Beranda blog Halaman 513

Tokoh Cendikiawan Bilal Philips Pembicara Silatnas Hidayatullah

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Cendikiawan internasional yang banyak mengabdikan diri pada pengembangan pendidikan Islam, Dr Abu Ameenah Bilal Philips, hadir di arena Silaturrahim Nasional Hidayatullah 2018. Silatnas yang diselenggarakan sejak 20-25 November 2018 ini menggelar beragam kegiatan termasuk seminar yang menghadirkan muallaf yang juga bekas pengagum Marxis-Leninisme itu bahkan sempat menjadi pengurus partai komunis di Kanada.

Philips menjadi pembicara dalam acara kuliah umum membahas isu pendidikan yang mengangkat tajuk “A Lecture on Divine Civilization: Educating The New ‘Sahabah Generation’ Problems and Solutions” digelar selepas shalat Jum’at di Masjid Ar Riyadh, Kampus Induk Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Kelurahan Teritip, Balikpapan (23/11).

Penampilan Philips didampingi interpreter yang juga Ketua Departemen Hubungan Luar Negeri Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Dzikrullah W. Pramudya. Dalam pemaparannya Philips mengemukakan pentingnya mengaktualisasi nilai-nilai pendidikan Islam yang tidak mendikotomi antara pengajaran agama dan pengetahuan umum. Kata dia, kosenp pendidikan yang terintegrasi ini akan mengatasi problem split personality atau kepribadian yang terbelah.

“Kenyataan yang kita hadapi selama ini, tiga seperempat abad, materi pendidikan memisahkan antara materi agama dengan materi umum,” kata lelaki bernama lengkap Abu Ameenah Bilal Philips ini.

Philips menilai, untuk menyemai generasi Islam yang tangguh dan unggul, yang terpenting adalah dengan mengaktualisasi manhaj sebagaimana metodologi pendidikan yang pernah diterapkan oleh Rasulullah Muhammad SAW hingga berhasil melahirkan generasi sahabat.

“Jika kita sudah mengubah metodologi kita dalam menyelenggarakan pendidikan, insya Allah kita akan menyemai generasi sahabat,” kata mantan pembimbing rohani militer Amerika ini.

Di sisi lain, pendakwah internasional kelahiran Jamaika ini menaruh keprihatinan mendalam terhadap problem yang masih kerap melanda umat dan dunia Islam dewasa ini. Umat Islam, kata Philips, acapkali mendapat cap buruk seperti berprilaku koruptif dan tidak berprikaku jujur.

Keprihatinannya itu bukan asumsi semata, sebab dalam beberapa kali kunjungan ke berbagai lembaga pendidikan Islam di sejumlah negara di dunia, Philips sering menantang untuk mengacungkan tangan bagi peserta didik dan pengajar yang selama hidupnya tak pernah mencontek. Hasilnya cukup membuatnya prihatin.

“Dengan izin Allah, saya mengunjungi sekolah sekolah seluruh dunia termasuk Malaysia maupun Indonesia. Saya tanya, apakah mereka pelajar muslim sebenarnya. Mereka mengatakan iya. Tapi kenyataan tidak menunjukkan demikian,” kata pria usia 71 tahun, ayah dari 22 anak ini.

“Pertanyaan saya, coba angkat tangan yang selama hidupnya tidak pernah menncontek, tidak pernah berbohong. Mereka tidak berani mengatakan apa yang saya minta. Dan pengalaman ini bukan saja di sekolah sekolah modern, tapi juga sekolah tradisional bahkan di almamater saya,” kata Philips yang juga lulusan Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia.

Philips lantas menekankan bahwa dalam Al Qur’an umat Islam diposisikan sebagai umat terbaik (khairah ummah) dengan pengamalan nilai-nilai agung amal makruf nahi munkar. Namun, di dunia internasional sekarang, umat Islam dikenal sebagai pencontek dan koruptif. Seolah olah kita umat pencuri, imbuh Philip.

Karena itu, menurut Philips, satu satunya cara memperbaiki umat yang sudah terkanjur besar ini adalah dengan menegakkan amar makruf nahi munkar dengan kembali pada pola pengajaran sebagaimana metodogi pendidikan yang pernah diterapkan oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya.

“Tugas kita diutus (oleh Allah) ke muka bumi bukan berlomba-lomba ke bulan atau berlomba menciptakan teknologi terbaru. Bagus itu jika bisa dilakukan. Tapi tujuan kita diutus ke muka bumi adalah untuk makaarimal akhlak,” jelas Philips.

