Beranda blog Halaman 545

Hidayatullah Majene Mendesak Diterbitkan Perda Larang Miras

0

MAJENE (Hidayatullah.or.id) – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Kabupaten Majene mendesak diterbitkannya Perda tentang Pelarangan Minuman Keras di kota ini mengingat mudharat yang lebih besar.

Usulan desakan tersebut disampaikan pengurus Hidayatullah Majene, Abdul Rahman, dalam pertemuan elemen masyarakatd an ormas yang membahas tentang polemik Perda Miras di DPRD Majene, Rabu 3 Januari 2018.

“Kita tutup forum ini dengan membatalkan Perda dan berharap anggota dewan agar menggunakan hak inisiatif untuk membuat perda pelarangan miras,” kata Abdul Rahman pada kesempatan tersebut.

Abdul menilai, peredaran miras perlu mendapatkan regulasi yang ketat agar tidak berdampak serius terhadap generasi bangsa.

Abdul pun berharap Rancangan Undang-undang Minuman Keras (RUU Miras) yang kini tengah dibahas di DPR RI memuat regulasi yang berpihak kepada kelangsungsungan generasi bangsa mengingat minuman alkohol oplosan yang menghantui generasi muda milenial atau biasa disebut Kids Zaman Now.

Seperti diketahui, DPRD dan Pemda Majene menggelar pertemuan dengan sejumlah organisasi masyarakat (ormas), mahasiswa dan sejumlah tokoh masyarakat di Ruang Persidangan DPRD Majene ini untuk membahas Perda tentang retribusi izin tempat penjualan minuman beralkohol atau minuman keras (miras) yang menuai polemik sejak disahkan, Kamis 28 Desember 2017 silam.

Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustian Majene sebagai pengusul Perda itu juga turut hadir. Termasuk Bupati, Fahmi Massiara yang duduk berdampingan Ketua DPRD Majene, Darmansyah yang memimpin pertemuan.

Seluruh organisasi dan masyarakat menolak Perda itu. Termasuk mendesak agar Perda nomor 21 tahun 2012 tentang pengadaan, pengedaran, penjualan, pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol segera dicabut. Mereka juga mengusul Perda pelarangan miras di Majene.

Seluruh tuntuan dikabulkan dalam pertemuan itu. Darmansyah mengatakan, usulan penbatalan Perda miras yang baru disahkan telah disampaikan ke gubernur, Rabu 3 Januari 2018 pukul 11.00.

Sementara itu, pembahasan Rancangan Undang-Undang Minuman Beralkohol di DPR RI saat ini pun masih alot. Sebab, Panitia Khusus (Pansus) masih terus memperdebatkan dua opsi pilihan terkait dengan pengendalian minuman beralkohol di pasaran, yaitu pelarangan secara total atau pengendalian secara ketat. (ybh/hio)

Dari Kupang Mengabdi di Tapal Batas Kepulauan Anambas

0

ANAMBAS (Hidayatullah.or.id) – Sebagai organisasi yang memiliki mainstream gerakan dakwah dan pendidikan, Hidayatullah selalu mendorong kadernya untuk membangun dan menyebarkan wawasan kebangsaan guna merawat dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai rumah besar kita.

Nilai-nilai itu pulalah yang ditanamkan kepada segenap kader sehingga kader Hidayatullah siap mengabdikan diri untuk umat dimana saja termasuk ke daerah-daerah terpencil untuk membina umat.

Demikianlah misalnya yang kini dijalani dai muda Hidayatullah Lukman Banfatin yang kini mengemban amanah dakwah di tapal batas NKRI di Anambas.

Lahir 24 tahun yang lalu di Sillu, Nusa Tenggara Timur. Lukman Banfatin itulah nama pemberian dari kedua orangtuanya, berharap dari nama ini anaknya menjadi seorang guru.

Masa-masa sekolah Lukman dihabiskan di Kupang, NTT mulai dari Madrasah Ibtidaiyyah hingga Madrasah Aliyah.

