Beranda blog Halaman 528

UAS Dukung Pembangunan Gedung Dakwah Hidayatullah

JAKARTA – Dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) bersilaturahim ke kantor DPP Hidayatullah, Jl Cipinang Cempedak I, Polonia, Jakarta pada Rabu siang (30/05/2018).

UAS tiba di kompleks kantor DPP Hidayatullah tersebut sekitar pukul 11.34 WIB bersama tim Tafaqquh. Usai beramah tamah singkat dengan pengurus DPP, UAS pun turut shalat berjamaah bersama ratusan jamaah termasuk warga sekitardi Masjid Baitul Karim kompleks DPP -yang bangunannya sedang direnovasi.

Usai UAS shalat zuhur, acara dilanjutkan dengan sambutan dari tuan rumah. Pembacaan ayat suci al-Qur’an oleh Baharun Musaddad, mahasiswa Universitas Islam Madinah (UIM) yang juga peraih juara lomba menghafal al-Qur’an internasional, menambah spirit keislaman dalam acara itu.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Nashirul Haq, menyampaikan terima kasih kepada UAS yang telah menyempatkan diri bersilaturahim ke tempat bersejarah tersebut.

Nashirul menceritakan, bagaimana dahulu kompleks DPP Hidayatullah -sebelum beralih ke ormas tersebut- seringkali digunakan tempat berkumpul atau bermusyawarah para tokoh-tokoh bangsa seperti dari Masyumi dan lainnya.

Nashirul berharap dai Hidayatullah juga bisa mengambil pelajaran dari kiprah dakwah Ustadz Abdul Somad.

“Beliau bisa menggabungkan antara keilmuan dan improvisasi yang sangat menyegarkan. Tidak banyak yang bisa seperti beliau. Tapi tentu yang paling penting spiritnya, ruhnya,” ujarnya dalam sambutannya.

Sementara itu, UAS mengungkapkan, ormas itu tidak asing baginya. Ia mengenal pertama kali lewat majalah Suara Hidayatullah.
Kemudian ada dai Hidayatullah yang memperkenalkan diri di satu acara di Riau. Lalu berkenalan dengan pesantren, berikut juga kantor dan tempat bisnis pengembangan ekonomi umat di berbagai daerah.

UAS menyampaikan, keberkahan ada ketika ada pergerakan. Karena semua gerakan kalau berhenti bergerak maka akan mati.

Tapi, sambungnya, meskipun ada gerakan yang tumbang, Islam tidak akan mati karena akan Allah gantikan dengan sekelompok lainnya yang menolong agama Allah.

“Cirinya Allah cinta pada mereka, dan mereka juga mencintai mereka Allah, tidak pernah takut kecaman, kacian, sumpah serapah, mengerahkan segala daya, karena orang yang menolong agama Allah tidak ada takut dan sedih,” tegasnya.

UAS mengapresiasi gerakan tarbiyah dan dakwah yang menjadi arus utama gerakan lembaga itu. Ia pun mengaku paling kuat ceramah 3 tempat dalam sehari.

“Kalau ditambah lebih dari itu bisa mati berdiri,” selorohnya.

“Tapi kalau seribu bahkan sejuta dai Hidayatullah masuk ke seluruh kampung, pelosok, dan tempat yang tidak tersentuh dakwah. Ini yang dapat melawan apa yang dikatakan akan memadamkan cahaya Allah,” terangnya.

“Mudah-mudahan amal kita diridhai Allah dan termasuk hambanya yang berjihad menolong agama Allah,” pungkas UAS menutup.

Pada kesempatan tersebut UAS juga meninjau pembangunan Masjid Baitul Karim Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah. Dalam pesannya seperti dalam video ini, UAS mengajak khalayak luas mendukung proyek amal jariyah tersebut yang kelak sebagai pusat dakwah pembinaan umat. (hidcom)

Dai Hidayatullah Jabodebek Pelatihan Public Speaking

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Sedikitnya terdaftar 120 orang muballigh Hidayatullah daerah Jabodebek mengikuti pelatihan public speaking yang diselenggara secara intensif sehari di Aula ESQ Business School Lt. 18 Menara ESQ 165, Jalan TB Simatupang, Cilandak, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (28/05/2018).