Sebagai hamba yang diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia, Philips menekankan bahwa umat Islam adalah penjaga moral utama yang menyelematkan kehidupan dunia dari kesemrawutan dan kekacauan.

“Selama lebih dari 1400 tahun, kita satu satunya bangsa yang masih menjalankan tugas menjaga moral. Apa yang dulu ditetapkan oleh Nabi kita sebagai suatu hal yang haram, maka tetap haram seratus persen sampai sekarang. Tidak ada yang berubah dari moral kita sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad Shallallaahuu ‘Alaihi Wasallam,” tukasnya.

Dalam pada itu, Philips menjelaskan terminologi mendidik generasi sahabat yang dikutip dari salah satu guru Imam Syafii yaitu Imam Malik. Imam Malik, mengatakan umat yang belakangan hanya bisa diperbaiki dengan metodologi lampau.

Apa yang telah menjadikan sahabat baik di masa lalu, itu juga yang dapat memperbaiki umat saat ini. Maka sangat lumrah untuk kita mengatakan, satu satunya cara untuk memperbaiki generasi saat ini adalah melahirkan generasi sebagaimana dilahirkan di masa sahabat,” pungkasnya.

Acara kuliah umum ini diikuti oleh ribuan dai dari seluruh Indonesia. Selain kuliah umum tersebut, Silatnas Hidayatullah juga menggelar semina lainnya bertajuk “Hidayatullah Global Forum: Transforming Charity Organizations Into Global Peacemakers”, pada Sabtu ini dengan menghadirkan pembicara Founder Dakwah Corner Bookstore Farid Ullah A. Hussin (Makkah) dan Vice Chairman of IHH Huseyin Oruc (Turki).*

Apresiasi dan Pesan Wapres JK untuk Hidayatullah

0

Wakil Presiden (Wapres) Muhammad Jusuf Kalla membuka acara Silaturahim Nasional 2018 para dai dengan tema “45 Tahun Hidayatullah Berkhidmat Untuk NKRI Bermartabat”. Pada kesempatan tersebut Wapres memberi apresiasi kepada Hidayatullah dan sekaligus menitipkan pesan untuk kiprah Hidayatullah. Berikut videonya.

 

[youtube width=”100%” height=”300″ src=”qsxmfDwX-y8″][/youtube]

Pengumuman Pemenang Karya Tulis Silatnas Hidayatullah 2018

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Inilah yang paling ditunggu-tunggu seabreg peserta yang telah mengikuti dan mengirimkan naskah lomba karya tulis ilmiah dalam rangka Silaturrahim Nasional Hidayatullah 2018. Seperti yang telah dipublikasikan sebelumnya, pemenang lomba ini akan diumumkan di ajarang Silatnas Hidayatullah yang berlangsung di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, 20-25 November 2018.

Ketua Panitia Lomba, Imam Nawawi, mengatakan waktu pelaksanaan lomba ini terangkai dalam proses sebagai berikut: sosialisasi 15–20 September 2018, pengiriman Naskah 1–30 Oktober 2018, pengujian dan penilain naskah 1–10 November, penentuan Naskah Terbaik 11–15. Dan pengumuman Naskah Terbaik dilakukan pada 24 November sekaligus Penyerahan reward kepada pemenang yang bertepatan dengan helatan akbar Silatnas Hidayatullah 2018.

Walaupun ketentuan umum peserta kegiatan lomba menulis essay ini adalah seluruh kader muda Hidayatullah, ternyata lomba ini juga diminati oleh tidak sedikit masyarakat secara luas khususnya pelajar dan mahasiswa dengan mengirimkan naskah terbaik mereka ke panitia.

“Minat peserta sangat tinggi bahkan di menit-menit terakhir penutupan penerimaan naskah perlombaan, masih ada yang mengirimkan naskahnya. Karya-karya mereka pun umumnya juga memuat gagasan-gagasan yang relatif bagus,” kata Imam.

Meskipun semua naskah masuk memuat gagasan yang penting dan menarik, tim juri hanya memilih naskah terbaik dari ada yang tersebut. Tim juri yang dipimpin oleh Direktur Lembaga Studi Islam dan Peradaban (LSIP) Suharsono akhirnya memilih 3 naskah terbaik sebagai juara.

