Beranda blog Halaman 532

Hidayatullah Model Gerakan Pengembangan Masyarakat Islam Berkelanjutan

Ilustrasi: Santriwati Pondok Pesantren Hidayatullah Yukum Jaya, Lampung Tengah, memanen hasil tani di kebun pesantren / dok

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Hidayatullah berpotensi menjadi sebuah “model” bagi gerakan pengembangan komunitas Islam yang berkelanjutan (Islamic sustainable community development) untuk masa depan.

Hal tersebut sebagaimana benang merah dari temuan dalam jurnal ilmiah internasional berjudul “Reconsidering the Modern Nation State in the Anthropocene: A Muslim’s perspective” karya peneliti Wardah Alkatiri, Ph.D, yang diterbitkan dalam jurnal Scripta Instituti Donneriani Aboensis Vol. 28 (2018)

Diantara benang merah riset tersebut, bahwa Hidayatullah muncul sebagai kelompok Islam Indonesia yang ‘kecil’ tapi ‘berdaya’ sehingga berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi sebuah ‘model’ bagi gerakan ‘Islamic sustainable community development’ untuk masa depan.

Dalam hal ini, Hidayatullah tampil kontras dibanding kelompok Islam mainstream Indonesia yang jauh lebih besar ukurannya namun justru karenanya malah sulit bergerak untuk membuat terobosan baru yang seringkali harus bertentangan dengan sistem politik-ekonomi-budaya dominan demi pemberdayaan anggotanya.

Dari jurnal ilmiah tersebut, Hidayatullah tampil sebagai contoh kelompok Islam yang bisa membalik image negatif tentang gerakan jihad sebagaimana biasanya ditampilkan oleh media internasional, termasuk media-media besar di Indonesia.

Sebagaimana telah menjadi tradisi di lingkungan, setiap lokasi-lokasi tempat berdiri Hidayatullah lebih familiar isebut dengan “kampus”. Inilah pula yang menjadi ciri khas Hidayatullah dalam melakukan kiprah keberlangsungan pengembangan masyarakat Islam.

Kampus bagi Hidayatullah bukan berarti sebuah lingkungan perguruan tinggi seperti umumnya dipahami, namun sebuah lingkungan untuk pengembangan kapasitas diri baik spiritual maupun intelektual sebagai “universitas kehidupan” yang di dalamnya terdapat sekolah, masjid, komplek perumahan, dan asrama para santri/pelajar. Atau boleh pula hanya berupa alam terbuka yang masih belum tergarap, terutama kampus-kampus perintisan.

Dalam risetnya, peneliti menemukan bahwa tidak seperti orang awam dalam masyarakat Indonesia pada umumnya, anggota Hidayatullah telah berhasil melakukan tidak saja melahirkan tenaga kerja dan menciptakan bursa kerja sebagaimana menurut definisi filsuf Hannah Arendt (1985) mengenai teorinya tentang manusia. Hidayatullah juga telah melakukan kiprah nyata yang lebih bermakna di ranah publik.

Dengan demikian, Hidayatullah terus mengembangkan kiprah maslahat yang berkelangsungan di masyarakat. Meskipun Hidyatullah juga harus berhadapan dengan masalah yang berkembang di masyarakat Indonesia pada umumnya.

Jurnal ilmiah internasional ini bisa didapatkan di Scripta Instituti Donneriani Aboensis Scripta diterbitkan oleh the Donner Institute di Abo, Finlandia.

Dengan tampilnya Hidayatullah di forum masyarakat ilmiah internasional ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi pimpinan dan semua anggota Hidayatullah untuk tetap istiqomah menjalankan pembangunan komunitas (community development) sesuai dengan cita-cita Islam demi menegakkan keadilan sosial dan menjadi rahmat bagi alam semesta. (ybh/hio)

 

Hidayatullah Yogyakarta Gelar Pelatihan Pengasuhan Ponpes

YOGYAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Upaya meningkatkan kemampuan para pengasuh asrama pondok pesantren menjadi perhatian Hidayatullah yang juga memiliki ratusan jaringan pondok pesantren se-Indonesia.

Untuk itu, bekerjasama dengan Baitul Maal Hidayatullah Yogyakarta, PT Riung Mitra Lestari dan Ummi Foundation, Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta mengadakan pelatihan pengasuh asrama pondok pesantren.

Kegiatan berlangsung Selasa-Rabu (24–25/4) di Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta.

