Beranda blog Halaman 546

Gelar Rakorwil, Hidayatullah Jawa Tengah Komitmen Majukan Pendidikan

0

PURWODADI (Hidayatullah.or.id) – Para pemangku amanah di bidang pendidikan di lingkup Hidayatullah se-Jawa Tengah berkumpul di Aula Sekolah Integral Luqman Al Hakim Purwodadi dalam rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Pendidikan Hidayatullah se-Jateng tahun 2018 selama 2 hari Sabtu-Ahad (10-11/3/2018).

Ketua Depdikdasmen Hidayatullah Wilayah Jateng, Usman Wakimin, M.Pd, mengatakan pihaknya ingin terus memajukan pendidikan di kawasan ini dengan meningkatkan mutu dan kapasitas lembaga pendidikan yang dikelola saat ini.

“Tahun 2018 ini fokus kami selaku yang diamanahkan mengawal pendidikan di Jateng ini, yaitu meningkatan kualitas pengelolaan sekolah dan juga melakukan percepatan peningkatan mutu,” kata Usman Wakimin.

Dia menambahkan, Hidayatullah Jawa Tengah saat ini akan meningkatkan penambahan jumlah kuota santri di lingkungan pendidikan masing-masing kampus.

“Juga dapat terbentuk tim instruktur wilayah serta mendorong pembukaan dua sekolah lagi di Semarang dan Cepu,” kata Usman.

Pada kesempatan tersebut, Instruktur Nasional Dikdasmen Hidayatullah Pusat Ust. Adi Puranto, M.Pd, mendorong Dikdasmen Hidayatullah Jawa Tengah terus meningkatkan kedisplinan, penataan personil pendidik, dan pemantapan sistem dalam upaya mengacu pada standar pendidikan Hidayatullah.

“Sehingga Hidayatullah Jawa Tengah minimal dapat memunculkan satu sekolah percontohan,” harap Purwanto.

Lebih jauh Purwanto mengingatkan kepada para kepala sekolah dan wakil kepala sekolah untuk terus berupaya memperbaiki manajemen sekolah agar dapat seefektif mungkin dalam mengelola dan memajukan sekolah masing-masing.

“Semakin tepat kita menggunakan data empiris dalam memetakan dan menilai kondisi sekolah, maka akan semakin baik pula kita dapat mengevaluasi pencapaian yang sudah, sedang dan akan kita capai kedepan,” kata Adi Purwanto berpesan.

“Gunakanlah selalu prinsip 3B yakni lakukan terus Belajar, Berteman dan beramal,” imbuh Adi Purwanto yang juga selaku Kepala Sekolah SD Luqman Al Hakim Surabaya ini menekankan.

Rangkaian Rakorwil Pendidikan Integral Hidayatullah Jawa Tengah tahun 2018 ini berlangsung selama dua hari yang diikuti 45 peserta dari 15 Kabupaten/Kota Se Jateng.*/ Yusran Yauma

“Hidayah Autism Centre” Resmi Diluncurkan di Sekolah Inklusi Hidayatullah Karang Bugis

0
dr. Rudy Sutadi sedang menyampaikan materi seminar dalam acara peluncuran Hidayah Autism Centre di Pesantren Hidayatullah Karangbugis Balikpapan / dok. Hidorid

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Klinik Intervensi Dini Applied Behaviour Analysis (KID ABA) Centre Kota Bekasi bekerjasama dengan Pendidikan Integral Lukman al-Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah Karang Bugis, Kota Balikpapan, meluncurkan Hidayah Autism Centre (HAC) di Aula Pesantren Hidayatullah Karangbugis, pada Sabtu (10/3/2018).

KID ABA Bekasi merupakan sebuah klinik terapi khusus untuk penyandang autisme. Metode terapi yang digunakan adalah Smart ABA dan BIT, yang telah terbukti efektif dan efisien bisa menyembuhkan secara total anak-anak autis.

Peluncuran HAC ini secara resmi dilakukan Sayid Muhdar (Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan), didampingi oleh dr. Rudy Sutadi (Owner KID ABA Bekasi serta Konsultan Smart ABA dan BIT) bersama Ustadz Muzakkir (Direktur Sekolah Integral Terpadu Pondok Pesantren Hidayatullah Karang Bugis, Kota Balikpapan).

Dalam sambutannya mewakili walikota Balikpapan yang berhalangan hadir, Sayid Muhdar mengatakan, pihaknya menyambut baik kehadiran HAC.

Ia berharap dengan adanya HAC ini bisa mendukung perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus, terutama pendertia autis, agar mereka dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana anak-anak pada umumnya.

dr. Rudy Sutadi (gamis putih), Sayid Muhdar Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kebudayaan Kota Balikpapan (Baju Coklat Gelap berkopiyah) dan Ustadz Muzakkir Direktur Sekolah Integral Terpadu Hidayatullah Karangbugis (Baju merah jingga berkopiyah) / Dok.Hidorid

“Anak merupakan anugerah dari Allah. Kita tidak bisa memilih bagaimana rupa dan kondisi anak yang diamanahkan oleh Allah SWT. Tak semua anak terlahir dengan kondisi sempurna. Dan terkadang ada orangtua yang dikarunia anak-anak berkebutuhan khusus. Salah satunya adalah autis,” jelasnya.