Acara yang terselenggara atas kerjasama Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah DKI Jakarta, Gerakan Dakwah Komunitas Taqarrub (Gardakota) dan ESQ Leadership Center ini, dihadiri pemateri Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Nashirul Haq, Founder ESQ Leadership Center Dr HC Ary Ginanjar Agustian dan Master Trainer ESQ Iman Herdimansyah.

Para dai peserta training ini merupakan utusan dari DPD Hidayatullah se-Jabodebek serta unsur amal usaha Hidayatullah diantaranya dari utusan DPW Hidayatullah DKI Jakarta, DPD Hidayatullah Jakarta Utara, DPD Hidayatullah Depok, DPD Hidayatullah Jakarta Pusat, DPD Hidayatullah Jakarta Timur, DPD Hidayatullah Kota Bekasi dan DPD Hidayatullah Kabupaten Bekasi.

Tercatata ada juga utusan dari DPW Hidayatullah Jawa Barat serta sejumlah utusan dari unsur SAR Hidayatullah, BMH, Syabab Hidayatullah dan Gardakota.

Dakwah merupakan kewajiban yang harus dilakukan setiap muslim kapan dan dimanapun dia berada sesuai dengan kapasitas masing masing. Tak heran, peserta training ini pun tidak saja dai yang sudah terbiasa berceramah dai mimbar ke mimbar.

Tidak sedikit diantaranya atau bahkan umumnya adalah merupakan dai guru ngaji Al Qur’an di berbagai lokasi di pinggiran Jakarta dan kawasan Jabodebek.

Maswiyana misalnya. Peserta dari Jakarta Utara ini adalah adalah guru Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) Rumah Qur’an Apung di Tanjung Priok. Sehari-hari ia mendampingi ratusan anak-anak belajar Alif-ba-ta di kawasan pinggiran Jakarta itu.

Ada juga rombongan anak muda peserta dari Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Diantara mereka ada yang menjadi relawan sekaligus santri di Pesantren Tahfizh Ashabul Kahfi Hidayatullah Bekasi. Selain menghafalkannya, mereka juga kerap diminta atau ditugaskan memenuhi permintaan masyarakat untuk menjadi pengajar Al Qur’an.

“Inti dari dakwah adalah menyebarkan keagungan Al Qur’an agar manusia selamat dan bahagia. Mereka-mereka yang bersabar dalam belajar dan mengajarkan Al Qur’an kepada masyarakat adalah para dai sejati,” kata Sekretaris DPW Hidayatullah DKI Jakarta Muhammad Isnaini.

Sementara itu, Founder ESQ Leadership Center Dr HC Ary Ginanjar Agustian mengapresiasi kiprah dakwah dai Hidayatullah.

“Sedikit berbagi ilmu Public Speaking kepada para ustadz Hidayatullah. Semoga bermanfaat ya Ustadz Pencerah,” katanya.

Acara ini ditutup dengan sesi foto bersama di Aula ESQ Business School Lt. 18 Menara ESQ 165, Jalan TB Simatupang, Cilandak, Pasang Minggu, tempat digelarnya acara. Satu-satunya gedung megah di Jakarta yang menempatkan masjidnya di lantai tertinggi. (ybh/hio)

Yonif 501 Kostrad Bukber Santri Hidayatullah Jayapura

JAYAPURA (Hidayatullah.or.id) – Dalam rangka mendulang pahala di bulan suci Ramadhan, Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad berlomba lomba dalam berbagi kebaikan di Perbatasan Provinsi Papua.

