Beranda blog Halaman 60

Pemuda Hidayatullah Apresiasi Ketegasan Kementan Tertibkan Harga Pupuk Subsidi

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah, Rasfiuddin Sabaruddin, apresiasi pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) atas langkah tegas menindak pengecer dan distributor pupuk bersubsidi yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Kami mengapresiasi langkah korektif Kementan yang konsisten melakukan penertiban. Penegakan HET ini bukan semata-mata soal kepatuhan regulasi, melainkan instrumen keadilan agar petani benar-benar memperoleh pupuk pada harga yang ditetapkan negara,” ujar Rasfiuddin dalam keterangannya di Jakarta, 9 Jumadil Awal 1447 (31/10/2025).

Ia menegaskan, kepastian harga dan pasokan adalah prasyarat naiknya produktivitas sekaligus ketahanan pangan. Langkah tegas pemerintah dalam beberapa bulan terakhir tercermin dari pencabutan izin terhadap 2.039 kios dan pelaku usaha pupuk bersubsidi yang terbukti melanggar ketentuan.

Kebijakan tersebut diambil untuk melindungi kepentingan petani dan menertibkan mata rantai distribusi dari praktik permainan harga. Data pemerintah menyebutkan, pelanggaran tersebar di 285 kabupaten/kota pada 28 provinsi, dari total 27.319 kios pupuk yang ada. Pencabutan izin ini diposisikan sebagai sanksi administratif yang diiringi upaya pemulihan layanan distribusi agar tidak mengganggu kebutuhan petani di musim tanam.

Di sisi hulu kebijakan, pemerintah juga menurunkan HET pupuk bersubsidi hingga 20 persen yang mulai diberlakukan pada 22 Oktober 2025. Kebijakan ini menegaskan arah pro-petani di tengah tekanan biaya produksi. Penurunan HET dimaksudkan memperkuat daya beli petani sekaligus meredam insentif ekonomi bagi permainan harga di tingkat kios. Kementan menyatakan penurunan HET berlaku untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi dan diiringi penguatan pengawasan di titik serah.

Rasfiuddin memandang penegakan hukum terhadap pelanggaran HET merupakan bagian dari moral economy dalam tata niaga pangan. “Menjual di atas HET sama saja menggerus margin usaha tani yang sudah tipis. Ketegasan sanksi administratif dan pidana harus berjalan beriringan agar ada efek jera,” tegasnya.

Pola penindakan ini menurut Rasfiuddin penting untuk menjaga integritas rantai pasok, terutama di wilayah dengan rasio kios terhadap petani yang timpang.

Menurutnya, kombinasi kebijakan harga (penurunan HET), penertiban distribusi (pencabutan izin pelanggar), serta penguatan pengawasan berlapis (Kementan, Pupuk Indonesia, dan Satgas Pangan) merupakan tiga pilar yang perlu dijaga konsistensinya.

Kombinasi pilar ini dinilai Rasfiuddin mampu menekan biaya produksi, memperbaiki akses input, dan pada gilirannya berkontribusi pada stabilisasi produksi pangan.

Ke depan, dia berharap pengungkapan data real-time mengenai alokasi dan realisasi penyaluran per kabupaten/kota, serta kanal pengaduan yang mudah diakses petani, semakin mempersempit ruang distorsi harga di tingkat kios.

Rasfiuddin mengajak semua pemangku kepentingan menjaga integritas kebijakan subsidi. Dia menegaskan, ketika negara sudah menurunkan HET dan menindak tegas pelanggar, maka tugas kita bersama adalah memastikan setiap karung pupuk tiba di tangan petani dengan harga sesuai aturan.

“Subsidi adalah amanah publik, di situlah keadilan dan keberpihakan nyata negara kepada petani,” tutupnya.

DPP Hidayatullah Serah Terima Amanah Kepengurusan Periode 2025–2030

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah resmi menggelar prosesi Serah Terima Amanah Kepengurusan Harian DPP Hidayatullah dari periode 2020–2025 kepada pengurus baru periode 2025–2030. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Pleno Pusat Dakwah Hidayatullah, Jl. Cipinang Cempedak 1/14, Polonia, Jakarta, pada Jumat, 9 Jumadil Awal 1447 (31/10/2025).

