Beranda blog Halaman 570

Halaqah Hidayatullah Sebagai Wadah Pembinaan Umat

Tabligh Akbar Hidayatullah LinggaHidayatullah.or.id – Ketua Umum DPP Hidayatullah, Ust Nashirul Haq, MA, mengatakan bahwa halaqah merupakan kultur yang telah dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat sebagai wadah pembinaan dan media pencerahan umat.

Hal itu disampaikan beliau saat memberikan sambutan dalam acara Tabligh Akbar Hidayatullah Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu.

“Halaqah gabungan termasuk program yang tepat dilaksanakan di daerah dan dirangkaikan dengan kegiatan tablig akbar untuk memperkenalkan program Hidayatullah kepada umat,” katanya di hadapaan ratusan hadirin.

Beliau menjelaskan, salah-satu materi halaqah Hidayatullah adalah tahsin al-Qur’an yaitu program memperbaiki bacaan dan menambah hafalan.

Selain itu juga menekankan bahwa selain tahsin al-Qur’an, dilaksanakan juga gerakan belajar dan mengajar al-Qur’an yang lebih dikenal dengan nama Grand MBA.

Beliau menyebutkan, dalam kegiatan halaqah diantaranya menterjemahkan ayat demi ayat Al-Qur’an. Ada membaca tafsir dan tadabburnya.

“Membiasakan diri untuk tazkiyatun nafs, menyucikan jiwa. Tazkiyatun fikrah, menyucikan fikiran terkait niat dan tujuan hidup. Serta tazkiyatul khuluq, usaha untuk selalu memperbaiki akhlak,” katanya.

Beliau mengimbuhkan, apabila pencerahan dengan al-Qur’an sudah kita lakukan, maka tidak ada lagi sifat thaga’ atau kesombongan dalam diri. Sehingga kita tidak ada rasa malu untuk di tahsin bacaan al-Qur’annya.

Beliau juga mengingatkan pesan pendiri Hidayatullah, Allahuyarham Abdullah Said, yang sering menukilkan sabda Rasulullah, “Barangsiapa yang bertambah ilmunya namun tidak bertambah hidayah-Nya, tidak bertambah dekat kepada Allah. Maka dia telah bertambah jauh dari-Nya.”

Masih dalam kesempatan yang sama, beliau menyampaikan bahwa Hidayatullah adalah organisasi yang memegang kuat prinsip wasathiyyah (pertengahan) sehingga dapat merangkul seluruh lapisan organisasi Islam yang ada.

“Kita selalu beriringan serta bekerjasama dengan pemerintah dan masyarakat melalui program utamanya yaitu pendidikan dan dakwah,” tegasnya.

Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Kepulauan Riau menyelenggarakan halaqah gabungan setiap per-tiga bulan di Kampus Peradaban Daik Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau.

Halaqah gabungan ini dirangkaikan dengan kegiatan Training Mu’allim MBA, Rapat Kerja Daerah se-Kepulauan Riau dan Tabligh Akbar.

Tablig Akbar ini dihadiri oleh Kabag Kesra Pemkab Lingga AHmad Syukir yang mewakili Bupati, Asisten Administrasi Umum Pemkab Lingga, Ketua MUI dan masyarakat Lingga.

Pada kesempatan tabligh akbar tersebut diisi oleh dai yang juga tokoh pendidikan Kepulauan Riau Ustadz Jamaluddin Nur, M.Pd.

Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga DPP Hidayatullah dalam ceramahnya ini mengupas konsep salam dalam Islam untuk mewujudkan Kabupaten Lingga Terbilang 2020.

Pada kesempatan tersebut Jamaluddin juga mengajak para pejabat dan hadirin dapat berpartisipasi membantu pembebasan lahan untuk perluasan kampus peradaban Hidayatullah Lingga. */Khoirul Amri

Hidayatullah Kolaka Sambut Hangat Silaturrahim Polres

Hidayatullah Kolaka Sambut Hangat Silaturrahim Intelkam PolresHidayatullah.or.id – Satuan Intelkam Kepolisian Resor (Polres) Kolaka dibawah pimpinan Iptu Johan Armando Utan, SIK, bersama beberapa personil Sat Intelkam bertandang ke Pondok Pesantren Hidayatullah Desa Wattalara, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), belum lama ini (12/3/2017).

