Beranda blog Halaman 433

IMS dan LJA Kuatkan Sinergi Angkat Program Keummatan

0

SURABAYA (Hidayatullah.or.id) – Kendatipun masih dalam satu wadah bersama, silaturrahim dan intensitas pertemuan perlu untuk terus digencarkan. Dengan begitu, akan semakin banyak program yang bisa diangkat dan kian berjibun problem yang bisa diretas bersama.

Dalam rangka menguatkan simpul jalinan dalam memperkuat sinergitas, Direktur Islamic Medical Service (IMS) Imran Faizin melakukan pertemuan sekaligus silaturahmi temu kangen bersama Direksi PT Lentera Jaya Abadi (LJA) yang membawahi majalah Suara Hidayatullah dan portal berita Hidayatullah.com.

Sekedar diketahui, Hidayatullah.com, adalah salah satu portal berita tertua di Indonesia yang bahkan lebih dulu hadir dari Detikcom dan berbagai situs besar lainnya.

Pertemuan ini juga dihadiri para punggawa LJA diantaranya Direktur PT Lantera Jaya Abadi Mamik Hidayat, redaktur pelaksana Hidayatullah.com Cholis Akbar, General Manager Majalah Hidayatullah Muhammad Sobah, pimpinan redaksi channel Youtube HTV Bambang Subagyo yang juga wartawan senior dan tampak pula Abdul Rohim selaku direksi LJA.

Pertemuan ini digelar di Restoran Bebek Goreng Harisa di Jln Dr. Ir. H. Soekarno, Penjaringan Sari, Kecamatan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Adapun tujuan silaturahmi adalah membangun koordinasi, evaluasi dan rencana sinergi antara IMS dan LJA dalam rangka membangun program keummatan khususnya pada jalur media dan kesehatan.

“Program-program kemaslahatan tidak bisa dikerjakan sendiri, perlu sinergi, kerjasama untuk saling menguatkan. Sehingga semakin banyak manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat,” kata Imran Faizin.

Sementara itu, Mamik Hidayat selaku Direktur utama Direksi PT Lantera Jaya Abadi, mengatakan sangat mengapresiasi dan menyampaikan rasa terimakasih kepada rombongan IMS atas kunjungannya, yang relah jauh-jauh datang dari Jakarta untuk silaturahmi dan membangun sinergi keummatan bersama LJA.

“Ini pertemuan yang sangat kami nanti-nantikan. Bersama IMS, LJA siap hadir dalam menguatkan dan melakukan kerja sama program keummatan. Harapannya bagaimana program sosial dakwah di bidang kesehatan berjalan dengan baik,” kata Hidayat.

Imran menambahkan, gerakan dakwah di bidang sosial kesehatan harus terus dikawal. “Siapa lagi yang akan melayani kesehatan para dai, guru, muallaf pedalaman dan masyarakat pada umumnya, kalau bukan lembaga kesehatan,” kata Imran yang juga Ketua Departemen Kesehatan DPP Hidayatullah ini.

Maka dari itu, lanjut Imran, sinergitas harus selalu dibangun, relasi harus diperkuat dan silaturahmi harus dipertajam untuk membangun lembaga sosial kesehatan menjadi lembaga terdepan dalam melayani, membantu bahkan membina orang-orang yang membutuhkan bantuan dan pertolongan dalam perkara kesehatan.*/Alamsyah Jilpi

Dikdasmen Hidayatullah Dorong Pemajuan Pendidikan di NTT

0

KUPANG (Hidayatullah.or.id) — Sebagian bagian dari gerakan utama (mainstream), Hidayatullah mendorong pemajuan pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ikhtiar tersebut ditandai salah satunya dengan kunjungan dan silaturrahim Ketua Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ust Nanang Noer Patria, M.Pd, beberapa waktu lalu.

Anjangsana Kadepdikdasmen ke Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Kupang itu dalam rangka melihat dari dekat proses pendidikan yang ada di kawasan berjuluk Negeri Seribu Bukit ini.

Momentum singkat ini sekaligus dimanfaatkan Nanang untuk memberikan arahan dalam upaya rekonstruksi pendidikan integral di Hidayatullah Kupang dan NTT secara luas melalui upgrading penyelenggara pendidikan, apalagi dengan status Hidayatullah Kupang yang termasuk dalam kategori Kampus Madya.

