Beranda blog Halaman 673

BERITA FOTO: Momentum Idul Adha Teladani Figur Ibrahim

0

HIDORID — Ormas Hidayatullah melaksanakan ibadah shalat Idul Adha pada hari Selasa, 15 Oktober 2014 (10 Dzulhijjah 1434 Hijriyah). Dalam momentum Hari Raya Qurban tahun ini, Hidayatullah menyerukan kaum muslimin untuk mentransformasi pesan moral ‘Idul Qurban dalam kehidupan bernegara.

Kita merasakan kegembiraan dan kebahagiaan dalam suasana Idul Adha kemarin. Bukan untuk berpesta pora, tetapi untuk melakukan muhasabah dan mengambil ibrah dari perintah berkurban dan beribadah haji untuk mengenang kembali peristiwa bersejarah yang dilakonkan oleh Nabiyullah Ibrahim ’alaihissalam bersama Isterinya, Siti Hajar dan anaknya Ismail ’alaihissalam.

Kehidupan Nabi Ibrahim benar-benar sarat dengan keteladanan yang patut diikuti untuk mendapatkan kehidupan yang bersih dan bebas dari kesemrawutan dan kebrutalan yang melanda dunia saat ini. Beliau adalah sosok pemimpin yang sangat konsen dan sabar dalam melahirkan generasi dan membina kader yang diharapkan menjadi pemimpin masa depan.

Berikut ini potret suasana kebersamaan di hari Raya Idul Adha 1434 Hijriyah kemarin. Seperti suasana ibadah Idul Adha di kampus Pesantren Hidayatullah Kutai Kartanegara, Kaltim, kampus Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, dan kampus Pesantren Hidayatullah Batakte, Kupang, NTT.

Fotografer: MA. Syakur Fitri (Depok), Nawawi Bumigiri (Kukar), Rohis Assyifa Balai POM (Kupang)

Shalat Idul Adha di Kampus Hidayatullah Depok
Shalat Idul Adha di Kampus Hidayatullah Depok
Santri Hidayatullah Kupang tampak semringah
Santri Hidayatullah Kupang tampak semringah
Potong hewan Qurban di Kukar
Potong hewan Qurban di Kukar
idul adha hidayatullah depok2
Berjabatan tangan di Depok

Bangun Kemandirian Umat, YSDH Medan Budidaya Ternak Unggas Bebek

sentra_dakwah_hidayatullah_medan2HIDORID — Dalam rangka memberdayakan potensi kamandirian umat, Yayasan Sentra Dakwah Hidayatullah (YSDH) Medan, Sumatera Utara, melakukan budidaya ternak unggas bebek. Kegiatan perternakan bebek yayasan dakwah yang berada di bahwa koordinasi Hidayatullah Medan ini digagas oleh alumni Pesantren Hidayatullah Tanjung Morawa.

Ide ini pertama kali mengemuka saat ada seorang mahasiswa yang merupakan alumni Pondok Pesantren Hidayatullah Tanjung Morawa berkunjung dalam rangka silaturahmi ke Yayasan Sentra Dakwah Hidayatullah. Dia mengatakan banyak yang bisa dikembangkan di lahan yang cukup luas itu.

Setelah kepulangan mahasiswa ini dari kampung halaman, tercetuslah ide untuk mengembangkan kreatifitas anak muda dengan berlatih berternak bebek yang diusung oleh Daud Rasyid Albar dan Fathurrahman Gea, keduanya adalah mahasiswa Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan.

Setelah dilakukan sharing dan presentasi kepada kawan-kawan mahasiswa lainnya akhirnya semua sepakat untuk berkreasi walau pada tahap awal ini skill masih belum memadai apapun. Namun berbekal pengetahun teori dan seluk beluknya, mahasiswa-mahasiswa ini berani terjun bebas. Dengan bermodalkan semangat, terkumpullah modal awal sebanyak Rp. 1.500.000,00.

Kegiatanpun dimulai dengan membeli 60 batang bambu kemudian bambu-bambu tersebut di direndam di kolam Sentra Dakwah selama 2 minggu. Sembari menunggu rendaman bambu, rancangan model istana bebek pun mulai dibikin oleh “arsitek-arsitek” ala Mahasiswa Sentra Dakwah Hidayatullah Medan ini.

