Beranda blog Halaman 406

Sinergi TOT Metode Al Hidayah untuk Berantas Buta Aksara Al Qur’an

MALANG (Hidayatullah.or.id) — Melalui Majelis Quran Hidayatullah (MQH), lembaga Persaudaraan Dai Indonesia (Posdai) menggulirkan gerakan program pemberantasan buta huruf dan aksara Al Qur’an.

Untuk menguatkan program tersebut disamping penyelenggaraan secara reguler Gerakan Nasional Dakwah Mengajar dan Belajar Al Qur’an (Grand MBA), Posdai mengadakan Training of Trainer (TOT) Metode Al-Hidayah yang diikuti para dai dari berbagai daerah di Tanah Air.

Kegiatan TOT yang digelar secara sinergis dengan BMH serta turut didukung DPW Hidayatullah Jatim ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dai dalam mengajarkan Alquran kepada masyarakat.

“Metode Al-Hidayah sangat penting karena selain memang recommended juga ada ciri khas dalam penerapannya, sehingga memudahkan dai dalam mengajarkan Alquran. Disaat yang sama masyarakat juga sangat cepat di dalam memahaminya,” terang Ketua Posdai Pusat, Samani Harjo (1/7/2021).

Dijelaskan dia, metode Al-Hidayah sendiri memiliki keunggulannya tersendiri yang mengkombinasikan banyak hal, seperti warna, kemiripan huruf, fokus dan fleksibilitas.

“Sehingga memang sangat mudah masyarakat untuk lebih cepat mengerti dan tuntas dalam memahami materi pembelajaran. Tidak kalah penting metode ini juga fun dalam praktiknya,” imbuhnya.

Direktur Program dan Pemberdayaan BMH Pusat, Zainal Abidin menuturkan bahwa output dari kegiatan ToT ini akan menguatkan layanan BMH dalam memberantas buta aksara Alquran yang sejauh ini berlangsung melalui Program Rumah Quran dan Majelis Quran Hidayatulah.

“Para peserta nanti akan aktif sebagai dai yang mengajarkan Alquran di seluruh Rumah Quran dan Majelis Quran Hidayatullah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia,” katanya.

ToT ini berlangsung di Pusdiklat Hidayatullah Batu Jawa Timur mulai dari tanggal 30 Juni 2021 dan akan berakhir pada 3 Juli 2021 dengan total peserta 50 dai.

“Acara ini sangat kami butuhkan, terlebih masyarakat sangat antusias dalam belajar Alquran. Semoga pelatihan ini bisa bergulir sehingga banyak dai-dai yang dapat meningkatkan kemampuannya untuk mencerdaskan bangsa dengan Alquran,” tutur dai asal Palu, Sulawesi Tengah, Ustadz Abdul Muhaimin.*/Herim

Guru Qur’an Palangkaraya ikuti Pelatihan Metode Al Hidayah

PALANGKARAYA (Hidayatullah.or.id) — Para pengajar (muallim) Al Qur’an mengikuti pelatihan membaca Al Qur’an Metode Al Hidayah yang diselenggarakan Ponpes Hidayatullah Parangkaraya dibuka pada hari ini, Senin (28/6/2021).

Puluhan peserta pelatihan baca Al Qur’an metode Al Hidayah yang digelar selama 2 hari ini digelar di Kampus Madya Pondok Pesantren Hidayatullah Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Bertindak sebagai instruktur yaitu Ust Sukirno, S.Pd dan Ust. Supardi, S.H.I yang didatangkan dari Kalimantan Timur. Keduanya adalah instruktur metode Al Hidayah tersertifikasi.

Pelatihan ini diikuti oleh muallim Rumah Qur’an se-Palangkaraya, guru TK, SD, SMP dan pengurus yayasan Hidayatullah Palangkaraya.

“Tidak ada tawar menawar untuk menggunakan metode Al Hidayah di Hidayatullah Kalimantan Tengah ini, ” kata Musyrif Rumah Qur’an Kalteng Ust Shautul Haq dalam sambutannya.

Ia menyambut baik pengajaran metode Al Hidayah yang menurutnya perlu terus diluaskan untuk memberantas buta aksara Al Quran.