“Pelatihan ini sebagai upaya meningkatkan kemampuan para pengasuh asrama pondok pesantren, juga menstandarkan metode kepengasuhan,” kata pemateri dari Griya Parenting, Ustaz Miftahul Jinan.

Dengan mengambil tema ‘Membangun Asrama Rapi dan Nyaman’, pelatihan ini merupakan pelatihan pertama yang diadakan di Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta.

Kegiatan diikuti lebih dari 50 peserta yang berasal dari enam kota di sekitar Yogyakarta. Meliputi Surakarta, Sukoharjo, Magelang, Kebumen, Cilacap, dan Yogyakarta.

“Insya Allah pelatihan ini akan diselenggarakan kembali pada jenjang level berikutnya. Agar keterampilan dan keilmuan dari para pengasuh pesantren dalam hal mengelola asrama menjadi lebih baik,” jelas Ustaz Arif, tim dari Griya Parenting.

Diharapkan, lanjut dia, setelah selesai dari pelatihan ini para pengasuh bisa mengaplikasikan ilmunya di tempat tugas masing-masing. Demikian juga mampu mengantarkan para santrinya bertanggung jawab atas kebersihan, kerapian, dan kenyamanan asrama.

“Para pengasuh mempunyai modal untuk mendampingi para santri bertangungjawab dan mampu membuat aturan-aturan dan prosedur keasramaan,” katanya.

Sementara itu, Ketua BMH Yogyakarta, CH Rohman, bersyukur kegiatan pelatihan tersebut dapat berjalan dengan baik. “Semoga ilmu yang didapat, menjadi bermanfaat dan dapat diterapkan di pesantren masing-masing,” ujarnya. (bcv/hio)

Silaturrahim Dai Membangun Negeri Papua dan Papua Barat

JAYAPURA (Hidayatullah) – Persaudaraan Dai Indonesia (Posdai) bekerjasama dengan DPW Hidayatullah Provinsi Papua menggelar acara silaturrahim dai bertaujuk “Bersama Dai Membangun Negeri” yang diselenggarakan Kampus Pesantren Hidayatullah, Jalan Kelapa Dua, Entrop, Holtekamp, Kota Jayapura, Sabtu (21/04/2018).

Acara tersebut menghadirkan narasumber Ketua Departemen Perkaderan DPP Hidayatullah Ust Shaleh Usman, Ketua DPW Hidayatullah Papua Ust Mualimin Amin, pembicara dari unsur pemerintah, MUI dan TNI.

Ketua Departemen Perkaderan DPP Hidayatullah Ust Shaleh Usman dalam pemaparannya mengatakan sejatinya setiap muslim adalah dai terlebih bagi kader Hidayatullah yang telah declare sebagai gerakan dakwah dan tarbiyah.

Karena itu, Shaleh mengingatkan, dakwah harus membingkai setiap kegiatan aktifitas kader Hidayatullah dan senantiasa meluruskan niatnya dalam rangka tarbiyah umat karena Allah SWT semata.

“Hidayah Allah sampai kepada umat bukan karena kuasa kita tetapi karena kuasa Allah SWT. Karena itulah tugas kita cukup berusaha, berikhtiar selalu di jalan dakwah, dan selanjutnya urusan Allah. Nikmati dan jalani saja,” ingatnya.

Dia pun mengingatkan pentingnya metodologi dakwah yang merangkul bukan “memukul”, sebagaimana telah diteladankan dengan elok oleh Rasulullah dan para sahabatnya serta telah diejawantahkan oleh para pendiri Hidayatullah.

“Para dai membangun negeri dengan pesan-pesan dakwah yang simpatik, inilah peran kependidikan umat yang selalu dinanti oleh masyarakat muslim terutama di kawasan terpencil dan minoritas,” imbuhnya.

Lebih jauh Ust Sholeh mendorong peningkatan kerja sama Hidayatullah di Papua dengan pemerintah daerah sehingga dakwah dan syiar Islam bisa digerakkan dengan lebih baik.

Acara diadakan di masjid Miftahul Jannah Kampus Madya Hidayatullah Jayapura Papua. Setelah 2 hari sebelumnya mengikuti rapat koordinasi kampus, peserta yang hadir dari Sorong, Kaimana, Bintuni, Raja Ampat, Manokwari, Nabire, Serui, Biak, Timika, Sentani, Keerom, Boven Digoel, Sarmi, Jayapura dan Merauke ini masih tetap semangat mengikuti acara.

