Beranda blog Halaman 252

Istighosah dan Pembacaan Shalawat Nariyah pada Peringatan Hari Santri di Bintan

BINTAN (Hidayatullah.or.id) — Santri Pondok Pesantren Hidayatullah Bintan memperingati Hari Santri Nasional 2023 yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bintan dengan rangkaian kegiatan istighosah dan pembacaan shalawat nariyah. Kegiatan digelar di aula Kantor Kemenag Bintan, Jumat, 5 Rabi’ul Akhir 1445 (20/10/2023).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kemenag Bintan, Ketua PCNU Kabupaten Bintan KH. Muhammad Nu’man, Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Bintan Ust. Humeydi, S.Pd.I, para pejabat pengawas, pimpinan pondok pesantren, para pengawas madrasah dan ASN Kemenag Bintan, serta para santri pondok pesantren Hidayatullah Bintan.

Kasi PD. Pontren Kemenag Bintan, H. Rostam Efendi dalam laporannya mengatakan Kantor Kemenag Bintan bersama STAIN SAR Kepri menyelenggarakan sejumlah kegiatan dalam memeriahkan Hari Santri Nasional, mulai dari Expo Kemandirian Pesantren, Istighotsah dan Salawat Nariyah, Upacara Bendera dan lain sebagainya.

Dalam arahannya, Kepala Kantor Kemenag Bintan, H. Erman Zaruddin mengatakan istighosah dan pembacaan shalawat nariyah dimaksudkan untuk mendoakan keselamatan bangsa dan negara.

Dia juga mengatakan doa dan pengharapan juga ditujukan bagi terciptanya perdamaian di Palestina dan negara-negara di belahan dunia lainnya.

Erman mengatakan Palestina merupakan negara yang pertama kali mengakui dan mendukung kemerdekaan Indonesia. Indonesia menurutnya, selalu memberikan dukungan bagi perjuangan bagi kemerdekaan bangsa Palestina.

“Melalui salawat nariyah ini kita berharap syafaat Nabi Muhammad Saw agar tercipta perdamaian dan kedamaian di dunia,” kata Erman seperti dilansir laman Kemenag Kepri.

Kementerian Agama mengangkat tema Jihad Santri Jayakan Negeri untuk perayaan Hari Santri Nasional 2023.

Untuk kesuksesan perayaan Hari Santri Nasional, Kemenag Bintan sudah mengedarkan surat melalui KUA yang ditujukan kepada pengurus masjid di Kabupaten Bintan agar dilaksanakan istighotsah dan salawat nariyah di masing-masing masjidnya.

Kepada para santri yang hadir, Erman berpesan agar terus menggantungkan cita-cita setinggi bintang di angkasa. Santri merupakan generasi masa depan yang akan melanjutkan pembangunan bangsa.

Iistighosah dipimpin oleh KH. Muhammad Nukhan yang merupakan Pengajar pada Pondok Pesantren Mambaus Shalihin Bintan. Pembacaan pembacaan Shalawat Nariyah dipandu oleh Ketua PCNU Bintan KH. Muhammad Nu’man dan tausiyah disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Bintan, Ust. Humeydi, S.Pd.I.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Humeydi mengatakan pesantren adalah miniatur peradaban Islam yang terus berkembang. Dia mengatakan di Indonesia pesantren menjadi pusat implementasi paling nyata atas pelaksanaan syariat Islam.

Pesantren menurutnya merupakan kawah candra dimuka bagi lahirnya kepemimpinan masa depan bangsa. (ybh/hidayatullah.or.id)

Program Ekonomi Sinergi Kemenag dan BMH Bahagiakan UMKM di Balikpapan Timur

0

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Para Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari wilayah Balikpapan Timur tampak penuh semangat dalam mengikuti acara pembinaan yang difasilitasi oleh Kementerian Agama (Kemenag) Balikpapan, Kantor Urusan Agama (KUA) Balikpapan Timur, dan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Kalimantan Timur pada tanggal 4 Rabi’ul Akhir 1445 H (19/10/2023).

Acara ini berlangsung di Pantai Manggar Segara Sari, Balikpapan Timur.

Melalui Program Mandiri Terdepan, sepuluh Pelaku UMKM diberikan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan dan strategi pemasaran yang efektif, dengan Ibu Lily Handayani, S.S., Founder & Ketua GOODLife Community Balikpapan, sebagai narasumber.

M Rofiq, Sekretaris Lembaga BMH Kalimantan Timur, yang turut hadir pada kesempatan tersebut, menyampaikan rasa kebanggaan dan syukur karena mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari perjalanan yang sangat inspiratif ini.

“Kami bersyukur mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Agama melalui KUA Balikpapan Timur untuk melakukan pendampingan kepada 10 keluarga yang memiliki usaha kecil dan menengah yang telah mendapatkan modal usaha,,” kata Rofiq.

“Tentu kolaborasi bersama ini diharapkan dapat meningkatkatkan usaha dan mengangkat derajat para UMKM agar bisa meraih kemandirian ekonomi,” tambah M Rofiq.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala KUA Balikpapan Timur serta Kepala Kemenag Balikpapan, H. Johan Marpaung, MM.

