[youtube width=”100%” height=”300″ src=”cK8dARToK28″][/youtube]
[PROGRESS] Pendirian Tanggul Pondasi Sektor Timur
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Progress pembangunan Masjid Baitul Karim dan gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, saat ini telah memasuki tahap pemasangan dan pendirian tanggul pondasi sektor timur bangunan.
Bagi yang ingin beramal jariyah dalam rangka mendukung kelancaran proyek ini dapat menyalurkan donasi ke Bank Muamalat Indonesia Kantor Pusat Nomor Rekening 301-017-9304 Atas Nama DKM Baitul Karim atau BSM KCP Jatinegara Timur Nomor Rekening 705-189-1451.
Panitia Pembangunana Masjid Baitul Karim Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, DPP Hidayatullah Jalan Cipinang Cempedak I/14 Otista Polonia, Jatinegara, Jakarta Timur. Telp: 021-8190049 / Call Center 0812-8233-4498, email: [email protected]
Hidayatullah Gorontalo Siapkan Santri Sebelum Mengabdi
GORONTALO (Hidayatullah.or.id) – Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan “Daurah Marhala Ula” bagi santri calon alumni Sekolah Mengengah Atas (SMA) atau sederajat, sebelum mereka ditugaskan melakukan pengabdian di masyarakat.
“Ada puluhan calon alumni sekolah tingkat SMA Hidayatullah se-Gorontalo yang saat ini mengikuti daurah sebelum nanti mereka ditugaskan mengabdi di masyarakat,” kata Ketua DPW Hidayatullah Gorontalo Ust Abu Bakar Muis kepada redaksi dari lokasi acara di Kampus Pesantren Hidayatullah Pahuwato, Ahad (15/04/2018).
Muis mengatakan, sesudah daurah ini para santri alumni ini berkewajiban untuk mengabdi sesuai SK DPW Hidayatullah Gorontalo. Dia menerangkan, di Hidayatullah sejatinya tidak mengenal istilah alumni, karena itu setiap lulusannya dituntut untuk dapat selalu mengejawantah kultur dan nilai-nilai luhur lembaga.
“Dan Alhamdulillah tahun ini dalam pengabdian ada kerja sama dengan Kemenag Provinsi Gorotalo, yakni bertugas mengajar di Sekolah-sekolah dasar yang tidak pernah ada guru agamanya. Kerjasama ini adalah pertama kali dan kedepan akan lebih ditingkatkan,” kata Muis.
Sementara itu, Ketua Panitia Suhardi Lehidonu mengatakan materi-materi dauroh disampaikan oleh pengurus DPW Hidayatullah dan DPD se-Gorontalo.
Lehidonu menyatakan kegiatan ini direncanakan sejak 6 bulan yang lalu. Menurutnya, minat dan semangat peserta daurah semakin meningkat dibanding di tahun 2017.
“Mereka semua siap diterjungkan mengabdi baik dalam rangka berdakwah di lapangan atau tugas melanjutkan studi,” pungkas Lehidonu. (ybh/hio)
Tabligh Akbar Hidayatullah Sultra: Membentuk Keluarga Qurani

BAUBAU (Hidayatullah.or.id) – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Tenggara (Sultra) bekerjasama dengan Lembaha Amil Zakar Nasional Baitul Maal Hidayatullah menggelar acara Tabligh Akbar mengusung tema “Membentuk Keluarga Qurani” yang menghadirkan narasumber utama Ketua Departemen Adab & Pembinaan Keluarga DPP Hidayatullah KH. Drs. Zainuddin Musaddad, MA, Ahad (15/04/18).
Narasumber yang akrab disapa Abah Zain ini adalah praktisi parenting Islam yang berhasil mengantarkan 6 putra-putrinya menjadi hafidz Qur’an.
Satu di antara anaknya adalah Baharun Musaddad yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Islam Madinah (UIM), Saudi Arabia dan baru-baru ini mewakili UIM dalam Musabaqoh Hifdzul Qur’an Internasional di Dubai, Uni Emirat Arab.
