Beranda blog Halaman 407

Bupati dan Walikota ini Kunjungi Kampus Hidayatullah Masamba

0

MASAMBA (Hidayatullah.or.id) — Bupati Luwu Utara Hj. Indah Putri Indriani, S.IP., M.Si. dan Wali Kota Parepare Dr. H. M. Taufan Pawe, S.H., M.H menyambangi Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Masamba, Luwu Utara, Ahad, 27 Muharam 1443 (5/8/2021).

Kunjungan itu dilakukan keduanya setelah Musda DPD II Partai Golkar Lutra selesai.

Di Ponpes Hidayatullah, kedatangan kedua pemimpin daerah ini diterima langsung oleh pimpinan ponpes, Ust Abdul Wahab yang sudah lama mengenalnya.

Pada kunjungan tersebut Taufan mengatakan ada dua sebutan pimpinan ponpes untuk saya.

“Kalau dia baru mengenal saya setelah wali kota maka dia akan memanggil saya pak wali,” ujarnya via rilis Humas Pemkot Parepare.

“Tapi kalau dia mengenal saya sebelum wali kota, maka dia memanggil saya pak haji,” tutur Taufan.

“Ustad Wahab memanggil saya Pak Haji. Berarti dia sahabat lama saya,” ungkap Wali Kota Parepare dua periode ini.

Di hadapan Ustaz Wahab dan para santri, Taufan memperkenalkan diri sebagai Ketua Golkar Sulsel, dan hadir bersama Bupati Lutra Indah Putri yang baru saja terpilih Ketua Golkar Lutra.

Kemudian menyertainya Sekretaris Golkar Sulsel Andi Marzuki Wadeng, Wakil Ketua Bidang Kajian Strategis dan Kebijakan Publik Golkar Sulsel Herman Heizer, dan Ketua DPRD Lutra Basir.

“Ini Istimewa, karna baru kali ini saya didampingi langsung oleh Bupati. Ibu Bupati di semua lini dia ada, termasuk untuk keumatan,” papar Taufan.

“Karena ada Ibu Bupati, ada Ketua DPRD hadir di sini, secepatnya bikin proposal. Pasti akan dibantu demi keumatan,” tandas Taufan.

Taufan juga memotivasi para santri sebagai kader penerus bangsa.

Ia memberi pesan-pesan membangun dan religius. Serta mengungkapkan Ponpes Hidayatullah di Parepare sekarang sudah berkembang menjadi ponpes modern.

Bahkan Ustad Abd Aziz Qahhar Mudzakkar, tokoh Luwu Raya, saat berada di Parepare, lanjut Taufan, selalu menginap di Ponpes Hidayatullah.

Di akhir kunjungannya, Taufan menyerahkan bantuan uang tunai kepada Ponpes Hidayatullah Masamba.

“Jangan lihat dari nilainya, tapi lihat keikhlasan kami memberikan bantuan dan dukungan untuk memajukan keumatan khususnya di Kabupaten Luwu Utara,” pungkas Taufan.*/

Hidayatullah Institute Paparkan Islamic Worldview Mahasiswa

0

TANJUNG UNCANG (Hidayatullah.or.id) — Direktur Hidayatullah Institute Ust. Dr (cand.) Muzakkir Utsman, SS., M.Ed, memaparkan materi Islamic worldview di hadapan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Hidayatullah Batam yang sedang menjalani masa Taaruf Kampus di Kampus 2 Hidayatullah Putri, Tanjung Uncang, Batu Aji, Batam Kepulauan Riau, Kamis, 24 Muharam 1443 (2/9/2021).

“Seorang muslim hendaknya melihat dunia dan segala dimensinya, dalam kacamata Islam. Itulah yang disebut dengan istilah Islamic worldview,” kata Muzakkir Utsman di hadapan seluruh mahasiswi baru ini.

Kandidat doktor Malaya University Malaysia ini menguraikan bahwa worldview Islam harus dimiliki seorang muslim, yaitu memandang dengan kacamata wahyu.