Bakat untuk menjadi guru, sebagaimana harapan dari orangtuanya ini sudah mulai muncul ketika ia bertemu dengan seorang dai Hidayatullah, Suhardi Lehidonu, yang bertugas di kampung halamannya.

“Beliau mengabdikan ilmunya di daerah kediaman kami yang jauh dari pusat kota dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki sepanjang 20 km. Dengan kehadiran beliau kami dapat belajar iqra sampai bisa membaca Al-Quran,” kata Lukman.

Oleh Kepala Sekolah Madrasah Aliyahnya di Pesantren Hidayatullah Kupang ditawarkan kepada orangtua, agar Lukman melanjutkan studinya di STIT Batam milik Hidayatullah.

Tanpa pikir panjang, kedua orangtua Lukman langsung merestui anaknya untuk melanjutkan belajarnya hingga keluar dari tanah kelahirannya.

Menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi orangtua yang mampu menyekolahkan anaknya hingga keluar dari kampung halamannya, yang patut disyukuri adalah semua itu beasiswa penuh dari STIT Hidayatullah.

“Berharap, semoga Lukman mampu mewujudkan cita-citanya menjadi seorang guru aamiin,” tutur ibunda Lukman yang tidak terasa airmata beliau menetes.

Tugas menjadi seorang guru itu, Lukman dapatkan ketika lulus dari STIT Hidayatullah Batam dan kini mengabdi kepada masyarakat dengan menjadi guru Al Quran dan taklim keislaman.

Saat ini suami dari Siti Khodijah Rusli ini membutuhkan sebuah sarana transportasi untuk menunjang kegiatan belajar-mengajarnya bersama masyarakat binaannya di Desa Tarempa Timur, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Anambas.

Lukman menempuh pendidikan SD di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Sillu Kupang, MTs dan MA di Hidayatullah Kupang serta menuntaskannya studi tingginya di STIT Hidayatullah Batam. (ybh/hio)

Pemkab Komitmen Dukung Kiprah Hidayatullah Buteng

BUTON TENGAH (Hidayatullah.or.id) – Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Pemkab Buteng) siap mendukung kiprah Hidayatullah serta mendorong Hidayatullah terus memajukan perannya di kawasan ini dengan amal usahanya di bidang dakwah dan pendidikan sebagai mainstream gerakan.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Buton Tengah Kapten Inf (Purn) La Ntau saat meresmkikan Yayasan Ali bin Abi Thalib Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Buton Tengah, Selasa (02/1/2017).

Sebagai bentuk bukti komitmennya, pada kesempatan tersebut Wakil Bupati menyatakan akan menyerahkan sebagai gaji bulanannya untuk mendukung pembangunan Hidayatullah Buton Tengah.

“Sebagian gaji saya siap dipotong untuk mendukung percepatan pembangunan Hidayatullah Buton Tengah,” kata Wabup La Ntau.

Lebih lanjut pada kesempatan itu Wakil bupati juga berpesan agar semua pihak turut membantu percepatan pembangunan Pesantren Hidayatullah Buton Tengah.

Di kesempatan yang sama, Ketua Bidang Tarbiyah DPP Hidayatullah ust Tasyrif Amin dalam sambutannya berpesan agar seluruh jajaran fungsionaris Hidayatullah Sultra fokus mengembangkan pendidikan dan ekonomi untuk memperkuat basis gerakan dakwah dan kesejahteraan ummat.

Hidayatullah Buton Tengah provinsi Sulawesi Tenggara berdiri di atas lahan berbatu cadas seluas 0,5 Ha berada di pesisir pantai.

Hidayatullah Buteng Mulai dirintis tahun 2015 oleh Ustadz Rusli, kader Hidayatullah asal Mawasangka, Buton Tengah.

Saat ini Kampus Hidayatullah Buton Tengah telah membuka program pendidikan formal TK, SD dan SMP yang mendapat sambutan positif dari masyarakat nelayan di Mawasangka. Selain, Hidayatullah Buton Tengah telah menyelenggarakan program diniyah kepesantrenan.

