Beranda blog Halaman 62

Mengaji Bersama dari Rumah, Program Ngaos PosDai Terus Berjalan

0

YOGYAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Program “Yuk Ngaos Mudah Belajar Membaca Al-Qur’an Metode Ummi” yang digagas PosDai Yogyakarta terus berjalan secara konsisten melalui siaran langsung.

Kegiatan ini diadakan via Zoom Meeting dan secara rutin disiarkan di kanal YouTube @PosDaiYogyakarta, yang kini telah memiliki 17 ribu subscriber. Hingga saat ini, program telah memasuki kajian Surah Ghafir Ayat 75 beserta terjemahan bahasa Indonesia.

Program ini diasuh oleh Ustadz Mansur Abu Gaza, yang juga menjabat sebagai Ketua PosDai Yogyakarta. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu wadah dakwah utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam pembelajaran membaca serta menghafal Al-Qur’an.

Pelaksanaan program dilakukan setiap subuh dan dikenal dengan sebutan Ngaos atau Ngaji Online Subuh. Siaran dipancarkan langsung dari Gedung Dakwah PosDai, yang beralamat di Jalan Lempongsari, Gang Sepat, No. 14, Tegalmojo, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.

“Ngaos adalah salah satu program utama PosDai Yogyakarta dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait dengan kebutuhan pembelajaran membaca dan menghafal Al-Qur’an,” jelas pihak penyelenggara dalam keterangannya dikutip dari laman Posdai.or.id

Selain praktik membaca, kegiatan ini juga diperkuat dengan motivasi keagamaan. Salah satunya melalui penyampaian hadis mengenai keutamaan membaca Al-Qur’an dari riwayat Abdullah Ibnu Mas‘ud. Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa setiap huruf yang dibaca akan mendapatkan ganjaran kebaikan yang berlipat ganda.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abdullah Ibnu Mas‘ud:

“Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf,” (HR. At-Tirmidzi).

Hadis ini menjadi pengingat penting dalam program Ngaos bahwa pembelajaran Al-Qur’an bukan hanya aktivitas membaca, tetapi juga ibadah yang mendatangkan pahala.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan ini atau bergabung dalam program-program dakwah lainnya, PosDai Yogyakarta membuka pendaftaran dan layanan informasi melalui nomor WhatsApp 0857 8674 8675.

Dengan konsistensi penyelenggaraan serta dukungan teknologi digital, program ini diharapkan dapat terus memberi manfaat luas bagi masyarakat dalam memahami dan mengamalkan Al-Qur’an.

Silaturahim Hidayatullah dengan Jusuf Kalla Bahas Isu Umat dan Kebangsaan

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12, H. Muhammad Jusuf Kalla, menerima silaturahim sekaligus audiensi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah bersama Panitia Musyawarah Nasional (Munas) VI Hidayatullah di kediaman pribadinya di Jakarta, beberapa waktu lalu. Pertemuan ini menjadi ajang dialog mengenai isu-isu penting terkait keumatan, kebangsaan, dan keindonesiaan.

Dalam pertemuan tersebut hadir jajaran teras Hidayatullah, antara lain Ketua Dewan Pertimbangan H. Hamim Thohari, M.Si., serta Anggota Dewan Pertimbangan Dr. Ir. H. Abdul Azis Qahhar, M.Si.

Dari Dewan Pengurus Pusat, tampak Ketua Umum Dr. H. Nashirul Haq, MA., Sekretaris Jenderal Candra Kurnianto, Ketua Bidang Dakwah dan Pelayanan Ummat Nursyamsa Hadis, Ketua Bidang Perekonomian Wahyu Rahman, serta Ketua Panitia Munas VI Hidayatullah, Marwan Mujahidin.

Ketua Panitia Munas VI, Marwan Mujahidin, menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut berlangsung diskusi yang membahas berbagai agenda strategis organisasi. Ia menuturkan bahwa Jusuf Kalla memberikan sejumlah pesan penting yang dianggap sangat berarti bagi Hidayatullah.