“Harus dengan petunjuk Al-Qur’an. Bimbingan wahyu dari Allah,” sebutnya.

Jangan sampai, sebutnya lagi, melihat dunia dan segala dimensinya ini dengan pandangan sekular, liberal, dan materialisme.

“Tentu berbeda. Ada yang melihat hidup ini sebagai proses menjalankan hukum-hukum Allah dan ada yg melihat sebagai kebebasan dirinya,” tegasnya.

Menurutnya, orang yang melandaskan pandangannya pada sekularisme, liberal dan materialisme, ia ingin bebas menurut dirinya sendiri tanpa aturan hidup seperti tak mau punya anak (childfree), bebas untuk berbusana sekehendaknya dan berbagai sikap permisif lainnya.

Kemudian ia menceritakan kisah Nabi Ibrahim ‘alahihissalam yang terdapat dalam Al Quran surah asy-Syuara’, tentang idealisme dan prinsip Tauhid, dan penentangannya terhadap masyarakat penyembah berhala.

Ibrahim ‘alahihissalam melihat bahwa penyembahan pada berhala itu keliru. Berhala berhala itu tidak mendengar dan tidak memberi apapun terhadap hidup ini. Hingga kemudian beliau mendapat petunjuk wahyu dari Allah.

Begitu juga nabi Yaqub, yang mewariskan nilai Tauhid kepada anak cucunya, agar tetap menyembah Tuhan, sebagaimana orang tuanya dahulu, Nabi Ibrahim, Ismail, dan Ishaq.

“Itulah idealisme dan prinsip Tauhid yang mesti menjiwai seluruh kehidupan seorang muslim. Dunia itu kecil, kalau kita punya visi yang besar,” lanjutnya memotivasi peserta.

Dan visi besar itu, lanjut Muzakkir, adalah termanifestasinya nilai nilai Tauhid sebagai inti keimanan dalam seluruh aspek kehidupan.
Prinsip inilah yang menurutnya mesti melekat pada diri setiap muslim dalam memandang segala sesuatu.*/

Sinergi Gelar Upgrading Guru Quran Se-Kepulauan Riau

BATAM (Hidayatullah.or.id) — Sekira 35 guru dari kawasan Kepulauan Riau mengikuti upgrading guru al Quran yang digelar BMH Kepri sebagai bagian program integrasi dengan organiasi DPW Hidayatullah Kepri dan yayasan kampus Utama Hidayatullah Batam di Kampus Hidayatullah, Batu Aji, Kamis, 24 Muharam 1443 (2/9/2021).

Diantara peserta yang hadir terdapat guru yang membimbing anak-anak muallaf di Selat Kongki dan Pulau Kojong, Lingga dan kampung muallaf di Pulau Caros, Batam.

General Manager BMH Kepri, Abdul Aziz menuturkan bahwa BMH Kepri telah berkomitmen untuk berada di garda terdepan dalam rangka menghadirkan rumah quran di pulau-pulau.

“Dengan berjalannya program ini insya Allah ada timbal balik untuk para donatur berupa keberkahan pada harta yang disedekahkan di jalan Allah dan mengalirnya pahala dari rumah-rumah quran,” kata Abdul Aziz.

Sebelum memasuki materi pelatihan, dua orang guru Quran dari kampung muallaf selat Kongki dan Pulau Kojong, Lingga, menyampaikan sekelumit pengalaman membina para muallaf.

“Kami harus membimbing dari nol anak-anak muallaf karena bahkan Basmalah pun mereka belum bisa,” cerita Ustadz Sabrian.

Ustadz Sabrian bercerita, saban sore ia mengajar anak-anak dan setelah magrib mengajar para orang tua yang juga masih belum dapat membaca al Quran.

“Di antara bapak-bapak dan ibu-ibu Alhamdulillah saat ini sudah ada yang sudah Iqra 3, kami harus sabar membimbing mereka dengan pelan-pelan agar mereka bisa membaca dan memahami al Quran dengan baik,” lanjut Ustadz Sabrian.

