Beranda blog Halaman 603

Polres Sosialisasi Paham Radikal di Hidayatullah Dumai

FOTO ILUSTRASI: Rombongan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polres Medan melakukan anjangsana silaturrahim ke Yayasan Pondok Pesantren Hiayatullah Medan, Sumatera Utara (20/09/2015). Anjangsana yang dibingkai dengan kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari Dirgahayu ke 60 Ditlantas yang jatuh pada pada 22 September.
FOTO ILUSTRASI: Rombongan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polres Medan melakukan anjangsana silaturrahim ke Yayasan Pondok Pesantren Hiayatullah Medan, Sumatera Utara (20/09/2015). Anjangsana yang dibingkai dengan kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari Dirgahayu ke 60 Ditlantas yang jatuh pada pada 22 September.

Hidayatullah.or.id – Jajaran Satuan Intelkam dan Satuan Binmas Polres Dumai melakukan penyuluhan kepada santri di Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah, Kelurahan Bukit Timah, Kota Dumai, Provinsi Riau, Kamis (3/12/2015).

Menurut Kepala Kesatuan Intelkam Polres Dumia AKP Dedi Santoso, hal tersebut dilakukan pihaknya sebagai upaya mencegah penyebaran paham radikal.

“Kami juga memasang sejumlah brosur untuk mencegah penyebaran paham atau gerakan radikal di Dumai,” kata Kepala Satuan Intelkam Polres Dumai AKP Dedi Susanto dikutip Tribun Pekanbaru.

Menurutnya, sosialisasi tersebut sebagai sosialisasi mencegah paham radikal di Dumai. Sebab aktifitas radikalisme mesti diantisipasi, ujarnya.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) didirikan dengan dasar Pancasila dan UUD 1945. Hal ini menjadi nafas bangsa, demi terciptanya masyarakat yang adil dan makmsur.

Dedi berharap masyarakat bisa bersama menolak paham radikal di Kota Dumai. Bila mengetahui keberadaan aktifitas anggota ISIS, maka langsung laporkan kepada pihak kepolisian.

Pada kesempatan itu, para santri menyatakan diri untuk menolak paham radikalisme di Dumai.*

[BERITA FOTO] Sidang Pleno DPP Hidayatullah Pasca Munas

0

rapat pleno hidayatullah pasca munas 2015Hidayatullah.or.id – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah melakukan sidang pleno yang digelar selama sepekan di Jakarta, akhir bulan lalu.

Sidang intensif ini merupakan temu konsolidasi kali pertama pasca gelaran Musyawarah Nasional IV Hidayatullah di Balikpapan, Kalimantan Timur, awal November lalu. Munas IV Hidayatullah juga telah menetapkan amanah baru di jajaran pengurus pusat untuk kepengurusan periode 2015-2020. (nsh/hio)

Kader Muda se-Jabodetabek Konsolidasi Bangun Jakarta

0
Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah Muhammad Naspi Arsyad, saat memberikan sambutan acara.
Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah Muhammad Naspi Arsyad, saat memberikan sambutan acara.

Hidayatullah.or.id — Ratusan kader muda Hidayatullah wilayah Jabodetabek mengikuti acara silaturrahim akbar selama 2 hari berpusat kegiatan di Masjid Ummul Quro Kampus Pesantren Hidayatullah Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu-Ahad.

Silaturrahim akbar yang digagas oleh PP Syabab Hidayatullah bekerjasama dengan SAR Nasional Hidayatullah ini digelar dalam rangka temu kangen sekaligus melakukan konsolidasi program pemuda Hidayatullah di kawasan ini.

Ketua panitia Ahmad HG Muzakky mengatakan silaturrahim Syabab Hidayatullah ini sekaligus merupakan rangkaian sosialisasi pasca helatan Musyawarah Nasional IV Hidayatullah yang digelar awal bulan November ini di Balikpapan Kalimantan Timur.

“Kami menyadari penyelesaian beragam problem kebangsaan yang kita hadapi hari ini tak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah dan elemen terkait lainnya, tetapi merupakan tanggungjawab kolektif warga bangsa. Karena itu, dengan acara ini pemuda Hidayatullah ingin meneguhkan perannya sebagai pelopor membangun Indonesia dengan gerakan keteladanan,” kata Ahmad HG Muzakky.