Anjangsana ke Pondok Pesantren Hidayatullah tersebut disambut hangat oleh Ketua Ponpes Hidayatullah Ust Masykur dan sejumlah pengurus lainnya.

Kasat Intelkam Polres Kolaka Iptu Johan Armando Utan, SIK yang didampingi oleh istri dan beberapa personil Sat Intelkam Polres Kolaka berterima kasih atas penyembutan Pimpinan Ponpes maupun para santri di Ponpes Hidayatullah tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Iptu Johan bersama rombongan memberikan bantuan berupa sembako yang dapat dimanfaatkan oleh para santri yang diterima langsung oleh pimpinan Ponpes Hidayatullah Kolaka.

Usai penyerahan bantuan tersebut, Iptu Johan menyempatkan diri untuk bertatap muka dengan para pengurus ponpes dan santri yang ada. Dia mengajak kepada mereka untuk turut serta membantu pihak kepolisian dalam menjaga situasi keamanan yang ada di kabupaten Kolaka ini.

Pada kesempatan tersebut, Iptu Johan mengatakan Kamtibmas adalah tanggung jawab kita bersama.

“Kita ketahui bersama hampir seluruh wilayah situasi Kamtibmas sering terganggu dengan ulah oknum-oknum yang berusaha merongrong keutuhan kesatuan Negara Republik Indonesia dengan berbagai cara,” kata Iptu Johan.

Untuk itu, lanjut dia, peran pesantren dan santri dalam menjaga NKRI tidak diragukan lagi, sehingga ia mendorong komitmen kebangsaan tersebut terus dirawat.

Ia juga mengajak Pesantren Hidayatullah Kolaka untuk terus bersinergi bersama-sama termasuk dengan institusi kepolisian dalam rangka membangun Kota Kolaka dengan semangat persatuan, semangat persaudaraan, dan semangat untuk salin menjaga ketertiban.

Sementara itu, Ketua Ponpes Hidayatullah Ust Masykur mengapresiasi anjangsana Polres yang berlangsung dengan hangat tersebut.

Masykur mengatakan, kunjungan dari Pihak Polres Kolaka ke Ponpes Hidayatullah bukanlah pertama kalinya. Bhakan hampir setiap tahun bahkan setiap saat dari pihak Kepolisian sering berkunjung ke pesantren yang mengasuh puluhan santri kalangan yatim dan dhuafa ini.

“Kami merasa bersyukur atas kepedulian pihak kepolisian dalam hal ini Polres Kolaka yang dalam aktifitasnya cukup padat namun masih menyempatkan diri untuk bersilahturahmi ke pesantren kami. Dan kami akan berusaha semaksimal mungkin membantu Pihak Polri dalam menjaga Kamtibmas agar situasi Kamtibmas di Kabuten Kolaka ini tetap aman,“ kata Masykur. (Sharuddin)

Silaturrahim Hidayatullah Ngada dengan Kemenag Kabupaten

Kemenag Kubapaten Terima Pengurus Hidayatullah BajawaHidayatullah.or.id – Pengurus Yayasan Amanah Pondok Pesantren Hidayatullah Bajawa, Ngada, Kupang, Ustadz Nurdin Potok, S.Pd.I dan Ustadz Muhaimin selaku perwakilan DPD Hidayatullah Kupang berkunjung sekaligus bersilaturahmi ke Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara (NTT), baru baru ini.

Pengurus Yayasan Hidayatullah Ngada Bajawa diterima secara langsung Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kemenag Kabupaten Ngada, Maswatilah, S.Ag di ruang kerjanya.

Banyak hal yang dibicarakan dalam kesempatan tersebut yakni berkaitan dengan masalah pendidikan yang ada di wilayah Kabupaten Ngada.

Adapun maksud kedatangan pengurus Yayasan Amanah Hidayatullah Ngada ini selain bersilaturahmi juga berkonsultasi dengan Seksi Pendis untuk proses pendirian Pondok Pesantren yang baru di Wilayah Kecamatan Riung Kabupaten Ngada, ungkap Ustat Nurdin Potok, S.Pd.I selaku Ketua Pengurus Yayasan Amanah Hidayatullah Ngada.

Niat baik tersebut direspon dengan positif dari Ibu Kasi Pendis Kemenag Kabupaten Ngada dengan menyampaikan beberapa poin penting yang berkaitan dengan pendirian sebuah Pondok Pesantren yang baru.

