AdvertisementAdvertisement

Menjaga Nyala Dakwah di Perbatasan, Ikhtiar Pendidikan dan Pengabdian dari Selatan Papua

Content Partner

MERAUKE (Hidayatullah.or.id) — Deru kendaraan memecah sunyi jalur darat yang membelah hutan dan kawasan rawa di Papua Selatan pada akhir pekan lalu. Rombongan Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Papua Selatan melakukan perjalanan bertajuk Turun ke Daerah (Turda) menuju Distrik Bupul dan Muting, dua wilayah di Kabupaten Merauke yang berada di kawasan perbatasan negara.

Perjalanan tersebut menjadi bagian dari agenda organisasi untuk memastikan kesinambungan program dakwah, pendidikan, dan pengabdian sosial di wilayah terluar Indonesia. Turda dilaksanakan sebagai langkah monitoring dan penguatan langsung terhadap struktur Dewan Pengurus Cabang (DPC) di daerah.

Ketua DPW Hidayatullah Papua Selatan, Zainal Abidin, mengatakan kegiatan untuk meninjau kondisi riil kader dai yang mengabdi di distrik setempat, lembaga pendidikan, serta pelaksanaan program yang selama ini dijalankan di tengah keterbatasan geografis dan akses.

Wilayah perbatasan memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan bangsa, sementara dalam perspektif keislaman, dakwah di daerah tersebut adalah sebagai amanah yang harus dijaga keberlanjutannya.

Salah satu agenda utama rombongan adalah peninjauan unit pendidikan yang beroperasi di Muting, yakni RA Yaa Bunayya dan MI Integral Luqman Al-Hakim. Kedua lembaga tersebut menjadi rujukan masyarakat setempat dalam menyediakan pendidikan dasar berbasis nilai-nilai tauhid. Di tengah keterbatasan sarana dan jarak dari pusat kota, sekolah-sekolah ini menjalankan fungsi pendidikan sekaligus pembinaan karakter bagi anak-anak Papua.

“Kita ingin memastikan anak-anak di Bupul dan Muting mendapatkan kualitas pendidikan yang sama baik dengan mereka yang di kota,” ujarnya saat kegiatan berlangsung, Rabu (22/1/2026). Evaluasi meliputi proses pembelajaran, manajemen sekolah, serta kesiapan sumber daya manusia yang mengelola lembaga pendidikan tersebut.

Turda juga melibatkan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Papua Selatan. Rudi, selaku amil BMH, turut bergabung dalam rombongan sebagai bagian dari koordinasi program sosial dan pendampingan kader. Kehadiran BMH difokuskan pada penguatan dukungan logistik, pemberdayaan ekonomi lokal, serta pengamanan administrasi aset organisasi, termasuk tanah wakaf yang digunakan untuk kepentingan dakwah dan pendidikan.

Rudi menjelaskan bahwa keterlibatan BMH merupakan bagian dari tanggung jawab kepada para donatur. Dukungan yang disalurkan diarahkan agar para kader di wilayah perbatasan tetap mendapatkan pendampingan menyeluruh. Program tersebut mencakup keberlanjutan aktivitas sosial dan kepastian legalitas aset yang menjadi penopang dakwah jangka panjang di daerah.

Peningkatan Kapasitas SDM

Selain agenda monitoring dan pemeriksaan administrasi, kegiatan Turda diisi dengan sesi peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Para kader di Bupul dan Muting mengikuti pertemuan internal untuk menyampaikan kondisi lapangan, tantangan dakwah, serta menerima penguatan agar tetap konsisten menjalankan amanah. Forum ini menjadi ruang silaturahmi internal sekaligus konsolidasi organisasi.

Rombongan juga melakukan kunjungan silaturahmi dengan masyarakat setempat. Interaksi ini dilakukan untuk mempererat hubungan sosial dan memastikan keberadaan lembaga dakwah dan pendidikan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh warga sekitar sebagai bagian dari upaya membangun harmoni antara nilai keislaman dan kehidupan masyarakat lokal di wilayah perbatasan.

Reporter: Herim Achmad
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Dari Hidayatullah Palu Siarkan Pesan Penjagaan Lingkungan Hidup sebagai Ibadah Sepanjang Hayat

PALU (Hidayatullah.or.id) -- Kegiatan peduli lingkungan perlu dibiasakan dan dilakukan secara berkelanjutan karena menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img