Beranda blog Halaman 102

Kunjungan Daerah DPW Maluku Utara Membangun Dakwah dari Pinggiran

MALUT (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Maluku Utara memulai rangkaian kunjungan pembinaan wilayah pada 17 Juli 2025 dengan mengawali perjalanan ke daerah Kosa, Tidore Kepulauan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program terpadu yang melibatkan Dewan Murabbi Wilayah (DMW) dan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Maluku Utara.

Agenda kunjungan dirancang berlangsung selama dua hari, dengan titik berikutnya menuju Halmahera Tengah dan Sofifi.

Fokus utama dari kunjungan ini adalah pembinaan langsung kepada pengelola pondok pesantren, mitra sinergi, dan masyarakat binaan, bukan sekadar silaturahmi kelembagaan.

Di Kosa, tim DPW dan DMW menyelenggarakan tausiyah serta sesi pembinaan di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatullah Kosa.

Dalam penjelasannya, Ketua DPW Hidayatullah Maluku Utara, Ahmad Nurkholis, menekankan urgensi kunjungan daerah sebagai instrumen penguatan dakwah wilayah.

“Kunjungan daerah ini adalah bagian dari tanggung jawab dakwah wilayah. Harus ada waktu yang disiapkan untuk melihat langsung secara rutin kondisi dai dan pondok di pelosok,” ungkapnya dalam keterangannya, Jum’at, 23 Muharam 1447 (18/7/2025).

Senada dengan itu, Ketua DMW Hidayatullah Maluku Utara, Riyadi Poniman, menegaskan pentingnya keterlibatan langsung para murobi dalam proses pembinaan.

“Kami ingin memastikan bahwa semua lini gerakan berjalan baik, dan hal itu perlu dilihat dan dirasakan langsung oleh para murobi. Pembinaan tidak cukup lewat laporan, tapi juga dengan kehadiran,” jelasnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga dan pengurus pondok.

Antusiasme masyarakat, termasuk keterlibatan anak-anak santri dalam tausiyah, mencerminkan tumbuhnya semangat dakwah dan pendidikan Islam di wilayah ini, meskipun dalam kondisi terbatas.

Melalui sinergi antara DPW, DMW, dan BMH, kunjungan ini diharapkan menjadi pemantik bagi lahirnya gerakan pembinaan yang lebih intensif dan menyeluruh di seluruh kawasan Maluku Utara.

Ketum DPP Hidayatullah Usulkan Taujih Kebangsaan pada Milad MUI ke-50 Tahun

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) menggelar Rapat Pleno bertempat di Aula Buya Hamka, Kantor MUI Pusat, Jl. Proklamasi, Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/7/2025).

Rapat ini dihadiri Ketua Wantim MUI Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, unsur pimpinan, dan anggota yang berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.

Rapat pleno dipimpin oleh Wakil Ketua Wantim MUI, Dr. K.H. Zainut Tauhid Sa’adi.

Dalam forum tersebut, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Dr. H. Nashirul Haq, M.A., turut menyampaikan pemikiran dan saran.

Ia mengusulkan agar MUI mengeluarkan Taujih Kebangsaan dalam rangka menyambut Milad ke-50 Tahun MUI pada akhir Juli 2025.

Menurut Nashirul, Taujih ini penting sebagai wujud tanggung jawab ganda MUI.

Taujih Kebangsaan ini, jelas Nashirul, sebagai wujud tanggung jawab MUI sebagai mitra pemerintah (shadiqul hukumah) dan pelayan umat (khadimul ummah).

“Substansinya antara lain ajakan hidup sederhana, khususnya dalam kondisi ekonomi tidak stabil. Kedua, seruan untuk menjaga lingkungan hidup,” ujarnya.

Usulan ini mendapat sambutan positif dari Ketua Wantim MUI, Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin. Ia menyatakan kesiapan MUI untuk merumuskan Taujih Kebangsaan bernarasi keagamaan.

“Insya Allah kita akan mengeluarkan Taujihat Kebangsaan pada momen milad dengan narasi diniyah, yaitu pandangan keagamaan, baik bersifat qath’i (pasti) yang berdasarkan dalil atau ijtihadi yang berdasarkan ijtihad-pemikiran,” jelas Ma’ruf.