“Beliau memberikan apresiasi kepada Hidayatullah sebagai salah satu organisasi massa Islam terbesar di Indonesia,” ujar Marwan dalam keterangannya, Selasa, 9 Rabi’ul Awal 1447 (2/9/2025).

Pertemuan silaturahim ini tidak hanya menjadi wadah komunikasi, tetapi juga memperkuat ikatan antara Hidayatullah dan tokoh bangsa.

Dialog yang berlangsung menegaskan pentingnya sinergi organisasi Islam dengan kepemimpinan nasional dalam menghadapi tantangan masyarakat Indonesia ke depan.

Lebih lanjut, Jusuf Kalla juga menyampaikan pandangannya mengenai langkah-langkah penguatan organisasi.

“Beliau memberikan saran untuk penguatan secara kualitas atas apa yang sudah dilakukan Hidayatullah melalui program-programnya,” ungkap Marwan.

Selain itu, Jusuf Kalla menyatakan dukungannya terhadap berbagai program yang telah dirancang oleh Hidayatullah. “Beliau mendukung program-program yang diusung Hidayatullah. Keempat, beliau bersedia hadir untuk menutup acara Munas,” kata Marwan.

Munas VI Hidayatullah sendiri direncanakan menjadi forum penting untuk merumuskan arah gerakan dakwah, sosial, dan pendidikan organisasi di masa depan.

Bagi Hidayatullah, kehadiran tokoh nasional dan guru bangsa seperti Jusuf Kalla dalam forum tersebut diharapkan dapat memberikan semangat dan arahan strategis bagi penguatan kiprah Hidayatullah dalam membangun umat dan bangsa.

LSH Hidayatullah Segera Gelar Ujikom dan Sertifikasi Juru Sembelih Halal, Daftar di Sini

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Sembelih Halal (LSH) Hidayatullah kembali membuka program Pelatihan Juru Sembelih Halal, Uji Kompetensi (Ujikom), dan Sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk tahun 2025. Program ini memasuki Batch ke-5 dan dijadwalkan berlangsung pada 8–10 September 2025.

Kegiatan akan dilaksanakan di Gedung Dakwah Hidayatullah, Jl. Cipinang Cempedak 1 No.14, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, dengan akses lokasi yang dapat dituju melalui tautan peta digital. Program ini diharapkan menjadi sarana peningkatan kapasitas para calon juru sembelih halal agar memenuhi standar kehalalan sesuai regulasi nasional.

Sekretaris LSH Hidayatullah, Fahrur Rozi, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Batch #5 ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan.

“Pelatihan ini kami selenggarakan untuk memastikan kompetensi juru sembelih halal sesuai standar nasional. Melalui sertifikasi BNSP, para peserta diharapkan memiliki legitimasi profesional dalam bidang penyembelihan halal,” ujarnya.

Adapun persyaratan pendaftaran yang ditetapkan bagi peserta meliputi kesiapan mengikuti pelatihan secara luring, serta melakukan pembayaran kontribusi pelatihan melalui rekening resmi LSH Hidayatullah di Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan nomor rekening 4441100057. Setelah itu, peserta wajib melakukan konfirmasi pendaftaran melalui kontak resmi panitia.

Lebih lanjut, Fahrur Rozi menambahkan bahwa pihaknya ingin memastikan kualitas penyembelihan halal terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk yang sesuai syariat.

“Kami ingin membangun SDM yang tidak hanya terampil, tetapi juga memahami prinsip kehalalan secara mendalam. Karena itu, sertifikasi ini sangat penting sebagai bentuk tanggung jawab profesional,” jelasnya.

Dengan penyelenggaraan pelatihan ini, LSH Hidayatullah berupaya memperkuat ekosistem halal nasional, khususnya dalam memastikan rantai pasok pangan halal didukung oleh tenaga profesional bersertifikat. Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi lembaga dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait penguatan sektor halal di Indonesia.