Karena itu, Sayid mengajak para orangtua yang dikarunia anak-anak autis agar tidak merasa minder. Katanya, orangtua harus sanggup serta tetap semangat mempersiapkan anak-anak mereka yang berkebutuhan khusus supaya mampu berkarya seperti anak pada umumnya.

“Tanpa stigma negatif dari masyarakat dan memperoleh penanganan yang tepat, sehingga mereka mampu berprestasi,” tegasnya mengimbau.

Ustadz Muzakkir mengungkapkan, sekolah integral terpadu (PG, TK, SD dan MTs) Lukman al-Hakim Pesantren Hidayatullah Karang Bugis sebagai sekolah inklusi mendedikasikan pendidikan untuk segala macam latar belakang termasuk beragam murid berkebutuhan khusus seperti autis, down syndrom, celebral palsy, speed delay dan lain sebagainya.

“Karena menerima murid dari semua latar belakang itu, kami berupaya proporsional dengan pengelolaan yang insya Allah profesional. Makanya, kita hadirkan Hidayah Autism Centre ini dengan langsung menghadirkan dokter Rudy sebagai Pakar Autisme di Indonesia,” ujarnya.

Testimoni Orangtua yang anaknya autis dan sembuh setelah menjalani terapi dengan Smart ABA dan BIT

Sementara, dr. Rudy Sutadi menjelaskan, autisme adalah suatu gangguan nerobiologis berat dengan gejala gangguan pada interaksi sosial, komunikasi verbal dan non-verbal serta minat dan perilaku yang terbatas, juga berulang-ulang.

“Gejala terlihat jelas sebelum usia 3 tahun. Dan akan terus berlanjut selama hidupnya kalau tidak diintervensi sejak dini,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa dokter Rudy ini pun berbagi tips bagaimana mendiagnosis apakah anak kita menderita autis atau tidak. Yakni dengan melalui 3 pertanyaan.

Pertama, apakah pada usia 18 bulan anak kita memandang dan menunjuk saat ia ingin menunjukkan sesuatu? Kedua, apakah anak melihat ketika kita menunjukkan sesuatu? Dan ketiga, apakah anak bisa menggunakan imajinasi pada permainan pura-pura?

“Kalau ketiga pertanyaan ini gagal atau tidak bisa dilakukan anak kita, kemungkinan besar anak kita menderita autis. Kalau dua pertanyaan gagal, kemungkinan autis. Kalau satu gagal, masih mungkin autis. Dan kalau ketiganya lulus, kemungkinan bukan autis,” jelasnya. (ybh/hio)

LBH Hidayatullah Lantik 37 Tenaga Paralegal

DEPOK (Hidayatullah.or.id) – Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah, DR Dudung A. Abdullah, MH, melantik sebanyak 37 tenaga paralegal LBH Hidayatullah yang dilakukan di Gedung Aula STIE Hidayatullah, Jln Raya Kalimulya, Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, Ahad (11/03/2018).

“Anda mengemban amanah terhormat yang tidak ringan sebagai paralegal sekaligus dai yang diharapkan semakin memberi manfaat yang lebih luas di tengah umat,” kata Dudung dalam sambutannya usai pemgambilan sumpah paralegal.

Paralegal, terang Dudung, dengan keterampilan yang dimilikinya bisa memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat saat harus berhadapan hukum.

Seperti diketahui, paralegal adalah seseorang yang bukan pengacara atau advokat tetapi mendapatkan pelatihan atau memiliki keterampilan hukum sehingga dapat membantu kerja-kerja pengacara/advokat dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat.

Menurutnya, paralegal sangat penting untuk menjangkau akses terhadap keadilan bagi masyarakat miskin. Peran paralegal telah ditegaskan dalam UU Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum yang menyatakan pemberi bantuan hukum diberikan hak melakukan rekruitmen terhadap advokat, paralegal, dosen dan mahasiswa fakultas hukum.

Bahkan dalam Permenkumham Nomor 1 Tahun 2018 tentang Paralegal dalam Bantuan Hukum, paralegal telah memperoleh legitimasi hukum sehingga eksistensinya harus diakui oleh aparat penegak hukum dan institusi terkait lainnya.

Ketentuan hukum internasional juga mengatur pemberian bantuan hukum dan pengakuan peran paralegal dalam United Nations Principles and Guidelines on Access to Legal Aid in Criminal Justice System.

“Paralegal adalah profesi terhormat yang dilindungi Undang-Undang. Sehingga pihak yang menyepelekan profesi paralegal, jelas bertentangan dengan hukum,” imbuhnya.