Wakil Walikota Jayapura, H. Rustam Saru, MM menyampaikan dalam sambutan sekaligus didaulat membuka acara, bahwa kegiatan silaturrahim akan membuat panjang umur.

“Kalau mau panjang umur, banyak-banyak silaturahmi. Para dai harus bersatu dengan pemerintah, TNI Polri, orangkaya dan masyarakat agar pembinaan santri, dakwah dan pembangunan terus berkembang,” kata Wawali Rustam.

Wakil Bupati Rustam pun mengapresiasi kiprah Hidayatullah khususnya di Jayapura dalam menjaga toleransi dan persatuan dalam bingkai NKRI.

Ia juga mendukung pembagian 5 motor dai yang diserahkan atas Posdai, BMH dan DPW Hidayatullah Papua. Walikota menambahkan 1 motor sehingga genap 6 motor yang diserahterimakan pada acara ini.

Acara silaturrahim dai ini diikuti oleh kader-kader dai yang berasal dari berbagai daerah di Papua dan Papua Barat. Acara ini dihadiri juga oleh undangan seperti Kepala Bimas Islam Jayapura, Komandan Satgas Perbatasan RI-PNG, Kapolsek Muaratami dan beberapa tokoh masyarakat. */Haeranzi

Hidayatullah Mathematics and Science Olympiad II 2018

0

SURABAYA (Hidayatullah.or.id) – Gelaran tahunan ajang kompetisi bertajuk Hidayatullah Mathematics and Science Olympiad (HiMSO) yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, Jawa Timur, berjalan sukses dan acara ditutup pada Sabtu (21/04/2018).

Ajang kompetisi khususu matematika dan sains ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Jika pada umumnya olimpiade hanya dikhususkan untuk level kelas tertentu dan hanya 1 mata pelajaran saja, olimpiade ini untuk siswa kelas 1-6 dan mata pelajarannya yg dilombakan adalah Matematika dan IPA. Ketentuannya, satu peserta hanya boleh memilih satu; mengikuti olimpiade Matematika atau IPA.

Uniknya lagi, semua sekolah baik SD/MI Negeri-Swasta, Sekolah Islam/Non Islam, hingga Homeschooling pun bisa mengikutinya tanpa terkecuali.

Olimpiade perdana ini diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya dengan nama “Hidayatullah Mathematics And Science Olympiad (HiMSO) 2018. Antusiasme peserta sangat tinggi, data pendaftar lebih dari 6.000 peserta.

Babak penyisihan HiMSO telah dilaksanakan di 29 Rayon HiMSO pada tanggal 12 Maret 2017 dan yang lolos dari penyisihan mengikuti sesi Semifinal dan Final pada tanggal 21 April 2018 di Komplek Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, Jalan Kejawan Putih Tambak VI/Mulyorejo Surabaya.

Alhamdulillah, para peserta tampak riang mengikuti ajang ini. Sejumlah peraih predikat medali berhasil dibawa pulang oleh peserta dari luar Surabaya.

Mereka para peserta adalah anak-anak cerdas harapan umat dan bangsa. Dalam ajang ini panitia menyediakan hadiah total ratusan juta rupiah serta voucher umroh dan voucher pendidikan. (ybh/hio)

Hidayatullah Depok Peserta Deklarasi Sekolah Ramah Anak

Pengurus Departemen Pendidikan Pesantren Hidayatullah Depok (DP2HD), Abdul Rohim (berbaju batik) saat pembacaan deklarasi

DEPOK (Hidayatullah.or.id) – Pemerintah Kota Depok memiliki cita-cita menjadi Kota Layak Anak (KLA) di tahun 2021. Guna menunjang capaian tersebut, Pendidikan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok bersama dengan sedikitnya 352 sekolah mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak, di Baleka II lantai 10, (2/4).

Pengurus Departemen Pendidikan Pesantren Hidayatullah Depok (DP2HD), Abdul Rohim, mengatakan Kampus Pendidikan Hidayatullah Depok telah sejak lama mendapat predikat sebagai salah satu seko

lah inklusi terbaik di Kota Depok dan terus komitmen menjadi lingkungan sekolah ramah anak.

