Beranda blog Halaman 579

WBP Lapas Asimilasi Sambangi Ponpes Hidayatullah Gorontalo

wbp-asimilasi-lapas-sambangi-pesantren-hidayatullah-gorontaloHidayatullah.or.id – Sebanyak 10 Warga Binaan Pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan (WBP Lapas) Gorontalo yang telah memasuki masa asimilasi menyambangi Kampus Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Al-Amin Kota Gorontalo, Jumat (4/11).

Dengan pengawalan petugas Lapas Gorontalo, para WBP menyumbangkan bahan makanan berupa beras, ikan kaleng, minyak goreng, mie instant, dan sejumlah uang yang berasal dari donator di lingkungan Lapas Gorontalo.

Selain itu, pra WBP juga melaksanakan Shalat Jumat di pesantren yang dihuni oleh 100 santri anak yatim dan dhuafa tersebut. Anggota rombongan yang juga anggota rombongan Lapas Gorontalo ini yang memiliki kecakapan dalam ilmu agama, dipersilahkan menjadi khatib Shalat Jumat, imam, serta memberikan tausyiah kepada para santri.

“Kami sangat gembira mendapatkan tali asih dari pihak Lapas. Kami tidak menyangka bahwa di tengah cobaan hidup sebagai narapidana, mereka masih bisa berbuat baik,” tukas Ustadz Hasan, pemimpin pesantren tersebut.

Salah satu WBP yang berkesempatan memberikan tausyiah kepada para santri, Ustadz Salun Najih, mengatakan bahwa ujian yang dialami oleh para santri pada dasarnya sama dengan yang dialami oleh WBP.

“Di Lapas Gorontalo juga diadakan program pembinaan keagamaan sehingga Lapas Gorontalo dikukuhkan menjadi Lapas Santri,” ujar WBP yang tak lama lagi akan bebas itu.

Kepala Lapas Gorontalo, Asih Widodo, sangat bangga dengan apa yang dilakukan para WBP.

“Ini dalam rangka mendekatkan para WBP dengan masyarakat luar sekaligus mengubah image masyarakat terhadap lapas selama ini. Dan tentunya bernilai ibadah,” pungkasnya. (kem/ybh)

6 Rekomendasi Wantim MUI Terkait Kasus Penistaan Agama

wantim-mui2wantim-mui3Hidayatullah.or.id – Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) mengeluarkan enam rekomendasi pasca-aksi demo 4 November 2016 terkait penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Rekomendasi yang telah disepakati oleh 99 perwakilan ulama ini diberi nama Tausiah Kebangsaan.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin mengatakan, Tausiah Kebangsaan ini perlu dikeluarkan setelah melihat situasi nasional yang mulai goyah terkait pernyataan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang dianggap menistakan agama. MUI ingin persoalan ini segera dibuat terang agar tidak menimbulkan perpecahan.

“Ujaran kebencian yang ditampilkan telah menimbulkan sentimen. MUI ingin meredam kondisi tersebut,” ujar Din di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Rabu (9/11/2016).

Rekomendasi yang dikeluarkan melalui rapat pleno ini berkesimpulan bahwa ucapan Ahok mengandung unsur penistaan agama. Rekomendasi ini juga mendukung Pendapat Keagamaan Dewan Pimpinan MUI yang telah dikeluarkan pada 11 Oktober 2016.

“Selain mendukung Pendapat Keagamaan MUI, kami minta Pendapat Keagamaan itu dijadikan rujukan Bareskrim Polri terkait kasus dugaan penistaan agama Ahok,” kata dia.

Berikut enam butir Tausiah Kebangsaan Dewan Pertimbangan MUI:

1. Memperkuat Pendapat Keagamaan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia tanggal 11 Oktober 2016 tentang penistaan agama, dan seharusnya menjadi rujukan utama dalam menangani proses hukum masalah dugaan penistaan agama, sebagaimana yang telah menjadi kebiasaan selama ini. Juga mendukung pernyataan sikap PBNU dan PP Muhammadiyah yang merupakan pendapat dan sikap sesuai ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Pendapat Keagamaan tersebut dikeluarkan sebagai kewajiban para ulama dalam menjaga agama dan mendorong kehidupan duniawi yang tertib, harmonis, penuh maslahat (haratsat addin wa siyaszu addunya), serta memelihara kerukunan hidup antarumat beragama demi persatuan dan kesatuan bangsa.

