Beranda blog Halaman 173

Murabbi Halaqah Wustho se-Sultanbatara Peserta Upgrading Jadwal Bayani di Parengki

0

PINRANG (Hidayatullah.or.id) — Taman Qur’an Hidayatullah Parengki, Pinrang, Sulawesi Selatan, menjadi tuan rumah pelaksanaan sosialisasi dan upgrading hasil revisi 60 Jadwal Bayani Jatidiri Murabbi Halaqah Wustho se-Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sultanbatara).

Acara yang digelar intensif selama 2 hari, 30 Muharam – 1 Shafar 1446 (5-6/8/2024) ini dihadiri oleh puluhan utusan pewakilan Murabbi Halaqoh Wustho dari berbagai wilayah Hidayatullah Sultanbatara.

Ketua Dewan Murabbi Pusat (DMP) Hidayatullah, Ust. Dr. H. Tasmin Latif, M.Pd., menjelaskan bahwa revisi jadwal bayani ini bukanlah untuk mengubah substansi materi yang telah ada sebelumnya.

“Revisi ini hanya mengembangkan konsep yang sudah ada, bukan mengubah isi kajiannya,” ungkap Tasmin Latif.

Pernyataan Tasmin Latif ini menegaskan bahwa perubahan yang dilakukan lebih kepada penyempurnaan dan pengembangan konsep agar lebih relevan dan mudah dipahami oleh murabbi.

Anggota DMP lainnya, Ust. H. Naspi Arsyad, Lc, menggambarkan finalisasi revisi jadwal bayani ini seperti seorang juara pelari yang mencapai garis finish. “Menangnya itu bukan berarti tidak bertanding lagi,” katanya dengan penuh semangat.

Analogi yang diutarakannya ini, jelas Naspi Arsyad, menggambarkan bahwa meski revisi telah selesai, proses belajar dan peningkatan kualitas tidak boleh berhenti.

“Murabbi harus terus mengasah kemampuan dan pemahaman mereka agar selalu siap dalam memberikan pengajaran terbaik,” kata pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah Silkar, Penajam Paser Utara (PPU) ini.

Acara ini terasa makin istimewa dengan kehadiran Ust. H. Abdurrahman Muhammad, Pemimpin Umum Hidayatullah, yang ditengah kesibukannya masih meluangkan waktu turut hadir memberi penguatan materi Transformasi Spirit Hijrah kepada para murabbi halaqoh tingkat menengah.

Kehadiran Pemimpin Umum menambah semangat dan wawasan para peserta untuk terus berkembang dalam mengemban tugas mulia ini.

Selain itu, materi dalam rangkaian acara ini juga disampaikan oleh Anggota DMP lainnya seperti KH. Hanifullah Hannan, kyai asal Malang yang biasa disapa Gus Hanif.

Dalam rangka memastikan bahwa semua murabbi dapat menguasai materi ajar dengan baik, peserta juga diberikan sesi micro teaching. Mereka dibagi menjadi enam kelompok belajar atau halaqoh untuk mempraktikkan teknik pengajaran yang efektif.

Sesi sesi micro teaching ini diharapkan dapat membantu para murabbi dalam menyampaikan materi ajarnya kepada para mutarabbinya dengan lebih baik di kemudian hari.

Tidak hanya pemahaman materi, menurut Gus Hanif, murabbi juga dituntut untuk memiliki kualitas ibadah yang lebih baik serta dapat diteladani adab dan perilakunya di lapangan. Hal ini penting agar murabbi dapat menjadi contoh yang baik bagi para mutarabbinya, tidak hanya dalam ilmu pengetahuan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.*/Muhammad Bashori Abubasya

SAR Hidayatullah Ikuti Latihan Basarnas Pertolongan Kapal Terbakar di Palu dan Medan Ketinggian di Biak

BIAK (Hidayatullah.or.id) — Sebagai lembaga relawan kemanusiaan pencarian dan pertolongan potensi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas), Search and Rescue (SAR) Hidayatullah terus aktif menjalin koordinasi dan kemitraan yang kuat dengan Basarnas sebagai bagian dari pemerintah dan leading sector bidang penyelenggaraan SAR.