Selain itu, Nashirul juga mendorong agar MUI bersama ormas Islam mengambil sikap lebih tegas dalam isu internasional, khususnya Palestina.

“MUI bersama ormas-ormas Islam perlu meminta secara langsung kepada Presiden agar lebih aktif menggalang persatuan negara-negara muslim untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” tambahnya.

Rapat ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie (Wakil Ketua Wantim MUI), Prof. Dr. Dadang Kahmad (Sekretaris Wantim), Dr. H. Amirsyah Tambunan (Sekjen MUI Pusat), serta unsur pimpinan ormas Islam tingkat pusat.*/

Kwarnas Dukung Jambore Nasional III Pramuka Hidayatullah dengan Gagasan Lingkungan

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka di Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, menerima kunjungan audiensi dan silaturrahim dari jajaran Pimpinan Satuan Komunitas Nasional (Sakonas) Pramuka Hidayatullah pada Kamis, 21 Muharram 1447 (17/7/2025).

Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pinsakonas Gerakan Pramuka Hidayatullah, Kak Syarif Daryono. Rombongan disambut oleh Wakil Ketua Kwarnas Bidang Saka, Kak Irjen Pol (Purn) Drs. Wahyu Adi, SH, MH, M.Si, didampingi sejumlah pimpinan pusat, antara lain Kak Dr. Sigit Mulyono, Kak Adiyatma, Kak Sutrisno, dan Kak Yaya.

Pertemuan berlangsung hangat dan produktif. Dalam kesempatan itu, Sakonas Hidayatullah menyampaikan rencana pelaksanaan Jambore Nasional III Sako Pramuka Hidayatullah, yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari, Kamis–Ahad, 27–30 Shafar 1447 H (21–24 Agustus 2025).

“Kami memohon rekomendasi, izin pelaksanaan, serta kesediaan Kwarnas memberikan sambutan resmi dalam kegiatan nanti,” jelas Kak Syarif saat menyampaikan maksud kunjungan mereka.

Kak Wahyu Adi menyambut baik inisiatif tersebut dan menyampaikan sejumlah masukan untuk memperkuat nilai kegiatan.

Ia menyarankan agar dalam jambore tidak hanya ada kegiatan perkemahan biasa, tapi juga aktivitas nyata seperti pertanian dan ketahanan pangan, termasuk penanaman pohon kelapa sebagai simbol reboisasi dan penghijauan lingkungan.

“Selain melatih kepemimpinan, adik-adik juga harus belajar peduli pada bumi kita. Menanam bukan sekadar tanam, tapi investasi masa depan,” ujar Kak Wahyu.

Ia juga mendorong agar setiap momen dalam jambore dicatat dan didokumentasikan dengan baik, sehingga bisa menjadi inspirasi banyak orang.

“Buat konten positif, biarkan dunia tahu bahwa pramuka terus aktif dan tetap relevan di hati anak bangsa,” tambahnya.

Kak Wahyu mengakhiri dengan apresiasi tinggi atas inisiatif Sako Pandu Hidayatullah.

Ia yakin, jambore ini bukan hanya ajang kumpul-kumpul, tapi wadah untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh, peduli lingkungan, dan siap menjadi pemimpin bangsa.

Turut mendampingi audiensi, Humas BMH Imam Nawawi menyebut bahwa kegiatan Jambore menjadi sarana untuk membentuk jiwa kepemimpinan, solidaritas, dan cinta Tanah Air, khususnya di tengah tantangan era digital.

“Melalui kegiatan konkret seperti penanaman pohon dan edukasi pertanian, para anggota pramuka tidak hanya diajak bertindak, tapi juga berpikir tentang masa depan bumi dan bangsa,” ungkap Imam Nawawi.

Jambore ini juga dirancang sebagai bagian dari semarak peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia dan menjelang Musyawarah Nasional VI Hidayatullah pada Oktober 2025 di Jakarta.*/

[KHUTBAH JUM’AT] Sholat Tiang Agama yang Tak Boleh Diabaikan

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن

أَمَّا بَعْدُ, فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى : وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً، فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’ah Rahimakumullah,

Segala puji hanyalah milik Allah, Tuhan semesta alam, yang telah menciptakan kita dari tiada menjadi ada, memberi nikmat iman dan Islam, serta mengaruniakan kesempatan hidup hingga hari ini.