“Sekolah ramah anak adalah lingkungan pendidikan inklusif yang memberi perhatian sebaik-baiknya bagi semua peserta didik karena semua anak itu spesial. Hal itu tentu dapat berjalan baik dengan adanya sinergi harmoni antara pihak-pihak yang terkait di dalamnya baik antara wali murid dengan sekolah,” kata Rohim yang juga Kepala Sekolah SD Integral Hidayatullah Depok.

Sementara itu Walikota Depok, Mohammad Idris, dalam sambutannya mengatakan cita-cita Depok menjadi KLA. Karena itu meminta dukungan semua pihak untuk bersama mewujudkannya diantaranya dengan deklrasi sekolah ramah anak.

“Tapi jangan seremonial saja harus terwujud yang merupakan harapan kita,” katanya..

Program sekolah layak anak, kata dia, didasarkan dari undang-undang perlindungan anak dan sistim hak pendidikan bagi anak. Deklrasi ini juga sebagai kepedulian Pemkot Depok, menekan terjadinya kekerasan pada anak di sekolah.

“Kami harap deklrasi ini jangan awalnya saja semangat, tapi harus ada berkelanjutan. Tentu orang tua juga harus mendukung,” tuturnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Bidang Tumbuh Kembang dan Pengembangan Kota Layak Anak DPPAMK Depok, Yulia Oktaviani menyebutkan, acara deklrasi ini diikuti kurang lebih 352 sekolah.

Meski, jumlah itu lebih besar yang diajukan Dinas Pendidikan Depok. “Sebagain dulu dirangkul mendeklrasikan sekolah ramah anak,” kata Yulia, seperti dikutip Radar Depok.

Jumlah sekolah di Depok yang cukup banyak, akan dirangkul keseluruhanya di waktu Hari Anak Nasional pada 23 Juli. “Kami (DPPAMK) dan Disdik Depok serta OPD lain sepakat menciptakan sekolah ramah anak,” tutur dia.

Lanjut Yulia, sekolah ramah anak ini sudah berjalan di 120 sekolah berdasarkan data dan surat keputusan (SK) Disdik Depok. Namun, sekolah ramah anak ini akan dibuatkan SK Walikota Depok yang direncanakan pada April ini.

“Segera, karena drafnya sudah ada,” ucapnya.

Selain berdasarkan undang-undang dibentuk program sekolah layak anak, sambung dia, aktifitas anak di sekolah selama satu seperampat waktu dalam satu hari. Sebab, fenomena kasus kekerasan anak di sekolah masih ada.

“Adanya sekolah ramah anak bisa mengurangi kasus kekerasan pada anak di sekolah,” katanya. (rdk/hio)

Ikhtiar Menjadi Keluarga Dekat dengan Al-Quran

0

KENDARI (Hidayatullah.or.id)  – Laznas BMH Perwakilan Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan Dewan Pengurus Hidayatullah Sulawesi Tenggara menggelar tabligh akbar dengan tema “Membentuk Keluarga Qurani bersama Master Training Keluarga Qurani Ust Drs Zainuddin Musaddad, MA”.

Acara yang berlangsung di Pesantren Hidayatullah Putri, Jalan Orinunggu, Kendari, Sulawesi Tenggara, itu diikuti oleh 600 orang, Sabtu, (14/4).

Ustaz Zainuddin Musaddad adalah seorang praktisi parenting Qurani dengan enam orang anak yang seluruhnya hafiz Quran. Salah satu anak laki-laki Zainuddin saat ini sedang mewakili Universitas Islam Madinah dalam lomba hafalan Alquran 30 juz di Dubai.

Dalam tabligh akbar ini, Zainuddin memberikan penjelasan perihal bagaimana mendidik anak agar dapat menjadi seorang hafiz Quran.

“Bapak, Ibu, anak kita sukses, bekerja di tempat yang besar gajinya, itu sangat baik. Tetapi akan jauh lebih baik ketika anak-anak itu sejak kecil telah dekat, bahkan hafal Alquran, sehingga hidupnya tak bertabur bunga kala di dunia semata, tetapi dunia dan akhirat. Bagaimana caranya, berikan contoh, berikan keteladanan, dan buatlah hati dan perasaan mereka nyaman bersama Alquran,” katanya menerangkan.

Zainuddin menambahkan, malah sangat bagus jika anak-anak kita masih balita.

“Lebih-lebih yang saat ini punya anak balita, kesempatannya sangat terbuka. Peluk buah hati kita dengan membisikkan ayat-ayat Alquran di telinganya. Bahkan, kalau perlu berkomunikasi dengan anak-anak dengan Alquran,” katanya.

