
KEBUMEN (Hidayatulla.or.id) — Guru Besar Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman, Prof. Dr. Icuk Rangga Bawono, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi atau model pembangunan, tetapi terutama oleh kualitas sumber daya insani yang beriman, berilmu, berintegritas, terampil, dan memiliki kepedulian sosial.
Hal tersebut disampaikannya dalam Inspiring Session bersama jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah di Grand Kolopaking Hotel, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Prof. Icuk, berbagai konsep pembangunan dapat dirancang oleh manusia, namun seluruhnya bergantung pada kualitas manusia yang menjalankannya. Karena itu, pembangunan sumber daya insani harus menjadi prioritas utama dalam setiap gerakan perubahan.
“Kualitas sumber daya insani adalah inti pembangunan. Kita melihat awal dakwah Hidayatullah juga berangkat dari sumber daya insani yang unggul dan totalitas dalam gerakannya. Artinya mereka memiliki iman dan akhlak, ilmu dan keterampilan, integritas, produktivitas dan kepedulian sosial, serta kemampuan beradaptasi,” ujarnya.
Ia menilai Hidayatullah memiliki pengalaman panjang dalam membangun manusia sebagai fondasi peradaban. Model pembinaan yang mengintegrasikan aspek keimanan, keilmuan, akhlak, dan pengabdian dinilai relevan untuk menjawab tantangan perubahan zaman.
Dalam paparannya, Prof. Icuk juga menekankan pentingnya membangun budaya ilmu di tengah masyarakat. Menurutnya, masyarakat yang memiliki tradisi belajar akan lebih siap menghadapi perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan berbagai bentuk disrupsi.
“Sekarang tugas kita semua, termasuk Hidayatullah adalah bagaimana melahirkan masyarakat yang berbudaya ilmu. Masyarakat yang berilmu akan lebih siap menghadapi perubahan dan disrupsi,” tegasnya.
Pada akhir sesi, ia mengingatkan bahwa gerakan dakwah harus mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Dakwah, menurutnya, tidak berhenti pada aktivitas penyampaian nilai-nilai keislaman, tetapi juga harus mendorong lahirnya kemandirian dan pemberdayaan umat.
“Targetnya bagaimana kita bisa menghadirkan bantuan menuju pemberdayaan. Kemudian dari penerima manfaat menuju pemberi manfaat. Dan dari kesejahteraan masyarakat menuju kualitas sumber daya insani,” pesannya.
Kegiatan Inspiring Session tersebut dihadiri Kepala Departemen Rekrutmen DPP Hidayatullah Imam Nawawi, Kepala Departemen Perkaderan DPP Hidayatullah Fu’ad Fahruddin, jajaran pengurus DPW dan DPD Hidayatullah, serta perwakilan LAZNAS Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kebumen.

Melalui forum ini, DPP Hidayatullah berharap semakin menguatkan komitmen organisasi dalam membangun sumber daya insani yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing sebagai fondasi utama kemajuan umat, bangsa, dan peradaban.