Sementara Ustadz Sobri yang sudah 9 bulan membimbing para muallaf di Pulau Kojong, Lingga, menyampaikan kebahagiaan para muallaf dengan hadirnya guru Quran, sebab selama ini mereka tidak mendapatkan bimbingan terkait baca tulis al Qur’an.

“Meski saya harus menempuh perjalanan selama 2 jam dari rumah di Linau, Lingga, tetap semangat untuk memberikan pembinaan karena mendapatkan amanah dari BMH Kepri untuk mendampingi para muallaf,” ujar pria kelahiran pulau di Lingga ini.

BMH Kepri tidak hanya mensupport pembangunan tetapi juga membangun ekosistem yang menopang program pembinaan. Diantaranya tunjangan para guru quran dan peningkatan kualitas para guru.

Pembina Hidayatullah Batam, KH Jamaluddin Nur menyambut gembira program yang digelar BMH Kepri dan mendorong agar terus meningkatkan kualitas rumah Quran baik dari sisi pembelajaran maupun kualitas fisik rumah quran.

Senada dengan Jamaluddin Nur, Ketua DPW Hidayatullah Kepri, Darmansyah, berharap BMH Kepri semakin maju dan berkembang agar dapat terus mendukung program rumah quran di Kepri sejalan dengan gerakan mainstream Hidayatullah yaitu Dakwah dan Tarbiyah.

Menurut ketua panitia, Rahmat Ilahi Hadis, target yang ingin dicapai dari pelatihan ini, yaitu agar para guru dapat menguasai teknik mengajar dengan metode Ummi. Selain itu, agar ada keseragaman dalam metode yang diajarkan di seluruh rumah Quran.

Pelatihan berlangsung selama tiga hari (2-4 September 2021) dengan menghadirkan instruktur yang telah terakreditasi.

“Diharapkan dengan meningkatnya kualitas para guru maka akan meningkat juga kualitas para siswa baik dari sisi bacaan maupun hafalan.” Pungkas Rahmat Ilahi Hadis.*/Mujahid M. Salbu

Dai sebagai Duta Wawasan Kebangsaan di Pedalaman

DAI adalah penyampai pesan wawasan kebangsaan, selain berdakwah sebagai amanah utamanya untuk mengajak umat kepada jalan kebaikan. Hal itulah yang dilakukan oleh dai dai Hidayatullah di berbagai daerah. Inilah salah satunya, klik di sini untuk menonton.

Vaksinasi Massal Santri di Ponpes Hidayatullah se-Balikpapan

0

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak menjadi tuan rumah penyelengaraan vaksinasi untuk sedikitnya 2.500 santri se-Balikpapan yang digelar pada Selasa (31/08/2021).

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menghadiri kegiatan vaksinasi massal untuk santri (pelajar) yang digelar di sejumlah pondok pesantren se-Indonesia, termasuk Ponpes Hidayatullah di Balikpapan. Jokowi hadir menyapa para pengurus pondok pesantren yang mengikuti acara tersebut lewat teleconference.

Di antara lokasi acara vaksinasi massal untuk santri itu digelar di Kampus Induk Hidayatullah, Gunung Tembak, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Ponpes Hidayatullah sekaligus menjadi tuan rumah vaksinasi massal yang diikuti ribuan santri dari berbagai ponpes se-Kota Balikpapan.

“(Vaksinasi) ini dikhususkan para santri di pondok-pondok pesantren,” ujar Jokowi.

Ketua Yayasan Ponpes Hidayatullah Ummul Qura Balikpapan Hamzah Akbar menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak pemerintah, dalam hal ini Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kalimantan Timur yang telah menunjuk Hidayatullah Balikpapan sebagai tuan rumah vaksinasi santri se-Balikpapan.

