
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Program Mentoring Alumni Pelatihan Kepemimpinan sebagai upaya mengawal implementasi kepemimpinan berbasis manhaj sekaligus memperkuat tata kelola organisasi yang unggul di lingkungan Hidayatullah.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Hidayatullah Institute ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada 25–26 Februari serta 4–5 Maret 2026. Peserta berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, meliputi pimpinan wilayah, pengelola lembaga pendidikan, serta pengurus organisasi di lingkungan Hidayatullah.
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari rangkaian pelatihan kepemimpinan yang dilaksanakan Hidayatullah Institute sejak 2021 hingga 2025. Dalam kurun waktu tersebut, tercatat sebanyak 629 alumni dari 18 batch pelatihan telah mengikuti program pengembangan sumber daya insani. Para alumni tersebut saat ini berperan di berbagai unit amal usaha Hidayatullah, termasuk dalam struktur organisasi, lembaga pendidikan, serta institusi sosial dan dakwah.
Melalui program mentoring ini, Hidayatullah Institute berupaya memastikan bahwa materi kepemimpinan dan manajemen yang telah dipelajari peserta dapat diterapkan dalam praktik pengelolaan organisasi. Pendampingan dilakukan dengan pendekatan diskusi dan evaluasi terhadap implementasi program kepemimpinan di masing-masing wilayah.
Ketua Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Bidang Organisasi, Dr Dudung Amadung Abdullah, dalam sambutannya menekankan pentingnya kepemimpinan yang berpijak pada manhaj perjuangan Hidayatullah dan didukung sistem pengelolaan organisasi yang profesional.
“Organisasi yang kuat tidak hanya dibangun oleh semangat perjuangan, tetapi juga oleh sistem pengelolaan yang baik, kepemimpinan yang visioner, serta kemampuan mengelola sumber daya secara efektif,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa melalui program mentoring ini para alumni diharapkan mampu menghadirkan kepemimpinan yang transformatif sekaligus mendorong perbaikan tata kelola organisasi di berbagai tingkatan.
Direktur Utama Hidayatullah Institute sekaligus Ketua Departemen Sumber Daya Insani DPP Hidayatullah, Sumariadi, M.Pd., menjelaskan bahwa mentoring merupakan bagian dari upaya memastikan proses kaderisasi kepemimpinan berlangsung secara berkelanjutan.
“Mentoring ini menjadi ruang pembelajaran bersama sekaligus ruang evaluasi agar implementasi program kepemimpinan dan manajemen yang telah dipelajari dapat berjalan secara efektif di masing-masing wilayah dan lembaga,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, program ini menghadirkan sejumlah pimpinan Hidayatullah sebagai mentor, di antaranya Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Naspi Arsyad, Lc., Bendahara Umum DPP Hidayatullah Suwito Fatah, S.Pd., S.E., M.M., Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah Hani Akbar, S.Sos.I., M.Pd., serta Ketua DPP Hidayatullah Bidang Pendidikan Muzakkir Usman, Ph.D.
Mentoring dilaksanakan dalam beberapa sesi berdasarkan kelompok peserta. Sesi pertama pada 25 Februari diikuti oleh Ketua DPD serta Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPW. Sesi berikutnya pada 26 Februari diikuti oleh pengelola Kampus Induk, Kampus Utama, serta pengelola BMH. Pada 4 Maret kegiatan diikuti oleh para kepala sekolah, sedangkan sesi terakhir pada 5 Maret diikuti oleh pengurus Muslimat Hidayatullah.

Dalam setiap sesi, peserta mempresentasikan perkembangan implementasi program kepemimpinan dan manajemen yang telah dijalankan di wilayah masing-masing. Para mentor kemudian memberikan arahan dan masukan untuk memperkuat pelaksanaan program tersebut.
Selain diskusi dan evaluasi, kegiatan juga menghadirkan sesi Success Story yang disampaikan Direktur Program Hidayatullah Institute, Samsul Bahri.
Samsul memaparkan sejumlah pengalaman implementasi program kepemimpinan dan manajemen organisasi di beberapa wilayah sebagai referensi pembelajaran bagi peserta.
Melalui program mentoring ini, Hidayatullah Institute menargetkan terbangunnya kapasitas kepemimpinan yang lebih kuat di kalangan alumni pelatihan. Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pengelolaan organisasi yang profesional dan berorientasi pada pelayanan umat.