Dalam sambutannya, H. Johan Marpaung mengajak semua peserta binaan untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan usaha mereka, sehingga dapat membantu perekonomian keluarga dan meningkatkan kesejahteraan di masa depan.

“Semangatlah dalam berusaha, jangan mudah menyerah jika menghadapi tantangan. Insya Allah ke depan diharapkan lahir keluarga sejahtera dari Balikpapan Timur,” ujar Johan.

“Semoga bisa mengangkat potensi UMKM dan mendorong mewujudkan impian bersama,” tambah Johan.*/Herim

Nasihat Buya Hamka untuk Membuat Ilmu Menjadi Berkah

0

TERINGAT pesan yang bijak dari salah seorang senior dalam sebuah diskusi santai (kopi darat), di mana beliau menghinggapi kita dengan pesan yang bernilai; bahwa apa yang kita pikirkan, apa yang kita ucapkan, dan apa yang kita lakukan sangat tergantung pada pengaruh dari individu yang menjadi guru dan teman kita.

Nasihat ini senada dengan nasihat yang pernah diwariskan oleh Rasulullah SAW:

Bertemanlah dengan penjual minyak wangi, mungkin engkau akan diberikan minyak wangi, atau mungkin engkau akan membelinya dari mereka, dan jika tidak, engkau tetap akan pulang dengan harum wangi. Sebaliknya, bertemanlah dengan seorang pandai besi, dan mungkin sehelai baju Anda akan terkena percikan percikan api, atau jika tidak, Anda mungkin pulang dengan bau asap yang tak sedap.

Tidaklah nasihat ini bermaksud menilai pandai besi lebih buruk atau penjual minyak wangi lebih baik, tetapi sebaliknya, memberikan kita ilustrasi dan dorongan untuk merenung dan meresapi. Orang-orang yang ada dalam hidup kita memiliki pengaruh besar pada karakter kita.

Hal ini juga ditekankan oleh Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Buya Hamka. Beliau berpesan bahwa cara menuntut ilmu yang terbaik ialah berguru kepada seorang yang banyak pengalaman, luas pengetahuan, bijaksana dan pemaaf, tenang dalam memberi pengajaran, tidak lekas bosan lantaran pelajaran itu tidak lekas dimengerti oleh murid. Hendaklah si murid rindu dan cinta pada ilmu, percaya pada keutamaannya dan yakin pada manfaatnya.

Buya Hamka melanjutkan dengan mengatakan: “Seorang yang menuntut ilmu hendaknya didasari oleh keinginan untuk mendapat keridhaan Allah SWT semata. Sebab dengan ilmu yang luas itulah yang dapat mengenal tuhan dan membangun budi pekerti. Bukan ilmu sekadar mencari makan dan mencari gaji. Jangan menuntut ilmu hendak mencari riya”.

Kata Buya Hamka, orang riya itu sebenarnya tidaklah menjadi besar, tetapi menjadi orang terhina. Pengambil muka tidaklah terhormat tapi tersisih. Di depannya orang menganggukkan kepala, di belakangnya orang mencibir. Sepandai-pandai membungkus, yang busuk berbau juga”. (Lembaga Hidup hal.283)

Nasihat Buya Hamka kepada para pencari ilmu pada masa ini masih sangat relevan. Niat tulus dan proses yang benar adalah kunci untuk kesuksesan dan berkah dari pengetahuan yang diperoleh.

Terutama di era saat ini, ketika pemikiran Barat yang berlimpah telah mengaburkan banyak orang terhadap esensi sejati dari proses mengejar ilmu.

Contoh pemikiran materialistik adalah salah satu yang perlu diperhatikan, yang menganggap bahwa semua yang ada di dunia ini adalah materi atau benda. Dalam pandangan ini, hal-hal yang tidak terlihat secara nyata dianggap tidak ada. Akibatnya, pandangan seseorang tentang tujuan hidup, kebahagiaan, dan kesuksesan seringkali diukur dalam hal-hal materi yang dapat diukur.

Oleh karena itu, adalah bijak mengikuti saran Buya Hamka untuk memperhatikan dari siapa kita belajar. Ini akan membantu kita menjaga niat tulus dan memastikan bahwa proses belajar dan pengetahuan yang kita peroleh tidak terpengaruh oleh pandangan dunia yang serba materialistik yang lebih menekankan pada kekayaan, kedudukan, dan popularitas.

Ada individu yang dapat menjadi teladan dalam akhlak, meskipun mungkin tidak dalam hal ekonomi, dan sebaliknya. Oleh karena itu, memilih dengan bijak siapa yang akan menjadi pengaruh dalam perjalanan belajar kita adalah hal yang sangat penting dalam memastikan berkah dari pengetahuan yang kita peroleh.

*) Adam Sukiman, penulis adalah pemetik buah hikmah di kebun kehidupan. Saat ini diamanahi sebagai Ketua PW Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta

Talkshow Akhlak Bangsa, Majelis Ulama Soroti Candu Gadget dan Efek Negatif Teknologi

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Majelis Ulama Indonesia menyoroti masalah candu gadget dan efek negatif teknologi. Perhatian ini disampaikan Ketua Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PDPAB) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Masyhuril Khamis.

