Beranda blog Halaman 620

Hidayatullah Makassar Tabligh Akbar Sambut Ramadhan

0

makassarHidayatullah.or.id — Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Makassar menggelar Tabligh Akbar di Masjid Umar Alfaruq, Jalan Bumi Tamalanre Permai (BTP), Kota Makassar, Sabtu pekan lalu (9/5/2015).

Tabligh Akbar yang bertemakan “Urgensi Persatuan Ummat Dalam Membangun Peradaban Islam” tersebut diselenggarakan sebagai bentuk kegembiraan ummat Islam menyambut datangnya bulan Ramadhan yang tinggal menghitung hari.

Hadir sebagai pemateri yakni intelektual muda, Nashirul Haq, yang juga anggota Dewan Syura Hidayatullah PP Hidayatullah.

Akademisi yang sedang menempuh pendidikan di International Islamic University Malaysia (IIUM) Malaysia, ini menjelaskan beberapa hal penting dalam Islam hingga bercerai berai. Beliau mengutarakan tentang sebab-sebab perpecahan ummat, akibat perpecahan ummat, dan solusi dari perpecahan ummat itu.

Ratusan orang hadir dalam tabligh tersebut yang beragam mulai dari santri, mahasiswa, ibu-ibu dan bapak-bapak, yang sama-sama antusias mendengarkan materi yang dibawakan.

Di akhir acara, Ketua Panitia Penyelanggara Abdul Kadir, menginformasikan bahwa tabligh akbar ini akan kembali diadakan 4 hari sebelum masuknya bulan Ramadhan mengingat tingginya minat umat Islam terhadap isu-isu keummatan seperti ini.

“Kita tahu ummat Islam saat ini mengalami krisis moral dan saling ketidakpercayaan yang begitu dahsyat. Untuk itu, kami (penyelenggara) akan kembali mengadakan tabligh akbar 4 atau 5 hari sebelum masuknya Bulan Ramadhan, In Sya Allah,” Jelasnya. (ybh/one)

Persatuan Ummat untuk Tegaknya Peradaban Islam

persatuan umat islamHidayatullah.or.id — Intelektual muda muslim, Nashirul Haq, menyerukan pentingnya persatuan dalam rangka menyemai kebangkitan umat Islam untuk tegaknya peradaban Islam yang luhur dan berkemajuan.

Hal itu dikatakan Nashirul saat menjadi pembicara dalam acara Tabligh Akbar di Masjid Umar Alfaruq, Jalan Bumi Tamalanre Permai (BTP), Kota Makassar belum lama ini ditulis Hidayatullah.com, Jum’at (15/5/2015).

Adapun sebab-sebab perpecahan ummat yang dijelaskan Ustadz Nashirul pada acara itu, diantaranya karena umat Islam jauh dari agama.

Dan, fenomena ini, jelas Nashirul, telah isyaratkan oleh Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani:

“Apabila kamu berjual beli dengan Al’Ila (riba), lalu kamu mengikuti seekor lembu dan kamu lebih cenderung kepada pertanian, kemudian meninggalkan jihad, niscaya Allah akan menimpahkan kehinaan diatas kamu. Dan kalian tidak dapat mencabut kehinaan itu, dan kalian tidak kembali kepada Islam.”

Sebab perpecahan umat yang lainnya adalah saratnya berbagai kepentingan di dalam tubuh umat Islam. Perpecahan ummat ini dalam konteks yang lebih besar, jelas Nashirul, biasanya berkelindan tidak saja dalam level organisasi atau partai politik, tetapi juga negara.

“Ada kencendrungan sengaja tidak mau bersatu karena ternyata ada kepentingan yang kalau dia menyatu kepentingan itu tidak terwujud. Sehingga memang sengaja untuk berpisah, karena ada egoisme, ada interest,” lanjutnya.

Akademisi yang menempuh pendidikan di International Islamic University Malaysia (IIUM) ini mengemukakan bahwa fenomena perpecahan seperti itu tak dapat dinafikkan juga menimpa organisasi-organisasi Islam. Terlebih lagi perpecahan yang bersifat personal.

“Ada orang yang tidak mau terlibat dalam organisasi Islam, tidak mau diikat dalam persatuan dan perjuangan. Kenapa, karena tidak mau diatur,” tukasnya.