2. Menyesalkan ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Pulau Seribu, “Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil Bapak itu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai Surat Al Maidah 51, macem-macem ini. Itu hak Bapak Ibu. Jadi Bapak Ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya,” yang beredar luas di masyarakat.

Ucapan tersebut jelas dirasakan Umat Islam sebagai penghinaan terhadap Agama Islam, Kitab Suci Al Qur’an, dan ulama, karena memasuki wilayah keyakinan pemeluk agama lain dengan memberikan penilaian dan pemahaman yang diberikan para ulama, dan dengan memakai kata yang bersifat negatif, pejoratif, dan mengandung kebencian (hate speech). Ucapan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama tersebut menunjukkan intoleransi dan rendahnya tenggang rasa terhadap keyakinan orang lain dan sangat potensial menciptakan kegaduhan sosial dan politik yang dapat mengarah kepada terganggunya stabilitas nasional.

3. Memberikan apresiasi kepada umat Islam dan beberapa elemen bangsa yang menggelar aksi damai 4 November 2016 sebagai reaksi yang telah berlangsung dengan aman dan damai yang dipimpin oleh para ulama, habaib dan para tokoh Islam. Aksi damai tersebut yang menunjukkan kesatuan dan kebersamaan semua elemen bangsa merupakan ekspresi demokrasi yang konstitusional dan positif untuk mendorong penegakan hukum di negeri yang menganut supremasi hukum. Insiden yang terjadi di luar waktu unjuk rasa adalah ulah provokator yang hanya ingin menciderai aksi damai tersebut.

4. Menyampaikan bela sungkawa dan simpati yang mendalam atas jatuhnya korban (yang terluka maupun yang meninggal dunia), baik dari kalangan peserta aksi dan peserta keamanan dan diharapkan pada masa yang akan datang aksi damai tidak dihadapi dengan tindakan represif.

5. Karena kasus penistaan agama bukan masalah kecil, maka diminta agar proses hukum dijalankan secara berkeadilan, transparan, cepat, dan memperhatikan rasa keadilan masyarakat luas.

6. Menyerukan kepada seluruh umat Islam Indonesia untuk tidak terpancing dengan isu-isu yang menyesatkan dan provokatif serta memecah belah kehidupan umat dan bangsa Indonesia. Seraya menyerukan dan mengajak umat Islam Indonesia untuk tetap menjaga ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniyah, dan terus memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk kebaikan dan kemaslahatan bangsa.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum DPP Hidayatullah Nashirul Haq juga turut hadir sebagai anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI).

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin dan didampingi oleh sejumlah pengurus lainnya seperti Prof Dr KH Nasaruddin Umar, Prof Dr Didin Hafidhuddinm, dan Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Abbas. (ybh/hio)

Lembaga Pendidikan Harus Perhatikan Aspek Karakter

bukan-intelektual-semata-pendidikan-harus-fokus-pada-karakterHidayatullah.or.id – Tak dapat dipungkiri, peranan sekolah atau lembaga pendidikan sangatlah signifikan dalam proses menyiapkan generasi menghadapi tantangan kehidupan ke depan.

“Namun sangat disayangkan, umumnya sekolah yang ada saat ini hanya terfokus pada sisi intelektual semata,” kata anggota Dewan Mudzakarah DPP Hidayatullah, Ust Aqib Junaid Qahar belum lama ini.

Dalam artian, jelasnya, lembaga atau penyelenggara pendidikan hanya sebatas mentrasper ilmu.

