AdvertisementAdvertisement

Kepemimpinan Islam Adalah sebagai Amanah Pengabdian bagi Kemaslahatan Umat

Content Partner

BATAM (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Bidang Organisasi, Dr. Dudung Amadung Abdullah, menegaskan bahwa kepemimpinan dalam Islam merupakan bentuk pengabdian untuk memajukan umat, bangsa, dan peradaban Islam, dengan tujuan menghadirkan kemaslahatan sebagaimana hakikat turunnya Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Penegasan tersebut disampaikan saat ia membuka Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah Kepulauan Riau yang berlangsung di Aula Abdullah Said, Kampus Utama Pondok Pesantren Hidayatullah Batam, pada Sabtu, 19 Syaban 1447(7/2/2026).

Dalam arahannya, Dr. Dudung Amadung Abdullah menekankan pentingnya pengelolaan kader yang terencana dan terstruktur. Ia menyampaikan bahwa terdapat sejumlah persoalan yang kerap muncul dalam organisasi, di antaranya pengambilan keputusan yang tidak konsisten serta praktik penugasan yang tidak melalui mekanisme yang semestinya. Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian serius agar roda organisasi berjalan secara tertib dan efektif.

Dudung memaparkan tiga aspek utama yang perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan kader. Aspek pertama adalah mainstream organisasi, yaitu kemampuan mengelola arus utama gerak organisasi agar tetap berada pada tujuan yang jelas dan terarah. Ia menegaskan bahwa seluruh aktivitas organisasi harus berada dalam satu jalur strategis yang disepakati bersama, sehingga tidak terjadi fragmentasi arah maupun kebijakan.

Aspek kedua yang disampaikan adalah pemahaman terhadap sifat dan fungsi organisasi. Dr. Dudung menjelaskan bahwa organisasi perlu dipahami tidak hanya sebagai struktur formal, tetapi juga sebagai sistem yang memiliki peran sosial, dakwah, dan pendidikan dalam konteks yang lebih luas. Pemahaman ini dinilai penting agar setiap kader mampu menempatkan diri sesuai peran dan tanggung jawab yang diemban.

Aspek ketiga adalah pengenalan yang utuh terhadap Hidayatullah sebagai organisasi. Dalam hal ini, Dudung mengingatkan pentingnya merujuk pada sumber-sumber resmi organisasi, termasuk media internal seperti majalah Hidayatullah, untuk memahami visi, misi, serta garis perjuangan yang telah dirumuskan. Ia menegaskan bahwa pemahaman yang benar terhadap identitas organisasi akan menjadi landasan dalam menjalankan program dan aktivitas kader.

Selain itu, Dudung juga menyoroti kompetensi perilaku organisasi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kepemimpinan. Ia menekankan bahwa kemampuan mengelola organisasi tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga mencakup pengelolaan kader dan amal usaha secara simultan. Menurutnya, kepemimpinan menuntut kesiapan untuk mengelola sumber daya manusia dan institusi secara berimbang dalam kerangka organisasi.

Dalam penjelasannya, Dudung kembali menegaskan bahwa kepemimpinan dalam Islam harus dipahami sebagai amanah pengabdian. Amanah tersebut, menurutnya, diarahkan untuk memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan peradaban Islam, serta harus diwujudkan dalam kerja organisasi yang konsisten dan berkelanjutan.

Ia juga menyampaikan bahwa amanah kepemimpinan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, sehingga implementasinya harus tercermin dalam praktik organisasi sehari-hari. Penegasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai kepemimpinan Islam dalam struktur dan budaya kerja Hidayatullah.

Dia berharap, Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah Kepulauan Riau ini menjadi sarana penguatan pemahaman organisasi dan kaderisasi serta menyelaraskan arah gerak, tata kelola, dan penguatan sumber daya kader dalam menjalankan amanah dakwah dan pendidikan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Ramadhan dan Peningkatan Sumber Daya Manusia Terbaik

DALAM tiga dekade terakhir, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) telah bereskalasi menjadi isu sentral dan investasi strategis, baik...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img