Dalam sambutannya, Ketua DPW Hidayatullah Sultra Ustadz Drs. Nasri Bohari mengatakan bahwa roadshow dakwah dan parenting ini dimulai berturut dari Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Kota Kendari, Kota Baubau, dan berakhir di Kabupaten Buton Tengah.
Ihwal gelaran ini menurutnya adalah untuk mengokohkan pondasi keluarga demi tercapainya peradaban Islam di negeri ini.
“Karena kita melihat pondasi besar dan hal penting dalam membangun peradaban Indonesia, khususnya peradaban Islam adalah pondasi kekuatan pada keluarga. Dan keluarga ini bisa baik ketika ada pembinaan pada orang tua,” Ujar Nasri.
Untuk gelaran di Kota Baubau sendiri dilaksanakan pada hari Ahad (15/04/18) bertempat di Masjid Jabal Nur Kampus Hidayatullah Baubau ini berlangsung sejak pukul 08:30 hingga pukul 12:00 WITA yang dipadati peserta yang begitu antusias mengikuti acara tersebut.
Ketua Panitia yang juga selaku Manager BMH Gerai Baubau, Abdul Syukur, S.Sos.I, mengatakan bahwa kegiatan ini dirangkaikan dengan Launching Program Wakaf Seribu Al-Qur’an di Kepulauan Buton.
“InsyaAllah penyaluran wakaf qur’an ini akan dimulai pada bulan suci Ramadhan dan sasaran kita adalah wilayah Kepulauan Buton yang meliputi Wakatobi, Buton Utara, dan Buton Selatan daerah pesisir.” ungkap Abdul Syukur seraya mengajak para hadirin dan warga Baubau secara umum untuk turut serta dalam wakaf qur’an ini.
“Mari bersama kita ambil bagian dalam program ini. (Berwakaf) satu Al-Qur’an atau sepuluh Al-Qur’an. Semakin banyak semakin bagus,” terangnya.
Program yang merupakan turunan dari Program BMH Nasional, ‘Wakaf Sejuta Al-Qur’an’ yang telah menyasar berbagai daerah, utamanya daerah terpencil, terluar dan pedalaman di Indonesia.
Tercatat dari tahun 2014 daerah distribusi mencakup 500 desa, 204 kecamatan, 86 kabupaten/kota, dan 19 provinsi. Dan terus bertambah. Selain itu, program ini sebagai wujud kepedulian dari Baitul Maal Hidayatullah dalam mengentaskan buta baca Al-Qur’an.
Sasaran prioritas penyaluran adalah Masjid/Musholla, Majelis Taklim, dan Taman Pendidikan Al-Qur’an yang dinilai memiliki mushaf Al-Qur’an yang belum layak dan terbatas.
Launcing Program Wakaf Seribu Qur’an dibuka oleh Sekretaris Kota Baubau, Dr. Roni Muhtar dan secara simbolis menyerahkan mushaf Al-Qur’an kepada masyarakat penerima.
Dalam sambutannya, Roni menyatakan mendukung penuh program Wakaf Seribu Qur’an yang diinisiasi oleh BMH untuk wilayah Kepulauan Buton tersebut. Bahkan secara pribadi akan memberikan bantuan terhadap penyelesaian pembangunan masjid Ponpes Hidayatullah.
Suksesnya Tabligh Akbar ini didukung oleh Pemerintah Kota Baubau, Syabab Hidayatullah, Muslimat Hidayatullah, Pendidikan Integral Hidayatullah dan Buton Pos sebagai media partner.*/ Noer Akbar
Ketum Hidayatullah Dorong Mahasiswa Bangun 5 Karakter Utama
CIPUTAT (Hidayatullah.or.id) – Di sela kesibukannya, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Ust Nashirul Haq, MA, meluangkan waktu memenuhi undangan sekaligus menjadi narasumber acara Dialog Kepemudaan yang digagas mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Pesantren Mahasiswa Dai (Pesmadai), di Ciputat, Tangerang, Banten, Sabtu (14/04/2018).