Lebih jauh, Zainuddin menambahkan bahwa jangan abai dengan interaksi anak dengan selain Alquran, terutama gawai dan segala macam tontonan yang tidak edukatif.

“Jangan dibebaskan melihat tontonan yang hanya memenuhi ruang memori anak kita dengan segala macam hal yang tidak membuatnya semakin dekat dengan Alquran. Itu sangat menghambat, sementara masa keemasan anak benar-benar hanya sebentar,” katanya menegaskan.

Kegiatan serupa rencananya digelar di beberapa tempat selain Kendari. “Insya Allah BMH akan menyelenggarakan acara semacam ini di beberapa tempat, seperti di Kabupaten Kolaka, Konawe, Kota Kendari, Kota Baubau, dan berakhir di Buton Tengah,” tutur Kepala BMH Perwakilan Sulawesi Tenggara, Fatahillah.

Di penghujung acara, BMH juga menyalurkan 1.000 bantuan perlengkapan shalat. Secara simbolis bantuan diberikan kepada lima orang mualaf warga Nanga Nanga binaan BMH.

“Alhamdulillah ini adalah amanah salah seorang muzaki kepada BMH dalam bentuk paket yang berisi sarung dan mukena. Paket tersebut disalurkan ke seluruh mualaf dan binaan BMH se-Sulawesi Tenggara,” kata Fatahillah.

Hidayatullah Peduli Bantu Korban Gempa Banjarnegara

0

BANJARNEGARA (Hidayatullah.or.id) – Hidayatullah Peduli yang merupakan gabungan tim Laznas BMH, IMS (Islamic Medical Service) dan SAR Hidayatullah terjun langsung pada bencana alam gempa bumi Banjarnegara.

Data di Desa Sidakangen menurut Sekdes, Suprapto, masih ada sekitar 600 orang yang terus disuplai makannya di dapur umum.

Sedangkan di Desa Kasinoman, warga yang masih mengungsi tercatat di Posko Satu ada 529 Jiwa sedangkan di Posko Dua, Tercatat 278 Jiwa masih mengungsi, terang Bapak Shodiq, Sekdes Kasinoman.

“Sampai saat ini, data logistik yang dibutuhkan warga yakni sembako, sayur mayur, peralatan mandi dan juga jajanan anak.” terang Ibu Suprapto di Dapur Umum di Desa Sidakangen.

Aksi ini sebagai wujud Hidayatullah kepada masyarakat Kalibening yang terdampak gempa bumi, di Kabupaten Banjarnegara yang pada hari Rabu (18/4) dilanda gempa bumi tektonik yang berkekuatan 4,4 SR.

Sampai Jum’at ini, Hidayatullah Peduli mensuplai logistik dapur umum, mendata masjid dan musholla yang rusak serta Silaturahim kepada tokoh-tokoh masyarakat.*/Yusran Yauma

Kiprah Muslimat Hidayatullah untuk Lahirkan Generasi Qurani

BATAM (Hidayatullah.or.id) – Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga DPP Hidayatullah, Ust Jamaluddin Nur, MM, mendorong badan organisasi otonom Muslimat Hidayatullah (Mushida) untuk selalu meningkatkan kiprah dakwah keummatan di masyarakat dalam rangka melahirkan generasi Qurani.

“Wanita shalehah adalah sebuah kebanggaan bagi keluarga dan masyarakat. Apalagi ia berkiprah mengembangkan dakwah, tidak hanya dalam keluarga saja wilayah juangnya namun juga merangkul umat untuk melahirkan generasi Qurani seperti visi Mushida,” kata Jamaludin Nur dalam sambutannya saat membuka acara Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Mushida Riau di Gedung Asia Raya Kampus II Hidayatullah Batam, belum lama ini.

Rakerwil yang dibuka oleh Ust Jamaluddin yang juga Ketua Yayasan Hidayatullah Batam ini dihadiri oleh puluhan peserta fungsionaris Pengurus Daerah (PD) se-Kepri. Diantaranya PD Bintan, PD Tanjung Pinang, PD Tanjung Balai Karimun, PD Anambas, dan PD Batam.

Rakerwil bertema “Revitalisasi Peran Muslimat Hidayatullah dalam Membangun Peradaban Islam” ini diadakan dalam rangka membahas hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Mushida di Ciawi Februari lalu.