Dudung berpesan kepada tenaga parelegal memberi bantuan atau pendampingan hukum kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa pandang latar belakang baik suku, agama, dan ras.

“Jalankan amanah sebagai paralegal secara universal dengan upaya mengawalan hukum yang imparsial sebagai pilar membangun negara hukum yang berkeadilan,” kata Advokat di Kantor Hukum DRDR ini.

Paralegal juga harus mengambil langkah-langkah antisipatif agar masayarakat tidak melanggar hukum yakni dengan memberikan pelatihan dan penyuluhan hukum di tengah masyarakat.

“Dai yang juga Paralegal bisa mengupas perundang-undangan yang berlaku diantara materi ceramah yang dibawakan,” pesannya.

Paralegal LBH Hidayatullah yang telah dilantik dengan sah ini kini tersebar di beberapa provinsi.

“Mereka siap untuk memberikan pendampingan dan pendidikan hukum bagi masyarakat. Semoga ini alternatif dakwah yang bisa diberikan Hidayatullah di tengah ummat. Mohon doa,” tandasnya. (ybh/hio)

Pendidikan Hidayatullah Dukung Kemajuan Umat Segala Bidang

0

JAYAPURA (Hidayatullah.or.id) – Pengurus Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) di lingkup DPW Hidayatullah Provinsi Papua melakukan rapat koordinasi di Kampus Hidayatullah Kota Jayapura, Provinsi Papua, beberapa waktu lalu.

Pengarah dan Pemateri inti hadir Pembina dari Departemen Pendidikan DPP Hidayatullah, Ust Zainal Muttaqin, M.Si.

Pada kesempatan tersebut Zainal Muttaqin berpesan agar selalu menguatkan tekad dan meluruskan niat bahwa segenap pemangku amanah pendidikan di Hidayatullah bertujuan untuk memajukan umat di segala bidang.

“Kita berharap pendidikan Hidayatullah bukan sekadar menambah jumlah sekolah tanpa kualitas dan Hidayatullah tidak bermaksud hanya menambah jumlah pondok pesantren tanpa kontribusi nyata dalam kemajuan umat di segala bidang,” katanya.

Momen Rakorwil Pendidikan ini untuk menguatkan program Rakornas Pendidikan Hidayatullah di Malang 6-8 Februari 2018 dengan tema yang sama “Menjadi Sekolah Unggul dengan Sistem Pendidikan Berbasis Tauhid”.

Zainal mengatakan, prosentase kategori sekolah maju dari ratusan sekolah di Hidayatullah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke masih dalam tahap pengembangan. Dan 70% masih kategori sekolah perintisan.

Sehingga, lanjut Zainal, perlu perhatian untuk mencapai standar nasional pendidikan dan standar kelembagaan.

Pada kesempatan tersebut, turut hadir pemerhati pendidikan Kota Jayapura, Saehu Sakka, M.Pd, yang juga tenaga ahli di Pemerintah Kota Jayapura.

Sakka dalam sambutannya mendorong Hidayatullah untuk tetap fokus dalam mengembangkan dakwah dan pendidikan.

“Saya bangga dan senang sekali pendidikan Hidayatullah hadir di Kota Jayapura ini untuk bersama-sama menguatkan pondasi pendidikan dengan sekolah berbasis Tauhid,” kata Sakka.

Acara yang belangsung sehari secara intensif ini dihadiri peserta perwakilan dari sekolah Integral Hidayatullah Merauke, Timika, Nabire, Sentani, Keerom, dan tuan rumah Jayapura.

“Alhamdulillah, semoga dari musyawarah ini semakin menguatkan kiprah Hidayatullah dalam membangun Papua khususnya di bidang pendidikan,” kata Ketua panitia sekaligus penjabat Ketua Depdikdasmen DPW Hidayatullah wilayah Papua Mus Mulyadi, M.Pd. */ Muhammad Haeranzi

“Setiap Dai Selayaknya Memahami dan Memiliki Wawasan Hukum”

0

DEPOK (Hidayatullah.or.id) – Setiap dai atau aktifis keagamaan Islam selayaknya paham dan memiliki wawasan tentang hukum sebagai asas dan kaidah yang sedang berlaku.

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH Nashirul Haq, dihadapan puluhan peserta saat membuka acara Pelatihan Paralegal LBH Hidayatullah yang digelar di Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (8/03/2018).

“Wawasan hukum adalah salah satu bagian dari upaya melahirkan kader-kader dai yang berkualitas dalam rangka membangun peradaban Islam yang rahmatan lil ‘aalamiin,” kata Nashirul.

Beliau menjelaskan, untuk membangun peradaban Islam, pertama yang harus dilakukan adalah bagaimana melahirkan kader kader berkualitas. Dan berbicara kualitas adalah kualitas dalam segala aspek. Baik dalam intelektualitas, dari sisi spiritualitas, dan profesionalitas.