“Tentu saja kita menyampaikan tadi Pak Presiden menyapa kita semua termasuk kita di Hidayatullah menyampaikan ucapan terima kasih,” ujar sang ustadz kepada para wartawan di Gunung Tembak, Selasa siang, didampingi Kepala BIN Daerah Kaltim Brigjen Danni Koswara pada acara yang digelar dengan protokol kesehatan yang ketat itu.

Ustadz yang juga Anggota Dewan Pertimbangan MUI Kota Balikpapan ini berharap, dengan dilakukannya vaksinasi tersebut, bisa membentuk herd immunity, sehingga kegiatan belajar dan ibadah di pesantren bisa kembali normal.

Sementara itu, Danni Koswara menjelaskan, sebanyak 2.500 dosis vaksin disiapkan pihaknya untuk para santri. Dalam kegiatan vaksinasi santri pihak BIN Daerah Kaltim bekerja sama dengan Pondok Pesantren Hidayatullah.

“Selain santri Hidayatullah, vaksinasi juga diikuti santri dari pesantren lain dari Balikpapan,” ujarnya kepada wartawan.

Dalam acara tersebut secara virtual Presiden Jokowi antara lain menanyakan ke sejumlah ponpes tentang berapa jumlah santri yang divaksin. Presiden juga berpesan terkait pelaksanaan protokol kesehatan di ponpes.

Sementara perwakilan ponpes yang berdialog dengan presiden berharap agar jumlah dosis vaksin untuk para santri ditingkatkan. Tujuannya antara lain agar santri segera bisa melakukan kegiatan pendidikan tatap muka.*/Skr

Kampus Hidayatullah Aceh Tenggara Terima Kunjungan Tokoh Forkopimda

0

ACEH TENGGARA (Hidayatullah.or.id) — Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Aceh Tenggara yang beralamat di Jln Kutacane-Medan Km-25, Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Aceh Tenggara, Provinsi NAD, mendapat kunjungan tokoh beberapa waktu lalu.

Kunjungan Bupati Aceh Tenggara Drs. H. Raidin Pinim, M.AP bersama Wakil Bupati Bukhari Buspa diterima langsung oleh pembina Pondok Pesantren Hidayatullah Aceh Tenggara KK Baharuddin Mustafa dan jajarannya di kantor yayasan.

Turut pula dalam rombongan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tersebut yaitu Kapolres Aceh Tenggara AKBP Bramanti Agus Suyono, Komandan Kodim (Dandim) 0108 Agara Letkol Inf Robbi Firdaus SE MSi, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Tenggara Syaifullah SH MH, tampak pula Ketua DPRK Aceh Tenggara Deny Febrian Roza, S.STP., M.Si, ketua adat dan salah satu anggota DPR RI.

Dalam kunjungan tersebut Bupati beserta rombongan meluangkan waktu meninjau komplek pondok pesantren tersebut yang didampingi oleh Ust Baharudin.

Rombongan silaturrahim juga sempat meninjau lahan yang rencananya akan dibebaskan untuk pembangunan pondok. Bupati menyatakan dukungannya dan meminta pihak kampus Ponpes Hidayatullah Aceh Tenggara segera mengirimkan proposalnya.

Ust Baharuddin dalam keterangannya menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada Forkopimda Aceh Tenggara yang melakukan kunjungan ke kampus Hidayatullah Aceh Tenggara.

Baharudin berharap silaturrahim ini senantiasa terjalin dengan baik sebagaimana telah terjalin secara sinergis selama ini bahkan terus ditingkatkan. “Semoga membawa berkah,” pungkasnya.*/

Hidayatullah dan Kebangkitan 2045

Oleh Nursyamsa Hadis*

ALHAMDULILLAH, Musyawarah Majelis Syura (MMS) dan rangkaiannya yang berlangsung selama tiga hari sejak Ahad hingga Selasa malam, 20-22 Muharram 1443 H, telah berakhir.

