Beranda blog Halaman 674

Walikota Resmikan Pesantren Tahfidz Hidayatullah Cirebon

 Walikota Cirebon Drs H Ano Sutrisno MM meresmikan Pesantren Tahfidz Putri Hidayatullah Cirebon / IAZ
Walikota Cirebon Drs H Ano Sutrisno MM meresmikan Pesantren Tahfidz Putri Hidayatullah Cirebon / IAZ

Hidayatullah.or.id -– Berrtempat di Masjid Al-Ikhlas, Komplek Yayasan Pondok Pesantren Manarussalam Hidayatullah Cirebon, Walikota Cirebon, Drs. H. Ano Sutrisno, MM, meresmikan Pesantren Tahfizul Qur’an Khusus Putri belum lama ini.

Peresmian Pesanttren Manarussalam yang ditandatangani WaliKota Cirebon ini dikhususkan untuk para santri putri tingkat SMP, atau lulusan SD dan sederajat.

Walikota Cirebon Ano Sutrisno yang dididampingi sejumlah pejabat setempat beserta perangkat wilayah seperti Camat Kesambi Subrata, S.Sos, Lurah Karyamulya Tarmat Wijaya, dan Ketua RW Kalikebat, menyampaikan apreasiasi terhadap Hidayatullah atas kegiatan yang dilakukan di kota udang ini.

“Insya Allah Pemerintah Kota Cirebon akan terus membantu program–program yang diangkat oleh Hidayatullah, supaya lebih banyak lagi masyarakat yang merasakan manfaatnya. Terutama mereka dari kalangan kurang mampu yang tinggal di pelosok desa,” kata Ano Sutrisno dalam sambutan peresmiannya.

Sementara itu, panitia pelaksana peresmian yang juga salah pengurus Pesantren Hidayatullah Cirebon, Ismail Abu Zahfa, di kesempatan yang sama menerangkan bahwa banyak hal yang dapat dikembangkan di pesantren ini ke depannya.

Di pesantren tahfidz khusus wanita ini, jelas dia, selain santri dibekali pada pemahaman agama Islam yang konfrehensif setiap saat seperti ilmu Al Qut’an, para santriwati juga akan dibekali keterampilan atau skil lapangan seperti kemampuan menjahit, tata boga, dan kompetensi-kompetensi lain yang berhubungan dengan dunia kewanitaan.

“Hal ini dimaksudkan agar nantinya Pesantren Tahfidz akan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap pakai,” ujar Ismail.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Islam Manarussalam Ustadz Suhano, S.Pd.I. menjelaskan, para santri bersekolah di pesantren ini akan diberikan beasiswa penuh khususnya bagi mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu dan dhuafa’.

“Alhamdulillah Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) Cirebon siap untuk membantunya,” tandas Suhano. (jul/hio)

Hidayatullah Surabaya Tentukan Kelulusan dengan Hafalan Al Qu’ran

Murid SMP Lukmanul Hakim Pesantren Hidayatullah Surabaya menghafal Al Qur'an / IST
Murid SMP Lukmanul Hakim Pesantren Hidayatullah Surabaya menghafal Al Qur’an / IST

Hidayatullah.or.id — SMP Integral Hidayatullah Surabaya menentukan kenaikan kelas dari kelas 1, 2, dan 3 hingga kelulusan untuk siswa kelas 3 dengan hafalan Al Quran hingga 8 (delapan) juz.

“Karena itu, ketika siswa kelas tiga sedang menuntaskan soal Ujian Nasional (UN), maka siswa kelas satu dan dua bukan libur, melainkan melaksanakan kewajiban setor hafalan sebagai syarat kenaikan kelas,” kata guru Pesantren Hidayatullah Surabaya, Baihaqi, Kamis.

Untuk siswa kelas 3 yang sedang UN pun akan sama, yakni mereka harus menyetorkan hafalan juga, bahkan mereka harus menuntaskan hafalan hingga delapan juz untuk lulus dari sekolah itu.

Sejak pelaksanaan UN SMP pada 5-8 Mei, para siswa kelas 1 dan 2 sudah terlihat memakai sarung dan songkok atau peci di masjid sekolah itu untuk antre setor hafalan sejak pagi.

Puluhan siswa komat-komit sambil memegang Al Qur’an di tangan. Ada yang tampak serius, ada juga yang santai. Ada yang menghafal di teras masjid, ada pula yang terlihat memojok di ruang masjid mencari tempat sepi agar tidak terganggu.