Acara yang bertajuk “Generasi Millenial, Idealisme dan Tantangan Digital” yang dihadiri puluhan mahasiswa dan mahasiswi ini didukung oleh Yayasan Dai Muda Indonesia yang membawahi Pesmadai bekerjasama dengan Syabab Hidayatullah dan Muslimat Hidayatullah.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Ust Nashirul Haq, MA, dalam penyampaiannya menekankan pentingnya peran pemuda dan mahasiswa dalam melahirkan perubahan.
Menurut beliau, semangat juang yang membara para pemuda mahasiswa harus diarahkan kepada hal-hal yang positif dan konstruktif demi untuk kepentingan umat, agama, dan bangsa.
Oleh karenanya, pesannya, pemuda tak cukup hanya bermodalkan semangat, melainkan juga harus selalu merawat optimisme.
Beliau mendorong pemuda untuk membangun 5 disiplin atau karakter utama sebagai bekal menghadapi tantangan yang tidak sederhana di masa mendatang, yaitu: 1. Aqidah yang benar dan kuat, 2. Akhlak dan fikrah Qur’ani, 3. Ibadah yang tekun, 4. Dakwah di jalan Allah, 5. Komitmen hidup berjamaah.
Pada kesempatan tersebut, Ust Nashirul juga diminta berkenannya untuk memberikan anugerah penghargaan sebagai apresiasi kepada sejumlah peserta program Pesmadai yang telah menyelesaikan hafalan 8 Juz selama 3 bulan berjalan.
Di kesempatan yang sama, beliau juga “ditodong” oleh panitia untuk memberikan wejangan singkat kepada mahasiswi peserta dialog. (ybh/hio)
Terbuai Keuntungan Investasi dan Skema Ponzi
Oleh Asih Subagyo*)
KASUS penipuan yang dilakukan oleh First Travel, Abu Tours yang menghangat beberapa bulan ini dan telah masuk ke persidangan, nampaknya tidak membuat kapok, dan disinyalir masih ada beberapa Biro Travel Haji Umrah yang juga akan mengalami nasib yang sama, meski kasusnya sedikit berbeda.
Hal yang sama, sesungguhnya merupakan pengulangan dari kasus-kasus investasi semisal sebagaimana di alami dalam investasi di Alam Raya, Langit Biru, Kospin di Sulawesi, Pohon Emas dan masih banyak lagi. Demikian halnya dengan kasus investasi atau bisa dalam bentuk arisan lainnya, yang tak ter-ekspose ke publik.
Namun praktek-prektek seperti ini banyak terjadi di tengah masyarakat. Hal tersebut mengindikasikan bahwa, pemahaman umat, berkenaan dengan investasi masih minim dan lemah. Sehingga dengan rayuan, pengembalian (return) yang menggiurkan, baik dalam bentuk bunga maupun skema bagi hasil, yang sesungguhnya tidak masuk akal, tidak logis, tetap saja diterima menjadi sebuah kebenaran dan keuntungan yang menggiurkan, olehnya mereka mengikutinya.
Kasus investasi “bodong” seperti ini, memang terus terjadi dan berulang. Hal ini memang terjadi banyak aspek, salah satunya juga diakibatkan oleh lemahnya pemahaman tentang fiqh mumalah, termasuk di dalamnya adalah ketiadaan pemahaman tentang syirkah, mudharabah, murabahah, ijarah, dan seterusnya.
Lagi-lagi hal ini, bersebab dari lemahnya edukasi tentang investasi di satu sisi, di lain pihak juga tarikan (gravitasi) tentang keuntungan dan janji yang menggiurkan di depan mata, membuat rakyat (bahkan tidak sedikit ustadz), laksana tertutup matanya, bagai kerbau di cocok hidungnya. Mengikuti saja tawaran-tawaran itu, tanpa reserve, karena matanya sudah hijau tertutup oleh gambaran keuntungan yang ditawarkan itu.
Sesungguhnya, hal seperti ini bukan barang baru. Sebab, sudah sejak lama ada, namun, “penipuan” modern, dimulai sejak awal tahun 1900-an. Praktik sejenis ini sudah di mainkan oleh Carlo (Charles) Ponzi, dengan apa yang dikemudian hari dikenal dengan istilah skeema Ponzi.