“Padahal kita sama menyadari, betapa pembentukan karakter sangat berpengaruh dalam melahirkan generasi yang tangguh. Apa lagi di tengah kehidupan modern saat ini dimana setiap orang terbawa arus oleh lingkungan yang makin mengkhawatirkan karena (proses pendidikan) berbasis pada materialisme,” katanya.

Ironisnya, lanjut Aqib, lembaga-lembaga pendidikan yang ada justru makin memperparah arus itu.

“Alhamdulillah, kehadiran Sekolah Pemimpin Hidayatullah Depok, menjadi salah satu solusi yang sangat jitu terkait persoalan di atas. Disamping penekanannya pada pendidikan karakter, ditopang oleh lingkungan yang sangat kondusif tanpa mengabaikan sisi intelektualnya,” kata bapak yang salah satu anaknya bersekolah di Pesantren Hidayatullah Depok ini.

Dia melanjutkan, Sekolah Pemimpin Hidayatullah Depok ini semakin sempurna karena mendapat dukungan BMH dari sisi pembiayaan. Sehingga para orang tua yang betul-betul tidak punya dana yang cukup, tetap bisa terlayani dengan baik.

“Tanpa bermaksud menafikan kekurangan yang ada, sebagai manusia biasa, para pengelola telah berusaha sebaik mungkin untuk melahirkan generasi yang tangguh itu,” tukasnya.

“Kami sebagai orangtua wali murid mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan memohon doa yang tulus kepada Allah Ta’aala semoga para pengurus dan guru-guru senantiasa dalam bimbinganNya, yang akan berimbas pada kemajuan sekolah ini tentunya, sehingga para alumninya bukan hanya tegar tapi sekaligus menjadi jawaban atas sekian banyak persoalan yang melingkupi kehidupan masyarakat modern,” pungkasnya.

Syabab Hidayatullah Gelar Munas VI Desember Mendatang

chain-link-fenceHidayatullah.or.id – Organisasi kepemudaan otonom pendukung Hidayatullah, Syabab Hidayatullah, akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) VI di Kota Batam, Kepulaun Riau, Desember mendatang.

Demikian pernyataan Pengurus Pusat (PP) Syabab Hidayatullah melalui laman resminya dan dilansir Hidayatullah.or.id, Senin (07/11/2016).

Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah, Naspi Arsyad, menyebutkan penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) VI Syabab Hidayatullah yang, Insya Allah, akan diselenggarakan di Kota Batam, Kepulauan Riau, tanggal 26-28 Desember 2016 mendatang.

Munas kali ini, kata dia, diharapkan menjadi momentum revitalisasi spirit gerakan Syabab Hidayatullah untuk lebih baik lagi.

Diinformasikan, Syabab Hidayatullah adalah organisasi kepemudaan nasional hadir dalam rangka mendukung program mainstream induk, ormas Hidayatullah.

Syabab Hidayatullah wadah aktualisasi dan kaderisasi berfokus pada pembinaan serta pemberdayaan generasi muda yang aktivitas utamanya diarahkan pada upaya menggalakkan pendidikan dan dakwah.

Pendidikan diutamakan dalam rangka mencetak kader–kader bangsa yang berkualitas secara spiritual dan intelektual. Dan, dakwah dihidupkan sebagai upaya merekrut kader sebanyak mungkin untuk menjadi basis dan pendukung eksistensi Hidayatullah sebagai organisasi massa.

Pertautan beragam turunan dari 2 program tersebut, diharapkan lahir kader-kader umat berdedikasi tinggi, pemuda yang dalam tubuhnya mengalir darah Merah Putih dan tarikan napas kehidupannya terpancar kalimat Laa Ilaha Illallah. Muaranya kemudian adalah menguatkan kiprah serta meluaskan kebermanfaatan untuk umat dan bangsa Indonesia tercinta.

Panitia Musyawarah Nasional VI Syabab Hidayatullah, mengundang kader muda dan semua unsur pengurus Pengurus Wilayah (PW), Pengurus Daerah (PD), unsur Kesatuan Mandiri (Perguruan Tinggi Hidayatullah), untuk hadir serta turut mensukseskan helatan akbar ini.