“Termasuklah diantaranya tsaqafah (wawasan) ilmu pengetahuan terkait dengan hukum. Ini menjadi satu keharusan. Karena di saat kita meyandang profesi sebagai dai, dan semua kader Hidayatullah berperan sebagai dai, yang berkewajiban menyebarkan ajaran Islam,” katanya.

Dia menerangkan, ketika dai atau aktifis keagamaan dalam perjalanannya mendapati kendala atau gangguan yang harus dihadapi maka alat untuk menghadapi gangguan dan tantangan itu juga menjadi wajib diketahui.

Hal tersebut, lanjutnya, selaras dengan kaidah fiqih yang mengatakan “maa laa yatimmul wajib illa bihii fa huwa waajib” (perkara yang menjadi penyempurna dari perkara wajib, hukumnya juga wajib).

“Jika diperhadapkan masalah masalah hukum termasuk dicari cari delik hukumnya, maka berarti berwawasan atau memiliki pengetahuan tentang hukum menjadi wajib dan hal tersebut adalah merupakan satu keharusan,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, hukum adalah bagian yang sangat oenting dari peradaban Islam yang kita maknai sebagai manifestasi iman dalam seluruh aspek kehidupan termasuk aspek hukum di dalamnya.

“Peradaban itu bisa diukur dengan sejauh mana hukum ditegakkan. Kita lihatlah di zaman Nabi SAW di mana luar biasanya keadilan dan penegakan hukum ketika itu. Itulah puncak peradaban Islam,” terangnya.

Menurut Nashirul, memperjuangkan keadilan adalah sebagian dari dakwah. Dan advokasi adalah sebentuk taawun dalam kebaikan dan takwa.

“Oleh karenanya, advokat ataupun paralegal sejatinya bukanlah membela yang bersalah tapi memberikan pendampingan hukum agar jangan sampai tidak mendapatkan keadilan atau mendapatkan hukuman yang melampaui kadarnya,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Ketum DPP Hidayatullah mengapresiasi kegiatan ini dan berharap digelar secara berkesinambungan sebagai wadah pembinaan dan pengembangan wawasan hukum.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah, DR Dudung A. Abdullah, MH, di kesempatan yang sama kala memberikan sambutannya mengatakan boleh jadi acara pelatihan paralegal untuk dai dan aktifis keagamaan ini merupakan yang pertama kalinya di dunia.

“Pelatihan paralegal dai dan aktifis keagamaan ini pertama kalinya di dunia. Biasanya pelatihan paralegal menyasar peserta untuk advokasi masyarakat miskin dan sebagainya, nah yang seperti ini belum pernah,” kata Dudung setengah berseloroh.

Lebih lanjut Dudung mengatakan seorang dai mesti memiliki wawasan keindonesiaan sehingga dai tidak saja fasih menjabarkan ayat-ayat kitab suci Al Qur’an tetapi juga menguasai kitab undang-undang.

“Dengan wawasan hukum yang luas yang dipadukan dengan pemahaman agama yang benar, insya Allah akan melahirkan dai yang dapat memberikan manfaat lebih luas di tengah umat,” tandasnya.

Acara ini diikuti oleh puluhan dai perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari ini disponsori oleh Bank Permata Syariah, LAZNAS BMH dan turut didukung oleh Rumah Infaq Indonesia. (ybh/hio)

Kapolrestabes Berbuka Puasa Sunnah dengan Santri Hidayatullah Surabaya

0

SURABAYA (Hidayatullah.or.id) – Dalam rangka memperkuat jalinan tali silaturahmi bersama para ulama dan tokoh agama, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan bersama pejabat utama Polrestabes Surabaya beranjangsana ke Pondok Pesantren Hidayatullah Jalan Kejawan Putih Tambak VI No.1 Surabaya, Kamis (08/03/2018).

Dalam silaturahminya, Kapolrestabes berbuka puasa sunnah bersama segenap Pengurus Pondok Pesantren dan seluruh santri.

Kombes Pol Rudi berharap dengan kedekatan antara Polri dan santri bisa menjadikan Kota Surabaya menjadi lebih kondusif.

Kapolrestabes memberikan sedikitnya 3 hal yang perlu diperhatikan oleh para santri Hidayatullah Surabaya yang didominasi usia anak-anak dan remaja.

Tigal hal tersebut adalah kebijakan dalam menggunakan media sosial, pupuk rasa cinta tanah air dan NKRI serta katakan tidak pada narkoba.

Setelah memberikan sambutan, Kombes Pol Rudi didampingi para pejabat utama dan segenap pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya melaksanakan buka puasa sunnah bersama.
Berbuka dengan nasi kebuli membuat suasana silaturrahim kali ini semakin terasa hangat. Para Santri dan Anggota Polrestabes Surabaya tampak menikmati sejumlah hidangan dan kudapan yang telah dipersiapkan.