Pendaftaran dibuka untuk umum dan dapat segera dilakukan mengingat keterbatasan kuota peserta. Informasi lebih lanjut terkait teknis pelatihan dan sertifikasi dapat diperoleh melalui kontak resmi panitia.

Pemuda Hidayatullah Ajak Seluruh Elemen Bangsa Menjaga Persatuan dan Keadilan

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah mengeluarkan pernyataan sikap terkait dinamika kebangsaan yang tengah dihadapi Indonesia. Dalam sikap resminya, Pemuda Hidayatullah menyoroti krisis keadaban, ketidakadilan, serta lemahnya penegakan hukum, dan menegaskan pentingnya keberpihakan kepada rakyat demi menjaga persatuan serta menyiapkan masa depan Indonesia yang lebih baik.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah, Rasfiuddin Sabaruddin, menekankan bahwa bangsa ini membutuhkan keadilan, keberpihakan kepada rakyat, dan keteladanan dari seluruh aparat serta pemangku kebijakan.

“Kami meyakini bahwa bangsa ini membutuhkan keadilan, keberpihakan kepada rakyat, serta keteladanan dari seluruh aparat dan pemangku kebijakan demi menjaga persatuan serta menyiapkan masa depan Indonesia yang lebih baik,” katanya dalam keterangannya diterima media ini, Senin, 8 Rabiul Awal 1447 (1/9/2025).

Pemuda Hidayatullah, tegasnya, menempatkan dirinya sebagai bagian dari elemen bangsa yang konsisten menjaga nilai moral dan tanggung jawab kebangsaan. Mereka berharap agar seluruh komponen bangsa tetap bersatu menghadapi tantangan zaman dan berkontribusi aktif dalam membangun Indonesia yang adil, damai, dan bermartabat.

Dalam pernyataannya, Pemuda Hidayatullah menyerukan agar pemerintah—termasuk Presiden, Wakil Presiden, DPR RI, DPD RI, MPR RI, lembaga yudikatif, kementerian/lembaga pemerintah, aparat penegak hukum, serta seluruh pemegang kebijakan—menjaga amanah konstitusi dan menjalankan tugas dengan konsisten.

Mereka diminta untuk menunjukkan sikap adil, berakhlak mulia, serta menjaga komunikasi yang baik dengan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.

Selain pemerintah, Pemuda Hidayatullah juga menekankan pentingnya peran aparat penegak hukum dalam menjaga profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas.

Pihaknya menekankan bahwa aparat hukum harus selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam tugas pelayanan. Kepercayaan publik, menurut pernyataan tersebut, hanya bisa diraih dengan sikap berkhidmat kepada rakyat.

Aparat dituntut menjadikan tegaknya hukum dan terjaganya kehormatan institusi sebagai modal utama dalam mengemban amanah.

Poin ketiga dari pernyataan sikap ini ditujukan kepada seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda. Pemuda Hidayatullah mengajak kaum muda untuk menjaga persatuan dengan menumbuhkan semangat kolaborasi dalam membangun negeri.

“Tidak mudah terprovokasi oleh kepentingan yang dapat merusak tatanan sosial dan mengorbankan kepentingan bangsa yang lebih besar,” tegasnya.

Rasfiuddin menjelaskan bahwa sikap ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral Pemuda Hidayatullah terhadap bangsa. Ia menegaskan pentingnya menjaga keutuhan bangsa dan menegakkan keadilan sebagai pondasi membangun peradaban yang lebih beradab menuju Indonesia Emas 2045.

“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan kekuatan kepada kita semua untuk menjaga keutuhan bangsa, menegakkan keadilan, dan membangun peradaban yang beradab menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya dalam penutup pernyataan sikap tersebut.