Hal yang juga sangat krusial penyebab munculnya perpecahan umat Islam adalah maraknya penyimpangan dalam agama. Penyimpangan ajaran Islam menurut Nashirul membuat ummat Islam bercerai berai.

“Muncul banyak kelompok aliran sesat yang menyimpang dari kemurnian ajaran Islam bahkan ada yang mengaku sebagai nabi,” imbuhnya anggota Dewan Syura PP Hidayatullah ini.

Nashirul menegaskan, fenomena inilah yang diwanti-wanti oleh Allah Ta’ala sebagaimana yang telah terjadi kepada kaum lainnya. Allah berfirman: “Janganlah kalian mengikuti jalan-jalan lain, yang akan menjadikan kalian bercerai berai dari jalan Allah” (QS. Al-An’am 153).

Juga dalam firman-Nya yang lain, kata Nashirul, kita diperintahkan untuk berpegang teguh kepada kemurnian ajaran Islam yang luhur agar persatuan dan soliditas senantiasa kokoh. Hal itu sebagaimana diterangkan dalam Al Qur’an Surah Ali Imran ayat 103:

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai. Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan), maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang bersaudara. Dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk”.

Nashirul menerangkan, bahwa Imam Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini menekankan perintah agar umat Islam selalu bersatu dalam jamaah dan melarang kita untuk bercerai berai.

Ayat ini mengingatkan kaum muslimin bahwa dahulunya mereka adalah umat yang bercerai berai, saling bermusuhan, dan selalu berselisih. Karena sebelum datangnya Islam ke Madinah, sebagaimana yang masyur dalam sejarah, ada dua suku yang selalu bertikai dan itu tidak pernah berakhir, yaitu suku ‘Aus dan Khazraj.

“Mereka saling bermusuhan antara satu dengan yang lain, hinggalah kemudian datang Islam, meyatukan mereka dengan Tauhid,” kata Nashirul.

Memang, lanjut Nashirul, sudah menjadi sunnatullah bahwa manusia itu selalu berselisih. Selalu bermusuhan karena manusia punya tabiat hasad dan dengki. Karenanya, disitulah diperlukan kelapangan hati untuk mengedepankan ukhuwah dan kepentingan umat yang lebih luas.

“Manusia punya sifat egoisme yang selalu ingin menang, sehingga itulah yang menjadi penyebab perselisihan,” imbuhnya memungkasi.  (one/ybh)

Gedung Sekolah Pesantren Hidayatullah Lingga Dibangun

awalinHidayatullah.or.id — Alhamdulillah, gedung sekolah Pondok Pesantren Hidayatullah Lingga yang telah dibangun Pemerintah Kabupaten Lingga dengan 2 (dua) Ruang Kelas Baru melalui APBD sudah tegak berdiri di Jalan Sawah Indah.

Ditemui di lokasi SD Islam Integral Lukman Hakim, pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah sekaligus Kepala SD Islam, Ustadz Awalin menyampaikan bahwa penerimaan siswa baru sudah mulai dibuka.

“Sampai saat ini sudah ada 5 (lima) orang siswa yang mendaftar,” terang Awalin.

Menurut Awalin sosialisasi ke TK Pembina dan TK Islam Azkia sedang dipersiapkan.

“Spanduk sudah kita siapkan, surat kerjasama juga sudah kita sampaikan. Memang target kita untuk tahun ini menerima 30 (tiga puluh) orang siswa,” ungkap Awalin.

Beliau mengatakan bahwa SD Islam kekurangan meubelair dan laptop.

”Sampai hari ini, kita masih menunggu janji Pemkab Lingga untuk memberikan bantuan meubelair dan laptop yang merupakan hibah dari Bank Riau Kepri. Mudah- mudahan sebelum tahun ajaran baru, meubelair dan komputer sudah kita terima,” harap Awalin.

Awalin menyampaikan harapan kepada seluruh masyarakat untuk dapat bersama-sama memajukan SD Islam Integral Hidayatullah Lingga demi terwujudnya generasi Islami Lingga yang tangguh. (Zd/hio)

Bupati Apresiasi Nikah Mubarak Hidayatullah Lasusua

20150507001441 20150507001449 nikah massal kolakaHidayatullah.or.id — Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar acara pernikahan mubarakah 4 pasang santri yang digelar di Kampus Hidayatullah Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), pekan lalu (05/05/2015).