Seperti diketahui bahwa Kapolrestabes Surabaya setiap hari Senin dan Kamis pasti melaksanakan Puasa Sunnah serta pelaksanaan buka puasanya dilaksanakan secara bergantian dari Masjid-ke Masjid serta dari Pondok Pesantren satu dan lainnya. (ybh/hio)

SDI Hidayatullah Yogyakarta dan Bulungan Peduli Ghouta

YOGYAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Jumat merupakan hari berbagi kebaikan untuk seluruh murid di lingkunhan Sekolah Dasar Integral Hidayatullah. Hal ini seperti dilakukan SDI Hidayatullah Yogyakarta dan SDI Hidayatullah Bulungan, Kalimantan Utara.

Pada Jumat (9/3) ini, sejak pagi, seluruh murid yang berada di lingkungan Pesantren Hidayatullah Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, DIY, tampak berkumpul di halaman sekolah. Begitupun dengan SDI Hidayatullah Bulungan dan sejumlah SDI Hidayatullah lainnya di berbagai wilayah di Indonesia.

Bersama para guru, mereka mengadakan kegiatan penggalangan dana kepedulian terhadap krisis kemanusiaan yang dialami warga Muslim Ghouta-Syria.

Kepala Sekolah SDIT Hidayatullah Yogyakarta, Subhan Birori, mengatakan pihaknya mengajak para siswa, asatidzah, dan ortu/wali murid untuk sama-sama belajar tentang kepedulian atas apa yang terjadi kepada saudara-saudara Muslim di Ghouta – Syria.

“Acara ini sudah kami infokan kepada para siswa sejak sepekan lalu, agar para siswa bisa menyisihkan uang sakunya untuk diinfakkan kepada saudara-saudaranya di Ghouta-Syria,” ujarnya, dalam siaran pers.

Diungkapkan, dari penggalangan dana ini terkumpul donasi Rp 10.373.200 dan anting emas beserta suratnya.

“Insya Allah masih akan terus bertambah, untuk dana yang sudah terkumpul, kami bekerja sama dengan Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Yogyakarta untuk penyalurannya,” jelas dia.

Sementara itu, Manajer Penghimpunan BMH Yogyakarta, M Mahfudz Alafghoni, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan SDIT Hidayatullah atas amanah yang diberikan.

“Insya Allah akan kami teruskan kepada saudara-saudara kita di Ghouta – Syria,” katanya.

Seperti diketahui, Sejak Senin (19/2) di balik runtuhan, di balik tembok yang porak-poranda, kalut dan takut warga Ghouta Timur tak berhenti bersahutan.

48 jam terakhir, beberapa rekaman video yang diunggah sejumlah kantor berita internasional, menunjukkan ketakutan dan horor sedang benar-benar terjadi di Ghouta Timur.

Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) mengatakan, horor yang terjadi 48 jam terakhir adalah serangan terburuk dan terbesar di Ghouta Timur. Jumlah kematian dalam dua hari yang kelam di Ghouta Timur melampaui jumlah kematian pasca serangan kimia tahun 2013 lalu.

“Pesawat jet tempur Suriah tidak berhenti melintasi langit di atas Ghouta Timur. Mereka menjatuhkan rudal dari udara. Ketika serangan dari langit berhenti, mereka melanjutkan dengan menembaki kami dengan misil,” kata Shams, ibu dari dua anak di Ghouta Timur, dilansir Al-Jazeera.

Sejumlah doktor lokal di Damaskus mengatakan bahwa serangan kali ini menjadi yang paling “gila dan mematikan”.

“Kejadian ini benar-benar tidak bisa dijelaskan. Siang dan malam, rudal itu jatuh di pemukiman penduduk di Ghouta Timur. Semua dalam kekacauan. Mengingatkan kami dengan apa yang terjadi ketika warga sipil di Aleppo dibombardir beberapa tahun lalu,” ujar Khalid Abulabed, doktor lokal asal Damaskus berkata pada Al-Jazeera.

Bombardir lewat serangan udara dilakukan ke semua sudut Ghouta Timur. Menyerang warga sipil, meluluhlantakkan pemukiman juga pabrik roti, pasar, dan fasilitas lain yang menjadi tempat persediaan makanan.

Sementara itu, sampai hari ini, Ghouta Timur pun menjadi rumah bagi 400.000 populasi penduduk sipil. (sdi/hio)

Membangun Empati dan Teladan Saling Berbagi SDI Hidayatullah Samarinda

0

SAMARINDA (Hidayatullah.or.id) – Sedari kecil penting untuk menanamkan rasa empati dan kepedulian di benak peserta didik. Inilah yang dilakuna oleh pengurus SD Integral Hidayatullah Samarinda, Jumat (9/3/2018).

Kegiatan edukasi tersebut bertepatan tak berselang lama dengan tragedi kemanusiaan yang terjadi di Ghouta Timur, Suriah. Ratusan nyawa melayang dan luka-luka atas kekejaman yang tak terperikan itu.