Dikatakan Muzakky, konsolidasi kader muda Hidayatullah ini tak lepas dari semangat turun tangan para anak muda untuk membangun Jakarta dan kawasan kota megapolitan penyangga sekitarnya.

Pemuda Hidayatullah, terang Muzakky, sejauh ini telah melakukan upaya-upaya positif berkesinambungan diantaranya dengan melakukan pembinaan moral pelajar/remaja melalui berbagai kegiatan edukatif dan aksi-aksi penanganan kebencanaan yang dilakukan kader yang tergabung dalam SAR Nasional Hidayatullah.

“Seperti spirit filosofis di balik monumen Pemuda Membangun, pemuda Hidayatullah terdorong untuk turut berperan membangun Jakarta dan Alhamdulillah dengan segala kesederhanaan upaya itu sudah dan akan terus kita lakukan. Diharapkan dari silaturrahim ini kian memantapkan harapan tersebut,” kara Muzakky.

Muzakky mengatakan, secara fisik Jakarta hari ini sudah teramat megah dengan gedung-gedung pencakar langitnya. Bahkan Muzakky menyebutkan 70 persen perputaran uang di Indonesia berada di DKI Jakarta yang hal ini tentu menjadi berkah tersendiri dengan segala dinamikanya apalagi mengingat kepadatan penghuninya yang mencapai 12,7 juta orang pada siang hari dan 9,9 juta orang pada malam hari.

Karena itu, kata Muzakky, pihaknya ingin mengambil peran pembinaan rohani bagi masyarakat kota kosmopolitan ini yang menurutnya boleh jadi tak sedikit dihuni oleh mereka yang mendambakan pembinaan keagamaan dan pengajaran ilmu-ilmu keislaman.

“Mungkin agak sedikit berbeda dengan tren gerakan kepemudaan saat ini, Syabab Hidayatullah sebagai organisasi kepemudaan Islam berkomitmen untuk melakukan hal-hal yang mungkin tak terlalu populer mendapat perhatian anak muda seperti mengajar TK-TPA, bimbingan belajar Al Qur’an, dan training-training edukatif bertema keislaman,” ujar Muzakky.

Muzakky berharap agenda Syabab Hidayatullah untuk turut membangun Jakarta mendapat sambutan positif. Karenanya Muzakky mengatakan pihaknya pun terbuka melakukan kerjasama dengan siapa saja yang memiliki kepedulian yang sama.

“Selama itu sesuai visi dan bernilai maslahat untuk umat dan bangsa ini, kenapa tidak. Kita sangat terbuka sebab demikianlah watak kehadiran Hidayatullah yang mengedepankan nilai-nilai washatiyah dan penghargaan terhadap persatuan umat,” pungkas Muzakky.

Silaturrahim akbar kader muda Hidayatullah yang menusung tema Membangun Soliditas Pemuda Sukses Gerakan Dakwah dan Tarbiyah, ini dihadiri oleh ratusan kader muda se-Jabodetabek. Hadir pula sebagai narasumber berbagai tokoh senior Hidayatullah diantaranya KH Abdurrahman Muhammad, Ustadz Hasan Ibrahim, Ustadz Dr Abdul Mannan, Ustadz Nashirul Haq, Ustadz Sholeh Usman, Ustadz Ahmad Suhail, dan Ustadz Tasyrif Amin.

Video Dokumentasi Munas IV Hidayatullah di Balikpapan

0

DOKUMENTASI video kegiatan acara persiapan Munas IV Hidayatullah di Balikpapan, Kalimantan Timur. Digarap oleh tim Kaltim.TV.

[youtube width=”600″ height=”338″ src=”f64KhRJXyZU?list=PLElDAigS0Pi0m1COEzTmzr-slM0ezog2q”][/youtube]

 

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla Buka Munas IV Hidayatullah

Dokumentasi Pembukaan MUnas IV HidayatullahHidayatullah.or.id — Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla meresmikan Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) IV Tahun 2015 Hidayatullah di Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada hari Sabtu, 7 November 2015.