“Sementara waktu, kita masih menunggu petunjuk teknis (juknis) tentang pendirian Ponpes yang baru. Apabila juknisnya sudah ada, maka Seksi Pendis akan menyampaikan secara langsung ke pihak Yayasan untuk mempersiapkan segala dokumen yang berkaitan dengan persyaratan pendirian Ponpes sesuai dengan juknis yang ada,” jelas Maswatilah dihadapan pengurus Yayasan Amanah.

Setelah mendengar beberapa penjelasan dari Kasi Pendis yang begitu detail, Ustat Nurdin Potok, S.Pd.I memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Seksi Pendis KanKemenag Kabupaten Ngada yang begitu antusias dalam merespon terhadap pendirian Ponpes baru di wilayah Kecamatan Riung.

Setelah melakukan tukar pikiran dengan Ibu Kasi Pendis, segenap pengurus Yayasan Amanah dan beberapa staff Seksi Pendis berfoto bersama untuk mempererat tali silaturahmi antara kedua belah pihak. (pril/kem)

Bupati Gorontalo Utara Harap Hidayatullah Menjadi Pelopor

Bupati Harap Hidayatullah Jadi Pelopor Gerakan IslamiHidayatullah.or.id – Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Indra Yasin, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Hidayatullah Gorontalo Utara, yang bertempat di Desa Motinelo, Kecamatan Kwandang, Jumat (10/3).

Dalam sambutannya, Indra Yasin, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Rakerda ke-II Hidayatullah Gorut serta mendorong Hidayatullah untuk terus menjadi pelopor gerakan dakwah Islamiyah.

“Semoga Hidayatullah menjalankan program mainstream menuju sukses gerakan Islamiyah, sesuai dengan tema yang diangkat pada rakerda ini,” kata Indra Yasin.

Indra menambahkan, Rakerda Hidayatullah ini sangat penting. Selain mengangkat berbagai perkembangan dan isu Keagamaan di daerah maupun nasional, kata dia, Rakerda juga mengemban misi penguatan kader keimanan umat muslim khususnya generasi muda saat ini.

“Rakerda ke-II Hidayatullah kali ini sangat penting diikuti oleh masyarakat, karena tema yang diangkat ini sangat bagus yakni, optimalisasi program mainstream menuju sukses gerakan umat islamiah,” katanya.

“Selaku pemerintah kami sangat mendukung setiap kegiatan keagamaan di daerah Gorut baik lembaga maupun organisasi agama yang lokal, negeri, maupun swasta,” jelasnya.

Diketahui, Rakerda ke-II tersebut dihadiri oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Gorontalo Ust Abubakar Moeis, Camat Kwandang, masyarakat, dan para santri santri Pondok Pesantren Hidayatullah Kwandang. (rpp/hio)

Hidayatullah Bentuk Asosiasi Pengusaha, Syarif Ghifari Ketua

Hidayatullah Bentuk Asosiasi PengusahaHidayatullah.or.id – Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah mendorong kadernya yang memiliki potensi (passion) menggeluti kewirausahaan untuk mendukung kemandirian bangsa.

Dalam rangka menguatkan upaya tersebut belum lama ini Hidayatullah juga membentuk Asosiasi Pengusaha Hidayatullah (Aphida) sebagai wadah kader yang menjadi pelaku ekonomi. Pengukuhan ini menetapkan Ketua Aphida Pusat yakni Muhammad Syarif Al Ghifari dan Sekretaris diemban oleh Musliadi R. Mappasomba.

Pengukuhan Aphida dilakukan dalam Rakornas Ekonomi Hidayatullah bertema Mensinergikan Potensi Menuju Kemandirian Ekonomi di Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, Jumat (10/3/2017).

Rakornas dihelat selama tiga hari berturut-turut dan melibatkan sekitar 250 dai pengusaha dari berbagai wilayah di tanah air.

“Kemandirian bangsa akan sempurna bila dikuatkan dengan kemandirian ekonomi. Hidayatullah sebagai elemen bangsa harus menjadi bagian kekuatan ekonomi karena ini merupakan pilar perjuangan. Caranya, Hidayatullah selalu mendorong dai-dainya untuk menjadi dai pengusaha,” kata Ketua Umum DPP Hidayatullah, Ust Nashirul Haq, MA.