Keempat peserta dimana semua mempelai lali-laki adalah pengurus wilayah Pemuda Hidayatullah Sultra adalah Ahmad Maskur mempersunting Husna, La ode Toyo dengan Lilis Suryati, Irwanto mengijabqobuli Kamarida, dan Achmad Luth Intan memperistri Eka Rismawati.

Tradisi pernikahan ini sangat unik. Sebab, keempat pasang mempelai tidak pernah saling berhubungan atau saling kenal. Mereka hanya mendapati biodata lengkap disertai foto yang dilihat menjelang penandatangan berkas pernikahan.

Pelaksanaan nikah massal yang diselenggarakan di Lasusua, tepatnya di Pondok Pesantren Hidayatullah Desa Balosi ini berlangsung khidmat. Puluhan orang termasuk Bupati Kolut Rusda Mahmud juga hadir menyaksikan prosesi tersebut di dua tenda yang dipisah berdasarkan jenis kelamin tanpa bisa saling memandang antara pihak laki-laki dan perempuan.

“Sah!”, seru para tamu undangan dan mempelai usai mengucapkan ijab qabul secara bergiliran di atas panggung yang dipimpin oleh penghulu setempat, Selasa (5/5).

Nikah massal kali ini merupakan seremonial yang pertama kalinya dilangsungkan di Kolut. Persiapannya tidak lumayan singkat, tujuh bulan sebelumnya pihak panitia telah menyebarkan brosur dengan tiga warna berbeda berdasarkan status masing-masing.

Untuk warna biru bagi pria atau wanita dari kalangan remaja, pink bagi yang berstatus duda atau janda dan warna abu-abu diperuntukkan bagi yang ingin poligami.

“Mungkin masih malu karena ini yang pertama kita laksanakan di Kolut. Namun kami sudah empat kali melangsungkan di tempat lain yang rata-rata diatas 10 pasang,” ungkap Ustadz Drs Mardatillah, Pimpinan Hidayatullah Sultra.

Kenapa Hidayatullah rutin menggelar nikah passal, Mardhatillah dengan bangga menjelaskannya, bahwa pernikahan itu dinilainya harus dipermudah tetapi tidak boleh dimudah-mudahkan.

Brosur yang disebar kata dia tidak serta merta langsung diterima tetapi juga melalui proses seleksi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan guna menghasilkan generasi yang berguna bagi bangsa dan negara.

“Saya tertarik pelaksaan nikah massal di Kolut bukan karena dekat dengan bupati tetapi saya dengar-dengar dari teman-teman bahwa Kolut dekat dengan suasana religius. Ini bukan karena ada bupati di depan saya,” ucapnya dengan memandang ke arah Rusda.

Apalagi kata dia dari segi tata ruang dan desain pembangunan Kolaka Utara dinilainya tertata dengan baik dan diakui sangat cepat perkembangannya dari sektor pembangunan.

“Ini luar biasa kalau kita lihat, tertata dengan baik dan indah dipandang,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Kolut dengan rendah hati menilai hal itu bukanlah hal yang berlebihan dan sudah sewajarnya memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Apalagi kata dia, ilmu tanpa ditopang keagamaan dikatakan hanyalah biasa-biasa saja.

Dia juga mengapresiasi peran Hidayatullah di Kolaka Utara dalam rangka aktif keterlibatannya dalam pembangunan khususnya di bidang pendidikan dan pemberdayaan sumber daya manusia melalui bina iman dan moral.

“Peran Hidayatullah di Kolut terus dibutuhkan. Pembangunan yang dibarengi dengan sinergitas program antara pemerintah dan masyarakat akan menumbuhkan semangat kebersamaan untuk membangun kabupaten ini lebih baik lagi,” ujarnya.

Maka dari itu yang menjadi prioritas diawal pemerintahannya adalah pembangunan lembaga pendidikan, pusat perkantoran dan masjid-masjid. Demikian dikatakan bupati Rusda.

“Kita berbangga bahwa di Kolut masih tinggi asas gotong royongnya,” kata bupati dua priode itu.