Ponpes Hidayatullah Kupang saat ini telah mempunyai tingkat pendidikan mulai Mts dan MA. Dalam rangka untuk standarisasi PIBT (Pendidikan Integral Berbasis Tauhid) Nanang menjadi pembicara dalam pertemuan bersama dengan civitas pendidikan di Kupang dan NTT agar mampu menyamakan perpsepsi pendidikan dan standar pendidikan yang telah ditentukan oleh Depdikdasmen.

Dalam kesempatan ini Nanang menyampaikan program program penting Depdikdasmen maupun arah kebijakan organisasi dan juga kiat kiat membuat pendidikan ideologis yang tetap laris diminati.

Ketua Departemen Pendidikan DPW Hidayatullah NTT Ust Anwar menyambut antusias kegiatan yang digelarnya tersebut dan berharap momentum istimewa ini kian menguatkan peran pembangunan Hidayatullah di kawasan itu terutama dalam memajukan sumber daya insani melalui pendidikan.

“Alhamdulillah dengan kedatangan beliau selaku ketua Depdikdemen DPP Hidayatullah, sangat bermanfaat bagi kami yang ada di daerah Khususnya di wilayah Kupang NTT”, ujar Anwar.

Menurut Anwar, pendidikan Hidayatullah di Kupang dan NTT masih perlu banyak pendampingan dan arahan dari Departemen Pendidikan Pusat maupaun dari Departemen Kepesantrenan agar bisa lebih cepat berkembang dan bisa mencapai “standar” pendidikan seperti kampus kampus Hidayatullah di luar NTT.

Dia berharap semoga dengan kunjungan dan upgrading revitalisasi pendidikan ini semakin memacu ghirah kawan kawan yang ada di Kupang dan Provinsi NTT secara umum untuk memajukan pendidikan sehingga kontribusi riil untuk masyarakat di kawasan itu semakin besar.

“Terima kasih kami sampaikan selaku Depdikdasmen DPW dan para asatid yang ada di Kupang terutama di kampus madya ini sangat inginkan perubahan dan siap untuk berubah demi terwujudnya suatu tatanan kehidupan manusia yang beradab dan berakhlaqul karimah” tutup Anwar memungkasi.*/Fatihul Haq

Calon Sarjana Dai STIE Hidayatullah Dapatkan Pembekalan Intensif Sebelum Tugas

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Departemen Sumber Daya Insani Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah bersama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah Depok bersinergi melakukakan kegiatan pembekalan kepada calon wisudawan sarjana dai dan alumni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah.

Kegiatan yang mengangkat tema “Internalisasi Manhaj Sistematika Wahyu Dalam Rangka Melahirkan Lulusan STIE Hidayatullah yang Siap Membangun Peradaban di Tengah Masyarakat” ini berlangsung di Kampus utama Hidayatullah Depok intensif selama dua hari, Selasa-Rabu, 09-10 Maret 2021.

Pada kegiatan pembekalan ini, calon wisudawan STIE Hidayatullah ini berkesempatan menyedot dan menyadap spirit dan limpahan ilmu yang diisi oleh narasumber daru unsur praktisi serta dai senior dan beberapa pengurus Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah.

Ketua Departemen Sumber Daya Insani Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Muhammad Arfan Abdau, dalam keterangannya kepada media ini mengatakan tujuan kegiatan pembekalan alumni ini selain untuk membekali calon alumni tentang pemahaman organisasian kelembagaan Hidayatullah, juga untuk menambah wawasan keindonesiaan dan pemahaman akan posisi sebagai kader Hidayatullah serta memahami kondisi tempat bertugas.

“Harapan dari kegiatan pembekalan ini adalah calon alumni memahami secara komprehensif Hidayatullah sebagai gerakan dakwah Islam yang memiliki mainstream tarbiyah dan dakwah,” kata Arfan.

Dia menambahkan, kegiatan ini juga dimaksudkan agar calon alumni memahami posisi sebagai kader Hidayatullah yang harus menjalankan amanah dimanapun dengan konsep sam’an wa tho’atan.

“Dan, ketiga, ketiga calon alumni diharapkan memiliki gambaran apa yang harus mereka lakukan di tempat tugas,” kata Arfan.

