AdvertisementAdvertisement

Posisi Strategis Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak sebagai Cermin Jati Diri

Content Partner

Kabid Yanmat DPP Hidayatullah Shohibul Anwar dalam Rapat Pleno Laporan Akhir Kepengurusan YPPH Balikpapan periode 2021-2025, di Kantor YPPH Gedung WKP, Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Selasa (23/12/2025). [Foto: LPPH/@Uqreat/@Ummulqurahidayatullah]

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak di Kota Balikpapan kembali ditegaskan sebagai simpul utama yang merepresentasikan jati diri gerakan Hidayatullah. Penegasan tersebut disampaikan Ketua Bidang Pelayanan Umat (Kabid Yanmat) DPP Hidayatullah, Ust. Drs. Shohibul Anwar, M.Pd.I., dalam Rapat Pleno Laporan Akhir Kepengurusan YPPH Balikpapan periode 2021–2025 yang berlangsung di kawasan Gunung Tembak, Selasa, 3 Rajab 1447 (23/12/2025).

Dalam forum tersebut, Shohibul Anwar menempatkan Kampus Induk Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak sebagai gambaran paling sederhana sekaligus paling utuh untuk memahami Hidayatullah. Menurutnya, siapa pun yang ingin mengetahui wajah Hidayatullah secara langsung tidak perlu menelusuri konsep yang rumit, melainkan cukup menyaksikan kehidupan yang berjalan di lingkungan pesantren tersebut.

“Seorang senior di Kampus Gunung Tembak pernah bercerita, ketika ada orang bertanya, ‘Apa itu Hidayatullah?’ maka jawabannya sederhana: Gunung Tembak,” ujar Shohibul Anwar dalam sambutannya yang mewakili Ketua Umum DPP Hidayatullah. Pernyataan ini, menurutnya, menggambarkan posisi strategis Gunung Tembak sebagai titik temu antara nilai, praktik, dan tradisi gerakan.

Ia menjelaskan bahwa identitas Hidayatullah memang dirumuskan secara konseptual dan sistematis. Namun, pemahaman yang lebih komprehensif justru diperoleh melalui pengalaman langsung menyaksikan dinamika kehidupan pesantren.

“Jati diri Hidayatullah memang disusun secara konseptual, namun akan jauh lebih mudah memahaminya jika datang langsung dan melihat kehidupan di Gunung Tembak,” katanya.

Shohibul Anwar juga membagikan pengalaman personalnya sejak pertama kali menjadi santri pada 1992. Pada masa itu, ia memiliki keinginan kuat untuk mengunjungi Kampus Hidayatullah di Gunung Tembak sebagai pusat gerakan.

“Saat itu yang saya cari adalah praktik Islam dalam kehidupan nyata. Alhamdulillah, hal tersebut saya temukan di Gunung Tembak. Sejak itu saya menetap dan bertahan di Hidayatullah,” tuturnya.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menegaskan bahwa Gunung Tembak bukan semata lokasi fisik yang membentang, tetapi ruang aktualisasi nilai-nilai keislaman yang menyatu dengan konteks keindonesiaan. Kehidupan pesantren yang terbangun di dalamnya memperlihatkan praktik pendidikan, pengabdian umat, dan pembinaan karakter yang berjalan seiring dengan semangat peradaban Islam yang membumi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa para Pembina, Pengawas, dan Pengurus YPPH Balikpapan, bersama seluruh warga Hidayatullah di Kampus Induk Gunung Tembak, merupakan representasi hidup dari nilai-nilai organisasi. Keberadaan mereka dipandang sebagai “alat peraga” yang memudahkan publik memahami arah, etos, dan tujuan perjuangan Hidayatullah secara konkret.

Rapat Pleno YPPH Balikpapan sendiri digelar selama tiga hari, Senin hingga Rabu, 22–24 Desember 2025, bertempat di Kantor YPPH Gedung WKP, kawasan Gunung Tembak, Balikpapan. Forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus refleksi atas perjalanan kepengurusan, serta penguatan komitmen untuk menjaga kesinambungan peran pesantren sebagai pusat kaderisasi dan pelayanan umat.

Editor: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Sambut Ramadhan, Dana Umat Hadirkan Air Bersih untuk Santri dan Warga Cimanggu

BANDUNG BARAT (Hidayatullah.or.id) -- Menjelang Ramadhan 1447 H, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) rampungkan program pipanisasi...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img