Diantara kemitraan potensi yang dijalankan adalah pelibatan SAR Hidayatullah dalam setiap program dan kegiatan Basarnas.

Seperti pada kegiatan baru baru ini SAR Hidayatullah terundang sebagai peserta dalam Latihan Pencarian dan Pertolongan Gabungan (Medan Ketinggian) di Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah.

Gubernur Papua Tengah Dr. Ribka Haluk yang diwakilkan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ausilius You, S.Pd, MM, MH membuka secara resmi kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Latihan SAR Gabungan (Latsargab) tersebut di aula kantor Gubernur Provinsi Papua Tengah, Selasa (06/08/2024) yang ditandai dengan penabuhan alat musik tifa.

Acara pembukaan turut dihadiri Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Biak, Kundori, ST, MM yang didampingi para pejabat serta pimpinan satuan TNI, POLRI, kepala instansi terkait, kepala perangkat daerah, dan prokopimda.

Kundori dalam sambutannya menyampaikan kegiatan Rakor dan Latsargab Basarnas Kelas A Biak ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan dalam wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Biak (Kantor SAR Biak).

Ia mengatakan diharapkan dari kegiatan ini mampu menciptakan koordinasi berkelanjutan untuk mencapai tujuan bersama yang efektif dan efisien dalam kontingensi kecelakaan kapal, serta menyiapkan tenaga-tenaga potensi SAR yang professional melalui latihan SAR gabungan di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.

Agenda bersama lainnya adalah Latihan Pencarian dan Pertolongan Gabungan pada Kecelakaan Kapal Terbakar di Perairan Laut Teluk Palu yang digelar Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Palu.

Kegiatan di Palu tersebut dilaksanakan selama 2 hari Selasa-Rabu, 06-07 Agustus 2024 di Kota Palu yang dihadiri langsung oleh Direktur Operasi Basarnas Brigadir Jenderal TNI (Mar) Edy Prakoso, S.E., M.M, dan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Palu Andreas Hendrik Johannes.

Islam dan Tugas Kemanusiaan

Ketua Umum SAR Hidayaullah, Irwan Harun, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Basarnas atas kesempatan dan kepercayaan selama ini yang dberikan kepada SAR Hidayatullah sebagai potensi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas).

Irwan Harun menegaskan bahwa SAR Hidayatullah sebagai bagian dari potensi Basarnas selalu siap mendukung Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP)/ Basarnas dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.

“SAR Hidayatullah sebagai potensi Basarnas selalu siap mendukung BNPP/ Basarnas dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan. Bagi SAR Hidayatullah, ini adalah bagian dari upaya kami mengamalkan sebagian ajaran Islam, bertolong-tolongan dalam kebaikan,” ujar Irwan Harun dalam keterangannya kepada media ini, Rabu, 2 Shafar 1446 (7/8/2024).

Irwan Harun juga menjelaskan bahwa SAR Hidayatullah merupakan bagian integral dari pendidikan, yang selalu terbuka terhadap segala masukan untuk perbaikan dan pengembangan ke depannya. Termasuk dalam peningkatan sistem komunikasi dan operasi di lapangan, demi mendukung tugas BNPP dalam melaksanakan pengabdian kepada bangsa dan negara.

SAR Hidayatullah menyadari pentingnya sistem komunikasi dan operasi yang efektif di lapangan. Irwan Harun menekankan bahwa peningkatan dalam aspek-aspek ini sangat krusial untuk mendukung tugas-tugas BNPP Basarnas.

“Kami selalu terbuka terhadap segala bentuk masukan yang konstruktif demi perbaikan dan pengembangan ke depannya. Peningkatan sistem komunikasi dan operasi di lapangan adalah prioritas kami untuk memastikan tugas kemanusiaan dapat dilakukan dengan maksimal,” tambahnya.

Melalui tugas-tugas kemanusiaan ini, SAR Hidayatullah tidak hanya menunjukkan komitmen mereka terhadap nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga mengamalkan ajaran Islam secara nyata. Mereka percaya bahwa membantu sesama dalam situasi darurat adalah bagian penting dari ajaran Islam.