Dalam sambutannya Wapres menyampaikan rasa terima kasih kepada lembaga dakwah Islam Hidayatullah, dan lembaga dakwah Islam lainnya seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) dan organisasi dakwah Islam lain yang telah berkiprah menegakkan dan mengembangkan Islam di Indonesia secara damai dan saling pengertian dengan umat beragama lainnya.
“Kita semua bersyukur atas segala amal ibadah yang telah dilakukan oleh Hidayatullah dan segenap pimpinan serta masyarakat organisasi sesi dakwah yang umatnya besar dan berkiprah lebih dari 100 tahun seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), yang memberikan suatu warna tersendiri bagi Islam Indonesia,” kata Wapres.

Dalam pandangan Wapres, Hidayatullah sebagai lembaga dakwah Islam tumbuh sangat pesat dibanding dengan organisasi Islam lainnya, sehingga dalam waktu relatif singkat telah berkembang sacara nasional dan memberikan saham besar bagi dakwah Islamiyah di Indonesia. Untuk itu, Wapres berharap Hidayatullah ke depan dapat memberi evaluasi dan rencana dakwah Islam yang lebih baik lagi bagi kepentingan bangsa dan negara Indonesia.

Wapres mengingatkan bahwa dewasa ini umat Islam di dunia sedang mengalami cobaan berat, yakni jutaan dari mereka berhijrah ke negara lain, dan tragisnya kata Wapres, justru meminta perlindungan ke negara non Islam karena di negara-negara Islam sedang mengalami konflik yang saling membunuh, sehingga hidup mereka tidak nyaman sebagaimana terjadi di Suriah, Libya, Afghanistan, Yaman, dan di Myanmar serta di banyak negara Islam lainnya yang selama ini menjadi lambang kebesaran negara Islam.

Oleh karena itu, Wapres mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk mendoakan agar negara-negara Islam tersebut kembali damai dan memberikan hal yang baik untuk peradaban dan ahklak. Sebagai negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) kata Wapres, kita menghargai dan bersyukur bahwa Islam di Indonesia adalah penganut Islam yang tidak seperti di banyak negara konflik tersebut yang saling membunuh, membom, dan menghabisi satu sama lain.

“Karena itulah kita selalu ingin Islam di Indonesia yang moderat, toleran dan saling mendukung satu sama lain,” harap Wapres. Islam seperti itulah yang diharapkan di Hidyatullah, Islam yang tanpa kekerasan, Islam dengan damai berdakwah dengan baik satu sama lain.

Diakhir sambutan Wapres dengan didampingi Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak dan Ketua Umum Hidayatullah Abdul Mannan melakukan pemukulan bedug sebagai tanda diresmikannya Pembukaan Munas IV Tahun 2015 Hidayatullah.

Hadir dalam acara tersebut Walikota Balikpapan dan jajaran pimpinan wilayah Kalimantan Timur dari Kodam VI/Mulawarman dan Polda. Sementara Wapres Jusuf Kalla didampingi oleh Kepala Setwapres Mohamad Oemar, Deputi Kasetwapres Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Bambang Widianto, dan Staf Khusus Wapres Alwi Hamu. (wapresri.go.id).

Hidayatullah Pembawa Dakwah Islam yang Damai

Wakil Presiden M. Jusuf Kalla membuka Munas ke IV Hidayatullah Sabtu, (7/11/2015) di pondok Pesantren Hidayatullah, Gunung Tembak, kota Balikpapan. Foto : KlikBalikpapan.co/Esa Fatmawati
Wakil Presiden M. Jusuf Kalla membuka Munas ke IV Hidayatullah Sabtu, (7/11/2015) di pondok Pesantren Hidayatullah, Gunung Tembak, kota Balikpapan. Foto : KlikBalikpapan.co/Esa Fatmawati

Hidayatullah.or.id — Wakil Presiden M. Jusuf Kalla dalam sambutannya di Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan saat membuka Munas ke IV Hidayatullah Sabtu, (7/11/2015) menyatakan Hidayatullah sebagai organisasi Islam tumbuh begitu cepat karena selalu memberikan kemajuan dalam berdakwah

“Hidayatullah telah hadir sebagai organisasi keagamaan yang damai dan konsisten dalam berdakwah. Di seluruh Indonesia Hidayatullah selalu memberikan dakwah baik yang didukung masyarakat. Pertumbuhan Hidayatullah cepat dibanding organisasi lain. Saya harap, semoga Hidayatullah dapat berdakwah dengan lebih baik lagi,”kata Wapres.

