AdvertisementAdvertisement

KH Mahrus El-Mawa Buka Silaturrahim Nasional Rabithah Ma’ahid Hidayatullah

Content Partner

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Kepala Subdirektorat Pendidikan Diniyah dan Ma’had Aly Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) RI, KH. Dr. Mahrus El-Mawa, M.Ag., secara resmi membuka helatan Silaturrahim Nasional (Silatnas) Rabithah Ma’ahid Hidayatullah (RMH) yang bertempat di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Cipinang Cempedak, Otista, Jakarta, pada Jum’at, 29 Syawal 1447 (17/4/2026).

Dalam sambutannya, KH Mahrus El-Mawa menekankan pentingnya sinergi kolektif antarlembaga pendidikan Islam di tengah transformasi yang sedang dialami oleh institusi pesantren di Indonesia.

Pada kesempatan itu Mahrus merefleksikan pengalaman personal saat bertugas di wilayah timur Indonesia. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap eksistensi jaringan pesantren Hidayatullah yang telah menjangkau daerah-daerah terpencil di pelosok negeri. Mahrus mengenang bagaimana kehadiran institusi ini di wilayah seperti Jayapura memberikan dampak yang signifikan bagi dakwah Islam.

“Kalau tempat daerah seperti ini Hidayatullah luar biasa dan saya dulu langgaran Majalah Hidayatullah,” ujarnya, seraya menyebutkan bahwa konten dakwah yang disajikan melalui media tersebut sangat menarik dan menyejukkan. Pengalaman sejarah ini menjadi landasan bagi dirinya untuk menyambut baik penyelenggaraan Silatnas RMH yang kini menaungi lebih dari 300 pesantren di seluruh Indonesia.

Dalam pada itu, Mahrus menyampaikan informasi strategis mengenai penguatan struktur kelembagaan pesantren di tingkat nasional. Dia mengungkapkan bahwa pendidikan pesantren telah mengalami peningkatan status yang penting dengan terbitnya payung hukum terbaru. “Pesantren sekarang sudah naik menjadi eselon 1, sudah keluar Perpres-nya nomor 18 tahun 2026,” tuturnya.

Lebih lanjut, beliau memproyeksikan bahwa Ma’had Aly berpotensi berkembang menjadi direktorat tersendiri di masa mendatang, selaras dengan upaya melengkapi struktur organisasi Direktorat Jenderal Pesantren yang baru dibentuk tersebut. Hal ini diharapkan dapat memperkuat integrasi data pendidikan yang saat ini mencatat total sekitar 42.000 pesantren di seluruh tanah air.

Selaku Wakil Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Mahrus menegaskan bahwa perbedaan wadah organisasi tidak boleh menjadi penghalang bagi terciptanya kolaborasi produktif dalam membina umat.

Ia menarik benang merah dari pesan monumental Rasulullah SAW saat peristiwa Haji Wada’ sebagai landasan teologis untuk menjaga persatuan nasional. KH Mahrus mengingatkan bahwa esensi kemuliaan seorang manusia di mata sang pencipta bukan ditentukan oleh afiliasi kelompok, melainkan oleh integritas ketakwaan yang universal.

“Di antara kita ini tidak ada yang lebih mulia di mata Allah kecuali orang bertakwa,” tegas KH Mahrus saat mengutip pesan dari Kanjeng Rasul yang menekankan kesetaraan umat manusia. Ia menekankan bahwa deklarasi asasi manusia dalam perspektif Islam mewajibkan setiap mukmin untuk tetap bersatu dan bersaudara.

KH Mahrus pun mengaku sangat menyayangkan apabila perbedaan pandangan atau organisasi justru memicu keretakan ukhuwah atau sikap merasa paling benar sendiri. Menurutnya, kebenaran mutlak hanyalah milik Allah semata, sementara manusia hanya bisa berupaya mendekatinya melalui ijtihad yang jernih.

Mengakhiri sambutannya, KH Mahrus mengajak seluruh elemen pesantren untuk senantiasa mengedepankan prinsip hablum minannas dan memperkokoh tali persaudaraan.

Ia berharap agar keberadaan Rabithah Ma’ahid Hidayatullah dapat terus bersinergi dengan Kementerian Agama dalam memajukan kualitas pendidikan Islam. Dengan pembacaan basmalah, acara Silatnas RMH secara resmi dinyatakan dibuka, membawa harapan akan terciptanya keberkahan dan kemajuan bagi dunia pesantren di masa depan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Nanang Noerpatria Tekankan Pendidikan Pesantren sebagai Jiwa dari Gerakan Hidayatullah

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) -- Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Dr Nanang Noepatria, M.Pd, mengemukakan bahwa pilar pendidikan pesantren merupakan...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img