“Kami berusaha mengamalkan ajaran Islam dengan bertolong-tolongan dalam kebaikan, dan ini adalah salah satu cara kami berkontribusi kepada masyarakat,” kata Irwan Harun.

Penghargaan yang diberikan oleh Basarnas ini, jelas dia, menjadi bukti nyata atas dedikasi dan kerjasama yang telah terjalin baik antara SAR Hidayatullah dan Basarnas.

“Kerjasama ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang demi kepentingan bersama dalam tugas-tugas kemanusiaan di masa mendatang,” imbuhnya.

Ia menambahkan, dengan dukungan dan kerjasama yang erat dari Basarnas, SAR Hidayatullah berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan dan dedikasinya dalam melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan dalam memberikan kontribusi yang berarti bagi bangsa dan negara, sekaligus mengamalkan ajaran Islam dengan bertolong-tolongan dalam kebaikan. (ybh/hidayatullah.or.id)

Senyum Ceria Anak Yatim Mekar di Muharram, BMH Tebar Kebaikan di Sultra

0

KENDARI (Hidayatullah.or.id) — Terik matahari pagi yang hangat, kian menyalakan semangat berbagi di sejumlah titik di Sulawesi Tenggara.Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH), dengan tangan terbuka, menyalurkan 50 paket bingkisan berisi cinta kepada anak-anak yatim.

Senyum ceria merekah di wajah-wajah polos mereka saat menerima bingkisan spesial di bulan Muharram yang penuh berkah.

“Terimakasih banyak, Kak! Bingkisannya bagus sekali,” ucap Tenri Abeng, salah satu penerima bingkisan dengan mata berbinar, baru-baru ini, seperti dalam rilis BMH kepada media ini, Rabu, 2 Shafar 1446 (7/8/2024).

Kegembiraan Tenri mewakili perasaan ratusan anak yatim lainnya yang tersebar di Kendari, Kolaka Timur, Kolaka, dan Buton Utara.

“Bulan Muharram adalah bulan yang istimewa,” ujar Armin, Kepala BMH Perwakilan Sulawesi Tenggara. “Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim, agar mereka merasakan kasih sayang dan perhatian dari kita semua.”

Lebih dari sekadar bingkisan, kegiatan ini adalah bentuk nyata kepedulian BMH terhadap masa depan anak-anak yatim. BMH tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga berkomitmen untuk mendampingi mereka tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan penuh harapan.

“Kami ingin anak-anak yatim ini memiliki masa depan yang cerah,” tambah Armin.

“Oleh karena itu, kami akan terus memberikan pendidikan dan pelatihan yang mereka butuhkan. Terlebih umat kian sadar bahwa berbagi adalah jalan-jalan kebaikan meraih kebaikan di sisi Allah SWT,” sambungnya menegaskan.*/Herim

Dari Gemuruh Kota ke Keheningan Desa, Masjid Baru Cikal Bakal Ponpes di Sitinjo

0

DAIRI (Hidayatullah.or.id) — Di tengah riuhnya hiruk pikuk kota, ada sebuah desa kecil bernama Sitinjo di Kabupaten Dairi yang menyimpan kisah haru.

Di pedalaman yang jauh dari keramaian, masyarakat desa bermimpi memiliki sebuah masjid yang megah sebagai pusat ibadah dan kegiatan keagamaan.

Mimpi itu kini semakin dekat untuk menjadi kenyataan berkat uluran tangan para donatur Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Sumut.

“Alhamdulillah, berkat kepercayaan umat, BMH bisa hadir di sini,” ujar Osman Ali, Kadiv Prodaya BMH Sumut dengan penuh syukur, seperti dalam keterangan diterima media ini, Rabu, 2 Shafar 1446 (7/8/2024).

BMH Sumut baru saja menyalurkan bantuan untuk pembangunan masjid di Desa Sitinjo. Masjid yang berdiri di atas lahan wakaf seluas 2.600 m² ini nantinya akan menjadi cikal bakal pesantren pertama di daerah tersebut.

