AdvertisementAdvertisement

Penguatan Organisasi Tak Terpisahkan dari Kepedulian Sosial dan Tanggung Jawab Kebangsaan

Content Partner

PEKANBARU (Hidayatullah.or.id) — Musyawarah Wilayah (Muswil) Hidayatullah VI Riau diselenggarakan di tengah suasana keprihatinan nasional akibat bencana di Pulau Sumatera. Ketua Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Drs. Wahyu Rahman, S.E., M.E., menyebut kondisi tersebut memberi konteks reflektif bahwa penguatan organisasi tidak dapat dipisahkan dari kepedulian sosial dan tanggung jawab kebangsaan.

“Dalam kerangka keislaman dan keindonesiaan, kita menjadikan musyawarah ini sebagai ikhtiar kolektif untuk menjaga keberlanjutan dakwah sekaligus berkontribusi bagi masyarakat,” kata Wahyu dalam keterangannya.

Muswil Hidayatullah Provinsi Riau telah dilaksanakan sebagai bagian dari agenda lima tahunan organisasi dalam rangka konsolidasi kepemimpinan dan penguatan arah gerakan.

Kegiatan ini berlangsung pada 20–21 Desember 2025 di Aula Serbaguna Kantor Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Riau, Pekanbaru, dengan melibatkan unsur Dewan Pengurus Pusat, Dewan Pengurus Wilayah, Dewan Musyawarah Wilayah, Dewan Pengurus Daerah, pengurus Kampus Madya, organisasi pendukung seperti Pemuda dan Muslimat, serta perwakilan amal usaha tingkat wilayah.

Arahan strategis disampaikan Wahyu Rahman sekaligus menutup Muswil VI secara resmi. Ia menegaskan bahwa musyawarah wilayah tidak semata-mata agenda penetapan struktur kepengurusan, melainkan momentum penguatan nilai kepemimpinan sebagai amanah.

“Kepemimpinan itu amanah. Jika kepemimpinan dijalankan atas dasar takwa, maka Allah akan terlibat dalam seluruh prosesnya,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesamaan visi di antara kader serta proses pemilihan kepemimpinan yang berlandaskan kapasitas dan komitme. Menurutnya, kemandirian organisasi menjadi prasyarat agar gerakan dapat berjalan lebih kuat dan berdaya dukung tinggi terhadap agenda dakwah dan sosial.

Muswil VI Hidayatullah Riau kemudian menetapkan kepengurusan baru DPW dan DMW untuk periode selanjutnya. Penetapan tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan kepemimpinan, kemandirian ekonomi, dan konsistensi dakwah yang selaras dengan nilai-nilai Islam serta semangat kebangsaan Indonesia menuju masa depan yang berkeadaban.

Ketua DPW Hidayatullah Riau periode 2025-2030 teramanahi, Suheri Abdullah, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta selama forum ini berlangsung khususnya pada sesi gelar wicara kewirausahaan. Ia menegaskan bahwa kesejahteraan keluarga kader memiliki implikasi langsung terhadap efektivitas gerakan.

“Jika keluarga kader dan anggota berada dalam kondisi yang sejahtera, maka organisasi akan lebih ringan dalam menjalankan program-programnya,” ujarnya.

Menurutnya, talk show kewirausahaan dihadirkan untuk membuka wawasan, menumbuhkan keberanian berusaha, serta memperkuat ketahanan ekonomi agar aktivitas dakwah dapat berjalan secara berkesinambungan.

Suheri menekankan agar kepengurusan DPW Hidayatullah Riau ke depan memberi perhatian lebih pada kesejahteraan kader. Hal tersebut dapat ditempuh melalui pembukaan peluang usaha, baik bersifat personal maupun kolektif, sebagai upaya memperkokoh ekonomi keluarga dan organisasi.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Sambut Ramadhan, Dana Umat Hadirkan Air Bersih untuk Santri dan Warga Cimanggu

BANDUNG BARAT (Hidayatullah.or.id) -- Menjelang Ramadhan 1447 H, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) rampungkan program pipanisasi...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img