AdvertisementAdvertisement

Kiprah Hidayatullah di Wilayah Tapal Kuda

Content Partner

Saat penulis mendapatkan tugas menjadi salah satu instruktur Daurah Marhalah Wustho di Probolinggo Jawa Timur, sudah terbersit keinginan untuk silaturahim ke teman-teman Hidayatullah di sekitar Probolinggo. Naik kereta dengan nama Pandalungan sudah menambah rasa penasaran, apa artinya Pandalungan? Ternyata perpaduan budaya Jawa dan Madura.

Atas izin Allah, penulis bersama ustadz Fuad Fahruddin Ketua Departemen Perkaderan di antar keliling silaturahim pada Ahad 25 siang hingga Selasa pagi 27 Oktober 2026, melihat dan sharing dengan teman-teman Hidayatullah di rayon Tapal kuda. Difasilitasi dan dibersamai pengurus DPW Jawa Timur yaitu ustadz Sholehah Departemen Pendidikan dan Ustadz Basir Ketua Departemen Organisasi.

Makna Tapal Kuda

Kawasan Tapal Kuda bukan sekadar tapak geografis yang melengkung dari Probolinggo hingga Banyuwangi, melainkan rahim dari dialektika dakwah Islam paling ulet di Nusantara. Di kawasan ini, tempat kultur Madura yang lugas bersua dengan kehalusan Jawa ini, Islam berakar bukan lewat mimbar-mimbar kaku, melainkan melalui denyut kebudayaan Pandalungan yang cair dan adaptif. Ribuan pesantren tua tumbuh berkembang tak ubahnya tapal besi yang mengunci ketahanan moral masyarakat menjaga spiritualitas agar tak tergerus zaman seraya mengubah watak keras menjadi daya juang dakwah yang militan namun membumi.

Kekuatan syiar di timur Jawa ini bertumpu pada wibawa kharismatik kiai dan kepatuhan kultural kaum santri yang mengakar hingga ke urat nadi akar rumput. Tapal Kuda membuktikan bahwa benteng Islam yang paling kokoh tidak dibangun dari menara gading kekuasaan formal, melainkan dari kedalaman adab, keteladanan sosial, dan napas keagamaan yang menyatu tanpa jarak dengan denyut hidup umatnya.

Di Tapal Kuda, Hidayatullah sudah hadir di tengah masyarakat  memberikan kontribusi dalam bidang dakwah, pendidikan dan sosial ekonomi dengan dinamika perintisan hingga eksis dan terus akan menggeliat menuju mandiri berpengaruh.

Hidayatullah Probolinggo

Di sudut Jalan Mastrip, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, deru bising kota pelabuhan luruh di gerbang kompleks SD Integral Hidayatullah. Di bawah komando Ustadz Kamad yang memegang kemudi ganda sebagai Ketua DPD sekaligus Ketua Yayasan membuktikan bahwa Hidayatullah Probolinggo menjadi salah satu solusi pendidikan Islam.

Mulai dari bilik mungil PAUD karya Muslimat Hidayatullah (Mushida), SD dengan ratusan muridnya hingga sekolah santri tingkat SMP, kurikulum nasional diramu apik dengan keteladanan adab dan tauhid. Amanah besar baru saja tertunai saat Probolinggo sukses menjadi tuan rumah Daurah Marhalah Wustha (DMW) Jawa Timur, menegaskan posisinya sebagai salah satu simpul kaderisasi  di wilayah Tapal Kuda.

Hidayatullah Lumajan.

Di bawah bayang-bayang Gunung Semeru, geliat dakwah Hidayatullah Lumajang membuktikan bahwa keterbatasan sumber daya insani (SDI) bukanlah vonis bagi sebuah pergerakan. Di bawah komando Ustadz Muallimin, langkah-langkah dakwah di kabupaten ini digerakkan dengan napas militan: personel boleh terbatas, namun daya jangkau dan nyala komitmennya menolak padam.

