
GAZA (Hidayatullah.or.id) — Penyaluran bantuan kemanusiaan oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH) bersama PT Indo Anata Development ke Gaza Utara difokuskan untuk melindungi anak-anak, lansia, dan kaum ibu di tengah musim dingin ekstrem. Kehadiran ratusan selimut hangat diharapkan mampu mencegah risiko hipotermia yang mengancam para pengungsi yang kini bertahan di tenda-tenda darurat dengan perlindungan terbatas.
Upaya ini menjadi respons atas kondisi cuaca yang semakin memburuk dan berdampak langsung pada keselamatan kelompok paling rentan. Musim dingin yang melanda Gaza Utara membawa konsekuensi serius bagi warga sipil, khususnya mereka yang kehilangan tempat tinggal akibat konflik berkepanjangan.
Penurunan suhu secara signifikan memperberat situasi pengungsian, di mana banyak keluarga terpaksa bertahan dalam hunian sementara berbahan tipis dan tidak memadai untuk menahan dingin. Dalam kondisi demikian, ancaman gangguan kesehatan meningkat, mulai dari hipotermia hingga penyakit akibat paparan suhu rendah dalam waktu lama.
Menanggapi situasi tersebut, BMH menyalurkan bantuan selimut musim dingin kepada keluarga pengungsi di wilayah Gaza Utara. Distribusi dilakukan melalui jaringan relawan kemanusiaan yang menjangkau titik-titik pengungsian. Program ini sebagai langkah proteksi dasar untuk menjaga ketahanan fisik para penyintas, terutama anak-anak, orang lanjut usia, dan ibu yang memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap cuaca ekstrem.
Fokus perlindungan terhadap kelompok rentan menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan bantuan. Anak-anak dan lansia diketahui memiliki kemampuan adaptasi tubuh yang lebih terbatas terhadap suhu dingin, sementara kaum ibu sering kali memikul beban ganda dalam memastikan keberlangsungan hidup keluarga di pengungsian. Oleh karena itu, kehadiran selimut hangat diposisikan sebagai kebutuhan mendesak yang tidak dapat ditunda.
Selain berfungsi sebagai pelindung dari udara dingin, selimut juga diharapkan dapat meminimalkan risiko penyakit yang kerap muncul selama musim dingin, seperti infeksi saluran pernapasan dan penurunan daya tahan tubuh.
Realisasi program kemanusiaan ini terlaksana melalui sinergi antara BMH dan mitra strategis dari sektor swasta. Seluruh bantuan selimut musim dingin tersebut merupakan amanah dari PT Indo Anata Development, yang menyalurkan dukungannya melalui BMH.
Direktur Utama BMH, Supendi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa dukungan tersebut memiliki arti strategis dalam upaya melindungi warga sipil yang terdampak musim dingin ekstrem.
“Komitmen beliau telah menghadirkan perlindungan dasar yang sangat krusial bagi warga Palestina. Semoga kebaikan ini mendatangkan berkah bagi keluarga besar PT Indo Anata Development dan menghadirkan kehangatan bagi saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Supendi dalam keterangannya pada 7 Januari 2026.
Apresiasi juga disampaikan kepada Mazz Reza Pranata selaku pemilik PT Indo Anata Development yang telah mengamanahkan bantuan tersebut. Dukungan ini dinilai memperkuat keberlanjutan program kemanusiaan, khususnya dalam situasi darurat yang menuntut respons cepat dan tepat sasaran.
BMH menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam penyaluran bantuan kemanusiaan lintas negara sesuai dengan prinsip kemanusiaan universal. Fokus pada keselamatan anak-anak, lansia, dan kaum ibu menjadi penegasan bahwa upaya kemanusiaan harus berpijak pada prioritas perlindungan terhadap mereka yang paling rentan terdampak konflik dan kondisi alam ekstrem.