“Kita akan mencari solusi terbaik bagaimana dalam rangka akhlak bangsa ke depan solusi candu generasi kita terhadap gadget,” kata KH Masyhuril Khamis.

Hal itu disampaikan beliau ketika menjadi narasumber tema kajian akhlak dan psikologi dalam Talkshow Akhlak Bangsa oleh Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa Majelis Ulama Indonesia di Gedung MUI, Menteng Jakarta Pusat, pada Selasa, 2 Rabi’ul Akhir 1445 (17/10/2023).

Media komunikasi berperan penting dalam kehidupan sehari-hari umat manusia. Tidak dimungkiri alat komunikasi seperti gadget telah menjadi kebutuhan di era saat ini.

Ibarat pisau bermata dua, gadget juga memiliki sisi yang negatif jika penggunaannya tidak diatur sebaik mungkin. Gadget hanya akan menjadi candu konsumtif yang tidak bermanfaat untuk kehidupan.

Kiai Masyhuril menyadari, persoalan candu gadget bukanlah hal yang sederhana. Dia melihat kecanduan itu sudah ada sejak dini pada anak-anak di usia 2-3 tahun.

Kajian ini, menurut dia, sebagai bentuk upaya mencari alternatif untuk mensiasati gadget sebagai media yang produktif dan media pengembangan psikologi anak.

“Ini bagian dari upaya kita setidak-tidaknya memberikan alternatif alternatif yang lain bagaimana mensiasati media ini menjadi media yang produktif dan media yang menjadi upaya pengembangan psikologi anak,” kata dia seperti dilansir laman resmi MUI.

Dia meyakini acara tersebut dapat memberikan solusi alternatif untuk perbaikan akhlak bangsa ke depan mengingat narasumber yang hadir merupakan praktisi yang bersentuhan langsung dengan anak-anak.

“Kami yakin dan percaya kita punya tekad yang sama sehingga generasi kita ke depan adalah generasi yang produktif, bukan generasi yang konsumtif,” ucapnya. (ybh/hidayatullah.or.id)

Obatilah Sifat Kikir Sebelum ia Binasakan Kita

0

SALAH satu sifat bawaan manusia adalah kikir (syuhhun). Tidak seorang pun yang bisa menghindarinya, kecuali yang dirahmati oleh Allah. Di saat bersamaan, dalam diri mereka telah tertanam kecintaan kepada harta benda.

Maka, manusia sangat enggan melepaskan hak-haknya untuk orang lain secara rela hati, sebaliknya ia cenderung mengambilnya dari mereka bahkan menumpuknya.

Kekikiran sendiri merupakan penyakit yang sangat berbahaya sehingga harus diredam dan dikendalikan, sebelum ia menjadi kronis dan tak terobati.

Allah berfirman,

“Manusia itu menurut tabiatnya adalah kikir.” (QS. an-Nisa’: 128).

Juga firman-Nya yang lain,

“Dan siapa yang dilindungi (oleh Allah) dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.” (Qs. al-Hasyr: 9; dan at-Taghabun: 16).

Kemudian, firman-Nya lagi,

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang terbaik (surga).” (QS. Ali ‘Imran: 14)

Kita bisa menyaksikan fenomena kekikiran ini dalam berbagai bentuk dan tingkatannya. Ada yang tersamar dan ringan, ada pula yang terang-terangan dan mencengangkan.

Keengganan untuk antri dengan tertib dan mendahulukan orang lain, atau ketidakbersediaan untuk mempersilakan orang berusia lanjut menempati kursi di angkutan umum, atau kecenderungan untuk menyerobot jalur pada saat jalanan macet, atau menagih uang kembalian meski hanya sepele jumlahnya, atau beratnya merelakan dan membebaskan orang yang berhutang, semua ini hanyalah contoh-contoh simpel yang mudah ditemui di mana-mana.

Contoh-contoh spektakuler dapat kita saksikan pula di media massa. Bukankah orang-orang yang melakukan korupsi dewasa ini tidak berasal dari kalangan yang hidup berkekurangan, namun justru dari kaum kaya dan berkelimpahan? Ternyata, selain enggan melepas apa yang dimiliki, mereka juga berusaha merebut milik orang lain.

Wajar jika Rasulullah menyebut kikir sebagai virus penghancur umat terdahulu. Beliau bersabda,

“Berhati-hatilah kalian dari sifat kikir, sebab umat sebelum kalian telah binasa hanya gara-gara kikir. Sifat itu menyuruh mereka untuk pelit (bakhil), lalu mereka melakukannya; menyuruh mereka untuk memutus hubungan keluarga, lalu mereka melakukannya; menyuruh mereka untuk melakukan kejahatan, lalu mereka juga melakukannya.” (Riwayat Abu Dawud. Hadits shahih, dari ‘Abdullah bin ‘Amr).

Karena kikir manusia enggan berbagi dan membantu sesama, dalam segala bentuk dan jenisnya. Karena kikir pula ia sengaja menjauhi kerabat dan tetangganya, ketika merasa khawatir mereka akan turut menikmati kekayaannya.

Karena kikir pula ia tega berbuat jahat, misalnya dalam kasus sengketa warisan, yang membuat kita mengelus dada dan geleng-geleng kepala.