MMS merupakan forum yang dipimpin oleh Pemimpin Umum Hidayatullah yang diantara kewenangannya; membahas dan/ atau memutuskan hal-hal yang strategis dalam rangka mencapai visi Hidayatullah dan mengesahkan peraturan organisasi (PO).

Peserta MMS adalah Pemimpin Umum dan anggota; Majelis Penasihat, Dewan Pertimbangan, Dewan Mudzakarah, Dewan Murobbi Pusat serta pengurus harian Dewan Pengurus Pusat.

KH Abdurrahman Muhammad dalam sambutan pembukaan acara, sebagai Pemimpin Umum Hidayatullah, menyampaikan bahwa pada perjalanan setengah abad Hidayatullah ke depan hendaknya pada 2045 Hidayatullah telah tumbuh menjadi entitas yang berpengaruh dalam pergaulan keumatan dan kebangsaan di Indonesia.

Pertanyaannya, hal apa sajakah yang mesti mendapat perhatian pegiat Hidayatullah agar target 2045 Pemimpin Umum tersebut tercapai?

Merespon harapan tersebut, Ketua Umum pertama DPP Hidayatullah KH Abdul Rahman (Surabaya), menyampaikan empat hal yang perlu mendapat perhatian.

Pertama, kemenangan yang diantara bentuknya kemampuan mempengaruhi sepenuhnya adalah otoritas Allah. Dengan demikian yang perlu mendapat perhatian serius adalah penuhi syarat-syarat yang dapat mengundang datangnya kemenangan itu.

Internalisasi dan memanifestasikan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah merupakan hal mutlak yang harus tergambar dalam kegiatan kader Hidayatullah. Ini syarat mutlak yang harus terpenuhi.

Tidak cukup dengan itu, kader juga berkewajiban mentrasformasikannya ke umat yang pada gilirannya seluruh gerak aktifitas umat menggambarkan jati dirinya sebagai orang-orang yang tunduk takut dan taat kepada-Nya saja.

Kader Hidayatullah hendaknya berusaha sekuat tenaga merakit potensi-potensi umat diantaranya dengan menjalin silaturrahim intensif dengan ormas-ormas Islam serta elemen lainnya dimana pada momentum itu kader menyampaikan gagasan-gagasan dasar yang Hidayatullah cita-citakan.

Kedua, pemimpin cerdas. Pemimpin Hidayatullah pada semua level hendaknya memiliki pisau analisis yang tajam dalam membedah persoalan-persoalan yang dihadapi oleh umat dan bangsa.

Dinamika kehidupan bergerak cepat. Pemimpin harus cerdas mengelolanya. Pemimpin Hidayatullah hendaknya terus belajar dan belajar untuk meningkatkan wawasan dan kompetensinya. Seharusnya Ketua DPD misalnya, menjadi mitra dialognya Bupati Walikota tanpa rasa canggung.

Ketiga, logistik yang kuat. Allahuyarham KH Abdullah Said pernah mengingatkan bahwa logistik atau ekonomi merupakan urat nadinya perjuangan. Oleh karena itu sektor ini hendaknya secara simultan mendapat perhatian yang sama dengan sektor-sektor lainnya.

Hidayatullah segera mengeksplorasi bidang-bidang ekonomi yang bisa dikembangakan. Keterbatasan tenaga internal dibidang ini diatasi melalui pendekatan profesional dengan rekrutmen.

Kecenderungan bisnis potensial era millenial dan industri kreatif perlu dicermati oleh bidang ekonomi yang kira-kira potensial untuk menambah penghadilan organisasi. Unit ekonomi yang sudah terkelola dengan baik terus dikembangkan sampai merata secara nasional.

Potensi ekonomi setiap daerah perlu ada database yang secara terpilih bisa ditindaklanjuti dengan menghadirkan showroom produk-produk daerah di Jakarta. Tidak kalah pentingnya dunia bisnis Hidayatullah mengakrabkan diri dengan kemajuan teknologi. E-commerce Hidayatullah walau masih bersinergi dengan entitas lain, merupakan sebuah terobosan elegan yang patut diapresiasi.