Kuliah Perdana Sekolah Dai Bogor Tekankan Pengabdian di Jalan Dakwah

0

BOGOR (Hidayatullah.or.id) — Sekolah Dai Hidayatullah Ciomas Bogor resmi membuka perkuliahan perdana pada Senin, 8 Rabiul Awal 1447 (1/9/2025). Kuliah perdana ini sekaligus menandai mulai digulirkannya kembali program kuliah dai ini untuk angkatan ke-XI Tahun 2025/2026.

Acara tersebut menghadirkan pemaparan materi dari Ketua Bidang Dakwah & Pelayanan Ummat Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Drs. Nursyamsa Hadis, yang mengungkap tujuan hidup sejati dan menegaskan pentingnya meneguhkan niat pengabdian dalam jalan dakwah.

Dalam kuliah perdana tersebut, Nursyamsa Hadis mengingatkan bahwa perjalanan manusia telah digariskan Allah sejak penciptaan hingga kembali kepada-Nya, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 28.

“Kehidupan di dunia hanyalah sementara, sementara kehidupan sejati adalah di akhirat. Karena itu, seorang da’i harus menyadari tugasnya sebagai pengingat umat akan tujuan akhir ini,” ujarnya.

Nursyamsa juga menegaskan bahwa penciptaan alam semesta bukanlah tanpa tujuan. Ayat-ayat Al-Qur’an menegaskan fungsi manusia sebagai hamba sekaligus khalifah.

“Tujuan utama manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah. Selain itu, manusia juga ditugaskan menjadi khalifah di muka bumi dengan amanah untuk menjaga dan mengelola sesuai petunjuk-Nya,” tambahnya.

Nursyamsa mengutip firman Allah dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 56 yang menegaskan ibadah sebagai tujuan utama, serta Surah Al-An’am ayat 165 yang menempatkan manusia sebagai penguasa bumi dengan tanggung jawab moral.

“Seorang da’i tidak hanya sekadar menyampaikan dakwah, melainkan juga memberi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai yang disampaikan,” katanya.

Dalam pemaparannya, ia juga menyoroti janji Allah bagi mereka yang menyeru kepada kebaikan. Ia menegaskan itu seraya menukil arahan Rasulullah SAW dalam sabdanya diriwayatkan Imam Muslim bahwa barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya. Menurutnya, inilah motivasi utama yang harus menguatkan langkah para da’i.

Lebih jauh, Nursyamsa mengingatkan agar generasi baru da’i memahami urgensi menghubungkan kehidupan dunia dengan tujuan akhirat.

“Agama hadir sebagai petunjuk agar manusia tidak terlena dengan kesementaraan dunia, melainkan selalu menatap akhirat sebagai tujuan utama,” ujarnya menegaskan.

Kuliah perdana ini ditutup dengan doa bersama, sekaligus penguatan komitmen seluruh peserta untuk meniti jalan dakwah dengan penuh kesungguhan.

“Semoga Allah meneguhkan niat baik sahabat semua untuk menjadi pewaris para nabi, penyeru kebaikan, dan penyeru kepada tauhid,” tutur Nursyamsa Hadis menutup kuliah.

Kepala Sekolah Dai Hidayatullah Ciomas, Ust. H. Saepudin Abdullah, Lc, menyampaikan apresiasi atas antusiasme para peserta dalam mengikuti kuliah perdana. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal penting dalam mencetak kader dai yang siap mengabdikan diri.

“Sekolah Dai adalah wahana pengkaderan yang menyiapkan generasi dengan visi dakwah dan pengabdian. Kami berharap seluruh peserta dapat meneguhkan komitmen untuk menjadi dai yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Sarjana STAIL Surabaya Angkatan XXIV Siap Berkhidmat untuk Bangsa dan Umat

0

SURABAYA (Hidayatullah.or.id) — Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al Hakim (STAIL) Surabaya kembali menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana Strata Satu (S1) Angkatan ke-XXIV sekaligus prosesi Penugasan Kader Da’i.

Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 6 Rabi’ul Awal 1447 (30/8/2025) bertempat di Kampus The Leader University STAIL, Kejawan Putih Tambak VI/1, Surabaya, Jawa Timur.