Seremoni ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Musyawarah Nasional (Munas) VI Hidayatullah yang berlangsung pada 20–23 Oktober 2025 di Jakarta. Dalam forum tertinggi organisasi tersebut, ditetapkan susunan pengurus DPP Hidayatullah masa amanah 2025–2030 sebagai kelanjutan estafet kepemimpinan.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Khoirul Z.A., dilanjutkan sambutan Ketua Umum DPP Hidayatullah, K.H. Naspi Arsyad, Lc., yang menegaskan pentingnya amanah sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam membangun peradaban Islam.

Dalam sambutannya, K.H. Naspi Arsyad menyampaikan pesan tentang makna pergantian kepemimpinan dalam bingkai dakwah. “Ini momentum untuk memperbarui komitmen dalam melanjutkan perjuangan dakwah dan pendidikan umat. Setiap amanah adalah ujian, dan setiap ujian menuntut kesungguhan serta keikhlasan,” ujarnya.

Naspi menekankan bahwa perubahan kepengurusan bukan berarti perubahan arah perjuangan, melainkan peneguhan kembali visi Hidayatullah untuk berkontribusi membangun peradaban Islam yang maju dan berkeadaban.

“Dengan kebersamaan dan semangat kolektif, Hidayatullah akan terus tumbuh menjadi poros dakwah dan pendidikan Islam yang berdaya saing tinggi,” tegasnya.

Dalam prosesi serah terima, dilakukan penyerahan tanggung jawab secara simbolis dari Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum, hingga para Kepala Bidang periode sebelumnya kepada jajaran pengurus baru periode 2025–2030.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan doa yang dipimpin oleh Ustadz Abu A’la Abdullah, sebagai penanda harapan dan permohonan keberkahan atas amanah baru yang diemban.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, acara serah terima amanah berlangsung khidmat itu, Naspi Arsyad juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pengurus periode 2020–2025 atas dedikasi dan pengabdiannya.

“Setiap pengabdian yang telah dilakukan akan menjadi bagian dari sejarah perjuangan Hidayatullah. Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tulus atas kerja keras dan keikhlasan para asatidz yang telah menunaikan amanah dengan penuh tanggung jawab,” ucapnya.

SAR Hidayatullah Didorong Tumbuhkan Budaya Tangguh Bencana di Masyarakat

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH. Naspi Arsyad, saat menerima pengurus baru SAR Hidayatullah periode 2025-2030 beserta jajaran pembina dan pengawas di ruang kerjanya, Selasa, 6 Jumadil Awal 1447 (28/10/2025).

Naspi menyampaikan bahwa peran SAR Hidayatullah tidak hanya sebatas reaksi terhadap bencana, tetapi juga mencakup upaya preventif dan edukatif.

Ia mengatakan, melalui pelatihan mitigasi dan sosialisasi kebencanaan, lembaga ini diharapkan mampu menumbuhkan kewaspadaan dini dan budaya tangguh bencana di masyarakat.

“Kerja kemanusiaan tidak berhenti di medan evakuasi. Ada tanggung jawab moral untuk mengedukasi masyarakat agar siap dan tanggap menghadapi risiko bencana sejak dini,” ujar Naspi.

Selain memperkuat sumber daya manusia, Naspi juga menyoroti pentingnya kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, baik lembaga pemerintah maupun organisasi kebencanaan lainnya. Ia menilai sinergi lintas lembaga sangat penting untuk meningkatkan efektivitas operasi SAR dan memperluas jangkauan bantuan.

“SAR Hidayatullah harus terus membuka diri untuk bekerja sama dengan BNPB, Basarnas sebagai leader sector, dan lembaga-lembaga sosial lainnya dalam semangat kolaborasi dan pelayanan kemanusiaan,” tegasnya.

Pergantian kepengurusan ini diharapkan menjadi momentum penguatan kelembagaan SAR Hidayatullah. Dengan semangat baru dan arah strategis yang lebih terukur, Naspi berharap, lembaga ini diharapkan mampu memperluas kontribusi dalam penanganan bencana sekaligus memperkuat karakter kader relawan yang berjiwa sosial, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Sebagai lembaga yang tumbuh dari kultur dakwah Hidayatullah, SAR Hidayatullah hendaknya menempatkan nilai keikhlasan, kebersamaan, dan profesionalitas sebagai dasar geraknya,” harapnya.