Wapres mengatakan bahwa dirinya selalu menekankan dimanapun berada, salafi yang diharapkan iyalah hasanah, baik di dunia ataupun di akhirat. Baik NU, Muhammadyah, Hidayatullah dari semua kalangan muslim. Penekanan pada keseimbangan kehidupan dan ibadah wajib dilakukan. Karena keseimbangan maka akan timbul kesejahteraan dan keadilan bangsa. Jadi negara menjadi kuat.

Menurutnya, pemikiran radikal rawan tumbuh dalam negara yang rusak secara ekonomi dan dan pemerintahannya. Karena rakyat berkelahi, muncul pemikiran radikal. Oleh karenan seluruh umat muslim Indonesia ahrus berjuang membangun ekonomi dan agama bersama-sama secara seimbang.

“Kekayaan di Kalimantan Timur jadikan demi kemakmuran rakyat. Jangan menggantungkan pada orang-orang luar yang hanya mengeksploitasi dan akhirnya menyisakan kerusakan. Gunakan untuk kemajuan bangsa, kemakmuran bangsa,”

Jusuf Kalla juga mengajak umat muslim untuk melakukan dakwah, berusaha tumbuh secara ekonomi, dan membesarkan agama Islam. Hingga hadir kemakmuran bagi bangsa dan terhindarndari marabahaya, sejahtera dan beriman.

“Kita selalu ingin menciptakan Islam yang rahmatan lil alamin. Ingin agar Islam di Indonesia saling menghargai dan toleran. Cinta damai, tanpa kekerasan. seperti itulah yang diperjuangkan Hidayatullah. Semua selalu dimulai dari pendidikan. Dengan upaya meninggikan akhlak dan peradaban,” tuturnya.

Sumber: KlikBalikpapan.co

Wapres Jusuf Kalla; Kesyukuran Atas Kiprah Hidayatullah untuk Indonesia

0

“Kita semua bersyukur atas segala amal ibadah yang telah dilakukan oleh Hidayatullah dan segenap pimpinan serta masyarakat organisasi sesi dakwah yang umatnya besar dan berkiprah lebih dari 100 tahun seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), yang memberikan suatu warna tersendiri bagi Islam Indonesia. Karena itulah kita selalu ingin Islam di Indonesia yang moderat, toleran dan saling mendukung satu sama lain. Islam seperti itulah yang diharapkan di Hidayatullah, Islam yang tanpa kekerasan, Islam dengan damai berdakwah dengan baik satu sama lain”

(Wakil Presin Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla, dalam acara pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) IV Hidayatullah, Sabtu, 7 November 2015)

ILUSTRASI: Hidayatullah terus menguatkan peran dan sinergi dengan berbagai elemen umat. Tampak Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, membuka Munas IV Hidayatullah di Balikpapan, November 2015 lalu.

Gubernur Jawa Barat Salut Kiprah Nasional Hidayatullah

Gubernur Jabar Aher di Ponpes Hidayatullah Depok4 Gubernur Jabar Aher di Ponpes Hidayatullah Depok3 Gubernur Jabar Aher di Ponpes Hidayatullah Depok2 Gubernur Jabar Aher di Ponpes Hidayatullah DepokHidayatullah.or.id — Gubernur Jawa Barat (Jawa Barat) dua periode hingga 2018 Ahmad Heryawan mengaku salut dengan kiprah-kiprah kontributif Hidayatullah dalam pembangunan bangsa.

Gubernur Jabar yang karib disapa Aher ini mengaku cukup mengenal sosok pendiri Hidayatullah, almarhum Abdullah Said, melalui gagasan-gagasan inspiratifnya yang terangkum dalam beberapa medium buku cetak.

“Pendiri Hidayatullah adalah figur inspiratif, beliau menginspirasi saya. Abdullah Said adalah sosok ideolog yang bisa memberikan perubahan yang lebih besar. Pesantren ini pun berkemang dari pemikiran besar Abdullah Said,” kata Kang Aher saat bertandang ke Pesantren Hidayatullah Depo, Jawa Barat, Selasa (03//11/2015) kemarin.