Selain itu, panitia juga menggelar lomba menulis essai bertema “Pandangan dan Harapan Kader Muda untuk Syabab Hidayatullah Masa Depan” yang dimulai dari tanggal 1 November 2016 dan berakhir pada tanggal 1 Desember 2016. Lomba essai ini terselenggara berkat dukungan Hidayatullah Media Group (KMH), Kampus Hidayatullah Batam, Laznas BMH, dan DPP Hidayatullah.

Naskah essai terbaik yang diseleksi dewan juri akan diumumkan di arena Munas VI Syabab Hidayatullah yang diselenggarakan pada tanggal 26-28 Desember 2016 di Kota Batam, Kepulaian Riau. Sebanyak 3 orang peserta yang dinyatakan masuk 3 besar akan mendapatkan apresiasi menarik dari panitia. (ybh/hio)

Nurdin Halid Beranjangsana ke Kampus Hidayatullah Makassar

nurdin-halid-berkunjung-ke-hidayatullah-makassarHidayatullah.or.id – Pengurus DPP Partai Golkar yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Nurdin Halid melakukan anjangsana silaturrahim ke komplek Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Makassar.

Politisi gaek Golkar ini sekaligus melaksanakan Jumatan di Masjid Hidayatullah Pondok Pesantren Hidayatullah, yang beralamay di Bumi Tamalanrea Permai ini.

Pada kesempatan itu Nurdin Halid diberikan waktu untuk menyampaikan pesan dan motivasi di hadapan para santri dan jamaah shalat Jum’at.

Dia mendorong santri Hidayatullah agar selalu membangun etos kerja dan semangat belajar yang tinggi sehingga kelak dapat menjadi generasi harapan bangsa.

Pada kesempatan itu ia juga berjanji akan mendukung pembangunan masji pesantren yang kebetulan memang belum sepenuh rampung.

“Tujuan NH, agar masjid ini lebih nyaman digunakan. NH bernostalgia pernah ber-HMI dengan Ustad Aziz,” kata Ketua Bidang Penggalangan Opini dan Media, Maqbul Halim.

Nurdin Halid berjanji menyelesaikan Masjid Hidayatullah selama enam bulan ini. Hal ini dia sampaikan saat bertemu Pembina Pesantren Hidayatullah, Ustad Aziz Qahar Mudzakkar.

“NH (arkonim Nurdin Halid) janji 6 bulan masjid hidayatullah ini harus sudah selesai,” kata Wakil

Untuk besaran bantuan, Nurdin menunggu proposal Pesantren Hidayatullah.

“Tergantung proposal panitia pembangunan, hingga masjid itu rampung,” katanya. (ttn/ybh)

Kamtibmas Ingatkan Santri Jauhi Narkoba dan Provokasi

bhabinkamtibmas-ingatkan-siswa-jauhi-narkoba-dan-provokasiHidayatullah.or.id – Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Bandar Labuhan Kepolisian Sektor Tanjung Morawa Polres Deli Serdang, Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Syahrial menjadi Pembina Upacara di Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Dusun II Desa Bandar Labuhan, Senin (31/10/2016).

“Menjadi pembina upacara merupakan kegiatan rutin Bhabinkamtibmas Polsek Tanjung Morawa Polres Deli Serdang, yang mana setiap minggunya, Bhabinkamtibmas bergantian menjadi pembina upacara di sekolah yang berada di wilayah tugasnya,” ujarnya.

Dalam amanatnya di depan ratusan peserta upacara, Aiptu Syahrial menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Syahrial mendorong para santri untuk selalu meningkatkan kualitas diri melalui proses belajar dan menimba ilmu agama.

“Belajar giat dan semangat menuntut ilmu agama akan melahirkan manusia-manusia Indonesia yang cerdas, bermoral, dan berkomitmen membangun bangsa dengan segala potensinya,” katanya.

Beliau juga mengajak peserta uocara untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba, minuman keras, seks bebas, pornografi, kekerasan seksual terhadap anak, tawuran, balap liar serta mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku.