Tiada satu pun makhluk yang mampu menghitung limpahan kasih sayang dan karunia-Nya. Dialah yang membolak-balikkan hati, membentangkan jalan hidayah bagi siapa yang dikehendaki-Nya, dan memuliakan orang-orang yang tunduk serta taat kepada-Nya.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, manusia paling mulia yang telah menyempurnakan akhlak dan menegakkan agama ini dengan penuh perjuangan.

Semoga kita termasuk golongan yang mencintai beliau, mengikuti sunnahnya, dan mendapatkan syafaat beliau kelak di hari kiamat.

Jamaah sekalian yang dimuliakan Allah,

Pada khutbah kali ini kita akan merenungi satu pilar utama dalam Islam yang sering dilalaikan yaitu sholat, tiang agama yang tak boleh diabaikan.

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ .الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

“Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) yang khusyu’ dalam sholatnya.” (QS. Al-Mu’minun: 1–2)

Sholat adalah ibadah agung yang menjamin keberuntungan bagi pelakunya. Sebagaimana janji Allah dalam ayat tadi, sholat bukan sekadar gerak badan.

Jika dilakukan tanpa kesadaran dan kekhusyukan, sholat menjadi kosong dan melelahkan, bahkan bisa menimbulkan kebosanan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ

“Yang pertama-tama dipertanyakan (dihisab) terhadap seorang hamba pada hari kiamat kelak tentang amalnya adalah sholat. Apabila sholatnya baik maka dia beruntung dan sukses, dan apabila sholatnya buruk maka dia kecewa dan merugi” (HR. An-Nasa’i)

Rasulullah ﷺ juga berkata kepada Bilal:

يَا بِلَالُ ! أَرِحْنـــَا بِالصَّلَاة

“Wahai Bilal, bahagiakan aku dengan sholat” (HR. Abu Dawud)

Sholat adalah sumber ketenangan jiwa dan kegembiraan. Nabi dan para sahabat sering kali berlama-lama dalam sholat malam hingga kaki mereka bengkak. Mereka merasakan kenikmatan yang hanya bisa diraih dengan kekhusyukan.

Jamaah sekalian yang dimuliakan Allah,

Pembicaraan tentang sholat perlu terus diulang. Tidak boleh ada kebosanan dan kelalaian, karena sholat adalah tiang agama. Meremehkannya berarti meruntuhkan pondasi iman.

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ

“Dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)

Namun, tidak semua sholat dapat mencegah kemungkaran. Banyak orang sholat tapi tetap bermaksiat (STMJ = Sholat Terus Maksiat Jalan). Ini pertanda ada yang keliru dalam sholatnya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Bagaimana pendapat kalian seandainya ada sebuah sungai di depan pintu salah seorang kalian, dia mandi lima kali sehari, apakah masih ada kotoran tersisa?” Mereka menjawab, “Tidak.” Rasulullah bersabda, “Demikianlah permisalan sholat lima waktu, Allah menghapus kesalahan-kesalahan dengan sebab sholat.” (HR. Muslim)

Begitulah agungnya sholat, hingga Rasulullah ﷺ menjadikannya sebagai pembeda antara muslim dan kafir:

إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالكُفْرِ ، تَرْكَ الصَّلاَةِ

“Sesungguhnya batas antara seseorang dengan syirik dan kufur itu adalah meninggalkan shalat” (HR. Muslim)

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’ah Rahimakumullah,

Khusyu’ adalah ruh dari sholat. Tanpanya, ibadah ini kehilangan makna. Khusyu’ sulit dicapai dan cepat hilang. Bahkan banyak jamaah, termasuk imam, yang tidak khusyu’ dalam sholatnya.

Rasulullah ﷺ pernah berdoa agar dilindungi dari hati yang tidak khusyu’. Beliau bersabda:

“Yang pertama kali diangkat dari umat ini adalah khusyu’, hingga hampir tidak didapatkan seorangpun yang khusyu’ dalam sholatnya.” (HR. Thabrani)

Sholat yang penuh khusyu’ membuat pelakunya terhindar dari keji dan mungkar. Jiwanya tenang, imannya menguat, dan cintanya pada kebaikan bertambah.

