AdvertisementAdvertisement

Hidayatullah Sambut Kunjungan Negara-negara OKI ke Gunung Tembak

Content Partner

Pemimpin Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad dalam rapat persiapan penyambutan delegasi OKI di kantor YPPH Balikpapan, Gunung Tembak, Kamis (6/7/2023).* [Foto: SKR/Media Silatnas Hidayatullah/MCU]

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Ormas sekaligus pesantren Hidayatullah menyambut baik kedatangan perwakilan negara-negara Organisasi Kerja sama Islam (OKI) ke pusat kultural Hidayatullah di Gunung Tembak, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Diketahui, kurang dari 140 hari menjelang acara Silaturahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah (23-26/11/2023), sebuah event internasional insya Allah digelar di Kampus Induk Pondok Pesantren Hidayatullah Ummulqura Gunung Tembak.

Kunjungan itu bagian dari Kegiatan Kebudayaan (Organization Islamic Cooperation-Cultural Activity/OIC-CA) di Indonesia yang digelar OKI.

Para peserta OIC-CA 2023 insya Allah mengunjungi Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak di Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Balikpapan pada Selasa (11/7/2023) siang-sore.

Menyambut agenda itu, para pemangku kepentingan di Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak mempersiapkan segala sesuatu sebaik mungkin.

Kegiatan kerja bakti digencarkan. Kebersihan dan kerapian kampus pesantren semakin dijaga.

Hidayatullah menyambut kehadiran para tamu mancanegara itu tak cuma secara fisik.

Dari sisi dakwah, Hidayatullah bersiap menjajaki peluang kerja sama dakwah dengan negara-negara OKI. Hal demikian didorong oleh Pemimpin Umum Hidayatullah, KH Abdurrahman Muhammad, selaku pemimpin tertinggi di Hidayatullah.

Kiai Abdurrahman Muhammad menjelaskan, Hidayatullah perlu bekerja sama dakwah dengan negara-negara OKI. “Untuk menyebarkan karakter wasathiyah ini atau dakwah rahmatan lil alamin,” ujarnya dalam rapat persiapan penyambutan tamu-tamu OKI di kantor YPPH Balikpapan, Gunung Tembak, Kamis (6/7/2023).

Misi kembali menampilkan Islam sebagai rahmatan lil alamin kepada publik dunia harus dilakukan secara bersama-sama. Hidayatullah maupun ormas-ormas Islam lainnya di Indonesia tidak bisa sendirian.

“Saya membaca memang juga sekarang kesadaran tokoh-tokoh OKI itu dia sudah mengarah ke situ. Sekarang para intelektual-intelektual itu sudah mulai ingin menjelaskan bahwa Barat tidak boleh takut dengan Islam, Barat tidak boleh takut dengan gerakan Islam. Karena gerakan Islam itu tidak benturan dengan sistem keilmuan yang dianut oleh siapa pun juga, baik Timur maupun Barat,” tambahnya menerangkan.* (SKR/Media Silatnas Hidayatullah/MCU)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

SAR Hidayatullah Peserta Uji Kompetensi Water Rescue sebagai Potensi Basarnas Gorontalo

GORONTALO (Hidayatullah.or.id) -- Lembaga Relawan Kemanusiaan Search and Rescue (SAR) Hidayatullah sebagai bagian dari potensi Badan Nasional Pencarian dan...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img