Kondisi tersebut mengundang rasa empati siswa siswi SD Integral Luqman Al Hakim Samarinda. Pagi itu (Jumat, 9/3/18) mereka berkumpul di Masjid Al Iman Kampus Utama Pesantren Hidayatullah Samarinda guna melakukan doa bersama dan penyerahan infaq untuk Muslim Ghauta Syiriah.

“Kegiatan seperti ini dilakukan agar dapat menumbuhkan sikap kepedulian dan rasa kemanusiaan dalam diri para siswa. Selain itu sekolahn memang telah rutin melakukan kegiatan galang dana untuk daerah yang mengalami krisis kemanusiaan termasuk di berbagai titik bencana di Indonesia,” kata Kepala Sekolah SDI Hidayatullah Samarinda, Shabirin Ibnu Hambali.

Agar dana yang terkumpul tepat sasaran, SD Integral Luqman Al Hakim Samarinda bekerja sama dengan Lembaga Amil zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH).

“Kami bekerja sama dengan BMH, karena selain program yang tepat sasaran, juga telah mengantongi izin operasional yang legal,” kata Shabirin.

Manejer Gerai BMH Samarinda, Sabliansyah Cecep mengatakan, untuk pengumpulan dana untuk Ghouta suriah terkumpul dari sekolah SDI Hidayatullah Samarinda sebesar 10.883.000

Dana itu diserahkan langsung oleh ketua Pandu Siswa SD Integral Luqman Al Hakim Samarinda Muflihin Abdur Rasyid kepada BMH yang diwakili oleh Fathul Khair. (ybh/hio)

Asih Subagyo Menggagas Zakat Berbasis Teknologi Blockchain

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Barangkali umumnya kita khususnya umat muslim belum mengetahui apa itu blockchain. Menurut Ketua Bidang Ekonomi DPP Hidayatullah Asih Subagyo, blockchain merupakan teknologi yang penting dikuasai saat ini khususnya oleh anak-anak muslim millenial.

Kata Asih, umat Islam khususnya di Indonesia saat ini hanya tahu sedikit tentang ini. Sehingga, menurutnya, kita sering mendengarkan penghakiman yang sepihak dari ulama dan bahkan keluar fatwa haram berkenaan dengan blockchain ini.

“Semestinya sebelum keluar fatwa, perlu adanya kajian komprehensip berkenaan dengan blockchain ini,” tulis Asih.

Justru, Asih menilai, teknologi ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan umat yang lebih luas. Bahkan dia menggagas pemanfaatan teknologi blockchain menjadi semacam zakat tracking.

“Olehnya, sekarang saatnya zakat berbasis blockchain mesti mulai diimplementasikan, agar umat tetap menjadi leader, tidak jadi sekedar follower lagi,” imbuhnya.

Berikut ini tulisan lengkap Asih Subagyo dikutip dari blog pribadinya Masbagyo.net baru baru ini.

######

Zakat Berbasis Blockchain

SEBAGAI sebuah teknologi, blockchain masih tergolong baru. Sekitar tahun 2009, teknologi ini mulai dikenal. Dan sebagaimana watak teknologi, dia terus berkembang, mengikuti dinamika peradaban.

Sebagai sebuah tools, sebenarnya blockchain ini, tidak berbeda dengan teknologi lainnya. Tergantung siapa dan bagaimana cara penggunaanya. Bahkan, dalam sebuah diskusi, sesungguhnya blockchain ini sebuah teknologi yang syar’i.

Dimana, dia menyediakan sebuah sistem yang memungkinkan setiap orang dengan syarat tertentu, bisa memverifikasi atas apa yang dilakukannya. Persis, bagaimana ketatnya standar sanad dalam ilmu hadits.

Dengan teknologi bawaan blockchain yang terdistribusi, sehingga memungkinkan banyak pihak sebagai verifikator, atas yang dilakukan oleh orang lain. Semua tercatat dalam ledger (buku besar), sehingga praktis, apa yang tercatat di ledger tersebut juga diketahui, dilihat, disimpan dan selanjutnya di verifikasi oleh pihak lainnya.

Dengan demikian maka, blockchain merupakan teknologi yang mengajarkan kejujuran, sebab semua informasi tercatat dan tersebar ke berbagai pihak. Sehingga tidak ada alasan bagi umat Islam untuk tidak menguasai teknologi blockchain ini, sebagai sebuah teknologi masa depan.

Pertanyaannya kemudian adalah, mengapa umat Islam seringkali tertinggal dalam hal teknologi? Termasuk berkenaan dengan blockchain tersebut.

Hal ini, tentu bukan hanya mengundang sejumlah pertanyaan, tetapi layak menjadi perhatian khusus, terutama bagi generasi muda Islam.
Sebagaimana kita ketahui bahwa Islam itu unggul dan tidak ada yang mengunggulinya. Sehingga Islam menganjurkan umatnya untuk menjadi cerdas. Namun kenyataannya daam beberapa sisi umat Islam saat ini selalu menjadi terbelakang.

