
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Badan Musyawarah Islam Wanita Indonesia (BMIWI) menggelar Seminar Kemerdekaan bertema “Pancasila & Kemerdekaan: Nilai yang Luhur” di Hotel Cosmo Amaroossa, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang digelar bersama MPR RI ini menghadirkan sejumlah tokoh, di antaranya Ketua Fraksi PKS MPR RI Tifatul Sembiring, Anggota Legislatif FPKS Al Muzzammil Yusuf, serta Duta Besar Palestina dan Sudan untuk Indonesia.
Ketua Presidium BMIWI periode 2026–2027, Oneng Nurul Bariyah, mengatakan seminar tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap perdamaian, keadilan, serta penguatan keluarga Indonesia.
Dalam sambutannya, Oneng menyampaikan solidaritas BMIWI kepada rakyat Palestina dan Sudan. Menurutnya, dukungan terhadap Palestina selama ini dilakukan melalui dukungan moral, keikutsertaan dalam berbagai kegiatan solidaritas, serta penggalangan donasi.
“Kita kontribusi dalam bentuk dukungan moral, kita juga ikut di dalam beberapa event untuk mendukung kebebasan Palestina. Kemudian ada donasi, kita juga berusaha untuk mengumpulkan,” ujarnya.
Sementara itu, Al Muzzammil Yusuf menegaskan bahwa perjuangan kemerdekaan Palestina membutuhkan dukungan bersama dari masyarakat internasional. Ia menyebut Indonesia dapat berkontribusi melalui doa, dana, dakwah, dan diplomasi.
“Ini enggak bisa kerja Indonesia sendiri, kerja dunia internasional, kerja dunia Islam, kerja bersama-sama,” katanya.
Selain isu Palestina dan Sudan, seminar juga menyoroti pentingnya ketahanan keluarga dan perlindungan anak. Oneng mengatakan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk generasi sekaligus menjadi benteng dari berbagai pengaruh yang dinilai bertentangan dengan nilai agama dan Pancasila, termasuk kampanye LGBT.

Menurut Oneng, penguatan keluarga perlu dilakukan melalui pola pengasuhan yang baik, pendidikan anak, serta lingkungan yang aman dan kondusif. Ia juga mengaitkan isu tersebut dengan keberlangsungan generasi bangsa.
“Ketika tidak ada lagi kelahiran anak, maka sebuah bangsa akan punah, lost generation,” ujarnya.
Oneng berharap seminar tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah awal bagi organisasi anggota BMIWI untuk menyatukan visi dalam memperkuat ketahanan keluarga, kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan, serta menjaga nilai-nilai Pancasila dan agama.
Semangat kemerdekaan menjadi benang merah dalam seminar tersebut, dengan isu Palestina-Sudan dan ketahanan keluarga ditempatkan sebagai bagian dari upaya BMIWI mendorong kehidupan masyarakat yang adil, bermartabat, dan berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa.