Selama ini, Hidayatullah menjalankan sejumlah bisnis, di antaranya jaringan ritel, media, properti, jasa keuangan syariah, perdagangan, manufaktur, garmen, food and beverage dan lainnya.

Untuk menguatkan para kader dai yang berkiprah di bidang bisnis, Hidayatullah menjalin kerjasama dengan Bank Muamalat berupa modal kerja dengan total nilai Rp 500 miliar.

Dalam Rakornas tersebut dilakukan penyerahan modal kerja sebesar Rp 30 miliar oleh Direktur Korporasi Bank Muamalat Indra Sugiarto kepada Ketua Bidang Ekonomi DPP Hidayatullah Asih Subagyo.

“Ini merupakan tahap awal yang sudah direalisasikan Bank Muamalat kepada Hidayatullah,” ungkap Indra Sugiarto.

Hidayatullah juga menggandeng Koperasi Primer Syariah Nasional (KPSN) 212 untuk mengembangkan bisnis ritel di seluruh Indonesia.

“Melalui kerjasama dengan Hidayatullah, Koperasi Syariah 212 bertekad mewujudkan gerakan satu keluarga satu pengusaha,” ujar Ketua I KPSN 212, Valentino Dinsi.

Sementar itu, Presiden Indonesia Islamic Business Forum (IIBF), Heppy Trenggono, mengajak umat Islam untuk menggalakkan gerakan Beli Indonesia Bela Indonesia.

“Saya yakin bersama jaringan Hidayatullah di seluruh wilayah Nusantara dan militansi kader-kadernya, gerakan Beli Indonesia Bela Indonesia akan menjadi gerakan yang kuat dan membebaskan Indonesia dari penjajahan ekonomi,” ucap Heppy. (ybh/hio)

Kembangkan Ekonomi Produktif dengan Program Dai Preneur​

IMG-20170312-WA010Hidayatyullah.or.id – Sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional dengan program utama Dai Tangguh, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) terus mengembangkan program yang ada sehingga bisa menyentuh aspek-aspek mendasar yang dapat mendorong kemajuan umat baik secara spiritual maupun kemandirian ekonomi.

“Untuk itu, pada tahun 2017, sebagaimana menjadi ketetapan dalam Rakernas XIII yang lalu, BMH berupaya mengembangkan kiprah Dai Tangguh dari sisi dakwah secara umum juga dapat berkontribusi dari sisi ekonomi produktif,” ungkap Ketua Umum Laznas BMH, Marwan Mujahidin (12/3/2017).

Oleh karena itu, para dai BMH semakin diberdayakan dengan diberikan amanah pengelolaan asset untuk dikelola pada sektor produktif seperti lahan pertanian, tambak dan yang lainnya.

“Mereka yang terlibat dalam ekonomi produktif BMH ini nantinya masuk dalam kategori program daipreneur yang merupakan sub dari Program Dai Tangguh. Tugas utama daipreneur adalah menghidupkan ekonomi kerakyatan,” imbuh Marwan.

Program daipreneur ini diyakini sebagai solusi konkret untuk melibatkan masyakarat turut serta dalam memaksimalkan asset produktif.

“Terlebih dengan program cluster pemberdayaan yang meliputi sektor pertanian berupa penanaman cabe, pohon sengon, tambak ikan, dan udang, peternakan kambing dan sapi, ternak bebek dan yang lainnya, akan banyak masyarakat terlibat dan tentu saja dengan dukungan kita bersama, semakin banyak yang akan terangkat kesejahteraannya,” urai Marwan lebih lanjut.

Program ini semakin konkret dan akan segera terealisasi secara lebih luas di berbagai daerah dengan diselenggarakannya Silaturahim Daipreneur bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Hidayatullah (APHIDA) di Pesantren Hidayatullah Surabaya (10-12 Maret 2017).

“Kerjasama dengan APHIDA sendiri akan membantu terwujudnya program akademi daipreneur, konsultasi dan pendampingan program daipreneur di seluruh Indonesia,” tegas Marwan.

Setidaknya ada 250 dai dari 34 propinsi yang siap terlibat dalam Program Daipreneur sebagai derivasi dari Program Dai Tangguh BMH.

Sebagian upaya ini telah berjalan di Jambi tepatnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang dinahkodai oleh Sumono, dai tangguh BMH.

