AdvertisementAdvertisement

Pengkritik Jadi Budak Kekuasaan

Content Partner

Salah satu fenomena kehidupan modern adalah berubahnya sosok pengkritik menjadi budak kekuasaan. Awalnya ia begitu lugas dan tegas kepada penguasa. Akan tetapi setelah masuk ke lingkar kekuasaan dan dekat dengan penguasa, ia menjadi budak sang penguasa. Ia membebek bahkan menjilat.

Mengamati fenomena ini, ada pendapat yang menyatakan bahwa kompromi dalam lingkar kekuasaan merupakan hal yang sulit dihindari. Sehingga siapa pun yang masuk ke lingkar kekuasaan harus siap berkompromi. Intinya, pada sosok pengkritik kekuasaan, bukan hanya kompromi yang terlihat bahkan pengkhianatan terhadap nilai-nilai yang dipegang dan ditawarkannya selama ini.

Sementara itu, dalam Islam, fenomena seperti ini masuk kategori ujian istiqomah. Kemungkinan kuat seseorang teguh dengan prinsip yang diyakininya, meskipun situasi berubah. Mungkin masalahnya menjadi lebih pahit, meski peluangnya tetap terbuka menjadi jauh lebih manis.

Nah, masuk ke lingkar kekuasaan merupakan satu contoh perubahan situasi yang lebih baik. Saat belum menyajikan, dapat dikatakan seseorang tidak memiliki fasilitas yang sama sekali. Berbeda dengan saat disajikan, fasilitas berderet.

Pengaruh perubahan situasi yang jauh lebih manis ini tidak bisa dipandang remeh. Rasanya bisa sangat dahsyat. Keteguhan hati atas nilai-nilai yang diyakini sebelumnya sangat mungkin tergerus. Gantinya adalah nilai-nilai baru yang lebih pragmatis.

Di sinilah kejujurannya diuji. Kritik yang selama ini dilontarkan kepada penguasa, apakah dilandasi dengan ketulusan untuk menegakkan kebenaran dan keadilan?

Bisa jadi kritik kepada penguasa lahir dari iri dengki. Bahwa dia mengkritik karena ingin mendapatkan fasilitas dan kemewahan yang sama dengan para penguasa. Hanya saja ia menutupinya, atau tidak menyadarinya.

Selain kejujuran, kapasitas ilmu juga diuji. Saat berada di lingkar kekuasaan, mampukah seseorang membangun kerangka berpikir yang runtut?

Dengan berpikir runtut, seseorang di lingkar kekuasaan bisa melihat peta regulasi. Selanjutnya ia bisa menilai bagian mana yang perlu diperbaiki, dan peran apa yang bisa dimainkannya. Selain itu ia bisa mengukur seberapa berbahaya konsekuensi yang akan ditanggungnya jika memainkan peran korektif. Apabila konsekuensinya masih bisa ditanggung, ia bisa maju langsung untuk mengoreksi. Jika tidak, mungkin ia bisa memilih cara koreksi lainnya.

Ujian lainnya adalah kedekatan kepada Allah ta’ala, juga orang-orang shaleh. Apabila munajat mulai berkurang dan orang-orang shaleh semakin jarang dikunjungi, maka kewaspadaan alarm sudah harus dinyalakan pada seseorang yang berada di lingkaran kekuasaan. Dengan pembiaran, sedangkan orang-orang hedon semakin banyak mengerubungi, maka kepekaan ruhiyah terkait nasib umat lambat laun menipis. Apa yang kemudian menebal? Jawabannya adalah logika kekuasaan, beralaskan ide seputar mempertahankan kekuasaan itu sendiri.

Mari berhenti sejenak di titik ini.

Sungguh, bukan berarti kekuasaan selalu buruk. Setara dengan ikut masuk ke dalam lingkaran kekuasaan tidak berarti pembusukan bersama penguasa. Hanya saja, sebagaimana disampaikan di awal, demikianlah fenomena modern akhir-akhir ini.

Oleh karena itu perlu kiranya waktu kerja dalam membatasi kekuasaan. Agar dampaknya tidak pada individu, namun pada kelompok. Ini lebih baik. Karena kelompok masih berpotensi saling menguatkan. Jauh berbeda situasinya jika kritik dilakukan secara individu. Dampaknya dikenakan pada satu sosok. Berat sekali rasanya untuk terlepas dari jeratan ujian, apalagi ujian manisnya fasilitas kekuasaan.

Satu kata akhirnya perlu digarisbawahi, yaitu kerja jamaah.

Wallah a’lam.

FU’AD FAHRUDIN

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Silaturahmi Gerakan Berbagi Bahagia Hadirkan Semangat Baru bagi Santri Al-Firdaus Serpong

TANGSEL (Hidayatullah.or.id) -- Gerakan Berbagi Bahagia yang dipimpin oleh Ibu Keke melakukan kunjungan silaturahmi ke Yayasan Al-Firdaus Hidayatullah Serpong...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img