Metode Al Hidayah sendiri adalah salah satu tata cara belajar membaca Al Qur’an yang baik dan efektif. Penemunya adalah Ust Zainun Nasich Z, yang juga santri Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya.

Karakteristik pembelajaran metode Al Hidayah, diantaranya; (1) Belajar dengan warna, (2) dimulai dengan kemiripan huruf, (3) fokus ,(4) fleksibel , (5) fast, (6) fun dan (7) menggunakan irama nahawan.

Ketua Departemen Dakwah DPW Hidayatullah Kalimantan Tengah Ust Abdur Rochman berharap pelatihan ini tidak saja membuat bagus bacaan, tetapi juga bagus dalam pengamalan kandungannya.*/Usamah Sudiono

Prof Dr Gagaring Narasumber Upgrading Hidayatullah Sulsel

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Selatan menggelar acara Konsolidasi & Upgrading Ketua DPD Hidayatullah selama 2 hari di Makassar, 16-17 Dzulqa’dah 1442/26-27 Juni 2021. Salah satu narasumber pakar yang diundang adalah Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Gagaring Pagalung, SE., MS., Ak., CA., CMA., CSRA.

Profesor Gagaring Pagalung yang juga Ketua Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Makassar ini menjadi narasumber pada Sesi IV dengan topik ‘Membangun Budaya Organisasi yang Unggul dan Kompetitif’.

Dalam garis besar penyampaiannya, Prof. Dr. Gagaring Pagalung menjelaskan terkait dengan istilah unggul dan kompetitif.

Menurutnya, organisasi atau institusi apapun harus mampu menampilkan keunggulan keunggulan yang dimilikinya baik dalam hal program ataupun manajmen pengelolaannya.

Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan ini juga mengutarakan mengenai keberhasilan Muhammadiyah dalam membangun kemandirian organisasi melalui amal usaha baik pendidikan, kesehatan ataupun ekosistem ekonomi berbagai lembaga lembaga yang dimilikinya.

“Hidayatullah dengan keunggulan yang dimiliki, bisa melakukan kombinasi ini,” katanya seraya mengutarakan salah satu pola yang bisa dilakukan, misalnya, adalah dalam membiayai pengadaan alkes rumah sakit dengan sistem Kerja Sama Operasional (KSO).

Lebih jauh, Prof Gagaring mengingatkan pentingnya upaya yang terus menerus membawa organisasi semakin mandiri dan survive. Menurutnya, ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam mengantar organisasi mampu bertahan dan terus berakselerasi seiring dengan dinamika kehidupan dan perkembangan zaman.

“Untuk survive, kita harus membangun tiga hal, yakni kekuatan kelembagaan, profesionalisme dan kepemimpinan. Muara dari ketiganya mengambil spirit dakwah dan tajdid,” ungkapnya.

Saat dibuka forum diskusi, Prof Gagaring menawarkan sejumlah potensi kerjasama yang bisa direlasikan seperti sinergi usaha pengembangan ekonomi. Termasuk ia sangat menyambut baik harapan yang disampaikan oleh Ketua DPW Hidayatullah Susel agar kader kader Hidayatullah bisa diberi peluang untuk mengambil program S2 dan S3 di Universitas Muhammadiyah Makassar.

Dalam pada itu, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Ust H Nasri Bohari mengatakan kegiatan upgrading ini berlangsung intensif selama 2 hari. Hal itu dimaksudkan tidak hanya agar fokus mengikuti semua rangkaian kegiatan ini, namun juga agar dapat berjalan secara optimal karena semangatnya adalah standarisasi, sentralisasi dan integrasi sistemik.

“Kita meyakini bahwa dengan kita mengawal dan menjalankan seoptimal kemampuan kebijakan-kebijakan organisasi maka itu akan menjadikan kita semakin solid, kesolidan dan kebersamaan kita itulah sumber kekuatan kita,” kata Nasri.

Nasri mengingatkan, semua kader terutama pengurus DPD yang telah mengikuti kegiatan, diharapkan dapatkan semakin intens melakukan musyawarah, mujahadah dan munajat. Selain itu, diharapkan semakin memantapkan ukhuwah, ta’liful qulub dan sinergi antar organisasi.

