SEMARANG (Hidyatullah.or.id) — Ketua Departemen Komunikasi dan Penyiaran DPP Hidayatullah Drs. Shohibul Anwar, M.Pd.I didampingi Pengurus Persaudaraan Dai Indonesia (Posdai) berkunjung ke Rumah Quran Hidayatullah (RQH) Al Fath, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 1 Dzulhijah 1444 (19/6/2023).
Pada kesempatan tersebut rombongan sekaligus melakukan rapat koordinasi dan pendampingan RQH. RQH Al Fath sendiri diproyeksi menjadi salah satu RQH percontohan secara nasional.
RQH Al Fath sendiri menempati lahan lokasi seluas 500 m2 dengan status wakaf. RQH Al Fath memiliki sebanyak 7 guru serta santri anak anak usia 5 hingga 14 tahun sejumlah 90 orang dan santri dewasa (orangtua) 35 orang.
Hadir pula pada kesempatan kunjungan itu anggota Dewan Murabbi Hidayatullah Jawa Tengah Ust. Ahmad Jihad.
Selain itu juga pada kesempatan itu Ketua Posdai Pusat Ust. Abdul Muin Assangkabira yang berkesempatan meluangkan waktu memberi support kepada Ustadz Robi’ul Ngalim selaku ketua RQH Al Fath.
“Semoga kehadiran RQH Al Fath ini membawa maslahat untuk warga masyarakat setempat serta mampu melahirkan para penghafal yang mencintai Al-Qur’an,” tandas Abdul Muin seraya berharap RQH Al Fath kedepannya menjadi rumah Quran percontohan nasional.(ybh/hio)
BATAM (Hidayatullah.or.id) — Medio 2023, Dewan Pengurus Wilaah (DPW) Hidayatullah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Daurah Marhalah Wustha (DMW) di kampus Utama Hidayatullah Batam, 1-4 Dzulhijah 1444/ 19-22 Juni 2023.
Kegiatan ini merupakan sinergi DPW Hidayatullah Kepri, BMH Kepri, dan Kampus Utama Batam sebagai upaya upgrading pemahaman organisasi sekaligus mengokohkan jati diri para dai dan kader Hidayatullah di Kepulauan Riau.
Dalam sambutannya di pembukaan DMW ini, Ust. H. Zainuddin Musaddad mewakili Dewan Murabbi Pusat (DMP) menuturkan, kader harus memahami pergerakan atau organisasi yang diwariskan kepadanya, kader adalah orang yang paling bertanggungjawab terhadap jalannya organisasii.
Sekira 25 peserta dari unit-unit di yayasan kampus Utama Batam dan DPD-DPD mengikuti dengan seksama setiap sesi yang dibawakan pemateri Ust. H. Zainuddin Musaddad, Ust. H. Naspi Arsyad, Ust. Akib Djunaid dan Ust. Muhammad Shaleh Utsman S.S, M.I.Kom.
Ketua DPW Hidayatullah Kepri, Ust. Darmansyah Dahura, menegaskan program daurah ini bertujuan membekali para kader agar lompatannya lebih jauh lagi dan sebagai ajang mempersiapkan diri menjadi pemimpin-pemimpin masa depan, sebagai kader yang siap tandang ke gelanggang.
DPP Hidayatullah memberikan perhatian serius pada upaya upgrading kader sebab pada tahun 2023 menargetkan 10 ribu alumni setingkat SMA/Aliyah dari seluruh lembaga pendidikan Hidayatullah yang tersebar di seluruh Indonesia.
Anggota pembina yayasan kampus utama Hidayatullah Batam, Ust. Khairil Baits, mengatakan Kampus Utama Hidayatullah Batam akan terus memfasilitasi kegiatan-kegiatan seperti ini.