Sementara kru arsitek bekerja membangun kandang, sebagian lainnya menggali parit yang sangat dalam hingga kedalaman tak melebihi tinggi manusia dewasa, sangat dalam sekali.

Untuk masalah bahan baku lainnya, para pemuda pejuang ini memanfaatkan bangunan sejarah Sentra Dakwah yang mereka bongkar dengan mengambil bekas-bekas bangunan yang dapat dimanfaatkan, seperti seng, balok kayu, paku dan lain sebagainya.

Yayasan Sentra Dakwah Hidayatullah sendiri merupakan pusat pendidikan dan layanan dakwah islam, khususnya di Sumatera Utara yang berdiri pada tahun 2009 dengan SK Menteri Hukum dan HAM RI NO:AHU-2313.AH.01.04 Tahub 2009.

Yayasan ini beralamat di Jl. Mawar Gg. Benteng, Sari Rejo, Polonia Medan, Medan, Sumatera Utara.

Sentra Dakwah Hidayatullah Sumatera Utara ini dibentuk dengan dasar pemikiran akan kepedulian terhadap masyarakat muslim khususnya di Sumatera Utara dan Indonesia secara umum yang selalu membutuhkan pembinaan aqidah dan nilai-nilai keislaman lainnya.

“Dengan terbentuknya Yayasan Sentra Dakwah Hidayatullah Sumatera Utara ini, tumbuh harapan yang sangat besar untuk dapat menyatukan hati dan menyamakan langkah gerak para pelaku dakwah islam sehingga cita-cita dalam membumikan Al-Qur’an di bumi Allah ini semakin mudah terwujud,” harap salah seorang pengurus YDSH Fachri Fathullah.

Disamping itu, jelas Fahcri, Sentra Dakwah Hidayatullah Sumatera Utara juga bergerak dalam bidang sosial dan pendidikan dengan mengadakan program-program yang dapat membantu masyarakat dhua’fa dan kurang mampu agar mendapatkan fasilitas pendidikan yang berkualitas baik dari segi ilmu umum maupun islam secara layak seperti halnya orang-orang yang berkecukupan.

Dengan begitu besarnya harapan masyarakat Sumaera Utara terhadap Sentra Dakwah Hidayatullah, maka hal itu menggerakkan para pengelola yayasan untuk terus berinovasi dari segi program, kegiatan, maupun layanan. (ff/ybh/hio)

Kebakaran Hutan Mamuju Nyaris Lalap Pesantren Hidayatullah Talawar

Australia Wildfires
Kebakaran hutan / IST

HIDORID — Kebakaran hutan terjadi di Dusun Salu Talawar, Desa Tadui dan Dusun Salu Matti, Desa Lalawang Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (0/10/2013) malam lalu. Pesantren Hidayatullah yang berada di wilayah kebakaran tersebut tepatnya di desa Salu Talawar nyaris pula keserempet api.

Pantauan media lokal, RakyatSulbar di lokasi kebakaran, pukul 20.00 wita, api terlihat menyebar di banyak tempat. Terparah di daerah gunung pinggiran Desa Lalawang. Di titik ini, api terlihat membubung tinggi sehingga jalan trans Sulawesi yang jaraknya diperkirakan dua kilometer lebih dari titik kebakaran, tampak terang. Dari jalan api terlihat melahap areal hutan mengarah ke puncak gunung.

“Di bawahnya gunung itu kebun coklat, habismi itu,” kata salah seorang warga Desa Lalawang.

Sampai sejauh ini belum diketahui sumber api yang menyebabkan kebakaran di tiga hutan dusun tersebut. Diduga api berasal dari pembakaran areal kebun yang dilakukan oleh warga.

Empat mobil pemadam kebakaran (damkar) yang diterjunkan, tidak bisa berbuat banyak karena akses jalan menuju daerah pinggiran hutan sulit dilalui mobil damkar yang memang berukuran jumbo.

“Kita di sini siap-siap saja. Dua mobil di atas sementara menyiram di sekitar pesantren,” kata seorang petugas pemadam yang sementara bersiaga di dekat mobil damkar yang parkir di jalan poros Trans Sulawesi arah Mamuju – Kalukku.

Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah yang berada di Dusun Salu Talawar Desa Tadui, Ustaz Zawahir mengatakan, kebakaran hutan berasal dari Desa Lalawang. Menurut Ustaz Zawahir, asap dari balik gunung mulai terlihat sekira pukul 16.30.

“Sudah shalat asar itu asap sudah kelihatan dari sini (Salu Talawar). Api itu nyaris memasuki arel pondok pesantren.Tadi sampai di belakang mushollah sekitar 50 meter tapi berhasil dipadamkan secara manual oleh warga bersama petugas,” kata ustas Zawahir.

Sekira pukul 20.30 petugas pemadam bersama dua mobil damkar yang bersiaga di areal pesantren yang berjarak sekira 200 meter dari jalan poros ke arah gunung tampak sudah turun. Sementara api terlihat makin melebar mengarah ke bagian puncak gunung. (rb/ybh/hio)

Beratnya Jalan Dakwah dan Membidik Militansi Kader

dai hidayatullahSEBUAH episode kecil terjadi pada level kepemimpinan di sebuah daerah, yang mengambil angel tentang penugasan seorang dai ke sebuah desa terpencil.

Jauh hari sebelumnya sudah kadung terpatri di benak kader bahkan lebih mirip kalau kita sepakati dengan virus istilah yang mewabah “daerah basah” dan “daerah kering”.

Ironi. Bahkan mestinya tidak ada kedua kata itu di ranah dakwah. Apapun dan bagaimanapun tempat tugas kita, kondisi itulah yang terbaik bagi kita. Yang sudah pasti adalah skenario Allah subhanahu wa ta’ala selalu baik sebagaimana prosesnya.

Kalau toh nanti diperjalanan ditemui trouble itu karena orangnya yang gagal mengimplementasikan iman ke dalam tugas dakwahnya. Meski dalam visi kita lebih ditekankan pada orientasi proses, lebih mudahnya soal hasil serahkan saja pada Yang Maha Memberi (hasil).

Jujur, sangat menarik ungkapan menyentuhnya seorang pimpinan daerah yang mengatakan “Yang penting syariatnya sudah saya penuhi dan hasilnya ada yang mengatur”.

Sebuah keyakinan yang terpatri bahwa Allah subhanahu wa ta’ala sudah mendesain kita bahagia dengan apa yang telah kita miliki. Kita saja yang kadang terlalu takut dengan kebahagian yang hanya diselubungi sedikit kesusahan bahkan seperti ada kesan ragu terhadap Maha Murahnya Allah subhanahu wa ta’ala, Naudzu billah min dzalik!.

Terlalu banyak kisah-kisah kader hebat yang dimiliki lembaga kita, sampai hari ini. Kader Hidayatullah memilih untuk berani meski ada ketakutan dalam hatinya, memilih suka meski terkadang terselip perasaan benci dan dengan ringan mengatakan “ya” meski isteri dan anaknya tak jarang “mengajukan banding” kepada dirinya bahkan mereka.

Sudah gamblang, bagi kita sebagai dai, setiap putusan oleh orang-orang sholeh yang tergabung dalam sebuah majelis untuk bermusyawarah itu hasilnya tidak pernah membuat menyesal, itu mutlak. Pada tingkatan ini ketaatan bukan lagi pada hiasan ihsan verbal saja melainkan sudah menjadi life style.

Karena setidaknya dengan mendelegasikan kata “bahagia” sudah bisa mewakili rasa senang ketika bisa menjalankan amanah. Meski sebelumnya muncul persoalan penyebab keragu-raguan. Biasanya, yang paling mendominasi adalah rasa ketidakmampuan.

Kalau rasa ketidakmampuan ini yang muncul dibarengi kepasrahan yang total kepada Allah, itu berindikasi baik. Ini indikasi kerberhasilan menjalankan amanah, setidaknya akan melibatkan Sang Khalik dalam setiap kebijakannya.

Memang, akan sangat berbeda kalau sejak awal ada kepasrahan yang total. Yakin betul kalau di setiap detil amanah yang diemban bersamaan ada hiburan yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan sebagai bonus. Lalu, kenapa musti ragu?