Jerih payah Ust Rusli berbuah penghargaan sebagai kampus perintisan terbaik pada ajang Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) III Hidayatullah Sultra yang diadakan di Kota Raha mulai tanggal 30 -31 Desember 2017 dan dihadiri oleh Ketua Bidang Tarbiyah DPP Hidayatullah Drs.Tasyrif Amin,M.Pd.I. (ybh/hio)

Hidayatullah Bandung Barat Ingin Mencetak Santri Ahli Pertanian

0

BANDUNG BARAT (Hidayatullah.or.id) – Yayasan Cahaya Pejuang Peradaban – DPD Hidayatullah Bandung Barat ingin mencetak santri yang tidak saja ahli dalam ilmu agama tetapi juga memiliki lifeskill dengan kecakapan dalam bidang pertanian.

Harapan tersebut semakin dikukuhkan dalam acara Rapat Kerja Yayasan yang digelar didigelar di sebuah Villa milik Bapak H Imam Setiawan, akhir pekan lalu, yang dilanjutkan dengan konsolidasi pengurus dan santri.

Dalam upaya mencapai target program yang telah ditetapkan, Yayasan Cahaya Pejuang Peradaban Hidayatullah Bandung Barat semakin mensolidkan dan meningkatkan produktifitas kerja mengingat terdapat agenda penting dan mendesak tahun 2017 yaitu pembebasan lahan yg belum tuntas.

Agendanya, tanah tersebut untuk pengembangan belajar para santri supaya memiliki skill pertanian yg dapat memberikan nilai tambah keilmuan dan kemandirian santri.

Kedepannya di atas lahan pertanian tersebut akan pengembangan pendidikan formal berupa SMK Pertanian dan kebun organik percontohan.

Semua pengurus, pembina dan pengawas Yayasan Cahaya Pejuang Peradaban – DPD Hidayatullah Bandung Barat hadir, dan memberikan arahan, motivasi dan penguatan untuk meningkatkan kinerja di tahun 2018.

Yayasan yang bermula pada tahun 2012 oleh almarhum H Atang Syahidin bersama keluarga itu berawal dari sebuah kepedulian Atang melihat realitas di Kampung Pangkalan, RT 02 RW 08 Desa Cimanggu, masih banyak anak anak yang putus sekolah dan tidak bisa melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.

Selain itu, banyak masyarakat terjerat renternir, dan rendahnya kesadaran beragama hingga terjadi pendangkalan aqidah dan moralitas remaja rendah.

Ketua Yayasan Cahaya Pejuang Peradaban Ust Fathun Qorib berharap apa yang telah dimusyawarahkan dengan bermujahadah hingga larut malam, bisa dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan niat karena Allah SWT.

Sementara Ust Abu hamzah sebagai Ketua Dewan Pembina menyampaikan pengurus harus menjaga soliditas dan produktivitas sesuai tema Raker YCPP, “Tingkatkan Soliditas dan Produktivitas dalam Bekerja Menuju Peradaban Islam”.

“Sehingga para pengurus memiliki spirit yang kuat dilandasi orientasi yang jelas dalam mencari ridha Allah. Dengan menumbuhkan jiwa leadership yang memiliki intergritas insyaa Allah program kerja yang akan dilaksanakan akan bisa dicapai,” pesan Abu Hamzah.

Tuan rumah yakni H Imam Setiawan turut memberikan motivasi. Dengan semangat dan perhatiannya, Imam Setiawan berupaya membuat program pembinaan masyarakat dengan mendirikan majelis taklim, dan Pesantren Pertanian At Taqwa dengan dukungan dari BMH dan para dai dari Hidayatullah.

Yayasan ini kini sudah memiliki sebuah bangunan asrama meskipun baru 40 persen dari yang ditargetkan untuk asrama santri tahfidz agropreuneur yatim dan dhuafa, saung hidroponik, Masjid At Taqwa, sarana pendidikan TK,TPA dan MDA, serta Taman Baca Masyarakat. */Azoen Asep

DPW NAD Siap Sukseskan Pembangunan Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah

0

LHOKSEUMAWE (Hidayatullah.or.id) – Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) nyatakan komitmennya untuk mensukseskan pembangunan gedung Pusat Dakwah Hidayatullah di Jakarta.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rangkaian acara Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW Hidayatullah Provinsi NAD yang berlangsung selama 2 hari di Aula Masjid Istiqamah PT Arun LNG, Kota Lhokseumawe, dibuka Jum’at (29/12/2017).