Seperti diketahui, lomba ini tidak dipungut biaya. Peserta dalam perlombaan ini adalah individu tidak berkelompok, peserta lomba dibolehkan memilih tema yang selaras dengan tema Silatnas III Hidayatullah: “45 Tahun Hidayatullah Berkhidmat untuk Bangsa”.

“Kami atas nama panitia mengapresiasi luar biasa kepada semua peserta yang telah mengirimkan naskahnya. Peserta yang belum menang dalam kesempatan lomba kali ini bukan berarti tidak juara. Anda semua adalah juara. Teruslah berkarya, teruslah berusaha, selalu ada kebaikan bagi mereka yang berbuat kebaikan termasuk dalam menulis,” pesan Imam.

Berikut nama-nama pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah menyambut Silatnas Hidayatullah 2018 yang diselenggarakan oleh PP Syabab Hidayatullah dan DPP Hidayatullah:

Pemenang 1
Nama: Hadijah
Judul: Mewujudkan Himpunan Mahasiswa Hidayatullah
Nilai: 310

Pemenang 2
Nama: Endah Nurul Hanafi
Judul: Hilangnya Pesona Academic Honesty
Nilai: 300

Pemenang 3
Nama: Muhammad Fadhlul Mujahid
Judul: Adopsi Inovasi Sistem Pembelajaran Bahasa Arab Every Day
Nilai: 295

Hadiah untuk ketiga pemenang ini akan diserahkan di Jakarta bersamaan dengan acara Pelatihan Menulis Pesmadai yang insya Allah akan digelar pada pertengahan Desember 2018.*

Pantun Pak Wapres dan Gunung Tembak

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Ada hal unik dalam acara pembukaan Silaturrahim Nasional Hidayatullah 2018 yang dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kalla berbalas pantun dengan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Nashirul Haq yang lebih dulu memberikan sambutan dalam acara yang dihadiri 10 ribu dai-daiyah dari seluruh Indonesia itu.

Di tengah sambutannya, Nashirul membacakan pantun di hadapan Jusuf Kalla yang pada kesempatan kunjungan kerjanya ini didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

“Ikan pesut di kuala. Berenang indah begitu cepat. Kalau kata martabat didengar Bapak Jusuf Kala, sudahlah pasti Hidayatullah yang diingat,” Nashirul berpantun yang disambut senyum hadirin.

Di penutup penyampaiannya, ia kembali berpantun;

Pada dai berangkat dari Balikpapan
Menebar rahmat ke seluruh alam
Walau dengan berbagai ujian dan rintangan
Teruslah berjuang untuk Islam

Tak mau kalah,  Kalla pun mengatakan ingin berpantun. Dia pun berpantun yang disambut riuh dan lafadz takbir hadirin.

Masak angsa dikuali
Bukan lagi di perigi
Hidayatullah mengabdi
Berkhidmat untuk NKRI

Pada kesempatan tersebut, Kalla dengan berseloroh mengatakan, walaupun kampus induk Hidayatullah Gunung Tembak ini agak “keras” namanya, tapi tak ada satupun peluru yang ditembakkan.

“Namanya boleh menakutkan, tapi tingkah lakunya sangat santun. (Hidayatullah) Gunung Tembak menembak dengan ayat ayat yang baik,” kata Kalla disambut riuh hadirin yang memadati arena pembukaan Silatnas.

Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menilai Hidayatullah merupakan salah satu ormas Islam yang cepat perkembangannya di Indonesia. Wapres JK mengapresiasi peran Hidayatullah bagi bangsa ini, terkhusus lewat para dainya.

“Kita berterima kasih kepada para dai yang telah mengabdikan dirinya di gunung-gunung, di puncak-puncak bukit, di sungai-sungai yang jauh, dan juga di kampung-kampung yang belum maju,” ujarnya.

Ia pun berharap Hidayatullah tidak hanya mengajarkan mengenai agama, tapi juga mengajarkan tentang hal-hal yang sifatnya duniawi seperti ekonomi.  Dia menyebutkan aqidah, ibadah dan muamalah adalah tiga hal yang diseimbangkan. (Kaltim Post, 23//11/2018)

نصح نائب رئيس إندونيسيا في صلة الرحم الوطني هداية الله ، على أهمية الحفاظ على توازن العالم والآخرة

0

– الدعوة ليست فقط عن العبادة والتوحيد ، بل هي كذلك المعاملة ، وهذا يتم من أجل الحصول على الخير في العالم وفي الآخرة.

