
BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Rangkaian Milad Emas ke-50 Pondok Pesantren Hidayatullah Pusat Balikpapan resmi dibuka pada Rabu (05/08/2026). Pembukaan ditandai dengan penyerahan Panji Milad Emas oleh Rais Am Hidayatullah, KH Abdurrahman Muhammad, kepada Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan, Dr. Arfan, sebagai simbol dimulainya peringatan setengah abad perjalanan Hidayatullah.
Prosesi berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran Pengurus Tingkat Pusat Hidayatullah dan daerah, Pembina, Pengawas, para Murabbi, peserta Musyawarah AHWA dan Diklat Murabbi Wustha Nasional, ibu-ibu pembimbing, serta perwakilan unit pendidikan dan organisasi Muslimat Hidayatullah.
Sebelum diserahkan kepada Ketua YPPH Balikpapan, Panji Milad diarak oleh pasukan berkuda dari Ummulqura Stable yang dipimpin Ustadz Masykur. Setibanya di Aula Pendopo, panji diserahkan kepada Rais Am, kemudian diteruskan kepada Dr. Arfan di hadapan para peserta yang mengikuti acara secara langsung maupun melalui siaran daring.
Dalam sambutannya, Ketua YPPH Balikpapan, Dr. Arfan, mengajak seluruh kader untuk terus menguatkan keyakinan terhadap pertolongan Allah dalam setiap perjuangan dakwah. Ia mengutip firman Allah dalam Surah At-Talaq ayat 2 tentang jaminan jalan keluar bagi orang-orang yang bertakwa.
Menurutnya, Kampus Induk Ummulqura Hidayatullah merupakan tanah perjuangan yang penuh keberkahan dan harus terus dijaga semangat serta nilai-nilai yang telah diwariskan pendiri Hidayatullah, KH Abdullah Said Rahimahullah, sebagaimana pesan Al-Qur’an dalam Surah Muhammad ayat 7 tentang pertolongan Allah bagi mereka yang menolong agama-Nya.
Sementara itu, Ketua Pembina YPPH Balikpapan, Ustadz Abdul Latief Usman, mengingatkan bahwa tantangan dakwah sering kali muncul dari persoalan-persoalan kecil yang luput dari perhatian.
“Lima puluh tahun bukan waktu yang singkat, namun juga belum terlalu tua bagi usia perjuangan. Semoga kita terhindar dari kerikil-kerikil yang menggelincirkan langkah dakwah,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta memperbanyak doa agar senantiasa diberikan pertolongan dan keteguhan dalam mengemban amanah dakwah.
Mewakili santri angkatan awal Hidayatullah, Ustadz Amin Mahmud menyampaikan optimisme terhadap regenerasi kader. Ia menegaskan bahwa Hidayatullah dibangun atas pertolongan Allah dan menjadi milik seluruh jamaah, sehingga generasi penerus diharapkan tetap istiqamah menjaga amanah perjuangan tanpa tergoda kepentingan duniawi.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, menegaskan bahwa rejuvenasi menjadi salah satu kebijakan strategis organisasi dalam menyongsong masa depan. Menurutnya, proses kaderisasi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, penguatan tradisi akademik, hingga lahirnya profesor-profesor dari kalangan kader Hidayatullah agar kontribusi organisasi semakin kuat di tingkat nasional.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kader yang telah bergabung dalam perjuangan.
“Jangan sibuk mencari kader di luar, sementara kader yang ada di dalam tidak dipertahankan,” pesannya.
Rangkaian pembukaan Milad Emas ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk menjadikan usia emas Pondok Pesantren Hidayatullah sebagai momentum memperkuat persatuan, menjaga kemurnian cita-cita perjuangan, serta melahirkan generasi yang lebih cerdas, berintegritas, dan mampu melanjutkan estafet dakwah menuju peradaban Islam.