Padahal Islam sempat menguasai teknologi dan peradaban dunia. Mungkin ini terjadi karena selama ini, kita selalu memperdebatkan masalah yang sebenarnya tidak perlu diperdebatkan.

Dan seharusnya dengan panduan Al-Quran dan Hadist sebagai suatu dan dengan tuntunan ulama, seharusnya umat ini benar-benar unggul.

Kembali tentang technologi blockchain, umat Islam khususnya di Indonesia saat ini hanya tahu sedikit tentang ini. Sehingga kita sering mendengarkan penghakiman yang sepihak dari ulama dan bahkan keluar fatwa haram berkenaan dengan blockchain ini.

Semestinya sebelum keluar fatwa, perlu adanya kajian konfrehensif berkenaan dengan blockchain ini. Sering kita jumpai adalah ulama yang belum mengerti tentang teknologi secara menyeluruh. Ada yang masih belum bisa membedakan antara bitcoin dan blockchain, sehingga wajar keluar fatwa tersebut.

Dan di lain pihak para pelaku, praktisi dan teknolog yang kurang faham dengan faqih terhadap ilmu agama. Mereka tidak bisa dibenturkan dengan sudut pandang masng-masing, namun harus duduk bersama dan sekali lagi melakukan kajian yang konfrehensif, sehingga nantinya akan menghasilkan fatwa kontemporer. Dan dari sini umat akan mendapatkan panduan yang tepat.

Sedikit penjelasan tentang bitcoin, agar kita bisa membedakannya dengan blockchain. Bitcoin adalah sebuah uang elektronik yang di buat pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto.

Nama tersebut juga dikaitkan dengan perangkat lunak sumber terbuka yang dia rancang, dan juga menggunakan jaringan peer-to-peer tanpa penyimpanan terpusat atau administrator tunggal di mana Departemen Keuangan Amerika Serikat menyebut bitcoin sebuah mata uang yang terdesentralisasi.

Tidak seperti mata uang pada umumnya, bitcoin tidak tergantung dengan mempercayai penerbit utama. Bitcoin menggunakan sebuah database yang didistribusikan dan menyebar ke node-node dari sebuah jaringan P2P ke jurnal transaksi, dan menggunakan kriptografi untuk menyediakan fungsi-fungsi keamanan dasar, seperti memastikan bahwa bitcoin-bitcoin hanya dapat dihabiskan oleh orang memilikinya, dan tidak pernah boleh dilakukan lebih dari satu kali.

Problem di bitcoin dari sisi syar’i adalah tidak adanya underlying (aset yang dijadikan sebagai dasar transaksi) dan penyangga dari mata uang (bitcoin) yang dikeluarkan sebagai alat pembayaran itu. Dan inilah yang memicu ulama untuk mengeluarkan fatwa haram, karena adanya unsur spekulasi dan juga maisyir dan ghoror-nya tinggi.

Singkatnya, bitcoin adalah termasuk mata uang digital yang berbasis trust (kepercayaan) dan berjalan dengan menggunakan platform blockchain.

Sementara itu, dari sisi teknologi, sesungguhnya kita dapati fakta bahwa blockchain ini merupakan teknologi yang hebat, dan olehnya bisa menjadi platform bagi banyak sistem yang ada di bawahnya.
Secara umum, blockchain adalah dompet yang terdiri dari buku besar (ledger) atau catatan yang akurat dan dapat diakses oleh publik (dompet ledger publik).

Teknologi ini bisa digunakan tidak hanya untuk penggunaan bitcoin, tetapi bisa juga banyak aplikasi lainnya. Misalnya aplikasi pembayaran, voting, peternakan, pendidikan, keuangan, manajemen aset dan lainnya. Sehingga saat ini, banyak developers blockchain yang sukses mengembangkan teknologi ini untuk berbagai kepentingan

Zakat Tracking

Dalam kaitannya tentang pemanfaatan teknologi blockchain ini, Pendiri dan Managing Director Eethiq Advisors yang berbasis di Luksemburg, Rachid Ouaich, juga akan mengembangkan sebuah platform dengan memanfaatkan teknologi blockchain yang dapat menangkap operasi investasi sesuai dengan standar etika dan persyaratan syariah untuk kepentingan umat.

Dan, platform tersebut akan dibangun di atas protokol blockchain, dan ditambah dengan analisis data dan kecerdasan buatan. Kemudian akan menjadi ‘antarmuka’ antara sistem perbankan dan klien pengguna akhir. Sehingga solusinya ini bertujuan untuk memastikan semua transaksi melibatkan pengalihan aset dan layanan riil, sementara pada saat yang sama memastikan bahwa transfer dan kepemilikan dapat dilacak, dapat diaudit, dan aman setiap saat.