Misalnya Maulana Wirayudha yang mencari tempat di dekat mimbar. Ia mengatakan mencari tempat yang sepi biar hafalan cepat masuk. “Di teras masjid bising,” ucap siswa yang sedang fokus menghafal juz 29.

Menurut dia, sejak masuk sekolah itu, dirinya sudah mulai menghafal. “Insya-Allah nanti lulus dari sekolah, saya tidak hanya hafal delapan juz tapi 30 juz,” katanya penuh harap.

Lain halnya dengan Izzudien Refie yang menyetor hafalan juz 29 dan 30. “Sudah seminggu lebih, saya muraja’ah (mengulang) hafalan, saya biasanya mengulang hafalan kalau pagi hari, soalnya lebih mudah masuk kalau pagi,” katanya.

Di hadapan penguji, Izzudin tampak lancar melafalkan hafalannya, namun beberapa ayat masih harus dibetulkan oleh penguji.

Secara terpisah, salah satu tim penguji, Fatihul Haq, mengatakan hafalan siswa sudah cukup banyak. “Hanya mungkin butuh pembetulan pada panjang-pendek dan cara melafalkan (mengeja) huruf,” katanya.

Menurut Fatih, tujuan kegiatan itu untuk membekali anak dalam kehidupan sehari-hari. “Juga, kehidupan selanjutnya selepas lulus dari sekolah ini. Pergaulan di luar tidak terkontrol, maka kami meminimalkan dengan model pembelajaran seperti ini,” katanya.

Ia menambahkan lulus di sekolah Hidayatullah tidak hanya dilihat dari nilai akademik, tapi juga dilihat dari nilai akhlak. “Cara menilai akhlak ya dari bagaimana hafalan Al Quran anak dan penerapannya,” katanya.

Pola pendidikan itu sudah lama menerapkan sistem yang diterapkan dalam Kurikulum 2013 untuk menguji kompetensi siswa dalam tiga kompetensi yakni sikap, keterampilan, dan pengetahuan. (hio/ybh)

Ormas Islam Minta Media Hormati Kekhususan Aceh

0
Seorang terdakwa pelaku khalwat dihukum cambuk di Kabupaten Acah / ANTARA FOTO
Seorang terdakwa pelaku khalwat dihukum cambuk di Kabupaten Acah / ANTARA FOTO

Hidayatullah.or.id -– Sejumlah Ormas Islam termasuk meminta media, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan masyarakat internasional agar menghormati kekhususan Aceh di bidang pelaksanaan serta penerapan Syariat Islam secara menyeluruh (kaffah) di provinsi itu.

“Masyarakat Aceh bahagia dengan penerapan Syariat Islam. Karena itu jangan perkeruh suasana penerapan Syariah Islam dengan cara memberikan komentar miring di media,” kata juru bicara Ormas Islam Mustafa Husen Wolya, belum lama ini (8/5/2014).

Hal tersebut disampaikan menanggapi sorotan berbagai pihak melalui media terkait pemberian hukuman cambuk terhadap pasangan yang melanggar Syariat Islam di Desa Lhokbani, Kota Langsa, Aceh.

Harapan tersebut disampaikan sejumlah Ormas Islam seperti Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI), Front Pembela Islam (FPI), Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Gema Aneuk Muda Nanggro Aceh (GAMNA), Majelis Intelektual Ulama dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI).

Kemudian Rabithah Taliban Aceh (RTA), Ikatan Penulis Santri Aceh (IPSA), Nahdatul Ulama (NU) Aceh, Hidayatullah, Inshafuddin, Arimatea, serta Perti Aceh.

“Komentar berbagai pihak, terutama oleh pihak asing di media itu sebenarnya mereka tidak mengerti duduk perkara dengan mengusik kebahagian rakyat Aceh,” kata Mustafa.

Ia menjelaskan, sebenarnya penanganan kasus oleh Dinas Syariat Islam Kota Langsa terkait seorang janda di Lhokbani itu sudah tepat dan sesuai prosudur karena kasus tersebut mesti dipisahkan.

Pertama, Mustafa menjelaskan kasus perzinahan dan kedua kasus kriminal. Jadi, kasus perzinahan dikenakan sanksi hukum sesuai Syariat Islam yang berlaku di Aceh. Sementara kasus pemerkosaan dikenakan sanksi kriminal dan prosesnya di kepolisian.