 

قام بتسليم البيان نائب الرئيس يوسف كالا عند إلقاء كلمة في افتتاح صلة الرحم الوطنية هداية الله  (Silatnas) في معهد مركزي هداية الله الإسلامية  ، باليكبابان ، شرق كليمنتان ، الخميس (11/22).

 

علاوة على ذلك ، ذكر نائب الرئيس أنه في كل عمل يبدأ بالنية ، وكذلك حياة الأمة والدولة ، فإن نية الشعب الإندونيسي تتمثل في كيفية تعزيز الأمة وتحقيق الرخاء لها.

 

لذلك ، كما علّم الرسول ، فإن البشر مكرسون ليس فقط للدين بل للمجتمع أيضاً.

 

وأضاف “يجب أن تتم الخدمة بطريقة متوازنة بين العالم والآخرة حتى نحصل على الخير في كليهما”.

 

وبهذه المناسبة ، أعرب نائب الرئيس عن امتنانه للدعاة الذي كان يكرز بكل زوايا البلاد وأركانها لتعليم معرفة الدين والعبادة والتوحيد ، وكذلك تعليم العلاقات بين الناس.

 

واعتبر أهمية المبلغ أن تسهم في تعليم كيفية تحقيق الرخاء بشكل جيد ، لأنه إذا أصبحت الأمة مزدهرة ، فإن المجتمع الإسلامي بأسره سيصبح أكثر تقدما.

 

وقال: “إن عمل الدعاة ليس مجرد إسلمة الأمة ، بل كيفية ازدهار هذه الأمة بالجهود والمعرفة”.

 

على الرغم من أن عمر منظمة هداية الله لا يزال صغيرًا نسبيًا ، والذي يبلغ من العمر ٤٥ عامًا ، إلا أن هداية الله نما ليصل إلى جميع أنحاء إندونيسيا تقريبًا ، ويأمل نائب الرئيس أيضًا أن تكون هذه المؤسسة أكثر تقدمًا وأن تساهم بشكل كبير في تقدم الأمة.

 

وتطرق نائب الرئيس إلى الجدل الدائر حول الحاجة إلى تشريع يتعلق بالشريعة ، فقال إن الشريعة أعلى من التشريع ، فالمسلمون والقرآن والحديث هم أعلى المبادئ التوجيهية ، وهذا لا يحتاج إلى أن يكون مشكلة.

 

يعتقد نائب الرئيس أن التحدي الذي يواجهه المسلمون المستقبليون هو ضرورة الحفاظ على انسجام الأمة وتحسين رفاهية الشعب.

 

وقال “يجب أن يكون الصراع القائم خافتا وأن يتم حلها حتى لا تصبح كبيرة.”

 

وفي ختام التصريحات ، ذكّر نائب الرئيس بأهمية توازن القدرات في العالم والآخرة ، ألا وهو تثقيف الناس في محاولة الحصول على اقتصاد أفضل ، لأنه مع وجود اقتصاد أفضل وأكثر عدلاً ، سيتم تحقيق العدالة.

 

في السابق ، بدأ الحدث بتقرير من الرئيس العام المجلس التنفيذي المركزي هداية الله ناصر الحق ، الذي أوضح أن (Silatnas) كان جزءًا من السلسلة ٤٥ من ميلاد هداية الله.

 

تعد صلة الرحم الوطنية حدثًا تجمعيًا بدأ منذ بداية تأسيسه كوسيلة للتآزر بين الدعاة من جميع أنحاء إندونيسيا ، مع زيادة المعرفة والدوافع.

 

وقال: “بعد صلة الرحم الوطنية ، سيحصل الدعاة على طاقة جديدة سيتم استخدامها بشكل كامل لخدمة الإلهية ، ليحصل على شرف (NKRI) كريمة”.

 

بالإضافة إلى ذلك ، ألقى محافظ شرق كاليمانتان ، إيسران نور ، كلمة ترحيب ، حيث عبر عن أمله في أن تستمر المؤسسات التعليمية والدعوة مثل هداية الله في النمو مستقبلاً.

 

استغرق صلة الرحم الوطنية (Silatnas) هذه المرة موضوع “٤٥ عاما من هداية الله الخدمة ل (NKRI) كريمة” ، وهو التزام لتحقيق المثل العليا للآباء المؤسسين للبلاد.وقد حضر الحدث أكثر من عشرة آلاف شخص من جميع أنحاء إندونيسيا وكان أجندة ثقافية استراتيجية.