Dari ruang-ruang kelas pendidikan integral, mereka menyemai tauhid dan adab anak-anak,tingkat TK-SD diharapkan lahir generasi yang tangguh secara spiritual dan berintelektual mumpuni. Saat ini sedang merintis sekolah tingkat SMP dengan membangun gedung dan rekrutmen SDI berkualitas. rintisan kemandirian ekonomi melalui ternak puluhan kambing susuan.

Hidayatullah Banyuwangi

Di ujung timur Pulau Jawa, Pesantren Hidayatullah Banyuwangi tampil sebagai etalase hidup peradaban Islam di bawah keteladanan Ustadz Agus. Mengasuh ratusan santri pada jenjang SMP dan SMA Tahfidz melalui dua kampus putra-putri yang terpisah rapi, pesantren ini menghadirkan suasana asri, bersih, dan tertata apik—sebuah pesona manajerial yang membuatnya kerap dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan akbar lintas pondok hingga agenda resmi Kementerian Agama.

Kekuatan hakiki pesantren di semenanjung Blambangan ini berakar pada regenerasi sumber daya insaninya yang orisinil: pelembagaan tradisi pernikahan mubarak bagi para santri senior yang telah matang secara ilmu dan adab. Dari rahim kaderisasi biologis dan ideologis inilah lahir keluarga-keluarga dai pengajar tetap yang mengawal pembinaan santri 24 jam penuh.

Hidayatullah Situbondo

Di jalur strategis pantura timur Jawa Timur, Pesantren Hidayatullah Situbondo menancapkan tonggak dakwahnya di atas hamparan lahan seluas dua hektare dan berikhtiar memperluas tapak khidmahnya bagi umat. Di bawah komando Ustadz Mustaji, figur kader senior yang memadukan keteduhan teladan dengan mobilitas tinggi sebagai Ketua DPD sekaligus Koordinator Wilayah Hidayatullah Tapal Kuda—pesantren ini terus berkembang.

Daya dorong utamanya bertumpu pada endidikan berjenjang yang tertata apik, mendidik ratusan siswa mulai dari TK, SD Integral, hingga jenjang SMP full day dengan pemisahan kelas, jalur pintu masuk keluar putra-putri secara tertib dan beradab. Pesantren ini membuka lebar-lebar untuk publik dengan masjid pesantren berdiri sebagai oase spiritual bagi warga sekitar. Dari rahim Situbondo inilah, Ustadz Mustaji membuktikan bahwa usia hanyalah angka, berkarya untuk membangun peradaban Islam di Situbondo.

Hidayatullah Bondowoso

Di kota sejuk berkalung pegunungan, Hidayatullah Bondowoso menyuguhkan estafeta kepemimpinan yang harmonis: sinergi antara perintis dan daya dobrak generasi muda. Langkah pergerakan di sini dipandukan apik oleh Ustadz Muhammad Hasib figur senior sekaligusperintis pertama dakwah Hidayatullah di Bondowoso bersama Ustadz Maksum, nakhoda muda energik yang kini mengemban amanah sebagai Ketua DPD. Perpaduan dua generasi ini menjadi motor penggerak yang membuat laju dakwah dan pendidikan Islam di kawasan tengah Tapal Kuda ini terus menggeliat dinamis.

Buah manis dari soliditas tersebut tecermin nyata pada ledakan kepercayaan publik terhadap lini pendidikan integral. Berangkat dari pembinaan usia dini di jenjang PAUD dan TK, antusiasme masyarakat kian tak terbendung tatkala SD Luqman Hakim resmi dibuka: hanya dalam tempo satu bulan pendaftaran, empat rombongan belajar (rombel) langsung terisi penuh. Merespons animo luar biasa para orang tua yang menitipkan masa depan putra-putrinya, deru pembangunan fasilitas dan ruang kelas baru kini terus dikebut tanpa henti. Tak berpuas di level dasar, Ustadz Hasib dan Ustadz Maksum kini tengah mematangkan rintisan pendidikan tahfiz setingkat SMP, menegaskan komitmen bahwa dari bumi Bondowoso, rantai kaderisasi dan peradaban Qur’ani sedang ditenun secara berkesinambungan.

