اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Kehidupan manusia tidak pernah lepas dari persoalan. Di mana pun kita tinggal, apa pun pekerjaan kita, bagaimana pun kondisi ekonomi dan status sosial kita, semuanya pasti menghadapi ujian dan masalah.
Ada yang diuji dengan masalah keluarga, ekonomi, pekerjaan, kesehatan, anak-anak, maupun persoalan kehidupan lainnya.
Sebagai manusia, tentu kita mencari solusi. Namun, jangan sampai ketika menghadapi masalah kita justru menjauh dari Allah. Jangan lari dari masalah dengan cara yang salah. Sebab, solusi yang bertentangan dengan petunjuk Allah sering kali hanya melahirkan masalah baru.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Zat yang paling memahami manusia adalah Allah yang menciptakan manusia. Allah mengetahui apa yang kita rasakan, apa yang kita pikirkan, bahkan apa yang kita sembunyikan dari manusia.
Karena itu, Allah tidak membiarkan manusia hidup tanpa petunjuk. Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda antara yang benar dan yang batil. {QS. Al-Baqarah (2): 185}.”
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Perhatikan firman Allah tersebut. Al-Qur’an disebut هُدًى لِلنَّاسِ, petunjuk bagi manusia.
Artinya, Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca. Al-Qur’an adalah petunjuk untuk menjalani kehidupan.
Ketika kita bingung menentukan arah, kembali kepada Al-Qur’an.
Ketika menghadapi masalah keluarga, kembali kepada Al-Qur’an.
Ketika mencari rezeki, kembali kepada Al-Qur’an.
Ketika mendidik anak, kembali kepada Al-Qur’an.
Ketika menghadapi berbagai perubahan zaman, kembali kepada Al-Qur’an.
Allah berfirman:
إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa bagi mereka pahala yang besar. {QS. Al-Isra’ (17): 9}.”
Jamaah yang dirahmati Allah,
Lihatlah persoalan yang paling dekat dengan kita: rumah tangga.
Suami dan istri sering bertengkar. Anak sulit diatur. Orang tua kesulitan mendidik anak. Hubungan keluarga semakin renggang.
Kita kemudian mencari berbagai macam solusi.
Tetapi pernahkah kita bertanya:
Apakah Al-Qur’an masih hidup di rumah kita?
Kapan terakhir kali Al-Qur’an dibacakan di rumah?
Kapan terakhir kali orang tua duduk bersama anak membaca Al-Qur’an?
Kapan terakhir kali keluarga kita membicarakan firman Allah?
Bisa jadi kita mencari banyak solusi, padahal kita meninggalkan sumber petunjuk yang paling utama.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ
“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya Surah Al-Baqarah.”
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Al-Qur’an bukan sekadar bacaan. Al-Qur’an harus menjadi pedoman dan jalan hidup.
Allah berfirman:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. {QS. Al-Isra’ (17): 82}.”
Ketika hati gelisah, bacalah Al-Qur’an.
Ketika jiwa lemah, dekatilah Al-Qur’an.
Ketika keluarga bermasalah, kembalilah kepada Al-Qur’an.
Ketika kehidupan terasa berat, jangan tinggalkan Al-Qur’an.
Namun, jangan berhenti pada membaca. Pahami dan amalkan.
Jika Al-Qur’an mengajarkan kejujuran, maka jadilah orang yang jujur.
Jika Al-Qur’an memerintahkan berbakti kepada orang tua, maka muliakan orang tua.
Jika Al-Qur’an memerintahkan menjaga amanah, maka jangan berkhianat.
Jika Al-Qur’an melarang kemaksiatan, maka tinggalkan kemaksiatan.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan kita. Hidupkan bacaan Al-Qur’an di rumah kita. Ajarkan kepada anak-anak kita. Jadikan Al-Qur’an sebagai rujukan ketika menghadapi persoalan.
Sebab sebanyak apa pun masalah kehidupan, Allah telah memberikan petunjuk.
Kita memiliki Al-Qur’an.
Maka jangan mencari jalan keluar dengan meninggalkan Allah.
Jangan mencari ketenangan dengan maksiat.
Jangan mencari keberkahan dengan cara yang haram.
Dan jangan mencari solusi yang bertentangan dengan petunjuk Al-Qur’an.
Allah berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. {QS. Ar-Ra’d (13): 28}.”
Semoga Allah menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya bagi hati kita, petunjuk bagi kehidupan kita, dan pedoman bagi keluarga kita.
فَاتَّقُوا اللَّهَ عِبَادَ اللَّهِ، وَتَمَسَّكُوا بِكِتَابِ اللَّهِ، وَاعْمَلُوا بِهِ، فَإِنَّ فِيهِ الْهُدَىٰ وَالنُّورَ وَالرَّحْمَةَ.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
(Untuk mengunduh naskah ini ke format PDF, klik icon “print” pada share button di bawah lalu pilih simpan file PDF)