Terkait perihal nikah massal, seandanya kata dia di Indonesia banyak yang dinikahkan dengan cara demikian dan mudah maka maka sulit kita temukan prostitusi. Karena, katanya, untuk mendapatkan pasangan itu dinilai terkadang dipersulit hingga terjadilah hal-hal yang marak saat ini.

“Mudah mudahan pasangan yang baru dinikahkan bisa setia sampai akhir,” pungkasnya. (kab/hio) 

Pagi di Hidayatullah Bontang Disosialisasi Cuci Tangan

hidayatullah bontangHidayatullah.or.id — Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak di Kota Bontang. Demikian ditegaskan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Najirah yang juga istri Walikota Bontang, Adi Darma, di depan ratusan anak-anak PAUD se-Kecamatan Bontang Utara.

Selanjutnya pada acara yang berlangsung di lapangan sepak bola Pesantren Hidayatullah Bontang itu, Najirah mengajak anak-anak cuci tangan secara bersama-sama.

Menurut Najirah, kegiatan cuci tangan massal ini merupakan kegiatan yang sangat baik dan bermanfaat untuk dilaksanakan, karena akan memberikan pelajaran bagaimana berperilaku hidup sehat yang dimulai dengan melakukan cuci tangan.

“Kepada anak-anakku, jangan lupa selalu mencuci tangan dengan bersih setiap setelah melakukan aktivitas apa pun, baik itu bermain ataupun ketika mau makan. Karena dengan mencuci tangan, maka kita akan terhindar dari segala bakteri yang menempel di tangan kita. Jadi mulai sekarang mari kita budayakan cuci tangan dengan bersih,” terangnya.

Selanjutnya istri Wali Kota Bontang Adi Darma ini mengajak anak-anak dan para orangtua murid agar senantiasa membiasakan diri dan anaknya untuk berperilaku hidup sehat karena dengan tubuh yang sehat akan menjadikan anak-anak yang cerdas pula.

“Insya Allah, kegiatan ini akan terus kami galakkan dan tidak hanya untuk anak-anak PAUD saja, tetapi juga kepada seluruh masyarakat Kota Bontang sehingga Bontang sehat yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah bisa kita wujudkan bersama-sama,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kota Bontang Nurdaniati menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan membiasakan anak-anak PAUD untuk berperilaku hidup sehat yang dimulai dengan mencuci tangan dengan bersih.

“Kegiatan ini merupakan ide dari Bunda PAUD Kota Bontang, Ibu Najirah. Pelaksana kegiatan adalah Himpaudi dan Puskesmas Bontang Utara. Sebelumnya, kami mengajari anak-anak bagaimana mencuci tangan dengan benar. Selanjutnya, anak-anak secara bersama cuci tangan dengan mengikuti tata cara yang telah diajarkan,” terangnya. (hio/bps/oke)

Untuk Diri Lebih Baik, Jangan Merasa Jadi Obyek Kebijakan

Pimpinan Gagas Empat Karakter Kepimpinan (peserta sedang mengukuti tes psikologi) 3Hidayatullah.or.id — Setiap kader Hidayatullah seyogyanya adalah subyek dari ketentuan yang telah digariskan oleh organisasi. Sebab, untuk menjadi muslim yang baik atau sebaliknya itu ditentukan oleh diri kita sendiri bukan oleh kebijakan-kebijakan tersebut. Artinya, mau taat atau ingkar, kembali kepada pilihan manusia.

Hal itu disampaikan Pimpinan Umum Hidayatullah KH. Abdurrahman Muhammad, saat memberi taushiah dalam kunjungannya ke kampus Hidayatullah Depok, awal Maret lalu.

Untuk membaca lebih lanjut penjelasan beliau tentang pentingnya sebuah peraturan dalam setiap komunitas dan ketentuan untuk mentaatinya, dapat dibaca di di Buletin Hidayatullah Edisi April 2015.

DOWNLOAD/ BACA BULETIN HIDAYATULLAH APRIL 2015

FKPPP Gandeng Hidayatullah Cegah Potensi Terorisme

seminar dialog keagamaan hidayatullah kepriHidayatullah.or.id — Dalam upaya untuk menangkal permasalahan kebangsaan yang isunya kini acapkali mengemuka seperti ancaman terorisme dan ekstrimisme, Pengurus Wilayah Hidayatullah Riau (PW Hidayatullah Riau) menggelar acara dialog keagamaan bekerjasama dengan Forum Pemberdayaan Komunikasi Pondok Pesantren (FKPPP) Provinsi Kepulauan Riau, belum lama ini (27/4).