“Tugas kita ini berat, maka harus dibuat gembira dan menggembirakan. Target kita adalah melampaui target, bukan sekedar mencapai target. Kerja keras, cerdas, ikhlas dan tuntas,” pungkasnya.*/Sumaryadi

Bupati Shalat Jumat dan Aqiqah di Kampus Ponpes Hidayatullah Bulungan

BULUNGAN (Hidayatullah.or.id) — Keberadaan Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Kabupaten Bulungan di Jalan Jelarai semakin dirasa penting eksistensinya oleh berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah Tingkat II Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara

Kunjungan Bupati Bulungan, H. Drs. Syarwani, MM, yang datang berkunjung ke Pesantren Hidayatullah Bulungan sekaligus melaksanakan shalat Jumat, kian meneguhkan keberadaan Pesantren Hidayatullah Bulungan sekaligus menandai pentingnya peran sinergis Hidayatullah di kawasan.

Usai shalat Jumat, Bupati melangsungkan aqiqah untuk anaknya. Dalam kesempatannya memberikan sambutan, Bupati Syarwani mengapresiasi kontribusi Pesantren Hidayatullah dalam pembangunan.

“Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pesantren Hidayatullah yang turut serta membangun Kabupaten Bulungan, utamanya dalam program pendidikan dan keagamaan,” katanya.

Ia menambahkan, program Hidayatullah di bidang pendidikan dan keagamaan sangat berperan dalam pembentukan karakter anak-anak sebagai generasi pelanjut pembangunan Kaltara yang merupakan daerah pemekeran dari Kalimantan Timur ini.

Lebih lanjut Bupati Syarwani, menyampaikan bahwa tanggungjawab saat ini ialah menyiapkan generasi yang unggul.

“Tantangan besar bagi kita di era digital ini ialah bagaimana mengantarkan anak-anak kita menjadi anak-anak yang shaleh, perlu kesungguhan dan kerja keras untuk membentengi generasi-generasi yang akan datang,” imbuhnya.

Selain peran penting pondok pesantren, ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam menguatkan pendidikan generasi masa depan. Sebab, jelas dia, pendidikan tentu tidak cukup hanya bermodalkan pelajaran agama di sekolah umum yang hanya 2 jam pelajaran dalam sepekan.

“Sudah banyak anak-anak yang menjadi korban narkoba karena kurangnya perhatian orangtua dan pendidikan keagamaan,” tuturnya.

Merespon hal tersebut, Pembina Pondok Pesantren Hidayatullah Bulungan, Ust Endi Haryono yang juga Ketua DPW Hidayatullah Kaltara menyampaikan kesiapan Hidayatullah untuk sinergi bersama pemerintah dalam hal pembinaan masyarakat dan generasi muda di bidang keagamaan.

“Pemerintah Kabupaten Bulungan Insya Allah tidak perlu khawatir, Hidayatullah hadir memang dalam rangka mencerahkan umat dan generasi muda di bidang pendidikan dan keagamaan. Tinggal pemerintah memberikan semangat,” kata Ust Endi.

Dalam menunjang peran dakwah di bidang pendidikan dan pembinaan keagamaan, lanjut Ust Endi, Pondok Pesantren Hidayatullah Bulungan saat ini sedang membangun sejumlah lokal kelas untuk belajar mengagar, mendirikan masjid representatif dan program semenisasi jalan kampus pesantren.

“Jadi ini perlu beberapa ruang kelas belajar, masjid dan semenisasi jalan kampus pesantren. Insya Allah jika ini bisa diwujudkan, program akan lebih baik bagi anak-anak kita semua,” ucap Ust Endi yang disambut senyum bahagia Bupati.(ybh/hio)

Pesantren Tahfidz Darul Hijrah Adakan Rapat Kerja Berstandar KPI

PASURUAN (JAWA TIMUR) — Dalam rangka menyiapkan dan menguatkan program pendidikan terbaik, Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah adakan Rapat Kerja tahun ajaran baru 2021/2022. Rapat kerja yang diikuti oleh jajaran pembina, pengawas, dan pengurus tersebut diadakan di Kampus II Pesantren Tahfizh Darul Hijrah, Desa Ketanireng Tamandayu Pasuruan, Sabtu (26/6).