“Di Jambi sudah berjalan proyek agribisnis yang didukung oleh BMH sejak akhir 2016. Lahan seluas 2 hektar itu ditanami cabe rawit dan dikelola oleh para santri yang menimba ilmu di SMK Pertanian Lukman Al-Hakim.

Ada 14 siswa SMK yang setiap hari diwajibkan tanam 2 batang cabe dan diwajibkan merawatnya sebagai bagian program unggulan SMK. Prospeknya dari 1 batang bisa menghasilkan Rp. 300 ribu. Alhamdulillah saat ini lebih dari 1000 batang telah ditanam,” terang Sumono.

Dengan demikian diharapkan Program Daipreneur bisa menjadi program ekonomi yang bersifat sustainable dengan manfaat yang terus meluas dari Program Dai Tangguh yang dimotori oleh Laznas BMH. (prs/rls)

Rakornas Ekonomi Komitmen Kuatkan Kemandirian Bangsa

Gelar Rakornas, Hidayatullah​ Ingin Kuatkan Kemandirian BangsaHidayatullah.or.id – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah menggelar Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) Ekonomi Hidayatullah yang berlangsung di Pesantren Hidayatullah Surabaya, Jawa Timur, dibuka pada Jum’at (10/03/2017).

​Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq dalam sambutannya membuka acara ini menerangkan bahwa Hidayatullah berkomitmen turut serta mendukung membangun kemandirian bangsa. Karenanya ia mendorong kader yang memiliki passion di bidang tersebut untuk menjadi dai wirausahawan.

“Kemandian bangsa akan sempurna bila dikuatkan dengan kemandirian ekonomi. Hidayatullah sebagai elemen bangsa harus menjadi bagian kekuatan ekonomi karena ini merupakan pilar perjuangan,” kata Nashirul saat membuka Rakornas Ekonomi Hidayatullah ini.

“Caranya, Hidayatullah selalu mendorong dai-dainya untuk menjadi dai pengusaha,” lanjutnya.

Nashirul mengatakan, Hidayatullah selaku lembaga kader yang bergerak dalam bidang pendidikan, dakwah dan jaringan pondok pesantren di seluruh Nusantara, telah berkiprah di bidang ekonomi untuk menguatkan kemandirian bangsa.

Disebutkan, bisnis yang sudah digeluti dan berjalan meliputi jaringan retail, media, properti, jasa keuangan syariah, perdagangan, manufaktur, garmen, food beverage dan lain-lain.

Mensinergikan Potensi
Rakornas yang berlangsung di Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya yang bertema “Mensinergikan Potensi Menuju Kemandirian Ekonomi” ini berlangsung 10-12 Maret dan diikuti tidak kurang dari 250 dai pengusaha dari berbagai wilayah nusantara.

Untuk menguatkan para kader dai yang berkiprah di bidang bisnis Hidayatullah telah menjalin kerjasama dengan Bank Muamalat berupa modal kerja sebesar 500 milyar.

Pada saat Rakornas ini berlangsung, dilakukan penyerahan modal kerja sebesar 30 milyar yang dilakukan oleh Indra Sugiarto, Direktur Korporat Bank Muamlat kepada Ketua Bidang Ekonomi DPP Hidayatullah, Asih Subagyo.

“Ini merupakan tahap awal yang sudah direalisasikan Bank Muamalat kepada Hidayatullah,” kata Indra Sugiarto dalam siaran pers diterima media ini.

Hidayatullah juga menggandeng kekuatan umat Islam yang baru lahir yakni jaringan Koperasi Primer Syariah Nasional (KPSN) 212 untuk mengembangkan bisnis ritail di berbagai wilayah nusantara.

“Melalui kerja sama dengan Hidayatullah, Koperasi Syariah 212 bertekad mewujudkan gerakan satu keluarga satu pengusaha,” kata Valentino Dinsi, Ketua I KPSN 212 sekaligus pengusaha dan juga dikenal sebagai mentor di bidang kewirausahaan.

Sementara itu Heppy Trenggono, Presiden Indonesia Islamic Business Forum (IIBF) melaui Rakornas Ekonomi Hidayatullah ini mengajak umat Islam untuk menggalakkan gerakan Beli Indonesia Bela Indonesia.