“Sesungguhnya ada dua orang yang berada dalam satu sholat. Perbedaan keutamaan antara keduanya seperti langit dan bumi.” (HR. Abu Dawud)

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’ah Rahimakumullah,

Khusyu’ bukan sekadar teori. Untuk mencapainya, perlu upaya yang tekun. Datang ke masjid dengan tenang. Pakaian bersih, badan suci, dan harum. Mengosongkan hati dari dunia. Merapikan shaf. Tidak menoleh ke kanan-kiri atau ke atas.

Jauhkan gangguan seperti nyanyian, suara musik, HP berdering, atau pakaian bergambar mencolok.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلاَةِ فَكَبِّرْ ، ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ ، ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ، ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ، ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ، ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ، ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ، ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِى صَلاَتِكَ كُلِّهَا

“Apabila engkau akan melaksanakan sholat maka sempurnakanlah wudhu, menghadaplah ke kiblat, bacalah yang mudah dari Al-Qur’an, ruku’ dengan sempurna, sujud dengan sempurna, duduk dengan sempurna, dan lakukanlah itu di seluruh sholatmu.” (HR. Bukhari)

Juga dalan sabda Nabi yang lain:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَسْوَأُ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِي يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَكَيْفَ يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ؟ قَالَ: لاَ يُتِمُّ رُكُوعَهَا وَلَا سُجُوْدَهَا أَوْ قَالَ: لَا يُقِيْمُ صُلْبَهُ فِى الرُّكُوْعِ وَالسُّجُودِ

“Seburuk-buruknya manusia adalah orang yang mencuri shalatnya.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana seseorang mencuri shalatnya?” Rasulullah saw. menjawab, “Yaitu seseorang yang tidak sempurna rukuk dan sujudnya, atau beliau bersabda, “Yaitu orang yang tidak lurus tulang belakangnya dalam rukuk dan sujud.” (HR. Al-Hakim)

Betapa jeleknya menjadi “pencuri sholat”. Ia bukan hanya mencuri hak manusia, tapi juga mencuri hak Allah. Namun anehnya, banyak orang tetap tenang saat sholatnya dicuri syetan.

Jamaah sekalian yang dimuliakan Allah,

Semua kerusakan moral dan kejahatan dalam masyarakat berakar pada kelalaian dalam sholat.

Semoga Allah menjaga sholat kita, menjadikannya sumber kebahagiaan dan keberkahan hidup. Aamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا
اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى اِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ

Do’a Penutup

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً. اللّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَأَتْمِمْ تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

اَللّٰهُمَّ انْصُرِ الْمُسْلِمِيْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ. اَللّٰهُمَّ ارْحَمِ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ. اَللّٰهُمَّ اكْشِفْ الغُمَّةَ عَنْ أُمَّتِنَا. اَللّٰهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْفَعَ الْبَلَاءَ عَنْ غَزَّةَ وَأَهْلِهَا، وَأَنْ تَنْصُرَهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ، وَأَنْ تَرْحَمَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ، وَأَنْ تَكْشِفَ الْغُمَّةَ عَنْ أُمَّتِنَا. اَللّٰهُمَّ عَافِنَا وَالْطُفْ بِنَا وَاحْفَظْنَا وَانْصُرْنَا وَفَرِِّجْ عَنَّا وَالْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اكْفِنَا وَإِيَّاهُمْ جَمِيْعًا شَرَّ مَصَائِبِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ . وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبّ الْعَالَمِيْنَ

!عِبَادَاللهِ

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

(Untuk mengunduh naskah ini ke format PDF, klik icon “print” pada share button di bawah lalu pilih simpan file PDF)

Tradisi Tahunan, Pernikahan Mubarak Ponpes Hidayatullah Balikpapan Digelar Oktober 2025

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan kembali akan menggelar agenda tahunan Pernikahan Mubarak yang telah menjadi bagian dari tradisi lembaga sejak dekade 1970-an.

Kegiatan ini secara resmi dimaklumatkan melalui Surat Keputusan Sekretariat Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan, bernomor SK-026/PPH-BPP/VI/2025.

Ketua Panitia Pelaksana tahun ini adalah Ustadz Muh. Zaim Azhar, dengan target peserta sebanyak 60 orang atau 30 pasangan kader santri. Acara akan dilangsungkan pada Sabtu, 12 Rabiul Akhir 1447 H (4 Oktober 2025), bertempat di lantai utama Masjid ar-Riyadh, Gunung Tembak, Balikpapan.