Skema Ponzi (Sistem Ponzi/Ponzi Scheme) adalah istliah yang digunakan untuk mendefinisikan sebuah sistem dimana seseorang menginvestasikan dana demi mendapat keuntungan dan keuntungan yang diperoleh adalah berasal dari investasi yang dilakukan oleh investor berikutnya.
Disebut sebagai Skema Ponzi (Ponzi Scheme) karena sistem ini pertama kali digunakan oleh Carlo Ponzi. Skema ini masih banyak digunakan pada banyak bisnis sampai dengan sekarang. Saat ini, modus operandinya, tidak persis sebagaimana model ini diperkenalkan dpermulaan.
Namun telah mengalami modifikasi sedemikian rupa sehingga, pelaku dan korbanya, sama-sama tidak merasakan bahwa sesungguhnya mereka saling terjebak dan menjebak dalam sebuah sistem yang seolah bagai lingkaran setan tersebut.
Dus, ketika masih berjalan, rerata tidak merasa bahwa mereka berada dalam sebuah lorong sistem yang menipu. Bahkan, dengan gagah dan PD nya, menyatakan bahwa sistem ini legal dan menguntungkan. Sebab, mereka merasakan “manfaatnya” secara langsung.
Di saat yang sam mereka ditawari mimpi-mimpi yang menggiurkan, Dan dari sini mereka menawarkan ke pihak lain, dan seterusnya. Seolah berada dalam lingkaran setan.
Namun keganjilan akan dirasakan begitu ada masalah. Bahwa ternyata ada pihak yang tertipu, yang tidak mendapatkan manfaat/keuntungan dari sistem itu. Dan biasanya, diketahui setelah masalahnya membesar.
Dari sini, baru mereka tersadar bahwa mereka berada dalam pusaran kebohongan dan penipuan. Namun, ibarat pepatah sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada guna.
Nasi telah menjadi bubur. Tetapi anehnya, ibarat sihir, praktek seperti ini terus terjadi, dan terulang-ulang. Bahkan, saya punya kenalan yang berulang kali, terperosok ke modus seperti ini, tetapi seolah tiada kapoknya, terus mengulang-ulanginya.
Skema Ponzi adalah modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya, bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan operasi ini.
Skema ini dicetuskan oleh Charles Ponzi, yang kemudian menjadi terkenal pada tahun 1920. Carlo Ponzi adalah penipu terbesar dalam sejarah Amerika. Dilahirkan dengan nama Carlo Pietro Giovanni Guglielmo Tebaldo Ponzi di Lugo, Italia, Carlo Ponzi (3 Maret 1882 s.d. 18 Januari 1949) atau juga dikenal dengan Charles Ponzi. Nama sistem piramida diindentikkan dengan nama Ponzi, karena sistem piramida sering disebut skema Ponzi.
Mungkin karena Charles Ponzi (1882 -1949) adalah orang pertama yang paling berhasil menggunakan cara ini untuk menipu dan mendapat sorotan masyarakat. Ia bukan hanya menipu dalam jumlah yang besar, tetapi juga mendapat sorotan.
Skema Ponzi didasarkan dari praktik arbitrasi dari kupon balasan surat internasional yang memiliki tarif berbeda di masing-masing negara. Keuntungan dari praktik ini kemudian dipakai untuk membayar kebutuhannya sendiri dan investor sebelumnya.
Ponzi menyatakan bahwa uang yang diperoleh dari investasinya akan dikirimkan ke agen di luar negeri, seperti Italia, di mana mereka membeli kupon tersebut. Lalu kupon itu dikirimkan kembali ke Amerika Serikat dan ditukarkan perangko yang harganya lebih mahal.
Ponzi menyatakan keuntungan bersih setelah mengukur nilai tukar adalah lebih dari 400%. Namun setelah berhasil memperoleh jutaan dolar Amerika, kedok dari praktik ini terbongkar.
Hal yang tidak dapat dimungkiri karena dalam keadaan investasi yang dijanjikan, seharusnya ada 160 juta kupon yang dikeluarkan, namun hanya 27 ribu yang terealisasikan. Setelahnya Charles Ponzi ditangkap dan dipenjara.