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa Ibrahim Latief juga telah menjelaskan, kasus perzinahan dan pemerkosaan dibagi dalam dua kasus terpisah. Untuk pemerkosaan, ditangani oleh polisi karena merupakan tindak pidana.

Sementara wanita yang menjadi korban pemerkosaan akan dicambuk bukan karena diperkosa, tapi karena kasus perzinahan sebelumnya dengan laki-laki yang bukan suaminya, sesuai Qanun Aceh Nomor 14/2003 tentang Khalwat dan Mesum.

Mustafa juga mengatakan, akhir-akhir ini banyak pihak yang mencari-cari kesalahan dan kelemahan secara masif terhadap penerapan syariat Islam di Aceh, dan hingga kini belum berhenti. Bahkan, semakin liar namun terorganisir secara sistematis. (hio/ybh)

Hidayatullah Manokwari Bhakti Pemasyarakatan ke-50 Tahun

Upacara Memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-50 Tahun 2014 di Manokwari / BTPAP
Upacara Memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-50 Tahun 2014 di Manokwari / BTPAP

Hidayatullah.or.id –  Hidayatullah mengikuti upacara peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-50 yang jatuh pada dua pekan lalu (27/4/2014) dilaksanakan di Halaman Balai Pemasyarakatan Klas I Manokwari. Pelaksanaan upacara tersebut diikuti oleh UPT jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua Barat se-Kota Manokwari.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua Barat, Ilham Djaya, SH., M.Pd bertindak sebagai Inspektur Upacara yang dihadiri oleh beberapa tamu undangan yakni perwakilan dari Gubernur, Bupati, Kompi C Yoniv 752, Kodim 1703, TNI-AL Fasarkan, Kejaksaan Negeri, Kanwil Kementerian Agama, Biro Hukum Provinsi Papua Barat, Pemberdayaan Perempuan dan Pesantren Hidayatullah Manokwari.

Pelaksanaan upacara tersebut diawali dengan yel-yel pemasyarakatan dan pembacaan sejarah singkat sistem pemasyarakatan di Indonesia yang dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi Stop Pungutan Liar (Pungli) dan penyematan pin Stop Pungutan Liar (Pungli) sekaligus pemberian Cuti Bersyarat/CB bagi 7 (tujuh) orang Warga Binaan Pemasyarakatan pada Lapas Klas IIB Manokwari.

Amanat Inspektur Upacara yang juga sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua Barat, membaca sambutan Menteri Hukum dan HAM RI yang intinya adalah mengajak seluruh jajaran pemasyarakatan untuk mengevaluasi dan mereflleksi upaya apa saja yang telah dilakukan dalam rangka meningkatkan kinerja pemasyarakatan untuk menyadarkan Warga Binaan Pemasyarakatan menjadi warga masyarakat yang baik.

Ilham Djaya menghimbau agar seluruh jajaran pemasyarakatan tetap memiliki semangat untuk bekerja dengan penuh dedikasi, memiliki komitmen untuk menjaga integritas moral dan memiliki keyakinan untuk membangun Pemasyarakatan yang lebih baik.

“Tetaplah menjadi pelayan masyarakat yang mempunyai semangat mengabdi dengan tulus dan ikhlas kepada bangsa dan negara,” lanjutnya.

Warga Binaan yang hadir dalam upacara tersebut menjajakan hasil pokja WBP Lapas Manokwari berupa krupuk ikan tenggiri kepada para tamu undangan di akhir kegiatan tersebut. Pesantren Hidayatullah Manokwari menjadi mitra pemerintah dan instansi terkait dalam rangka pendidikan dan pembinaan kerohanian lapas. (hum/hio)

Guru Besar Unibraw Dorong Hidayatullah Bangun Budaya Mencatat

Ketua STIE Hidayatullah, Dr Abdul Mannan, MM, berjabat tangan dengan salah satu tim asesor dari BAN-PT / HDD
Ketua STIE Hidayatullah, Dr Abdul Mannan, MM, berjabat tangan dengan salah satu tim asesor dari BAN-PT / HDD

Hidayatullah.or.id — Guru besar Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, Jawa Timur, Prof. Dr. Agus Suman, SE., DEA, mendorong Hidayatullah untuk memperhatikan dokumentasi dengan dimulai membangun budaya menulis atau mencatat. Sebab menurutnya, budaya Indonesia umumnya masih terpasung pada budaya bertutur, sementara budaya menulis tidak terbangun.