“Panitia mendapatkan amanah mulia sekaligus kebahagiaan tersendiri, bisa memberi pelayanan kepada para kader pelanjut dakwah,” ujar Ust. Abu A’la Al Maududi, Sekretaris YPPH Balikpapan dalam rapat perdana panitia pada 4 Muharram 1447.

Agenda ini turut mendapat apresiasi dari tokoh agama setempat. H. Rukman Badaruddin dari Kantor Urusan Agama (KUA) Balikpapan Timur menilai program tersebut sebagai kontribusi nyata terhadap program keluarga sakinah.

“Di beberapa daerah, angka perceraian sangat tinggi. Pola seperti ini bisa jadi contoh dan solusi,” kata Haji Rukman, seperti dikutip media ini dari laman resmi Ummulqurahidayatullah.id

Tahun ini, pernikahan mubarak juga menjadi bagian dari rangkaian Semarak Musyawarah Nasional VI Hidayatullah yang akan berlangsung Oktober 2025 di Jakarta.

Informasi dan pendaftaran dapat dilakukan melalui kontak panitia: Ustadz Masykur (081381017916), Ustadz Dudi (081254279080), Ustadz Zaim (085245602885), Ustadz Harja (081346668818), dan Ustadzah Lilis (085246424535).

Silaturahim MUI dan Pemerintah Dorong Akses Perumahan Bagi Guru Ngaji dan Ormas Islam

0
Pertemuan Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia (PKP RI) dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) di Aula Buya Hamka, Gedung MUI, Jakarta Pusat, pada awal Juli ini (9/7/2025) (Foto: Dok. MUI Digital)

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar silaturahim bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia (PKP RI) dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). Kegiatan berlangsung di Aula Buya Hamka, Gedung MUI, Jakarta Pusat.

Forum ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal MUI Dr. Amirsyah Tambunan, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH M. Cholil Nafis, Ph.D., Staf Khusus Menteri PKP Hira, serta Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho. Hadir pula perwakilan ormas Islam, termasuk Ruhyadi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah.

Dalam sesi berbeda di tempat yang sama berbincang dengan Staf Khusus Menteri PKP dan Komisioner BP Tapera, Ruhyadi menyampaikan aspirasi agar para dai dan guru ngaji Hidayatullah dapat mengakses fasilitas pembiayaan rumah melalui program pemerintah.

Ia juga mengungkapkan bahwa Hidayatullah memiliki aset lahan di sekitar pesantren dan perusahaan yang bergerak di bidang properti.

“Keduanya menyambut baik harapan tersebut dan dipersilakan mengakses dan kerja sama dalam pengadaan rumahnya,” kata Ruhyadi dalam obrolan dengan media ini, Rabu, 21 Muharam 1447 (16/7/2025).

Dr. Amirsyah Tambunan menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga demi kemaslahatan umat.

“MUI bersama Kementerian PKP dan BP Tapera ingin bantu guru ngaji dan ormas Islam agar bisa akses rumah terjangkau,” katanya.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menegaskan bahwa lembaganya siap mendukung program prioritas nasional.

“BP Tapera mendukung program Presiden Prabowo dengan pembiayaan rumah murah, termasuk bagi guru ngaji dan dai lewat kerja sama dengan MUI,” ujarnya.

Silaturahim ini menjadi fondasi penguatan peran sosial umat melalui kolaborasi strategis dalam penyediaan hunian terjangkau.

Menakar Amal dan Menyongsong Akhirat

0

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلتَنظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Hasyr: 18)

Allah SWT menegaskan pentingnya takwa dengan menyebutkannya berulang-ulang dalam satu ayat. Hal ini menunjukkan bahwa takwa bukan urusan remeh.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Islam” (QS. Ali ‘Imran: 102)

Nabi Muhammad ﷺ pun menjadikan pesan takwa sebagai bagian penting dari setiap khutbahnya yang dikenal sebagai khutbatul hajah, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud, Nasa’i, dan al-Hakim. Takwa dituntut dalam segala situasi: sepi atau ramai, sendiri atau bersama.

Perintah Memperhatikan Amal

Di antara dua perintah takwa dalam ayat ini, terdapat perintah penting: Hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya.

