaifudin Sidiki mengatakan, Rakerda merupakan salah satu wadah dalam mendiskusikan permasalahan yang dihadapi lembaga, dalam menyukseskan berbagai macam program kerja yang direncanakan. Selain itu, Rakerda jajaran Kemenag Kota Gorontalo tahun 2014 tersebut, lebih ditekankan pada pelayanan aparat, baik struktural maupun fungsional dalam melayanai masyarakat.

Dari Rakerda ini diharapkan akan semakin bagus aparatur Kemenag yang bekerja secara professional, dapat mengemban amanah sebagai abdi masyarakat. Sesuai dengan tema Rakerda yang diusung yakni, mewujudkan aparatur Kementerian Agama professional dan amanah, turur kata Syaifudin.

“Rakerda ini diharapkan dapat menghasilkan program yang berorientasi terwujudnya aparatur professional dan berintegritas tinggi. Dapat menciptakan suasana kerja kondusif,” ungkap Syaifudin Sidiki.

Sementara Kakanwil H. Muhajirin Yanis menganggap, waktu pelaksanaan Rakerda untuk jajaran Kemenag kota Gorontalo, sesaat setelah pelaksanaan Rakerda jajaran Kanwil Kemenag Prov. Gorontalo dianggap sangat tepat.

Pasalnya, kata dia, program kerja yang telah dibahas dalam Rakerda Kanwil Kemenag Prov. Gorontalo beberapa hari lalu, dapat segera dijabarkan pada Rakor Kemenag Kota Gorontalo.

“Sehingga program kerja yang nantinya akan diputuskan oleh Kankemenag Kab/Kota akan selaras dengan program kerja yang ada di Kantor Wilayah,” ujar Kakanwil.

Lebih lanjut Kakanwil menegaskan, dalam pengimplementasian program kerja tidak hanya dibutuhkan program kerja yang baik maupun rencana strategis yang inovatif. Tapi juga dibutuhkan kerja sama tim yang solid. Terdiri dari unsur pimpinan dan staff, dengan senantiasa mensinergikan pola pikir serta tujuan masing-masing pihak, dalam merealisasikan program program kerja.

“Sebagai upaya menghasilkan prestasi maksimal yang seluruhnya bermuara pada pencapaian tujuan lembaga,” katanya. (hio/ybh)

Ormas Hidayatullah Desak Pemerintah Sahkan PP Jilbab

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Hidayatullah, Dr H Abdul Mannan MM
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Hidayatullah, Dr H Abdul Mannan MM

Hidayatullah.or.id — Pengurus Pusat (PP) Hidayatullah menegaskan bahwa negara Indonesia akan menjadi negara sekuler jika tidak mengesahkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang kebolehan berjilbab bagi Muslimah di institusi negara seperti Polri, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan juga siswi di sekolah negeri.

Hidayatullah mendesak agar pemerintah segera menerbitkan dan mengesahkan PP tentang jlbab tersebut agar hak hak dan kewajiban kaum Muslimah sebagai warga negara dan penganut kepercayaan agama Islam etap terlindungi.

Hal itu ditegaskkan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Hidayatullah Abdul Mannan menyusul adanya desakan dari Aliansi Pelajar Mahasiswa untuk Kemerdekaan Berjilbab. Aliansi ini mendesak presiden segara menetapkan izin yang menjamin kemerdekaan berjilbab bagi Muslimah di semua institusi.

Abdul Mannan menegaskan, pemakaian jilbab merupakan ajaran Islam dan kewajiban individu bagi Muslimah.

“Jadi, pemerintah Republik Indonesia yang menolak pengesahan PP tentang jilbab ini cenderung mengikuti asas negara sekuler,” tuturnya seperti juga dikutip Republika baru baru ini.

Abdul Mannan menerangkan bahwa meskipun negara tidak berasaskan Islam, namun asas Pancasila dengan terang melindungi kebebasan beragama dan berkeyakinan, termasuk hak untuk menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila, tegas beliau, jelas tidak sama dengan negara sekuler.

“Maka kalau ummat Islam menuntut jilbab pada pemerintah yang cenderung sekuler, dikabulkan atau tidak ya kembali kepada pemerintah,” katanya.

Namun sebagai negara Pancasila dengan mayoritas penduduk yang beragama Islam, Abdul Mannan mendesak pemerintah wajib memenuhi harapan rakyat dan mengesahkan PP tentang jilbab itu.

Sebelumnya, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasaruddin Umar sepakat persoalan jilbab lebih aman dibuat dalam peraturan pemerintah (PP) agar tidak hanya berlaku di Polri, tapi semua instansi. Ia juga yakin presiden tahu tentang itu.

Wamenag mengatakan jilbab bagi Muslimah di instansi seperti Polri dan TNI, kebijakannya diserahkan ke instansi bersangkutan. Sebab mereka mempunyai ‘rumus sendiri’ sendiri terkait seragam korpsnya.

Diakuinya memang ada saran ke sebaiknya presiden segera mengeluarkan peraturan pemerintah. Menurut Wamenag pun memang akan lebih aman jika izin dibuat PP. Sehingga kebebasan berjilbab tidak hanya di Polri, tapi bagi semua instansi. (ybh/hio)