Seluruh DPD devenitif menyatakan partisipasinya dalam pendanaan program DPW melalui APBO 2018. Adapun konstribusi DPW NAD ke DPP sudah tertuang dalam APBO 2018

Semua kader yang hadir dalam Rakerwil telah berkomitmen untuk mensukseskan pembangunan gedung “Pusat Dakwah Hidayatullah” Jakarta dengan nominal kontribusi sementara telah disepakati.

Begitu juga komitmen DPW Hidyatullah NAD dan amal-amal usahanya terhadap pembangunan gedung Pusat Dakwah Hidayatullah yang dibangun di Jakarta, atau di lokasi gedung lama saat ini.

Acara Rakerwil ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe, T Mansur SAg MSP yang diwakili oleh Kepala Bidang Dayah (Pesantren) Lhokseumawe.

Acara pembukaan Rakerwil 2018 DPW NAD ini juga dihadiri oleh Bendahara Umum DPP Hidayatullah Ust Wahyu Rahman, MM, petinggi BDI PT. Arun LNG, perwakilan Polresta dan tokoh masyarakat lainnya. Peserta Rakerwil terdiri dari pengurus DPW, 5 DPD devenitif dan 8 DPD perintisan.

Pada kesempatan tersebut DPW Hidayatullah NAD juga menyatakan komitmen untuk terus berupaya meningkatkan kapasitas pelaksanaan halaqah diniyah yang kini sudah berjalan di 4 kampus; Nisam Aceh Utara (Kampus Pratama), Nusa-Lhoknga (Kampus Madya), Paroe-Lhong Aceh Besar, dan Kota Cane Aceh Tenggara (Kampus Pratama)

Menyusul dengan semakin meningkatnya jumlah amal usaha sosial yayasan, DPW Hidayatullah NAD juga berkomitmen untuk semakin meningkatkan kualitas dan profesionalisme sistem pengelolaan yayasan yang dibawahinya baik dalam standar manajemen operasional maupun manajemen keuangannya yang sejauh ini belum sepenuhnya optimal.

Seiring dengan itu, DPW Hidayatullah NAD juga mencanangkan revitalisasi gerakan dakwah fardiyah bagi segenap kader baik struktutal DPW, DPD, maupun simpatisan. Serta akan mulai mengintensifkan pembinaan anggota-wali murid.(ybh/hio)

Dai Hidayatullah di Papua Dorong Semangat Ber-Quran

0
Ketua DPD Hidayatulllah Timika Ust Kasim Rumaf

MERAUKE (Hidayatullah.or.id) – Putra asli Maluku asal Sentani yang juga Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Timika, Ust Kasim Rumaf, mendorong segenap kader Hidayatullah agar selalu terus semangat mempelajari dan mengkaji Al Quran.

Hal itu disampikan Rumaf kala memberikan taushiah selepas shalat Subuh dalam rangkaian acara pra Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Papua yang diselenggarakan di Kampus Hidayatullah Merauke, Jum’at.

“Maka kita harus optimis. Jangan pesimis. Jika Al-Quran yang menjadi tuntunan kita maka rasa-rasanya tidak ada pekerjaan yang tidak bisa kita selesaikan,” kata Kasim Rumaf.

Pada kesempatan tersebut Kasim Rumaf sempat bernostalgia ketika ia ditugaskan oleh Pengurus Pusat Hidayatullah melalui pengurus wilayah setempat untuk mengemban amal dakwah di Merauke pada tahun 1997.

Kini Rumaf merasa sangat bersyukur sebab telah menyaksikan banyak perubahan dan peningkatan tidak saja di bidang dakwah, termasuk juga bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan.