Hal itu disampaikan Profesor Agus Suman saat berkunjung ke Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah, Kota Depok, Jawa Barat, sekaligus menjadi tim asesor Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (STIEHID) Depok, baru baru ini.

Agus menilai, Hidayatullah sebagai ormas besar dengan berbagai program keummatan, harus selalu aktif mencatat dan mendokumentasikan segala hal yang berkaitan dengan perjalanannya karena data tersebut akan sangat dibutuhkan di masa mendatang.

“Seperti program KKN (praktik kerja lapangan) yang dilakukan mahasiswa STIE Hidayatullah selama delapan bulan di masjid-masjid, ini saya pikir sangat luar biasa dan baru satu-satunya. Tapi sayang sekali itu tidak didokumentasikan, tidak ditulis,” katanya di Depok.

Agus menilai metode pendidikan yang diterapkan STIE Hidayatullah dengan menerapkan beasiswa penuh (full board) serta ikatan dinas jaminan kerja setelah lulus, merupakan terobosan STIE Hidayatullah yang patut diapresiasi.

“Kalau dikatakan sempurna, tidak, tapi terus terang ini sangat baik sekali. Karena kesempurnaan itu hanya punya pemilik-Nya,” pungkas dia.

Sementara itu Ketua STIE Hidayatullah, DR. Abdul Mannan, SE, MM dalam sambutannya menjelaskan sejarah Hidayatullah dan STIE Hidayatullah Depok. Beliau menyampaikan terimaksih yang sedalam-dalamnya kepada tim asesor BAN-PT yang telah datang mengunjungi Kampus STIE Hidayatullah.

Tim asesor yang diwakili Profesor Agus di kesempatan tersebut menjelaskan maksud dan tujuan dalam mengkonfirmasi borang akreditas yang sudah disampaikan STIE Hidayatullah kepada BAN-PT, apakah sesuai atau tidak.

“Karena, bisa jadi, antara hasil “potret” dan realita berbeda. Potret yang lebih bagus atau rialita. oleh karena itu, kami mohon dibantu. Itulah yang akan kami konfirmasi,” katanya.

Acara visitasi BAN-PT dalam rangka akreditasi Prodi Manajemen STIE Hidayatullah dengan tim asesor Prof. Dr. Agus Suman dan Dr. Hasyim, SE.MM. Visitasi ini berlangsung tanggal 8-9 Mei 2014. Semoga dengan adanya visitasi, menjadikan STIE Hidayatullah Depok, khususnya Prodi Manajemen lebih baik. (hio/ybh)

Hidayatullah Jawa Tengah Gelar Diklat Marhalah Guru

Hidayatullah Jawa Tengar gelar Diklat Marhalah untuk guru selama 9 hari di Kampus Hidayatullah Purwodadi / ACHMAD BASHORHI
Hidayatullah Jawa Tengar gelar Diklat Marhalah untuk guru selama 9 hari di Kampus Hidayatullah Purwodadi / ACHMAD BASHORHI

Hidayatullah.or.id — Departemen Pendidikan Pimpinan Wilayah (PW) Hidayatullah Jawa Tengah – Daerah Istimewa Yogyakarya (Jateng/DIY) mengadakan acara Marhalah Ula dan Diklat Guru Profesional dengan tema” Selamatkan Generasi Masa Depan dengan Pendidikan Berbasis Tauhid”.

Acara ini berlangsung selama 9 hari dimulai semenjak tanggal 19 sampai 27 April 2014 lalu. Acara yang bertempat di Kampus Hidayatullah Purwodadi ini dihadiri sedikitnya 40 orang peserta dengan menghadirkan narasumber pengurus PW Hidayatullah Jateng Sunoto Ahmad, M.Pd, praktisi pendidikan Ustadz Subur, Ustadz Suwarno dan tim pendidikan gabungan PW Hidayatullah Jateng dan DIY.

Sunoto Ahmad dalam sambutannya saat membuka acara mengatakan generasi muda hari ini menghadapi tantangan zaman yang semakin berat. Belum lagi hal itu ditambah dengan massifnya lalu lintas informasi yang loss control. Sehingga anak-anak usia dini sekalipun dengan mudah dapat terpapar berbagai pengaruh negatif informasi.