Tradisi yang mengiringi wisuda STAIL berbeda dengan umumnya perguruan tinggi. Selain pengukuhan kelulusan, prosesi penugasan kader da’i menjadi agenda utama.

Para lulusan yang telah menempuh pendidikan selama empat tahun disiapkan untuk diterjunkan ke berbagai daerah di Indonesia. Mereka akan mengemban misi dakwah sekaligus pengabdian sosial di masyarakat.

Ketua Panitia, Syahri Sauma, M.Kom.I, menegaskan bahwa prosesi wisuda bukan sekadar perayaan akademik, melainkan momentum komitmen dakwah.

“Wisuda ini menandai lahirnya sarjana muslim yang berilmu, berakhlak, dan siap mengemban amanah sebagai kader da’i di berbagai lini kehidupan,” ungkap Syahri dalam keterangannya.

Acara diikuti 82 wisudawan dari empat program studi, yaitu Komunikasi dan Penyiaran Islam, Ekonomi Syariah, Manajemen Pendidikan Islam, serta Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Wisuda ini juga dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Prof. Dr. Nur Syam, M.Si, penasehat ahli Menteri Agama RI.

Selain penugasan kader da’i, acara juga menjadi ajang penghargaan bagi delapan mahasiswa terbaik yang berasal dari program unggulan Markazul Qur’an wal Lughoh.

Program ini telah berjalan selama lima tahun dengan tujuan melahirkan generasi muslim yang memahami al-Qur’an secara mendalam dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan berbangsa.

Ketua STAIL Surabaya, Muh. Idris, M.Pd., menekankan pentingnya peran lulusan dalam menjawab tantangan umat dan bangsa.

“STAIL berkomitmen terus melahirkan kader intelektual muslim yang memiliki integritas, kompetensi, serta militansi dakwah yang kuat,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya wisuda dan penugasan kader da’i angkatan ke-XXIV ini, Idris menambahkan, STAIL Surabaya menegaskan kembali perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga kader dakwah yang diharapkan memberi kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

Di tengah suasana penuh haru, para mahasiswa menyampaikan refleksi pribadi. Salah satunya adalah Muhammad Fadil, lulusan yang turut mengikuti wisuda. Ia mengungkapkan kebahagiaan sekaligus rasa cemas menjelang penugasan.

“Tentu saya bahagia bisa sampai di titik ini setelah perjalanan empat tahun. Namun juga deg-degan karena belum tahu akan ditugaskan di mana. Tapi InsyaAllah dimanapun saya siap,” katanya.

Perjusami Hidayatullah Kupang Bentuk Santri Pemimpin Umat di Masa Depan

0
Foto: Syaiful Liarian/ Dok. Kupang Online

KUPANG (Hidayatullah.or.id) — Perkemahan Jum’at, Sabtu, dan Minggu (Perjusami) digelar Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bersama Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Hidayatullah NTT sebagai upaya mempersiapkan generasi Islam yang kuat secara fisik, intelektual, spiritual, dan emosional. Kegiatan ini melibatkan santri kelas VII hingga XII MTs dan MA Hidayatullah Kupang.

Agenda Perjusami dimulai sejak dini hari pukul 02.30 dengan pelaksanaan salat lail berjamaah. Kegiatan kemudian berlanjut pada pagi hari dengan senam bersama serta penyampaian materi di ruang kegiatan.

Perkemahan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada para santri dalam membangun kedisiplinan, kepemimpinan, dan kebersamaan.

Ketua panitia, Miftahul Faris Jailani, menegaskan bahwa tujuan utama Perjusami adalah membentuk jiwa kepemimpinan di kalangan santri.