“Inilah hasil dari semangat ber-Qur’an. Bahkan, terpikirkan jika Al-Qur’an sudah tertanam di dada kita, menjadi presiden pun tidak terasa berat, haha,” kata Rumaf mantap.

Rumaf menyebutkan, baru baru ini dia membaca sebuah tulisan (artikel) lewat media sosial, bahwa seorang Perdana Menteri Inggris periode 1804-1898, tanpa merinci namanya, mengatakan bahwa umat Islam tidak akan bisa kita kalah dengan senjata canggih sekalipun selagi Al-Qur’an tertanam di dada pemuda dan generasi Islam.

“Makanya untuk mengalahkan Islam, dijauhkanlah pemuda Islam dari Al-Qur’an. Caranya adalah dengan menjadikan minuman keras jadi kebutuhannya, menjadikan pergaulan dan seks bebas dalam kehidupannya,” imbuh Rumaf.

InsyaAllah, lanjut dia, kita yang berada di lembaga dakwah Hidayatullah ini terbebas dari yang demikian dan mendorong kader wajib untuk terus menjaga Al-Qur’an.

“Bagi generasi muda Hidayatullah harus lebih semangat lagi mengkaji Al-Qur’an. Semoga Allah SWT melindungi dan menguatkan kita dalam membangun peradaban dan melayani umat di Papua ini, pungkasnya.

DPW Hidayatullah Papua menggelar Rakerwil 2018 berlangsung di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Merauke yang berlangsung selama 3 hari.

Acara Rakerwil ini dihadiri oleh semua pengurus inti baik DPD, DPC, DPRa, maupun amal usaha Hidayatullah se-Provinsi Papua. Acara tersebut dibuka oleh Ketua Bidang Organisasi DPP Hidayatullah Ir Khairil Baitis. Beliau turut dibersamai Ketua Departemen Antar Lembaga DPP Hidayatullah Ust Jamaluddin Nur yang sekaligus menjadi narasumber tabligh akbar yang digelar di kota itu.*/Muhammad Haeranzi

Ketika Gemar Mengaji pun Distigma Negatif

MENGAPA kita dihalangi untuk berkumpul kompak dalam satu barisan? Sebab, ada yang ketakutan. Mereka sadar kalah jumlah dan sebetulnya tidak bersatu.

Saat persatuan dan kekompakan kita terwujud, mereka sebetulnya tahu keamanannya terjamin. Sudah terbukti sejak zaman kerajaan dulu. Tapi, jelas saja kekuasaannya terancam dan dominasinya pasti runtuh.

Mengapa kita dituduh ada broker kaya-raya yang mendanai aksi-aksi massif itu? Sebab, ada yang ketakutan. Mereka sadar bahwa kita sebenarnya sangat kaya dan tidak perlu disumbang siapa pun. Bukankah selama ini mereka yang menikmati kekayaan kita itu?

Mereka sangat paham, perusahaan dan toko mereka untung besar karena daya beli kita yang masih sanggup memborong produk apa pun yang ditawarkan.

Kalau sekedar ke Jakarta dua hari, naik pesawat pulang pergi, menginap di hotel dan makan di restoran, apalah artinya itu. Bahkan, kita masih sanggup mengongkosi kawan dan saling mentraktir sekian banyak orang yang hadir!

Mengapa kita dicitrakan intoleran hanya karena memilih berbelanja di toko milik sesama muslim? Sebab, ada yang ketakutan. Mereka sadar bahwa tanpa konsumen muslim perekonomian mereka pasti gulung tikar, dari hulu sampai hilir, offline dan online, jasa, retail, transportasi, keuangan, konsumsi, properti, agrikultur, farmasi, teknologi, pendidikan, kesehatan, fashion, media massa, travel, pariwisata, dan seterusnya.

Mengapa kita dipersoalkan saat getol memperjuangkan jaminan produk halal? Sebab, ada yang ketakutan. Sudahlah, siapa pun tahu masalah simpel ini. Bahkan, bisnis-bisnis haram dan ilegal mereka, siapa yang mengkonsumsinya? Bukankah bisnis miras, narkoba, prostitusi, pornografi, rokok, adalah ladang uang trilyunan?