 

وقد تميز افتتاح  المجلس الوطني للسيلاط بضربه من قبل نائب الرئيس يوسف كالا برفقة وزراء الحكومة العاملة ، وحاكم شرق كليمنتان ، ورئيس مجلس الشورى ، والرئيس العام المجلس التنفيذي المركزي هداية الله.

 

حضر الحفل نائب الرئيس في الاجتماع وزير التخطيط الزراعي والمكاني سفيان جليل ، وزير الاتصالات والإعلام روديانتارا ، نائب رئيس الأمانة العامة محمد عمر  ، نائب التنمية البشرية ودعم سياسة التنمية الإنمائية بامبانج ويدانتو ، فريق الخبراء من نائب الرئيس إسكندر مانجي ، مختار الدين ، وحافظ عباس والموظفون الخاصون لنائب رئيس قطاع الفقر والاستقلال الذاتي شهر الأجدود.

Dukung Pemerintah Cerdaskan Kehidupan Bangsa

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Sebagai ormas berskala nasional, Hidayatullah tentu tidak bisa lepas dari kemitraan yang strategis dan intens dengan masyarakat dan pemerintah.
Oleh karena itu dalam helatan besar Silaturrahim Nasional Hidayatullah 2018 yang akan dihadiri 15.000 kader, jama’ah, fungsionaris, dan simpatisan, Hidayatullah memantapkan tekadnya untuk terus bersama pemerintah ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Hidayatullah sebagai ormas berbasis pesantren yang tersebar di hampir 400 kabupaten dan kota, tentu sangat potensial menjadi mitra pemerintah, terutama di Kalimantan Timur untuk menjalankan tugas-tugas mulia kenegaraan, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Inilah tekad Hidayatullah hadir di seluruh Indonesia,” terang Ketua Pelaksana Silaturrahim Nasional Hidayatullah 2018, Hamzah Akbar di Balikpapan (18/11).
Hamzah yang juga Ketua Yayasan Pesantren Hidayatullah Induk Balikpapan ini menegaskan optimismenya akan komitmen pemerintah provinsi dan seluruh pemerintah kabupaten dan kota di wilayah Kalimantan Timur dalam mendukung program-program keumatan dan kebangsaan yang diusung oleh Hidayatullah.
“Helatan Silatnas Hidayatullah 2018 adalah salah satu bagian dari bentuk komitmen yang dihadirkan oleh Hidayatullah untuk program kebangsaan dan kenegaraan.
Dan, tentu saja ini akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah, sebab apa yang Hidayatullah hadirkan selama ini adalah bagian dari apa yang menjadi harapan pemerintah terhadap semua kalangan untuk ikut serta mendukung pemerintah melahirkan generasi yang cerdas, religius, modern, dan tentu saja santun serta beradab,” ucapnya.
Terlebih secara politis, Kalimantan Timur menjadi tuan rumah dari 10.000 tamu peserta Silatnas. Sudah barang tentu, agenda ini dinilai Hamzah akan menjadi perhatian besar pemerintah secara keseluruhan.
“Pemerintah sebagai pemegang otoritas pembangunan masyarakat pasti akan terlibat lebih jauh demi kemajuan masyarakatnya. Silatnas Hidayatullah 2018 tentu akan menjadi agenda penting pemerintah juga di dalam komitmennya melayani masyarakatnya,” tegasnya.
Silaturrahim Nasional Hidayatullah 2018 akan dibuka langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia M. Jusuf Kalla dan dirangkai dengan beragam kegiatan menarik dengan para pakar, akademisi, politisi, dan praktisi dari beragam bidang.
“Akan datang Bapak Wapres Jusuf Kalla, selanjutnya beragam kegiatan edukatif dan menarik akan digelar selama helatan Silatnas Hidayatullah 2018 dari 20 – 25 November 2018,” pungkasnya. (red/hio)

Teguhkan Khidmat untuk NKRI Bermartabat

Acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hidayatullah di Kampus Induk Hidayatullah Balikpapan, yang digelar selama 2 hari sebelum Silatnas Hidayatullah 2018/ IMAM NAWAWI

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Organisasi massa Islam, Hidayatullah, yang berpusat di Balikpapan, akan menyelenggarakan helatan akbar Silaturrahim Nasional 2018 yang berpusat di Kampus Induk Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Tetitip, pada tanggal 20-25 November mendatang.