“Kaderisasi merupakan sesuatu yang sifatnya mutlak di Hidayatullah, apalagi organisasi ini adalah milik umat, bukan milik individu atau golongan. Sehingga kelak siapapun bisa memimpin, yang terpenting tetap pada aturan organisasi. Perjusami ini merupakan amanah dari organisasi, sebab adik-adik adalah pewaris perjuangan yang mulia ini,” kata Miftahul dalam keterangannya, Ahad, 7 Rabi’ul Awal 1447 (31/8/2025)..

Dalam sambutan pembukaan, Ketua Yayasan Amanah Pondok Pesantren Hidayatullah Kupang, Hafsi Al-Ghadri, S.Sos., M.Pd., menekankan pentingnya kepemimpinan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia. Ia merujuk pada Al-Qur’an bahwa setiap manusia diciptakan untuk menjadi pemimpin.

Dia menegaskan, Perjusami di Kupang ini menjadi bagian dari strategi pendidikan kader Hidayatullah yang menekankan pembinaan menyeluruh, tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, spiritualitas, dan keterampilan kepemimpinan.

“Menjadi pemimpin itu merupakan konsekuensi kita diciptakan, sebab dalam Al-Qur’an dan sabda Nabi kita sudah menyebutkan bahwa setiap kita diciptakan untuk menjadi pemimpin,” katanya.

Maka kegiatan Perjusami ini, terang Hafsi, merupakan ikhtiar kita untuk menyambut apa yang Allah sebutkan dalam Al-Qur’an itu. “Sehingga kelak kita menjadi pemimpin-pemimpin hebat yang siap memimpin umat nantinya,” tuturnya.

Hafsi juga berpesan agar para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat.

Ia berharap pelaksanaan perkemahan ini dapat memberi bekal kepemimpinan sekaligus memperkuat kepribadian santri di masa depan. Setelah serangkaian agenda berjalan, kegiatan resmi ditutup dengan doa bersama.

Hidayatullah Serukan Jaga Keutuhan Bangsa dan Ingatkan Bahaya Kesenjangan Ekonomi

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ust. Dr. H. Nashirul Haq, menyampaikan pernyataan resmi menanggapi dinamika kebangsaan yang tengah bergejolak akibat aksi unjuk rasa rakyat. Gelombang demonstrasi yang terjadi belakangan ini telah menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material yang tidak sedikit.

Dalam pernyataannya, Nashirul Haq mengajak masyarakat, khususnya warga Hidayatullah, untuk senantiasa menjaga persatuan bangsa di tengah situasi yang penuh tantangan.

“Kami mengajak masyarakat dan warga Hidayatullah secara khusus agar senantiasa menjaga keutuhan bangsa, memelihara ketertiban dan keamanan,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Ahad, 7 Rabi’ul Awal 1447 (31/8/2025).

Ia menegaskan bahwa konstitusi negara menjamin kebebasan setiap warga untuk menyampaikan pendapat, aspirasi, hingga kritik terhadap pemerintah. Namun, kebebasan tersebut harus diwujudkan dengan cara yang bertanggung jawab.

“Konstitusi menjamin hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat, aspirasi hingga kritikan kepada pemerintah. Namun dengan cara yang baik, tidak mengganggu ketertiban, tidak anarkis dan tidak menggunakan kekerasan,” tegasnya.

Nashirul juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah agar lebih terbuka dalam mendengarkan suara rakyat. Menurutnya, langkah pengamanan dalam menghadapi demonstrasi tidak boleh dilakukan secara berlebihan.

“Berharap pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat, menghindari tindakan berlebihan dalam melakukan pengamanan demonstrasi dan unjuk rasa,” katanya.

Selain menyoroti persoalan demonstrasi, ia menekankan bahwa kesenjangan ekonomi yang semakin melebar berpotensi menjadi sumber ketidakstabilan sosial.

Oleh sebab itu, Nashirul menyerukan agar pejabat publik dan para wakil rakyat menampilkan gaya hidup yang sederhana dan wajar.