Melalui kepemimpinan baru ini, Naspi berharap lembaga ini semakin dikenal bukan hanya karena ketangguhannya di lapangan, tetapi juga karena ketulusannya dalam melayani sesama.

“Jadikan kerja SAR sebagai bentuk ibadah dan dakwah melayani masyarakat. Setiap tindakan penyelamatan adalah bentuk pengabdian kepada Allah dan kemanusiaan,” pungkasnya.

KHUTBAH JUM’AT Lima Pesan Utama Ahlus Sunnah wal Jama’ah untuk Generasi Muslim

0

الحمد لله الذي أمر بالاعتصام بحبله المتين، ونهى عن التفرق والاختلاف، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له الملك الحق المبين، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله الصادق الأمين، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه أجمعين
أوصيكم ونفسي أولاً بتقوى الله، فاتقوا الله رحمكم الله، فقد فاز المتقون

Ma‘asyiral Muslimin rahimakumullah,

Tema khutbah kita hari ini adalah “5 Pesan Utama Ahlus Sunnah wal Jama‘ah”. Tema ini sangat relevan bagi kita, khususnya sebagai pelajar dan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan.

Ahlus Sunnah wal Jama‘ah adalah jalan yang diwariskan oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya, serta dijaga oleh para ulama dari generasi ke generasi.

Dalam konteks akademis, memahami pesan-pesan ini adalah kunci untuk membangun karakter dan integritas dalam diri kita sebagai calon pemimpin masa depan.

Ada lima pesan penting yang perlu kita pegang:

Pertama, Tauhid sebagai inti agama. Ahlus Sunnah menegaskan bahwa awal dan akhir agama adalah tauhid. Inilah makna syahadat lā ilāha illallāh, Muhammad rasūlullāh.

Semua nabi diutus dengan risalah ini, sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an surah Al Anbiya ayat 25:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

“Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Nabi Muhammad), melainkan Kami mewahyukan kepadanya bahwa tidak ada tuhan selain Aku. Maka, sembahlah Aku.”

Sebagai seorang muslim, kita harus memahami bahwa tauhid bukan hanya sekadar teori, tetapi juga harus diterapkan dalam setiap aspek kehidupan kita.

Kedua, mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ dan para sahabat. Mereka adalah generasi teladan. Ahlus Sunnah berpegang pada Al-Qur’an, Sunnah, dan pemahaman para sahabat.

Dalam dunia akademis, kita perlu meneladani sikap kritis dan integritas yang ditunjukkan oleh para sahabat dalam mencari kebenaran.

Ketiga, menjaga keseimbangan antara ilmu dan amal. Ilmu adalah cahaya, amal adalah buahnya. Ahlus Sunnah tidak cukup dengan wacana, tetapi menuntut pengamalan nyata dalam ibadah, muamalah, dan akhlak.

Kita sebagai muslim harus mengintegrasikan ilmu yang kita peroleh dengan tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Keempat, menjaga persatuan kaum muslimin. Persatuan di atas kebenaran adalah prinsip utama. Perbedaan tidak boleh menjerumuskan kepada perpecahan.

Allah berfirman dalam Al Qur’an surah Ali Imran ayat 103 yang menyerukan kita untuk berpegang teguh pada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai berai.

Dalam konteks akademik, kita harus menghargai perbedaan pendapat dan berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.

Kelima, mengutamakan keikhlasan dan memperbaiki hati. Ahlus Sunnah menekankan bahwa amal tidak bernilai tanpa ikhlas. Ibn Taimiyyah menyebut: “Awal dan akhir agama adalah ikhlas kepada Allah.”

Dalam setiap langkah kita, niatkanlah untuk mencari ridha Allah, bukan sekadar untuk mencapai gelar atau prestasi.

Ma‘asyiral Muslimin rahimakumullah,

Kelima pesan ini sangat penting bagi kita, khususnya sebagai pembelajar. Ilmu tinggi tidak akan bermanfaat jika tidak diiringi dengan tauhid, sunnah, amal, persatuan, dan keikhlasan.

Mari kita jadikan pesan-pesan ini sebagai pedoman dalam menuntut ilmu dan berkontribusi kepada masyarakat.

أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين المسلمات ، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

Khutbah Kedua

الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له رب الأرض والسماوات، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله سيد البريات وصلى الله عليه وعلى آله وأصحابه أجمعين أما بعده

Ma‘asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita berpegang teguh dengan 5 pesan utama Ahlus Sunnah wal Jama‘ah:
Menguatkan tauhid,
Mengikuti sunnah,
Menyatukan ilmu dan amal,
Menjaga persatuan,
Dan mengikhlaskan ibadah hanya untuk Allah.

Semoga Allah memberi kita taufiq untuk istiqamah di atas jalan ini, dan menutup hidup kita dengan husnul khatimah.

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، الأحياء منهم والأموات، اللهم وفق ولاة أمورنا لما تحب وترضى، واجعل هذا البلد آمناً مطمئناً وسائر بلاد المسلمين
عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون

*) Ditulis oleh Ustadz Muhammad Hasan, pemenang lomba khutbah yang digelar Korps Muballigh Hidayatullah (KMH) dalam ajang Hidayatullah Festival Spesial (HI-FESS) Pra Munas VI Hidayatullah. Untuk mengunduh naskah ini ke format PDF, klik icon “print” pada share button di bawah lalu pilih simpan file PDF.

KH Naspi Arsyad Sampaikan Doa untuk Kepemimpinan Baru DDII

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Dalam suasana kebangsaan yang menegaskan kembali pentingnya sinergi dakwah dan pendidikan bagi kemajuan umat, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH. Naspi Arsyad, menyampaikan doa dan apresiasinya atas pelantikan pengurus pusat Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) periode 2025–2030.

Acara pelantikan tersebut digelar di Gedung Dewan Dakwah, Jakarta, pada Selasa, 6 Jumadil Awal 1447 (28/10/2025), dengan suasana khidmat yang dipimpin oleh Ketua Pembina DDII, Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc.

Dalam keterangannya, KH. Naspi Arsyad mendoakan agar Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melimpahkan keberkahan dan keteguhan kepada DDII dalam menjalankan amanah dakwah pada periode baru ini.

Ia menegaskan pentingnya melanjutkan jejak perjuangan para pendiri DDII yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemerdekaan, pendidikan, dan pencerahan umat.

“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberkahi dan meneguhkan langkah DDII pada periode baru ini dalam memimpin lembaga dakwah warisan para pejuang Islam terdahulu yang telah berkontribusi besar bagi kemerdekaan, pendidikan, dan pencerahan umat,” ujar KH. Naspi Arsyad.

Ia menambahkan, kepemimpinan KH. Dr. Adian Husaini diyakini akan membawa DDII semakin kokoh dan berpengaruh dalam menjaga kemurnian akidah serta memperkuat peran dakwah yang berperadaban di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

“Kami meyakini, dengan keilmuan, keteladanan, dan semangat keumatan yang dimiliki Dr. Adian Husaini, Dewan Dakwah akan semakin kokoh dalam menjaga kemurnian akidah, memperkuat dakwah yang berperadaban, serta membina generasi muda yang berilmu dan berakhlak,” ungkapnya.

KH. Naspi juga menekankan pentingnya mempererat kerja sama dan kolaborasi antarorganisasi Islam dalam membangun peradaban bangsa yang berlandaskan nilai-nilai keimanan dan ilmu pengetahuan. Menurutnya, sinergi antara DDII dan Hidayatullah harus terus diperkuat, terutama dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat.

“Hidayatullah berharap sinergi antara ormas-ormas Islam, khususnya antara Dewan Dakwah dan Hidayatullah, semakin erat dalam mengemban misi dakwah dan pendidikan umat menuju terwujudnya masyarakat yang beriman, berilmu, dan beradab,” tutur Naspi Arsyad.

Pelantikan kepengurusan DDII periode 2025–2030 ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan, Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, serta sejumlah tokoh dan pimpinan ormas Islam tingkat pusat.[]

Alfarobi Nurkarim Enta Pimpin SAR Hidayatullah 2025–2030

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Forum Musyawarah Besar (Mubes) VI Search and Rescue (SAR) Hidayatullah yang digelar pada 25–26 Oktober 2025 di Jakarta menetapkan Alfarobi Nurkarim Enta sebagai Ketua SAR Hidayatullah periode 2025–2030.