Sedangkan menurut para mitranya, bahwa solusinya ini bertujuan untuk memastikan semua transaksi melibatkan pengalihan aset dan layanan riil, sementara pada saat yang sama memastikan bahwa transfer dan kepemilikan dapat dilacak, dapat diaudit, dan aman setiap saat. Dan hal ini membuat platform menjadi pasar terbuka.

“Ini berarti semua klien yang ingin berinvestasi melalui rekening investasi bagi hasil syariah harus dapat memilih untuk melakukannya melalui platform ini. Pada gilirannya, semua bank yang ingin memiliki akses ke klien tersebut akan tertarik mengikuti program ini,” kata Ouaich.

Sementara itu pemanfaatan di bidang zakat, adalah menggunakan teknologi blockchain untuk melacak sumbangan amal dan zakat dan memberi para donatur kemampuan untuk melacak setiap rupiah (harta) yang diberikan pada setiap saat, dengan pasti bahwa catatan tidak akan pernah hilang, dan bukti bahwa ia telah pergi ke tempat yang seharusnya pergi.

Artinya blockchain dipergunakan untuk mencatat zakat dari muzakki, yang di kelola oleh BAZNas atau LAZNas, dan kemudian di distribusikan ke muzaki (8 asnaf) yang berhak menerima. Semua muzaki, bisa mengetahui alur dari zakatnya kemana di tasyarufkan.

Dan ini tidak hanya diketahui oleh BAZNas ata LAZNas yang menerimanya, tetapi kepada siapa saja yang terhubung dalam sebuah sistem blockchain tersebut. Hal ini akan menjamin keakuratan dari pentasyarufan (penyaluran) zakat yang tepat sasaran. Serta menjamin tidak terjadinya tumpang tindih mustahik.

Dan selanjutnya mempermudah dan membantu bagi akuntan publik dalam meng-auditnya. Dan juga bagi Kemenag, dalam rangka audit syariah, dlsb.

Sekali lagi, teknologi blockchain sangat memungkinkan untuk melakukan itu semua. Sehingga BAZNas dan LAZNas dapat bekerja secara profesional, transparan dan akuntabel. Meminimalisir terjadinya penyimpangan. Karena banyak pihak yang berfungsi sebagai ‘auditor’ bersebab data yang terdistribusi itu.

Jika hal ini bisa diterapkan, maka dunia perzakatan akan semakin bergairah lagi. Sebab, salah satu alasan mengapa dari potensi zakat sebesar 217 T, baru tergali sekitar 5-6 T, adalah karena belum percayanya umat kepada BAZNas dan LAZNas. Demikian juga, bahwa belum memanfaatkan teknologi.

Maka blockchain ini, menjadi jawabannya. Dan sejak dini sudah diperkenalkan kepada generasi jaman now, anak milenial, yang nantinya menjadi muzakki pada masanya. Ini tantangan bagi BAZNas dan LAZNas untuk mulai mempersiapkan diri, berkenaan dengan perkembangan teknologi tersebut.

Demikian juga untuk mentriger DSN MUI agar segara duduk bersama dengan pakar dan praktisi blockchain dan segera menerbitkan fatwa (panduan) pemanfaatan blockchain ini bagi umat, selengkap-lengkapnya, tentu dari aspek syar’i dan memperhatikan halal-haram dlsb.

Sehingga menjelaskan, sekaligus mengkonfirmasi bahwa, Islam itu tidak bertetentangan dengan teknologi. Bahwa Islam itu dulunya sebagai pioner teknologi, dan kini saatnya untuk merebut kembali.
Olehnya, sekarang saatnya zakat berbasis blockchain mesti mulai diimplementasikan, agar umat tetap menjadi leader, tidak jadi sekedar follower lagi. Wallahu a’lam.*

Jakarta, 5 Maret 2018

Kapolres Dzikir Bareng Santri Ponpes Hidayatullah Luwu

LUWU (Hidayatullah.or.id) – Ratusan Santri Pondok Pesantren Hidayatullah, wilayah Belopa, Kabupaten Luwu, berzikir bersama jajaran Polres Luwu serta pengurus Bhayangkari di mushallah Mapolres Luwu, belum lama ini.

Kapolres Luwu, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dwi Santoso, bersama perwira Polres Luwu lainnya, larut dalam zikir dan doa bersama yang dipandu Ustadz Abdul Samad Sanusi.

Pada kesempatan itu, Kapolres mengatakan, sebagai anggota Polri yang harus menjalankan tugas sebagai polisi dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, ada kewajiban lain yang harus dilaksanakan, yaitu menunaikan ibadah.

“Jangan karena alasan sibuk, kita sengaja meninggalkan kewajiban sebagai hamba Allah SWT. Melalui dzikir ini, semoga bisa semakin menambah keimanan kita semua,” kata Dwi Santoso.

Selepas melaksanakan dzikir dan doa bersama para santri, Kapolres diwakili Kepala Seksi Pengawasan Polres Luwu, Inspektur Satu, Mustaring, menyerahkan santunan kepada seluruh santri pondok pesantren Hidayatullah. (ham/hio)