AdvertisementAdvertisement

DPP Hidayatullah Perkuat Tata Kelola dan SDI DPW Sulbar

Content Partner

SULAWESI BARAT (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah memperkuat tata kelola organisasi dan kapasitas sumber daya insani (SDI) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Coaching dan Mentoring, Selasa (29/09/2026).

Kegiatan di Kantor DPW Hidayatullah Sulbar tersebut menghadirkan Ketua Departemen Pembinaan dan Pengembangan Organisasi Mochamad Ghofadh, S.Ag., Ketua Departemen SDI Sumariadi, S.Pd.I., dan Direktur Utama Hidayatullah Institute Samsul Bahri, SE.

Mengangkat tema “Penguatan Tata Kelola Organisasi dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Insani DPW Hidayatullah Sulawesi Barat”, kegiatan ini merupakan langkah antisipatif untuk membaca kebutuhan organisasi dan menjaga stabilitas kelembagaan.

Ghofadh menegaskan, kehadiran tim DPP bukan karena adanya persoalan di tingkat wilayah, melainkan bagian dari upaya menyiapkan solusi sebelum persoalan berkembang.

“Penting memerhatikan sumber daya manajemen, sumber daya SDI dan sumber daya keuangan,” kata Ghofadh.

Sumariadi menjelaskan, DPW Hidayatullah Sumatera Utara, Banten, dan Sulbar dipilih sebagai perwakilan dari 37 DPW untuk pelaksanaan Coaching dan Mentoring, termasuk dalam penyiapan instrumen asesmen organisasi.

“Dalam prosesnya, DPW Hidayatullah Sumatera Utara, Banten, dan Sulawesi Barat dipilih sebagai perwakilan dari 37 DPW Hidayatullah untuk pelaksanaan Coaching dan Mentoring tersebut,” terangnya.

Pengelola organisasi juga didorong membangun corporate branding dan menggunakan tenaga profesional bila diperlukan.

“Dibutuhkan langkah manajer yang memahami seluruh aspek, melakukan corporate branding yang baik dan jika dibutuhkan menyewa profesional ahli,” ujarnya.

Selain manajemen, Ghofadh menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kantor sebagai bagian dari membangun kepercayaan publik. Ia mendorong penerapan prinsip ikromu dhaif melalui pelayanan yang baik, fasilitas memadai, buku tamu, dan front office.

“Jadilah kantor yang menginspirasi pengunjung,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar aktivitas organisasi berorientasi pada hasil yang terukur, termasuk perkembangan cash flow.

“Jangan tampak sibuk tapi nihil hasil. Tampaklah santai tapi produktif dengan indikator cash flow-nya naik,” tegasnya.

Ghofadh turut mengingatkan pentingnya menjaga penampilan dan citra organisasi tanpa terjebak gaya hidup berlebihan.

“Ini bukan mengajari hidup hedon-hedon, tapi dengan berpenampilan menarik harapannya dapat mencitrakan sebuah misi besar,” katanya.

Ia juga mendorong pengelola organisasi membangun budaya membaca dengan memilih buku yang relevan dengan bidang masing-masing.

“Jangan sampai tidak baca buku. Bacalah buku yang relevan, yang sesuai dengan ranah kita,” pungkasnya. (bash)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

HISUF Yogyakarta Bangkitkan Kesadaran Santri Menempa Diri untuk Masa Depan

YOGYAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Hidayatullah Student Forum (HISUF) mendorong santri kelas XII MA Hidayatullah Yogyakarta untuk mengenali jati diri, menentukan...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img