Silatnas Hidayatullah 2018 yang rencananya akan dihadiri oleh ribuan dai-daiyah Hidayatullah dari seluruh penjuru nusantara ini mengusung tema “45 Tahun Hidayatullah Berkhidmat untuk NKRI Bermartabat”.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH Dr Nashirul Haq, mengatakan melalui silaturrahim nasional ini Hiadyatullah kembali meneguhkan khidmatnya untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bermartabat.

“Bermartatab artinya memiliki derajat kemuliaan dan nilai diantara negara negara yang ada di dunia ini. Dan tentu saja kemuliaan itu hanya bisa diraih dengan manakala bangsa Indonesia berpegang teguh pada jatidirinya, memegang prinsip-prinsip agama lalu kemudian memelihara prinsip prinsip dasar dasar negara khususnya Ketuhanan Yang Maha Esa,” kata Nashirul kepada Kaltim Post di Balikpapan, Ahad (18/11).

Untuk itulah, terang Nashirul, bangsa Indonesi akan menjadi bangsa yang maju, berperadaban tinggi, makmur dan sejahtera manakala bangsa Indonesia memiliki kemampuan serta kekuatan di bidang politik, ekonomi, sosial dan militer. Hal itu, jelasnya, hanya bisa diraih manakala semua elemen dari bangsa ini bersatu padu bekerjasama bersinergi menuju Indonesia yang bermartabat.

“Hidayatullah adalah salah satu elemen bangsa ini yang sudah 45 tahun berkhidmat untuk membangun peradaban mulia dan mengantarkan bangsa Indonesia menjadi bangsa bermartabat,” imbuhnya.

Dia menyebutkan, beberapa program yang telah digeluti Hidayatullah selama 45 tahun ini adalah bidang dakwah, sosial, pendidikan, ekonomi dan bidang bidang lainnya. Beragama program tersebut akan terus dipacu semata mata untuk memberikan kemaslahatan bagi umat, bangsa dan negara.

“Alhamdulillah saat ini Hidayatullah telah hadir di 360 kabupaten kota di Tanah Air dalam bentuk kepesantrenan, kegiatan pendidikan, dakwah, sosial, aksi kemanusiaan. Hidayatullah bersinergi dengan berbagai elemen bangsa baik dengan pemerintah dan juga organisasi lainnya,” terangnya.

Untuk itu dia mengajak kepada keluarga besar Hidayatullah, jamaah dan simpatisan untuk terus bersama-sama menjaga keutuhan NKRI sebagai warisan dari para pendahulu pendahulu kita. Dan ini pula kata dia yang selalu diwasiatkan para pendiri Hidayatullah.

“Juga mendorong kepada segenap kader dan jamaah Hidayatullah untuk berperan aktif dalam segala bidang dalam rangka mengantarkan Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat di masa mendatang,” pungkasnya. (ybh/hio)

Rakernas Hidayatullah Tingkatkan Kapasitas Dai

Ketua Panitia Silatnas Hidayatullah 2018, Hamzah Akbar

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Gelaran Silaturrahim Nasional Hidayatullah 2018 kian dekat. Selain dalam rangka merekatkan ukhuwah para dai-daiyah Nusantara, momentum lima tahunan ini ingin meneguhkan kembali kiprah Hidayatullah dalam rangka berkhidmat untuk kemaslahatan bangsa.

Ketua Panitia Silatnas Hidayatullah 2018, Hamzah Akbar, mengatakan dalam rangka tersebut, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) akan mengawali helatan besar ini.

Pria yang malang melintang dakwah di Kalimantan Timur ini menegaskan bahwa semua ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kapasitas dai-daiyah sebagai pengemban misi kemaslahatan melalui mainstream program dakwah dan pendidikan ke segenap penjuru negeri.

“Pendiri Hidayatullah selalu menyampaikan bahwa Hidayatullah ini seumpama pelita pembawa terang di tengah gelap yang nyala cahayanya menggembirakan bagi semua. Sebab, demikianlah Islam hadir untuk kemaslahatan bagi alam semesta. Islam kaaffatan linnas, rahmatan lil ‘aalamiin,” kata Hamzah kepada Kaltim Post yang ditemui seusia menerima Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra beserta rombongan yang mengecek persiapan, Senin (19/11/2018).

Hamzah menyebutkan, sedikitnya 600 dai yang secara struktural dan kultural memiliki tangggungjawab dalam mengemban misi dan cita cita Hidayatullah untuk NKRI bermartabat akan mengikuti Rakernas yang berlangsung selama 2 hari sebelum acara Silatnas yang akan dibuka oleh Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla.