Aiptu Syahrial juga berpesan kepada para pelajar dan seluruh peserta upacara agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu terkait SARA, yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan sesama warga negara Indonesia.

“Selain itu, jangan takut melapor kepada pihak kepolisian terdekat apabila menemukan dan mengetahui ada orang asing yang tidak diketahui identitasnya,” pungkasnya. (ybh/bsc)

Unjuk Rasa 4 November Harus Kedepankan Akhlaqul Karimah

0

demonstrasi-penista-agama-islam-ahokHidayatullah.or.id – Jelang aksi demonstrasi 4 November 2016, Presiden Joko Widodo mengumpulkan para ulama. Pesan damai nan sejuk pun makin disuarakan usai pertemuan para ulama dengan Presiden Jokowi di Istana Negara.

Aksi unjuk rasa akan dilakukan oleh sejumlah Ormas Islam yang mengaku berada di payung Gerakan Nasional Pembela Fatwa-Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI). Demo tersebut terkait dengan kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI nonaktif Basuki T Purnama (Ahok).

Sehari setelah bertemu dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Jokowi mengundang sejumlah ulama ke istana.

Hadir dalam pertemuan tersebut para pimpinan MUI, NU dan Muhammadiyah seperti Ketua MUI Ma’Ruf Amin, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, dan Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Jokowi pun didampingi pula oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin, Menko Polhukam Wiranto, dan Mensesneg Pratikno.

“Saya mengundang para ulama ke Istana. Silaturahim antara ulama terus kita jalin, kita pelihara dan kita rawat, kita tingkatkan. Nasihat yang penuh kesejukan dan penuh kedamaian saya kira sekarang ini sangat dinanti-nanti dari para ulama oleh umat,” ungkap Jokowi dalam pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (1/11/2016).

Setidaknya ada 30 orang ulama yang diundang Jokowi ke Istana Negara. Soal demo sendiri, presiden menyatakan itu adalah hak setiap warga negara. Hanya saja bukan berarti harus memaksakan kehendak.

“Kami harap para ulama juga berani ambil sikap tegas bahwa Islam dan Indonesia tak bisa dipertentangkan. Saya ingin sampaikan soal upaya kita bersama-sama menjaga negara kita supaya kesatuan kita tetap berdiri kokoh dan maju,” ujar Jokowi.

Presiden juga menegaskan tidak akan mengintervensi kasus Ahok terkait Surat Al Maidah 51. Jokowi pun menyatakan siap turun tangan jika kasusnya tak tuntas.

Usai pertemuan, para ulama bersama-sama menyampaikan pesan perdamaian. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin mengimbau demonstrasi 4 November nanti berjalan damai dan tidak anarkis.

“Kita sepakat dengan Presiden bahwasannya demo itu tidak dilarang di negara demokrasi, tapi harus sesuai dengan peraturan. Karena itu kita para ulama sepakat bahwa kita harus menyerukan pada mereka dalam demonstrasi harus mematuhi aturan-aturan, harus dilakukan dengan sopan santun, dengan akhlaqul karimah, tidak boleh anarkis, tidak boleh ada pengrusakan,” kata Maruf Amin usai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan.

Para ulama juga mengimbau agar demo selesai pada pukul 18.00 WIB seperti aturan yang sudah ada. Para ulama sepakat untuk mengimbau para peserta unjuk rasa tidak mudah tersulut amarah, terutama dari provokator.

“Kita ingatkan juga agar tidak terprovokasi kalau ada hal-hal yang terjadi. Dilakukan santun, damai, tidak anarkis, tidak menimbulkan kerusakan dan tidak terprovokasi. Kita tak akan beri toleransi terhadap siapa saja yang akan pecah belah bangsa ini,” tuturnya.

Sementara Ketua umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengimbau bagi yang akan demo agar berdemonstrasi secara beradab. Muhammadiyah disebutnya tidak bisa mencegah kader atau simpatisannya untuk berdemo.