Dalam kadar normal, sebenarnya kecenderungan untuk menahan hak dan mencari harta akan memberi manfaat. Tanpa bekal sifat ini, manusia tidak akan bisa lestari. Akan tetapi, ketika ia dimanja dan diperturutkan, pada puncaknya pasti berubah menjadi kegilaan yang menghancurkan.

Diriwayatkan bahwa Nabi bersabda,

“Ada tiga penebus dosa, tiga derajat, tiga penyelamat, dan tiga penghancur … Adapun tiga penghancur itu adalah kekikiran yang dipatuhi, hawa nafsu yang diperturutkan, dan ketakjuban seseorang pada pendapatnya sendiri.” (Riwayat al-Bazzar, al-Baihaqi, al-Mundziri, dari Anas. Menurut al-Mundziri, hadits ini hasan dengan seluruh jalurnya).

Oleh karenanya Islam menganjurkan umatnya untuk bersedekah, murah hati, suka berbagi, mendahulukan orang lain, dan sejenisnya. Dalam Al-Qur’an, perintah menegakkan shalat sangat sering dirangkai dengan anjuran mengeluarkan zakat. Misalnya, Allah berfirman:

“Tegakkanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kauusahakan untuk dirimu, pasti engkau dapati (balasannya) di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat terhadap apa yang kalian kerjakan.” (QS. al-Baqarah: 110). Masih banyak ayat sejenis, seperti al-Baqarah: 43, an-Nur: 56, dan al-Muzzamil: 20.

Mengikis sifat kikir bukanlah perkara mudah. Inilah rahasia mengapa zakat dijadikan salah satu Rukun Islam, yang bila dilanggar maka keislaman seseorang menjadi batal.

Rukun Islam pada dasarnya merupakan obat dan terapi untuk mengendalikan kecenderungan-kecenderungan buruk manusia.

Syahadat mengajarinya untuk bergantung hanya kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya, tidak didominasi dan dipertakuti oleh selain-Nya atau mematuhi tuhan-tuhan palsu.

Shalat membimbing mereka menjauhi perbuatan keji dan munkar, serta tenang dan memiliki kendali diri melalui dzikir. Lalu, zakat membantu mereka melawan dorongan-dorongan negatif untuk bersikap egois, pelit, keras hati, dsb.

Jadi, penolakan untuk bersedekah dan berzakat pada kenyataannya hanya cermin kebebalan manusia sendiri. Ia gagal memahami terapi yang Allah sarankan, agar sembuh dan terbebaskan.

Semakin ia enggan bersedekah dan berzakat, penyakit kikir itu akan semakin kuat berakar dan menggerogoti jiwanya, sampai kelak menjerumuskannya ke dalam pemutusan hubungan keluarga, perusakan mu’amalah dengan tetangga, bahkan kejahatan-kejahatan yang mengerikan.

Mungkin ada yang bertanya: bila akibat sifat kikir sedemikian buruk, mengapa Allah tidak menghapuskannya saja? Mengapa ia justru ditanamkan dalam diri manusia?

Sebetulnya, selain memiliki manfaat tertentu jika berada dalam kadar normal, setiap perintah baru memiliki makna yang relevan jika terdapat tantangan yang harus dihadapi. Misalnya, bila kita tidak memiliki nafsu kepada lawan jenis, tentu saja larangan berzina menjadi sia-sia.

Jadi, Allah menyuruh kita berzakat dan bersedekah justru karena Dia tahu ada kecenderungan sebaliknya dalam diri kita, dan Dia ingin membersihkannya. Wallahu a’lam.

*) Ust. M. Alimin Mukhtar, penulis adalah pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah Malang

Laznas BMH Resmikan Masjid di Ponorogo

0

PONOROGO (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) menyalurkan bantuan pembangunan masjid di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) tepatnya di Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

BMH memberikan bantuan pembangunan Masjid An Nur. Masjid ini satu-satunya tempat ibadah umat Islam di dusun tersebut, dengan lokasi yang jauh dari pusat kota.

Ini bagian dari upaya Laznas BMH mewujudkan program 1001 masjid untuk warga pedalaman.

“Dengan tujuan memberikan layanan dan fasilitas bagi masyarakat untuk meningkatkan spiritualitas beragama dan semangat dalam menjalankan ibadah,” terang Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jatim, Imam Muslim, dalam keterangannya, Kamis, 4 Rabi’ul Akhir 1445 (19/10/2023).

“Terima kasih kepada muzakki yang telah menyalurkan dananya melalui Baitul Maal Hidayatullah. Semoga apa yang diberikan dapat memberi manfaat kepada mustahik sehingga dapat berdaya dan bertransformasi menjadi muzakki di kemudian hari,” sambung Koordinator Gerai BMH Ponorogo, Teguh Santoso.

Sementara itu, Ustadz Wiyono selaku takmir Masjid An-Nur menyampaikan terima kasih atas bantuan pembangunan dari BMH.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini.*/Herim

Penjabat Gubernur NTT Apresiasi Panen Cabai di Ponpes Hidayatullah Kupang

0

KUPANG (Hidayatullah.or.id) — Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake, S.H., M.D.C berkesempatan melakukan panen cabai di Lahan III GS Organik Desa Baumata Timur, Kabupaten Kupang, Selasa, 2 Rabi’ul Akhir 1445 (17/10/2023).