Singkatnya, skema ponzi ini akan laku di tengah masyarakat yang tidak faham prinsip ekonomi, dan juga fiqh muamalah. Intinya ada keinginan untuk mendapatkan keuntungan secepat-cepatnya dan sebanyak-banyaknya, tanpa melihat proses termasuk legalitas dalam bisnis.
Bahkan, dia tidak sadar bahwa sesungguhnya berada dalam pusaran yang menjebak itu. Derivasi dari skema ponzi ini, kini banyak varian-nya. Dalam kasus biro haji dan umrah misalnya, bisa jadi berupa iming-iming harga murah, asal di bayar dulu, membayar DP (uang muka) untuk pemberangkatan 4-5 bulan ke depan, dengan cara dicicil, dlsb.
Padahal, harga murah yang didapat itu, dan dia biasa berangkat umrah/haji itu, ditalangi dari biaya yang di bayar oleh jama’ah yang akan berangkat berikutnya.
Demikian juga, terkait dengan iming-iming umrah/haji gratis. Semua memakai dana dari jama’ah yang telah membayar DP (uang muka) atau bahkan telah melunasi untuk pemberangkatan pada 4-5 bulan kedepan dan seterusnya.
Permainan ini, memang memicu para marketing, untuk mendapatkan calon jama’ah sebanyak-banyaknya. Sebab, para marketer ini mendapatkan bonus (fee) yang tidak sedikit juga. Karena kemampuan marketing untuk menarik jama’ah, menyebabkan jama’ah yang telah mendaftar dahulu bisa berangkat, dan ini menjadi daya tarik meski akhirnya semacam putaran setan yang tidak berakhir.
Berakhirnya adalah, ketika Biro Travel itu, tidak bisa memberangkatkan jama’ahnya, karena ternyata dananya tidak ada lagi. Karena, telah habis untuk menalangi yang telah diberangkatkan terdahulu baik yang dengan biaya murah, diskon atau yang gratis.
Bisa juga diinvestasikan dalam bisnis lainnya dan juga untuk memperkaya diri sendiri, sebaimana kasus Firts Travel dan Abu Tours.
Dilain pihak, ada juga pengelolanya yang tidak memperkaya diri sendiri, namun dengan memberikan “fasilitas kemudahan” kepada pihak lain berupa harga murah, diskon bahkan gratis.
Sehingga dipersepsikan dirinya menjadi orang yang dermawan dan baik hati, dlsb. Intinya keduanya sama, merugikan nasabah/konsumen.
Dan menurut saya para pelakunya ada dua model. Pertama, tahu, sådär dan paham betul menggunakan bisnis model skema Ponzi ini. Kedua, dia tidak tahu, tetapi karena kebodohannya, hingga terjebak pada bisais model ini
Akhirnya, kita jangan mudah tergiur dengan iming-iming investasi yang menggiurkan jika tidak logis. Begitu juga termais pengelolanya, yang bisa jadi nampak alim. Sebab, bisnis itu memiliki pakemnya sediri-sendiri.
Saat ini, model dan modusnya sekali lagi bervariasi dan mudah kita temukan. Bahkan dengan kemajuan teknologi, tawaran yang lebih gila lagi bisa jadi akan terus ditawarkan.
Untuk terhindar dari itu, maka secara bisnis, dan investasi ada panduan yang dikeluarkan oleh OJK. Kita ikuti itu. Secara syar’i, juga ada panduan dalam syirkah, mudharabah, murabahah, ijarah dlsb, tentu kita perlu dengan serius mempelajari fiqh muamalah.
Dewan Syariah Nasional MUI, juga telah menerbitkan fatwa keuangan syariah, salah satunya terkait investasi, kita wajib juga untuk memperlajarinya, dan seterusnya. Secara ringkas juga sudah saya tulis sebelumnya.