Dengan berbagai kompleksitas dan dinamika kehidupan di masyarakat, sarjana dai perlu mendapatkan wawasan pentingnya kecakapan sosial dan urgensi ketahanan diri sehingga kelak ia mampu berkontribusi secara nyata dan simultan di tempat dimana ia bertugas.

Lebih jauh dia menerangkan, penugasan dai saraja umumnya di Perguruan Tinggi Hidayatullah (PTH) itu berdasarkan pada lima hal yaitu kebijakan strategis lembaga, asas kerjasama yang dibangun antara PTH dengan institusi internal, asas kebutuhan dari PTH itu sendiri, berdasarkan permintaan yang ada dari setiap wilayah. Dan, kelima, daerah yang banyak mengirim mahasiswa untuk kuliah di PTH.

“Oleh karena itu ketika ada penugasan yang berbeda dengan kompetensi akademik mereka itu semata-mata bagian dari kepentingan strategis lembaga yang lebih besar,” imbuh Arfan.

Dalam pada itu, Arfan berpesan kepada calon wisudawan yang sebentar lagi akan dikukuhkan sebagai dai sarjana ini untuk senantiasa menjaga kultur Hidayatullah.

“Faktor pentingnya adalah ibadah maka perbaiki ibadah jika ingin memperbaiki suatu keadaan atau untuk memajukan satu keadaan. Tapi ingat, ibadah saja tidak cukup, ia harus diikuti dengan kompetensi. Ya kalau seorang pemimpin maka dia harus punya atau belajar kompetensi manajerial dan leadership,” pungkas Arfan.

Para peserta pembekalan ini akan mengikuti pengukuhan gelar kesarjanaan S1 Ekonomi pada Sidang Senat Terbuka STIE Hidayatullah yang akan digelar pada hari Sabtu, 13 Maret 2021 mendatang di Kota Depok.

Setelahnya, mereka akan mendapatkan SK pengugasan dakwah dari DPP Hidayatullah ke berbagai wilayah di Indonesia yang mereka pun tak tahu kemana. Mereka baru akan tahu ketika dibacakan nanti.*/Amanji Kefron

Silaturrahim Menjajaki Sinergi dengan Badan Pengelola Keuangan Haji

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ormas Hidayatullah berkesempatan hadir dalam rangka silaturrahim dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Menara Bidakara, Jakarta Selatan belum lama ini.

Hadir dalam kunjungan tersebut, Sekjen DPP Hidayatullah Candra Kurnianto, Bendahara Umum Marwan Mujahidin, Kepala Bidang Organisasi Asih Subagyo, Ketua Departemen Aset Ruhyadi, kemudian Direktur Marketing BMH Pusat Tri Winarno dan Ketua Umum Pemuda Hidayatullah Imam Nawawi.

Dalam silaturrahim yang berlangsung penuh kehangatan itu Asih Subagyo menjelaskan bahwa sinergi dan kolaborasi sangat baik jika dilakukan oleh Hidayatullah dan BPKH.

“Tinggal kita lihat nanti, sisi dan program yang mana yang secara langsung dapat segera kita wujudkan sinergi dan kolaborasinya,” ungkapnya.

Hadir dari pihak BPKH, Badan Pelaksana, dalam hal ini adalah A. Iskandar Zulkarnaen, kemudian Sulistyo Budi, Iman Ni’matullah dan MT Nuril Anwar.

Pada kesempatan itu, Iskandar yang dikenal ahli dalam bidang keuangan mengenalkan salah satu program unggulan BPKH, yakni Haji Muda dengan flagship MINA (Mari Tunaikan Haji selagi Muda).

“Sekarang ini banyak jama’ah haji kita di atas usia 40 tahun. Nah, agar efektif dan semakin progresif, tentu sangat baik kalau yang berangkat haji ini anak-anak muda, sehingga secara fisik dan mental benar-benar siap. Hidayatullah tentu menjadi satu ormas yang sangat penting bagi BPKH untuk sosialisasi Program Haji Muda ini,” ucapnya.

Beberapa bahasan sempat didiskusikan secara hangat dalam kesempatan tersebut dan ada di antara poin bahasan tampaknya akan ditindaklanjuti dalam pertemuan lanjutan untuk selanjutnya diwujudkan sinergi program.(ybh/hio)

Perguruan Tinggi Hidayatullah Bersilaturrahim dengan Ketua Umum Aptisi Prof Budi Djatmiko

BANDUNG (Hidayatullah.or.id) — Perguruan Tinggi Hidayatullah (PTH) yang dalam hal ini senat akademik dan pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah bersilaturrahim dengan Ketua Umum Pusat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Prof. Dr. Ir. H. M Budi Djatmiko, M.Si di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (8/3/2021).