Allah tidak menggunakan kata falyaro (melihat biasa) atau falyu‘mal (beramal saja), tetapi falyandhur yang bermakna memperhatikan dengan seksama.

Allah juga berfirman:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

“Dan berbekallah kalian, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang berakal. (QS. Al-Baqarah: 197)

Kisah Bani Mudhar yang datang dalam keadaan miskin membuat Rasulullah membaca ayat ini, lalu para sahabat dengan antusias bersedekah (Tafsir Ibnu Katsir 3/477).

Maka pentinglah amal dilihat dari segi kualitas dan niatnya—apakah sesuai dengan sunnah, tidak riya’, dan bukan bid’ah?

Perintah Muhasabah

Ibnul Qayyim rahimahullah menyebut pentingnya muhasabah pada enam anggota tubuh: mata, telinga, mulut, kemaluan, tangan, dan kaki (Ighatsatul Lahfan I/160).

Umar bin Khattab berkata: Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab, timbanglah sebelum amalmu ditimbang. (Ighatsatul Lahfan I/157)

Setiap mukmin hendaknya mengevaluasi diri: apakah amalnya sudah ikhlas? Sudah maksimal? Jika belum, segera bertaubat dan memperbaiki diri.

“Esok” dalam ayat ini bukanlah hari kerja, melainkan hari kiamat. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa jika seseorang meninggal dunia, maka dimulailah kiamatnya (kiamat sughra).

Kematian adalah gerbang akhirat, dan begitu dekat waktunya bagi setiap manusia.

Bila seseorang menjadikan akhirat sebagai fokus hidupnya, ia akan serius dalam amal. Tapi jika orientasinya hanya dunia, maka ia akan terjebak dalam kebodohan.

Tuntutan Menuntut Ilmu

Meskipun secara eksplisit ayat ini tidak menyebut ilmu, namun perintah memperhatikan amal otomatis mengharuskan menuntut ilmu.

Tanpa ilmu, amal bisa salah niat atau cara. Sesuai kaidah: Al-ilmu qobla al-qouli wal-‘amal. Ilmu sebelum berkata dan beramal.

Allah menutup ayat ini dengan firman-Nya:

إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”

Seluruh perbuatan manusia diawasi oleh Allah, sekecil apa pun. Maka aneh bila manusia masih berani bermaksiat seolah tidak diawasi.

*) Ust. Mardiansyah Musawwimi, penulis guru madrasah Pondok Pesantren Hidayatullah Bontang Kaltim

Rakornas BMH Langkah Strategis Perluas Jangkauan Kebaikan

0

BATU (Hidayatullah.or.id) – Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Kota Batu, Jawa Timur, pada 20-21 Muharam 1447 (15–16/7/2025).

Acara ini diselenggarakan secara hybrid dan diikuti oleh jajaran pengurus pusat serta perwakilan daerah.

Sekretaris BMH Pusat, Triwinarno, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kinerja dan daya jangkau lembaga dalam melayani umat.

“Acara berlangsung secara hybrid. Peserta offline ada di Batu,” ujarnya dalam keterangannya kepada media ini, Senin (15/7/2025).

Rakornas ini difokuskan sebagai momentum konsolidasi nasional guna mengakselerasi capaian program sosial dan kemanusiaan BMH ke depan.

Menurut Triwinarno, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk membangun tata kelola lembaga zakat yang unggul dan akuntabel.

“Rakornas ini merupakan sarana konsolidasi dan akselerasi bersama dalam menata langkah ke depan, guna memperbaiki strategi, serta membangun komitmen kolektif demi kemajuan BMH sebagai lembaga zakat nasional yang unggul dan terpercaya,” tegasnya.

Dalam forum ini, peserta merumuskan langkah-langkah solutif untuk memperluas dampak program keummatan yang dilakukan BMH. Hasil dari Rakornas akan menjadi panduan kerja strategis tahun 2025, dengan harapan semakin banyak manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

BMH mencatat peningkatan peran signifikan dalam layanan sosial keagamaan di berbagai daerah. Rakornas kali ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi antarunit dan sinergi program di tingkat nasional.