Hidayatullah Jember

Di jantung kota tembakau, Pesantren Hidayatullah Jember menuliskan babak kebangkitannya lewat narasi resiliensi yang memikat. Sempat ditempa pasang-surut dinamika organisasi yang menguras energi, satu dekade terakhir di bawah kepemimpinan Ustadz Sholehan menjadi titik balik monumental: Hidayatullah Jember berhasil lolos dari lubang jarum konflik internal, bertransformasi dari sekadar fase berbenah menuju era lompatan prestasi.

Daya ledak transformasi itu berbuah manis pada ledakan kepercayaan umat. Ekosistem pendidikan integral yang dikelola, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP—kini disesaki lebih dari 1.200 murid. Merespons tingginya animo publik, deru pembangunan fisik sarana belajar tak pernah jeda, dipuncaki dengan ekspansi pembukaan kampus dua yang dirancang khusus dan terpisah bagi SMP Tahfidz Putra.

Rekam jejak kepemimpinan yang solid dan teruji membawa penugasan Ustadz Sholehan ke panggung yang lebih luas. Pengalaman panjang menuntaskan krisis dan melejitkan amal usaha pendidikan di Jember mengantarkannya pada amanah baru sebagai Ketua Departemen Pendidikan DPW Hidayatullah Jawa Timur. Penunjukan ini bukan sekadar bentuk pengakuan, melainkan tantangan strategis untuk mengkloning etos kebangkitan, tata kelola modern, dan standar mutu pendidikan Jember ke seluruh penjuru DPD di seantero Jawa Timur.

Keunikan Sekaligus Keunggulan Tapal Kuda

Geliat dakwah Hidayatullah di kawasan Tapal Kuda bertumpu pada kelima keunikan manajerial dan kultural yang saling menguatkan. Pertama, seluruh DPD menempatkan kantor gerai Baitul Maal Hidayatullah (BMH) langsung di dalam kampus pesantren, menciptakan simbiosis organik saling menguatkan. Kedua, jaringan DPD terikat dalam tradisi ta’awun yang solid; mereka rutin bersilaturahim dan sigap membantu moril maupun materiil kapan pun ada pesantren  yang menghadapi masa-masa sulit.

Ketiga, organisasi memutus stigma aktivis yang terabaikan secara ekonomi dengan  memfasilitasi para kader agar mandiri serta memiliki rumah pribadi dan penghasilan tambahan sebagai jangkar ketahanan masa depan keluarga. Keempat, kultur pelayanan masyarakat dan penghormatan kepada tamu (ikramud dhaif) dipraktikkan bukan sekadar etiket formal, melainkan bagian tak terpisahkan dari cerminan keimanan. Kelima nama-nama yayasan yang juga unik dan bermakna ketika dirangkai.

Dengan terus berjuang dengan AL IHSAN (Probolinggo) akan mendapatkan AL AMIN (Situbondo) dari umat untuk  kita sambut kemenangan AL FAJRI (Bondowoso) di waktu AL DHUHA (Jember) dengan AL ISTIQOMAH (Banyuwangi) untuk meraih AL HIKMAH (Lumajan)

Perpaduan antara kemandirian finansial keluarga dai, kemapanan fasilitas sosial, dan ketulusan adab inilah yang membuat mainstream Hidayatullah di tanah Pandalungan terus memikat serta mengakar kokoh di hati umat.

Dr. Abdul Ghoffar Hadi, M.Si adalah Ketua DPP Hidayatullah Bidang Rekrutmen dan Pembinaan Anggota.

Editor: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Auditor Halal sebagai Mata Rantai Kebaikan dalam Pengabdian

BOGOR (Hidayatullah.or.id) - Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH Naspi Arsyad mengajak auditor halal di Lembaga Pemeriksa...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img