“Kita imbau demo tetap elegan, demokratis, berkeadaban dan harus terhindar dari suasana yang memancing di air keruh. Tetap kedepankan aspirasi yang damai, toleran dan tidak boleh ada potensi yang mengarah ke hal-hal yang tidak dinginkan dan ini tanggungg jawab bersam,” imbau Haedar.

“Kita berharap khususnya warga Muhammadiyah tidak membawa institusi organisasi dalam demo. Tapi pesan kita demo dengan akhlak mulia,” imbuhnya.

Menag Lukman Hakim yang ikut dalam pertemuan mewanti-wanti kepada masyarakat untuk waspada terhadap pihak-pihak ketiga yang menyusup dalam demonstrasi. Ia meminta agar massa yang berunjuk rasa benar-benar mematuhi ketentuan dan peraturan.

“Harus waspada betul akan adanya pihak ketiga untuk menggunakan kesempatan momentum ini dengan agenda-agenda tertentu. Waspadai pihak ketiga yang berupaya membiayai demo-demo seperti ini,” pinta Lukman.

“Ini imbauan kewaspadaan agar mereka yang berunjuk rasa itu lalu kemudian agendanya tidak dibajak pihak lain atau pihak ketiga yang kemudian menunggangi,” sambung politisi PPP tersebut.

Polisi sendiri sudah menyiapkan 18 ribu personel untuk mengamankan demo pada Jumat (4/11) nanti. Menko Polhukam Wiranto menegaskan bahwa demonstrasi Aksi Bela Islam II itu tidak dilarang. Tapi, para pendemo diingatkan agar patuh pada aturan.

“Demo tanggal 4 tidak dilarang karena menyampaikan pendapat di muka umum. Tapi peraturannya jelas, tiap 100 orang yang ada pimpin. Setelah pukul 18.00 WIB bubar karena aturannya begitu sehingga tidak meresahkan masyarakat,” tegas Wiranto pada kesempatan yang sama. (dtc/ybh)

Santri Hidayatullah Semarang Raih Juara Beladiri se-Jateng

santri-hidayatullah-semarang-raih-juara-beladiri-tingkat-jateng-diyHidayatullah.or.id – Pesantren Al-Burhan Hidayatullah Kota Semarang kini patut bersyukur, menyusul empat santri penghafal Al-Qur’an berhasil meraih prestasi bela diri.

Keempat Santri Penghafal Al-Qur’an itu berhasil menyabet medali perak, kelas 56, 60 dan 65 Kg junior putra dalam ajang Kejuaraan Provinsi Wushu Jawa Tengah dan DIY 2016 yang berlangsung dari 13 – 16 Oktober 2016 di GOR Pandanaran Wujil, Ungaran, Kabupaten Semarang.

Santri yang rata-rata kelahiran 16 tahun silam ini berhasil mengalahkan lawan-lawannya dari 215 atlet Provinsi Jateng–DIY lainnya, sehingga keluar sebagai juara dua dan tiga

“Ini hasil latihan beladiri rutin yang kami jalani di pesantren dan akhirnya terbayar, kami bersyukur atas perolehan prestasi ini dan kedepan bisa mendapatkan prestasi di event yang lebih besar lainnya di kejuaraan Wushu,” tutur Yasir salah satu peraih medali.

“Hasil ini menjadi bentuk persembahan dalam membawa nama baik keluarga, ustaz dan khususnya mengharumkan Pesantren Al-Burhan Hidayatullah dan juga Kota dan Kabupaten Semarang,” ujar remaja yang menekuni beladiri Wushu Sanda sejak SMP.

Mereka yang menyabet juara adalah; Ahmad Yasir kelas XI juara tiga katagori bobot 56 kg yunior, Muhammad Miftahudin kelas XII juara tiga katagori 65 yunior, Imam Al Mahdi kelas XI juara tiga katagori 60 kg yunior, dan Arif Auliya’urrohman XI juara dua katagori 60 kg yunior.

Di sisi lain Kepala Kepengasuhan Santri, Ustadz Robiul ‘Alim menyampaikan perasaan syukur.

