
SANGGAU (Hidayatullah.or.id) — Sebanyak 50 dai dan daiyah dari berbagai daerah di kawasan Pantai Utara (Pantura) Kalimantan Barat mengikuti Upgrading Dai Tangguh Kalbar Batch 2 yang dikemas dalam agenda Lailatul Ijtima’ dan Halaqah Murabbi di Hotel Grand Narita, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada 25–26 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas, ketangguhan, dan soliditas para dai dalam menghadapi tantangan dakwah yang terus berkembang. Para peserta berasal dari Kabupaten Sambas, Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Mempawah, hingga Kota Pontianak, dengan latar medan dakwah yang beragam, mulai dari kawasan perkotaan hingga pelosok.
Ketua Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Kalimantan Barat, Ustadz Abd. Syukur, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi forum pertemuan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat fondasi spiritual para dai.
“Kegiatan ini tidak hanya sekadar seremonial berkumpul. Namun, ada makna luar biasa di dalamnya, yaitu bagaimana kita saling menguatkan ruhiyah dan meneguhkan ukhuwah. Dan yang paling penting adalah pelaksanaan shalat lail secara berjamaah,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan dakwah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyampaikan materi, tetapi juga ditopang oleh kekuatan ruhiyah, ukhuwah, dan konsistensi para pelakunya dalam menjaga hubungan dengan Allah SWT.
Senada dengan itu, Ketua DPW Hidayatullah Kalimantan Barat, Ustadz Muhyidin Nur Rabbani, mengingatkan bahwa para dai merupakan penerus risalah para nabi yang dituntut memiliki ketangguhan dan kesabaran dalam menghadapi berbagai dinamika di lapangan.
“Kita sebagai kader penerus risalah Nabi, sebagai dai, harus tangguh dan sabar untuk terus menyampaikan kebaikan. Karena itu, kita harus terus melakukan upgrading diri dan terus belajar,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas dai harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat gerakan dakwah di berbagai wilayah Kalimantan Barat.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta tidak hanya mendapatkan penguatan spiritual melalui qiyamul lail dan halaqah, tetapi juga berdiskusi, bertukar pengalaman, serta mempererat sinergi antardai dalam menghadapi tantangan dakwah di wilayah masing-masing.
LAZNAS Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Kalimantan Barat turut mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen memperkuat peran para dai dalam membina umat.
Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan (Prodaya) LAZNAS BMH Kalimantan Barat, Ustadz Baidai, berharap kegiatan ini semakin memperkokoh gerakan dakwah di daerah.
“Alhamdulillah, semoga kegiatan upgrading ini dapat semakin menguatkan soliditas dan mengokohkan gerakan dakwah para Dai Tangguh di Kalimantan Barat. Jazakumullahu khairan kepada seluruh donatur dan Sahabat Kebaikan yang selama ini senantiasa mendukung perjuangan para dai melalui donasi dakwah yang disalurkan melalui BMH,” tuturnya.

Para peserta merupakan dai dan daiyah yang selama ini mengabdikan diri di berbagai wilayah Kalimantan Barat, termasuk daerah-daerah yang memiliki keterbatasan akses. Selain menyampaikan ajaran Islam, mereka juga berperan sebagai pembina masyarakat, pendidik, serta penggerak berbagai program pemberdayaan umat.
Melalui Upgrading Dai Tangguh Kalbar Batch 2 ini, Hidayatullah Kalimantan Barat berharap lahir dai-dai yang semakin kuat secara spiritual, matang dalam kapasitas keilmuan, kokoh dalam ukhuwah, serta mampu menjawab tantangan dakwah dengan semangat pengabdian yang berkelanjutan.






