AdvertisementAdvertisement

Silaturrahim Syawal Jawa Timur, Naspi Arsyad Ingatkan Takwa dan Pewarisan Nilai

Content Partner

SURABAYA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, menyatakan bahwa jati diri kader harus tercermin dalam sikap hidup sehari-hari, sementara kesinambungan khidmat dalam perjuangan sangat ditentukan oleh keberhasilan menjaga nilai.

Pesan tersebut disampaikan Naspi dalam kegiatan Silaturrahim Syawwal 1447 Hijriah Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Timur di Masjid Aqshal Madinah, Kampus Utama Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, pada Sabtu, 8 Syawal 1447 (28/3/2026).

Naspi menegaskan bahwa ketakwaan menjadi fondasi utama yang membentuk identitas kader. Ia menjelaskan bahwa nilai tersebut bukan hanya berkaitan dengan dimensi spiritual pribadi, melainkan juga menentukan arah perjalanan organisasi secara keseluruhan.

“Taqwa adalah jati diri seorang kader. Ini bukan sekadar konsep spiritual pribadi, tetapi fondasi utama yang menentukan arah gerak organisasi. Kalau taqwa itu kuat, maka kader akan kokoh, tidak mudah goyah oleh perubahan zaman, dan tetap berada dalam garis perjuangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dinamika perkembangan organisasi seringkali dihadapkan pada tantangan untuk mempertahankan nilai dasar. Menurutnya, dalam sejumlah pengalaman organisasi, pertumbuhan struktur dan peningkatan jumlah program tidak selalu diiringi dengan penguatan identitas perjuangan. Kondisi tersebut, kata Naspi, dapat terjadi ketika nilai yang menjadi dasar gerakan tidak dijaga secara sadar oleh seluruh elemen organisasi.

“Yang sering terjadi, organisasi tumbuh besar, program semakin banyak, struktur semakin kuat, tetapi jati diri justru melemah. Karena itu, merawat jati diri harus menjadi kesadaran bersama. Ini bukan tugas individu, tetapi tugas jamaah,” tegasnya.

Naspi menekankan bahwa proses pewarisan nilai tidak dapat berlangsung secara otomatis. Ia menyebutkan bahwa kesinambungan nilai hanya dapat terjaga melalui hubungan yang saling menguatkan antara generasi senior dan generasi muda. Ia menilai bahwa interaksi antar generasi menjadi ruang penting untuk mentransmisikan pengalaman, semangat, dan prinsip perjuangan.

“Sinergi dan kolaborasi adalah cara kita merawat jati diri agar bisa diwariskan dari generasi ke generasi. Yang senior tidak boleh berjalan sendiri, yang muda juga tidak boleh dilepas tanpa bimbingan. Harus ada pertemuan nilai, pertemuan pengalaman, dan pertemuan semangat,” katanya.

Naspi juga menegaskan bahwa identitas kader tidak hanya tampak dalam forum resmi atau simbol organisasi. Ia menyampaikan bahwa nilai yang menjadi dasar perjuangan harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam cara berpikir, bersikap, dan menjalankan amanah yang diemban.

Menurutnya, sinergi yang dimaksud bukan sekadar kerja bersama dalam program-program organisasi, tetapi juga mencakup proses pembinaan yang berlangsung secara berkelanjutan. Dalam proses tersebut, nilai-nilai perjuangan ditransmisikan melalui keteladanan, interaksi, dan kebersamaan dalam aktivitas dakwah.

“Kita tidak ingin jati diri ini hanya hidup dalam slogan atau acara seremonial. Jati diri itu harus tampak dalam cara berpikir, cara bersikap, dan cara menjalankan amanah. Kalau ini terjaga, maka insyaallah generasi berikutnya akan menerima nilai yang sama, bahkan bisa mengembangkannya lebih baik,” ujarnya.

Naspi mengingatkan bahwa keberlanjutan perjuangan sangat berkaitan dengan kemampuan menjaga nilai yang diwariskan. Ia menegaskan bahwa yang diwariskan kepada generasi berikutnya bukan hanya organisasi, tetapi nilai yang menjadi fondasi gerakan.

“Yang kita wariskan bukan hanya organisasi, tetapi nilai. Kalau nilai ini terjaga, maka organisasi akan tetap hidup meskipun zaman berubah. Tetapi kalau nilai ini hilang, maka yang tersisa hanya nama,” tandasnya.

Kegiatan Silaturrahmi Syawwal 1447 H tersebut mengangkat tema “Merawat Jatidiri dari Generasi ke Generasi”. Acara diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Timur dengan kepanitiaan kolaboratif yang melibatkan Kampus Utama Hidayatullah Surabaya, DPD, Mushida, dan Pemuda Hidayatullah.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

KH Hamim Thohari Ungkap Empat Nilai Karakter Kader dalam Silaturrahim Syawal Jatim

SURABAYA (Hidayatullah.or.id) -- Ketua Pimpinan Majelis Syura Hidayatullah, KH Hamim Thohari, menyampaikan bahwa kader Hidayatullah perlu memiliki empat karakter...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img