“Kesenjangan ekonomi dapat memicu ketidakstabilan. Oleh karena itu para pejabat pemerintah dan wakil rakyat hendaknya menampakkan gaya hidup yang wajar, tidak berlebihan dan bermewah-mewah. Apalagi dalam kondisi masyarakat sedang mengalami kesulitan hidup,” ungkapnya.

Lebih jauh, Nashirul menegaskan pentingnya mewujudkan keadilan dalam berbagai aspek kehidupan. “Keadilan hukum, sosial dan ekonomi harus diwujudkan agar rakyat hidup tenteram dan sejahtera,” pungkasnya.

Dalam pada itu, Hidayatullah mendorong penyelesaian masalah bangsa dengan jalan yang damai, adil, dan bermartabat, di tengah situasi sosial yang sedang bergejolak.

Peresmikan Sumur Bor ke-44 di Masjid Baiturrahim, Air Bersih untuk Ibadah dan Kehidupan

0

MATARAM (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) kembali memperlihatkan kiprahnya sebagai jembatan kebaikan dengan meresmikan sumur bor ke-44 di Masjid Baiturrahim, Lingkungan Suradadi Barat, Mataram.

Program ini tidak hanya memberikan akses air bersih bagi jamaah, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) nomor 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak.

Masjid Baiturrahim sebelumnya menghadapi keterbatasan pasokan air yang mengganggu kelancaran ibadah. Dengan sumur bor ini, masalah tersebut kini teratasi berkat dukungan donatur BMH.

Kepala Perwakilan BMH NTB, Nur Kholis, menegaskan bahwa program ini merupakan solusi jangka panjang.

“Beberapa kali air di masjid tidak mengalir sehingga jamaah tidak bisa bersuci dan juga melakukan wudu,” jelasnya dalam keterangannya, Ahad, 7 Rabi’ul Awal 1447 (31/8/2025).

Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa ketersediaan air bersih adalah fondasi penting bagi kehidupan spiritual dan sosial masyarakat.

Pengurus Masjid Baiturrahim menyampaikan rasa syukur atas inisiatif ini.

“Alhamdulillah kami sangat berbangga dan berbahagia atas sumbangsih donatur BMH. Ini akan sangat besar manfaatnya untuk jamaah dan masjid Baiturrahim,” ungkapnya. Sebagai bentuk apresiasi, doa dan zikir khusus dipanjatkan bagi para donatur.

Inisiatif ini membuktikan bahwa lembaga amil zakat seperti BMH tidak hanya menyalurkan dana, tetapi juga menghadirkan solusi permanen atas masalah mendasar masyarakat.

Sumur bor ini menjadi simbol amal jariyah, di mana manfaatnya terus dirasakan dan pahalanya mengalir tiada henti.

Melalui sinergi donatur, BMH, dan masyarakat, krisis air dapat diatasi di tingkat lokal sekaligus mendukung agenda global pembangunan berkelanjutan.

Pertemuan 16 Ormas Islam dengan Presiden Bahas Dinamika Kebangsaan

Foto: Dok. Youtube Sekretariat Presiden/ BPMI Setpres

BOGOR (Hidayatullah.or.id) — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima 16 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di kediamannya, Hambalang, Jawa Barat, Sabtu, 6 Rabi’ul Awal 1447 (30/8/2025).

Pertemuan ini digelar dalam rangka merespons dinamika kebangsaan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, ditandai dengan aksi demonstrasi yang bergejolak di sejumlah daerah hingga menimbulkan korban.

Agenda tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dari berbagai ormas Islam. Hadir Ketua Umum Hidayatullah, Nashirul Haq Marling, didampingi Sekretaris Jenderal Candra Kurnianto. Dari Nahdlatul Ulama, tampak Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni serta Sekretaris Jenderal Saifullah Yusuf. Dari Muhammadiyah, hadir Ketua Lembaga Kesejahteraan Keluarga Sosial (LKKS) PP Muhammadiyah Fajar Riza Ul Haq serta Sekretaris Jenderal Abdul Mu’ti.