Keyakinan mahal yang selalu diberikan hampir di setiap event baik wilayah maupun skala nasional adalah keyakinan tentang kepasrahan yang totalitas. Mengikut skenario besar yang “disutradarai” oleh Sang Maha Pengatur.

Kemudian, indikator keberhasilan bisa dilihat pada harga pasnya kader saat menerima amanah tanpa mengajukan beberapa pertanyaan kecil seputar pribadi; Mata pencarian, pendidikan anaknya, status kepegawaian di pemerintah dan sejenisnya. Karena sesungguhnya sosok kader yang taat selalu diliputi kebahagiaan, dewasa dalam berpikir dan piawai menyiasati keadan.

Bisa memainkan semua kondisi menjadi pendukung untuk kader selalu tampil menarik di hadapan umat meski sedari pagi belum ada sesuatupun yang mengisi lambungnya.

Tetap tegar dengan berbagai suasana keumatan, dengan 35 orang yang ia bina terdapat 35 juga keinginan yang berbeda namun mampu disatukan dalam sebuah persepsi yakni ketaatan dan bersabar dalam kebenaran-Nya. Wallahu a’lam bishshowab.

________________
ABU UMAR BASYA, penulis adalah Pimpinan Daerah (PD) Hidayatullah Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Gandeng Hidayatullah, Pemkab Mateng Harap Wilayahya Makin Relijius

Masjid Salabose, masjid bersejarah di Sulbar
Masjid Salabose, masjid bersejarah di Sulbar

HIDORID — Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, menggandeng ormas Hidayatullah dalam rangka pembangunan sumber daya manusia (SDM) dari aspek moral dan kemandirian di wilayah itu. Hal itu ditandai dengan digelarnya kerja bakti unsur Muspika setempat dengan kader Hidayatullah membersihkan masjid di komplek kantor bupati.

Pada hari Kamis (10/10) pagi lalu berkumpul pengurus wilayah dan daerah Hidayatullah Sulbar beserta bupati dan beberapa warga setempat bekerja bakti di pekarangan dan ruang masjid yang hingga kini belum diberikan nama itu.

“Saya suka suasana seperti ini, antara warga dan pemerintahnya tidak berjarak lagi untuk saling terbuka,” ucap Bupati Mateng Dr. Junda Maulana, M.Si di sela-sela rehat kerja bakti.

Kedatangan bupati dari rumah jabatannya menuju masjid hanya menggunakan sepeda tanpa ada pengawalan yang menandakan adanya keprotokolan resmi. “Justru kondisi (resmi formal) itulah yang akan membatasai inspirasi warga kepada saya,” ujarnya.

Pada sore harinya, rombongan PW Hidayatullah Sulbar dipimpin ketuanya, Abu Bakar Muis, bergerak menuju kampus Tobadak 7 tepatnya di lokasi Transmigrasi Swadaya Mandiri (TSM) Hidayatullah dan disambut hangat Ustadz Mursalin selaku kepala kampus dengan hidangan ikan gabus dan lele bakarnya.

Dalam kunjungan itu, setelah shalat shubuh Abu Bakar Muis memberikan arahan di depan warga Hidayatullah Tobadak 7.
“Berbahagialah kita yuang masih konsisten dengan pilihan tetap bertahan di (kampus) ini, tidak sekedar bertani saja melainkan bisa menjalankan nilai-nilai agama secara kontinyu dan tenang,” pesannya.

“Kebersamaan dalam menjadikan masjid sebagai sentral pembentukan karakter adalah ciri daerah yang dibangun secara cerdas, mujahadah ini harus dibangun secara sinergis,” demikian pidato khutbah jumat yang disampaikan Ustadz Abu Bakar Muis di depan bupati dan seluruh jajaran pemkab Mateng di masjid dekat rumah jabatan bupati Mateng.

Mengaminkan khatib, dalam sambutan setelahnya di tempat yang sama Dr. Junda Maulana, M.Si menyampaikan dengan difungsikannya kembali masjid, “Saya berharap dakwah Hidayatullah dan kebijakan Pemkab Mateng ini akan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat”.