Ada beberapa agenda penting dalam bahasan rapat kerja tersebut yaitu melakukan monitoring evaluasi kinerja tahun ajaran 2020/2021 dan melakukan perbaikan-perbaikan (continuous improvement) ditahun ajaran baru tahun (2021/2022) dengan standart KPI (Key Performence Indicator).

Diharapkan dengan digelarnya rapat kerja ini, bisa memberikan layanan terbaik kepada masyarakat khususnya orang tua wali santri yang akan dan telah mendaftarkan putranya di Pesantren Tahfidz Darul Hijrah baik program Takhasus maupun reguler.

Ustadz Abdul Rahman selaku ketua pembina mengatakan dalam perjalanan kedepan Pesantren Darul Hijrah akan terus melakukan inovasi dan terobosan

“Pesantren Darul Hijrah ini akan terus melakukan inovasi dengan menyesuaikan imtak dan iptek supaya lulusan Pesantren Darul Hijrah tidak hanya Hafal Al-Qur’an 30 Juz tapi juga menguasai teknologi”, ungkapnya.

Sementara itu Ustadz Ihya Ulumuddin selaku Ketua Yayasan Darul Hijrah menyampaikan pihaknya akan berkomitmen memberikan Pendidikan Tahfizh Terbaik.

“InsyaAllah kita berkomitmen, Pesantren Darul Hijrah ini menjadi sekolah dan pesantren terbaik dan siap bersinergi dengan bapak-Ibu calon wali santri,” terangnya.

Hingga kini Pesantren Tahfizh Darul Hijrah telah berkembang menjadi 10 cabang di Jawa Timur dan juga mendapat dukungan penuh dari Laznas BMH Perwakilan Jawa Timur dalam menyiapkan generasi terbaik masa depan.*Muslim

Sinergi Kencangkan Layanan Umat di Jawa Tengah

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) — Layanan keumatan di bidang dakwah, pendidikan dan sosial terus dikencangkan Hidayatullah Jawa Tengah (Jateng). Menandai salah satu dari upaya tersebut adalah dengan diteguhkannya komitmen sinergi antara Muslimat Hidayatullah (Mushida) Jateng dengan Baitulmaal Hidayatullah (BMH).

Kepala Divisi Program & Pemberdayaan BMH Jawa Tengah, Yusran Yauma, mengatakan komitmen penguatan kiprah keumatan ini sekelindan dengan semangat pelayanan, pemberdayaan dan ikhtiar perubahan kepengurusan baru Mushida untuk menuju ke arah yang lebih baik.

“Penguatan sinergi dan pemberdayaan khususnya yang digagas oleh kepengurusan baru pengurus Mushida Jawa Tengah sangat kami dukung dan apresiasi,” kata Yusran Yauma dalam pembukaan pelatihan daiyah di Hotel Candi Indah, Jalan Dokter Wahidin No.112, Jatingaleh, Semarang, beberapa waktu lalu (24/6/2021).

Senada dengan hal itu, Ust. Ali Subur selaku Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Tengah sangat berharap kepada kepengurusan yang baru ini untuk menjadi penggerak lembaga dalam meluaskan kiprah keumatan khususnya di Jawa Tengah.

Subur mendorong Mushida Jateng untuk terus melanjutkan program kebaikannya serta meningkatkan kinerja dari program yang sudah dicanangkan. Dengan demikian, dampak kebermanfaataanya tidak saja dirasakan oleh umat, melainkan juga turut mendorong pengembangan dan pemberdayaan Mushida secara organisasional.

“Apalagi Ibu-ibu berperan minimal di dua kutub. Pertama aktualisasi dalam organisasi Mushida, dan, yang kedua, menjadi energi penggerak para suami untuk terus membangun peradaban Islam di garda terdepan,” kata Ali Subur.