“Kami bersyukur dimana santri-santri selain melaksanakan tugas-tugas pokoknya sebagai pelajar dan santri, ternyata bisa mengisi kegiatan positif seperti latihan beladiri,” ungkapnya.

“Beladiri Jet Kun di Pesantren Al-Burhan di bawah asuhan dari para Instruktur Beladiri Pesantren Al-Burhan Hidayatullah Semarang dan ternyata bisa meraih prestasi,” imbuhnya.

General Manager BMH Perwakilan Jawa Tengah Imam Muslim menyampaikan terimakasih banyak kepada pihak yang sudah terlibat dan mendukung program-program BMH.

“Kami haturkan terimakasih kepada semua pihak terutama para donatur dan dermawan yang sudah terlibat dan ikut andil dalam mensukseskan program Pendidikan BMH utamanya melalui Senyum Anak Indonesia. Semoga kian kokoh dan semangat dalam menghantarkan cita-cita anak bangsa melalui kepedulian,” tutur Muslim.

Pesantren Al-Burhan merupakan Pesantren Tahfidz binaan BMH dengan design kurikulum integrated building character sehingga mampu melahirkan kader mujahid yang berwawasan internasional. (ybh/hio)

Bupati PPU Sambangi Kantor Pusat Hidayatullah

img-20161024-wa099 img-20161024-wa095Hidayatullah.or.id – Di sela kesibukannya, Bupati Penajam Paser Utara, Drs. H. Yusran Aspar, M.Si menyempatkan diri menyambangi kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah di Jakarta, Senin (17/10/2016).

Kunjungan perdana Yusran ke kantor yang beralamat di Jln Cipinang Cempedak I/14 Polonia Otista, Jakarta Timur, ini disambut langsung oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah, H. Nashirul Haq beserta sejumlah jajarannya..

Dalam sambutannya, Bupati kelahiran Grogot, 64 tahun silam ini menyampaikan maksud kedatangannya  dalam rangka silaturrahim bertepatan dirinya berada di Jakarta yang dibersamai oleh pengurus Pesantren Hidayatullah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU)

Pada kesempatan tersebut Yusran mengemukakan berbagai program pemkab untuk membangun kawasan yang dipimpinnya dimana menurutnya perlu melibatkan semua elemen masyarakat termasuk lembaga yang telah nasional seperti Hidayatullah. Ia mengatakan bahwa setiap kepala pemerintahan pasti ingin mensejahterakan rakyatnya.

“Saya kira secara umum, tujuan pemerintah di daerah manapun sama, yaitu ingin mensejahterakan masyarakat, termasuk pemerintah di Kalimantan Timur. Ini selaras dengan amanat negara. Semua berangkat dari sana, yaitu melindungi, kemudian mencerdaskan dan mensejahterakan, itu adalah tujuan utama,” jelasnya.

Dia mengatakan, banyak timbul masalah kebangsaan karena tidak mengurai dari pusat masalahnya. Hal ini menurutnya karena hingga saat ini, aparat pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun nasional tidak begitu paham dengan inti persoalan yang terjadi.

“Tetapi tujuan ini, tidak akan terlaksana jika tanpa mengetahui inti persoalan yang sebenarnya terjadi, maka sebenarnya hasilnya akan sama saja, tanpa solusi,” katanya.

Yusran menyebutkan, sejumlah persoalan penting di Kalimantan Timur membutuhkan penyelesaian serius diantaranya masalah sosial yang melingkupi pendidikan, kesehatan, kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan pendapatan.

“Persoalan lingkungan pun menjadi permasalahan serius bagi Kaltim. Jadi semua persoalan ini memang harus disentuh secara bersamaan, tidak boleh ada yang dikesampingkan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama tersebut, Ketua umum DPP Hidayatullah Nashirul Haq mengatakan komitmen Hidayatullah selalu sejalan dengan tujuan pembangunan pemerintah.