“Ini bukan sekadar bangunan, tapi sebuah harapan baru bagi masyarakat, dan terciptanya masyarakat yang kian progresif dalam kehidupan,” lanjut Osman.

Bantuan yang diberikan berasal dari para donatur yang peduli dan juga dari program qurban plus sedekah bangun masjid pedalaman 1445 H.

Ustadz Milza Mardan Taga, dai yang turut terlibat dalam pembangunan masjid, mengungkapkan rasa terima kasihnya yang mendalam.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan BMH. Masjid ini sudah mencapai 76% progres pembangunan. Semoga dengan bantuan ini, masjid segera selesai dan bisa digunakan untuk beribadah,” ujarnya dengan semangat.

Ustadz Milza merupakan sosok dai tangguh yang masih muda. Selain aktif mengajar ngaji anak-anak dan masyarakat setempat. Pria murah senyum itu juga memiliki skill mengolah kopi dengan sangat baik.

Dan, sekalipun mendapat tugas dakwah di titik minoritas, ia tak kehilangan rasa percaya diri. Baginya Islam itu akhlak. “Kita akan diterima jika bisa menampilkan akhlak, yang baik” ucapnya bersemangat.*/Herim

BMH Sumut Jalin Kemitraan dengan Tribun Medan, Semai Kebaikan Lebih Luas

0

MEDAN (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Sumatera Utara semakin memperluas jangkauan dakwah dan program pemberdayaannya. Sebagai bentuk sinergi, BMH Sumut melakukan kunjungan ke Tribun Medan (Tribunnews Network), salah satu media massa terkemuka di Sumatera Utara.

Dalam pertemuan yang hangat, Kepala BMH Perwakilan Sumatera Utara, Lukman, didampingi oleh Osman Ali selaku Kadiv Program dan Pemberdayaan, serta Kepala Humas BMH Pusat, Imam Nawawi, disambut langsung oleh Pemred Tribun Medan, Iin Sholihin.

“Alhamdulillah, hari ini kami berkesempatan untuk bersilaturahmi dengan Tribun Medan. Kami berharap kerjasama ini dapat memperkuat sinergi dalam menyebarkan kebaikan dan menginspirasi masyarakat,” ujar Lukman dalam keterangannya diterima media ini, Selasa, 1 Shafar 1446 (6/8/2024).

Baik BMH maupun Tribun Medan memiliki visi yang sama, yaitu ingin memberikan manfaat bagi masyarakat. BMH, sebagai lembaga amil zakat, fokus pada program dakwah, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan.

Sementara itu, Tribun Medan yang memiliki tagline “Spirit Baru Sumatera Utara” sebagai media massa memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi dan menginspirasi masyarakat.

“Kami melihat banyak kesamaan antara BMH dan Tribun Medan, yaitu sama-sama ingin memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap kerjasama ini dapat melahirkan banyak karya jurnalistik yang menginspirasi,” ungkap Iin Sholihin.

Melalui kerjasama ini, diharapkan masyarakat dapat mengetahui lebih banyak tentang program-program yang telah dilakukan oleh BMH di Sumatera Utara. Mulai dari pembangunan masjid, sekolah, hingga program pemberdayaan masyarakat. Kisah-kisah inspiratif dari berbagai pelosok Sumatera Utara akan dibagikan kepada publik melalui media Tribun Medan.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa zakat, infak, dan sedekah yang mereka keluarkan dapat memberikan manfaat yang sangat besar bagi sesama,” tambah Osman Ali.*/Herim

Semarak Muharram dan Refleksi HUT ke-79 Republik Indonesia Hidayatullah Sumut

SAMOSIR (Hidayatullah.or.id) — Ada berbagai cara untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, begitu juga ada berbagai cara untuk memanfaatkan momentum tertentu sebagai sarana dakwah.

Hal itulah yang dilakukan oleh para kader Hidayatullah Sumatera Utara (Sumut) dalam upaya mereka meningkatkan akselerasi dakwah serta memperkuat ikatan persaudaraan antara da’i dan jama’ah.

Salah satu kegiatan besar yang mereka adakan adalah Halaqoh Gabungan (Halaqoh Kubro) dalam rangka menyambut dan refleksi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia serta yang masih dalam sauasana semarak Muharram 1446 Hijriyah.