Selain itu, hadir pula Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum Dewan Dakwah Adian Husaini, Ketua Umum AQL Bachtiar Nasir, Ketua Umum Mathalul Anwar Embay Mulya Syarief, Ketua Umum Al-Irsyad Al-Islamiyah Faisol Nasar Madi, Presiden Syarikat Islam Hamdan Zoelva, Ketua Umum PP Persatuan Islam Jeje Zainuddin, Ketua Umum Al Wasliyah Masyhuril Khamis, Ketua Umum Wahdah Islamiyah Muhammad Zaitun Rasmin, Ketua Umum PUI Raizal Arifin, Ketua Umum PERTI Syarfi Hutauruk, serta Ketua Umum Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) Nasrullah.

Dari jajaran sekretaris jenderal turut hadir Babay Sujawandi (Mathalul Anwar), Ferry Juliantono (Syarikat Islam), Haris Muslim (Persatuan Islam), Kana Kurniawan (PUI), Khairan M. Arif (IKADI), Muhammad Halim Bakhabazy (Al-Irsyad Al-Islamiyah), Syaibani Mujiono (Wahdah Islamiyah), Undrizon (PERTI), Asep Efendi (KBPII), Avid Solihin (Dewan Dakwah), serta Agus Wicaksono dari DPP Al Ittihadiyan.

Dalam keterangan saat konferensi pers, Yahya Cholil Staquf, menyampaikan apresiasi atas forum dialog yang berlangsung. “Alhamdulillah, sore ini rombongan 16 organisasi kemasyarakatan Islam diterima oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto di Hambalang,” ujarnya.

Menurut Yahya, pertemuan tersebut dihadiri para ketua umum, sekjen, serta sejumlah menteri kabinet. Ia menuturkan bahwa dialog yang dilakukan menyentuh secara langsung persoalan bangsa di tengah situasi yang menegangkan.

“Kami berdialog dari hati ke hati, memahami secara umum tapi lengkap permasalahan bangsa yang dihadapi khususnya hari-hari ini. Dan, kami bersepakat untuk bersama-sama, bahu membahu, berupaya untuk mengatasi keadaan untuk mengajak kepada masyarakat supaya lebih tenang,” ungkapnya.

Yahya juga menegaskan bahwa ormas Islam siap mendukung langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas.

“Insya Allah bersama-sama presiden Prabowo Subianto di bawah pemerintahan beliau dan juga dengan dukungan dari para pemimpin umat, Insya Allah bersama-sama kita bisa mengatasi tantangan apapun yang kita hadapi,” tambahnya.

Ia menyebutkan, tindak lanjut akan segera digelar di Istana Negara. “Setelah ini, Insya Allah, akan kami lanjutkan pertemuan lanjutan yang insya Allah akan dilaksanakan di Istana Negara bersama dengan bapak presiden dengan ormas-ormas Islam. Dan mudah-mudahan di sana nanti akan ada sesuatu yang bisa dinyatakan sebagai tekad bersama, kesepakatan bersama,” jelas Yahya.

Foto: Dok. Youtube Sekretariat Presiden/ BPMI Setpres

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haidar Nashir, menyoroti pentingnya peran ormas Islam dalam menenangkan masyarakat di tengah gejolak hari hari ini.

“Kami selama tiga jam tadi dengan berdialog dan kami juga memberikan masukan dan pandangan. Pak presiden begitu terbuka dan kami punya pandangan yang sama bahwa kita kekuatan ormas Islam, sebagai kekuatan yang punya sejarah yang panjang di republik ini,” katanya.

Haidar menekankan bahwa dinamika demokrasi harus dijalankan dengan tanggung jawab.

“Kami memahami demokrasi dan aspirasi tetapi hendaknya dan kami yakin seluruh rakyat Indonesia dapat memanfaatkan demokrasi itu dengan penuh pertanggungjawaban, keadaban, dan mewaspadai tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang membawa pada kekerasan dan perbuatan-perbuatan yang meruntuhkan keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia,” tegasnya.