Karena itu, kata dia, lembaga yang dipimpinnya tersebut akan terus menjaga sinergi dan hubungan baik dengan pemerintah, terutama dalam bidang dakwah, pendidikan, dan sosial.

“Hidayatullah adalah ormas terbuka yang fokus bidang dakwah dan tarbiyah. Dan lewat pendidikan dan dakwah inilah yang membuat Hidayatullah hingga saat ini bisa bersinergi dengan berbagai instansi di negeri ini termasuk dengan pemerintah daerah,” jelasnya.

Di akhir pertemuan, Yusran menyampaikan apresiasi yang tinggi atas peran Hidayatullah sebagai lembaga yang konsisten menjaga martabat bangsa dengan merupaya membangun manusia yang beradab.

“Apa yang dilakukan Hidayatullah hingga saat ini terbukti mampu memberi pengaruh dan turut menjaga martabat bangsa ini sebagai bangsa yang bermoral dan beretika,” cetus Yusran sesaat usai pertemuan tersebut. */ Rizky Kurnia Syah

Menjadikan Al Qur’an sebagai Spirit Asas Segala Aktifitas

kh-zainuddin-musaddad
H Zainuddin Musaddad, MA

Hidayatullah.or.id – Awali tahun baru Hijriyah dengan mengasaskan al-Qur’an dalam setiap pikiran, perasaan, dan seluruh pekerjaan yang ada.

Demikian disampaikan oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Hidayatullah Pusat Balikpapan, Ust Zainuddin Musaddad, dalam kegiatan Silaturahim Muharram,  belum lama ini dan ditulis pada Senin, (24/10/2016).

“Dengan motivasi di atas, seluruh kegiatan seorang Muslim bisa terorientasi untuk menghidupkan dan mengamalkan al-Qur’an,” ucap Zainuddin.

Acara silaturahim yang diawaki oleh Muslimat Hidayatullah (Mushida) tersebut diadakan di Aula “Prasmanan”, Gunung Tembak, Balikpapan.

Diterangkan Zainuddin, ada golongan manusia yang imannya tak lagi berfungsi dengan baik. Sebabnya, kecintaan orang itu kepada harta yang dimiliki melebihi harga keimanan dalam dirinya.

“Dalam al-Qur’an, orang itu disebut fasik, imannya rusak dan hidupnya jauh dari al-Qur’an,” paparnya sambil mengutip surah at-Taubah [9]: 24.

Untuk itu, lanjutnya, dibutuhkan spirit berhijrah. Yaitu hidup bukan cuma asal berubah dan bergerak. Tapi darimana asal perubahan itu dan kemana arahnya.

“Hijrahlah seperti yang Rasulullah ajarkan. Hijrah karena iman dan ketaatan, tanpa dinodai oleh kepentingan materi dunia,” terang ustadz yang juga pakar parenting.

Menurut Abah Zain, sapaan akrabnya, hijrah yang benar akan mengokohkan iman seseorang dan memudahkan menegakkan ibadah dan syariat agama.

“Kalau keimanannya rapuh, maka yang ada hanya pertimbangan bahkan penolakan dalam menerima perintah dan syariat lainnya,” ungkap Zainuddin.

Acara slaturahim yang bertajuk “Dengan Semangat Hijrah kita Tingkatkan Iman dan Ilmu menuju Peradaban Islam” itu dihadiri oleh ratusan jamaah pengajian dan majelis taklim di Balikpapan.

“Pesertanya dari semua kelompok pengajian (ummahat), majelis taklim Qanitat, dan majelis taklim al-Ikhwan,” terang Sholehah, ketua Mushida Gunung Tembak.

Selain kegiatan muhadharah (pencerahan), acara Silaturahim Muharram tersebut juga dirangkai dengan penampilan santri Rumah al-Qur’an yang menghafal al-Qur’an dengan metode at-Tibyan.

“Ini juga sekaligus sosialisasi dan tawaran bagi jamaah yang berniat membuka untuk membuka Rumah al-Qur’an di kediamannya,” tutup Sholehah. */Masykur Abu Jaulah