Pelaksanaan panen tersebut diselengggarakan dalam acara Panen Perdana Cabai Program Digital Farming di Lahan GS Organik dan Peninjauan Lapangan Pengembangan Hortikultura Replikasi Model Bisnis Pengembangan Ekonomi Pesantren di Pondok Pesantren Hidayatullah Batakte.

Dalam panen tersebut, Penjabat Gubernur turut didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Donny H. Heatubun.

Kegiatan Panen Cabai tersebut merupakan sinergitas antara Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi NTT dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2023.

“Saya memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang turut menjalankan instruksi Presiden,” kata Ayodhia Kalake.

Ia mengatakan, pemerintah mengapresiasi kegiatan hari ini yang diinisiasi oleh KPw BI Bank Indonesia melalui Implementasi Program Digital Farming yaitu penggunaan alat digital untuk mengukur pH tanah yang terkoneksi dengan smartphone.

“Ini terobosan inovasi yang sangat baik. Ini juga sejalan dengan instruksi Presiden yaitu memperkuat sarana dan pra sarana pertanian,” jelas Ayodhia.

Dia melanjutkan, pihaknya juga memberikan apresiasi atas dukungan Bank Indonesia Perwakilan NTT dalam menyediakan sarana informasi harga pangan menggunakan LED (Local Economic Development) atau pengembangan ekonomi lokal di pasar-pasar, dan juga subsidi ongkos angkut untuk operasi pasar murah yang bekerja sama dengan Bulog.

“Ini sejalan dengan instruksi Presiden yang pertama yaitu mengoptimalkan anggaran dan belanja daerah dan ini berguna untuk pengendalian inflasi,” kata Pj. Gubernur.

“Saya juga minta prestasi yang telah diraih sebagai champion dalam TPID Awards 2023 perlu dipertahankan. Kita perlu tingkatkan kolaborasi untuk memajukan ekonomi sehingga terwujud NTT Maju NTT Sejahtera,” ujarnya.

Ia menambahkan, perlu turut memjalankan instruksi Presiden terkait integrasi data stok dan neraca pangan daerah serta memperkuat infrastruktur dan rantai pasok untuk memperlancar distribusi barang dan jasa juga tetap memperkuat komunikasi dan sinergitas.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Dony S. Heatubun mengungkapkan, upaya Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT melalui implementasi Digital Farming pada lahan GS Organik dan implementasi Integrated Farming pada Ponpes Hidayatullah Batakte merupakan salah satu wujud dalam mendukung program Pemerintah, baik pusat maupun daerah dalam pengendalian inflasi.

“Metode Digital Farming terdiri dari penggunaan alat digital untuk mengukur pH tanah yang diintegrasikan pada smartphone, implementasi irigasi tetes, dan pemasaran online melalui marketplace,” kata Dony.

“Digital Farming merupakan salah satu upaya Bank Indonesia dalam pengembangan UMKM di bidang klaster pangan yang bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan strategis,” imbuhnya.

Selain meningkatkan kapasitas, jelas Dony, pemberian bantuan teknologi ini juga ditujukan untuk meningkatkan efisiensi biaya, peningkatan daya saing dan perluasan pasar UMKM.

Dony juga menjelaskan, KPw BI NTT juga mengimplementasikan integrated farming pada Pondok Pesantren Hidayatullah Batakte, dengan tujuan untuk memperkuat ekosistem rantai nilai halal, dan pengembangan kemandirian ekonomi pesantren sebagai bagian dari kebijakan bauran Bank Indonesia.

“Selanjutnya program digital farming yang ada di GS Organik ini kami replikasikan ke program integrated farming di Ponpes Hidayatullah,” imbuhnya.

Hal ini terang dia dimaksudkan agar terjadinya sinergi dan menjaga daya saing serta sustainability produk hortikultura sehingga turut menjaga ketahanan pangan dan menekan gejolak inflasi dari volatile food.

Untuk diketahui, luas lahan III GS Organik seluas 1 Ha tersebut ditanami 10.000 pohon cabai dan juga ditanami tanaman hortikultura lainnya. (arifat/hidayatullah.or.id)

[Khutbah Jum’at] Al-Qassam: Ujung Tombak Pembebasan Masjidil Aqsha

0

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه ُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ

الحمد لله الذي بَعَثَ في الناس رسولاً يَتْلُو عليهم آياتِه ويُزكِّيهم ويُعلِّمُهم الكتاب والحكمة، أَحْمَدُكَ يا ربّ على أنِ اخْتَرْتَ الرَّسُولِ الْكَريمِ لِيَكُوْنَ نُوراً لِلْعَالَمِين. ثم الصلاة والسلام على نبينا محمدٍ الذي كان ضِياءً للسَّالِكين، وقدوةً للناس أجمعين. أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أنّ محمداً رسول الله. أما بعد،

فأوصي نفسي وإياكم بتقوى الله، قال تعالى: (يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِه وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ)
وقال: (لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا)

Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah

INTI pesan khutbah Jum’at selalu Taqwa. Bertaqwalah kita kepada Allah dalam segala hal. Takutlah kita kepada Allah ketika mengerjakan apapun. Taatlah kita kepada perintah Allah pada setiap waktu. Jauhikanlah diri kita dari larangan Allah di setiap kesempatan.