SAR Hidayatullah adalah badan pendukung ormas Hidayatullah yang bertugas mengkoordinasi dan memobilisasi sumberdaya dalam tanggap darurat bencana, mitigasi, kewaspadaan dini dan rehabilitasi pasca bencana.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi Diklat ini menggantikan Irwan Harun yang telah menuntaskan masa tugasnya selama satu periode kepemimpinan.

Pergantian ini menandai fase baru dalam arah penguatan kapasitas dan profesionalisme lembaga SAR Hidayatullah sebagai unit siaga kebencanaan yang berlandaskan nilai-nilai dakwah dan kemanusiaan.

Penetapan kepengurusan baru berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh musyawarah. Seluruh peserta Mubes VI yang terdiri atas perwakilan wilayah dan daerah memberikan apresiasi terhadap kiprah kepemimpinan sebelumnya yang dinilai berhasil memperluas jaringan dan meningkatkan kemampuan operasional tim SAR Hidayatullah di berbagai daerah.

Dalam laporan pertanggungjawaban yang disampaikan, kepemimpinan Irwan Harun juga menekankan pentingnya kesinambungan visi organisasi agar tetap berakar pada nilai keikhlasan, profesionalitas, dan ketanggapan terhadap situasi darurat di tengah masyarakat.

Usai terpilih, Alfarobi Nurkarim Enta menyampaikan harapan dukungan sekaligus komitmennya untuk membawa SAR Hidayatullah ke arah yang lebih progresif dan berdaya guna.

Dia menegaskan, amanah ini bukan sekadar tanggung jawab organisasi, tetapi juga panggilan kemanusiaan yang membutuhkan kerja bersama.

“Kami ingin memastikan SAR Hidayatullah terus menjadi garda terdepan dalam pencarian dan pertolongan, baik pada situasi bencana alam maupun kedaruratan sosial yang menimpa umat,” ujarnya.

Menurut Alfarobi, arah kebijakan SAR Hidayatullah ke depan akan fokus pada dua pilar utama, yaitu penguatan kapasitas pencarian dan pertolongan (search and rescue) serta peningkatan kualitas pendidikan dan latihan (diklat) kader relawan.

“Kekuatan utama lembaga ini terletak pada kesiapsiagaan dan kompetensi relawannya. Karena itu, program diklat akan kami mantapkan agar melahirkan kader-kader tangguh yang memiliki kemampuan teknis sekaligus nilai spiritual yang kuat,” jelasnya.

Alfarobi juga memaparkan agenda strategis lima tahun ke depan yang meliputi pembentukan pusat-pusat pelatihan SAR di wilayah-wilayah rawan bencana, penguatan sistem komunikasi dan logistik, serta digitalisasi data kebencanaan untuk mempercepat respons lapangan.

Ia menilai transformasi ini penting agar SAR Hidayatullah dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan dinamika kebencanaan yang semakin kompleks.

“Teknologi harus menjadi instrumen dakwah dan kemanusiaan. Kita ingin memastikan setiap relawan mampu memanfaatkan sistem informasi dengan baik, mulai dari pelaporan bencana hingga koordinasi lapangan. Efisiensi waktu dan akurasi data bisa menyelamatkan lebih banyak jiwa,” kata Alfarobi.

Pengurus dan Pengawas BTH Lulus Jalani Uji Kepatutan dan Kelayakan Kemenkop RI

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Seluruh pengurus dan pengawas Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baituttamwil Hidayatullah (BTH) dinyatakan lulus dalam Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK) yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.

SK hasil kelulusan diserahkan langsung oleh Ketua Tim Penguji, Budi Suharto, kepada Saiful Anwar, selaku Ketua KSPPS BTH, pada Senin, 5 Jumadil Awal 1447 (27/10/2025) di Gedung Kementerian Koperasi RI, Jakarta.

Uji kepatutan dan kelayakan ini dilakukan sebagai bagian dari pemenuhan regulasi perundang-undangan yang berlaku, mengingat BTH merupakan lembaga keuangan syariah berbadan hukum koperasi.

Sesuai ketentuan, UKK wajib diikuti oleh seluruh pengurus dan pengawas koperasi di Indonesia untuk memastikan kompetensi, integritas, dan kepatuhan terhadap tata kelola kelembagaan.