Keempat, membersamai umat. Sebagai ormas, Hidayatullah harus menerjunkan kader-kadernya ke tengah-tengah umat. Hidayatullah harus bersenyawa dengan umat baik dalam suka dan dukanya.

Kader yang bergelut dengan persoalan umat dengan sendirinya akan terujikan daya tahan kekaderannya. Kesabarannya teruji. Ibadahnya teruji. Kepemimpinannya teruji. Kedewasaannya akan terbentuk secara alamiah.

Selain itu dengan kehadiran mereka sebagai problem solver umat maka Hidayatullah akan bertahta di hati umat.

Dengan demikian, Insyaa Allah, Hidayatullah secara perlahan tapi pasti akan menjadi elemen berpengaruh pada semua dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara.*

*) Penulis adalah pegiat perubahan sosial

Hidayatullah Babel Terima Tim Pansus Raperda Ponpes

BANGKA BELITUNG (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Provinsi Bangka Belitung (Babel), Ust Irwan Sambasong, Lc, bersama jajaran menerima Tim Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemberdayaan Pondok Pesantren inisiatif DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kunjungan pansus tersebut sekaligus bersilaturrahim dalam rangka berkoordinasi dan bersinergi ke Pondok Pesantren Hidayatullah yang beralamat di Desa Teru, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat sore, 18 Muharam 1443 (27/08/2021).

Diakuinya, setelah membaca dan membahas pasal per pasal isi yang terkandung dalam Raperda Pemberdayaan Pondok Pesantren Provinsi Kepualauan Bangka Belitung itu, pihaknya merasa sangat luar biasa.

“Kami sangat berbahagia, bersyukur kepada Allah SWT. Kami sangat mendukung dan Insya Allah kita berada di belakang pansus untuk senantiasa mendorong baik dengan doa karena ini semua untuk kebaikan pondok pesantren,” kata Ust Irwan yang juga pembina Pondok Pesantren Hidayatullah Desa Teru, Kabupaten Bangka Tengah ini.

Ust Irwan mengatakan, Islam adalah agama sempurna sebagaimana Allah SWT memerintahkan untuk bergerak bersama dalam dakwah. Menurutnya, bila diilustrasikan, dakwah ibarat sebuah kendaraan, dia akan berjalan cantik dan manis apabila semua sparepart-nya itu terpasang dengan baik.

“Dan, Alhamdulillah, hari ini kedatangan Tim Pansus Rakerda Pemberdayaan Pondok Pesantren yang dapat menjadi mesinnya dakwah agar bergerak dengan baik. Mudah mudahan mesin yang akan menggerakkan body ini ke depan menjadi lebih baik lagi, Insya Allah,” ujar Irwan yang juga Sekretaris Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Bangka Belitung ini.

Pansus Rancangan Peraturan Daerah inisiatif DPRD Provinsi Kepualauan Bangka Belitung tentang Pemberdayaan Pondok Pesantren, terus mempertajam pembahasan dan memperkuat dukungan, dalam mewujudkan kesejahteraan pondok pesantren di Bangka Belitung.

Tim Panitia khusus (Pansus) yang dikomandani oleh Dede Purnama Al Zulami Lc, MA., AK, beserta anggota, H. Dody Kusdian, Evi Junita, Fitra Wijaya, dan Jawarno, berkunjung ke Pondok Pesantren Hidayatullah.

“Merasakan atmosfer perjuangan para kyai di pondok. Kami berharap semoga kami menjadi bagian dari wasilah itu pak kyai, maka kami mohon doa apa yang diperjuangkan ini dapat terealisasi,” kata Ketua Pansus, Dede Purnama Al Zulami saat diterima bersama rombongan di Pondok Pesantren Hidayatullah Kabupaten Bangka Tengah.

Pada Senin pekan ini pihaknya juga akan melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Zoom meeting.