Dan, mereka membidik kita pula sebagai pasarnya. Jangan heran jika seorang kafir yang tidak secuil pun keinginan menjayakan Islam ikut-ikutan memasang label “syariah” dan “halal” pada bisnis dan produknya. Tidak sulit memahaminya.

Mengapa kita difitnah sebagai pemecah belah NKRI? Sebab, ada yang ketakutan. Jika kita melek dan bicara lantang perihal kenyataan negeri ini, agenda-agenda busuk mereka pasti terbongkar dan khatam cukup sampai di sini.

Mereka tahu, yang menyatukan Nusantara justru kaum muslimin. Dari Sabang sampai Merauke, NKRI eksis karena ukhuwah islamiyah terjaga. Lucu kalau dituduh sebaliknya.

Mengapa kita dilabeli “ditunggangi kepentingan politis”? Sebab, ada yang ketakutan. Politiklah pusat dominasi mereka, lewat kebijakan-kebijakan yang mereka setir sesuai agenda kelompok dan interesnya sendiri. Bila kita masuk ke medan tempur itu, taktik “pintu belakang” mereka pasti ketahuan dan seret.

Hanya karena maraknya suap dan praktik kotor saja maka rakyat disengsarakan oleh pemerintahnya sendiri.

Maka, yang mereka takuti bukan sistem khilafah atau sistem politik apa pun itu, tapi para pejabat dan politikus bersih yang tidak bisa disuap dan berpihak pada rakyatnya. Terbukti, sebetulnya mereka bisa bekerjasama dengan komunis, sosialis, sekuleris, animis, demokratis, atheis, raja, presiden, kaisar, kepala suku, lurah, camat, bupati, walikota, gubernur, menteri. Everybody. Mereka tidak peduli agama dan moral. Tuhan mereka duit dan syariat mereka menghalalkan segalanya.

Mengapa kita diberi stigma negatif jika rajin ke masjid, gemar mengaji, suka berinfak, dan menutup aurat dengan sempurna? Sebab, ada yang ketakutan. Bagaimana pun, penyebab populernya gaya hidup mereka adalah karena jauhnya kita dari agama Allah.

Hanya kedekatan kepada Allah yang bisa membuka tabir yang mengurung mata dan hati kita, sehingga ada furqan: mana haq mana bathil. Saat itulah, mall mereka akan sepi, buku dan film fiksi mereka tidak laku, bank mereka kurus-kurus, dan bisnis maksiat mereka sepi peminat.

Kita tidak butuh lagi kepada jasa yang mereka tawarkan, sebab yang Allah berikan sudah lebih dari cukup dan yang Dia janjikan tak terhingga banyaknya.

Mengapa ulama kita yang tegas berdakwah dan lantang menyuarakan aspirasi umat dibungkam dan dipersekusi? Sebab, ada yang ketakutan. Umat ini taat kepada ulama. Itu warisan kultur Islam di mana pun.

Dan, bila kita mendengarkan bimbingan mereka dalam meniti kehidupan ini, kepentingan dan agenda mereka terancam surut bahkan bubar. Segala upaya mereka tempuh agar umat tetap terjauh dari ulama, tapi dekat dengan artis-artis fasik dan pengumbar nista.

Mengapa? Ya, Alhamdulillah, kita sekarang semakin mengerti. Ya Allah, teguhkan dan bimbing kami melewati ujian ini.

_____
ALIMIN MUKHTAR

SAR Hidayatullah Didorong Satukan 3 Dimensi Kekuatan

0

BOGOR (Hidayatullah.or.id) – Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq, MA, mendorong badan penanggulangan bencana, pencarian dan pertolongan (SAR/search and rescue) Hidayatullah, SAR Nasional Hidayatullah, untuk selalu menyatukan dan menguatkan 3 dimensi kekuatan.

Ketiga dimensi kekuatan tersebut yaitu kekuatan spiritual, kekuatan intelektual, dan kekuatan fisikal.