Kata Kang Aher, mendiang Abdullah Said adalah seorang idelog inspiratif sehingga bukan saja menyelesaikan dirinya tetapi juga juga orang lain. Bahkan, kata Aher, kemudian pesantren ini berdiri seluruh indonesia ini berkat dari insipirasi dan kerja keras beliau.

Dalam bincang-bincang dengan pengurus, Aher mengaku sangat tertarik dengan Hidayatullah utamanya pesantrennya yang beliau istilahkannya dengan pesantren curah. Pesantren curah, maksudnya, Hidayatullah ada dimana mana yang kemudian memiliki koordinasi yang baik terhadap semua.

Di hadapan depan para pengurus, warga, dan para murid/santri, Gubernur Aher menyampaikan wejangan pentingnya keselarasan praktik dalam rangka mewujudkan kehidupan yang haromnis berdasarkan pada semangat peradaban Islami.

Beliau menjelaskan, untuk terwujudnya peradaban Islam maka harus terpenuhi dua syarat, yaitu penguasaan al-Uluum atau seperangkat ilmu yang bersumber dari Al Quran dan Hadist. Dan, kedua, al Funuun. Yakni sseperangkat ilmu yang bersumber dari ayat-ayat qauniyyah.

“Atau, harus terpenuhinya IMTAQ (iman takwa) dan IPTEK (ilmu pengetahuan teknologi/ terapan) sebagaimana istilah Bapak Habibi. Inilah pendidikan ideal. Dan, inilah yang telah dilakukan oleh ulama-ulama kita dahulu,” pesan Gubernur Aher.
Pada kesempatan tersebut, Gubernut Aher juga memberikan motivasi kepada santri untuk selalu berfikit dan berjiwa besar. Seorang santri, tegas Aher, harus berani bermimpi besar untuk melahirkan pemikiran besar, serta melahirkan karya besar.

“Itulah yang telah dicontohkan oleh pendiri Pesantren Hidayatullah ini, Ustadz Abdullah said. Beliau adalah seorang idiolog yang visioner. Saat ini kita bisa menyaksikan Hidayatullah eksis di seluruh nusantara, adalah hasil ide-ide besar beliau,” ujar Aher.

Aher mengutarakan, bahwasanya dalam hal perpolitikan ummat Islam harus memiliki peran. Salah satu sarana penting untuk mewujudkan kesejahteraan ummat adalah jika ummat Islam dapat memimpin.

Gubernur Aher memberikan contoh sederhana, kala dirinya menjadi ketua sebuah yayasan, dulu, Aher mengaku bisa menggratiskan pendidikan untuk 150-200 anak. Saat menjadi gubernur ia menggratiskan 7,6 juta jiwa.

“Saat menjadi pengurus yayasan, barangkali bisa membangun 2 ruang kelas baru. Sekarang kita bisa mewujudkan 6000 ruang kelas baru dalam setahun. Alhamdulillah,” sebut Aher.

Di penghujung sambutannya, Gubernur Jawa Barat dua periode ini memberikan bantuan ruang kelas baru (RKB) 6 kelas untuk gedung Sekolah Pemimpin Hidayatullah Depok dan menghadiahkan 1 buah kendaraan roda empat untuk operasional dakwah Pesantren Hidayatullah Depok.

Penutupan kunjungan Gubernur Jawa Barat ini ditandai dengan penyematan sorban untuk Ahmad Heryawan oleh Pembina Yayasan Hidayatullah Depok Ustadz Ir. Abu A’la Abdullah, M.H.I . Acara diakhiri dengan sholat berjamaah yang di imami oleh pak Gubernur dari Partai Keadilan sejahtera (PKS) ini. (ybh/hio)

Didukung Pemerintah, Munas IV Akan Dibuka Wapres RI

awang faroek awang faroek2Hidayatullah.or.id — Musyawarah Nasional (Munas) IV Hidayatullah tahun 2015 yang akan digelar pada 7-10 November 2015 di Pondok Pesantren Hidayatullah, Gunung Tembak Balikpapan akan dihadiri Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Jusuf Kalla.

Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan sangat mendukung pelaksanaan Musyawarah Nasional Hidayatullah IV tahun ini. Apalagi Munas mengangkat tema “Membangun Moralitas Bangsa Menuju Kesejahteraan Umat” sangat tepat dengan kebutuhan bangsa saat ini dan antisipasi menghadapi tantangan global yang semakin berat.