Dia berharap semoga dengan sinergi ini akan lahir banyak program-program keummatan yang akan memberikan dampak manfaat yang lebih luas kepada umat.

Sepenarian dengan itu, Ustazah Zuliani selaku Ketua Pengurus Wilayah Mushida Jawa Tengah sangat menyambut baik kerjasama kemitraan ini.

“Semoga dalam kepengurusan periode ini mampu mengemban tugas berat ini. Pastikan luruskan niat dalam rangka ibadah. Semoga ridho Allah kita tuai di yaumil akhir,” imbuh Zuliani seraya mengingatkan jajarannya untuk selalu memperbaiki nawaitu.

Acara penandatanganan kesepakatan sinergi yang dibarengi dengan kegiatan upgrading penguatan dan pemberdayaan daiyah tangguh ini terlaksana dalam dua hari dengan jumlah peserta pelatihan diikuti 26 orang yang berlangsung di Kota Semarang.(yau/hio)

Hidayatullah Sulawesi Selatan Diharap Jadi Role Model di KTI

0

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — Ketua Bidang Organisasi DPP Hidayatullah Asih Subagyo mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan upgrading dan konsolidasi kader yang digelar Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan yang dibuka pada hari ini di Hotel Phinisi, Makassar, Sabtu (26/6/2021).

Kegiatan tersebut pun, menurut Asih, menjadi penanda progresifitas DPW Hidayatullah Sulsel dalam mengembangkan kiprahnya dan sejalan dengan harapan agar Sulawesi Selatan dengan segala keunggulannya mampu menjadi contoh (role model) bagi Hidayatullah di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

“Kegiatan yang kita lakukan adalah kegiatan upgrading resmi pertama di seluruh Indonesia, kita memang mengharapkan Sulsel menjadi contoh bagi Hidayatullah di KTI,” kata Asih.

Ia mengungkapkan, kegiatan upgrading hukumnya wajib dilakukan oleh organisasi sebagai sarana meningkatkan kemampuan personal pengurus struktural oraganisasi.

Di tingkat pusat, lanjut dia, pihaknya telah menyiapkan lembaga khusus untuk melakoni kegiatan seperti ini namanya Hidayatullah Institute (HI) yang dulu di kenal dengan Hidayatullah Traning Center (HiTC).

“Per-Agustus tahun ini akan kita gelar upgrading 34 ketua DPW se-Indonesia” ungkapnya seraya menjelaskan pentingnya kegiatan peningkatan kapasitas person struktural ini.

Dalam hipotesanya, kader yang pengetuahuan agamanya kuat, namun manajerialnya lemah. Sebaliknya juga begitu. Makanya, kata Asih, upgrading seperti ini menjadi penting untuk dilakukan.

“Selanjutnya survei kami baru sekitar 61% pengurus yang pernah baca PDO, belum tingkat paham, dan sisanya 39% belum baca dan paham PDO dan Peraturan-peraturan organisasi lainnya,” imbuhnya.

Hal inilah menurut Asih yang menjadi konsen DPP Hudayatullah untuk diretas sedikit demi sedikit. Dalam pada itu, secara strategis ia juga membuat kebijakan dengan 3 rekayasa organisasi.

Pertama, modernisasi organisasi dan pengembangan IT sesuai kebutuhan organisasi. Kedua, rasionalisasi sumber daya insani. Dan ketiga, membangun jaringan.

“Jangan kita sudah merasa ‘ratakan medan’ namun ternyata berdasarkan data kita tidak seperti itu. Saya usulkan Sulsel dapat segera menggelar semacam FGD khusus membangun jaringan,” kata Asih.

Asih pun meyanjung keberhasilan Sulsel dalam menata gerakannya termasuk kinerja yang terus meningkat seperti kontribusi yang meningkat 5 kali lipat dari tahun sebelumnya. Namun, ia juga memberi catatan.

“Memang, ada beberapa catatan penting yang perlu menjadi perhatian di Sulsel ini. Misal, Sulsel dikenal sejak dahulu sebagai di antara salah satu wilayah pemasok sumber daya insani di seluruh Indonesia tapi ternyata hingga saat ini, harus diakui, kita belum punya sekolah unggulan yang menjadi kiblat Hidayatullah di kawasan timur Indonesia,” kata Asih.