Dalam kesempatan tersebut, Saiful Anwar yang juga menjabat sebagai Ketua Departemen Koperasi dan Kewirausahaan DPP Hidayatullah, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas terselenggaranya proses panjang UKK yang berjalan lancar dan profesional.

“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada tim penguji dan Kementerian Koperasi atas proses yang sangat baik. Hasil ini menjadi bukti bahwa BTH berkomitmen penuh terhadap kepatuhan regulasi dan prinsip-prinsip syariah,” ujar Saiful.

Selain penyerahan SK UKK, kunjungan ini juga menjadi ajang audiensi dan silaturahmi antara Departemen Koperasi dan Kewirausahaan DPP Hidayatullah dengan jajaran Kementerian Koperasi dan UKM RI. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Bidang Perencanaan Pembinaan Anggota, Ibnu, beserta tim.

Dalam pertemuan itu, Saiful Anwar turut memperkenalkan koperasi-koperasi Hidayatullah yang telah tumbuh di berbagai jaringan pesantren di Indonesia, serta membahas peluang kolaborasi dalam pembinaan dan penguatan koperasi pesantren.

Turut mendampingi dalam kegiatan ini, Abdul Chadjib selaku Sekretaris dan Ruhyadi sebagai Pengawas KSPPS BTH.

Kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan penegasan komitmen untuk terus memperkuat tata kelola koperasi yang sehat, amanah, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Reporter: Qoim Biamrillau
Editor: Yacong B. Halike

Sako Pramuka Hidayatullah Ternate Teguhkan Komitmen Kepemimpinan Berkarakter

0

TERNATE (Hidayatullah.or.id) — Dalam semangat membangun generasi muda yang berkarakter dan cinta tanah air, Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Hidayatullah Kota Ternate menggelar pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) dan Gerakan Pandu Hidayatullah (GPH).

Acara yang berlangsung khidmat di halaman Kampus Putri Hidayatullah Ternate, Senin, 5 Jumadil Awal 1447 (27/10/2025), menjadi momentum penting untuk memperkuat kepemimpinan berbasis nilai-nilai kepramukaan, dakwah, dan pendidikan karakter Islami.

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pimpinan wilayah Hidayatullah, pengurus yayasan, para guru, serta ratusan anggota pramuka dari MI-SMP-MAS Ulul Albaab dan SMP-SMA Lukmanul Hakim.

Kehadiran berbagai elemen pendidikan tersebut meneguhkan sinergi kuat antara lembaga pendidikan Islam dengan gerakan kepramukaan dalam membangun karakter bangsa yang tangguh dan berintegritas.

Ketua Sako Pramuka Hidayatullah Maluku Utara, M. Nashirul Haq, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran Mabigus sebagai elemen strategis dalam mendukung keberhasilan seluruh program kepramukaan.

Ia mengingatkan bahwa keberadaan Mabigus tidak hanya bersifat administratif, melainkan menjadi ruh pembinaan yang menuntun arah kegiatan pramuka agar berdaya guna dan mendidik.

“Saya ingin menegaskan bahwa peran Mabigus sangat strategis dalam mendukung seluruh program kepramukaan,” katanya.

Ia berharap Mabigus selalu hadir sebagai pembimbing, motivator, dan pengawas kegiatan pramuka, serta memberikan dukungan penuh. “Agar setiap kegiatan berjalan lancar dan bermanfaat bagi peserta didik,” ujar Nashirul Haq dalam arahannya.

Ia juga menekankan pentingnya integritas dan visi yang jelas bagi setiap kader Gerakan Pandu Hidayatullah. Menurutnya, seorang kader sejati harus memahami visi gerakan, mampu membaca arah strategis program, serta mengeksekusi amanah dengan keselarasan dan tanggung jawab.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah pengurus baru dipimpin oleh Ketua Sako Pramuka Hidayatullah Cabang Ternate, Kak Muhammad. Yunus. Para pengurus berdiri tegak saat mengucapkan sumpah jabatan sebagai simbol kesiapan menjalankan amanah dengan integritas.

Serah terima map laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan penandatanganan surat keputusan menjadi tanda sah peralihan kepemimpinan dalam struktur organisasi kepramukaan tersebut.