“Karena itu Hidayatullah sebagai salah satu unggulan kita di daerah harus mampu menjawab tantangan ke depan. Bukan saja dalam penguasaan ilmu pengetahuan tetapi juga dalam peningkatan iman dan taqwa, khususnya sebagai gerakan dakwah dan perjuangan Islam,” papar Awang Faroek Ishak saat audensi dengan panitia penyelenggara Munas IV Hidayatullah di Guest House Lamin Etam Samarinda, Selasa (3/11).

Apalagi kata Awang pada 1 Januari 2016 sudah berlaku era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), daya saing yang berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus ditingkatkan, bukan hanya Hidayatullah tetapi semua lembaga pendidikan di Kaltim harus bersaing untuk memajukan daerah dan bangsa.

“Tantangan kita ke depan, sangat berat apalagi era globalisasi, persaingan-persaingan semakin ketat, sehingga kita harus menyiapkan pendidikan yang berkualitas dengan moral bangsa yang kokoh. Itulah harapan kita dalam Munas Hidayatullah IV tahun ini,” ujarnya.

Selain itu, Awang Faroek juga minta kepada panitia penyelenggara agar jangan hanya terpaku kepada pemilihan ketua saja, tetapi bagaimana program-program Hidayatullah lima tahun mendatang itu lebih penting.

“Bagaimana program yang akan dihasilkan dalam Munas nanti bisa bersinergi dengan program yang telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah,” pesan Awang.

Ketua Panitia Penyelenggara Munas IV Hidayatullah 2015 Hamzah Akbar, mengatakan persiapan sudah berjalan dengan baik. Acara ini akan dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla dipusatkan di Pondok Pesantern Hidaytullah Gunung Tembak Balikpapan.

Munas tersebut akan dihadiri perwakilan pengurus Hidayatullah dari 34 provinsi dan kabupaten se-Indonesia dengan jumlah peserta diperkirakan mencapai 1.200 peserta.

“Munas Hidayatullah dilaksanakan lima tahun sekali dan tahun ini merupakan Munas keempat,” kata Hamzah Akbar. (ybh/hio)

Dai Penyayang Anak Yatim Itu Telah Mendahului Kita

Agus sutomo cover agus sutomo bersama istriHidayatullah.or.id — Sosok dermawan yang istiqomah berkontribusi untuk dakwah, Ustadz Agus Soetomo (Abdul Fattah), telah meninggal dunia dalam usia 73 tahun pada pukul 01.15 WIB, Selasa dinihari (03/11/2015) di RS Holistik Puwakarta, Jawa Barat.

Almarhum Agus Soetomo adalah seorang dai sekaligus dermawan yang rendah hati. Dalam beberapa kali interaksi dengan redaksi dan berbagai pengalaman yang kami gali dari banyak sahabat dan orang-orang yang mengenalnya, beliau adalah sosok pendakwah yang tak kenal lelah kendati telah berusia renta.

Almarhum, bahkan, seringkali bersilaturrahim dari kota ke kota di wilayah Indonesia untuk urusan dakwah dan menyambangi siapa saja yang membutuhkan dakwah ini. Tak jarang beliau juga ke luar negeri untuk memenuhi undangan dakwah atau kebetulan sedang melakukan jaulah (perjalan) dakwah.

Perhatiannya terhadap kaum dhuafa pun pun sangat tinggi. Rumahnya di Rawamangun, Jakarta Timur, pun menjadi tempat singgah anak-anak dhuafa. Banyak properti miliknya seperti tanah, bangunan, termasuk fasilitas bergerak lainnya, disedekahkan untuk kepentingan dakwah dan untuk yatim dhuafa.

Ayah dari jurnalis senior Dzikrullah W Pramudya ini juga menjadi pewafak untuk lahan berdirinya Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Depok, Jawa Barat, dimana ia juga termasuk perintisnya bersama kader-kader senior Hidayatullah lainnya yang ditugaskan di sana seperti Ustadz Budi Setiawan, Ustadz Syamsu Rijal Aswin, dan sebagainya.

