
BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Hidayatullah terus meneguhkan upaya pelestarian lingkungan hidup di Indonesia. Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Muhammad Isnaeni, menyampaikan hal tersebut terkait rencana peresmian kerja sama antara Hidayatullah dan Kementerian Kehutanan.
Isnaeni menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk mengukuhkan kembali peran Kalimantan Timur sebagai paru-paru dunia melalui aksi nyata di lapangan.
Menurut Isnaeni, pertemuan yang direncanakan berlangsung di Kampus Induk Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak tersebut merupakan sebuah simbolisme kuat atas keberlanjutan visi ekologis organisasi.
Isnaeni mengungkapkan bahwa keterlibatan Menteri Kehutanan secara langsung di Gunung Tembak memiliki makna historis dan filosofis yang mendalam bagi keluarga besar Hidayatullah.
“Kehadiran Pak Menteri di Gunung Tembak secara simbolik. Sesungguhnya ini menjadi penting terkhusus bagi Hidayatullah yang bukan hanya sekadar berkeinginan,” ujar Isnaeni, seraya menekankan pentingnya kehadiran negara dalam mendukung inisiatif lingkungan yang berbasis masyarakat.
Lebih lanjut, Isnaeni menjelaskan bahwa komitmen Hidayatullah terhadap lingkungan memiliki akar sejarah yang kuat. Hal ini merujuk pada rekam jejak pendiri Hidayatullah, K.H. Abdullah Said, yang telah meletakkan fondasi kesadaran lingkungan sejak puluhan tahun silam.
Keberhasilan Abdullah Said dalam mengubah wilayah yang dulunya gersang menjadi kawasan hutan yang rimbun di Gunung Tembak telah diakui secara nasional melalui penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup.
“Dalam jajak rekamnya, pendiri Hidayatullah dalam hal ini KH Abdullah Said pada saat itu mendapatkan penghargaan Kalpataru atas dedikasi dan keseriusan beliau untuk menjadikan wilayah gersang menjadi hutan di Gunung Tembak,” papar Isnaeni di Balikpapan, Ahad, 11 Ramadhan 1447 (1/3/2026).
Menurutnya, semangat yang terpancar dari penghargaan Kalpataru tersebut tidak pernah padam, bahkan kini bertransformasi menjadi energi kolektif yang lebih besar seiring dengan semakin mendesaknya isu perubahan iklim di tingkat global.

Komitmen Ekologis Hidayatullah
Isnaeni menggarisbawahi bahwa komitmen ekologis Hidayatullah saat ini justru semakin kuat. Di tengah sorotan dunia terhadap degradasi lingkungan, Hidayatullah merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mengambil peran terdepan.
“Dan itulah yang kemudian membuat beliau dalam hal ini menjadi tokoh inspiratif dan mendapatkan Kalpataru dan komitmen itu tidak redup bahkan semakin menyala. Terlebih-lebih dengan adanya isu lingkungan yang hari ini menjadi konsern Indonesia bahkan dunia,” imbuhnya.
Sebagai bentuk implementasi dari komitmen tersebut, kerja sama yang akan diresmikan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini akan difokuskan pada program penanaman pohon produktif.
Isnaeni menyebutkan, program ini tidak hanya menyasar satu titik, melainkan diproyeksikan untuk menjangkau seluruh jaringan pondok pesantren Hidayatullah yang tersebar di berbagai pelosok nusantara. Langkah ini dipandang sebagai strategi cerdas yang menggabungkan fungsi ekologis dengan nilai manfaat ekonomi bagi masyarakat pesantren.
Secara teknis, Isnaeni menjelaskan bahwa kesepakatan ini akan mencakup distribusi dan penanaman pohon produktif secara masif. “Maka kesempatan dan momentum beliau yang nantinya juga akan kita langsungkan kerja sama PKS ya, perjanjian kerja sama untuk penanaman pohon produktif di seluruh pondok pesantren yang dimiliki oleh Hidayatullah di seluruh Indonesia, yang secara seremonial insyaallah dilakukan di Gunung Tembak,” tuturnya.
Isnaeni menyatakan bahwa Hidayatullah ingin melampaui batas-batas retorika dalam isu lingkungan. Baginya, tantangan lingkungan saat ini membutuhkan solusi praktis yang dapat dirasakan dampaknya secara langsung, terutama dalam menjaga integritas ekosistem di Kalimantan.
“Tentu kita tidak ingin hanya berhenti pada narasi. Kita ingin kemudian ada langkah-langkah nyata, aksi-aksi nyata yang betul-betul menunjukkan komitmen serius kita. Terlebih khususnya wilayah Kalimantan Timur dan secara umum Kalimantan adalah paru-paru dunia,” tegas Isnaeni.
Menutup keterangannya, Isnaeni menyampaikan bahwa agenda ini merupakan pesan kuat kepada dunia bahwa kolaborasi antara elemen keagamaan dan pemerintah dapat menjadi motor penggerak bagi pemulihan lingkungan.
“Dan ini tentu menjadi langkah nyata, langkah konkret bagi kita untuk terus menggelorakan semangat terhadap proses penjagaan lingkungan. Inilah yang sebenarnya ingin menjadi pesan utama dari kehadiran Pak Menteri Kehutanan di Gunung Tembak untuk melangsungkan PKS atau kerja sama dengan Hidayatullah,” tukasnya.
Dengan adanya kerja sama strategis ini, diharapkan dia upaya merawat Kalimantan Timur sebagai paru-paru dunia dapat terakselerasi, sekaligus memberikan inspirasi bagi institusi lain untuk turut serta dalam gerakan hijau yang berkelanjutan bagi masa depan Indonesia.






