
PADANG (Hidayatullah.or.id) — Respon cepat terhadap bencana menjadi salah satu indikator penting kesiapsiagaan lembaga kemanusiaan dalam melindungi kelompok rentan. Pada momentum inilah distribusi bantuan berupaya memastikan perlindungan sosial menjangkau warga yang mengalami hambatan fisik maupun akses.
Prinsip tersebut menjadi dasar pelaksanaan penyaluran bantuan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Perwakilan Sumatera Barat, khususnya saat ini menghadapi bencana banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa wilayah di provinsi tersebut.
Kepala BMH Sumatera Barat, Prawira Dijaya, menegaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan dengan memprioritaskan para penyintas yang rentan, termasuk para lanjut usia yang kesulitan mengakses lokasi distribusi umum.
“Ini adalah bentuk kepedulian BMH untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang diuji. Semoga bantuan ini dapat menjadi penguat bagi mereka di tengah kondisi sulit,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu, 8 Jumadil Akhir 1447 (29/11/2025).
Merespons musibah banjir longsor yang menjangkau tiga provinsi yang terdampak Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, BMH Perwakilan Sumbar segera mengerahkan tim untuk menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan pokok kepada warga terdampak.
Bencana banjir dan longsor di sejumlah titik permukiman telah memaksa warga mengungsi ataupun bertahan di rumah dengan kondisi terbatas. Dalam situasi tersebut, BMH mengupayakan distribusi yang bersifat jemput bola agar penerima manfaat tidak terbebani oleh hambatan geografis maupun kondisi kesehatan.
Pelaksanaan distribusi dilakukan oleh tim BMH yang berkolaborasi dengan Search & Rescue (SAR) Hidayatullah. Tim gabungan bergerak menyambangi rumah-rumah warga, termasuk wilayah yang sulit dijangkau, serta posko pengungsian yang menjadi tempat berlindung sementara bagi sebagian penyintas.
Paket bantuan yang diberikan meliputi berbagai kebutuhan mendesak seperti selimut, popok bayi, obat-obatan, peralatan mandi, pakaian layak pakai, serta kebutuhan konsumsi lainnya. Pemenuhan kategori barang ini disesuaikan dengan kondisi umum penyintas pascabencana, di mana kebutuhan dasar seperti perlindungan dari hawa dingin, sanitasi, obat ringan, dan konsumsi menjadi sangat penting pada masa-masa awal pasca-evakuasi.
Selain distribusi barang kebutuhan pokok, BMH melalui jejaring relawannya juga melakukan pemantauan langsung di lapangan termasuk di Sumut dan Aceh. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan perkembangan kondisi warga serta mengidentifikasi kebutuhan lanjutan yang berpotensi muncul seiring durasi masa tanggap darurat.
Dalam pelaksanaan aksi kemanusiaan ini, BMH juga membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan mengajak para dermawan untuk mendukung keberlanjutan bantuan.