“Telah menjadi peran dai untuk selalu berdakwah, berbaur dengan masyarakat, perawat kohesifitas ukhuwah umat, mengindarkan perpecahan dan selau menjadi teladan dimana pun berada,” kata Hamzah.

Untuk itu semua, terang Hamzah, dai perlu untuk selalu meningkatkan kapasitas dirinya baik emosional, spiritual dan intelektual. Sehingga kiprah dai bukan sekedar dicap jago bicara dari mimbar ke mimbar tapi terpenting menjadi terdepan dalam kebaikan dan menjadi teladan di tengah umat.

“Bersama dai membangun negeri merupakan jargon yang selalu didengung-dengungkan Hidayatullah karena kiprah dai sebagai informal leader selalu inheren dengan arah kebijakan pemerintah dalam pembangunan bangsa serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia Indonesia yang maju dan beradab,” ujar Hamzah.

Hamzah mengatakan, hingga saat ini persiapan acara terus dilakukan. Koordinasi dengan berbagai pihak baik pemerintah, aparat, tokoh dan berbagai elemen juga selalu diupayakan. Apalagi acara silaturrahim ini diperkirakan akan dihadiri oleh puluhan ribu dai-daiyah dari Sabang sampai Merauke. (ybh/hio)

Ingin Berkhidmat, Kafilah Hidayatullah Sulbar Angkut Berkuintal Pisang ke Silatnas

0

MAMUJU (Hidayatullah.or.id) – Pisang merupakan salah satu buah olah (plantain) yang paling banyak digemari masyarakat Indonesia sebagai penganan menemani di berbagai kesempatan bersua. Tak terkecuali dalam momen silaturrahim yang guyub dalam rangka merekatkan persaudaraan.

Dalam rangka memeriahkan acara Silaturrahim Nasional Hidayatullah 2018, kafilah dari Hidayatullah Mamuju, Sulawesi Barat, mengangkut berkuintal buah pisang kepok untuk dibawa ke arena Silatnas Hidayatullah yang diselenggarakan di Kampus Induk Hidayatullah Balikpapan, Kalimantan Timur.

Buah kultivar jenis musa acuminata yang sarat gizi tersebut telah merapat di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, hari ini, Ahad (18/11/2018) yang dibawa oleh rombongan kafilah kloter pertama asal Sulbar.

Ketua Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Sulawesi Barat, Aidah Suardi, mengatakan Hidayatullah Sulbar tak mau ketinggalan dalam memberikan pelayanan terbaik untuk peserta Silatnas yang dihadiri para dai/daiyah dari berbagai daerah seluruh Indonesia.

“Kami juga ingin berkhidmat dalam rangka menyemarakkan acara silaturrahuim ini. Tentulah kami senang sekali apabila oleh-oleh alakadrnya dari Sulbar ini bisa dinikmati oleh peserta silaturrahim,” kata Aidah.

Aidah berharap Silaturrahim Nasional Hidayatullah tahun 2018 ini semakin mengeratkan persaudaraan dan meneguhkan kiprah dakwah di tengah umat.

Ia pula mendoakan kafilah peserta dari berbagai daerah lainnya tiba dengan sehat selamat sampai tujuan dan kembali ke tempat tugas dengan semangat baru.

Lantas, pisang ini akan diolah jadi jenis penganan apa saja?

“Terserah nanti, kita akan koordinasikan dengan panitia,” tutup Aidah.

Koordinator media yang juga Sekretaris Kampus Induk Yayasan Hidayatullah Balikpapan, Ust Abu Ala Al Maududi, mengatakan selaku tuan rumah pihaknya berupaya maksimal berkhidmat memberi pelayanan terbaik kepada para dai/daiyah peserta Silaturrahim Nasional Hidayatullah tahun 2018 ini.

“Kita ingin memastikan setiap tamu, para dai-daiyah dari seluruh Indonesia mendapatkan pelayanan terbaik,” katanya.

Al Maududi mengaku berbahagia dan terharu antusiasme para dai-daiyah peserta Slatnas yang menghadiri acara ini, tak terkecuali keswadayaan yang dilakukan kafilah Mamuju, Sulawesi Barat, yang menyebarangkan buah pisang ke Balikpapan untuk bisa dicicipi peserta Silatnas.