Beberapa diantaranya yaitu pembagian takjil konsumsi buka puasa di Pondok Pesantren Hidayatullah, Kampung Holtelamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, beberapa waktu lalu. Sebelumnya, para anggota TNI ini melakukan pembuatan gapura Gereja Mahanaim di Kampung Yetti, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom dan

Dimulai sejak terbitnya matahari, beberapa personel Satgas 501 Kostrad bersama dengan warga Kampung Yetti kembali melanjutkan pembuatan gapura Gereja Mahanaim.

Panas terik dan dalam kondisi berpuasa tidak menghalangi niat dan tekad personel Satgas untuk memberikan yang terbaik bagi warga Kampung Yetti.

Menjelang waktu berbuka puasa, Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad kembali berbagi kebaikan dan keberkahan di bulan suci Ramadhan.

Setelah melaksanakan karya bhakti membuat gapura, kali ini Satgas 501 mengadakan acara pembagian takjil untuk berbuka puasa bersama (bukber) dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjamaah di Pondok Pesantren Hidayatullah di Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Dalam kegiatan pembagian Takjil, Satgas 501 membagikan 120 paket takjil. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin hubungan tali silaturahmi antara Satgas 501 Kostrad dengan para santri dan pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah. Selain itu juga untuk mencari keberkahan di bulan suci Ramadhan dengan saling berbagi kepada sesama. (tni.mil.id)

Sosialisasi Wasbang di Kampus Pesantren Hidayatullah Kinilow

0
Sosialisasi wawasan kebangsaan pada kegiatan peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur budaya bangsa bertempat di Pondok Pesantren Hidayatullah Kinilow, Minahasa, Sulawesi Utara, Rabu (23/5/2018). /TRIBUN MANADO/FERDINAND RANTI

MINAHASA – Bertepatan dengan momentum Ramadhan dan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-110, Pondok Pesantren Hidayatullah Kinilow, Minahasa, Sulawesi Utara, menjadi tuan rumah sosialisasi wawasan kebangsaan (wasbang) bekerjasama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tomohon.

Sosialisasi wawasan kebangsaan itu digelar pada kegiatan peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur budaya bangsa bertempat di Pondok Pesantren Hidayatullah Kinilow, Minahasa, Sulawesi Utara, Rabu (23/5/2018) kemarin.

Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak diwakili Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Tomohon Drs O D S Mandagi dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang mengalami ancaman disintegrasi bangsa.

Menurut Walikota, kurangnya pemahaman masyarakat akan wawasan kebangsaan menjadi salah satu penyebab utama munculnya ancaman disintegrasi yang terjadi.

“Sehingga menjaga kelestarian serta integrasi bangsa melalui semangat jiwa persatuan dan kesatuan, merupakan kebutuhan mutlak dan sekaligus menjadi tantangan yang harus dihadapi,” kata Walikota dalam sambutan tertutulisnya.

“Melalui kegiatan in diharapkan bagi kita semua untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dalam menyikapi segala bentuk gejolak yang akan terjadi, sebagai upaya kita mengantisipasi berbagai potensi kemungkinan terjadinya konflik, baik yang bernuansa SARA maupun politik demi mencapai tujuan yang diharapkan,” ujarnya.

Oleh karena itu, pesan Walikota, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak terkait, yang dilakukan dengan semangat kebersamaan, kesatuan dan disadari atas rasa saling peduli terhadap sesama.

Turut hadir, sebagai narasumber Dandim 1302 Minahasa Letkol Inf Jubert Nixon Purnama, Kapolres Tomohon diwakili Wakapolres Tomohon Kompol Joice Wowor, Kajari Tomohon diwakili Kasi Datun Windu Sugiarto SH MH, Kaban Kesbangpol Theodorus J P Paat SIP, Camat Tomohon Utara Vonnie F Montolalu SPd, serta para lurah se Kecamatan Tomohon Utara dan sebagai peserta para siswa/I, guru dan kepala sekolah. (ybh/hio)

Perihal Zakat Perusahaan dan Cara Menghitungnya

PATUT disyukuri bahwa kesadaran mengenai zakat secara umum mengalami peningkatan seiring dengan meluasnya pengetahuan mengenai hakikat pewajiban zakat dan fungsinya, baik bagi muzakki (orang yang wajib menunaikan zakat) maupun mustahik (orang atau badan yang berhak menerima zakat atau infak/sedekah).