Asih berharap kegiatan upgrading dan konsolidasi ini dapat menjadi penyemangat dan pemantik agar dapat semakin betul-betul kita optimalkan potensi yang dimiliki dalam memajukan dakwah dan pelayanan keumatan.

Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan Ust H. Nasri Bohari, pada pengantarnya dalam pembukaan acara, mengatakan diadakannya kegiatan ini adalah agar dapat menguatkan kita sebagai seorang pemimpin sekaligus yang dipimpin. Menurutnya, perpaduan dua hal inilah yang menjadi kekuatan utama kita sebagai pengurus Hidayatullah.

“Kita dituntut memberi porsi yang sama, kuat sebagai seorang pemimpin dengan segala prototipe ideal seorang pemimpin dan integritasnya,” kata Nasri.

Selain itu, lanjut dia, kita juga musti kuat sebagai seorang yang dipimpin. Seperti apa itu, diantaranya adalah ikut aktif menguatkan dan menjalankan kebijakan-kebijakan strategis organisasi dan regulasi-regulasi lainnya dalam bentuk tataran teknis operasional ataupun progam kerja.

Dalam pembukaan kegiatan tersebut juga diberikan apresiasi kepada 2 DPD yaitu DPD Gowa dengan kategori terbaik dalam kontribusi perolehan Ramadahan 1442 H dan DPD Makassar dengan kategori terbaik kontribusi rutin bulanan semester I tahun 2021.*/Sumariyadi

Kuatkan Konsolidasi Dakwah di Kabupaten Balai Karimun

0

KARIMUN (Hidayatullah.or.id) — Menyikapi dinamika organisasi yang terus berkembang, bidang organisasi DPP Hidayatullah yang dipimpin Asih Subagyo, melakukan safari konsolidasi dakwah ke Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun. Selain melakukan konsolidasi kelembagaan juga meninjau Hidayatullah Karimun.

Dalam sambutannya, Ketua DPD Hidayatullah Karimun, Husein, menyampaikan bahwa DPD masih fokus ekspansi dakwah sesuai tupoksi. Alhamdulillah, saat ini sudah berdiri Rumah Qur’an Hidayatullah (RQH) di Karimun, kendala utama adalah keterbatasan SDM.

“Kami ditawari bekas klinik untuk RQH tapi SDM terbatas sehingga tawaran itu belum kami respon, masyarakat di Karimun ini sangat antusias dengan program rumah qur’an,” kata Husein.

Menanggapi “curhatan” tersebut, Muhammad Arfan AU, yang membidangi Sumber Daya Insani (SDI) DPP Hidayatullah menimpali bahwa DPD dapat bersurat secara resmi ke DPP mengajukan tenaga pengelola Rumah Qur’an Hidayatullah yang tembusannya ke DPW Kepri.

Sementara Ust Saefuddin, ketua Badan Pengurus Yayasan Kampus Madya Hidayatullah Karimun menuturkan bahwa untuk kelas wustho atau setingkat SMA, pihak yayasan sampai menolak siswa, karena keterbatasan tempat.

“Animo masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di Hidayatullah Karimun sangat tinggi karena kualitas lulusan Hidayatullah telah dirasakan oleh masyarakat,” kata Saefuddin.

Kunjungan ke kampus Hidayatullah Karimun dimanfaatkan oleh para pengurus DPP Hidayatullah untuk memberikan orientasi dan penyegaran terkait visi misi Hidayatullah.

Asih Subagyo dalam kesempatan tersebut mengingatkan pentingnya Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH). Dia menegaskan, GNH mutlak untuk digiatkan, karena merupakan modal utama untuk mendapatkan kekuatan yang maksimal.

“Agar dapat berorganisasi secara sungguh-sungguh untuk mendapatkan ridha Allah Ta’ala,” ungkapnya dalam silaturrahim usai shalat dhuhur di depan seluruh pengurus dan warga.