Prof. Dr. Ir. H. M Budi Djatmiko menerima STIE Hidayatullah di kediamannya. Hadir dalam kesempatan tersebut Senat Perguruan Tinggi Hidayatullah Dr Dudung A. Abdullah, Wakil Ketua STIE Hidayatullah Mohammad Saddam, SE, M. Ak yang turut dibersamai pengurus lainnya, Ridwan Faroji, SE, MM.

Senat Akademik PTH Hidayatullah Dr Dudung A. Abdullah mengatakan kunjungan tersebut dalam rangka bersilaturrahim sekaligus menyampaikan dukungan dan doa kepada Prof Budi Djatmiko yang baru kembali mengemban amanah sebagai Ketua Umum APTISI pada Munas ke-VI di Bandung beberapa waktu lalu.

“Semoga di bawah kepemimpinan Prof Budi Djatmiko untuk kali kedua ini, APTISI semakin maju dan berkembang serta terus membawa perguruan tinggi swasta Indonesia kian kompetitif ke kancah global,” kata Dudung.

Dudung menyampaikan selamat sukses serta beriring doa semoga APTISI sebagai organisasi profesi yang beranggotakan seluruh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan seluruh Badan Hukum Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (BHP-PTS) terus memantapkan perannya dalam memajukan PTS dan pendidikan nasional.

“Komitmen APTISI untuk memajukan perguruan tinggi swasta telah dirasakan. Semoga ikhtiar penguatan mutu dan kualitas PTS semakin mantap di masa mendatang,” kata Dudung.

Sementara itu, Prof Budi Djatmiko menyambut baik agenda STIE Hidayatullah yang berencana akan membuka Program S2 Magister Manajemen (MM). Hal itu menurutnya merupakan langkah progresif STIE Hidayatullah untuk berkontribusi pada pembangunan melalui alumninya yang sudah tersebar berkhidmat ke berbagai sektor kehidupan.

Seraya itu, Prof Budi Djatmiko menyarankan agar Program S2 Magister Manajemen (MM) STIE Hidyatullah ini nantinya memiliki karakteristiknya sendiri sebagaimana warna khas Hidayatullah selama ini.

“Dengan ciri khasnya tersebut, STIE Hidayatullah semakin luas memberikan kontribusinya untuk pengembangan dakwah Islam dan dengan demikian pemangku dakwah di berbagai titik di Nusantara semakin terdidik,” katanya berpesan.

Momentum silaturrahim tersebut diakhiri dengan pemberian sejumlah cenderamata dan berfoto bersama di ruang perpustakaan pribadi shahibul bait. (ybh/hio)

Albayan Islamic School Gelar Webinar Tingkatkan Wawasan Kepengasuhan Bagi Orangtua

0

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) – Albayan Islamic School Hidayatullah Makassar menggelar webinar parenting “Mendidik dengan Karakter” menghadirkan pakar parenting nasional Teh Ida S. Widayanti MPdI, Sabtu (6/3/2021).

Sebanyak 105 peserta dari para orangtua dan wali siswa mengikuti pemaparan dari narasumber yang dikenal sebagai kolomnis di Majalah Hidayatullah dan penulis buku seri Catatan Parenting itu.

Saat membuka kegiatan, Ketua Yayasan Al Bayan Hidayatullah kampus utama Makassar, Ust Suwito Fattah mengatakan, webinar parenting sebagai salah satu kegiatan rutin untuk memberikan wawasan kepada orangtua siswa sekaligus ajang silaturahmi.

“Selain tentunya untuk semakin mengukuhkan komitmen Albayan Islamic School melahirkan generasi Qurani yang unggul berkarakter. Sebab pendidikan bukan saja di sekolah namun yang lebih utama di rumahnya, maka wawasan orangtua siswa pun perlu konsisten ditingkatkan,” urainya dalam keterangannya diterima media ini, Senin (8/3/2021).

Apalagi urainya, anak merupakan basis individu mendasar bagi sebuah peradaban manusia. Membangun anak berkarakter menjadi sebuah syarat bagi terbentuknya peradaban tersebut.