Dua pekan sebelumnya PD Hidayatullah Mateng sudah bersepakat dengan bupati Mateng Dr. Junda Maulana, M.Si. untuk kerja bakti bersama di masjid dekat rumah jabatan bupati yang nampak tak terawat itu.

Ustadz Abu Bakar Muis yang baru usai mengikuti Dauroh Murabbi Wustho yang diselenggarakan di Depok, Jawa Barat, sejatinya bisa singgah di rumah istirahat lalu menyelesaikan tugas-tugas organisasi lain yang menumpuk selama ditinggalkan selama mengikuti acara tersebut. Namun karena momentum silaturrahim tersebut, bersua dengan keluarga ia kesampingkan dulu.

“Justeru tidak sempat singgah di kampus Salutalawar, Mamuju. Tapi tidak apa-apa moga sehatnya di perjalanan,” hiburnya.
Laporan wartawan Hidayatullah.or.id di Sulbar, Muhammad Bashori

Jelajah Dakwah Islam di Pulau Mentawai

0

[youtube width=”600″ height=”450″ src=”ZQntufc1hko”][/youtube]

Melalui BMH Terbarkan Rahmat Berdayakan Umat

0

[youtube width=”600″ height=”450″ src=”BQvjg5HEPCc”][/youtube]

BLPH Bantu Individu dan Korporasi untuk Terus Berinovasi

blph ilustrasiHIDORID — Dalam rangka memenuhi kebutuhan akan jasa Pemeriksaan psikologis khususnya bagi siswa di Sekolah dan juga masyarakat secara umum, Pesantren Hidayatullah Surabaya, Jawa Timur, mendirikan lembaga konsultan psikologi bernama Biro Layanan Psikologi Hidayatullah (BLPH).

Diantara layanan yang diberikan BLPH adalah mengidentifikasi dengan baik adanya perbedaan potensi secara proporsional (multiple intelligence bukan mono intelligence), mencari dan memberikan informasi penyebab kesulitan belajar, kesulitan penyesuaian diri yang mungkin dialami oleh anak.

Menurut Ketua BLPH Muhammad Khoirur Rozikin, S.Psi, dari upaya identifikasi yang dilakukan lalu kemudian dilakukan arahan terhadap minat dan mengembangkan bakat-bakat yang dimiliki anak, sehingga memudahkan guru dalam mengarahkan, membimbing anak untuk menekuni bidang pembelajaran yang sesuai dengan potensi yang dimiliki, karena tidak semua anak mampu menguasai semua bidang studi dengan baik.

“Kami juga membuka jasa pemeriksaan psikologis bagi kayawan di industri dan organisasi kegiatan pemeriksaan psikologis bagi karyawan,” kata Rozikin belum lama ini.

Pemeriksaan terhadap psikologi karyawan, kata dia, akan membantu organisasi untuk melakukan seleksi, dengan memilih individu-individu yang memenuhi persyaratan psikologis tertentu sesuai dengan tuntutan deskripsi pekerjaan (job description) dan menempatkan karyawan pada bidang tugas yang sesuai dengan potensi kemampuan yang dimilikinya.

Selain itu, juga dalam rangka menggali potensi karyawan secara individual dalam kaitannya dengan penempatan, mutasi, pelatihan, dan pengembangan karyawan.

Saat ini BLPH juga telah melayani jasa pelatihan (training) pengembangan diri yang meliputi training pengembangan kemampuan diri seperti aspek knowledge yang meliputi kegiatan transfer pengetahuan melalui kegiatan seperti seminar dan workshop, pengembangan kompetensi seperti communication skill, postur and gestur skill, dan aspek Ability yang mencakup team building, stress management, leadership training, achievement motivation training, dan characther building.

BLPH adalah salah satu lembaga yang bergerak di bidang jasa pelayanan psikologi di bawah naungan Yayasan Pondok Pesanten Hidayatullah Surabaya. BLPH dilaunching pada tanggal 14 Februari 2010 lalu oleh Walikota Surabaya Bambang Dwi Hartono dan Ketua Pesantren Hidayatullah Surabaya Ustadz H. Miftakhudin, M.Si.