“Saya yakin bersama jaringan Hidayatullah di seluruh wilayah Nusantara dan militansi kader-kadernya gerakan Beli Indonesia dan Bela Indonesia akan menjadi gerakan yang kuat dan membebaskan Indonesia dari penjajahan ekonomi,” kata Happy dengan mantap.

Dalam Rakornas Ekonomi Hidayatullah ini juga dilakukan pengukuhan Asosiasi Pengusaha Hidayatullah (Aphida) sebagai wadah kader Hidayatullah yang menjadi pelaku ekonomi. (ybh/hio)

Kuatkan Dakwah, Hidayatullah Sebar Dai Sarjana ke Pelosok

Kuatkan Dakwah Pelosok, Hidayatullah Sebar 21 Dai SarjanaHidayatullah.or.id – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah melakukan penugasan dai sarjana ke berbagai wilayah nusantara baru baru ini guna menguatkan dakwah pelosok.

Penugasan dai sarjana ini terselenggara berkat kerjasama DPP Hidayatullah, Laznas BMH dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah Depok.

Kepala Humas Laznas BMH Pusat Imam Nawawi mengatakan program dakwah di pelosok merupakan program strategis untuk membumikan Islam sebagai nilai-nilai dasar dalam kehidupan umat.

Hal ini, jelas dia, karena daerah pelosok merupakan daerah yang sangat haus dengan nilai-nilai spiritual, namun disaat yang sama belum ada dai yang membimbing umat.

Imam menyebutkan seperti yang terjadi di Dusun Salu Rindu yang terletak di daerah puncak pegunungan Malunda, Maje’ne, Sulawesi Barat.

“Di sana sudah hampir 3 tahun tidak ada sholat Jum’at. Bukan saja karena masjid yang sudah memprihatinkan, tapi dai yang selama ini membimbing warga di dusun tersebut telah meninggal dunia,” ungkapnya.

Oleh karena itu, terangnya, upaya untuk terus melahirkan dai sarjana yang difokuskan siap membangun negeri dari pelosok terus menjadi komitmen Laznas BMH.

“Dalam penugasan kali ini ada 21 dai sarjana yang telah ditetapkan daerah tugasnya untuk mereka berkiprah membangun negeri di pelosok. Mulai dari NTT sampai ke Aceh,” imbuh Imam Nawawi.

Dr. Dudung A. Abdullah selaku Ketua STIE Hidayatullah menegaskan bahwa para dai ini telah disiapkan sedemikian rupa mulai dari aspek akademik hingga mental untuk siap mengemban tugas keumatan.

“Mereka, para dai sarjana STIE Hidayatullah Depok telah ditempa sedemikian rupa dengan kurikulum integral yang memungkinkan mereka memiliki bekal secara akademik dan mental untuk siap berkontribusi dalam membangun negeri dari pelosok,” ungkap Dudung.

“Kita doakan, semoga mereka bisa istiqomah dalam amanah dakwah ini dan mampu mengukir perubahan di pelosok untuk kemajuan bangsa dan negara ke depan,” sambungnya kala memberikan orasi ilmiah.

Sementara itu, Junaidi, salah seorang dai sarjana yang mendapatkan tugas di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku siap tidak siap harus siap.

“Ya, saya jujur, saya terkejut dapat tugas di NTT. Saya, kan orang Madura. Tapi sudah disampaikan oleh para dosen dan pembimbing di sini, bahwa kalau ada masalah cukup gelar sajadah, bangun sholat malam. Jadi, insya Allah keguncangan jiwa akan bisa diatasi dan tidak perlu lari dari tugas,” ucapnya sembari tersenyum.

Dengan ditugaskannya 21 dai sarjana ini insya Allah Program Dai Tangguh yang selama ini dijalankan Laznas BMH akan semakin menguat di tengah-tengah masyarakat.

“Penugasan kali ini tentu akan menguatkan jaringan dakwah dan kekuatan yang sudah ada melalui Program Dai Tangguh. Insya Allah, dengan komitmen dan konsistensi kita semua membangun bangsa dengan dakwah dari pelosok,” ujar Imam.

Dia menambahkan, perubahan masa depan umat, bangsa dan negara akan dapat kita wujudkan bersama.