“Untuk menjadikan anak berkarakter sangat diperlukan pendidik dan orabgtua yang berkarakter,” tuturnya.

Ustazah Ida menguraikan dalam webinar tersebut salah satu tema dalam seri buku Catatan Parenting “Mendidik Karakter dengan Karakter”.

Menurutnya, salah satu yang menentukan agar anak memiliki karakter adalah faktor orang tua yang membentuk karakter anak-anaknya.

Ida juga menyampaikan soal komunikasi dalam keluarga. Pentingnya komunikasi akan membentuk keluarga yang bahagia, terutama membentuk karakter anak seperti yang diinginkan.

“Keluarga menjadi contoh yang paling utama dalam membentuk karakter anak,” tegasnya. (ybh/hio)

Walikota Habib Hadi Letakkan Batu Pertama Asrama Tahfidz Hidayatullah Probolinggo

PROBOLINGGO (Hidayatullah.or.id) – Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin didampingi Camat Kedopok Imam Cahyadi dan pengurus Yayasan Al Ihsan Pesantren Hidayatullah Probolinggo melakukan peletakan batu pertama pembangunan Asrama Tahfidzul Qur’an Darul Hijrah di Komplek Pesantren Hidayatullah, Jalan Porong, Kecamatan Kedopok, pada Ahad (7/3/2021) pagi.

Peletakan batu pertama berdampingan dengan sumur bor yang turut diresmikan di komplek pesantren yang berdiri di atas lahan seluas setengah hektar itu.

Walikota Habib Hadi mengapresiasi keberadaan Yayasan Al Ihsan Pesantren Hidayatullah, yang berada di sekitar pemukiman warga. Sehingga keberadaannya menjadi suatu keberuntungan karena rahmat-Nya pun diturunkan di area lingkungan itu.

“Tentunya ini merupakan suatu keberuntungan. Adanya pembangunan pesantren termasuk pendidikan dan asrama Tahfidzul Qur’an di lingkungan ini, warga yang masih hidup bahkan yang sudah berpulang pun, mendapat rahmat Allah, karena aktivitas pembelajarannya yang luar biasa,” ujarnya.

Walikota Habib Hadi berharap, tantangan dan rintangan ke depan, yang dihadapi oleh pengurus, menjadi semangat tersendiri.

“Jangan menyerah. Selama itu adalah untuk kebaikan, lakukan saja secara istiqamah,” serunya.

Dinamika tantangan di tengah wabah pandemi Covid-19 dewasa ini, lanjut Habib Hadi, dengan metode pembelajaran online atau daring, diperlukan adanya suatu kesinambungan antara anak, orangtua dan pemerintah terkait pengambilan kebijakan-kebijakan yang ada.

Dia mengatakan, peranan orangtua dalam mendampingi serta mengawasi putra-putrinya harus ada, sehingga ada sikap toleransi dan introspeksi terhadap pengajarnya.

“Kalau orangtua gak mampu mendampingi atau memahami pembelajaran daring dan kebijakannya, solusinya, bisa memasukkan putra-putrinya ke lembaga pondok pesantren atau yayasan, seperti di Yayasan Al Ihsan Pesantren Hidayatullah lewat pembangunan Tahfidzul Qur’an ini,” terangnya.

Di akhir sambutannya, Walikota menegaskan, semoga keberadaan asrama Tahfidzul Qur’an Darul Hijrah Probolinggo terus melangkah dengan berbagai motivasi dan terobosan inovasi untuk pendidikan agama.

“Untuk donatur yang hadir, saya berpesan, ambillah kesempatan hari ini untuk berbuat baik, karena belum tentu kesempatan datang di lain hari. Mari kita saling bantu, minimal dengan doa, semoga langkah yang kita lakukan hari ini mendapat ridho-Nya,” pungkasnya.

Ketua Yayasan Ustadz Abdul Muhaimin mengatakan, pendidikan di Pesantren Hidayatullah itu untuk membangun generasi Qurani di kalangan anak-anak muda, terutama dari kalangan yang perlu dilindungi, yakni anak-anak dhuafa dan yatim. Bahkan, santrinya tak hanya dari sekitar Probolinggo saja melainkan dari berbagai wilayah nusantara.

Seperti yang terlihat pada acara tersebut, Walikota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin juga berkenan mengalungkan sorban sebagai bentuk apresiasi, kepada perwakilan santri terjauh asal Indonesia Bagian Timur, Papua, bernama Muhammad Muhajirin.