“Setelah berkonsultasi dengan Kemendagri, maka, akan dilakukan pembahasan pasal per pasal karena segala bentuk permasalahan, masukan dan saran sudah diinventarisir,” terangnya.

Di kesempatan yang sama, Anggota Pansus, Dodi Kusdian, menjelaskan, bahwa salah satu yang menjadi benteng moral yakni pondok pesantren.

“Sekolah umum tidak ada jaminan, bagaimana akhlaknya, makanya gak ada jaminan. Salah satu niat baik kita, keinginan kita bagaimana pesantren itu diperkuat,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Senaidi selaku Kabid Pakis Kanwil Kemenag Babel, menyarankan, agar Tim Pansus Raperda Pemberdayaan Pondok Pesantren untuk segera berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pemerintah pusat.

Tak hanya itu, pihaknya pun menyarankan agar seluruh pondok pesantren se Bangka Belitung untuk dapat mendukung dan mendoakan Raperda Pemberdayaan Pondok Pesantren inisiatif DPRD Babel ini agar dapat disetujui pemerintah pusat, sehingga dapat disahkan menjadi peraturan daerah demi untuk kemajuan pondok pesantren di Bangka Belitung.

“Sejak tahun 1989 saya masuk ke Bangka Belitung, belum ada atau terpikirkan oleh DPRD memikirkan Perda tentang pondok pesantren, belum terpikirkan. Nah, bersyukurnya, sekarang ini di DPRD ini banyak para kyai dari pondok seperti Ustadz Dede,” ungkapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, dulunya, bahwa banyak program yang mengarah hanya ke sekolah umum seperti madrasah, sehingga menurutnya, keberadaan pondok pesantren dipandang sebelah mata.

“Padahal di dalamnya bagus tapi dipicingkan kalo melihat pondok pesantren, dulunya. Nah, sekarang ini pondok pesantren sudah mulai diperhatikan dari Kementerian Agama pusat sampai ke DPR. Makanya ada UU Nomor 18 Tahun 2019 itu, turunan itu supaya pemerintah lebih memperhatikan pondok pesantren,” ungkapnya.

DPW Hidayatullah Jateng Gelar Workshop Digital Marketing

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) — Era 4.0 ini semua aktivitas sudah beralih ke digital baik dalam hal pemasaran produk, jasa, pendidikan, bahkan dalam hal dakwah. Tak pelak, pemasaran secara digital akhirnya menjadi sebuah kebutuhan dan tuntutan yang sukar untuk ditinggalkan.

Oleh karena itu, Departemen Ekonomi Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Tengah bersinergi dengan BMH menyelenggarakan kegiatan workshop digital marketing dengan tema “Growth up Your Mindset with Digital Marketing” untuk para pegiat dan pengusaha kalangan Hidayatullah di Jawa Tengah, yang digelar selama 2 hari, Sabtu-Ahad, 19-20 Muharram 1443 (28-29/8/2021).

Ketua Departemen Ekonomi DPW Hidayatullah Jawa Tengah, Hamdan, dalam sambutannya mengatakan acara ini dalam rangka untuk menguatkan ekosistem digital Hidayatullah yang saat ini mulai terpola.

Menurutnya, ekosistem digital terutama yang sedang dilakoni oleh komunitas Hidayatullah di Jawa Tengah perlu untuk terus dikuatkan dengan membekali pelaku usaha yang akan atau sudah terjun ke sektor ini.

Hamdan mengatakan, acara digital marketing ini tidak saja diajarkan bagaimana para pengusaha upload konten, tapi juga diantar mengetahui sasaran yang dituju dengan tepat serta bagaimana menyajikan materi digital yang menarik minat audience.

Menurutnya, sudah banyak orang yang berhasil meluaskan kebermanfaatan lewat online baik melalui platform media sosial seperti, Facebook, Instagram, YouTube, Twitter maupun lewat website. Menurut Hamdan, pengusaha, terutama yang pemula, perlu untuk mendalami corak pada industri ini.