“Tentu saja semua ini bisa berjalan dengan baik berkat kekuatan sedekah dan zakat yang secara pasti terus menggulirkan perubahan demi perubahan,” pungkas Imam Nawawi. (ybh/hio)

Dinamika Keummatan dan Fokus Program Mainstream

Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq, memberikan sambutan / Anchal
Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq, memberikan sambutan / Anchal
Anggota Dewan Pertimbangan Pimpinan Umum (DPPU) Drs Hamim Thohari, M.Si, saat menjadi pembicara / Anchal
Anggota Dewan Pertimbangan Pimpinan Umum (DPPU) Drs Hamim Thohari, M.Si, saat menjadi pembicara / Anchal
Salah seorang peserta dalam sesi dialog dalam acara silaturrahim bertajuk “Konsolidasi Menyikapi Dinamika Keummatan”
Salah seorang peserta dalam sesi dialog dalam acara silaturrahim bertajuk “Konsolidasi Menyikapi Dinamika Keummatan”

Hidayatullah.or.id – Fokus pada mainstream gerakan Hidayatullah yakni dakwah dan tarbiyah harus terus dikuatkan dengan membangun sinergi. Dengan kerja kolektif dan kolaboratif akan semakin menguatkan peran Hidayatullah dalam mencerahkan umat dan membangun bangsa.

Demikian benang merah acara konsolidasi silaturrahim diselenggarakan DPP Hidayatullah dan dihadiri oleh seluruh ketua-ketua DPW Hidayatullah se-Indonesia yang digelar di Kota Depok, Jawa Barat, Senin (6/03/2017).

Anggota Dewan Pertimbangan Pimpinan Umum (DPPU) Drs Hamim Thohari, M.Si menjadi pembicara kunci dalam acara bertajuk “Konsolidasi Menyikapi Dinamika Keummatan” yang dibuka Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq itu.

Hamim Thohari dalam pemaparannya menekankan pentingnya gerakan dakwah keteladanan, yang, dalam tradisinya, Hidayatullah telah memperagakan nilai-nilai khas ini sehingga dapat diterima dengan baik di mana saja.

Seiring dengan itu, keteladanan adalah mengusung tenunan dakwah yang dibingkai dalam etika at-tawassuth atau pertengahan. Sikap ini menampilkan serta lebih mendorong untuk mengutamakan persamaan dalam hal-hal mendasar, sehingga tidak mudah berpecah belah, apalagi diadu domba.

Dalam geraknya, Hidayatullah menjunjung tinggi nilai-nilai tawassuth yang menganut prinsip moderasi Islam. Sebab itu, jelasnya, Hidayatullah cermat melihat dinamika yang ada sehingga tidak konfrontatif namun tak pula reaktif. Dalam kata lain, tidak berlebih-lebihan serta tidak pula menggampang-gampangkan hal dalam urusan agama, tegas beliau.

Sementara itu Ketua Umum DPP Hidayatullah, Ust Nashirul Haq, MA, menerangkan bahwa Hidayatullah lahir atas kegelisahan untuk upaya pengarusutamaan spiritual dan kepemimpinan Wahyu dalam dinamika keummatan dan kebangsaan.

Karenanya, perlunya selalu mempelajari serta meninggikan Wahyu (Al Qur’an) sebagai moral dan kode etik dengan melandaskan gerakan pada sistematika turunnya (nuzul) sebagaimana telah diperankan Rasulullah SAW.

Adapun dalam menyikapi dinamika keummatan dewasa ini, Nashirul mengingatkan bahwa Hidayatullah tetap fokus pada mainstream geraknya dan jangan sampai terbawa arus.

Dalam pada itu, tegasnya, Hidayatullah terus menjalin sinergi dengan berbagai elemen bangsa yang sejalan dengan itu merekatkan simpul ukhuwah Islamiyah (persaudaran antar sesama umat Islam) dan berkomiten selalu merawat ukhuwah Insaniyah (persaudaraan antar sesama manusia) sebagai modal utama persatuan kita sebagai sebuah bangsa dengan multikulturalismenya. (ybh/hio)

Pesan Pernikahan Prof Didin untuk Gapai Keluarga Sakinah

Pesan Pernikahan Prof Didin Hafidhuddin untuk Gapai Keluarga Sakinah Pesan Pernikahan Prof Didin Hafidhuddin untuk Gapai Keluarga Sakinah3 Pesan Pernikahan Prof Didin Hafidhuddin untuk Gapai Keluarga Sakinah2Hidayatullah.or.id – Anggota Dewan Pertimbangan Pimpinan Umum Hidayatullah Dr Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar menikahkan putrinya dengan putra dari Dr Abdul Mannan yang juga mantan Ketua Umum DPP Hidayatullah yang saat ini mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Pimpinan Umum (DPPU).