Ia menyebutkan, adapun poin Gerakan Nawafil Hidayatullah mencakup enam hal, yakni setiap kader Hidayatullah wajib memakmurkan masjid dengan cara shalat fardhu berjamaah dan shalat sunnah Rawatib; membaca kita suci Alquran setiap hari minimal satu juz; rutin mendirikan shalat malam; membaca wirid pagi dan petang; dan dakwah fardiyah setiap hari Sabtu atau hari lain sepekan sekali.

Sementara Ust Samsudin, pengurus DPP Hidayatullah yang lain menekankan pentingnya memperkuat ukhuwah dengan sedapat mungkin menghindarkan sengketa hati antar sesama. Karena kondisi disharmoni dapat mengganggu kinerja muamalah dan ibadah.

“Kenapa Hidayatullah masih bisa bertahan karena para muassis atau pendiri hati mereka senatiasa bersatu. Kalau hati pemimpinnya tidak bersatu maka akan berefek pada santri dan warga,” imbuhnya.

DPW Hidayatullah Kepri saat ini telah memiliki beberapa program unggulan yang sedang dalam proses pendirian di antaranya, pesantren Modern dan Full Beasiswa di Tanjung Pinang, SMA Taruna Hidayatullah di Bintan, Pondok Tahfidz Putri di Lingga dan Pondok Tahfidz putra dan putri di Pulau Seraya, Batam.

“DPW akan terus bersinergi dengan BMH untuk mewujudkan program unggulan yang dipersiapkan melahirkan kader-kader unggul.” tukas Ahmad Darmansyah, ketua DPW Hidayatullah Kepri.*/Mujahid M. Salbu

Kuatkan Kiprah, Hidayatullah Sulsel Gelar Upgrading Kader

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan berinisiatif menggelar Konsolidasi sekaligus Upgrading Pengurus yang direncanakan pelaksanaannya secara bertahap dan berkesinambungan di semua level struktural.

Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan Ust H. Nasri Bohari mengatakan agenda tersebut sejalan dengan arahan Munas V Hidayatullah tahun 2020 memberikan arah pengembangan manajemen sumber daya insani organisasi yang lebih terencana berdasarkan konsep standarisasi dan sentralisasi.

“Tahap awal ini kita menyasar khusus untuk Ketua Dewan Pengurus Daerag Hidayatullah Se-Sulawesi Selatan,” kata Nasri dalam keterangannya, Sabtu (26/6/2021).

Dia menjelaskan, maksud dari kegiatan ini adalah memberikan solusi pada salah satu problem utama pengurus Hidayatullah di lapangan, yakni meningkatkan pemahaman kepada segala hal yang terkait dengan bidang tugasnya, tugas pokok dan fungsinya.

“Sehingga diharapkan dapat melahirkan gerakan yang terintegrasi secara sistemik terhadap kebutuhan jaringan struktural organisasi dan layanan keumatan lainnya,” harapnya.

Diimbuhkan dia, salah satu program strategis yang telah diamanahkan Munas lalu itu adalah meningkatkan mutu bagi para pengurus struktural organisasi dan amal usaha, khususnya para Ketua DPD, untuk menstandarkan komitmen dan kompetensinya sebagai diantara variabel penting dalam menggerakkan organisasi.

Lebih jauh, Nasri menjelaskan, sesuai dengan tema kegiatan ini, yakni, Penguatan Kepemimpinan dan Keterampilan Manajerial untuk Mewujudkan Standarisasi, Sentralisasi dan Integrasi Sistemik, “kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka wawasan seluruh peserta soal betapa pentingnya membangun team work serta menguatkan semangat kebersamaan dalam mengemban amanah organisasi”, jelasnya.

Kegiatan perdana ini sendiri berlangsung selama dua hari, 26-27 Juni 2021 di Travellers Hotel Phinisi Makassar, dihadiri oleh 24 Ketua DPD Hidayatullah Se-Sulawesi Selatan dan akan di buka oleh Ketua Bidang Organisasi DPP Hidayatullah, Ust Asih Subagyo.