Secara definitif, dalil mengenai kewajiban zakat harta perusahaan tidak dijumpai dalam al-Qur’an maupun al-sunnah, namun secara umum tercakup dalam perintah zakat yang pada dasarnya menyangkut semua jenis harta.

Allah berfirman:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka.” (QS. Al-Taubah [9]:103).

Dalil inilah –dan yang semisalnya- menjadi pijakan jumhur ulama dalam mewajibkan zakat harta perusahaan.

Adapun Ibn Hazm, al-Syaukani dan Siddiq Hasan Khan –misalnya- menolak pendapat tersebut. Bagi kelompok kedua ini harta wajib zakat terbatas pada yang sudah ada pada masa Nabi dan mereka menolak analogi, sehingga atas dasar itu mereka juga menolak kewajiban zakat harta perusahaan dan harta-harta jenis baru yang lain.

Pendapat ini tentu tidak dapat diterima. Selain lemah dalil, juga berarti menutup potensi pemberdayaan umat yang luar biasa besar. Dengan demikian pendapat jumhur adalah yang paling relevan.

Perusahaan yang dimaksud di sini tentunya adalah perusahaan milik perorangan baik tunggal maupun berkelompok, bukan milik pemerintah atau non pemerintah tetapi bersifat umum seperti wakaf untuk fakir miskin. Tinggal masalahnya adalah terjadi perbedaan pendapat tentang cara menzakatinya.

Mu’tamar Ulama Internasional Kedua tahun 1965 telah menetapkan bahwa selama memenuhi syarat dan genap satu tahun zakatnya adalah 2,5 % dari laba bersih.

Jika perusahaan tersebut adalah dimiliki oleh lebih satu orang (syirkah), maka zakatnya menjadi kewajiban masing-masing pemilik sesuai dengan bagian keuntungannya.

Keputusan ini selaras dengan pendapat Imam Ahmad yang menyatakan bahwa zakat harta investasi diambil diperhitungkan dari laba bersihnya. (Wahbah al-Zuhaily, al-Fiqh al-Islamy wa Adillatuh, III/1948)

Adapula pendapat yang mengklasifikasi jenis usaha. Pertama, perusahaan yang bergerak dalam sektor jasa, seperti transportasi, konsultasi, komunikasi dan sebagainya, maka zakatnya adalah 2,5% dari laba.

Adapun jika bidang usahanya adalah di sektor riil, maka zakatnya adalah 2,5% dari modal dan laba karena dianalogikan dengan zakat perdagangan.

Melihat fenomena baru ini, Yusuf al-Qardhawi menelaah dengan jeli. Menurut pengamatannya, dari berbagai jenis harta zakat yang telah definitif ditetapkan syariat, secara garis besar dapat dipilah menjadi dua.

Pertama, zakat yang dikalkulasikan dari keuntungan, maka nisbahnya 5% dan 10% seperti hasil pertanian. Adapun jika diambil dari keuntungan dan modal maka, kadarnya 2,5 %.

Pada kasus perusahaan, baik yang bergerak dalam sektor riil masupun jasa, yang tepat adalah dianalogikan dengan orang yang menyewakan tanah pertanian kepada petani, di mana, petani berkewajiban membayar zakat hasil pertanian 10% setelah dipotong dengan seluruh ongkos operasional dan hutang.