Perwakilan santri terjauh asal Indonesia Bagian Barat, yakni Kepulauan Riau (Kepri), Taqiuddin Al Mubarak, dan Fahri Arsya Al Fahrizi, santri Pesantren Hidayatullah yang berkesempatan lolos sebagai pemenang juara 1 MHQ Tingkat SMP se-Kota Probolinggo dalam pentas Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI), beberapa waktu lalu.(sonea/ybh/hio)

Hidayatullah Soppeng ‘Bengkel’ Anak-anak Berprestasi

Bupati Soppeng HA. Kaswadi Razak dalam sebuah kesempatan safari Ramadhan ke Pondok Pesantren Hidayatullah Kecamatan Lilirilau, Kamis, 16 Mei 2019.

SOPPENG (Hidayatullah.or.id) — Lebih dari lima mobil tua sedang terparkir di halaman rumah itu. Beberapa suku cadang mobil bekas, juga terlihat menumpuk di sisi kanan halamannya. Hampir separuh tanah halamannya sudah menghitam karena bekas tumpahan oli.

Sepintas, terlihat seperti bengkel, tetapi sama sekali tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bangunan itu sebuah bengkel. Papan nama di depan malah tertulis, “Pondok Pesantren Hidayatullah Salaonro-Soppeng”.

Seperti biasanya, siang itu pimpinan pondok pesantren, Muhammad Arif, sedang mempreteli salah satu mobil usang, sebelum puluhan anak kecil berseragam ungu datang memenuhi perkarangan rumahnya. Mereka satu per satu antri menyalami dan mencium tangan Haji Arif, begitu sapaan akrabnya.Lalu, mereka masuk ke sebuah pintu pagar yang terbuat dari seng di samping kiri rumah. Sebagian anak singgah sebentar di depan pintu, untuk melihat beberapa jenis burung peliharaan. Sebagian yang lain belok kiri menuju area bermain yang ada di samping kiri bangunan.

Pemandangan seperti itu hampir saban hari terjadi. Mengoleksi mobil tua serta mempretelinya hanyalah sebuah hobi. Sejatinya, ia mengelola pondok pesantren tahfidz al-Qur’an, dengan santri kurang lebih 15 orang.

Setiap hari jam 2 siang hingga menjelang Maghrib, lebih dari 80 anak datang dari berbagai tempat untuk belajar mengaji di sana. Dan pagi harinya, sekitar 30 anak datang untuk sekolah formal (Taman Kanak-kanak). “Aktifitas setiap hari begitu. Meski lokasi sempit dan tenaga masih terbatas, Alhamdulillah kita bisa mengurus anak-anak TK dan TPA itu,” terangnya.

Di samping kiri rumah tersebut, ada bangunan2 tingkat bercat biru yang dijadikan asrama putri. Di belakangnya ada sebuah masjid, juga terdapat bangunan sekolah TK dan beberapa gazebo dari bambu. Tempat ini memang tidak pernah sepi.

Animo Tinggi

Haji Arif menuturkan, animo masyarakat sangat tinggi sekali terhadap keberadaan TK dan TPA, karena berbeda dengan yang lain. “Di sini, sama sekali tidak diajarkan nyanyi-nyanyian. Kita ganti hafalan surah-surah pendek dalam al-Qur’an dan doa-doa, terutama doa sholat,” tuturnya.

Karena melihat lulusan TK dan TPA dari pondok itu memiliki banyak hafalan surah-surah pendek serta bacaan sholat, membuat warga sekitar ingin menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah itu. Bahkan, ada yang jaraknya cukup jauh dari ponpes.

Selain itu, santri pondok itu kerap diikutsertakan dalam lomba-lomba keagamaan dan selalu membawa pulang piala. Bahkan, pemerintah setempat selalu meminta santri untuk mewakili kecamatan atau pun kabupaten dalam lomba-lomba seperti tahfidzul Qur’an, do’a, dan lainnya.

Jika ada tes masuk sekolah tahfidz atau pondok pesantren, lulusan dari pondok ini juga selalu lolos karena mampu menjalani tes dengan baik.