Kegiatan ini berlangsung di Masjid Nurul Islam yang terletak di tepian Danau Toba, sebuah tempat yang indah dengan pemandangan perbukitan yang menakjubkan, terletak di Desa Tambun Sukkean, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir.

Inisiatif ini digagas oleh DPW Hidayatullah Sumatera Utara bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Sumatera Utara, Sahabat Yatim Pedalaman (SYP), Sekolah Dai Hidayatullah Sumatera Utara, Pondok Pesantren Hidayatullah Kampus Utama Medan, serta Muslimat Hidayatullah Sumatera Utara.

Kegiatan ini diikuti oleh pengurus inti Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah dari berbagai daerah di Sumatera Utara seperti Medan, Langkat, Binjai, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Kisaran, Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Mandailing Natal (Madina), Pulau Nias, serta jama’ah Masjid Nurul Islam Tambun Sukkean.

Para peserta datang dari penjuru Sumatera Utara menggunakan dua jenis moda transportasi, yakni kendaraan roda dua atau motor dan roda empat seperti mobil. Mereka melanjutkan perjalanan dengan menyeberangi Danau Toba menggunakan Kapal Fery ASDP.

Beberapa peserta dari Medan memilih untuk tidak menyeberangi Danau Toba dan menempuh perjalanan darat selama kurang lebih sembilan jam melalui Berastagi, Sidikalang, Merek, Tiga Binanga, hingga menyeberangi jembatan panjang yang menembus ke Pulau Samosir.

Sementara itu, peserta lain memilih jalur lebih singkat dengan menyeberangi Danau Toba menggunakan kapal fery dari Pelabuhan Penyeberangan Fery di Parapat.

Meskipun perjalanan panjang, namun sangat rekreatif karena sepanjang perjalanan peserta disuguhi pemandangan gunung dan kaldera tepian Danau Toba yang mempesona. Cuaca yang teduh serta udara sejuk menambah kenyamanan dalam perjalanan menuju lokasi kegiatan.

Kegiatan Halaqoh Kubro ini berlangsung selama dua hari, yakni pada hari Sabtu dan Minggu, tanggal 2-4 Agustus 2024 M, yang bertepatan dengan tanggal 27-29 Muharram 1446 H.

Rangkaian acara diisi dengan Sarasehan Da’i, Pelatihan Jurnalistik yang dipandu oleh penulis muda Mas Imam Nawawi, serta berbagai diskusi dan laporan perkembangan dakwah dari setiap Pengurus Daerah dan tim.

Selain menajamkan spiritual pada momen istimewa seperti shalat fardhu berjamaah, kegiatan juga diisi dengan sholat tahajjud serta berbagai lomba seperti lomba pancu, renang, balon air, polo air, dan lain-lain untuk semakin mengakrabkan peserta.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan bulan Muharram 1446 H yang sempat tertunda, serta menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang konsolidasi, koordinasi, serta wadah silaturahmi untuk memperkokoh tali ukhuwah dan ikatan jama’ah seluruh kader Hidayatullah Sumatera Utara.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan semangat kebangsaan dan dakwah dapat semakin terpupuk, serta ikatan persaudaraan antara para kader dan jama’ah Hidayatullah dapat semakin erat.*/Khoirul Anam

Lailatul Ijtima Muslimat Hidayatullah Jateng Perkuat Ukhuwah dan Spiritualitas

PATI (Hidayatullah.or.id) — Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah (Mushida) Jawa Tengah menggelar acara Silaturrahim & Lailatul Ijtima’ dalam momentum Refleksi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia yang diadakan di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Pati, Plangitan, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Sabtu-Ahad, 28-29 Muharam 1446 (3-4/8/2024).

Acara ini dirancang sebagai kesempatan penting bagi para Muslimat Hidayatullah untuk memperkuat ikatan persaudaraan dan meningkatkan spiritualitas mereka.