Tujuh Santri Ar-Rohmah Hidayatullah Malang Lolos Olimpiade Sains Nasional 2025

0

MALANG (Hidayatullah.or.id) – Tujuh santri dari SMA Ar-Rohmah Putra Islamic Boarding School, Pesantren Hidayatullah Malang, berhasil mencatatkan prestasi dalam ajang Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten (OSN-K) Malang 2025.

Ketujuhnya resmi diumumkan sebagai perwakilan Kabupaten Malang menuju OSN Tingkat Provinsi Jawa Timur (OSN-P) yang dijadwalkan berlangsung akhir Agustus 2025.

Informasi tersebut dirilis secara resmi oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui laman resminya bpti.kemdikbud.go.id pada Selasa, 15 Juli 2025.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Mawardi, mengonfirmasi capaian tersebut sebagai bagian dari tren positif prestasi akademik yang terus dibangun.

“Santri SMA Ar-Rohmah Putra konsisten tiap tahun lolos ke OSN tingkat provinsi. Alhamdulillah,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu, 21 Muharam 1447 (16/7/2025).

Menurutnya, peningkatan jumlah peserta yang lolos tahun ini menjadi indikator keberhasilan program peningkatan mutu pendidikan yang dilaksanakan secara berkelanjutan oleh pihak sekolah.

“Proses pembelajaran berjalan baik, dan para santri mampu mengembangkan potensi secara optimal hingga berbuah prestasi,” lanjutnya.

Tujuh santri yang berhasil lolos ke tingkat provinsi adalah:

  1. Muhammad Isyan Aryasatya (Biologi)
  2. Ibnu Raysid R (Ekonomi)
  3. Damar Adyuta dan Mochammad Fathir Bintang A (Geografi)
  4. Azbin Daffa dan Zayyan Thoriq R (Informatika)
  5. Nafis Herza Yamani R (Matematika)

Pihak sekolah berharap prestasi ini menjadi motivasi kolektif bagi seluruh santri dan memperkuat citra SMA Ar-Rohmah Putra sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren yang unggul di bidang akademik.

Pemimpim Umum Hidayatullah Tekankan Perjuangan Dimulai dari Keikhlasan Niat

PINRANG (Hidayatullah.or.id) — Pemancangan tiang pembangunan Masjid Hidayatullah Lamatanre, belum lama ini, menjadi momen penting dalam rangkaian acara Halaqah Kubro Hidayatullah se-Sulawesi.

Dalam kesempatan itu, Pemimpin Umum Hidayatullah, KH. Abdurrahman Muhammad, menegaskan bahwa perjuangan dakwah tidak dimulai dari materi, melainkan dari niat yang tulus.

“Perjuangan ini kita mulai bukan dengan kekuatan harta, tapi dengan kekuatan niat dan keikhlasan,” ujarnya dalam tausiyah di hadapan ratusan kader dari Sulawesi, Gorontalo, hingga Kalimantan yang hadir di Kampus Hidayatullah Menro dan Lamatanre, Pinrang.

Ia mengingatkan pentingnya etos kerja dalam perjuangan. “Perjuangan ini harus terus bergerak dengan etos kerja yang baik dan benar. Etos orang Hidayatullah itu adalah semangat ibadah, berpikir, dan kerja keras,” tegasnya, dikutip dari laman Hidayatullahsulsel.or.id

KH. Abdurrahman juga mengisahkan proses pendirian pondok Lamatanre yang dilandasi pengorbanan keluarga.

“Saya mengawali langkah besar ini dengan diskusi panjang dan penuh pertimbangan bersama keluarga besar. Tidak mudah melepaskan tanah warisan yang telah terbagi ini, tapi saya sampaikan bahwa yang kita bangun adalah perjuangan dakwah dan pendidikan umat. Singkat cerita, kami sepakat menyerahkan tanah ini untuk perjuangan umat,” terangnya tentang tanah warisan seluas sembilan hektar yang kini menjadi lokasi pesantren.

Ia meyakini keberkahan hadir dari niat yang benar dan ikhlas. “Berdirinya aula pondok, halaqah, dan tiang masjid hari ini adalah bukti nyata bahwa keikhlasan dan kebersamaan menghadirkan keberkahan,” tegasnya.

Penutup tausiyahnya menegaskan harapan semoga pondok ini menjadi pusat pembinaan generasi rabbani, penyemai kader pemimpin umat yang berilmu, berakhlak, dan beramal shalih.*/