Ketua PW Muslimat Hidayatullah Kepri Syarifah Yusmilah dalam pengarahannya mengatakan Mushida adalah sebagai organisasi pendukung dari ormas Hidayatullah memiliki peran yang sangat penting khusunya di kalangan keluarga dan muslimat.

Rakerwil ini juga dirangkai dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda). Dalam kegiatab ini masing-masing PD berkumpul didampingi perwakilan PW Kepri. Kegiatan ditutup sore hari usai penyampaian hasil musyawarah PD dilanjutkan dengan foto bersama.*/Rifqiyati Hudayani

 

 

 

 

Ulama Menghindarkan Semut Dari Mara Bahaya

0

SYEIKH ALI AL KHAWWAS adalah ulama sufi yang tidak hanya memperhatikan interaksi dengan manusia, namun interkasi dengan hewan pun amat diperhatikan.

Syeikh Ali Al Khawwas sering mencari-cari lubang semut di rumahnya dan menaruh remah-remah roti di depannya.

Sautu saat Syeikh Ali Al Khawwas berkata mengenai perbuatannya itu, ”Semut jika ia lapar, maka ia terpaksa keluar dari sarangnya mencari makanan. Dalam keadaan demikian ia berada dalam mara bahwa, terkadang ia jatuh ke liang, terkadang ia terinjak hingga ia mati atau kakinya patah. Dengan memberinya makanan di depan sarangnya maka semut itu tidak perlu keluar untuk menantang bahaya karena mencari makanan.” (Lawaqih Al NAwar Al Qudsiyyah, hal. 401). */Thoriq

Santri Hidayatullah Juara II Lomba Hafal Qur’an di Madinah

MADINAH (Hidayatullah.or.id) – Mahasiswa Indonesia kembali mengharumkan tanah air di luar negeri. Salah seorang mahasiswa asal Balikpapan, Kalimantan Timur, meraih juara dua dalam perlombaan Hifzhul Qur’an Kamil (30 juz) yang diadakan oleh Universitas Islam Madinah (UIM) di Madinah, Arab Saudi.

Perlombaan ini diadakan atas nama Rektorat UIM, dengan tema “Musabaqah Ma’alii Mudiril Jamiah Lil Qur’anil Karim”.

Para peraih juara yaitu Muhammad Ibrohim Idris (Madinah, juara I), Muhammad Baharun Musaddad (Indonesia, juara II), dan Ahmad Mahmud Mah (Syinqity, juara III).

Baharun, peraih juara dua dalam perlombaan tersebut, merupakan mahasiswa Indonesia yang saat ini menduduki bangku perkuliahan Jurusan al-Qur’an semester enam di UIM.

Perlombaan tersebut memakan waktu yang cukup lama. Melewati tahap seleksi: seleksi pertama diikuti oleh sejumlah mahasiswa, kemudian seleksi kedua diikuti oleh mahasiswa yang berjumlah sepuluh orang, dan seleksi ketiga diikuti oleh tiga mahasiswa.

Hingga pada hari Selasa malam tanggal 17 April 2018, merupakan acara puncak penutupan sekaligus pengumuman hasil perlombaan.

Pihak UIM juga memberikan hadiah berupa uang kepada para pemenang lomba.

Pemberian penghargaan tersebut langsung disampaikan oleh Rektor UIM Dr Hatim bin Hasan bin Hamzah Al-Marzuqi.

Baharun yang biasa disapa Harun merupakan santri Hidayatullah yang juga alumnus Pondok Pesantren Darul Huffadh di Tuju-Tuju, Bone, Sulawesi Selatan.

Anak dari Ketua Departemen Adab & Pembinaan Keluarga DPP Hidayatullah KH. Drs. Zainuddin Musaddad, MA, baru-baru ini mewakili Universitas Islam Madinah (UIM) dalam Musabaqoh Hifdzul Qur’an Internasional di Dubai, Uni Emirat Arab.

“Alhamdulillah Saudara Muhammad Baharun Musaddad memenangkan juara 2 lomba Tahfidz Qur’an 30 Juz di Madinah yang diikuti kurang lebih 400 peserta dan di antaranya ada banyak Doktor Qur’an & S2,” tulis Lembaga Pendidikan dan Pengkaderan Hidayatullah Balikpapan lewat akun Instagram resminya, @lpph_gutem, Rabu (18/04/2018).*