“Dan berharap lebih sering lagi diadakan agar kader memahami manhaj serta jatidiri Hidayatullah,” pungkas Ust. Khairil Baits.*/Jihos Andy
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Lembaga pendidikan dan pelatihan Hidayatullah Institute (HI) di bawah Bidang Pembinaan dan Pengembangan Organisasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah kembali menggelar pelatihan kepemimpinan (leadership training) yang digelar selama sepekan yang dibuka pada Senin, 1 Dzulhijah 1444 (19/6/2023).
Leadership Training yang diikuti oleh unsur Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah se-Indonesia untuk kali kedua (Batch 2) ini dibuka oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah KH. Dr. Nashirul Haq, MA.
Direktur HI, Muzakkir Usman Asyari, mengatakan dengan begitu banyaknya aktivitas Hidayatullah di hampir semua bidang meliputi dakwah, pendidikan, sosial, dan ekonomi, maka diperlukan peningkatan kapasitas bagi para pemangku amanah di segala lini, wabilkhusus di tingkat pengurus daerah atau DPD.
“Sebuah perkembangan yang menggembirakan sekaligus tantangan bagi para pemangku amanah organisasi untuk terus meningkatkan kualitas organisasi guna mewujudkan cita cita mulia yaitu membangun peradaban Islam,” kata Muzakkir dalam keterangannya.
Di bidang organisasi, Hidayatullah memiliki jaringan 34 Provinsi dan 402 di tingkat Kabupaten/Kota yang tersebar di seluruh Indonesia yang dikenal dengan istilah Dewan Pengurus Daerah. Menurut Muzakkir, peran strategis organisasi salah satunya adalah mampu melakukan multiplayer effect perubahan dalam berkontribusi mencapai visi lembaga.
Muzakkir menambahkan, pelatihan kepemimpinan yang dirancang untuk para Ketua Dewan Pengurus Daerah ini akan memberi perhatian terhadap profesionalisme para pemimpin dalam mengelola organisasi dan kemampuan memahami fungsi dan model kepemimpinan Islam.
Profesionalisme memimpin organisasi ditunjukkan dengan bagaimana para pemimpin memahami visi serta menetapkan rencana induk pengembangan maupun rencana strategis, kemudian merencanakan sumber daya insani.
“Serta menetapkan model organisasi yang tepat untuk mengembangkan jejaring yang memberi manfaat di masa depan,” tandasnya.
Pembukaan kegiatan yang digelar di komplek Wisma dan Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah Jln Cipinang Cempedak I/14, Otista, Polonia, Jakarta, ini juga turut dihadiri sejumlah jajaran DPP Hidayatullah seperti Kabid Bidang Pembinaan dan Pengembangan Organisasi Asih Subagyo, Bendahara Umum Marwan Mujahidin, Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga Syaefullah Hamid dan Anggota Dewan Mudzakarah Akib Junaid.*/(ybh/hio)
BANYUASIN (Hidayatullah.or.id) — Kampus Madya Pondok Pesantren Hidayatullah Banyuasin menjadi tuan rumah bagi acara Halaqoh dan Mabit Kajian Sistematika Wahyu yang dipandu oleh Ust. H. Anwari Hambali, Murabbi Nasional Hidayatullah.
Acara ini dihadiri oleh warga Kampus Madya Banyuasin, para santri, Ibu-ibu Mushida, dan utusan dari beberapa DPD Hidayatullah terdekat, seperti Palembang, Banyuasin, dan Ogan Ilir, 25-26 Dzulqa’idah 1444(14-15/06/2023).
Ustadz Anwari Hambali, memberikan kuliah dan ceramah kepada para peserta dan Mabit tersebut dalam beberapa sesi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang Sistematika Wahyu.
Selama dua hari tersebut, peserta acara diberikan pemahaman yang mendalam tentang Al-Quran dan metodologi yang diterapkan dalam mempelajarinya.
Ustadz Anwari Hambali menyoroti pentingnya memahami konteks sejarah, tafsir, dan aplikasi wahyu dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta juga diajak untuk merenungkan makna wahyu dan menerapkannya dalam praktek ibadah.