“Tidak ada yang bisa kita harapkan untuk membendung pengaruh negatif informasi selain menanamkan pendidikan moral. Pendidikan moral yang berbasis pada pemahaman Tauhid yang benar. Ini bukan hanya tantangan bagi orangtua, tapi juga harus dipikul oleh guru-guru di sekolah,” kata Sunoto.

Berangkat dari keprihatinan maraknya kekerasan terhadap anak, Sunoto memandang kegiatan diklat semacam ini perlu terus digalakkan. Apalahi meningat menyelamatkan generasi masa depan merupakan kewajiban negara, maka sudah sepantasnya negara selalu hadir dan mendukung upaya penyelematan tersebut.

Menurut Sunoto, sudah waktunya pendidikan berbasis Tauhid semakin digencarkan dan semakin terkonseptualisasi agar menjadi sistem pendidikan arus utama. Bangsa tidak boleh lagi mengesampingkan metode pengajaran yang menitikberatkan pendidikan pada aspek-aspek spiritual dan emosional murid.
Kalau hanya pada berpacu pada kemajuan kecerdasan otak, sementara Tauhid dipinggirkan, maka peserta didik dikhawatirkan semakin jauh dari jatidirinya sebagai manusia beradab. /*Achmad Bashori

Remaja dan Mahasiswi Ikuti TSR Annisa Samarinda

Sejumlah remaja muslimah dan mahasiswi berfoto bersama usai acara / DOKPRI
Sejumlah remaja muslimah dan mahasiswi berfoto bersama usai acara / DOKPRI

Hidayatullah.or.id — Lembaga otonom Muslimat Hidayatullah (MUshida) yang membidangi remaja dan mahasiswa, Annisa Hidayatullah Cabang Samarinda, menggelar kegiatan training motivasi dan kepemimpinan bertajuk “SNW, One Stop for Better Life Fiid Dunya Wa Akhirah” di Samarinda, belum lama ini.

Acara semarak yang berlangsung pada tanggal 3-4 Mei ini merupakan rangkaian kegiatan Training Superlife Revolution (TSR) Annisa Hidayatullah yang dihadiri kurang lebih 100 remaja muslimah dan mahasiswi dari berbagai aktifis kampus maupun sekolah di antaranya yaitu siswi dari SMA 10 Melati Samarinda, mahasiswi Ma’had Hasan bin Ali, Mahasiswi STAIN Samarinda, Mahasiswi Ponpes Al-Fajr, Mahasiswi PonPes Uswatun Hasanah, serta Mahasiswi Universitas Mulawarman (Unmul).

Agenda ini merupakan program kerja Go to Campus tahunan yang dilaksanakan oleh Annisa Hidayatullah Samarinda. Pada periode kepengurusan tahun 2012/2013 juga telah dilaksanakan Seminar ANNISA yang dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta secara gratis di Aula Rumah Jabatan Walikota Samarinda.

Kali ini acara TSR hanya dilaksanakan di dalam lingkungan Pesantren Hidayatullah Samarinda dengan tujuan untuk mengenalkan lebih dekat kepada para aktifis muda muslimah mengenai Hidayatullah secara umum dan Hidayatullah Cabang Samarinda secara khususnya.

Acara TSR ini digelar Annisa bekerja sama dengan Tim TSR Samarinda yang didukung oleh beberapa instansi diantaranya MUSHIDA, PD Hidayatullah Samarinda, dan Laznas BMH Cabanang Samarinda serta beberapa simpatisan yang telah membantu acara ini sehingga dapat terlaksana dengan lancar dan sukses.

Meksi Annisa Hidayatullah Kaltim masih sangat belia dan terhitung baru 2 tahun ini dikukuhkan, namun mereka dapat secara reguler menggelar program kerja Go to Campus tahunan ini meskipun diakui merupakan sesuatu yang tidak mudah untuk dilakukan.

“ANNISA Samarinda memilih untuk terus berlatih mewujudkan impian “ANNISA go to campus” yang nantinya tidak kalah saing dengan lembaga-lembaga dakwah kampus yang telah ada sebelumnya,” kata Ketua Annisa Hidayatullah Kalimantan Timur, Ulinnuha Hammamiyah, kepada Hidayatullah.or.id, ditulis Selasa (06/05/2014).