Begitu pula, pemilik tanah juga berkewajiban mengeluarkan zakat 10% dari uang sewa –jika memenuhi nishab- setelah dipotong dengan kebutuhan primer dan kewajiban lain yang terkait seperti pajak.(Fiqh al-Zakah, 458-482)

Dengan demikian, menurut al-Qardhawi jika hal ini diaplikasikan pada perusahaan, maka pengusaha berkewajiban mengeluarkan jika hasil usaha setiap akhir tahun memenuhi nishab zakat atau lebih, setelah dipotong biaya operasional, hutang jatuh tempo, pajak dan nilai penyusutan asset. Adapun kadarnya adalah 10% karena diambil dari laba bersih. Wallahu a’lam.

____
KH ABDUL KHOLIK, Lc, MHI, penulis adalah anggota Dewan Mudzakarah Hidayatullah dan anggota Dewan Syariah Lembaga Amil Zakat Nasional BMH

Hidayatullah Minta Rencana Pendaftaran Muballigh Dibatalkan

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Organisasi Hidayatullah berharap pemerintah membatalkan rencana pendaftaran mubaligh yang direkomendasikan oleh Kementrerian Agama (Kemenag).

Sebelumnya, pemerintah telah merilis 200 mubalig yang mendapat rekomendasi. Rencananya, pemerintah akan menambah jumlah mubalig yang dirilis tersebut dan akan mengumumkannya segera.

“Kami berharap pemerintah membatalkan rencana ini. Sebab, kami menilai rencana ini berpotensi mengotak-ngotak para dai, bahkan juga para jamaah. Masyarakat akan saling mencurigai, menuding, dan menyalahkan,” tutur Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, KH Nashirul Haq Lc, MA, Rabu (23/5/2018) di Jakarta.

Di samping itu, pembatasan jumlah penceramah yang dianggap layak akan mengurangi peluang masyarakat Muslim mendapatkan pencerahan dan dakwah.

Sebab, terangnya, ada sekitar 240 jiwa umat Islam di Indonesia. Dalam kondisi sekarang saja, masih banyak masyarakat yang tak bisa mendapatkan dakwah dari para mubaligh. Apalagi bila jumlah mubalig dibatasi.

Sebagaimana diketahui, baru-baru ini Kementrian Agama RI mengeluarkan daftar 200 mubalig yang dinilai layak berceramah. Keluarnya daftar ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Sejumlah ulama menolak rencana pemerintah ini. Sejumlah politisi dan pengamat bahkan menilai langkah ini bisa menyebabkan hubungan pemerintah dan masyarakat Muslim kian renggang.

Nashirul berprasangka positif kepada pemerintah atas rencana ini. “Menteri Agama barangkali ingin menjaga masyarakat dari pemikiran yang dinilai pemerintah berbahaya,” kata Nashirul.

Namun, niat baik tanpa memperhatikan kondisi psikologis masyarakat, bisa berakibat kurang baik. Apalagi belum lama ini terjadi sederetan aksi teror. Dampak negatif dari aksi teror ini sedang mengarah ke umat Islam, entah disengaja atau tidak.

Dai-dai Hidayatullah sendiri, kata Nashirul lagi, selama ini telah berdakwah di pelosok-pelosok Indonesia, bahkan di daerah pedalaman, suku terasing, dan minoritas Muslim.

Mereka telah berdakwah selama bertahun-tahun dengan segala keterbatasannya. Masyarakat bisa menerima dakwah mereka. Pemerintah daerah juga merasa terbantu dengan adanya mereka.

Kiprah para dai Hidayatullah telah diterima oleh masyarakat. Buktinya, jelas Nashirul, Hidayatullah terus berkembang hingga memiliki lebih dari 300 cabang di seluruh Indonesia. Hidayatullah juga telah memiliki sekolah, mulai dari jenjang TK sampai perguruan tinggi.