Pendeknya, dengan mempelajari seluruh panduan investasi itu, akan membawa kehati-hatian dan selanjutnya menyelamatkan kita dari kecerobohan dalam berinvestasi. Dan, tidak terperosok dalam investasi bodong, termasuk skema ponzi ini, berkali-kali. Wallahu a’lam
_____
*) Penulis adalah Ketua Bidang Ekonomi DPP Hidayatullah
Zainuddin Musaddad Roadshow Dakwah dan Parenting ke Sultra
KENDARI (Hidayatullah.or.id) – Ketua Departemen Adab & Pembinaan Keluarga DPP Hidayatullah Drs. H. Zainuddin Musaddad, MA
dijadwalkan melakukan roadshow dakwah dan parenting ke sejumlah daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra.
Agenda roadshow tersebut merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sultra atas permintaan masyarakat di sejumlah daerah di Sultra.
Ketua DPW Hidayatullah Sultra, Nasri Buhari, menyebutkan roadshow dakwah dan parenting ini dimulai tanggal 12 sampai 16 April 2018 dengan rute Kabupaten Kolaka, Kabupaten Konawe, Kota Kendari, Kabupaten Buton Tengah dan Kota Baubau.
“Kegiatan roadshow ini merupakan salah satu program rutin yang kita lakukan dan akan terus ditingkatkan, mengingat kebutuhan serta permintaan masyarakat terhadap pembinaan keislaman,” kata Nasri,Kamis (12/04/2018).
Selain akan memenuhi sejumlah undangan, Zainuddin Musaddad juga dijadwalkan berkunjung ke kampus Pondok Hidayatullah yang berada di Jalan Nusa Indah Nomor 200 Kelurahan Toriki Kecamatan Anggaberi Kabupaten Konawe. (ybh/hio)
Santri Ponpes Hidayatullah Kupang Ujian Tahfidzul Qur’an
KUPANG (Hidayatullah.or.id) – Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar ujian terbuka bagi santriwan/ti di Masjid Darul Hijrah BTN Kolhua, akhir pekan lalu dan ditulis Kamis (12/4/2018).
Dalam sambutanya Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Batakte, Ust Usman Mamang, mengatakan, ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan, yang mana mengadakan ujian secara terbuka di depan para tokoh Agama, tokoh masyarakat, tokoh pemerintahan dan juga seluruh donatur.
“Hari ini bukan saja ujian terbuka untuk tahfidz melainkan ada ujian baca kitab kuning, pidato bahasa Arab dan bahasa Inggris. Acara ini di inisiasi oleh Sekolah Integral Hidayatullah yang kemudian di sambut baik oleh Laznas BMH,” kata Usman.
Kepala Bidang Pendidikan Islam Kabupaten Kupang Drs.Husen Anwar saat membuka kegiatan ini menyampaikan bahwa di Nusa Tenggara Timur yang peminat terhadap kitab kuning itu sedikit bahkan jarang. Karenanya dia mengapresiasi kegiatan positif tersebut.
“Setiap 3 tahun sekali ada perlombaan baca kitab kuning secara nasional untuk mencukupi kuota itu. Saya juga berharap karena santri di Sumba juga menggelar hal yang sama karena tiap tahun mereka juga punya program seperti ini. Maka kalau dapat pesantren Hidayatullah Batakte ini juga nanti bisa di ikutkan”, ujarnya.
Ujian terbuka yang mendapat sambutan luar biasa dari tamu yang hadir termasuk dari unsur birokrat dan pemerintah ini disponsori oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH NTT, Muhammad Hasbullah mengatakan bahwa program yang berkaitan dengan memberdayakan generasi yang Qur’ani memang harus dimulai dari sekarang.
Menurutnya, jangan menunggu sampai anak-anak besar baru mempelajari Al-Qur’an dan baru diingatkan. Tapi harus dimulai dari saat ini, mumpung mereka masih fresh dan segar dalam berpikir.
“Dan ketika Al-Qur’an itu masuk, langsung diterima dengan baik oleh hati mereka yang lembut. Ini sudah menjadi kebutuhan mereka, sehingga BMH perlu mengadakan kegiatan seperti ini,” kata Hasbullah.
Dalam kesempatan yang sama H. Muhammad selaku Ketua MUI Kota Kupang menambahkan, untuk menjadi santri yang Qur’ani dan berwawasan global perlu adanya kerja keras. Apalagi di zaman yang serba modern ini, para santri harus mampu tampil secara menyeluruh.