“Besarnya antusisme dari masyarakat membuat kami kuwalahan, sehingga harus membatasi murid yang mau belajar di sini. Karena memang bangunan dan tenaga kami masih terbatas. InsyaAllah ke depan, kami akan membangun beberapa lokal lagi. Rencana kami juga ingin membebaskan lahan di samping lokasi ini agar lebih luas dan bisa digelar pendidikan formal lebih tinggi seperti SD dan SMP,” jelasnya.

Selain itu, Haji Arif juga bercita-cita mendirikan SMK Otomotif sesuai dengan gelar insinyurnya.

Cikal Bakal Pesantren

Lahan pesantren yang terletak di Salaonro, Kelurahan Ujung, Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan itu awalnya adalah milik keluarga Haji Arif. Sejak awal keluarganya ingin mendirikan pesantren di atas lahan itu, hingga suatu hari ada utusan dari Hidayatullah bersilaturahmi dan menyampaikan keinginan mencari lahan untuk mendirikan pesantren.

Akhirnya lahan sempit di belakang rumah itu dipilih dan diwakafkan. Ketika itu, tahun 2013, yang ditugaskan awal adalah Ustadz Irfan. Lalu, dilanjutkan Ustadz Imron, Ustadz Parman, dan Ustadz Syam, hingga Haji Arif dipercaya mengelola pesantren itu hingga kini.

“Dalam perkembangannya banyak hal yang harus kami lakukan karena semakin hari semakin tinggi animo masyarakat. Kalau hanya punya pendidikan tingkat TK saja tidak cukup,” ungkapnya.

Membina Perawat hingga Notaris

Meski belum begitu lama berdiri, selain program pendidikan, pihak pesantren juga sudah gencar melakukan program dakwah ke masyarakat. Hampir setiap bulan, pengurus rutin mengisi pengajian untuk ibu-ibu dan wali santri.

Setiap pekan sekali selalu mengadakan program Gerakan Dakwah Mengajar dan Belajar al-Qur’an (Grand MBA) di sebuah desa. Biasanya dihadiri puluhan ibu-ibu dan bapak-bapak. Lewat program yang sama, pengurus juga membina beberapa perawat hingga notaris untuk belajar al-Qur’an.

“Alhamdulillah, program ini bisa diterima masyarakat dengan baik. Kalau pun ada tantangan dalam dakwah itu biasa. Karena, kader Hidayatullah sejak awal sudah ditanamkan bahwa Allah itu tak pernah diam untuk membantu hamba-hambanya yang memperjuangkan agama-Nya,” tuturnya kepada Suara Hidayatullah ketika silaturahim ke pesantren itu beberapa waktu lalu.

Haji Arif berharap, semoga Allah memberikan kekuatan serta keistiqomahan bagi pengurus dan santri Hidayatullah Soppeng agar terus berjuang, sehingga sanggup mengembangkan pesantren lebih baik lagi.*/Sirajuddin

Hikmah Ketika Suatu Malam Ustadz Haris Harus Berselimut

TIMIKA (Hidayatullah.or.id) — Mungkin tidak banyak kalangan kader muda di Hidayatullah yang mengenal Ustadz Abdul Haris Amin. Termasuk diriku sendiri di antaranya.

Beruntung sekitar tahun 2015 saya mendapat amanah untuk “turun” tugas liputan keliling Papua. Satu di antara tempat yang kemudian menjadi tujuanku setelah Jayapura dan Merauke adalah Timika.

Di Timika inilah, saya yang belum mengenal Ustadz Abdul Haris, diminta datang ke rumah beliau lepas sholat Isya’. Ditemani kolega dari BMH Timika, saya datang ke tempat beliau dan sejurus kemudian ia menyilahkan santap malam bersama.

Namun, Ustadz Abdul Haris tidak bisa makan bersama kami, karena beliau dalam keadaan sedang terserang malaria, sehingga beliau berjaket dan berselimut.

“Begini kalau kena Malaria, badan rasanya dingin, menggigil,” ucapnya sembari bertahan sekuat tenaga untuk tetap duduk mendampingi kami dengan kedua tapak tangan yang dirapatkan untuk mampu bertahan melawan rasa dingin di tubuhnya.

Karena memang beliau sedang kurang sehat, maka saya tidak bisa berlama-lama dialog bersama beliau. Padahal saya orang yang suka sekali menikmati cerita dan hikmah dari para senior lembaga. Namun spirit nyata kutangkap, walau hanya dalam beberapa untaian kalimat.

