
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Pentingnya sinergi antarstruktur dan organisasi pendukung agar gerakan dakwah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga Jakarta, menjadi garis besar pesan yang mengemuka dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah (PW Mushida) Jakarta.
Kegiatan pembukaan acara tersebut digelar di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, pada Sabtu, 6 Sya’ban 1447 (241/ 2026), dan dihadiri oleh unsur pimpinan, kader, serta mitra strategis dari berbagai lembaga. Agenda utama musyawarah mencakup laporan pertanggungjawaban kepengurusan serta penyusunan program kerja berkelanjutan yang disesuaikan dengan dinamika masyarakat ibu kota.
Ketua PW Muslimat Hidayatullah Jakarta, Afifah Haqien, mengatakan Muswil VI PW Mushida Jakarta menjadi ruang strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah gerak dakwah lima tahun mendatang.
Afifah Haqien menegaskan bahwa Muswil tidak dimaknai sebagai kegiatan rutin tahunan semata. Ia menyampaikan bahwa forum ini merupakan momentum refleksi kolektif untuk menilai capaian dakwah lima tahun sebelumnya dan menyiapkan langkah strategis ke depan.
“Muswil ini adalah momentum penting untuk merefleksikan kerja-kerja lima tahun ke belakang sekaligus memproteksi langkah lima tahun ke depan agar tetap relevan menjawab tantangan zaman,” ujar Afifah.
Dalam paparannya, Afifah menekankan bahwa energi regenerasi menjadi faktor kunci bagi keberlanjutan dakwah Muslimat Hidayatullah. Regenerasi dipahami bukan sekadar pergantian struktur kepengurusan, melainkan proses melahirkan gagasan, visi, dan langkah strategis yang berorientasi pada masa depan peradaban.
Menurutnya, kesiapan kader dalam merespons perubahan sosial di Jakarta sebagai kota metropolitan menjadi bagian penting dari proses tersebut. Regenerasi diarahkan untuk menjaga kesinambungan nilai perjuangan sekaligus memastikan organisasi tetap adaptif dalam konteks masyarakat urban Indonesia.
Afifah juga menempatkan penguatan keluarga sebagai poros utama gerakan dakwah Muslimat Hidayatullah. Ia menjelaskan bahwa keluarga memiliki posisi strategis dalam membangun ketahanan sosial dan moral masyarakat.
Oleh karena itu, rangkaian Muswil VI PW Mushida Jakarta disertai dengan penyelenggaraan Seminar Ketahanan Keluarga sebagai bentuk implementasi program dakwah.
“Ketahanan keluarga bukan sekadar slogan, tetapi panggilan mulia bagi muslimah dalam menjaga peradaban. Ketika keluarga kokoh, maka Jakarta pun akan kokoh,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Muslimat Hidayatullah diharapkan berperan aktif dalam menyiapkan generasi Rabbani yang memiliki kesiapan moral dan spiritual untuk mengemban amanah kekhalifahan. Generasi tersebut diproyeksikan hadir sebagai penggerak perubahan sosial yang berpijak pada nilai-nilai Islam dan keindonesiaan, sejalan dengan karakter masyarakat Jakarta yang plural dan dinamis.
Kolaborasi Antarelemen Organisasi
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jakarta, Suhardi, S.Th.I., M.Pd., dalam arahannya membuka acara ini menekankan urgensi kolaborasi antarelemen organisasi. Ia menyampaikan bahwa sinergi antarstruktur dan organisasi pendukung menjadi prasyarat agar dakwah dapat memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Organisasi pendukung adalah perpanjangan tangan induknya. Ia memberi warna, energi, sekaligus menjadi penyumbang terbesar bagi keberlanjutan dan masa depan dakwah,” ujar Suhardi. Menurutnya, kerja kolektif yang terbangun secara sistematis akan memperkuat peran Hidayatullah dalam kehidupan sosial warga Jakarta.
Suhardi berharap, Musyawarah Wilayah VI PW Muslimat Hidayatullah menghasilkan keputusan dan rekomendasi strategis yang memperkuat peran muslimah sebagai penggerak dakwah, penjaga ketahanan keluarga, serta pilar penting dalam pembangunan peradaban di ibu kota, sejalan dengan nilai keislaman dan keindonesiaan yang menjadi fondasi gerakan.
Pembukaan Muswil VI PW Mushida Jakarta turut dihadiri sejumlah tokoh Hidayatullah. Hadir di antaranya Wasekjen III Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Muhammad Isnani, Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah Hani Akbar, Anggota Dewan Murobbi Wilayah Hidayatullah KH. Mahmud Efendi, serta Ketua Pemuda Hidayatullah Jakarta Adam Sukiman.
Selain itu, Muswil VI juga dihadiri perwakilan pemerintah dan mitra strategis. Di antaranya Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI Helmiliana Dwi Putri, S.Psi., Psi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta Dr. H. Adib, M.Ag, Wakil Ketua III BAZNAS Bazis DKI Jakarta Hj. Sholihah, S.E., M.A., serta Dr. Ida S. Widayanti, M.Pd.I., CPEC dari Komite Pakar Parenting Muslimat Hidayatullah.






