AdvertisementAdvertisement

Peran Penting Murabbi dan Seruan Menjaga Identitas di Tengah Kemajuan

Content Partner

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Murabbi Pusat (DMP) Hidayatullah, Ust. H. Dr. Tasyrif Amin, M.Pd., menekankan bahwa visi peradaban tidak akan hidup tanpa ruh keberislaman yang menjadi napas gerakan. Menurutnya, kemajuan lahiriah yang dicapai organisasi harus selalu ditimbang dengan kekokohan identitas dan energi ruhani agar gerakan tidak kehilangan arah.

“Jangan sampai kemajuan lahiriyah yang ada membuat kehilangan identitas dan kehilangan energi,” kata Tasyrif Amin pada sesi Taujih Kelembagaan dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hidayatullah 2026 di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, selepas shalat subuh, Selasa, 19 Rajab 1447 (14/1/2026).

Ia menegaskan bahwa visi besar Hidayatullah dalam membangun peradaban Islam menuntut kesiapan kader untuk memahami, mengilmui, dan mentransmisikan nilai-nilai inti gerakan secara konsisten dan berkelanjutan.

Dalam konteks menjaga energi gerakan, Tasyrif Amin mengingatkan kembali tradisi dasar dalam Islam yang telah diwariskan Nabi Muhammad SAW, yakni halaqah. Ia menyebut halaqah sebagai instrumen pencerahan paling efektif dalam membentuk kepribadian, pemahaman, dan komitmen perjuangan.

“Halaqah harus menjadi lokomotif gerakan,” katanya.

Menurutnya, halaqah selain sebagai forum belajar rutin juga menjadi ruang pembentukan ruhiyah dan intelektual yang menjaga kesinambungan dakwah. Tanpa tradisi halaqah yang hidup, gerakan berisiko mengalami kekosongan makna meskipun tampak aktif secara struktural.

Lebih lanjut, Tasyrif Amin menyoroti posisi Hidayatullah sebagai gerakan yang membawa nilai-nilai Qur’ani. Ia menilai bahwa secara konseptual, nilai tersebut sangat layak dikenal luas oleh umat. Namun, realitas menunjukkan bahwa banyak pihak belum memahami secara utuh konsep Hidayatullah.

“Kenapa orang gamang dengan konsep Hidayatullah karena bisa jadi konsep ini tidak kita jurubicarai,” terangnya.

Oleh karena itu, Tasyrif mengingatkan agar kader dan pengurus tidak terjebak dalam aktivitas internal semata. Menurutnya, konsep yang tidak dikomunikasikan dengan baik akan kehilangan daya pengaruhnya, betapapun kuat landasan ideologinya.

Tasyrif Amin mendorong agar kader Hidayatullah berani keluar dari zona internal dan tampil di ruang publik sebagai pembawa gagasan. Ia menekankan bahwa umat membutuhkan figur yang mampu menjelaskan arah dan menawarkan pencerahan.

“Umat ini mencari figur. Harus ada figur yang tampil di etalase umat melalui dakwah yang menerangi jalan umat,” katanya.

Dalam kerangka itu, ia menegaskan bahwa pengurus struktural, termasuk di tingkat DPD dan DPW, sejatinya memikul peran murabbi. Murabbi, menurutnya, bukan hanya pembina internal, tetapi figur publik yang merepresentasikan nilai dan konsep Hidayatullah.

“Murabbi adalah juru bicara peradaban. Tidak mungkin mengajak orang kalau tidak ada figur dan power yang muncul dengan spiritual, akhlak, dan kemampuan menjadi juru bicara peradaban,” katanya mengingatkan.

Tasyrif Amin kemudian menegaskan bahwa Islam sebagai ajaran universal yang diturunkan untuk seluruh alam. Karena itu, kader Hidayatullah dituntut menjadi transformator gagasan Islam, menerjemahkan nilai luhur Al-Qur’an agar dapat dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Konsep ini untuk masyarakat secara universal. Kita harus hadir membawa Al Qur’an menjadi jalan pencerahan bagi umat manusia,” katanya.

Dalam penutup taujihnya, Tasyrif Amin menekankan pentingnya implementasi nilai Qur’ani secara menyeluruh. Ia menyebut bahwa konsep sistematika wahyu tidak boleh berhenti sebagai teori, tetapi harus termanifestasi dalam kehidupan nyata.

“Manifestasi Al Qur’an melalui konsep sistematika wahyu harus terejawantah secara pribadi, keluarga, komunitas, dan masyarakat,” katanya.

Dia menambahkan, para pemimpin Hidayatullah pada semua level struktural harus memahami konsep dan berjuang menegakkan konsep ini pada diri, keluarga, dan komunitas.

Reporter: Ahmad Jailani
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Dukungan Rumah hingga Air Bersih, Pemulihan Pascabencana Kampung Rel Berjalan Bertahap

ACEH (Hidayatullah.or.id) -- Depot air minum yang dikelola dengan melibatkan Pengurus Musholla menjadi bagian penting dari upaya pemulihan pascabencana...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img