Ulinnuha menambahkan, jika kita menolong agama Allah maka Allah akan membalasnya dengan sesuatu hal yang tak terduga. Kalimat itulah yang kemudian menjadi pegangan bagi dia dan pengurus Annisa lainnya sehingga keluhan mengenai kesibukan tugas kampus yang menumpuk bukan lagi menjadi alasan untuk tidak dapat melaksanakan program kerja Go to Campus ini.

“Kita ditakdirkan untuk menjadi mahasiwi bukan berarti kita menjadi mahasiswi yang bermental Kupu-kupu (Kuliah Pulang-Kuliah Pulang), tetapi tetap berupaya menjadi mahasiswi yang selalu belajar dan mengasah skill agar menjadi pribadi yang bermanfaat bagi ummat,” kata wanita mahasiswi FMIPA Kimia Universitas Mulawarman yang komitmen mengenakan hijab cadar ini.

Ulinnuha mengingatkan, kalau seorang mahasiswi hanya menjadi mahasiswi yang bermental kupu-kupu yang enggan memikirkan dan berbuat untuk dakwah dan kepentingan umat, maka apa bedanya kita dengan anak SD yang memang masanya seperti itu.

Mental kupu-kupu yang dimaksud Ulinnuha hanyalah semata sebagai motivasi bagi mereka. Selentingan itu kerap digunakan sebagai cemeti bagi pihaknya untuk terus aktif berkegiatan dan melakukan aktifitas yang bermanfaat secara luas dan berkesinambungan dalam rangka dakwah di jalan-Nya.

“Itulah gambaran kalimat yang sering dilontarkan saat beberapa ANNISA terlihat kehilangan semangatnya dalam berorganisasi dan berdakwah khususnya di ANNISA,” pungkas Ulinnuha. (hio/ybh)

Rekor MURI BMH: Bantuan Fasilitas Sekolah Terbanyak Serentak Se-Indonesia

0
Penyerahan bantuan sekolah di Madrasah Ibtida’iyah Nurul Islam di Kampung Kedung Waringin RT 02/04 Desa Kedung Waringin, Bojonggede, Kabupaten Bogor / JALES
Penyerahan bantuan sekolah di Madrasah Ibtida’iyah Nurul Islam di Kampung Kedung Waringin RT 02/04 Desa Kedung Waringin, Bojonggede, Kabupaten Bogor / JALES

Hidayatullah.or.id — Sebagai wujud kepedulian terhadap persoalan pendidikan, Lembaga AMil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) menggelar Program Senyum Anak Indonesia. Program ini diwujudkan dengan pemberian Beasiswa Berkah, bantuan fasilitas pendidikan hingga pendirian sekolah dan pesantren gratis di seluruh Indonesia.

Khusus pada hari pendidikan tanggal 2 Mei 2014 lalu, BMH menggelar pembagian tas sekolah dan paket alat tulis untuk anak-anak dari keluarga yang tidak mampu. Even ini diganjar rekor MURI sebagai even nasional dengan pembagian peralatan sekolah terbanyak dan serentak seluruh Indonesia, Jum’at (02/5) lalu.

Acara pembagian tas sekolah dan alat tulis yang dilakukan bersamaan dengan hari Pendidikan ini, menyalurkan sebanyak 10.000 tas sekolah dan alat tulis pada siswa di sekolah-sekolah terpilih di seluruh Indonesia. Tim BMH sebelumnya telah melakukan pendataan pada sekolah dan siswa yang tidak mampu untuk diberikan paket bantuan tersebut.

Tas dan alat tulis yang dibagikan merupakan kumpulan donasi yang terhimpun dari muzaki dan donatur yang peduli terhadap program Senyum Anak Indonesia. Tidak hanya individu yang turut membantu, tapi juga kelompok dan perusahaan turut menyalurkan donasinya untuk program ini.

“Alhamdulillah, semua donasi yang terhimpun adalah bagian dari kepedulian banyak pihak. Setidaknya, bantuan ini akan disalurkan serentak di 16 Provinsi dan 43 Kabupaten/Kota se-Indonesia pada 2 Mei ini,” ujar Marwan Mujahidin, selaku Direktur Operasional BMH.

Secara resmi acara ini akan dibuka oleh Direktur Utama BMH, Drs. Wahyu Rahman, MM yang berlokasi di Madrasah Ibtida’iyah Nurul Islam di Kampung Kedung Waringin RT 02/04 Desa Kedung Waringin, Bojonggede, Kabupaten Bogor, dihadiri oleh Tim MURI, pejabat pemerintahan dan LAZ Indonesia Power.

