
BANDUNG (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah KH Naspi Arsyad menegaskan agar penguatan program kelembagaan tidak mengabaikan dimensi spiritual para amil zakat. Pesan tersebut disampaikan dia saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Baitulmaal Hidayatullah (BMH) 2026 yang mengusung tema “Transformasi SDM dan Jaringan untuk Akselerasi BMH sebagai Lembaga Zakat Terdepan” di Semarang, Rabu, 4 Dzulqa’dah 1447 (22/4/2026).
Dalam arahannya, Naspi menekankan bahwa percepatan kinerja lembaga zakat harus berjalan seiring dengan penguatan kualitas ibadah individu. Menurutnya, profesionalitas kelembagaan tidak dapat dipisahkan dari fondasi spiritual yang kuat di kalangan para pengelola zakat.
“Jangan sampai amil BMH kuat secara program tetapi lemah secara spiritual. Ibadah tidak boleh terabaikan. Kepala perwakilan harus menjadi pionir dalam ibadah terbaik,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kepala perwakilan memiliki peran strategis dalam membangun kultur kerja yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian program, tetapi juga menempatkan disiplin ibadah sebagai bagian dari kepemimpinan.
Selain aspek spiritual, Naspi juga menyoroti pentingnya menjaga adab dalam membangun hubungan dengan berbagai pihak. Ia menyebut bahwa interaksi yang baik tidak hanya diperlukan dalam hubungan dengan muzakki, tetapi juga dengan seluruh mitra yang terlibat dalam aktivitas kelembagaan.
Menurutnya, adab memiliki keterkaitan dengan kepercayaan publik terhadap lembaga filantropi. Oleh karena itu, pengelolaan hubungan sosial harus dilakukan secara hati-hati dan profesional.
Naspi juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi yang harmonis dengan organisasi serta menghindari kesimpulan yang terburu-buru yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dalam hubungan kelembagaan.
Di sisi lain, ia mendorong BMH untuk terus memperluas jaringan kerja sama sebagai bagian dari strategi penguatan lembaga. Pengembangan relasi dinilai penting dalam mendukung perluasan manfaat program bagi masyarakat.
Direktur BMH, Supendi, dalam kesempatan sama menjelaskan Rakernas BMH 2026 menjadi forum konsolidasi nasional dalam menyusun arah transformasi sumber daya manusia dan penguatan jaringan kelembagaan. Melalui agenda tersebut, BMH menargetkan penguatan kapasitas organisasi agar mampu menjalankan fungsi penghimpunan dan penyaluran zakat secara lebih luas.
Dia menambahkan forum ini juga menjadi ruang evaluasi dan penyusunan strategi agar BMH dapat memperkuat perannya sebagai lembaga zakat yang memiliki jangkauan pelayanan yang lebih besar di tengah masyarakat.