“Yang pasti, dai-dai Hidayatullah akan terus berdakwah untuk menjadikan negeri ini berperdaban mulia. Kami tak akan berhenti meskipun nanti kami tidak masuk dalam daftar yang dibuat Kemenag. Bahkan, kami akan menolak jika nama-nama dai Hidayatullah diminta untuk dimasukkan dalam daftar itu,” jelas Nashirul.*

Hidayatullah Terbitkan Acuan Bermedia Sosial

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Biro Hubungan Masyarakat Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah menerbitkan surat seruan dan tata cara bermedia sosial dan pemanfaatan media publikasi online bagi anggota perkumpulan. Berikut selengkapnya:

  1. Peraturan Penggunaan Lambang Organisasi dalam Kelompok Diskusi Online
  2. Peraturan Penggunaan Lambang Organisasi dalam Media Publikasi

BACA JUGA: Mengawal Fiqh Media Sosial Majelis Ulama Indonesia

BMH Sultra Gelar Bukber Santri Tahfidz dan Masyarakat Pesisir

KENDARI (Hidayatullah.or.id) – Berbagi kebaikan dan memuliakan sesama merupakan salah satu hikmah bulan bulan suci Ramadhan yang pernah diajarkan oleh Rasulullah.

Hal itulah yang dilakukan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Sultra dengan mengajak semua komponen masyarakat dalam memaknai bulan ini melalui berbagai kegiatan dakwah dan sosial yang dapat mendukung peningkatan kualitas ibadah; diantaranya dengan mengadakan kegiatan silaturrahim dakwah dan buka puasa bersama.

Pada hari Ahad (20/05) bertempat di Masjid Nurul Arsil Kampus Hidayatullah Kendari, ratusan anak-anak dari (LKSA) Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Al-Huda, santri penghafal Qur’an Darul Hijrah, dai serta warga mitra binaan BMH Sultra menghadiri acara buka puasa bersama (bukber).

Acara buka bersama yang diisi dengan ceramah jelang berbuka, buka puasa bersama dan shalat berjamaah ini merupakan rangkaian kegiatan Berbagi Kebaikan untuk buka puasa dengan berbagi ke daerah-daerah pinggiran kota, pedesaan dan hingga daerah pesisir Sultra yang banyak dihuni oleh warga kurang mampu khususnya daerah binaan BMH.

Menurut Fatahillah, GM BMH Perwakilan Sultra, kegiatan buka puasa bersama tersebut merupakan kegiatan lanjutan.

“Kegiatan ini adalah yang kedua dari rangkaian kegiatan berbagi kebaikan yang sepekan sebelum Ramadhan. BMH mengadakan pemeriksaan kesehatan, penyaluran bantuan alat shalat. Masuk bulan Ramadhan ini, kami adakan buka puasa bersama santri binaan BMH,” kata Fatahillah.

Fatahillah menjelaskan agenda ini merupakan kegiatan rutin tahunan dalam rangka untuk mengajak kaum dhuafa merasakan kebahagiaan di bulan Ramadhan sekaligus menyalurkan amanah dari para donatur dan muzakki yang telah berdonasi melalui BMH.

Fatah menambahkan, bahwa program Berbagi kebaikan ini dilaksanakan oleh seluruh jaringan BMH di 59 cabang di Indonesia sejak awal puasa hingga jelang akhir nanti.

“Bagi masyarakat Sultra yang ingin berbagi kebaikan Ramadhan dengan berbagi rezeki dapat berpartisipasi, silahkan menghubungi kantor BMH Sultra atau bisa menyalurkan melalui gerai-gerai layanan zakat yang berada di beberapa lokasi di kota Kendari,” ajak Fatahillah.*/Noer Akbar

Haru Daeng Rapi Sekolahkan Anak di Hidayatullah Baras

PASANGKAYU (Hidayatullah.or.id) – Di tengah lebat dan hijaunya perkebunan kelapa wasit di wilayah Baras kabupaten Pasangkayu, Pesantren Hidayatullah tetap berkomitmen komitmen dengan pendidikan berbasis Tauhid yang menjadi ciri khasnya.

Daeng Rapi yang karyawan di perusahaan kelapa sawit itu tidak bisa berkata banyak untuk mengungkapkan rasa bahagianya punya anak bisa mondok di Pesantren Hidayatullah Baras.

“Senang sekali saya,” katanya semringah.

