
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Dr Nanang Noepatria, M.Pd, mengemukakan bahwa pilar pendidikan pesantren merupakan bagian dari jiwa gerakan organisasi Hidayatullah yang terus bertransformasi menghadapi tantangan zaman.
“Bangga bahagia senang sekali kegiatan ini karena ini sejatinya adalah core dari pendidikan di Hidayatullah,” kata Nanang dalam sambutannya pada pembukaan acara Silaturrahim Nasional (Silatnas) Rabithah Ma’ahid Hidayatullah (RM) di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Cipinang Cempedak, Otista, Jakarta, pada Jum’at, 29 Syawal 1447 (17/4/2026).
Nanang menekankan bahwa pertemuan ini memiliki signifikansi historis bagi organisasi. Ia menyampaikan bahwa pendidikan merupakan inti dari seluruh perjuangan dakwah yang dilakukan oleh Hidayatullah.
Ia menjelaskan, fokus pembahasan dalam silaturrahim nasional ini secara spesifik mengarah pada penguatan kurikulum dan eksistensi Maahad Aly. Nanang menjelaskan bahwa pengembangan institusi ini memerlukan supervisi dari tokoh-tokoh yang memiliki kompetensi akademik serta integritas spiritual yang mumpuni.
Ia menyebutkan peran penting Kasubdirektorat Pendidikan Diniyah dan Ma’had Aly Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI KH. Dr. Mahrus El-Mawa, M.Ag., dalam mengawal proses ini agar berjalan sesuai dengan standar mutu pendidikan tinggi.
“Lebih khusus lagi, wabil khusus, nanti insyaallah Ma’had Ali yang akan dikawal oleh beliau Kiai Haji Mahrus El-Mawa,” katanya, seraya menyapa KH Mahrus El-Mawa yang membuka acara tersebut.
Meskipun Sekretaris Jenderal hadir sebagai perwakilan pimpinan tertinggi, Nanang menekankan tanggung jawab manajerial yang harus mencakup seluruh aspek organisasi secara komprehensif. Hal ini, terang dia, sebagai komitmen pimpinan pusat untuk memastikan setiap departemen, termasuk Departemen Pesantrenan yang dipimpin K.H. Muhammad Syakir Syafi’i, berjalan sesuai visi besar.
“Sekretaris Jenderal, namanya general. Akhirnya apapun bisa. Harus hadir di semua lini, semua sudut yang ada di gedung Pusat Dakwah Hidayatullah ini,” selorohnya disambut tawa hadirin.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap otoritas keilmuan, Nanang meminta KH Mahrus El-Mawa untuk secara resmi membuka acara tersebut. “Kami mengharapkan Pak Kiai, ini khusus untuk Pak Kiai, untuk membuka acara RMH ini secara resmi,” ungkapnya. Ia berharap agar agenda ini memberikan manfaat luas bagi umat.
Penutupan sambutan Nanang diwarnai dengan harapan tulus agar kegiatan ini senantiasa dalam bimbingan Ilahi. “Semoga acara ini diberkahi oleh Allah. Dimudahkan oleh Allah dan mendapat rida dari Allah,” pungkasnya.