Biro Layanan Psikologi Hidayatullah memiliki fokus tujuan dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang digawangi para pakar yang handal di bidangnya. Dengan mengetahui potensi dan karakter seseorang merupakan faktor kunci dalam pengembangan Sumber Daya Manusia tersebut.

Pengetahuan akan psikologi ini, jelas Rozikin, akan sangat membantu dalam menempatkan dan mengembangkan individu sesuai dengan potensi yang dimilikinya untuk memenuhi tuntutan ”The right man in the right place”. 

“Semoga ilmu dan pelayanan psikologi yang sangat dibutuhkan oleh semua pihak ini dapat berguna bagi semua individu agar dapat menikmati hidup yang indah ini dan bermanfaat bagi diri dan lingkungannya,” tandas Rozikin. (ybh/hio)

 

[DOWNLOAD] Naskah Khutbah Idul Adha 1434 Hijriyah

0

DSC02818HIDORID — Berikut ini naskah khutbah Idul Adha 1434 Hijriyah rilis PP Hidayatullah yang ditulis oleh Ketua Dewan Syura Ustadz Hamim Thohari. Semoga bermanfaat dan dapat dimanfaatkan seluas-luasnya kaum muslimin. Selain dalam format Microsoft Word, file juga dibuat dalam bentuk PDF, sehingga pastikan di komputer anda telah terinstal aplikasi “Acrobat Reader” untuk dapat membaca file. Terima kasih.

_______________

DOWNLOAD (Versi Acrobat Reader/Pdf)
DOWNLOAD (Versi Microsoft Word)

 

Indonesia Diyakini Sebagai Pusat Kebangkitan Dunia Islam

0
Ketum PP Hidayatullah Abdul Mannan
Ketum PP Hidayatullah Abdul Mannan

HIDORID — Ketua Umum (Ketum) PP Hidayatullah Dr Abdul Mannan, mengatakan beberapa tahun ke depan, Indonesia akan menjadi pusat kebangkitan Islam di dunia. Hal ini, menurutnya, ditandai dengan menurunnya pengiriman pelajar oleh seluruh negara Islam ke Timur Tengah.

Menurut beliau, saat ini telah banyak pelajar dari luar negeri yang dikirim belajar ke Indonesia. Sehingga diharapkan, Hidayatullah dengan bidang amal usahanya di bidang pendidikan mampu menjadi tujuan para penuntut ilmu tersebut.

“Maka Hidayatullah harus banyak-banyak (melahirkan) ulama,” harapnya optimis di depan puluhan peserta dauroh.

Seruan tersebut disampaikan Ustadz Abdul Mannan saat menutup Dauroh Murobbi Wustho Nasional di Aula Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah, Kalimulya, Depok, Jawa Barat, baru-baru ini, Sabtu (05/10/2013) lalu.

Saat ini, menurut Ustadz Abdul Mannan, di segala aspek kehidupan selalu terjadi perubahan sebab itu sudah merupakan keniscayaan yang tak dapat dielakkan. Sehingga beliau menimbau segenap pemangku amanah di Hidayatullah untuk terus mempersiapkan kader-kader pelanjutnya dalam rangka regenerasi mengemban amanah dakwah di tengah masyarakat.

Lebih dari itu, Mannan juga berharap para kadernya mampu menjadi pemimpin di tengah-tengah umat. Untuk menggapai itu, para kader Hidayatullah harus terus menerus menuntut ilmu.

“Belajar itu lelah dan melelahkan. Jangan berhenti belajar,” serunya seraya meminta para kadernya terus berperan aktif membangun silaturrahim dan menjalin komunikasi yang baik dengan lembaga dan ormas keislaman lainnya khususnya dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di daerah-daerah sebagai hilir rujukan umat. Hal ini guna menyongsong kebangkitan Indonesia di masa mendatang.

Dauroh Murobbi Wustho Nasional ini dihadiri puluhan peserta dari seluruh Indonesia digelar Departemen Pengkaderan dan Pembinaan Pimpinan Pusat (PP) Hidayatullah bekerjasama dengan Hidayatullah Training Center (HiTC). Salah satu tujuan kegiatan ini guna memperkokoh ketahanan masyarakat dan bangsa Indonesia. (skr aljihad)