Acara dimulai dengan seremonial pembukaan yang penuh khidmat. Sambutan dan doa dari Ketua Pengurus PW Mushida Jawa Tengah Tri Wahyu Ummuelfa mengawali rangkaian kegiatan.

Tri Wahyu Ummuelfa dalam keterangannya mengatakan momen ini diharapkan dapat menginspirasi para peserta untuk menyerap manfaat maksimal dari acara ini untuk memperkuat ikatan persaudaraan dan meningkatkan spiritualitas.

“Memperkuat ikatan persaudaraan ini pilar penting dalam ajaran Islam, ini kewajiban kita, ini juga merupakan fondasi untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan saling mendukung,” katanya.

Tri Wahyu menilai menguatkan persaudaraan merupakan energi penting dalam pembangunan komunitas seperti Mushida, termasuk dalam berkhidmat untuk agama dan bangsa.

Dengan nilai nilai utama yang dikandungnya, eratnya persaudaraan ini akan memupuk saling pengertian dan kasih serta memelihara kultur kebersamaan dalam mengatasi kesulitan ekonomi, kesehatan, atau persoalan lainnya.

“Rasa solidaritas ini perlu sekali kita jaga selalu untuk memastikan bahwa tidak ada anggota yang merasa terabaikan atau sendirian,” imbuhnya.

Sementara itu, lanjutnya, dengan meningkatkan spiritualitas kita baik sebagai individu maupun sebagai jamaah akan mendekatkan kepada Allah dan meraih ketenangan serta kebahagiaan sejati.

Di kesempatan yang sama, hadir juga Ketua Majelis Murobbiyah Wilayah (MMW) Mushida Jawa Tengah Ustadzah Rita Sahara yang dalam sajiannya memberi pemahaman mendalam mengenai identitas diri dan peran sebagai hamba Allah.

“Sebagai muslimat, kita harus menyadari bahwa peran musimat sangat penting dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Pada malam harinya, para peserta melakukan Qiyamullail atau shalat malam untuk meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT.

Dalam kultur Hidayatullah, Qiyamullail atau shalat malam (tahajjud) merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ampunan serta petunjuk-Nya.

Keesokan harinya, acara dilanjutkan dengan sesi kedua penguatan dari MMW. Materi yang disampaikan pada sesi ini mencakup berbagai aspek penting dalam kehidupan seorang Muslimah.

Ustadzah Rita Sahara memberikan materi yang sangat berharga dengan fokus pada enam poin utama, yakni Pertama, memahami siapa diri kita untuk Menyadarkan diri akan identitas dan peran kita sebagai hamba Allah.

Kedua, Rita Sahara menekankan telaah untuk memahami siapa Pencipta kita untuk mengenal lebih dalam tentang Allah SWT sebagai pencipta dan pengatur kehidupan.

Ketiga, memahami apa peran hidup kita dalam rangka menggali dan menyelami tujuan hidup dan peran kita di dunia ini. Berikutnya, adalah menumbuhkan sikap wala’ terhadap sesama muslim yakni untuk memperkuat solidaritas dan rasa cinta terhadap sesama Muslim.

Kelima, menumbuhkan sikap baro’ terhadap orang orang Kafir, yakni meneguhkan keyakinan iman Islam secara fundamental sebagai akar kehidupan seorang muslim seraya terus menjaga hubungan yang sehat dan penuh hormat dengan non-Muslim.

Dan, Keenam, Ustadzah Rita Sahara menekankan pentingnya untuk selalu menumbuhkan rasa cinta dan kasing sayang terhadap sesama anggota Muslimat Hidayatullah.*/M. Dwi Eviq Erwiandy

Semangat Dakwah Menyala di Era Modern dengan Pendekatan Kreatif

0

SAMOSIR (Hidayatullah.or.id) — Di tengah keindahan alam Pulau Samosir yang dibikin makin merona dengan cantiknya Masjid Nurul Iman yang berdiri anggun di bibir Danau Toba, semangat dakwah para dai Hidayatullah se-Sumatera Utara semakin menyala. Dalam sharing session yang hangat, Imam Nawawi mengajak para dai untuk mengadopsi pendekatan dakwah yang lebih humanis dan kreatif.