Acara ini digelar berkerjasama dengan Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) dengan tema Optimalisasi Peran Pondok Pesantren dalam Mengaktualisasikan Nilai dan Semangat Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin, berlangsung intensif di Aula Pondok Pesantren Hidayatullah Batam.

Acara ini dihadiri perwakilan BEM, mahasiswa, FKPPP Prov.Kepri, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) dan santri Pondok Pesantren sekitar 200 peserta.

Adapun narasumber yang menyampaikan materi dari Kemenag Kota Batam diwakili Kasi Pakis H.Sarbaini, S.Ag, dari Poltabes Barelang diwakili Kompol Rajito, dari BKPRMI H.Maryono, S.Ag dan dari Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah KH. Jamaluddin Noer.

Acara dialog tersebut bertujuan untuk salah satunya meluruskan persepsi sebagian masyarakat bahwa pondok pesantren bukanlah tempat bertumbuhnya benih terorisme dan radikalisme. Sebaliknya, ponpes adalah wadah lahirnya generasi umat yang relijius berakhlah Islami.

Sarbini dalam kesempatan itu, mengatakan dalam rangka menangkal potensi radikalisme di Kota Batam, ia mengingatkan bahaya paham sempalan yang mengatasnamakan Islam serta mendorong ormas-ormas Islam untuk mendeteksi secara dini pencegahan di wilayah tersebut.

Sementara itu, Ketua PW Hidayatullah Riau Jamaluddin Noer dalam pemaparannya, mengatakan pesantren memiliki keterikatan sejarah yang amat kental terhadap berdirinya bangsa ini. Kata dia, kalangan santri dan pondok-pondok pesantren memiliki peran yang amat sentral dalam perlawanan menundukkan hegemoni imperialis penjajah.

“Kehadiran pondok-pondok pesantren, sebagaimana juga Hidayatullah, adalah beriring dengan semangat untuk membela kedaulatan bangsa. Kemerdekaan yang kita sudah raih kini harus dijaga dan dirawat dengan kehendak untuk terus berbuat demi untuk kemaslahatan bersama,” ujarnya.

Kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan saling berbagi gagasan juga diselingi dengan diskusi interaktif untuk dijadikan acuan dalam melaksanakan aktivitas agar generasi muda Islam memiliki filter yang terbaik dalam menyingkapi permasalahan dan bijak dalam bertindak. (ybh/hio)

Pimpinan Hidayatullah Gagas Empat Karakter Kepimpinan

Jangan Merasa sebagai Obyek KebijakanPimpinan Umum Hidayatullah, KH. Abdurrahman Muhammad, menggagas empat karakter manajerial yang hendaknya dimiliki oleh setiap pemimpin di semua level kepemimpinan agar dapat terus maju dan bertumbuh secara dinamis.

Hal itu disampaikan beliau saat diundang menjadi pengisi salah satu materi dalam acara Training Kepemimpinan LAZNAS Baitul Maal Hidayatullah di Kota Depok, Jawa Barat, awal Maret lalu. Empat corak karakter manajemen itu dapat dibaca selanjutnya di Buletin Hidayatullah Edisi April 2015.

DOWNLOAD/ BACA BULETIN HIDAYATULLAH APRIL 2015

Buletin Hidayatullah Edisi Mei 2015

cover buletin hidayatullah mei 2015BULETIN HIDAYATULLAH adalah media informasi dan silaturrahim ormas Hidayatullah yang terbit reguler setiap bulan. Buletin ini diedarkan melalui saluran transimi virtual seperti email dan sejenisnya tanpa dikenakan biaya alias gratis bagi siapa saja yang ingin berlangganan.

Kami sangat merekomdendasikan supaya Anda menggunakan peramban (browser) Google Chrome ketika mengunduh (download) Buletin Hidayatullah ini untuk mendapatkan akses cepat dan kustomasi tampilan yang lebih dinamis. Download Buletin Hidayatullah di bawah ini:

BACA BULETIN HIDAYATULLAH MEI 2015, KLIK DI SINI!