Di dalam Al-Quran, Allah menjamin orang bertaqwa dengan kemenangan. Baik dalam keadaan damai maupun perang, orang bertaqwa adalah pemenang yang sesungguhnya.

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا

“Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertaqwa lah kemenangan.” (An-Naba: 31)

Saat ini, umat Islam sedunia sedang diperangi oleh Penjajah Zionis Israel yang telah menjajah Masjidil Aqsha, Kota Baitul Maqdis, dan Palestina selama 75 tahun.

Alhamdulillah, ketika banyak orang hampir putus asa, ketika banyak umat Islam hampir lupa, ketika bangsa-bangsa dunia hampir lengah atas kejahatan-kejahatan Zionis Israel, pada tahun 1991, bangkitlah pemuda-pemuda yang menamakan dirinya Brigade Asy-Syahid ‘Izzuddin Al-Qassam.

Jumlah awalnya tidak banyak, hanya sekitar 20 orang. Tapi seperti kata Bung Karno, “Berikan aku sepuluh pemuda, akan kuguncang dunia.” Para pemuda Al-Qassam benar-benar mengguncang dunia, dan meruntuhkan kesombongan penjajah Zionis Israel setahap demi setahap.

‘Izzuddin Al-Qassam adalah nama seorang Ulama Suriah yang mengobarkan dan memimpin Jihad melawan penjajah Inggris di Negeri Syam pada tahun 1920-an sampai 1930-an. Beliau lahir pada 19 Desember 1882, wafat 20 November 1935, syahid di kota Haifa, Palestina Utara yang terjajah.

Jasad beliau mati dan dikubur. Tapi ruh beliau masih menjadi sebab berkobarnya ruhul Jihad kita sampai hari ini, hampir seratus tahun setelah Syahadahnya.

Sejak tahun 1991 sampai tahun 2023 ini, Pasukan Mujahidin Kemerdekaan Palestina Al-Qassam telah tumbuh dari sekelompok pemuda yang bekerja diam-diam, menjadi pasukan tempur besar yang profesional dan mampu memukul titik-titik kekuatan strategis musuh.

Diperkirakan kekuatan Al-Qassam terutama di Jalur Gaza saat ini tidak kurang dari 30 batalion (atau hampir 30 ribu orang) yang sangat terlatih bertempur.

Bukan cuma terlatih bertarung, para pemuda Al-Qassam sebagian besar juga para Hafizh Al-Quran, dan yang tak kalah penting, tidak pernah absen solat berjama’ah 5 waktu di masjid.

Semoga Allah istiqomahkan para pemuda Al-Qassam menjadi para pejuang kemerdekaan yang bertaqwa, yang Allah jamin kemenangannya.

Sejak 2008 sampai hari ini, telah 4 pertempuran besar ditandangi Al-Qassam berhadapan penjajah Zionis Israel, yang konon kekuatan militer dan intelijen terkuat di wilayah itu.

1. Pertempuran Al-Furqon (27 Desember 2008 sampai 18 Januari 2009
2. Pertempuran Hijaratus Sijjil (14 sampai 21 November 2012)
3. Pertempuran Ashful Ma’kul (8 Juli sampai 26 Agustus 2014)
4. Pertempuran Saiful Quds (10 sampai 21 Mei 2021)

Tujuan utama penjajah Zionis Israel dalam berbagai pertempuran itu selalu ada empat, tapi selalu Allah gagalkan. Pertama, menghancurkan kekuatan militer Al-Qassam, justru tambah besar. Kedua, membunuh para pemimpin perjuangan kemerdekaan Palestina, justru tambah banyak.

Ketiga, membangkitkan kemarahan rakyat Palestina kepada para pemimpinnya, justru semakin setia dan mendukung.

Keempat, menjajah kembali Jalur Gaza (yang lepas dari tangan mereka sejak 2005) dan mengusir warga Gaza baik sipil maupun militer agar keluar dari wilayah Palestina, justru semakin sabar dan istiqomah bertahan.

Pada semua pertempuran itu, penjajah Zionis Israel lah yang meminta pihak ketiga —dalam hal ini Mesir— untuk menengahi mereka di meja perundingan.

Sudah menjadi tabiat penjajah berwatak Iblis ini, ketika kejahatan agresi militernya gagal dan mereka terdesak, lalu mereka mengajak berunding. Dan tak lama kemudian, hasil perundingan itu mereka khianati.

Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah

Hati kita teriris-iris menyaksikan anak-anak dan pasien-pasien rumah sakit dibantai oleh bom-bom penjajah Zionis Israel. Para pengungsi yang sudah hancur rumah-rumahnya, yang mengungsi di gedung-gedung sekolah dihujani bom juga.

Lebih dari 20 unit Ambulans dihancurkan dengan roket, berikut petugas paramedis dan pasien yang sedang diangkutnya. Tak terhitung kejahatan penjajah Zionis Israel terulang lagi dan lagi.