Kehadiran Kepala Humas Laznas BMH Pusat, Imam Nawawi, yang didapuk menjadi salah satu penyaji dalam acara Refleksi Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2024 Kader Hidayatullah Sumut itu memberikan angin segar bagi para pendakwah ini.

“Dakwah bukan hanya soal menyampaikan pesan, tapi juga bagaimana pesan itu disampaikan. Kita harus menjadi teladan, menunjukkan sikap yang baik, dan selalu berbuat baik kepada siapa pun,” ungkap Imam Nawawi di Masjid Nurul Islam, Desa Tambun Sungkean, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, Sabtu, 28 Muharam 1446 (3/8/2024).

Pesan yang disampaikan Imam Nawawi ini merangsang peserta refleksi dalam suasana rihlah ini. Ustadz Mislindani, seorang dai dari Batubara, mengaku bahwa materi yang disampaikan Imam menjawab segala pertanyaan yang selama ini menghantuinya.

“Selama ini saya sering bertanya-tanya, bagaimana caranya agar dakwah saya bisa diterima masyarakat? Ternyata kuncinya adalah dengan menjadi manusia yang baik terlebih dahulu,” ujar Ustadz Mislindani.

Senada dengan Ustadz Mislindani, para dai lainnya juga merasa termotivasi untuk terus belajar dan berinovasi dalam berdakwah. Mereka menyadari bahwa dakwah di era modern ini membutuhkan strategi yang berbeda.

Dakwah tidak hanya sebatas ceramah di atas mimbar, tetapi juga bisa dilakukan melalui berbagai media sosial, kegiatan sosial, dan pendekatan personal.

Dengan pendekatan dakwah yang humanis dan kreatif, diharapkan para dai dapat membangun komunitas yang lebih baik. Dakwah bukan hanya tentang jumlah orang yang masuk Islam, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa hidup berdampingan dengan sesama dalam harmoni dan saling menghormati.

Lukman Thalib, Kepala BMH Sumatera Utara, mengatakan melalui kegiatan ini, Laznas BMH Pusat menunjukkan komitmennya dalam mendukung para dai di seluruh Indonesia.

Harapannya, tambah dia, para dai yang telah mengikuti kegiatan ini dapat menjadi agen perubahan di masyarakat dan menginspirasi orang-orang di sekitarnya untuk selalu berbuat baik.*/Herim

Air Bersih Mengalir, Kebahagiaan Merambah Pesantren Baitur Rohmah Tinggar Lebak

0

SERANG (Hidayatullah.or.id) — Kabar gembira datang dari Pesantren Baitur Rohmah, sebuah pesantren tradisional yang terletak di Lingkungan Tinggar Lebak, Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten merasakan nikmat akses air bersih dari Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH).

Setelah sekian lama mengandalkan air dari kubangan resapan air sawah untuk kebutuhan sehari-hari, kini para santri dan warga sekitar dapat menikmati fasilitas air bersih yang layak.

Berkat kepedulian Laznas BMH Perwakilan Banten, pesantren ini telah mendapatkan bantuan berupa sumur bor dan MCK. Peresmian fasilitas baru ini disambut dengan suka cita oleh seluruh penghuni pesantren dan warga sekitar.

Ust. Qoyimun, pimpinan Pesantren Baitur Rohmah, mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam atas bantuan yang telah diberikan.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Selama ini, santri dan warga sekitar kesulitan mendapatkan air bersih. Dengan adanya sumur bor dan MCK ini, mereka bisa lebih nyaman dan sehat,” ujarnya, seperti dalam keterangan diterima media ini, Senin, 30 Muharam 1446 (5/8/2024).

Senyum bahagia juga terpancar dari wajah Ishak, salah satu santri asal Palembang.

“Sekarang kami tidak perlu lagi repot-repot mencari tempat untuk mandi dan buang air. Fasilitas MCK yang baru ini sangat bagus dan bersih,” ungkap Ishak dengan penuh semangat.

Dengan adanya fasilitas air bersih yang baru, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para santri dan warga sekitar. Selain itu, bantuan ini juga menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sesama dapat memberikan dampak yang sangat positif.*/Herim