Acara dilanjutkan dengan tausiah penutup dari Ustadz Saleh Syukur, Dewan Murabbi Wilayah Malut, yang mengingatkan pentingnya menanamkan nilai keimanan dan disiplin beribadah dalam setiap kegiatan pramuka.

“Disiplin dalam ibadah bukan sekadar kewajiban, tetapi juga cerminan karakter seorang pramuka yang bertanggung jawab dan berakhlak mulia,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dia terjalin sinergi yang lebih kuat antara MABIGUS, GPH, dan seluruh unsur kepramukaan di Kota Ternate.

Kolaborasi ini, lanjut Saleh, menjadi fondasi dalam membentuk generasi muda yang tangguh, berjiwa pemimpin, dan siap melanjutkan perjuangan membangun bangsa dengan nilai-nilai moral dan spiritual yang kokoh.

Koperasi Jadi Pilar Kemandirian Umat, Hidayatullah Jalin Sinergi dengan Kemenkop UKM

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: WhatsApp-Image-2025-10-28-at-10.39.15.jpeg

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Dalam upaya memperkuat ekonomi umat dan meneguhkan peran kelembagaan pesantren dalam pembangunan nasional, Hidayatullah terus mendorong kemandirian ekonomi berbasis koperasi. Langkah ini sejalan dengan semangat keindonesiaan yang menempatkan gotong royong sebagai fondasi kesejahteraan bersama.

Ketua Departemen Koperasi dan Kewirausahaan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Saiful Anwar, menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar sarana ekonomi, tetapi juga menjadi pilar penting dalam penguatan dakwah dan pendidikan.

“Koperasi menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi umat, sekaligus pilar penggerak dakwah dan pendidikan di lingkungan Hidayatullah,” ujarnya dalam kunjungan resmi ke Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia (Kemenkop UKM), Senin, 5 Jumadil Awal 1447 (27/10/2025).

Kunjungan tersebut menjadi audiensi perdana Saiful Anwar setelah dilantik dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-6 Hidayatullah.

Ia bersama timnya diterima oleh Kepala Bidang Perencanaan Pembinaan Anggota Kemenkop RI, Ibnu, beserta jajaran pejabat kementerian di Gedung Kemenkop, Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Saiful memperkenalkan koperasi-koperasi Hidayatullah yang tersebar di jaringan pesantren di seluruh Indonesia. Ia menegaskan tekad lembaganya untuk menjadikan koperasi Hidayatullah sebagai model ekonomi pesantren yang mandiri, profesional, dan berdaya saing.

“Sinergi dengan Kementerian Koperasi menjadi langkah strategis untuk penguatan kelembagaan dan pengembangan usaha koperasi di seluruh jaringan kami,” tambahnya.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) hasil Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test) bagi pengurus dan pengawas Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Tamwil Hidayatullah (BTH).

SK diserahkan langsung oleh Ketua Tim Penguji, Budi Suharto, kepada Saiful Anwar selaku Ketua KSPPS BTH.

Menurut Budi Suharto, proses uji kepatutan dan kelayakan ini merupakan bagian dari mekanisme penguatan tata kelola koperasi.

“Uji kepatutan dan kelayakan bertujuan memastikan koperasi dijalankan secara akuntabel dan profesional, sesuai regulasi yang berlaku,” jelasnya.

Hasil penilaian menunjukkan bahwa seluruh pengurus dan pengawas KSPPS BTH dinyatakan lulus dan memenuhi syarat untuk melanjutkan amanah kepengurusan.

Dalam audiensi tersebut, Saiful Anwar didampingi oleh Abdul Chadjib selaku Sekretaris KSPPS BTH dan Ruhyadi sebagai Pengawas.

Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama dan penegasan komitmen antara Hidayatullah dan Kemenkop UKM untuk memperkuat kerja sama dalam pembinaan, pendampingan, serta pengembangan koperasi pesantren ke depan.

Langkah ini, lanjut Saiful, menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Hidayatullah dalam membangun ekosistem ekonomi yang selaras antara dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat.

Melalui penguatan koperasi, terangnya, Hidayatullah berharap dapat menghadirkan kemandirian ekonomi yang berakar pada nilai-nilai kebersamaan dan keadilan sosial — nilai-nilai yang sejak lama menjadi jiwa bangsa Indonesia.