Daeng Rapi kerap merasa terharu, anaknya yang kini duduk di bangku kelas 1 SD Islam Terpadu Lukmanul Hakim Hidayatullah Baras justru yang sering mengingatkan dirinya untuk berjamaah di masjid dekat rumahnya jika memasuki waktu shalat.

Sebagai orang awam yang belum mendalami ajaran agama, Daeng Rapi kini merasa lebih tercerahkan dengan kehadiran dakwah Hidayatullah di Baras khususnya lembaga pendidikannya dimana anaknya bersekolah.

Senada dengan itu, mewakili wali murid yang hadir dalam pelepasan siswa siswi TK dan SDIT Lukmanul Hakim, seorang tokoh masyarakat bernama Hj. Hasna pun mengemukakan hal serupa.

Hasna menyarakan kepada masyarakat dan karyawan untuk menyekolahkan anak anaknya dimasukkan di Pesantren Hidayatullah Baras agar medapatkan pengasuhan dan pendidikan karakter yang memadai.

“Bagi kita tidak asing lagi dakwahnya Hidayatullah yang sejak awal tahun 90-an sehingga manfaatnya pun luar biasa,” kata Hasna seraya mengakui dirinya yang banyak mengalami perubahan dalam berhijab.

“Makanya sekolahkan anak‘ta di Hidayatullah sini,” lanjutnya lagi.

Pada momen ketika 22 wisudawan TK dan 15 wisudawan SDIT Lukmanul Hakim Baras berhasil menyelesaikan proses pendidikan di sekolahnya dan unjuk kebolehan dari hasil pendidikannya, mulai hafalan Qur’an, adzan, doa keseharian dan beberapa tampilan lainnya.

Masyarakat semakin yakin dengan proses pendidikan yang berbasis tauhid, sehingga dalam waktu sebulan saja dibuka pendaftaran SD dan TK langsung menutup dan kini sudah fokus dengan persiapan orientasi siswa dan orangtuanya.

“Kami hanya menjalankan sistem yang sudah baku saja,” ungkap Gunawan, S.Pd.I selaku kepala SDIT Lukmanul Hakim Hidayatullah Baras yang memeparkan bagaimana mudahnya mengelola pendidikan jika dikerjakan secara berjamaah.

Apalagi konsep pendidikan Hidayatullah sudah baku dan seperti barang yang sudah siap dimakan sehingga menurutnya, diperlukan solidaritas tinggi dalam menjalankannya.

Hanya saja, menurutnya, dengan sistem sama antara sekolah milik Hidayatullah di kota besar akan berbeda aplikasinya dengan sekolah yang ada di daerah seperti Baras ini. Namun ketika pihaknya bisa menerapkan pendidikan berbasis tauhid dengan sarana seadanya di sekolah itulah keberhasilannya.*/Muhammad Basori

Wisuda SMP/SMA Ar-Rohmah Putri Hidayatullah Malang

0

MALANG (Hidayatullah.or.id) – SMP-SMA Ar-Rohmah Putri Islamic Boarding School Pesantren Hidayatullah Malang melakukan pelepasan santri SMP-SMA Ar-Rohmah Putri tahun ajaran 2017/2018 kelas 9 dan 12 di gedung Roihana lantai 4, Komplek Ponpes Hidaytullah Batu, Malang, Ahad (5/05/2018).

Acara wisuda ini diikuti oleh 363 wisudawati, yakni 221 wisudawati SMP dan 142 wisudawati SMA. Acara dimulai pukul 07.00 semua wali santri melakukan check in di Lt.1 Roihana. Kemudian diarahkan ke tempat wisuda di Lt.4. Para wali santri memasuki tempat lokasi wisuda. Para wisudawati, wali santri, dan undangan menempati tempat yang telah disediakan.

Mengawali acara wisuda disajikan penampilan hadrah dari Ar-Rohmah Putra. Para audiens menikmati penampilan hadrah tersebut. Pukul 08.00 acara dibuka dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.