“Di lembaga ini harus punya niat yang tulus dan fokus. Jangan lihat ke kanan, ke kiri apalagi menoleh ke belakang. Keuntungan kita hanya kalau kita fokus menolong agama Allah ini. Kalau ada kemenangan, itulah kemenangan sejati, mendapat pertolongan Allah,” itu di antara kalimat yang saya ingat dari beliau.

Dan, keteladanan yang nyata kulihat, sekalipun sakit beliau tetap berjuang ikut shalat berjamaah. Maghrib, Isya’ dan Shubuh saya lihat beliau tetap datang ke masjid walau fisik boleh jadi sangat butuh istirahat. Luar biasa.

Kini sosok penuh inspirasi itu telah tunai menjalankan tugas kehidupan. Ustadz Abdul Haris Amin meninggal dunia pada usia 58 tahun di RSUD Timika, Papua Barat, pada Sabtu malam, 20 Rajab 1442 H/ 6 Maret 2021. Sebelumnya, beliau sempat sakit beberapa waktu.

Beragam ungkapan duka, kenangan akan kiprah perjuangan yang inspiratif terus membahana, baik yang diluncurkan melalui media sosial maupun yang terucap dari bibir demi bibir para kader Hidayatullah yang pernah berinteraksi bahkan tugas bersama beliau.

Selamat jalan, Ustadz Abdul Haris Amin, semoga kemuliaan Allah limpahkan bagimu di dunia dan di akhirat. Dan, semoga kami semua yang masih harus berjuang untuk istiqomah diberikan kekuatan oleh Allah Ta’ala.*

IMAM NAWAWI (Ketua Umum PP Pemuda Hidayatullah)

LBH Hidayatullah Gelar Diklat Paralegal untuk Mahasiswa

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah menggelar pelatihan dan pendidikan (diklat) paralegal yang diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah selama 2 hari di Kampus Utama Hidayatullah Depok, Sabtu-Ahad, 67 Maret 2021.

Hadir dalam pembukaan pelatihan ini Ketua STIE Hidayatullah Dr. Agus Suprayogi, ST, SE.Sy, M.Si; Mohammad Saddam, SE, M.Ak wakil ketua beserta pengurus STIE Hidayatullah lainnya.

Tampak juga Direktur LBH Hidayatullah Dr. Dudung A Abdullah dan para instruktur pelatihan ini seperti Fahrul Ramadhan, SH, CPL dan advokat muda Hidayatullah, SH, MH.

Direktur LBH Hidayatullah Dr. Dudung A Abdullah mengatakan kegiatan pelatihan ini diadakan bertujuan agar mahasiswa yang akan segera diterjunkan ke tengah-tengah masyarakat cerdas dan sadar hukum.

“Selain itu mereka juga diharapkan bisa membantu pendampingan masyarakat yang mengalami kasus hukum,” kata Dudung dalam keterangannya kepada media ini, Ahad (7/3/2021).

Pelatihan paralegal ini diadakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah bekerjasama dengan LBH Hidayatullah.

Materi yang diberikan dalam pelatihan paralegal ini selain wawasan seputar dunia hukum, juga diberikan materi dasar hukum pidana dan perdata, lalu cara membuat kronologis kasus, surat kuasa, somasi, dan laporan polisi.

Dalam penutupan pelatihan Paralegal ini setiap peserta yang dinyatakan lulus langsung dilantik menjadi seorang paralegal dengan disumpah dan mendapat kartu anggota Paralegal.

Mohammad Saddam selaku Wakil Ketua STIE Hidayatullah berharap dengan pelatihan paralegal ini bisa menjadi bekal dan modal untuk para mahasiswa yang akan segera mengabdi di tengah masyarakat agar cerdas dan sadar hukum.

Terakhir, Dudung A Abdullah sangat optimis dengan mahasiswa mengikuti pelatihan Paralegal ini bisa membantu pendampingan masyarakat yang mengalami kasus hukum.

“Jadi mahasiwa STIE Hidayatullah selain ahli ekonomi juga bisa menjadi paralegal,” pungkas Dudung.

Seperti diketahui, paralegal adalah seseorang yang mempunyai keterampilan hukum dan bekerja di bawah bimbingan seorang pengacara atau yang dinilai mempunyai kemampuan hukum untuk menggunakan keterampilannya. (ybh/hio)