Acara Halaqoh dan Mabit ini dihadiri oleh lebih dari 70 peserta, yang terdiri dari warga Kampus Madya Banyuasin, para santri, Ibu-ibu Mushida, dan utusan dari DPD Hidayatullah terdekat.
Kehadiran Ustadz Anwari Hambali memberikan inspirasi dan motivasi kepada para peserta untuk menggali pengetahuan agama Islam dengan lebih baik.
Acara Halaqoh dan Mabit Kajian Sistematika Wahyu di Kampus Madya Banyuasin sukses dilaksanakan, dan para peserta mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang ajaran Islam.
Semoga kegiatan serupa dapat terus diadakan untuk memperkuat keimanan dan keislaman umat di wilayah Banyuasin.*/Kosim
SORONG (Hidayatullah.or..id) – Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Kabupaten Sorong menggelar acara penamatan santriwati sekaligus wisuda tahfidz Al-Qur’an digelar di lapangan kampus Hidayatullah Sorong, Ahad, 15 Zulqo’dah 1444 (04/06/2023).
Pelepasan sebanyak 32 santriwati –merupakan santri kelas 9 Madrasah Tsanawiyah dan kelas 12 Madrasah Aliyah—adalah acara simbolis telah lulus dari jenjang setingkat SMP dan SMA yang akan melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi.
Sementara wisuda tahfidz dimaksudkan para santriwati telah hafal Al-Qur’an mulai dari 5 juz hingga 20 juz. Adapun hafalan terbanyak dengan jumlah hafalan 20 juz adalah ananda Alifah Azzahra, santriwati kelas 9 Madrasah Tsanaiyah.
Ustadz Anang Ma’ruf, S.Pd selaku ketua yayasan dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih kepada tamu undangan yang hadir pada kesempatan tersebut.
“Terimakasih kepada bapak dan ibu semua yang telah berkenan hadir di acara penamatan dan wisuda tahfidz ini, semoga selalu diberikan kesehatan dan dimudahkan segala urusan,” katanya.
Anang mewakili keluaga besar Pesantren Hidayatullah berpesan kalau ada kebaikan maka sampaikan dan syiarkan kepada khalayak umum.
“Dan bila ada kekurangan sampaikan kepada kami sebagai bahan koreksi dan evaluasi bagi kami,” ungkapnya.
Dia menambahkan, Pesantren Hidayatullah Kabupaten Sorong berdiri tahun 1991, sementara pendidikan formal baru dimulai tahun 2005.
“Berdirinya Al-Mawaddah sebagai program takhassus dengan branding Pondok Tahfidzul Qur’an Al Mawaddah dimulai pada tahun 2020, ini merupakan alumni pertama sejak dikhususkan menjadi pondok putri,” tambahnya.
Semintara itu Ustadz Mustangin, M.Pd selaku perwakilan Kemenag kabupaten Sorong, dalam sambutannya mengutip pesan dalam kitab Ta’lim Muta’alim agar para wisudawati terus bersemangat dalam menuntut ilmu karena tantangan kedepan akan lebih berat.
Pada kesempatan tersebut juga, hadir KH. Ahad Saka, M.Pd ketua MUI Kabupaten Sorong, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Ketua Gabungan Majelis Ta’lim (GMT), Ketua Muhammadiyah, Ketua nahdlatul Ulama (NU), Pengawas Madrasah, serta Kepala Madrasah se-kabupaten Sorong.
Selain pengurus dan asatidz, acara wisuda ini juga dihadiri para orang tua santri, donatur dan simpatisan serta tokoh masyarakat sekitar, dan Alhamdulillah cuaca saat pelaksanaan cerah.*/Nazaruddin Buhari
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Pengurus Pusat (PP) Pemuda Hidayatullah menghadiri undangan Dialog Ormas Kepemudaan Islam Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Subdit Kemitraan Umat Islam Direktorat Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemanag) RI di Hotel Mercure Convention Center, Jln. Pantai Indah, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, dibuka Rabu, 26 Dzulqa’idah 1444 (14/6/2023).
Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, saat memberi arahan sekaligus membuka acara ini mengatakan di tangan para pemuda, Indonesia berpotensi besar menjadi negara maju di tahun 2045. Karenanya, Ormas Kepemudaan Islam harus mengambil peran strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ditegaskan Kamaruddin, Indonesia memiliki potensi besar menjadi negara maju. Apalagi jika melihat penduduk Indonesia, dimana 53 persen didominasi generasi muda.
“Pemuda inilah yang nantinya menahkodai dan mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi negara maju di tahun 2045. Karenanya, Ormas Kepemudaan Islam harus mengambil peran untuk berkontribusi memajukan Indonesia,” ungkapnya seperti dilansir laman Kemenag.
Menuju Indonesia maju 2045, imbuh Dirjen, Ormas Kepemudaan Islam harus merespons tantangan yang dihadapi, agar bisa merawat dan menjaga keberagaman di Indonesia.
“Kita tidak boleh merasa bahwa semuanya sedang baik-baik saja. Seiring kemajuan teknologi informasi, maka semua orang bisa mengakses informasi apa saja, di mana saja, dan kapan saja, yang tentu berpotensi memengaruhi dan mengancam keberagaman kita,” terangnya.
Dia menerangkan, keberagaman memang sebuah keniscayaan. Dan keberagaman jelas ada potensi konflik.
“Tapi, potensi konflik ini berhasil kita antisipasi karena kita menyadari bahwa Indonesia adalah negara yang ramah dan damai, negara yang masyarakat hidup rukun dengan kebinekaan,” tambah Dirjen.
Dirjen mengajak Ormas Kepemudaan Islam juga menyadari hal dan kewajiban sebagai warga negara.
“Kita harus menyadari bahwa hak dan kewajiban kita sama di hadapan negara. Multikulturalisme tidak menjadi penghalang untuk kita terus berbuat baik dan menghargai satu sama lain,” pungkasnya.
Jatidiri Wasathiyah
Sementara itu, Haniffudin Chaniago yang mewakili Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah pada sesi dialog antar pimpinan organisasi kepemudaan Islam mengatakan Islam sebagai ajaran dan pandangan hidup telah memuat tuntunan persatuan, perdamaian, dan penghargaan yang tinggi terhadap keberagaman.
“Dengan demikian, Indonesia dengan penganut agama Islam yang mayoritas memiliki potensi untuk menjadi bangsa yang maju dan berpengaruh,” katanya.
Dalam lingkup sebagai bagian dari jamaah kaum muslimin dan bangsa Indonesia, jelas Hanif, Hidayatullah telah sejak awal melandaskan gerakannya pada 6 jatidiri yang salah satunya adalah berpegang teguh pada prinsip wasathiyah.
“Wasathiyah di sini adalah ditengah tengah, tidak berlebih lebihan. Artinya, proporsional di atas landasan tuntunan Islam dengan segala keagungan ajarannya untuk tersebarnya kebaikan, keselamatan, keberkahan, dan rahmah,” ujarnya.
Dia pun menyambut penuh semangat harapan akan peran pemuda dan ormas kepemudaan Islam yang dinilai sangat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi negara maju di tahun 2045.
“Pemuda Hidayatullah berikhtiar sebaik mungkin menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan karya nyata,” tandasnya.*/Yacong B. Halike
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta turut menjadi peserta dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika di Provinsi Jakarta, Kamis, 27 Dzulqa’idah 1444 (15/6/2023).
Rakor digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang berlangsung di Hotel Acacia, Jl. Kramat Raya, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, ini dipesertai sebanyak 5 anggota Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta yang dipimpin oleh Adam Sukiman Langgu.
Menurut Adam, masalah narkotika telah menjadi ancaman serius bagi generasi muda tak terkecuali di Jakarta. Oleh sebab, kata dia, melibatkan unsur pemuda dalam pengentasannya merupakan terobosan menarik dan sangat progresif pemerintah.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini dan berharap Jakarta nantinya menjadi barometer dalam pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika,” kata Adam dalam keterangannya kepada media ini.