Ia mengatakan, antusiasme yang ditunjukkan oleh para peserta ini selaras dengan spirit Silatnas Hidayatullah kali ini yang mengusung tema “45 Tahun Hidayatullah Berkhidmat untuk NKRI Bermartabat”.

“Bahkan ada peserta berdatangan yang luput dari pantaun panitia. Mereka naik angkutan umum dan mencarter sendiri kendaraan dari bandara menuju Kampus Induk Balikpapan,” kata Al Maududi.

Tidak itu saja, kata Al Maududi, tamu-tamu yang sudah berdatangan sejak beberapa hari lalu mendapatkan jamuan dari para warga kampus, selain juga telah disiapkan oleh panitia.

Saban pagi terlihat juga warung yang menyediakan menu sarapan pagi berupa nasi kuning lauk tongkol atau nasi uduk yang murah meriah. Peserta yang sudah datang dari beberapa kota di Kaltim seperti Bontang dan Samarinda, langsung turut serta dalam kegiatan kerja bakti.

Seperti diketahui, ormas Hidayatullah akan menggelar Silaturahim Nasional pada 20-25 November mendatang. Wakil Presiden Jusuf Kalla rencananya akan membuka perhelatan akbar yang digelar setiap lima tahun sekali tersebut. (ybh/hio)

Sambut Silatnas, Hidayatullah Tugaskan 102 Sarjana Dai Berdakwah

0
Sejumlah wisudawan (yang dipisah dengan wisudawati) berfoto bersama Dewan Senat dan Guru Besar UIN Antasari Prof Dr Mujiburrahman,MA dan Pimpinan Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad / dok

Menyambut helatan akbar Silaturahim Nasional 2018, perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Angkatan XI dan XII sekaligus penugasan sebanyak 102 alumnus ke berbagai daerah se-Indonesia.

Sidang tersebut berlangsung di Aula STIS, Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (17/11/2018). Dihadiri oleh Rektor UIN Antasari Banjarmasin yang juga Ketua Kopertais Wilayah XI Kalimantan Prof Dr Mujiburrahman.

Dengan mengusung tema, “Melahirkan Sarjana Muslim Beradab Menuju NKRI Bermartabat”, Ketua STIS Hidayatullah Masykur Suyuthi, dalam pidato sambutannya mengatakan telah menjadi tradisi Hidayatullah mengirimkan dai-dai ke berbagai daerah.

Ia berpesan kepada sarjana yang telah ditugaskan ini agar tak henti belajar dan menjaga ibadah sebagai kekuatan bagi setiap Muslim.

“Dengan inilah kita harus kembali bertugas. Bahwa kita siap untuk tandang ke gelanggang, bukan karena ilmu yg kita miliki, tapi karena adanya doa dan curahan ilmu yang disampaikan oleh para guru guru kita,” kata Masykur.

Dia mengatakan, sebagai sarjana muda Muslim apa yang dibawa ke tempat tugas adalah spirit pengabdian serta meyakinkan bahwa sebagai pemuda Islam, dengan ilmu kita bisa menggapai kekuatan Islam.

Dia menambahkan, STIS Hidayatullah semakin meneguhkan komitmennya menjadi perguruan tinggi yang melahirkan sarjana kompetitif dan berdaya saing. Setiap lulusannya pun langsung mendapatkan pekerjaan.

“Seluruh lulusan STIS Hidayatullah tidak ada yang menganggur. Dan kembali ke tengah tengah umat. Mengabdi di masyarakat dengan karya nyata dengan ilmu dan dakwah,” imbuhnya.

Ketua Yayasan Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak Balikpapan Hamzah Akbar di kesempatan yang sama mengatakan rasa syukur dan haru atas wisuda dan penugasan sarjana tersebut.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyampaikan selamat dan sukses kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan masa studinya di STIS Hidayatullah Balikpapan.

“Terima kasih kepada STIS Hidayatullah atas dedikasinya selama ini dalam membekali generasi penerus yang memiliki pengetahuan agama, berkualitas dan bertanggung jawab yang diharapkan ke depannya mampu berdaya saing sesuai dengan perkembangan zaman,” ujar Rizal dalam sambutan tertulisnya.

“Melalui momen yang berbahagia ini pula, saya menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada seluruh civitas akademika STIS Hidayatullah Balikpapan yang kembali berhasil meluluskan SDM yang berkualitas dan siap kembali ke masyarakat,” kata Wali Kota Rizal. (ybh/hio)