“Selain itu, jalin silaturrahim kesemua lini,” katanya saat membuka acara Musyawarah Besar IV SAR Hidayatullah di Villa Hidayaturrahman, Kaki Gunung Bungalow, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/12/2017).

Pada kesempatan tersebut, beliau yang didampingi Kepala SAR Hidayatullah Pusat Syaharuddin Yusuf didapuk untuk menyematkan pin kepada empat tokoh penerima tanda sebagai anggota kehormatan SAR Hidayatullah.

Penerima tanda kehormatan ini adalah Pakar Hukum Pidana yang juga penasehat hukum Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Dr. Chairul Huda, SH. MH, Retno Budiharo (Direktorat Operasi Basarnas), Peltu Ahmad Jaya (Marinir), dan Dr Dudung A. Abdullah (Ketua STIE Hidayatullah).

SAR Nasional Hidayatullah menggelar Mubes IV di Villa Hidayaturrahman Kaki Gunung Bungalow, Ciawi, Kota Bogor, Jawa Barat. Agenda Mubes ini dihadiri oleh seluruh Pengurus SAR Hidayatullah se-Indonesia.

Mubes IV SAR Hidayatullah 2017 melakukan sidang komisi sebagai salah satu upaya untuk menggali dan menampung pandangan anggota SAR Hidayatullah secara nasional.

Di sela-sela itu peserta juga akan mendapatkan materi dari para narasumber yang terkait dengan kebencanaan atau seach and rescue dan serangkaian kegiatan lainnya.

Selain dilaksanakan pemilihan Ketua Umum baru, dalam Mubes ke-IV SAR Hidayatullah yang dilaksanakan selama 3 di Ciawi, Bogor, tersebut akan diluncurkan unit layanan SIGAB SAR Hidayatullah. (ybh/hio)

Mohon Doa dan Restu untuk Pembangunan Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah Jakarta

Visualisasi maket gedung Pusat Dakwah Hidayatullah / IST

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Hidayatullah akan membangun gedung Pusat Dakwah Hidayatullah berlokasi di Jln Cipinang Cempedak I/14 Otista Polonia, Jatinegara, Jakarta Timur. Saat ini proses pembangunan sudah mulai berjalan.

Ketua Panitia Pembangunan Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah Ust H Jamaluddin Nur mengatakan keberadaan gedung dakwah yang juga Kantor Pusat Hidayatullah ini guna untuk menunjang kiprah Hidayatullah mewujudkan cita cita Islam yang bermartabat.

“Sebagai wujud peran serta Hidayatullah di dalam membangun dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Jamaluddin belum lama ini.

Oleh karena itu, kata Jamaluddin, panitia pembangunan gedung Pusat Dakwah Hidayatullah memohon doa restu kepada segenap komponen baik pemerintah dan kepada seluruh simpul masyarakat.

“Mohon dukungan doa restu akan dibangunnya gedung Pusat Dakwah Hidayatullah. Tentu dalam pembangunan ini tidak semuanya bisa kami lakukan dengan baik dan paripurna tanpa dukungan dari masyarakat,” katanya.

Olehnya itu, lanjut dia, dengan hadirnya gedung dakwah ini diharapkan dapat menjawab tantangan zaman baik menyangkut masalah dakwah, pendidikan, ekonomi, sosial termasuk di dalamnya bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik Kepada umat.

“Kita berharap hadirnya gedung dakwah Hidayatullah ini akan turut semakin meningkatkan peran Hidayatullah dalam memberikan pencerahan terbaik di dalam rangka untuk menjaga eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Jamaluddin mengatakan, ditargetkan pembangunan ini selesai dalam waktu paling tidak satu tahun.

“Karena itu kami sangat mengharapkan doa restu dari pemerintah masyarakat dan seluruh simpul masyarakat Indonesia,” tukasnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq mengatakan, kehadiran Hidayatullah sejak awal telah mendapatkan sambutan dan apreasiasi dari berbagai pihak Baik pemerintah swasta maupun masyarakat secara luas.