Rais ‘Aam Lantik Kepengurusan Pusat Hidayatullah Periode 2025-2030 di Forum Munas ke-VI

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — KH Naspi Arsyad, Lc., resmi dilantik oleh Rais ‘Aam Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah periode 2025–2030 dalam forum Musyawarah Nasional (Munas) VI Hidayatullah yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada Rabu (22/10/2025).

Penetapan ini menandai babak baru dalam perjalanan organisasi dakwah dan pendidikan Islam tersebut yang telah berkiprah lebih dari setengah abad di Indonesia.

Munas VI Hidayatullah, yang berlangsung sejak awal pekan, menjadi forum strategis lima tahunan bagi konsolidasi arah perjuangan gerakan. Selain membahas rekomendasi strategis dan arah kebijakan dakwah ke depan, forum ini juga menjadi momentum pergantian kepemimpinan nasional Hidayatullah.

Dalam suasana khidmat, para peserta Munas menetapkan KH Naspi Arsyad sebagai nahkoda baru untuk memimpin organisasi selama lima tahun mendatang.

Profil Naspi Arsyad

KH Naspi Arsyad lahir di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, pada 5 Maret 1976. Ia menempuh pendidikan dasar di SD 02 Watampone, kemudian melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Muallimin Muhammadiyah Ujung Pandang.

Pendidikan menengah atasnya diselesaikan di Madrasah Aliyah Radhiyatan Mardhiyah (Marama) Hidayatullah Balikpapan — lembaga pendidikan yang dikenal sebagai salah satu pusat pembinaan kader Hidayatullah.

Setelah menamatkan studi menengahnya, KH Naspi melanjutkan pendidikan tinggi ke Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, dan menyelesaikan program sarjana dengan gelar Licentiate of Arts (Lc) dalam bidang studi Islam.

KH Naspi memiliki pengalaman panjang dalam kepemimpinan dan pembinaan kader serta keterlibatannya dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi di Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah XI periode 2006–2011.

Pada periode yang sama, ia juga menjadi anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan, di mana ia berperan dalam pengkajian isu-isu keagamaan kontemporer.

Karier organisasinya di lingkungan Hidayatullah, KH Naspi pernah dipercaya sebagai Ketua Departemen Luar Negeri DPP Hidayatullah (2010–2013), di mana ia berperan menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai lembaga internasional.

Ia kemudian terpilih sebagai Ketua Umum Pemuda Hidayatullah periode 2013–2016, memimpin gerakan kader muda dalam bidang dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan. Saat ini, selain aktif dalam kepengurusan pusat, Naspi juga menjadi pembina di Rumah Muslimah Kamaliyyatul Mu’minah, lembaga yang bergerak dalam pembinaan perempuan dan keluarga Islami.

Penetapan Arah Kebijakan

Media Center Munas VI Hidayatullah dalam keteranganya terima media ini menyebutkan forum ini tidak hanya menetapkan pengurus pusat, tetapi juga forum penetapan arah kebijakan dan pembaruan struktur kelembagaan organisasi.

Selain menetapkan Ketua Umum DPP, forum ini juga mengesahkan ketua dan jajaran Majelis Penasehat, Anggota Pimpinan Majelis Syura, Dewan Mudzakarah, serta Dewan Murabbi Pusat.

Salah satu keputusan penting yang diambil adalah perubahan nomenklatur jabatan tertinggi dari Pemimpin Umum menjadi Rais ‘Aam.

Adapun ketua ketua dari strukur tersebut adalah sebagai berikut:

Rais ‘Aam: KH Abdurrahman Muhammad
Majelis Penasehat: KH Abdul Latief Usman
Anggota Pimpinan Majelis Syura: KH Hamim Thohari
Dewan Mudzakarah: KH Ir Marimin Abu A’la Abdullah
Dewan Murabbi Pusat: KH Dr Tasyrif Amin
Dewan Pengurus Pusat: KH Naspi Arsyad

“Perubahan tersebut menandai penguatan aspek kelembagaan dan penyelarasan sistem kepemimpinan dengan nilai-nilai Islam yang menjadi dasar perjuangan Hidayatullah sejak berdiri,” tandas Media Center Munas VI Hidayatullah.