“Selain itu, kita juga menghadirkan Murabbi Nasional Hidayatullah Ust Ahkam Sumadiana serta Ketua DMW Hidayatullah Sulsel Ust Abdul Majid untuk menyampaikan taushiyah di sela kegiatan agar nuansa kultural kegiatan ini juga dapat dioptimalkan,” kata Ketua Departemen Organisasi DPW Hidayatullah Sulsel yang juga Penanggung Jawab kegiatan, Ust H. Anwar Baits.

Anwar Baits menyebutkan acara ini menghadirkan pemateri diantaranya Anggota Dewan Pertimbangan Hidayatullah Dr. Ir. H. Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, M. Si. Ketua Umum DPP Hidayatullah Dr. H. Nashirul Haq, Lc. M.A dan Prof. Dr. H. Gagaring Pagalung, M. Si yang juga Ketua BPH Universitas Muhammadiyah Makassar.*/Sumaryadi

Pemuda Hidayatullah Kuatkan Peran dengan Research Center

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Pemuda Hidayatullah terus berupaya hadir dengan berbagai program yang diusungnya. Untuk menguatkan gerakannya, Pemuda Hidayatullah menjajaki berdirinya pusat riset (research center).

Usulan rencana tersebut telah disampaikan dan dipaparkan ke Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah dalam kesempatan audiensi di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jln Cipinang Cempedak I/14, Otista, Polonia, Jakarta, Rabu (23/6/2021).

Ketua Umum Pengurus Pusat Hidayatullah Imam Nawawi mengatakan, research center ini tidak saja dalam rangka menciptakan iklim dan budaya penelitian dengan berbagai pelatihan metodologis baik pada tingkat pemula maupun lanjutan, melainkan juga meneguhkan eksistensi pemuda.

Research center ini juga meneguhkan kiprah Pemuda Hidayatullah sebagai gerakan intelektual dalam fungsinya menghimpun, membina dan menggerakkan potensi pemuda Islam yang pro aktif dan responsif serta meningkatkan perannya sebagai kader-kader umat untuk kebaikan,” kata Imam.

Menurut Imam, riset hari ini menjadi kebutuhan yang amat penting untuk pengambilan keputusan, mengukur langkah, capaian, program dan rencana tindak lanjut. Hal ini sejalan dengan adagium bahwa kebenaran yang tidak terancang akan dikalahkan oleh kemunkaran yang terorganisir, sistematis, terpimpin dan terukur.

“Sementara untuk melakukan pergerakan yang terorganisir, ia harus berbasis riset dan data. Tanpa ada data yang bisa disajikan untuk ditelaah, dipelajari lalu disikapi, maka selama itu pula kita hanya bergerak tanpa arah yang pasti,” imbuhnya.

Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah Ir Candra Kurnianto menyambut baik ikhtiar tersebut. Tak lupa beliau mengingatkan, fokus gerakan Pemuda Hidayatullah harus selalu dilandaskan pada apa yang sudah menjadi ketentuan dalam kebijakan strategis, pedoman dan anggaran dasar organisasi.

“Lakukan sinergi atau bisa melebur dengan LSIPP,” katanya berpesan.

Beliau menyarankan agar research center yang ingin dibentuk oleh pemuda Hidayatullah ini sekalian melebur saja dengan Lembaga Studi Pengembangan dan Peradaban (LSIPP), sebuah wadah kajian dan pemikiran yang sudah lebih dulu ada namun sejauh ini memang belum masuk ke ranah riset.

Saran tersebut langsung disambar antusias oleh Imam yang dalam kesempatan tersebut turut didampingi Sekretaris Jenderal, Mazlis B. Mustafa, Bendahara Umum, Tri Winarno dan Kadepdatin, Ainuddin Chalik. “Siap ustadz. Mohon selalu doa, arahan dan dukungannya,” kata Imam menyambut arahan tersebut.

Pada kesempatan tersebut turut hadir expert researcher yang juga Direktur Hidayatullah Institute Muzakkir Usman Asyari, S.S. M.Ed yang banyak memberikan masukan tentang dunia penelitian serta ada pula Direktur Program dan Pemberdayaan BMH Pusat, Zainal Abidin, yang memberi pengayaan dari perspektif kemanusiaan dan filantropi. (ybh/hio)