
AMBON (Hidayatullah.or.id) — Momentum pergantian tahun dinilai sebagai ruang strategis untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan Maluku yang semakin kondusif, aman, dan penuh keberkahan.
Peneguhan nilai-nilai kearifan lokal, terutama pela gandong, kembali ditekankan sebagai fondasi sosial yang telah lama menjadi perekat kehidupan masyarakat Maluku. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Doa Bersama menyambut malam Tahun Baru 2026 yang digelar di Kota Ambon.
Kegiatan yang berlangsung khidmat pada Kamis malam, 11 Rajab 1447 (31/12/2025), tersebut diselenggarakan di Tribun Lapangan Letkol Pol (Purn) CHR Tahapary, kawasan Tantui. Acara ini diinisiasi oleh Kapolda Maluku sebagai bagian dari upaya memperkuat harmoni sosial dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku menjelang pergantian tahun.
Dalam forum tersebut, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Maluku, Naharuddin, turut hadir memenuhi undangan. Kehadirannya merepresentasikan komitmen organisasi dalam mendukung hubungan beragama serta menjaga kohesi sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Doa bersama ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Maluku, unsur TNI dan Polri, tokoh-tokoh lintas agama, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan. Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni dan Danrem 151/Binaiya dari Kodam XV/Pattimura tampak hadir bersama unsur pimpinan daerah lainnya. Masyarakat setempat juga turut mengikuti kegiatan tersebut dengan tertib.
Di sela-sela kegiatan, Ketua DPW Hidayatullah Maluku menegaskan bahwa pergantian tahun seharusnya dimaknai lebih dari sekadar perayaan simbolik. Menurutnya, momen ini dapat menjadi sarana memperkuat relasi sosial dan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kebersamaan.
“Momentum pergantian tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan ajang untuk mempererat tali silaturahmi. Kita berdoa agar Maluku ke depan semakin kondusif, aman, dan penuh keberkahan melalui sinergi seluruh elemen masyarakat,” ujar Naharuddin.
Ia menyampaikan bahwa partisipasi Hidayatullah dalam forum lintas agama tersebut merupakan bentuk ikhtiar konkret untuk menumbuhkan semangat toleransi yang berkelanjutan. Harapannya, nilai-nilai saling menghormati dan kebersamaan tidak berhenti pada level elite, tetapi terus mengakar hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.
Sementara itu, dalam sambutannya, Kapolda Maluku Dadang Hartanto menjelaskan bahwa doa bersama lintas agama ini merupakan bagian integral dari rangkaian Operasi Lilin Salawaku 2025. Operasi tersebut digelar untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat selama perayaan Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026.
“Kita berkumpul malam ini untuk bersyukur sekaligus memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Esa. Ini adalah buah dari sinergi, dedikasi seluruh petugas di lapangan, serta dukungan serta doa seluruh masyarakat,” ungkapnya di hadapan para undangan.
Kapolda juga menekankan bahwa stabilitas keamanan tidak dapat terwujud hanya melalui pendekatan struktural dan pengamanan aparat semata. Menurutnya, kekuatan sosial dan budaya masyarakat Maluku memiliki peran penting dalam menjaga kedamaian dan menyelesaikan persoalan secara bermartabat.
Kapolda menggarisbawahi pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal Maluku, khususnya pela gandong. Nilai ini dipandang sebagai warisan budaya yang mengajarkan persaudaraan lintas batas, baik agama, suku, maupun wilayah, dan telah terbukti menjadi perekat sosial dalam berbagai situasi.
Penekanan terhadap pela gandong dalam forum lintas agama ini menunjukkan bahwa pendekatan kultural tetap relevan dalam merawat harmoni sosial. Kearifan lokal tersebut tidak hanya berfungsi sebagai simbol tradisi, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang hidup dan adaptif dalam menghadapi tantangan zaman.
Kegiatan doa bersama lintas agama di penghujung tahun ini sekaligus menjadi refleksi bersama atas perjalanan Maluku sepanjang 2025. Dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, agenda tersebut memperlihatkan upaya kolektif untuk menutup tahun dengan semangat persatuan dan membuka lembaran baru dengan harapan akan kehidupan sosial yang lebih damai.
Naharuddin menambahkan, silaturahmi yang terbangun dalam ruang-ruang kebersamaan semacam ini menjadi modal sosial penting bagi Maluku untuk melangkah ke masa depan yang lebih kondusif, aman, dan penuh keberkahan, dengan tetap berakar pada nilai-nilai luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.