Sampai saat khutbah ini dituliskan, yang dibunuh sudah lebih dari 3000 orang keluarga kita, anak kita, saudara dan saudari kita, orang-orang tua kita.

Dari negeri yang berjarak lebih dari 9000 Kilometer dari Palestina ini, kita mohon kepada Allah supaya Allah:

Terima Syahadah mereka yang gugur, Sembuhkan luka-luka yang cedera, Ringankan rasa sakit mereka, Tambahkan kekuatan para Mujahidin Al-Qassam dan Mujahidin-mujahidin dari pasukan lain.

Hancurkan para Iblis penjajah Zionis Israel, porak-porandakan barisannya, gentarkan hatinya, guncangkan tanah-tanah tempat kaki mereka berdiri, balaskan kematian dan kesakitan keluarga-keluarga kita dengan balasan yang setimpal.

Seorang ulama Indonesia terkemuka KH. Dr. Muinudinillah Basri pernah menulis, bahwa para Mujahidin Al-Qassam in syaa Allah merupakan kelompok yang disebut Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallan sebagai At-Thoifah Al-Manshurah (Kelompok yang Ditolong Allah):

”Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku kelompok yang selalu berpihak kepada Al-Haq melawan musuh mereka yang garang. Orang-orang yang menyelisihi mereka itu tidak akan membuat mereka goyah kecuali orang yang tertimpa Al-Awaa’ (cobaan), sampai datang kepada mereka janji Allah ‘Azza wa Jalla (menang atau syahid). Mereka (para Sahabat) bertanya: Wahai Rasulullah dimanakah mereka? Beliau menjawab: di Baitul Maqdis dan di sekitar Baitul Maqdis.” [Hadits Riwayat Ahmad]

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا
اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah

Pada hari pertama Serangan Umum 7 Oktober 2023 yang lalu, pasukan Mujahidin Kemerdekaan Palestina Al-Qassam telah memukul telak titik-titik strategis kekuatan penjajah Zionis Israel di sekitar Jalur Gaza.

Tidak kurang dari 306 orang serdadu gerombolan penjajah, dari tamtama sampai jenderal, yang mati. Bangkainya bergelimpangan. Sesuatu yang belum pernah terjadi sejak lebih dari 50 tahun silam.

Panglima Besar Al-Qassam Muhammad Adh-Dheif, yang memimpin pasukan ini adalah seorang ‘alim dan berkemampuan strategi tinggi. Semoga Allah selalu menjaga beliau.

Sudah 40 tahun penjajah mencari dan sudah 7 kali berusaha membunuhnya, Allah gagalkan. Jangankan membunuh, wajahnya pun mereka tak mengenal, kecuali dari fotonya 40 tahun silam.

Karena berkali-kali cedera dalam pertempuran, kabarnya Panglima Muhammad Adh-Dheif saat ini mengkomando para pemuda Mujahidin dari atas kursi roda. Ini mengingatkan kita pada Panglima Besar Jenderal Soedirman, yang mengkomando pasukannya dari atas tandu, dengan paru-paru tinggal satu.

Sama-sama santri, sama-sama ‘alim, sama-sama lemah secara fisik, sama-sama menghadapi kekuatan besar. Tapi in syaa Allah, sama-sama akan dimenangkan Allah.

Sebagaimana Indonesia merdeka, dengan izin Allah, dengan doa dan dukungan kita sedunia: Palestina, Baitul Maqdis, dan Masjidil Aqsha akan merdeka!

Pesan Panglima Al-Qassam Muhammad Dheif:

“Wahai Umat Islam dari berbagai Samudera dan Teluk-teluk, dari Tangier (Maroko) sampai Jakarta (Indonesia)… Pertempuran Taufan Al-Aqsha ini merupakan jawaban kita atas penistaan Masjidil Aqsha, atas penistaan Muslimah-muslimah kita di Masjidil Aqsha, atas pembunuhan dan penyerangan fisik atas warga Palestina sepanjang tahun 2023. Di tengah berlanjutnya kejahatan-kejahatan atas rakyat kita, di tengah pesta-pora penjajah yang membangkangi resolusi-resolusi dan hukum internasional, di tengah dukungan Amerika dan Barat, kami telah memutuskan untuk menghentikan semua ini, sampai musuh memahami bahwa mereka tak bisa lagi melakukan kejahatannya tanpa menanggung akibatnya.”

Dengan suara yang kalem dan dalam Panglima Adh-Dheif membaca ayat Al-Quran surah Al-Qamar 45-46:

سَيُهْزَمُ ٱلْجَمْعُ وَيُوَلُّونَ ٱلدُّبُرَ

“Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang”

بَلِ ٱلسَّاعَةُ مَوْعِدُهُمْ وَٱلسَّاعَةُ أَدْهَىٰ وَأَمَرُّ

Sebenarnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.

إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَعَلَى خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِمْ وَطَرِيْقَتِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مَجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ ودَمِّرْ أَعْدَآئَنَا وَأَعْدَآءَ الدِّيْنِ وأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ……. عِبَادَ اللهِ
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُو

Sinergi Salurkan 1 Juta Liter Air Bersih untuk Tulungagung

0

TULUNGAGUNG (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) bersama simpul sinergi bekerja sama dengan para pegiat zakat dan BPBD, DAMKAR, PDAM kota Tulungagung, menyalurkan 1 juta liter air bersih untuk warga di Dusun Bakalan RT 02 dan RT 03 di Desa Tenggarejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung.