Inisiatif tersebut, terang Adam, sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 12 Tahun 2019 tentang Fasilitasi Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkotika Dan Prekursor Narkotika.
Adam yang juga dai muda di Korps Muballigh Hidayatullah (KMH) mengatakan penyalahgunaan narkotika di negeri ini terutama di Ibukota Jakarta telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan terutama di kalangan remaja.
“Oleh karena itu, sangat penting bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengadakan regulasi yang memadai guna mencegah dan membatasi peredaran dan penggunaan narkotika,” katanya.
Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta bergabung dengan berbagai organisasi pemuda lainnya, seperti Gerakan Pemuda Ansor DKI Jakarta, Pemuda Melayu DKI Jakarta, SEMMI, PII, Pemuda Batak Bersatu DKI Jakarta, Srikandi Pemuda Pancasila DKI Jakarta, dan Wanita Kosgoro DKI Jakarta, dalam upaya bersama merumuskan naksah akademis Perda P4GN dan Prekursor Narkotika di Provinsi DKI Jakarta.
Adam menjelaskan, rapat ini menjadi langkah penting dalam rangka menyusun rancangan peraturan daerah yang akan menjadi acuan dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Jakarta.
“Dengan kolaborasi antara berbagai organisasi pemuda yang berkomitmen dalam melawan narkotika, diharapkan langkah-langkah konkret dapat diambil untuk mengatasi masalah ini dan melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkotika,” imbuh guru madrasah ini.
Proses penyusunan Perda ini juga akan melibatkan stakeholder lainnya, termasuk unsur pemerintahan, dinas, lembaga penegak hukum, masyarakat, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.*/Yacong B. Halike
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Tokoh negeri jiran yang juga pendakwah asal Malaysia, Tuan Haji Nicholas Sylvester, berkunjung ke Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jln Cipinang Cempedak I/14, Otista, Polonia, Jatinegara, Jakarta, Kamis, 27 Dzulqa’idah 1444 (15/6/2023).
Kedatangan Haji Nicholas Sylvester yang juga Presiden Myguide Malaysia ini turut dibersamai rekan sejawatnya yaitu Tuan Haji Kasim Ali dan Tuan Haji Wan Ahmad dari Region Dakwah Center (RDC).
Haji Nicholas Sylvester, beserta istri, dan rombongan diterima pengurus DPP Hidayatullah yaitu Ketua Bidang Organisasi Ust. Asih Subagyo yang didampingi Ketua Departemen Hubungan Antarbangsa Dzikrullah W. Pramudya.
Turut hadir juga pada kesempatan itu Koordinator Grand MBA Ust. Muhdi Muhammad, Ketua Posdai Pusat Ust. Abdul Muin Assangkabira, Ketua Sekolah Dai Pusat Ust. Saepudin Abdullah,Lc, dan Ketua Umum PP Pemuda Hudayatullah Rasfiuddin Sabaruddin.
Selain saling berkenalan lebih jauh serta bertukar iinformasi dan pengalaman, silaturrahim yang berlangsung hangat di sore hari itu membincangkan banyak hal. Tak ketinggalan membahas pula isu dunia Islam dan pengembangan dakwah di kawasan Asia Pasifik dan negara minority muslim.
Selain itu, dalam kesempatan yang baik itu forum juga membicarakan ihwal kiprah dan wacana Region Dakwah Center sebagai forum pertemuan internasional yang diinisasi oleh Hidayah Center Malaysia (HCM) dalam rangka pengembangan dakwah di kawasan.
Selain pemantapan kurikulum, ketersedian sumber daya manusia yang memadai dinilai menjadi hal mendasar yang tak boleh diabaikan dalam melakukan penetrasi dakwah antarbangsa serta dilakukan secara sinergis, bertumbuh, dan berkelanjutan.