Cendekiawan Muslim Prof Dr KH Didin Hafidhuddin turut hadir dalam acara akad nikah itu sekaligus menyampaikan khutbah pernikahan.

Hadir pula menyaksikan prosesi akad nikah tersebut Pimpinan Umum Hidayatullah Ust Abdurrahman Muhammad, Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq, juga sesepuh Hidayatullah yang juga pimpinan Java Motor, Andi Iman Loebis, serta anggota Dewan Pertimbangan Pimpinan Umum Drs Abdul Rahman.

Muhammad Saddam bin Abdul Mannan dengan Izzatul Mudzakkirah binti Abdul Aziz Qahar Mudzakkar melakukan akad pernikahan di Masjid Ummul Quro, Komplek Pondok Pesantren Hidayatullah, Kota Depok, Jawa Barat, Ahad (05/03/2017).

Dalam nasihat pernikahan itu, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) Pusat ini menyebutkan beberapa pilar penting tumbuhnya keluarga sakinah mawaddah warohmah.

Pilar pertama, kata Didin, adalah ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Dia menegaskan, keluarga sakinah tidak mungkin dibangun kecuali atas dasar landasan yang kuat, yaitu taqwa kepada Allah.

“Ketaqwaan kepada Allah merupakan sesuatu yang penting dalam membangun segala aspek kehidupan. Termasuk dalam membangun keluarga, apalagi membangun bangsa dan negara,” ujarnya seusai aqad nikah sepasang putra-putri tokoh ormas Hidayatullah yang digelar cukup sederhana itu.

Ia menjelaskan, untuk membangun keluarga sakinah, anggota keluarga mesti mendekatkan diri kepada Allah. Caranya antara lain melalui peningkatan ibadah, seperti membaca al-Qur’an, shalat tahajud, dan sebagainya.

“Insya Allah, Allah akan memberi keberkahan…. Keberkahan tidak mungkin turun kalau kita tidak akrab dengan kalimat-kalimat Allah,” ujarnya.

Pilar kedua, jelas Didin, ditunaikannya kewajiban masing-masing pasangan dalam rumah tangga.

“Keluarga sakinah akan mampu dibangun jika suami menunaikan kewajiban, keluarga sakinah akan mampu dibangun jika istri menunaikan kewajibannya,” ujar mantan Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) ini.

Jadi, kata dia, daripada menuntut hak, suami maupun istri harus lebih mengutamakan penunaian kewajibannya. Suami atau istri kalau selalu menuntut hak, imbuhnya, belum tentu menunaikan kewajibannya.

Pilar ketiga, tambah Didin, suami-istri mesti mendesain rumah tangga menjadi sarana melahirkan generasi Muslim pejuang.

“Keluarga harus jadi tempat persemaian lahirnya para mujahid, keluarga harus jadi tempat persemaian lahirnya para dai,” ujarnya di depan 500-an tamu undangan yang memadati masjid.

Kemudian, pilar keempat dalam membangun keluarga sakinah, kata Didin, adalah terjalinnya hubungan yang lebih baik antara suami atau istri terhadap orangtuanya.

“Setelah pernikahan, maka hubungan dengan kedua orangtua harus semakin baik,” ujar Dekan Pascasarjana UIKA ini.

Ia mengatakan, ketika seorang suami ingin berbuat baik kepada orangtuanya, maka harus didorong oleh istrinya.

Begitu pula sebaliknya, kata dia, “Ketika seorang istri ingin berbuat baik kepada orangtuanya, maka harus didorong oleh suaminya.”

Dalam acara resepsi pernikahan tersebut hadir pula sejumlah tokoh antara lain Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta permaisuri Gusti Kanjeng Ratu Hemas, anggota DPD RI Muhammad Aksa Mahmud, AM Fatwa, mantan Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, Neno Warisman, dan lain sebagainya.

Selain itu tampak juga Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid, Ketua BPK RI Harry Azhar Azis, kolega dari anggota MPR, DPD, dan DPR RI, dan sejumlah anggota DPRD serta sejumlah Bupati/ Walikota dari Sulawesi Selatan. (skr/ybh)