Pada hari yang sama juga serentak dilakukan di sekolah-sekolah yang teripilih diseluruh nusantara.** (bmh/hio)

PP Hidayatullah Gelar Rapat Pleno Tahun 2014

0

Baca berita terkait: Siaran Pers PP Hidayatullah Hadapi Pilpres 2014

[youtube width=”600″ height=”338″ src=”mwcPG4YsBvg”][/youtube]

Syabab Hidayatullah Dukung Kaltim Bangkit, Robianto Pimpin PW Sulsel

Musyawarah Wilayah Syabab Hidayatullah Kalimntan Timur / DOKHIDORID
Musyawarah Wilayah Syabab Hidayatullah Kalimntan Timur / DOKHIDORID
Musyawarah Wilayah Syabab Hidayatullah Kalimntan Timur / DOKHIDORID
Musyawarah Wilayah Syabab Hidayatullah Kalimntan Timur / DOKHIDORID
Penyampaian pada Musyawarah Wilayah Syabab Hidayatullah Sulsel / DOK
Penyampaian pada Musyawarah Wilayah Syabab Hidayatullah Sulsel / DOK

Hidayatullah.or.id — Syabab (pemuda) Hidayatullah Kalimantan Timur mendukung visi Kaltim Bangkit yang telah menjadi prioritas pemerintah provinsi sejak tahun lalu. Bentuk dukungan itu dilakukan diantaranya dengan mengintensifkan kiprah pemuda Hidayatullah dalam membina generasi muda di Kaltim khususnya pada aspek moral, kemandirian, dan budaya intelektual.

Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Hidayatullah Kalimantan Timur terpilih periode 2014-2016, Muslim Manshur Salbu, dalam keterangannya usai dikukuhkan  sebagai ketua wilayah terpilih di Balikpapan, Kaltim, Ahad (04/05/2014).

Sebagaimana diketahui, pemerintah provinsi Kaltim telah menetapkan visi Kaltim Bangkit 2013 dengan mengusung tiga agenda besar. Ketiga agenda besar tersebut yaitu menciptakan Kalimantan Timur yang aman, damai, dan didukung pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Kedua, mewujudkan ekonomi daerah yang berdaya saing dan pro rakyat, dan meningkatkan kualitas SDM dan kesejahteraan rakyat.

“Kaltim Bangkit dengan relijiusitas menjadi penting karena inilah hulu dari problematika bangsa yang seringkali menegasikan aspek moral. Karena kemampuan intelektual tanpa kecapakan moral adalah absurditas dari sebuah bangsa yang mengharapkan perubahan,” kata Muslim MS.

Menurut Muslim, Pemuda Hidayatullah Kaltim dengan seabreg programnya memiliki tugas berat untuk terus membangun sistem organisasi yang lebih solid. Sebab, kata dia, cakupan kerja Syabab Hidyatullah tentu tidak semata dalam lingkup organisasi yang menaunginya tapi juga adanya keharusan untuk berkiprah di tengah masyarakat secara luas dan berkesinambungan.

Untuk itu, tegas dia, Syabab Hidayatullah Kaltim memerlukan dukungan berbagai pihak agar berkemampuan melaksanakan setiap kewajiban dan tanggung jawabnya dengan baik.

“Amanah berat ini membutuhkan loyalitas dan kerja ikhlas, semoga kita semua mampu memikul amanah ini,” pungkas Muslim sambil berharap organisasi Pemuda Hidayatullah di Kaltim semakin eksis.

Musyawarah wilayah Syabab Hidayatullah Kalimantan Timur mengusung tema, “Transformasi Idealisme Gerakan Pemuda Menuju Kaltim Bermartabat” yang digelar selama 2 hari di Gedung Town House Hotel BDI Kota Balikpapan, Sabtu-Ahad (3-4/05/2014) lalu.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Syabab Hidayatullah Sulawesi Selatan juga menggelar Musyawarah Wilayah yang digelar pada tanggal 2 sampai 3 Mei 2014 di Makassar. Penutupan Muswil ini dihadiri oleh Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah, Naspi Arsyad.

Musyawarah Wilayah Syabab Hidayatullah Sulsel memutuskan Muhammad Robianto sebagai ketua terpilih Syabab Hidayatullah Wilayah Sulawesi Selatan untuk periode 2014-2016. (ybh/hio)