Patut disyukuri, kiprah Hidayatullah semakin dirasakan oleh umat. Kini Hidayatullah telah hadir di seluruh Penjuru Indonesia dan berdiri di 34 provinsi Di Indonesia dan telah hadir tidak kurang di 340 kabupaten kota.

Amal usaha Hidayatullah pun terus berkembang, jaringannya semakin luas. Selain itu, hubungan silaturahim dan sinergi dengan berbagai pihak di dalam dan luar negeri juga Terjalin dengan baik.

“Maka sudah saatnya Hidayatullah yang semakin besar ini memiliki kantor pusat dan gedung dakwah yang representatif . Nantinya gedung ini akan dilengkapi dengan bangunan masjid bagi masyarakat umum,” kata Ust Nashirul.

Untuk itu, beliau mengajak keluarga besar Hidayatulloh baik pengurus struktural, pengelola amal usaha, guru dan karyawan, serta seluruh anggota jamaah dan simpatisan Hidayatullah, untuk bersama-sama memberikan dukungan dan kontribusi berupa infaq shadaqah wakaf dan bantuan bantuan lainnya.

“Sehingga pembangunan gedung dakwah dan Masjid Baitul Karim ini dapat berjalan dengan baik. Insya Allah mari kita berinvestasi untuk masa depan kita yang abadi di akhirat untuk mewujudkan sarana ibadah, tarbiyah dan dakwah sekaligus pusat kepemimpinan organisasi Hidayatullah secara nasional,” imbuhnya.

Semoga Allah subhanahu wa Ta’ala senantiasa melimpahkan rejeki yang halal Kepada kita semua. Memberikan keberkahan dan menggantikan Apa yang kita infaqkan.

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

(Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya), (QS Saba [34]: 39).

[youtube width=”600″ height=”337″ src=”KKHMjJ5p0zA?rel=0&autoplay=1″][/youtube]

Rakerwil Hidayatullah Kaltara Fokus Kembangkan Jaringan

0

TANA TIDUNG (Hidayatullah.or.id) – Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) 2018 yang digelar selama 3 hari di Kabupaten Tana Tidung (KTT), Kaltara, dibuka Sabtu (24/12/2017).

Rakerwil DPW Kalimantan Utara yang dihadiri semua unsur DPD, DPC, DPRa, BMH Perwakilan, organisasi pendukung, Kampus Madya, amal usaha tingkat wilayah dan teamwork DPW Kalimantan Utara ini dibuka oleh Bupati Kabupaten Tana Tidung (KTT), H Undunsyah.

Hadir pula dalam kesempatan pembukaan acara tersebut perwakilan TNI dan Polri, Ketua Departemen Organisasi DPP Hidayatullah Syamsuddin, Ketua DPW Hidayatullah Kaltara Nur Yahya Asa, Sekretaris Muhammad Randi, Kadep Dakwah Muhammad Khirson Sulaiman, dan sejumlah pengurus lainnya.

Diantara program kerja dicanangkan yang menjadi usaha serius DPW Hidayatullah Kaltara adalah Komitmen kontribusi kader/amal usaha untuk pembangunan Gedung Dakwah Hidayatullah Pusat di Jakarta yang saat telah mulai penggarapannya. Serta, komitmen program pengembangan jaringan baru DPC Hidayatullah di beberapa Kecamatan di Kaltara.

Selain itu, juga komitmen program kerja 2018 adalah pelaksanaan workshop pedoman pengelolan keuangan organisasi dan kewajiban setoran peserta hafalan juz 30. Dalam pada itu, soliditas hubungan pengurus DPW, DPD dan DPC terus dijaga dan dikuatkan.

Rakerwil 2018 ini juga melakukan evaluasi pelaksanan program kerja dan APBO tahun 2017 serta penyusunan rencana Program Kerja dan APBO tahun 2018. Pada kesempatan itu juga dilakukan pemaparan program kerja masing-masing departemen DPW.

Organisasi baik tingkat DPW, DPD, maupun DPC dan DPRa juga berkomitmen terus membangun hubungan harmonis dan sinergis dengan berbagai elemen masyarakat pihak baik pemerintah maupun swasta. (ybh/hio)