Salah seorang wartawan Hidayatullah Media yang juga kader Hidayatullah, Surya Fachrizal Ginting, menuliskan tentang profil almarhum Agus Soetomo. Menurut Surya, almarhum aktif dan konsisten dalam dakwah sepanjang hidupnya.

“Semboyan, berdakwah sampai mati dan mati dalam dakwah, benar-benar melekat dalam diri Pak Haji Agus,” tulis Surya yang pernah cukup lama berinteraksi dengan beliau.

Surya mengatakan terakhir kali bertemu beliau sekitar Ramadhan beberapa bulan lalu. Tapi jika mengenang beliau, ada satu hal yang selalu teringat. Lisannya tidak pernah menyinggung perasaan orang. Setidaknya, diri ini tidak pernah merasakan disindir olehnya, aku Surya.

“Bagi diri ini, Pak Haji Agus menyindir dengan kesederhanaan hidupnya (meski dia terbilang sangat berkecukupan), konsistensinya dalam dakwah, dan berjibun-jibunnya amal beliau. Amal solehnya memelihara ratusan anak yatim, infaknya hanya Allah yang bisa menghitungnya,” tulis Surya.

Bagi Surya, Pak Haji Agus telah membuktikan, seorang dai berkorban segala yang dia punya untuk dakwah. Bukan mendapat penghasilan dengan berdakwah. Sekarang, kabar kematian Pak Haji Agus bukan hanya menyindir diri ini yang lalai. Tapi telah menampar dan menabok.
Benarlah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallaam, cukuplah dengan kematian itu pelajaran.

Bersyukur di Hidayatullah

Redaksi media ini juga memiliki rekaman catatan tentang beberapa pesan almarhum Agus Soetomo. Saat berkunjung ke Pesantren Hidayatullah Depok pada hari Ahad lepas Mahgrib, tanggal 15 Maret 2009, beliau berceramah di atas mimbar Masjid Ummul Quraa Kampus Pesantren Hidayatullah Depok.

Pada kesempatan tersebut, almarhum mengatakan bahwa pendidikan yang ada hari ini dominan telah menghantarkan peserta didik menjadi budak. Dengan sedemikian, kata beliau, rupa metode dan sistem yang ada telah menggiring anak didik berorientasi dan berpola pikir kapitalis.

Pada kesempatan tersebut, hadir Pimpinan Umum Hidayatullah, Ustadz Abdurrahman Muhammad yang juga menjadi imam shalat maghrib beserta Dr. Abdul Mannan, Ketua DPP Hidayatullah. Dalam taushianya, Ustadz Agus yang sudah berkeliling dakwah seluruh Indonesia ini berpesan agar para santri dan mahasiswa tetap mempertahankan apa yang sudah dimilikinya.

”Al Qur’an yang telah menjadi pilihan kita, hendaknya kita terus yakini dan perjuangkan. Tidak ada kemenangan selain di atas Al Qur’an dan As Sunnah” tuturnya.

Lebih lanjut kata almarhum, kita semua ini beruntung karena dikawal dengan iman yang benar. Hanya Al Qur’anlah alternatif dan pilihan yang kokoh karena Ia (Al Qur’an) diawali dengan kepastian dan diakhiri dengan kesempurnaan.

“Sedikit saja kita ragu terhadap Al Qur’an dan Hadits, maka kita harus bersyahadat ulang. Ini harus diyakini betul”. tegasnya.

Diakhir taushiahnya, Ustadz Agus Soetomo berpesan agar para jama’ah dan tidak mudah tepengaruh dengan pengaruh kehidupan hari ini yang kemarut dengan gaya hedonisme dan materialis.

”Hidayatullah telah memiliki konsep Sistematika Nuzulnya Wahyu sebagai wujud oposisi terhadap sistem jahil yang ada hari ini. Bersyukurlah kita yang ada di Hidayatullah. Tidak ada jalan yang paling membahagiakan kecuali bersama Islam ini,” katanya.

“Mati dan hidup kita hendaknya memang berporos pada jalan Islam. Saya yang sudah tua dan bau tanah tidak lagi bisa berbuat banyak seperti dulu. Kalianlah sekarang yang muda muda yang menjadi harapan. Marilah kita semua saling mendoakan dalam meniti jalan mulia ini” pesan beliau kala itu menutup taushiahnya. (ybh/hio)