Nicholas sendiri mengatakan sudah cukup lama mengenal Hidayatullah. Ketua Muslim Mu’allaf Suku Asli Dayak Kadazan/ Kadazan Dusun Murut Muslim se-Malaysia (KDMRS) Borneo ini mengaku pernah berkunjung ke kampus Hidayatullah Yogyakarta di akhir tahun 90-an.
“Saya terkesan pada peta dakwah yang dimiliki oleh Hidayatullah dan buku Mencetak Kader yang ditulis almarhum Ustadz Mansur Salbu,” katanya.
Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi DPP Hidayatullah Ust. Asih Subagyo amat menyambut gembira kunjungan ini dan berharap jalinan silaturrahim ini terus menguat melalui kolaborasi dalam rangka menguatkan simpul kerja bersama di kancah dakwah, pendidikan, informasi, kemanusiaan, dan berbagai bidang lainnya guna mengokohkan persahabatan antar kedua negara.
Dalam agenda lawatannya ini, Nicholas Sylvester dan rombongan juga bertandang ke Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, diterima oleh DPP Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi) dan dijadwalkan pula bertatap muka dengan Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) KH. Dr. Adian Husaini, bertemu tokoh Kristolog KH. Abu Deedat Shihabuddin, dan beberapa jadwal lainnya.*/Yacong B. Halike
SETIAP muslim harus menyadari bahwa tidak akan terbentuk pribadi mulia kalau orientasi hidupnya hanya dunia. Tidak akan terwujud akhlaq mulia kalau dunia yang dicintai. Cinta dunia adalah penyakit dan sumber kejahatan. Kecintaan kepada dunia akan melahirkan persaingan tanpa belas kasih. Hidup bukan untuk sebuah nilai tetapi semata-mata untuk memenangkan egonya.
Manusia akhirnya jatuh dari kejahatan demi kejahatan. Mereka yang menang akan semakin pelit, sombong, serakah. Mereka yang kalah tidak kalah rusak jiwanya. Hatinya dipenuhi dendam, iri dengki, keluh kesah. Sebaliknya, jika orientasi hidup adalah akhirat maka akan tumbuh sifat-sifat mulia.
Dapatkan teks lengkap Khutbah Jum’at Korps Muballigh Hidayatullah (KMH) ini selengkapnya ditulis oleh Ustadz Shohibul Anwar,M.H.I
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Syaefullah Hamid resmi dilantik sebagai Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga (Dephal) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah menggantikan almarhum Ust. H. Jamaluddin Nur.
Pelantikan berlangsung di tengah-tengah acara Musyawarah Majelis Syuro (MMS) Hidayatullah di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Cipinang Cempedak I/14, Otista, Polonia, Jakarta, Selasa siang, 24 Dzulqa’idah 1444 (14/5/2023).
Pelantikan dipimpin langsung oleh Pemimpin Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad.
“Bahwa saya akan menjalankan kewajiban dan tanggungjawab, sebagai Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga, Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah dengan sungguh-sungguh, berlaku benar, jujur, ikhlas, dan adil dengan berpedoman kepada Al-Qur’an dan Sunnah serta mengikuti Jatidiri Hidayatullah, mematuhi ketetapan-ketetapan Musyawarah Nasional serta peraturan-peraturan organisasi lainnya, semata-mata mencari Ridha Allah Subhanahu Wa ta’ala” ikrarnya.
Syaefullah Hamid dilantik menggantikan almarhum Jamaluddin Nur yang meninggal dunia pada hari Jumat, 19 Rajab 1444 (10/02/2023) pukul 13.05 WIB saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Jalan Letjen R. Suprapt, Bukit Tempayan, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Sebelumnya, pada periode kepengurusan DPP Hidayutullah 2015-2020, Syaefullah pernah memangku amanah sebagai Ketua Departemen Hukum.
Advokat ini juga pernah menjadi Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah sebagai Sekretaris Jenderal dan semasa mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) ia aktif bergiat di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).*/Yacong B. Halike