“Dua hari memang masih terasa sangat kurang. Kedepan akan kita buat secara berjenjang agar ilmu yang didapatkan benar-benar sempurna,” pungkas Hamdan.

Turut memberikan penguatan dalam workshop yang digelar intensif selama dua hari ini, Ketua Bidang Perekonomian DPP Hidayatullah, Drs Wahyu Rahman, MM.

Melalui sambungan perangkat virtual dari Jakarta, Wahyu Rahman mendorong dikuatkanya etos usaha di komunitas ini. Baginya, dalam berusaha tentu tidak lepas dari berbagai risiko termasuk risiko untung rugi.

Oleh sebab itu, dia mengingatkan, dalam berwirausaha tidak saja dibutuhkan keberanian untuk mengambil keputusan tetapi juga diperlukan bekal kemampuan membaca pasar termasuk dalam meningkatkan profit.

“Dalam berusaha jangan terlalu banyak hitung-hitungan. Jalankan saja dulu. Bismillah, jalankan!,” katanya memberi motivasi seraya dengan itu pengusaha sekaligus memperhatikan SOP setelah bisnis yang dibangun mulai terpola dengan baik.

Acara yang berlangsung di Semarang selama dua hari ini di buka langsung oleh Ketua DPW Hidayatullah Jawa Tengah, Ali Subur.

Dalam sambutan singkatnya, Subur sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan departemen ekonomi wilayah Jawa Tengah ini. Dia berharap workshop ini dapat dilakukan berkelanjutan sehingga menelurkan lebih banyak lagi pegiat di industri digital.

“Saya sangat berharap workshop ini mampu membawa kawan-kawan lebih terbuka mindset bisnisnya dan juga jadikan ini sebagai sarana untuk mengembangkan diri sebagai kader di Jawa Tengah khususnya di bidang digital marketing,” harap beliau.

Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Saraswati ini diikuti oleh 28 pengusaha Hidayatullah dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Hadir sebagai narasumber Mas R. Iman Saepul, principle Sekolah Preneur Solo dan expert di bidang HRD dan mindset bisnis. Lalu hadir juga narasumber Mas Hasyim yang expert di digital marketing dan Bachtiar yang kerap dijuluki sebagai pakar “marketing langit”.*/Yusran Yauma

Beratnya Tanggung jawab yang Harus Dipikul Seorang Hakim

0

IBNU KHAIRAN merupakan ulama madzhab As Syafi’i yang menolak mati-matian untuk dijadikan qadhi (hakim) karena besarnya tanggung jawab yang dipikul siapa yang yang menjabatnya.

Keputusan Ibnu Khairan menolak jabatan hakim menyebabkan Abu Hasan Ali bin Isa, salah satu menteri Khalifah Al Muqtadir memutuskan untuk menyerahkan rumahnya kepada Ibnu Khairan agar ia bersedia menjabat sebagai hakim, namun Ibnu Khairan tetap menolak.

Hingga akhirnya ada yang bertanya kepada sang menteri mengenai keputusan itu. Maka sang menteri pun menjawab,”Sesungguhnya tujuanku menyerahkan rumah itu agar kelak ada yang menyampaikan bahwa di zaman kita ada orang yang menyerahkan rumah agar Ibnu Khairan menerima jabatan hakim, namun ia menolaknya”.

Abu Bakr bin Al Haddad As Syafi’i ketika melakukan perjalanan ke Baghdad tahun 310 H menyaksikan bahwa pintu Ibnu Khairan dipaku hingga tidak bisa dibuka, karena yang bersangkutan menolak untuk menjabat hakim dan memilih untuk tetap tinggal di rumah.

Dan orang-orang pun mendatangi rumahnya dengan mengajak anak-anaknya. Mereka pun berseru,”Saksikanlah ini, supaya kalian bisa menceritakan hal ini”. (Siyar A’lam An Nibala, 15/59).*/Thoriq