Kementerian PDT Puji Peran Pembangunan Hidayatullah

kunjungan sesmen pdtHidayatullah.or.id — Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kementerian PDT) RI memuji peran Hidayatullah dalam pembangunan di berbagai sektor khususnya di bidang pembangunan dan pemberdayaan desa.

Hal itu disampaikan Sekertaris Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Sesmen Kementerian PDT) RI, Dr. Ir. H. Muh. Nurdin, MT, saat berkunjung ke kantor PP Hidayatullah Jl Cipinang Cempedak I No. 14 Polonia, Jakarta Timur, Selasa (28/04/2015).

Dalam kunjungannya itu Sesmen diterima oleh Pengurus Pimpinan Pusat (PP) Hidayatullah. Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah pengurus PP Hidayatullah diantaranya Hasan Ibrahim, Abu A’la Abdullah, Naspi Arsyad, Tasyrif Amin, Wahyu Rahman, Asih Subagyo, dan Chairil Baits. Hadir pula perwakilan pengurus PP Syabab Hidayatullah.

Nurdin berharap, peran sentral Hidayatullah sebagai elemen organisasi masyarakat menjadi bagian yang terintegrasi dengan sistem pembangunan nasional. Hidayatullah yang memiliki jaringan luas secara nasional hingga ke desa-desa, menurut Nurdin, memiliki peran penting dalam pembangunan desa tertinggal.

Pada kesempatan tersebut Sesmen PDT Nurdin juga mensosialisasikan kebijakan pemerintah tentang pendampingan desa, transmigrasi, dan pembangunan daerah tertinggal.

Ia menyebutkan jumlah daerah tertinggal kini telah menyusut dari 184 menjadi 122 desa tertinggal seraya menabahkan, sekarang ada 74.000 desa yang membutuhkan pendamping desa dengan satu desa satu pendamping.

“Hidayatullah harus terus memantapkan perannya di sini apalagi kehadiran Hidayatullah telah hadir hingga pelosok nusantara dengan berbagai amal usaha seperti pondok pesantren, panti asuhan, dan pembinaan moral melalui pendidikan dan dakwah. Kerjasama yang sudah dilakukan juga perlu terus dikuatkan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua PP Hidayatullah Bidang Kerjasama Dalam dan Luar Negeri, Muhammad Naspi Arsyad, menekankan kerjasama Hidayatullah dengan pemerintah termasuk Kementerian KPDT akan terus ditingkatkan.

Kerjasama ini, imbuh Naspi, menunjukkan bahwa saling keterhubungan (connectivity) merupakan fitrah manusia sebagai mahluk sosial dengan kesepahaman bersama dalam rangka mengembangka desa-desa di nusantara semakin maju dan bertumbuh.

“Tidak saja produktif dan bertumbuh secara ekonomi, tapi juga bersenyawa dengan spiritualitas yang terus meningkat yang juga menjadi lahan kerja di Hidayatullah di bidang dakwah pencerahan,” ujar Naspi.

Naspi mengatakan, Hidayatullah sebagai organisasi yang concern pada pengembangan sumber daya manusia dengan fokus program dakwah dan pendidikan, berkomitmen mendukung program pengentasan desa tertinggal dan saat ini telah membuka Pusat Usaha Dan Edukasi Kewirausahaan Desa (Pusekdes) di berbagai wilayah.

“Alhamdulillah saat ini kita sudah membuka Pusekdes di 5 daerah di Indonesia dan secara konsisten melalukan pembinaan kewirausahaan kepada segenap warga dan masyarakat dengan dukungan KPDT,” ujar Naspi.

Kementerian KPDT dan Hidayatullah telah menandatangani nota kesepahaman bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama pengembangan dan pembangunan daerah tertinggal dalam bentuk membuka pusat-pusat kreatifitas, kerajinan, dan kewirausahaan. MoU tersebut ditantangani pada tahun 2000 di kantor Kementerian KPDT.

Naspi menambahkan, komitmen peningkatakan kerjasama antara Kementerian KPDT dan Hidayatullah akan mendorong pihaknya untuk terus melakukan terobosan kreatif dan kerja-kerja inovatif dalam rangka membangun desa tertinggal. (hio/ybh)