Kepala LPI Ar-Rohmah Putri Ust Muhammad Syuhud dalam sambutannya menyampaikan beberapa pesan kepada para wisudawati ketika mereka nantinya meninggalkan pesantren tercinta ini.

Pada kesempatan tersebut juga sambutan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Dr Hidayat MM, M.Pd dan sambutan wali santri oleh Ir. Joko Catur Sugiarto.

Prosesi wisuda sesi 1 oleh 142 wisudawati SMA Ar-Rohmah Putri yang didampingi oleh Ummahat dan Walikelas XII. Walikelas XII mengalungkan kordon dan ummahat menyerahkan vandel ke semua wisudawati. Terlihat tangis bahagia dari beberapa wisudawati yang membanjiri pipi. Tak sedikit juga senyum bahagia terpancar di wajah mereka.

Acara selanjutnya pemberian penghargaan kepada santri berprestasi SMA yakni bidang Akademik, Asrama, dan Diniyah.

Bidang Akademik, yakni terbaik kategori Akademik jurusan IPA oleh Riznah Al Rizqiyyah, jurusan IPS oleh Shafa Nadia Ghasani, dan terbaik kategori santri Berprestasi oleh Munayya Zafirota.

Bidang Asrama, yakni terbaik kategori santri Mandiri oleh Laila Cahyadi, terbaik kategori Akhlaqul Karimah oleh Roikhatul Imania, terbaik kategori kepemimpinan oleh Zakiyatul Wahidah, dan terbaik kategori ibadah oleh Adira Fidya.

Bidang Diniyah, yakni terbaik Ulumuddin marhalah III SMA oleh Yashinta Maulida, terbaik Ulumuddin marhalah VI SMA oleh Annisa Ihda, terbaik kategori Hifdzul Qur’an marhalah III SMA SMA oleh Riznah Al Rizqiyah, dan terbaik kategori Hifdzul Qur’an marhalah VI oleh Asti Widiani.

Sambutan wakil santri oleh Chintya Anindita Kumala. Pesan dan kesan yang disampaikan oleh Ananda Cintya, tak urung membuat para ustadzah terharu bahagia.

Prosesi wisuda sesi 2, oleh 221 wisudawati SMP Ar-Rohmah Putri yang didampingi oleh Ummahat dan Walikelas IX. Walikelas IX mengalungkan kordon dan Ummahat menyerahkan vandel ke semua wisudawati.

Selanjutnya, pemberian penghargaan kepada santri berprestasi SMP, yakni bidang Akademik, Asrama, dan Diniyah.

Bidang Akademik, yakni terbaik Akademik oleh Fathimah Nur Alami dan santri Berprestasi oleh Almira Nurjanna Puspakenya.

Bidang asrama, yakni terbaik kategori santri Mandiri oleh Hikmatul Zainiyah, terbaik kategori Akhlaqul Karimah oleh Nafisa Aulia Abdhy, terbaik kategori Kepemimpinan oleh Andini, dan terbaik kategori Ibadah Nafisa Khoirunnisa.

Bidang Diniyah, yakni terbaik Ulumuddin SMP oleh Najati Fadilatul M dan prestasi terbaik Hifdzul Qur’an SMP oleh Hafidzah Fauziyah.

Acara selanjutnya doa yang dipimpin langsung oleh ustadz Alimin. Di akhir acara ditutup dengan penampilan nasyid “OASE Acapella”.

Demikianlah serangkaian acara wisuda, selamat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi anak-anakku. Jika kelak kalian menapaki kehidupan luas. Tetaplah kau ingat di sini di bumi Ar-Rohmah ini tauhid kau junjung tinggi. Islam mengalir di nadimu. Ukhuwah terpatri.

Kalianlah harapan umat dan bangas tercinta. Pengukir masa depan. Jagalah agama Allah, niscaya Allah akan menjaga, memudahkan, dan meneguhkanmu. (Kiriman Afifa, santri Ponpes Hidayatullah Malang)