Penyaluran air bersih ini dilakukan pada hari Senin, 1 Rabi’ul Akhir 1445 (16/10/2023), untuk membantu masyarakat yang terdampak cuaca ekstrem. Cuaca ekstrem yang terjadi di Tulungagung menyebabkan kekeringan dan kesulitan akses air bersih bagi warga.

Program ini berhasil menyediakan air bersih kepada 93 kepala keluarga atau 55 rumah warga, membantu sekitar 400 warga yang terdampak.

Penerima manfaat tidak hanya terbatas pada fasilitas umum seperti masjid dan sekolah, namun juga mencakup rumah-rumah warga di kawasan tersebut.

Antusiasme masyarakat sangat terlihat saat mereka menerima bantuan air bersih ini. Bapak Kepala Desa, Mujito, tampak bahagia dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada BMH dan para pegiat zakat yang telah membantu kami. Air bersih ini sangat bermanfaat bagi warga kami,” kata Mujito.

Keberadaan air bersih sangat penting dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama di saat kondisi cuaca ekstrem.

Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jatim, Imam Muslim mengatakan kolaborasi seperti ini menjadi contoh nyata dari solidaritas dan kepedulian terhadap sesama yang sangat diperlukan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Laznas BMH selalu terbuka untuk mensolusikan masalah-masalah masyarakat yang kini terjadi,” tutup Imam Muslim.*/Herim

Menparekraf Apresiasi Agenda Silatnas Hidayatullah Majukan UMKM

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi agenda helatan Silaturrahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah 2023 yang yang akan diselenggarakan pada 23-26 November 2023 mendatang.

Menurut Sandiaga, Silaturrahim Nasional Hidayatullah 2023 yang akan dihadiri puluhan ribu dai dan jamaah dari berbagai daerah di Tanah Air akan turut memajukan aktifitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan sekitar Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak sebagai pusat kegiatan.

“Tentunya kami sangat mendukung acara Silatnas Hidayatullah yang diharapkan akan memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di sekitar Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak,” kata Sandiaga.

Hal itu disampaikan Sandiaga saat menerima kunjungan audiensi silaturrahim Panitia Silaturrahim Nasional Hidayatullah 2023 di kantornya di Lantai 16, Gedung Kemenparekraf, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Rabi’ul Akhir 1445 (17/10/2023).

Pada kesempatan tersebut, Sandiaga pun menyambut baik harapan dan undangan panitia Silatnas Hidayatulah untuk hadir dalam acara itu dengan tujuan bertemu dengan para dai dan jamaah terutama anggota Asosiasi Pengusaha Hidayatullah (Aphida) untuk memberikan pencerahan di bidang kewirausahaan.

Selain itu, Menteri Sandiaga Uno akan memberikan wawasan kepada para pengusaha Hidayatullah, terutama anggota Aphida, mengenai kunci sukses dalam berwirausaha.

Menteri Sandiaga Uno menyambut pertemuan ini dengan baik. Dia menghargai upaya Hidayatullah dalam melakukan dakwah di seluruh pelosok nusantara.

Secara pribadi dia mengaku telah melihat hasil kerja keras Hidayatullah di beberapa daerah, khususnya di Papua, seperti di Fakfak, Sorong, Manokwari, dan Raja Ampat.

Masih di kesempatan yang sama, Menteri Parekraf mendorong Hidayatullah melakukan pengembangan destinasi wisata yang tidak hanya menarik tetapi juga memberikan nilai edukatif, khususnya dalam bentuk destinasi wisata religius.

Dia pun mengungkapkan keinginannya untuk menjadikan masjid Hidayatullah Gunung Tembak sebagai salah satu destinasi wisata religius yang berkualitas.

Sementara itu Muhammad Isnaeni, Panitia yang juga Ketua DPW Hidayatullah DKI Jakarta melaporkan kepada Mas Menteri bahwa acara Silatnas adalah kesempatan bagi seluruh anggota dan kader Hidayatullah baik di tingkat nasional maupun internasional untuk saling menyapa secara langsung. Mereka akan berkumpul di Balikpapan guna memperkuat semangat pengabdian terhadap agama dan bangsa.

“Acara ini tidak hanya berisi kegiatan silaturahim kultural, tetapi juga mencakup program edukatif yang melibatkan tokoh publik dan praktisi dalam berbagai bidang,” kata Isnaini.

Dia menyebutkan, acara ini akan dihadiri oleh 20 ribu kader Hidayatullah dari seluruh jaringan di Indonesia dan luar negeri.

Pada kesempatan tersebut hadir pula Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Ust. Dr. Abdul Ghofar Hadi, jajaran pengurus DPW Hidayatullah DKI Jakarta Syaharuddin Yusuf dan Rahman Hasan Ibrahim serta Direktur Hidayatullah Institute Muzakkir Usman Asyari. (ybh/hidayatullah.or.id)