“Saya secara pribadi sangat bangga dengan anak–anak saya. Mereka mampu berbahasa Arab dengan baik apalagi ditambah dengan menerjemahkan Al-Qur’an memakai bahasa Inggris. Sungguh ini merupakan sebuah kemajuan yang luar biasa,” tandas Muhammad.
Acara tersebut dihadiri oleh seluruh orangtua/wali santri beserta para imam -imam masjid, Ketua MUI Kota Kupang, Ketua Dewan Masjid Kota kupang, tokoh pemerintah dan tak lupa juga para santriwan/ti.
Selepas acara, panitia membagikan hadiah kepada para pemenang sebagai imbalan motivasi kepada santri untuk tetap semangat dan rajin dalam menuntut ilmu.*/Adianto
Umat Harus Disadarkan dengan Dakwah dan Tarbiyah

SURABAYA (Hiayatullah.or.id) – Umat ini dari bawah harus disadarkan dengan dakwah. Meski tak semua belum bisa tersentuh dengan dakwah, seperti anak muda dan anak kecil, maka mereka harus disadarkan dengan tarbiyah. Sedangkan orangtua dan masyarakat umum harus di sentuh dengan dakwah.
Demikian nasehat yang disampaikan Ustadz Abdul Somad (UAS) saat bersilaturahmi di Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya dan diterima dengan hangat oleh pembina ponpes Ust H Abdul Rahman, SE, beserta pengurus lainnya, Ahad pagi, (08/04/2018).
Menurutnya, itulah yang telah dilakukan organisasi massa Islam Hidayatullah dalam basis gerakannya, yakni dakwah dan tarbiyah.
“Tetap berjalan menapaki jalan-jalan kenabian itu sebagai al-‘ulama warasatul anbiya (ulama pewaris para nabi),” terangnya dihadapan pembina dan pengurus Ponpes Hidayatullah Surabaya.
Ustadz yang popular di Indonesia itu menuturkan, Alhamdulillah Hidayatullah sudah memberikan penawaran dakwah kepada umat. Yang perlu ceramah diberikan suara, yang menginginkan tulisan diberikan majalah.
“Sehingga tidak ada celah dihadapan Allah ketika bangkit di padang mahsyar kelak. Ditanya Allah kenapa engkau tak beriman? Karena tidak ada ceramah. Hidayatullah sudah datang. Kenapa anakmu tidak soleh? Tidak ada pondok pesantren. Hidayatullah sudah membangunkan. Kenapa orang tua tidak taat kepada Allah? Kami intelektual yang biasa membaca. Sudah ada majalah,” lanjut alumnus Al-Azhar Mesir itu.
Pakar ilmu hadits dari Daar al-Hadits Al-Hassania Institute, Kerajaan Maroko, ini juga menyampikan bahwa Hidayatullah adalah salah satu hidayah yang datang dari Allah, ia berharap Hidayatulah menjadi lilin yang menyala di tengah kegelapan.
“Jama’ah itu rahmat, hindari berpecah bela. Satu diantara yang membawa kepada jama’ah yaitu Hidayatullah. Belum ada orang Hidayatullah yang mencaci maki dan sumpah serapah. Itulah yang membuat kita bersama kedepannya.
“Jadi jika ada orang yang berputus asa melihat ummat ini, bangsa ini. Kita tak mengenal kata putus asa. Muda-mudahan Hidayatullah ini mampu menyelamatkan jiwa-jiwa yang hampir mati dalam keputusasaan,” ujar mantan Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa’il Nahdlatul Ulama Provinsi Riau ini.
UAS direncanakan akan mengisi Tabligh Akbar di Ponpes Hidayatullah Surabaya pada tanggal 28 April mendatang.
Ust Abdul Rahman, selaku Pebina Pesantren Hidayatullah Surabaya mengungkapkan bahwa Ustad Abdul Somad adalah dai sejuta ummat, beliau adalah aset yang harus kita jaga.
“Semoga Allah selalu memberi beliau kekuatan dan kesehatan dalam menjalankan dakwahnya,” ujar beliau kepada jamaah.*/Sirajuddin Muslim













